Anda di halaman 1dari 5

1

APA YANG KAU CARI?




Sebuah Realita! Gemerlapnya kehidupan dunia, telah banyak
menyilaukan manusia. Tak terkecuali sebagian kaum muslimin. Ada
sebagian orang yang menjadikan kesenangan dunia dengan segala
ragamnya menjadi tujuan utama hidupnya. Berbagai upaya ia kerahkan.
Kerja keras banting tulang tanpa mengenal waktu rela dilakukan demi
meraih harta yang sebanyak-banyaknya, bahkan terkadang rambu-rambu
syariat pun di terjang. Ibadah dan amal shalih sedikit demi sedikit
dikorbankan, halal dan haram pun akhirnya dihantam
Apalagi ditengah pola kehidupan sebagian besar masyarakat yang
konsumtif dan panjang angan-angan. Ketika satu telah

diraih, ingin pula ia meraih yang lainnya. Begitu seterusnya tanpa ada
akhirnya, sampai maut menjemputnya. Hal ini telah disinyalir oleh
Rasulullah J dalam sabdanya:
. _ ` , . ., , ' ` , . ` ,
Seandainya anak adam memiliki dua lembah harta, niscaya ia akan
mencari yang ketiga,...(Riwayat Al Bukhari 6436)

Gambaran diatas adalah sebuah realita yang terjadi pada sebagian kaum
muslimin. Dalam hadits lain Rasulullah J bersabda:
Akan datang pada suatu masa pada ummat manusia, mereka tidak lagi
perduli bagaimana cara mereka mendapatkan harta. Apakah dengan
cara yang halal ataukan dengan cara yang haram (Riwayat Al Bukhari)

Kehidupan Dunia Hanyalah Sementara
Kehidupan dunia yang sedang kita jalani ini hanyalah sementara.
Kematian atau maut adalah suatu ketetapan yang pasti akan dialami
seluruh makhluk. Allah berfirman:
_ ,.` -` _ ` , ` ,, ` , _,` - ' .` , ,` ` , .` ,
_,` ,` ` _ ,` ' , - , _ ` ` - -` ' , _`
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada
hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan
dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah
beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang
memperdayakan" (Ali imran : 185)

Tiada seorangpun yang bisa menghindar atau mengelak dari ajal yang
telah ditetapkan Allah Bagaimanapun besar usaha kita untuk lari dan
menghindar dari kematian, maka kematian itu akan tetap
mendatanginya:
2
` , ` _,` ,` , ` ,` ` ` , , ` .` , ` , _` `, ,` , `, '
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu,
kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh,..." (An Nisaa'
:78)

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ajal selalu mengelilingi
kehidupan manusia.
= ` ` , ' ` - . , ` . = - - , ` , ,` = -
. - ` . , ` ` _ _ . = =` - - , ` ` - _ -
, , ` ` , - '` ` , ' , ` , -` ` - ' , . `
` ' =` - ' . , ` ,` . ` _ ` . =` - , ` ' ` _ _ - ,` ` ,
` , ` ' =` - ' . , ` ,
Dari 'Abdullah , dia berkata: "Nabi membuat garis segi empat, dan
beliau membuat garis ditengahnya keluar darinya. Beliau membuat
garis-garis kecil kepada garis yang ada di tengah ini dari sampingnya
yang berada di tengah. Beliau bersabda; " Ini manusia, dan ini ajal yang
mengelilinginya atau telah mengelilinginya. Yang keluar ini adalah
angan-angannya. Dan garis-garis kecil ini adalah musibah. Jika ini luput
darinya, ini pasti mengenainya. Jika ini luput darinya, ini pasti
mengenainya" (Riwayat Bukhari 5938) Berikut gambarnya: (Bahjatun
Nadzirin, Syeikh Salim Bin 'Ied Al Hilaly)

Jika demikian, maka bagaimana mungkin manusia bisa lari dari
kematian? Ketahuilah sungguh kita hidup di dunia ini hanyalah sebentar,
orang yang berakal sepantasnya tidak tertipu dengan kemewahan dan
gemerlapanya dunia yang memperdayakan. Dalam sebuah hadits
Rasulullah bersabda:
: ` _` ,` -, ` ` ,` , ' , ` , ` ` _ ` ,` ` ` ,, ` ' ` _ ` '
"Umur ummatku antara 60 sampai 70 tahun. Dan sangat sedikit mereka
yang melewati itu" (Riwayat Ibnu majah 4236, Tirmidzi 3550,Lihat ash
Shahihah 757, dari Abu Hurairah )

Jangan Tunda Amal !
Kematian pasti akan menghampiri kita, itu adalah suatu kepastian. Dan
tiada seorangpun yang tahu kapan dan dimana ia akan mati.
` .,` ` _ ' ` ' , ` _` , ` . ` _` ,
3
"...Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa
yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat
mengetahui di bumi mana dia akan mati..."(Luqman : 34)

Ayat diatas merupakan bantahan orang-orang yang suka menunda-nunda
taubat dan amal shalih. Mereka mengatakan : "besok saja", atau nanti
kalau sudah tua atau masih muda". Padahal tidak ada yang mengetahui
apa yang terjadi esok hari. Realita menunjukan berapa banyak orang
muda yang segar bugar tiba-tiba ajal menjemputnya, dan berapa banyak
orang yang tua lagi sakit-sakitan, namun ajal belum juga
menjemputnya. Ini menunjukan bahwa kematian datang sesuai
kehendak Allah tanpa kita ketahui kapan datangnya. Oleh karena itu
janganlah kita terperdaya oleh kehidupan dunia ini. Allah berfirman:
" Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-
anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang
membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan
belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu
sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia
berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)
ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah
dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" (Al Munafiquun :9-11)

Rasulullah bersabda:
` ,. , ,. ` ` ` , . , ` , ` , , ` , ' ` .`, , :` ' ,` ' ` `
` . .` - , . ` , = ` .` - `. ' , _ ` . ` , = ` .` , ` '
: ` , : , - ` , : . , : ` - .
"Jadilah engkau didunia ini seolah-olah engkau orang asing atau musafir"
Dan Ibnu 'Umar mengatakan; " Jika engkau masuk waktu subuh,
janganlah engkau menunggu sore, dan jika engkau masuk waktu sore,
janganlah engkau menunggu waktu subuh. Ambilah dari kesehatamu
untuk sakitmu, dan hidupmu untuk matimu" (Riwayat Bukhari 5937, dari
Ibnu "umar )

Ada sebagian orang yang terperdaya oleh dirinya sendiri. Mereka enggan
melakukan amal shalih karena ia telah merasa amalnya telah cukup
untuk bisa menolong dia kelak di akhirat. Ini adalah termasuk salah satu
tipu daya syetan. Lihatlah bagaimana para shahabat nabi beramal!
Bahkan sebagian mereka yang telah dijamin masuk sorga pun mereka
tetap berlomba dalam beramal, dan merasa takut kepada Allah
karena mereka merasa amalnya sedikit. Tidakah kita mengambil
pelajaran dari mereka?.

Imbangi Dengan Menuntut Ilmu
4
Ilmu dan amal dalam pandangan Ahlus Sunnah wal Jamaah merupakan
satu rangkaian yang tak dapat dipisahkan. Ilmu tanpa amal merupakan
perilaku Yahudi, sedangkan amal yang tanpa dilandasi ilmu merupakan
akhlak Nashrani. Apabila ilmu dan amal mengakar dalam pribadi
muslim, maka akan terpancarlah hidayah dan ketaqwaan sebagai
pondasi dasar dan bekal utama dalam meretas usaha dan profesinya
dalam mengais rizki. Sehingga Allah menjadikan ketaqwaan sebagai
ladang keberkahan dan pintu kesuksesan dalam usahanya mengais rizki.
Allah berfirman:
- ,` - ` ` -, ` , ` , , , ` . ` -, .` , - ` ` ` _` ,, ,
..... Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan
mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah
yang tiada disangka-sangkanya,... (Ath Thalaq: 2-3)

Rasulullah J bersabda:
Bertaqwalah kepada Allah dan ambilah yang baik dalam mencari rizki
(ambil yang halal dan tinggalkan yang haram (Riwayat Al Hakim)

Seorang muslim yang bertaqwa sangat dituntut untuk berlaku seimbang
dalam mencari ilmu dan mencari nafkah. Jika kekuatan ilmu dan
kekuatan harta bersinergi dengan baik maka akan lahir kekuatan
dashyat dan berpengaruh positif dalam proses dakwah dan kebangkitan
Islam.

Jadi dalam Islam tidak ada dikotomi antara mencari ilmu dan mengais
rizki, bahkan keduanya harus saling mendukung. Oleh sebab itu tidak
benar bila ada sebuah wacana bahwa orang yang mencari ilmu tidak
perlu memikirkan urusan mengais rizki,
dan sebaliknya adanya anggapan orang yang mencari nafkah tidak perlu
mengganggu profesinya dengan menuntut ilmu, karena bisa
menghambat kariernya. Hal itu sebuah paradigma yang salah, karena
Allah telah berfirman:

` . ` - ' , ,` ' : , . ` , , - _` ` . , _ ` ,,
' .. -`, . . . ` _ ' _` , :` , ` ` - '
, `
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan
bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan
janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Al Qashash : 77)
Wallahu Alamu Bish Shawwab
5
..-,, ,, , -., ' _, = ,_ _ = _.,
, ,,

Kontribusi: Mas Heru Yulias Wibowo Redaktur Buleti n Dawah An Nashi hah Cikarang Baru -
Bekasi, untuk berl angganan hubungi bag. Sirkulasi: Mas Arifin 08156094080 (Abu Laili )