Anda di halaman 1dari 2

Pembuatan teh hijau garang semua prosesnya hampir sama dengan proses pada pabrik besar ataupun cara

rakyat, perbedaannya terletak pada proses pelembaban kembali setelah pengeringan agar teh yang telah menggulung lurus kembali serta menjaga klorofil dari daun teh untuk selanjutnya digarang pada suhu yang tinggi. Tujuan dari penggarangan ini yaitu mengurangi kadar air dari daun teh setelah dilembabkan.

Penilaian selanjutnya adalah penilaian aroma. Aroma yang timbul pada teh dapat disebabkan adanya zat yang diproduksi dari fermentasi zat tanin. Salah satu zat tersebut adalah minyak esensial yang memberi rasa dan bau harum yang merupakan faktor-faktor pokok dalam menentukan nilai tiap cangkir teh untuk dijual atau diperdagangkan (Spillane, 1992). Berdasarkan analisis varian yang telah dilakukan, faktor jenis teh memiliki pengaruh terhadap penilaian terhadap aroma seduhan teh. Pengaruh yang timbul yaitu pengaruh yang sangat nyata. Hal ini menunjukkan bahwa aroma seduhan teh merupakan faktor yang berperan cukup besar dalam penentuan mutu teh.

Dasar yang digunakan untuk menentukan mutu teh hijau adalah sifat luar dan sifat dalam dari teh hijau. A. Sifat Luar Warna teh kering : hijau muda dan hijau kehitam -hitaman Ukuran : homogen dan tidak tercampur remukan Bentuk : tergulung, terpilin Aroma : wangi sampai kurang wangi, tidak apek B. Sifat Dalam Seduhan : jernih, sedikit berwarna hijau atau kekuning -kuningan. Warna tetapmeskipun seduhan menjadi dingin.. Ampas : berwarna hijau Rasa : rasa khas teh hijau, sedikit pahit, dan lebih sepet dibanding teh hitam (Tunggul, 2009). Pada praktikum ini, dilakukan uji organoleptik dari bubuk teh hijau yaitu dilakukan pengamatan terhadap warna, aroma dan rasa dari bubuk teh yang dihasilkan. Berdasarkan data yang diperoleh warna dari bubuk teh hijau adalah hijau atau hijau kecoklatan. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Arifin (1994) bahwa pada kenampakan luar warna teh kering adalah hijau muda atau

hijau kehitam-hitaman. Sedangkan untuk teh hijau garang, baik yang diolah secara pabrik maupun rakyat, teh yang dihasilkan berwarna coklat kehijauhijauan. Teh ini berukuran panjang, kasar dengan bentuk yang tidak seragam dan dengan rasa yang sedang.

Arifin, M.S. 1994. Petunjuk Teknis Pengolahan Teh. Badan Penelitian danPengembangan Pertanian Asosiasi peneliti dan PengembanganPerkebunan Indonesia Pusat Penelitian teh dan Kina Gambung, Bandung Spillane, James. 1992. Komoditi Teh. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Tunggul, P.D. 2009. Teh dan Pengolahannya. www.iptek.net.id [5 Oktober 2012)