PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA

BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dengan adanya perubahan struktur organisasi pada Kementerian Keuangan dan guna mengubah jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Keuangan perlu mengganti Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2003 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Keuangan; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Keuangan; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3687);

3. Peraturan . . .

-23. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3694) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang Jenis dan Penyetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3760);

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN KEUANGAN.

Pasal 1 (1) Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Keuangan berasal dari: a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Pajak; c. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai; d. Direktorat Jenderal Perbendaharaan; e. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara; f. (2) Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang; dan g. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, dan huruf g, sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Pemerintah ini. Pasal 2 . . .

Pengumuman Pembatalan Lelang. dan Lelang Non Eksekusi Sukarela untuk Barang Tidak Bergerak dan Barang Bergerak yang dijual bersama-sama dalam 1 (satu) paket. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara berupa Penerimaan dari Bea Lelang Penjual dan Bea Lelang Pembeli pada Lelang Eksekusi. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berupa Penerimaan dari Penggantian Biaya Pengumuman Lelang dan Pengumuman Pembatalan Lelang yang tarifnya ditetapkan sesuai dengan tarif yang berlaku pada media setempat. ditetapkan sebesar tarif Bea Lelang Barang Bergerak. c. Direktorat Jenderal Pajak berupa Penerimaan dari Penggantian Biaya Pengumuman Lelang. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang berupa penerimaan dari Imbal Jasa Penjaminan Infrastruktur yang besarannya ditetapkan dalam Surat Imbal Jasa Penjaminan Pemerintah yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian Penjaminan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan berupa Penerimaan dari Pengelolaan Kas Negara yang besarannya ditetapkan dalam ketentuan Peraturan Perundang-undangan di bidang keuangan Negara. dan Jasa Penilai dalam rangka penagihan pajak dengan surat paksa yang tarifnya ditetapkan sesuai dengan tarif yang berlaku pada media setempat dan biaya jasa penilai yang berlaku. Lelang Non Eksekusi Wajib. b.-3Pasal 2 Jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Keuangan selain yang ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Pemerintah ini terdiri dari : a. e. Pasal 3 . . . d. .

Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4313). . berlaku ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2003 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Keuangan. Pasal 4 Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak berupa Penerimaan Biaya Administrasi Pengurusan Piutang Negara dari Penanggung Hutang untuk Surat Penerimaan Pengurusan Piutang Negara (SP3N) sebagaimana dimaksud dalam Lampiran angka IV huruf K angka 1 huruf b dan huruf c yang telah diterbitkan sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah ini.-4Pasal 3 Seluruh Penerimaan Negara Bukan Pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dan Pasal 2 wajib disetor langsung secepatnya ke Kas Negara. . Pasal 5 Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2003 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Departemen Keuangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 95. . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Agar . Pasal 6 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal diundangkan.

ttd AMIR SYAMSUDIN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 NOMOR 1 Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA Asisten Deputi Perundang-undangan Bidang Perekonomian. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Januari 2013 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd DR. H.-5Agar setiap orang mengetahuinya. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. LYDIA SILVANNA DJAMAN . SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 2 Januari 2013 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA.

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN KEUANGAN I. perlu mengganti Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2003 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Departemen Keuangan. Pasal 2 . . . . II. Hal tersebut sejalan dengan upaya mengoptimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak. Sehubungan dengan hal tersebut dan dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak. guna menunjang pembangunan nasional. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Jenis dan tarif atas jenis PNBP yang berasal dari penggunaan sarana dan prasarana pada BPPK sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Pemerintah ini merupakan jenis dan tarif atas jenis PNBP dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Kuasa Pengguna Barang/Pengguna Barang dan/atau yang melibatkan Kuasa Pengguna Barang/Pengguna Barang dalam pelaksanaan kegiatannya. UMUM Sehubungan dengan adanya perubahan organisasi dan penyesuaian terhadap jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Keuangan. perlu menetapkan jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Keuangan. sebagai salah satu sumber penerimaan negara perlu dikelola dan dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

2. 9. Penempatan di Bank Indonesia. Huruf c Yang dimaksud dengan Penerimaan dari Pengelolaan Kas Negara adalah Penerimaan Negara yang berasal dari antara lain: 1. REPO (Repurchase Agreement) / reverse REPO. dsb. Pembelian/penjualan Surat Berharga Negara di Pasar Sekunder. Rekening Retur.-2Pasal 2 Huruf a Cukup jelas. 3. 6. Pengelolaan Kas Pemerintah di Bank Umum merupakan unsur PNBP dari aktifitas pengelolaan rekening Pemerintah pada Bank Umum selain rekening penempatan seperti rekening Dana Cadangan Subsidi/PSO. Pengelolaan Kas Pemerintah di Bank Umum. Pasal 4 Cukup jelas. Rekening Pembangunan Hutan. Penerbitan SP2D dalam rangka TSA Pengeluaran. Pelaksanaan Treasury National Pooling. Pasal 5 . Pengelolaan Valuta Asing. . . 5. Huruf b Cukup jelas. 7. 8. 4. Penyimpanan di Bank Indonesia.) Huruf d Cukup jelas Huruf e Cukup jelas Pasal 3 Cukup jelas. . Penempatan di Bank Umum.

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5386 .-3Pasal 5 Cukup jelas. Pasal 6 Cukup jelas.

000. Perseorangan.00 3. Jumlah rekan 2-4 orang.000.000.000.000.000.000.000. c. Biaya Perizinan 1.000.00 6.00 2.00 Per Izin Per Izin Per Izin Per Izin Rp Rp Rp Rp 1.000.000.00 1. b.000. Persetujuan Pencantuman Nama Kantor Akuntan Publik Asing atau Organisasi Audit Asing bersama-sama dengan nama Kantor Akuntan Publik Persetujuan Pendaftaran Kantor Akuntan Publik Asing atau Organisasi Audit Asing Per Persetujuan Rp 5.000. Izin Akuntan Publik Perpanjangan Izin Akuntan Publik Izin Usaha Kantor Akuntan Publik a. SEKRETARIAT JENDERAL Pusat Pembinaan Akuntan Dan Jasa Penilai A.500. . .000. Per Persetujuan Rp 10. C.000. Denda .000.000.00 2. . 3.00 Biaya Persetujuan 1. B. Izin Pendirian Cabang Kantor Akuntan Publik SATUAN TARIF Per Izin Per Izin Rp Rp 1.00 Sanksi Administratif 1.00 2. 2. Jumlah rekan 5 orang atau lebih 4. Denda Administratif atas keterlambatan Per Denda Izin perpanjangan izin Akuntan Publik Keterlambatan Rp 1.LAMPIRAN: PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN KEUANGAN JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN KEUANGAN JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK I.

000.000. 2.000.000.-2JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF 2.5% dari hasil harga lelang C. DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Biaya Penagihan Pajak 1.000. . Surat Paksa 2. Biaya Pencacahan Barang Lelang 2.00 100.00 (paling banyak 2.000.00 Rp B.000.00) II. 3 4. Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan Per Pemberitahuan Per Pelaksanaan Per Transaksi Rp 50. Rp 100. Denda Administratif atas keterlambatan Per Denda 1 penyampaian laporan kegiatan usaha Hari Kerja Kantor Akuntan Publik Keterlambatan Denda Administratif atas keterlambatan Per Denda 1 penyampaian laporan keuangan Kantor Hari Kerja Akuntan Publik Keterlambatan Denda Administratif atas keterlambatan Per Denda 1 penyampaian laporan Pendidikan Hari Kerja Profesional Berkelanjutan Akuntan Publik Keterlambatan /AP Rp 100. Rp 4. Surat Paksa Surat perintah melaksanakan penyitaan Tambahan biaya penagihan atas penjualan barang sitaan melalui lelang Tambahan biaya penagihan atas penjualan barang sitaan tidak melalui lelang Per Pemberitahuan Per Pelaksanaan Per Transaksi Per Transaksi Rp Rp 50.000.00) 3.00 1% dari pokok lelang 1% dari Hasil penjualan III. DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI A.000.00) 100. .000.00 (paling banyak 2.000.00 100. Biaya . .000.000. Biaya Penagihan Bea Masuk dan Cukai 1.00 (paling banyak 2.

High Performance Liquid Chromatography (HPLC) secara kuantitatif Thermo Gravimetry-Differential Thermal Analyzer (TG-TDA) secara kuantitatif Surface Area Analyzer secara kuantitatif Rp 300.00 5. Rp 250. Fourier Transform Infra Red (FTIR) Raman secara kualitatif 4. Polarimeter secara kuantitatif 150. Biaya Pengujian Laboratorium Bea dan Cukai atas permintaan pengguna jasa untuk pengujian menggunakan instrumen/metode 1. X-Ray Fluorosence (XRF) secara kuantitatif Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Rp Rp Rp Rp 150.00 6. . Refraktometer .00 11.00 10.000.00 Rp 100. Atomic Absorption (AAS) secara kuantitatif 250.00 7. . Fourier Transform Infra Red (FTIR) secara kuantitatif 3.000.000.000.000.000.00 14.000. Mikroskop secara kualitatif 100. Rp 250. Mikroskop Metalurgi secara kualitatif 200.000. Auto Pycnometer secara kuantitatif 150.00 8.00 Rp 350.00 13.00 9.00 Rp 200.000.000. X-Ray Diffraction (XRD) secara kualitatif 250.-3JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF C. Fourier Transform Infra Red (FTIR) secara kualitatif 2.00 12. .000.000.000.

Scanning Electron Microscopy-Energy Dipersive Spectroscopy (SEM-EDAX) secara kualitatif-kuantitatif 18. UV-Vis Spectrophotometer secara kuantitatif 16. Gas Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID) secara kualitatif 19. . Gas Chromatography-Flame Ionization Detector (GC-FID) secara kuantitatif 20.00 75.000.000.00 50.000.000.00 50.-4JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF 14.000.000.00 29. Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) secara kuantitatif 21.00 Rp Rp 300.00 150. .00 50. Oil Content secara kuantitatif 23.000. Optical Emission Spectroscopy (OES) secara kuantitatif 17.00 400.00 15. .00 300.000.000.00 300.000.00 600.000. Konduktometer secara kuantitatif Rp 200.00 75.00 200.000.000.000. Densitymeter secara kuantitatif 24.000. Refraktometer secara kuantitatif Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Rp 200. Penetrometer secara kuantitatif 25. Viscosimeter secara kuantitatif 26. Densometer secara kuantitatif 28. Soft .00 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 300. Flash Point secara kuantitatif 22. Surface Tensionmeter secara kuantitatif 27.

5% Dari Pokok Lelang 2% Dari Pokok Lelang 3.00 32.00 200.00 150.00 50. Bea Lelang Penjual 1.000.00 100. 2.000. Lelang Eksekusi Barang Yang Dirampas untuk Negara a.000. DIREKTORAT JENDERAL KEKAYAAN NEGARA A. .00 150. Barang Tidak Bergerak Barang Bergerak .000. . Auto Destillation Tester secara kuantitatif 31. Barang Tidak Bergerak Barang Bergerak Barang Yang Per Frekuensi Per Frekuensi 1. b. Kimia Fisik Lainnya secara kuantitatif Rp Rp 150.000. Per Frekuensi Per Frekuensi 0% Dari Pokok Lelang 0% Dari Pokok Lelang Lelang Eksekusi selain Dirampas Untuk Negara a.000. Melting Point Tester secara kuantitatif Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Per Contoh Uji Rp Rp Rp 50. b.00 35. Kimia Fisik secara kualitatif Rp Rp Rp 50. Dropping Point Tester secara kuantitatif 33.-5JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF 29. Soft Solid Tester secara kuantitatif 30.00 IV. Titrasi secara kuantitatif 36. Lelang .000.000. Kjeldahl Analyzer secara kuantitatif 34.

Barang . Barang Tidak Bergerak Barang Bergerak Per Frekuensi Per Frekuensi 1% Dari Pokok Lelang 1. b. Barang Tidak Bergerak Barang Bergerak Per Frekuensi Per Frekuensi 0% Dari Pokok Lelang 0% Dari Pokok Lelang 7. b. Barang Tidak Bergerak Per Frekuensi 0% Dari Pokok Lelang b. Barang Tidak Bergerak Barang Bergerak Per Frekuensi Per Frekuensi 1% Dari Pokok Lelang 1. . Barang Tidak Bergerak Barang Bergerak Per Frekuensi Per Frekuensi 0% Dari Pokok Lelang 0% Dari Pokok Lelang 4. Lelang Noneksekusi Wajib selain Barang Milik Negara/Daerah a. Lelang Noneksekusi Sukarela yang dilaksanakan oleh Pejabat Lelang Kelas II di dalam Kawasan Berikat/Gudang Berikat (Bonded Zone/Bonded Warehouse) atau kawasan lain yang dipersamakan a. . Lelang Noneksekusi Sukarela yang dilaksanakan oleh Pejabat Lelang Kelas II di luar Kawasan Berikat/Gudang Berikat (Bonded Zone/Bonded Warehouse) atau kawasan lain yang dipersamakan a. b.5% Dari Pokok Lelang 6. Lelang Noneksekusi Sukarela yang dilaksanakan oleh Pejabat Lelang Kelas I a. . Lelang Noneksekusi Wajib Barang Milik Negara/Daerah a. b.5% Dari Pokok Lelang 5.-6JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF 3.

5% Dari Pokok Lelang 2% Dari Pokok Lelang 4. Lelang Eksekusi Selain Dirampas Untuk Negara a. Barang Tidak Bergerak Barang Bergerak Per Frekuensi Per Frekuensi 1.-7JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF b. 9. .5% Dari Pokok Lelang 2% Dari Pokok Lelang 5. Lelang . . 3. Barang Bergerak Per Frekuensi Lelang Noneksekusi Wajib Barang Milik Negara/Daerah a. b. Lelang Noneksekusi Wajib Selain Barang Milik Negara/Daerah a.5% Dari Pokok Lelang 1% Dari Pokok Lelang Lelang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya dari Tangan Pertama Lelang Pegadaian B. . Barang Tidak Bergerak Barang Bergerak Per Frekuensi Per Frekuensi 1. b. Barang Bergerak Per Frekuensi Per Frekuensi Per Frekuensi 0% Dari Pokok Lelang 0. 8. Bea Lelang Pembeli 1. Lelang Eksekusi Barang Yang Dirampas Untuk Negara a. Barang Tidak Bergerak Barang Yang Per Frekuensi 2% Dari Pokok Lelang 3% Dari Pokok Lelang b. b. Barang Tidak Bergerak Barang Bergerak Per Frekuensi Per Frekuensi 2% Dari Pokok Lelang 3% Dari Pokok Lelang 2.

5% Dari Pokok Lelang b.00 2.00 D. Lelang Noneksekusi Sukarela yang dilaksanakan oleh Pejabat Lelang Kelas I a. b. 6. Lelang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya dari Tangan Pertama Lelang Pegadaian Bea Lelang Batal Atas Permintaan Penjual 1.4% Dari Pokok Lelang 0.-8JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK 5. Lelang Noneksekusi Sukarela yang dilaksanakan oleh Pejabat Lelang Kelas II di dalam Kawasan Berikat/Gudang Berikat (Bonded Zone/Bonded Warehouse atau kawasan lain yang dipersamakan a. .5% Dari Pokok Lelang 1% Dari Pokok Lelang 8.3% Dari Pokok Lelang 1.000.5% Dari Pokok Lelang 2% Dari Pokok Lelang SATUAN TARIF Lelang Noneksekusi Sukarela yang dilaksanakan oleh Pejabat Lelang Kelas II di luar Kawasan Berikat/Gudang Berikat (Bonded Zone/Bonded Warehouse) atau kawasan lain yang dipersamakan a. Rp 250. b. 9. C. Barang Tidak Bergerak Barang Bergerak Per Frekuensi Per Frekuensi Per Frekuensi Per Frekuensi 0. . Uang . Barang Bergerak Per Frekuensi 7. Barang Tidak Bergerak Barang Bergerak Per Frekuensi Per Frekuensi 1. Barang Tidak Bergerak Per Frekuensi 0.2% Dari Pokok Lelang 0. Barang Tidak Bergerak dan/atau Barang Bergerak Barang Milik Negara/Daerah Barang Tidak Bergerak dan/atau Barang Bergerak selain Barang Milik Negara/Daerah Per Nomor Register Pembatalan Per Nomor Register Pembatalan Rp 0. .

00 6. Dalam . Denda Keterlambatan Penyetoran Bea Lelang ke Kas Negara oleh Balai Lelang atau Pejabat Lelang Kelas II Per Bulan F. Sebelum Surat Penerimaan Pengurusan Piutang Negara (SP3N) diterbitkan Per Berkas Kasus Piutang Negara 0% Dari sisa hutang yang wajib dilunasi b.00 500.-9JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF D.000. I.000.000.000. Uang Jaminan Penawaran Lelang dari Pembeli yang Wanprestasi 1. .000.500. J. Pembayaran dan/atau pelunasan hutang : a. Pemberian Izin Operasional Balai Lelang Pengangkatan Pejabat Lelang Kelas II Perpanjangan Masa Jabatan Pejabat Lelang Kelas II Penerbitan Kutipan Risalah Lelang pengganti karena rusak atau hilang Kertas Sekuriti Untuk Pembuatan Kutipan Risalah Lelang bagi Pejabat Lelang Kelas II Penerimaan Biaya Administrasi Pengurusan Piutang Negara dari Penanggung Hutang yang berasal dari: 1. Lelang Eksekusi dan Noneksekusi Wajib Per Pelaksanaan Lelang 100% Dari Uang jaminan yang disetor dari Pembeli yang Wanprestasi 50% Dari Uang Jaminan yang disetor dari Pembeli yang Wanprestasi 2% Dari Bea Lelang yang harus disetor per bulan Per izin Per Orang Per Orang Per Risalah Per Lembar Rp Rp Rp Rp Rp 2. .00 500. . H.00 1. Lelang Noneksekusi Sukarela yang dilaksanakan oleh Pejabat Lelang Kelas I Per Pelaksanaan Lelang E.00 2. G. K.000.

00 Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Rp Rp Rp Rp 3.00 3.000. Penerimaan Dari Jasa DAN PELATIHAN 1. Penggunaan Sarana dan Prasarana Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Tugas dan Fungsi BPPK 1.000.00 c. Dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak Surat Penerimaan Pengurusan Piutang Negara (SP3N) diterbitkan Setelah lewat waktu 6 (enam) bulan sejak Surat Penerimaan Pengurusan Piutang Negara (SP3N) diterbitkan Per Berkas Kasus Piutang Negara Per Berkas Kasus Piutang Negara Per Berkas Kasus Piutang Negara Per Berkas Kasus Piutang Negara 1% Dari sisa hutang yang wajib dilunasi 10% Dari sisa hutang yang wajib dilunasi 2.10 JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF b. 2. Pusdiklat .000.000.000.000. Ujian Sertifikasi Ahli Kepabeanan 2.5% Dari sisa hutang yang wajib dilunasi 0% Dari sisa hutang yang wajib dilunasi c.000. Penarikan Pengurusan Piutang Negara oleh Penyerah Piutang 3.00 750. Diklat Pejabat Lelang Kelas II B.00 9. . Aula Gedung B BPPK Tambahan kelebihan penggunaan b.000.00 750. .500. Pengembalian Pengurusan Piutang kepada Penyerah Piutang V.. Auditorium/Aula a. .000. Aula Pusdiklat Pajak Tambahan kelebihan penggunaan Per Orang/Ujian Per Orang/Diklat Rp Rp 1. BADAN PENDIDIKAN KEUANGAN A.

000.000.00 125.000. Aula Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Tambahan kelebihan penggunaan e.500.00 1.00 750.00 600.00 250.000. .00 3.00 750. . Aula Balai Diklat Keuangan Palembang Tambahan kelebihan penggunaan f.000.00 700. .000.000.000.00 1.00 Tambahan .000. Aula Balai Diklat Keuangan Malang 1) Aula Gedung A Tambahan kelebihan penggunaan 2) Aula Gedung E Tambahan kelebihan penggunaan Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Rp Rp Rp Rp 450.00 350.000.00 h.000.500. Pusdiklat Bea dan Cukai 1) Aula Padang Sudirjo Tambahan kelebihan penggunaan 2) Auditorium Utama Tambahan kelebihan penggunaan 3) Auditorium Kecil Tambahan kelebihan penggunaan Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 3.000. Aula Balai Diklat Keuangan Cimahi 1) Aula 1 Per 6 Jam Rp 450.500.00 175.000. Aula Balai Diklat Keuangan Yogyakarta Tambahan kelebihan penggunaan g.00 2..000.000.00 1.11 JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF c.000.000.000.00 d.000.000.00 375.

000.00 Per Jam Rp 250.00 1. Ruang Makan Pusdiklat Bea dan Cukai Tambahan kelebihan penggunaan c.000.500.000.000.000.00 2.00 450. Pendopo Balai Diklat Kepemimpinan Magelang Tambahan kelebihan penggunaan k.00 75.000.000. Aula Gedung PHRD Pusdiklat PSDM Tambahan kelebihan penggunaan l.500.00 1. Operating room di BPPK Pusat Tambahan kelebihan penggunaan b.00 500.000. .00 Tambahan kelebihan penggunaan j.000.00 150. Aula Balai Diklat Keuangan Makassar Tambahan kelebihan penggunaan 2.000.. Ruang Makan Pusdiklat Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan Tambahan kelebihan penggunaan d.00 375.12 JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF Tambahan kelebihan penggunaan 2) Aula 2 Tambahan kelebihan penggunaan i. . Aula Gedung A Balai Kepemimpinan Magelang Diklat Per Jam Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 120.000.00 1) Ruang .000.00 600.000.500.000. Ruang Pertemuan dan Ruang Makan a.000. .000.000.00 300.00 1.00 250.00 120. Ruang Makan Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Rp Rp Rp Rp Rp 1.00 375.000.000.

00 100.000.000.000.000.000.000.000.00 1.000.000.000.00 3) Ruang Diskusi Gedung (kapasitas 10 orang) Tambahan penggunaan kelebihan Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 25. .00 Tambahan kelebihan penggunaan 2) Ruang Makan Gedung Lily Tambahan kelebihan penggunaan e. i.00 125.00 1.00 250.000.000. Ruang Makan Balai Diklat Keuangan Balikpapan Ruang Makan Gedung PHRD Pusdiklat PSDM Tambahan .000.00 100.000.000.00 250.000.00 250..13 JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF 1) Ruang Anggrek Makan Gedung Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Rp Rp Rp Rp 1.00 500. Ruang Makan Pusdiklat Pajak Tambahan kelebihan penggunaan h.000.000. . .00 f.00 1.000.000.00 kelebihan A Rp Rp 25. Ruang Makan Pusdiklat Keuangan Umum Tambahan kelebihan penggunaan g.00 250.00 Ruang Diskusi Gedung (kapasitas 30 orang) Tambahan penggunaan kelebihan B Rp Rp 75. Balai Diklat Kepemimpinan Magelang 1) Ruang Diskusi Gedung (kapasitas 10 orang) Tambahan penggunaan 2) A Per Ruang/ Per 8 Jam Per Jam Per Ruang/ Per 8 Jam Per Jam Per Ruang/ Per 8 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Per 6 Jam Per Jam Per Ruang/Hari Per 6 Jam Rp 100.

000.14 JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF Tambahan kelebihan penggunaan 3. c.00 75.. . Jangka pendek selain wilayah Jabodetabek ( 1 hari sampai dengan 28 hari) c. Wisma/mess a.00 Mess Balai Diklat Keuangan Palembang Balai Diklat Keuangan Cimahi 1) 2) 3) Wisma Mess (AC) Mess Non AC Per Hari Per orang/hari Per orang/hari Rp Rp Rp 200.00 Per Bulan Rp 5.000. Jangka pendek wilayah Jabodetabek ( 1 hari sampai dengan 28 hari) b. .000.00 Per Hari Rp 250. .000.000.00 450.000.000. Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan 1) 2) 3) 2) b. Ruang kuliah a.000.00 100.00 75. Asrama . Jangka panjang wilayah Jabodetabek ( 1 bulan sampai dengan 6 bulan) d.000.000.00 450.00 4.00 450.00 Per Hari Per Hari Per Hari Per Hari Per orang/hari Rp Rp Rp Rp Rp 300.000.000.000.000.000. Jangka panjang selain wilayah Jabodetabek ( 1 bulan sampai dengan 6 bulan) Per Bulan Rp 3.00 5.00 Per Hari Rp 150. Wisma Cempaka Wisma Tulip Wisma Jasmine Wisma Edelweis Per Jam Rp 250.

15 JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF 5.000.000.000.000.00 6. Asrama Pusdiklat KNPK Rp 150... b.00 75.00 Di luar wilayah Jabodetabek 1) 2) Asrama (AC) Asrama (Non AC) Per orang/hari Per orang/hari Rp Rp 100.000.000.00 50.00 75.00 200. Laboratorium .00 c. .00 150.00 Per orang/hari Per orang/hari Per orang/hari Per orang/hari Rp Rp Rp Rp 150.000.000. Asrama di lingkungan BPPK a.00 6) b.. Wilayah Jabodetabek 1) 2) 3) 4) 5) Asrama Pusdiklat PSDM Asrama Pusdiklat Pajak Asrama Pusdiklat Bea dan Cukai Asrama Pusdiklat Keuangan Umum Asrama Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan a) Asrama Bougenville b) Asrama Dahlia c) Asrama Flamboyan Per orang/hari Per orang/hari Per orang/hari Per orang/hari Rp Rp Rp 150.000.000.000. Laboratorium Audio Visual Pusdiklat Keuangan Umum Laboratorium Komputer Pusdiklat Keuangan Umum Per Hari Per Hari Rp Rp 1.00 180. Laboratorium a.000.000.00 800.

Laboratorium Komputer Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Laboratorium Komputer Balai Diklat Keuangan Per Hari Per Hari Rp Rp 500. LYDIA SILVANNA DJAMAN .. Burma Bridge. dan Cargo Net) Per Orang/Paket Rp 50.000.00 Outbond Penggunaan Sarana Outbond (satu paket terdiri dari Flying Fox.000. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA Asisten Deputi Perundang-undangan Bidang Perekonomian.00 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd DR.16 JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK SATUAN TARIF c. H.000. 7.00 400. d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful