Anda di halaman 1dari 4

Cara Mencegah Penyakit Hipertensi

Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal (140/90 mm Hg atau lebih).Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenkes RI bahkan menunjukkan prevalensi hipertensi nasional sebesar 31,7%. Hipertensi merupakan bahaya diam-diam yang bisa mematikan. Karena, tidak ada gejala atau tanda khas untuk peringatan dini. Bahkan banyak orang merasa sehat dan energik bisa menyimpan gejala hipertensi. Berdasarkan Riskesdas 2007, sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis, kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Tjandra Yoga Aditama. Hipertensi bukan saja penyakit mematikan, tapi juga pemicu terjadinya penyakit jantung dan stroke. Meski demikian, hipertensi dan komplikasinya dapat dicegah, tentunya dengan upaya perbaikan gaya hidup dan mengatasi faktor risikonya. Upaya-upaya ini tidak hanya ditujukan untuk orang sehat, tapi juga kelompok risiko tinggi maupun pasien hipertensi itu sendiri, katanya. Caranya yakni : 1. Pertahankan berat badan ideal. Atur pola makan, antara lain tidak mengonsumsi makanan tinggi garam dan tinggi lemak, serta perbanyak konsumsi buah dan sayur 2. Olahraga teratur. Sedapat mungkin atasi stres dan emosi 3. Hentikan kebiasaan merokok 4. Hindari minuman beralkohol 5. Periksa tekanan darah secara berkala. Dan lakukan pengecekan ulang minimal setiap 2 tahun untuk kelompok nomotensi dan setiap tahun untuk kelompok pre hipertensi, yaitu tekanan darah

sistolik 120-139 mmHg atau diastolik 80-90mmHg dan 6. Bila diperlukan konsumsi obat-obatan penurunan tekanan darah serta makan secara teratur

Fakta Tentang Sperma

Simak 10 mitos dan fakta yang berkaitan dengan sperma seperti dikutip dari Genius Beauty berikut. 1. Sperma bisa dijadikan zat kosmetik unik dengan efek peremajaan tubuh. Sperma memang mengandung unsur berguna bagi tubuh bila berada di lingkungan yang sesuai. Namun, pada beberapa orang, sprema menimbulkan reaksi alergi. 2. Berapa lama pria tidak melakukan seks bisa dilihat dari warna sperma. Beberapa hal dapat dideteksi dari warna. Kita bisa menentukan jumlah dan konsentrasi yang akan mempengaruhi warna sperma. Makin banyak dan padat bentuk sperma, menandakan jumlah sperma makin besar dan kemungkinan si pria sudah lama tidak bercinta. 3. Rasa sperma tergantung asupan makanan. Dalam beberapa hal benar yang bergantung pada asupan makanan manis atau pedas. Namun, sperma memiliki citarasa tersendiri yang dapat memblokir rasa lainnya. 4. Konsumsi alkohol mempengaruhi sperma. Alkohol mempengaruhi sperma secara tidak langsung. Konsumsi alkohol berlebih secara teratur akan mengurangi potensi reproduksi pria. 5. Menahan diri tak melakukan hubungan seks dapat meningkatkan jumlah sperma. Benar, namun jangan berlebihan. Pria harus mengeluarkan sperma setelah 7-10 hari atau kinerja sperma akan menurun. Hubungan intim sebanyak dua kali seminggu mendekati hari-hari ovulasi adalah waktu paling sempurna bila menginginkan kehamilan. 6. Kualitas sperma menurun seiring usia yang bertambah tua. Dari segi kualitas, sperma umumnya tidak berubah, namun dari sisi kemungkinan untuk membuahi sel telur semakin menurun.

7. Memakai pakaian ketat tidak sehat. Pakaian ketat akan mengurangi aliran darah ke testis sehingga membuat testis panas. Akibatnya jumlah spermatozoon (benihsperma) dilepaskan selama ejakulasi lebih rendah. Sehingga pria disarankan untuk memakai pakaian dalam yang longgar. 8. Proses produksi spermatozoon membutuhkan lingkungan dengan suhu 3-5 derajat di bawah suhu tubuh. 9. Tubuh manusia memproduksi 70-150 juta spermatozoon tiap hari 10. Kecepatan spermatozoon saat ejakulasi mencapai 18-45 km/jam.