Anda di halaman 1dari 33

1

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Bumi memiliki suatu medan magnet yang disebabkan oleh sumber yang
berasal dari dalam inti bumi. Metode geomagnetik merupakan salah satu metode
dalam geofisika yang memanfaatkan medan magnet bumi untuk mendeteksi
sesuatu yang ada dibawah permukaan bumi. Metode ini sering digunakan untuk
survey pendahuluan dalam eksplorasi minyak bumi, panas bumi, batuan, mineral,
maupun sebagai monitoring kegiatan vulkanisme. Hal ini sangat penting di
pelajari oleh seorang geophysicist sebagai salah satu instrument dalam pemetaan
dilapangan. Metode geomagnetik ini memiliki akurasi, instrumentasi dan
pengoperasian dilapangan yang relative sederhana.
Pengukuran medan magnetik yang terukur oleh alat Magnetometer dapat
dilakukan menggunakan beberapa cara pengambilan data antara lain metode
looping dan base-rover. Hasil yang terekam adalah gabungan dari medan
magnetik utama bumi, medan magnet eksternal, dan medan magnet kerak bumi.
Untuk mendapatkan nilai anomali sesungguhnya perlu mengalami koreksi. Pada
metode akuisisi baik base rover maupun looping merupakan dua metode yang
berbeda sehingga cara pengolahan data yang dilakukan juga beda. Pengertian
tentang dua metode ini baik akuisisi maupun pengolahan data sangat penting.
Metode magnetik pada dasarnya adalah memetakan gangguan lokal pada
medan magnet bumi yang disebabkan oleh variasi kemagnetan batuan. Pada
umumnya peta anomali medan magnetik bersifat agak kompleks. Variasi medan
lebih tak menentu dan terlokalisir sebagai akibat dari medan magnetik yang
merupakan besaran vektor. Peta anomali magnetik menunjukan sejumlah besar
anomali yang merupakan hasil variasi yang besar bagian mineral magnetik yang
terkandung dalam batuan dekat permukaan. Anomali ini cukup menjelaskan
mengenai sifat variasi batuan di dekat permukaan. Yang datanya dapat di gunakan
atau di kombinasikan untuk melakukan interpretasi.
2

Umumnya peta anomali medan magnetik bersifat agak kompleks.
Penggambaran variasi medan lebih tidak menentu dan terlokalisir sebagai akibat
dari medan magnetik dipole yang merupakan besaran vektor. Sebagai akibat dari
hal-hal tersebut di atas, maka interpretasi yang tepat dalam metode geomagnetik
relatif lebih sulit. Meskipun demikian terdapat parameter lain dari metode
magnetik yang unggul yang tidak dapat di tinggalkan hingga penting dalam
melakukan peebelajaran tentang peta anomali medan magnetik.

I.2 Maksud dan Tujuan
Maksud dari acara pengolahan data magnetik adalah agar memahami
konsep dasar dari metode geomagnetik dan mampu mengolah data base-rover dan
data looping dengan menggunakan software ( excel dan rw9).
Tujuan dari praktikum acara pengolahan data magnetik ini yaitu mencari
nilai variasi harian dan nilai anomali pada setiap titik yang berbeda-beda, dan
memetakan persebaran kemagnetan berdasarkan nilai variasi harian dan anomali
dengan menggunakan data base- rover dan data looping serta serta membuat
grafiknya.














3

BAB II
DASAR TEORI

Pengertian umum medan magnet bumi adalah medan atau daerah dimana
dapat dideteksi distribusi gaya magnet (BROOKE, 1966, Champman dan Barttels,
1940). Pada tahun 1839 Gauss pertama kali melakukan analisa harmonik dari
medan magnet bumi untuk mengamati sifat-sifatnya. Analisa selanjutnya yang
dilakukan oleh para ahli mengacu pada kesimpulan umum yang dibuat oleh Gauss
yaitu :
- Intensitas medan magnet bumi hampir seluruhnya dari dalam bumi
- Medan yang teramati di permukaan bumi dapat didekati dengan persamaan
harmonik yang pertama berhubungan dengan potensial dua kutub di pusat
bumi. Dua kutub Gauss ini mempunyai kemiringan (menyimpang) kira-
kira 11,5
0
terhadap sumbu geografis.
Komponen medan magnet yang berasal dari dalam medan bumi merupakan
efek yang timbul karena sifat inti bumi yang cair memungkinkan adanya gerak
relatif antara kulit bumi dengan inti bumi yang sering disebut dengan efek
dynamo.
Variasi medan magnet yang hanya beberapa persen dari harganya yang
timbul oleh aliran arus di ionosfer yang menghasilkan medan magnet, dengan
demikian induksi arus listrik alam mengurangi komponen horisontal yang
tergantung pada sifat kelistrikan kerak dan mantel bumi (Brooke, 1966). Arus
ionosfer pada prinsipnya berasal dari :
- Fluktuasi harian sinar matahari dan pasang surut bulan yang menyebabkan
bergeraknya elektron bebas.
- Variasi transien yang dihasilkan oleh aktivitas matahari, aliran partikel
terionisasi yang berasal dari emisi gas hydrogen dari matahari ditahan
dynamo ionosfer dan akibatnya menganggu medan magnet bumi (Oxford,
1965; Akasofu dan Champman, 1961).



4

II.1. Suseptibilitas Batuan dan Mineral
Tingkat suatu benda magnetik untuk mampu dimagnetisasi ditentukan oleh
suspebilitas kemagnetan atau K, dituliskan sebagai :
I = k H
Besaran yang tidak berdimensi ini merupakan parameter dasar yang
dipergunakan dalam metode magnetik. Harga k pada batuan semakin besar apabila
dalam batuan tersebut semakin banyak dijumpai banyak mineral mineral yang
bersifat magnetik.
Faktor yang mempengaruhi harga suspebilitas batuan adalah :
- Jenis batuan
- Komposisi batuan
Benda magnet apabila berada dalam medan luar akan memiliki kutub
kutub sendiri yang umumnya mengarah kearah yang sama dengan medan,
sehingga akan dihasilkan suatu medan baru. Medan tambahan ini apabila
dihubungkan dengan intensitas magnetisasi adalah induksi magnetik
(B).Didefinisikan sebagai medan total dalam benda :
H k I H H H B ) 1 ( ) ( ) (
0 0 0
+ = + = + =

Berdasarkan harga kerentanan magnet, k bahan dapat dibedakan sebagai
berikut :
- Diamagnetik, yaitu mempunyai harga k yang lebih kecil dan negatif.
contoh : air, Hg, Cu, dll.
- Paramagnetik, yaitu mempunyai harga k yang kecil dan positif.
contoh : Pt, AlO dll.
- Ferromagnetik, yaitu bahan paramagnetik yang mempunyai harga k
besar sekali ( sampai 10 kali harga k bahan paramagnetik ).
contoh : jenis jenis logam.




5

II.2. Konsep Dasar Metode Magnetik
Gaya Magnetik
Dasar dari metode magnetik adalah gaya Coulomb yang dapat dirumsukan
sebagai berikut :
r
r
m m
F
o
2
2 1

= (dyne)
Dimana :
F = gaya Coulumb dalam Newton
m
1
dan m
2
= kuat kutub magnet dalam ampere meter
r = jarak kedua kutub (meter)

o
= permeabilitas medium (dalam udara / hampa harganya 4.
(Telford,
1979)
Kuat Medan Magnet
Kuat medan magnet ialah besarnya medan magnet pada suatu titik dalam
ruang yang timbul sebagai akibat kutub m yang berada sejauh r dari titik tersebut.
Kuat medan H didefinisikan sebagai gaya pada satu satuan kutub :
1
2
'
r
r
m
m
F
H
t
= =
(oersted)
Satuan H dalam SI adalah weber/ m atau tedla (1 tesla = 10
9
gamma).
Momen Magnetik
Bila dua kutub magnet yang berlawanan mempunyai kuat kutub magnet +p
dan p, keduanya terletak dalam jarak I, maka momen magnetik M dapat ditulis
sebagai :
1 1
Mr r p M = =
dengan M adalah vektor dalam arah unit vektor r
1
dari kutub negatif ke kutub
positif.

Intensitas Kemagnetan
6

Suatu benda magnet yang terletak di dalam medan magnet luar menjadi
termagnetisasi karena induksi. Intensitas magnetisasi itu berbanding lurus dengan
kuat medan dan arahnya searah dengan medan tersebut. Intensitas magnetisasi
didefinisikan sebagai magnet per satuan volume, yaitu :
V M I / =

Secara praktis magnetisasi akibat induksi ini kebanyakan meluruskan
dipole- dipole material magnet, sehigga sering disebut sebagai polarisasi magnet.
Bila besarnya konstan dan arahnya sama, maka dikatakan benda termagnetisasi
secara uniform.
Induksi Magnetik
Bila benda magnetik diletakkan dalam medan magnet luar H, kutub-kutub
internalnya akan menyearahkan diri dengan H dan terbentuk suatu medan magnet
baru yang besarnya adalah :
pkH H 4 ' =

Medan magnet totalnya disebut dengan induksi magnet B dan ditulis
sebagai :
H m B
r
=

Dengan pk m
r
4 1+ = dan disebut sebagai permeabilitas relatif dari suatu
benda magnetik. Satuan B dalam emu adalah gauss, sedangkan dalam geofisika
eksplorasi dipakai satuan gamma (g), dengan 1 g = 10
-5
gauss = 1 nT.
Potensial Magnetostatik
Potensial magnetostatik didefenisikan sebagai tenaga yang diperlukan untuk
memindahkan satu satuan kutub magnet dari titik tak terhingga ke suatu titik
tertentu dan dapat ditulis sebagai :
}

=
v
dr r H r A ) ( ) (
Untuk benda tiga dimensi, material di dalamnya memberikan sumbangan
momen magnetik per satuan volume M(r). Jadi potensialnya merupakan hasil
7

integral sumbangan momen dwikutub per satuan volume dan dapat ditulis sebagai
:


}
c
c
=
v o
dV
r r
M
1
o

Dan medan magnet benda sebagai penyebab timbulnya anomali, dapat ditulis
sebagai:
}

V V =
v o
o
dV
r r
r M r H
1
) ( ) (


Medan Magnet Bumi
Bumi berlaku seperti sebuah magnet sferis yang sangat besar dengan suatu
medan magnet yang mengelilinginya. Medan itu dihasilkan oleh suatu dipole
magnet yang terletak pada pusat bumi. Sumbu dipole ini bergeser sekitar 11
o
dari
sumbu rotasi bumi, yang berarti kutub utara geografis bumi tidak terletak pada
tempat yang sama dengan kutub selatan magnetik bumi. Menurut IGRF (2000),
melalui perhitungan posisi simetris dimana dipole magnetik memotong permukaan
bumi, letak kutub utara magnet bumi adalah 79,3 N, 71,5 W dan 79,3 S , 108,5 E
untuk kutub selatan.
Medan magnet bumi terkarakterisasi oleh parameter fisis yang dapat diukur
yaitu arah dan intensitas kemagnetannya. Parameter fisis itu adalah deklinasi
magnetik D, intensitas horisontal H dan intensitas vertikal Z. Dari elemen-elemen
ini, semua parameter medan magnet lainnya dapat dihitung.
Parameter yang menggambarkan arah medan magnetik adalah deklinasi D
(sudut antara utara magnetik dan utara geografis) dan inklinasi I (sudut antara
bidang horisontal dan vektor medan total), yang diukur dalam derajat. Intensitas
medan magnetik total F digambarkan dengan komponen horisontal H,
komponen vertikal Z dan komponen horisontal kearah utara X dan kearah timur
Y. Intensitas medan magnetik bumi secara kasar antara 25.000 65.000 nT.
dV
r r
r M r A
v o
o
}

V =
1
) ( ) (
8

Untuk Indonesia, wilayah yang terletak di utara ekuator mempunyai intensitas
40.000 nT, sedangkan yang di selatan ekuator 45.000 nT.

Gambar 1. Elemen magnetik bumi

Sehingga :
2 2 2 2 2
2
0
Z Y X Z H F + + = + =

Dimana :
H = Fo cos I Z = Fo sin I
X = H cos D tan I = Z/ H
Y = H sin D tan D = Y / X

Medan magnet utama bumi berubah terhadap waktu sehingga untuk
menyeragamkan nilai-nilai medan utama bumi dibuat standar nilai yang disebut
dengan International Geomagnetics Reference Field (IGRF) yang diperbaharui
tiap 5 tahun sekali. Nilai IGRF tersebut diperoleh dari hasil pengukuran rata-rata
pada daerah luasan sekitar 1 juta Km yang dilakukan dalam waktu satu tahun.
Medan magnet bumi terdiri dari tiga bagian, yaitu :
- Medan utama (Main field)
Pengaruh medan utama magnet bumi 99 % dan variasinya terhadap
waktu sangat lambat dan kecil.
- Medan luar (External field)
9

Pengaruh medan luar berasal dari pengaruh luar bumi (aktifitas matahari,
badai magnetik) yang merupakan hasil dari ionisasi di atmosfer yang
ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari matahari. Karena sumber luar ini
berhubungan dengan arus listrik yang mengalir dalam lapisan terionisasi di
atmosfer, maka perubahan medan ini terhadap waktu jauh lebih cepat.
Beberapa sumber medan luaar antara lain :
o Perubahan konduktivitas listrik lapisan atmosfer dengan siklus
11 tahun,
o Variasi harian dengan periode 24 jam yang berhubungan dengan
pasang surut matahari dan mempunyai jangkauan 30 nT,
o Variasi harian dengan periode 25 jam yang berhubungan dengan
pasang surut bulan dan mempunyai jangkauan 2 nT,
o Badai magnetik yang bersifat acak dan mempunyai jangkauan
sampai dengan 1.000 nT
- Anomali medan magnetik
Variasi medan magnet yang terukur di permukaan bumi merupakan target
dari survey magnetik (anomali magnetik). Besar anomali magnetik
berkisar ratusan sampai ribuan nano-tesla, tapi ada juga yang > 100.000
nT yang berupa endapan magnetik. Secara garis besar anomali ini
disebabkan oleh madan magnetik remanen dan medan magnetik induksi.
Anomali yang diperoleh dari survey merupakan hasil gabungan dari
keduanya, bila arah medan magnet remanen sama dengan arah medan
magnet induksi maka anomalinya bertambah besar, demikian pula
sebaliknya. Jika anomali medan magnetiknya < 25 % medan magnet
utama bumi maka efek medan remanennya dapat diabaikan. Adanya
anomali medan magnetik menyebabkan perubahan dalam medan magnet
total bumi dan dapat dituliskan sebagai :

A M T
H H H + =


Dengan
T
H = medan magnet total bumi,
M
H = medan magnet utama
bumi dan
A
H = medan anomali magnetik. Bila besar
A
H <
T
H dan arah
T
H hampr sama dengan arah
T
H maka anomali magnetik totalnya adalah
10


M T
H H T = A

atau
vn IGRF obs
T T T T = A
Dimana :
obs
T = medan magnet total terukur,
IGRF
T = medan magnet
teoritis berdasarkan IGRF dan
vn
T = koreksi medan magnet akibat variasi
harian.
Magnetisasi Batuan
Apabila suatu batuan didalamnya mengandung mineral magnet berada
dalam medan magnet bumi, maka akan timbul medan magnet baru dalam benda
(induksi) yang menghasilkan anomaly magnet. Oleh sebab itu medan magnet
normal bumi akan mengalami gangguan yang disebabkan oleh anomaly magnet
sebagai hasil magnetisasi batuan.
) (
) (
0 0
0
r F F F
H H B
t
+ =
+ =

Dimana
t
F
adalah medan magnet total bumi
0
F
adalah medan magnet normal bumi

) (
0
r F
adalah medan anomali magnet.
Dengan pendekatan
) (
0
r F
<<
0
F
dan arah
0
F
hampir sama dengan arah
t
F
, maka besaran skalar
) (
0
r F
atau F adalah :
0
F F F
t
= A

F inilah yang disebut medan anomaly magnet, yang besar kecilnya medan ini
dipengaruhi oleh sifat kerentanan bahan penyusunnya. Pengolahan dengan tujuan
11

akhir berupa kotur anomali medan magnet. Hasil akhir pengolahan ini dapat
menunjukan posisi lokasi, dan besar area dari benda penyebab anomali.
II.2 Medan Magnet Bumi
Dalam survei dengan metode magnetik yang menjadi target dari
pengukuran adalah variasi medan magnetik yang terukur di permukaan (anomali
magnetik). Secara garis besar anomali medan magnetik disebabkan oleh medan
magnetik remanen dan medan magnetik induksi. Medan magnet remanen
mempunyai peranan yang besar terhadap magnetisasi batuan yaitu pada besar dan
arah medan magnetiknya serta berkaitan dengan peristiwa kemagnetan
sebelumnya sehingga sangat rumit untuk diamati. Anomali yang diperoleh dari
survei merupakan hasil gabungan medan magnetik remanen dan induksi, bila arah
1. Medan magnet utama (main field)
Medan magnet utama dapat didefinisikan sebagai medan rata-rata hasil
pengukuran dalam jangka waktu yang cukup lama mencakup daerah dengan luas
lebih dari 10
6
km
2
. Pengaruh medan utama magnet bumi 99% yang disebabkan
karena bumi itu sendiri merupakan magnet yang sangat besar dan variasinya
terhadap waktu sangat lambat dan kecil.
2. Medan magnet luar (external field)
Pengaruh medan magnet luar berasal dari pengaruh luar bumi yang
merupakan hasil ionisasi di atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari
matahari. Karena sumber medan luar ini berhubungan dengan arus listrik yang
mengalir dalam lapisan terionisasi di atmosfer, maka perubahan medan ini
terhadap waktu jauh lebih cepat.
3. Medan magnet anomali
Medan magnet anomali sering juga disebut medan magnet lokal (crustal
field). Medan magnet ini dihasilkan oleh batuan yang mengandung mineral
bermagnet seperti magnetite (
8 7
S F
e
), titanomagnetite (
4 2
O T F
i e
) dan lain-lain
yang berada di kerak bumi.

12

II.4 Akusisi
Dalam akuisisi dat magnetic dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu secara
looping, base rover, atau gradient vertikal. Perbedaan dalam beberapa cara
tersebut hanaya di tekankan dalam penggunaan instrument dalam pengukuran.
1. Looping
Pengukuran yang dimulai dari base dan di akhiri di base lagi. Pengukuran
looping ini hanya menggunakan satu alat PPM yang menjadi base dan
rover. Dimana sekaligus pengukuran looping ini mencatat nilai variasi
harian dan intensitas medan magnet total.
2. Base Rover
Pengukuran yang menggunakan dua buah alat PPM dimana satu buah
untuk pengambilan data base yang penempatan alat PPM tersebut di
tempatkan pada tempat yang bebas dari noise guna mencatat nilai variasi
harian dan tetap sedangkan satunya untuk pengambilan data di lapangan
guna mencatat intensitas medan total dari tiap lintasan.
3. Gradien Vertikal
Untuk pengukuran Gradien vertikal secara pengukuran sama dapat
dilakuakan secara looping atau base-rover, hanya saja perbedaannya pada
pemakaian sensor. Jumlah sensor yang di gunakan 2 buah sensor.
Biasanya untuk pemetaan medan magnet total dan variasi gradient vertikal
medan magnet.
Untuk pengukuran geomagnetic itu sendiri yang secara valid, umum,
standar dalam pengukuranya yaitu mengguanak base-rover. Sedangkan untuk
looping dan gradient vertikal jarang di gunakan dalam pengukuran secara umum .
Gradien vertikal juga hanya di gunakan pengukuran untuk mengetahui batas
litologi suatu lapangan saja.

13























BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

III.1 Diagram Alir
14

III.1.1. Diagram Alir Base Rover




















Gambar. 01. Diagram alir langkah kerja pengolahan data base rover
III.1.2. Diagram Alir Looping



Mulai
Selesai
Data Looping
Mulai
Koreksi Vhar

Pengolahan Data Ms. EXCEL
Data base - Rover

Koreksi IGRF

Analisa

Kesimpulan


Peta Ha
SURFER & Rockwork99

Ha

15



















Gambar 02. Diagram alir langkah kerja pengolahan data looping




III.2 Tabel Pengolahan
Tabel 01. Tabel hasil pengolahan data base rover kelompok 12
Stasiun
Time
Rover
Intensitas
Rover
Time
Base
Intensitas
Base
Selisih
Waktu
Variansi
Harian IGRF H Anomali
Kesimpulan

Analisa
Pengolahan Data Ms. EXCEL
& Pengolahan Manual
Koreksi Vhar Koreksi IGRF
Ha
Surfer 9
Peta Ha
Selesai
Grafik
16

terdekat
8:01:16 448394 44839.4
8:01:21 448386 44838.6
8:01:25 448460 44846
8:01:32 448326 44832.6
8:01:36 448342 44834.2 8:01:18 450788 45078.8 0:00:08 15 45000 -176.84
8:01:26 44838.16 8:03:18 450757 45075.7 0:01:52

8:21:55 448348 44834.8
8:22:00 448338 44833.8
8:22:04 448340 44834
8:22:18 448222 44822.2
8:22:23 448220 44822 8:21:18 450817 45081.7 0:00:50 17.9 45000 -188.54
8:22:08 44829.36 8:23:18 450818 45081.8 0:01:10

8:45:07 448392 44839.2
8:45:12 448398 44839.8
8:45:16 448392 44839.2
8:45:24 448434 44843.4
8:45:28 448452 44845.2 8:43:18 450826 45082.6 0:01:59
8:45:17 44841.36 8:45:18 450833 45083.3 0:00:01 19.5 45000 -178.14

8:55:46 447712 44771.2
8:55:51 447706 44770.6
8:55:55 447714 44771.4
8:56:03 447782 44778.2
8:56:07 447776 44777.6 8:55:18 450832 45083.2 0:00:38 19.4 45000 -245.6
8:55:56 44773.8 8:57:18 450842 45084.2 0:01:22

9:16:25 447176 44717.6
9:16:30 447178 44717.8
9:16:34 447180 44718
9:16:41 447250 44725
9:16:45 447258 44725.8 9:15:18 450842 45084.2 0:01:17
9:16:35 44720.84 9:17:18 450840 45084 0:00:43 20.2 45000 -299.36

9:29:56 448224 44822.4
9:30:02 448232 44823.2
9:30:06 448234 44823.4
9:30:17 448274 44827.4
9:30:22 448284 44828.4 9:29:18 450837 45083.7 0:00:51 19.9 45000 -194.94
9:30:09 44824.96 9:31:18 450829 45082.9 0:01:09

17

9:49:56 447618 44761.8
9:50:05 447608 44760.8
9:50:09 447614 44761.4
9:50:16 447600 44760
9:50:26 447604 44760.4 9:49:18 450845 45084.5 0:00:52 20.7 45000 -259.82
9:50:10 44760.88 9:51:18 450844 45084.4 0:01:08

10:02:18 448608 44860.8
10:02:23 448576 44857.6
10:02:27 448602 44860.2
10:02:35 448574 44857.4
10:02:40 448542 44854.2 10:01:18 450838 45083.8 0:01:11
10:02:29 44858.04 10:03:18 450838 45083.8 0:00:49 20 45000 -161.96

10:21:03 448804 44880.4
10:21:08 448832 44883.2
10:21:11 448902 44890.2
10:21:19 448890 44889
10:21:22 448844 44884.4 10:19:18 450861 45086.1 0:01:55
10:21:13 44885.44 10:21:18 450866 45086.6 0:00:05 22.8 45000 -137.36

10:30:05 452478 45247.8
10:30:10 452420 45242
10:30:14 452420 45242 10:29:18 450853 45085.3 0:00:52 21.5 45000 222.4333333
10:30:10 45243.93333 10:31:18 450847 45084.7 0:01:08

10:50:15 450446 45044.6
10:50:20 450454 45045.4
10:50:25 450456 45045.6
10:50:34 450352 45035.2
10:50:38 450346 45034.6 10:49:18 450836 45083.6 0:01:08
10:50:26 45041.08 10:51:18 450830 45083 0:00:52 19.2 45000 21.88

11:00:54 449612 44961.2
11:01:00 449632 44963.2
11:01:04 449638 44963.8
11:01:12 449574 44957.4
11:01:16 449570 44957 10:59:18 450821 45082.1 0:01:47
11:01:05 44960.52 11:01:18 450812 45081.2 0:00:13 17.4 45000 -56.88

11:25:50 448934 44893.4
11:25:56 448926 44892.6
11:26:00 448926 44892.6
18

11:26:07 448866 44886.6
11:26:13 448858 44885.8 11:25:18 450762 45076.2 0:00:43 12.4 45000 -122.2
11:26:01 44890.2 11:27:18 450763 45076.3 0:01:17

11:33:04 448748 44874.8
11:33:11 448660 44866
11:33:16 448650 44865
11:33:20 448648 44864.8
11:33:26 448670 44867 11:31:18 450760 45076 0:01:57
11:33:15 44867.52 11:33:18 450758 45075.8 0:00:03 12 45000 -144.48

11:53:00 448116 44811.6
11:53:07 448180 44818
11:53:11 448180 44818
11:53:14 448168 44816.8
11:53:22 448256 44825.6 11:51:18 450741 45074.1 0:01:53
11:53:11 44818 11:53:18 450738 45073.8 0:00:07 10 45000 -192

12:03:25 448332 44833.2
12:03:29 448382 44838.2
12:03:38 448454 44845.4
12:03:42 448386 44838.6
12:03:46 448436 44843.6 12:03:18 450749 45074.9 0:00:18 11.1 45000 -171.3
12:03:36 44839.8 12:05:18 450750 45075 0:01:42





Stasiun
Time
Rover
Intensitas
Rover

Time
Base
Intensitas
Base

Selisih
Waktu
terdekat
Variansi
Harian IGRF H Anomali
MM
272 9:09:21 446116 44611.6
9:09:25 446126 44612.6
9:09:30 446126 44612.6
9:09:38 445788 44578.8
9:09:43 445788 44578.8 9:08:41 446991 44699.1 0:00:50 6.3 45000 -407.42
9:09:31 44598.88 9:10:41 447224 44722.4 0:01:10

MM
273 9:29:00 446418 44641.8
9:29:05 446418 44641.8
9:29:09 446422 44642.2
19

9:29:17 446448 44644.8
9:29:21 446438 44643.8 9:28:41 447228 44722.8 0:00:29 17.4 45000 -374.52
9:29:10 44642.88 9:30:41 447230 44723 0:01:31

MM
275 9:51:51 444136 44413.6
9:51:55 444148 44414.8
9:51:59 444156 44415.6
9:52:10 444250 44425
9:52:16 444292 44429.2 9:50:41 447249 44724.9 0:01:21
9:52:02 44419.64 9:52:41 447248 44724.8 0:00:39 19.4 45000 -599.76

MM
276 10:40:01 447230 44723
10:40:05 447224 44722.4
10:40:08 447236 44723.6
10:40:27 447304 44730.4
10:40:31 447296 44729.6 10:38:41 447282 44728.2 0:01:33
10:40:14 44725.8 10:40:41 447285 44728.5 0:00:27 23.1 45000 -297.3

MM
277 10:46:30 446948 44694.8
10:46:34 446944 44694.4
10:46:39 446948 44694.8
10:46:45 446926 44692.6
10:46:49 446922 44692.2 10:44:41 447283 44728.3 0:01:58
10:46:39 44693.76 10:46:41 447291 44729.1 0:00:02 23.7 45000 -329.94

MM
278 11:30:02 447836 44783.6
11:30:07 447792 44779.2
11:30:14 447344 44734.4
11:30:18 447336 44733.6
11:30:30 448048 44804.8 11:28:41 447294 44729.4 0:01:33
11:30:14 44767.12 11:30:41 447299 44729.9 0:00:27 24.5 45000 -257.38

11:57:49 447024 44702.4
11:57:54 447022 44702.2
11:57:58 447024 44702.4
11:58:05 447078 44707.8
11:58:09 447082 44708.2 11:56:41 446767 44676.7 0:01:18
11:57:59 44704.6 11:58:41 446667 44666.7 0:00:42 -38.7 45000 -256.7

12:17:06 446894 44689.4
12:17:10 446894 44689.4
12:17:34 446778 44677.8
20

12:17:39 446784 44678.4
12:17:42 446774 44677.4 12:16:41 447296 44729.6 0:00:45 24.2 45000 -341.72
12:17:26 44682.48 12:18:41 447292 44729.2 0:01:15

12:36:02 446892 44689.2
12:36:07 446888 44688.8
12:36:12 446888 44688.8
12:36:20 446890 44689
12:36:24 446890 44689 12:34:41 447282 44728.2 0:01:32
12:36:13 44688.96 12:36:41 447281 44728.1 0:00:28 22.7 45000 -333.74

13:52:32 449038 44903.8
13:52:37 449034 44903.4
13:52:41 449034 44903.4
13:52:50 449112 44911.2
13:52:54 449128 44912.8 13:52:41 447162 44716.2 0:00:02 10.8 45000 -103.88
13:52:43 44906.92 13:54:41 447162 44716.2 0:01:58

14:49:59 445172 44517.2
14:50:04 445164 44516.4
14:50:08 445172 44517.2
14:50:21 445176 44517.6
14:50:25 445170 44517 14:48:41 447091 44709.1 0:01:30
14:50:11 44517.08 14:50:41 447083 44708.3 0:00:30 2.9 45000 -485.82

15:10:11 444948 44494.8
15:10:16 444950 44495
15:10:20 444966 44496.6
15:10:32 444854 44485.4
15:10:37 444846 44484.6 15:08:41 447071 44707.1 0:01:42
15:10:23 44491.28 15:10:41 447064 44706.4 0:00:18 1 45000 -509.72

15:45:02 446654 44665.4
15:45:08 446654 44665.4
15:45:17 446686 44668.6
15:45:24 446594 44659.4
15:45:28 446602 44660.2 15:44:41 447023 44702.3 0:00:35 -3.1 45000 -333.1
15:45:16 44663.8 15:46:41 447023 44702.3 0:01:25

15:53:52 445930 44593
15:53:57 445920 44592
15:54:01 445920 44592
15:54:08 445936 44593.6
21

15:54:12 445944 44594.4 15:52:41 447011 44701.1 0:01:21
15:54:02 44593 15:54:41 447010 44701 0:00:39 -4.4 45000 -402.6

16:14:20 446844 44684.4
16:14:26 446982 44698.2
16:14:40 446994 44699.4
16:14:46 447014 44701.4
16:15:00 446780 44678 16:12:41 446995 44699.5 0:01:57
16:14:38 44692.28 16:14:41 447000 44700 0:00:03 -5.4 45000 -302.32

16:22:01 446618 44661.8
16:22:06 446614 44661.4
16:22:09 446612 44661.2
16:22:16 446694 44669.4
16:22:19 446696 44669.6 16:20:41 446991 44699.1 0:01:29
16:22:10 44664.68 16:22:41 446987 44698.7 0:00:31 -6.7 45000 -328.62

16:44:25 446630 44663
16:44:29 446612 44661.2
16:44:33 446604 44660.4
16:44:39 446570 44657
16:44:43 446570 44657 16:42:41 446832 44683.2 0:01:53
16:44:34 44659.72 16:44:41 446895 44689.5 0:00:07 -15.9 45000 -324.38





III.3 Peta Anomali Medan Magnet (Ha)
III.3.1. Peta Ha Base Rover


22













Gambar III.4.1 Peta Intensitas Magnetik ( H )Base Rover
Peta intensitas magnetik base rover di atas terletak pada posisi X dari 470000
- 510000 dan Y pada posisi 9240000 - 9290000 dengan nilai intensitas magnetik
dari -1300 samapai 500 nT. Dimana nilai variasi harian yang dominan adalah
antara -100 sampai 100 nT yang ditunjukan dengan gradasi orange kekuningan
dan terdapat kontras anomaly pada posisi X antara 490000 - 485000 dan Y pada
posisi antara 9240000 - 9290000 ditunjukan oleh warna biru, dengan nilai H-
anomali antara -1100 sampai -700 nT. Posisi X antara 448000-448500 dan Y pada
posisi antara 9260000-9265000 yang ditunjukan oleh warna kuning, antara 0
sampai 100 nT.



Tabel 02. Tabel hasil pengolahan data Looping Lintasan 12
23

Waktu Titik X Y H rata2 IGRF VarHar H
8:01:16 MM256 485522.1 9250309 44833.96 45000 15 -181.04
8:21:55 MM257 482985.2 9252149 44834.2 45000 17.9 -183.7
8:45:07 MM258 481100.5 9252640 44836.44 45000 19.5 -183.06
8:55:46 MM259 479107.8 9253364 44773.8 45000 19.4 -245.6
9:16:25 MM260 477564.1 9252515 44720.84 45000 20.2 -299.36
9:29:56 MM261 476905.2 9250524 44824.96 45000 19.9 -194.94
9:49:56 MM262 475354.2 9251691 44760.76 45000 20.7 -259.94
10:02:18 MM263 473147.5 9254001 44859 45000 20 -161
10:21:03 MM264 471044.9 9255308 44893.24 45000 22.8 -129.56
10:30:05 MM265 1055379 9272581 45243.93 45000 21.5 222.4333
10:50:15 MM266 468495.9 9258429 45041.08 45000 19.2 21.88
11:00:54 MM267 467611.7 9260924 44960.52 45000 17.4 -56.88
11:25:50 MM268 469273.6 9260072 44890.2 45000 12.4 -122.2
11:33:04 MM269 470717.5 9260460 44865.92 45000 12 -146.08
11:53:00 MM270 472147.8 9259847 44820.84 45000 10 -189.16
12:03:25 MM271 473698.1 9260013 44838.85 45000 17.1 -178.25
9:09:21 MM272 488719.3 9284643 44598.88 45000 6.3 -407.4
9:29:00 MM273 489831 9284181 44642.88 45000 17.4 -374.5
9:51:51 MM274 490053.1 9285852 44419.64 45000 19.4 -599.8
10:40:01 MM275 485953.5 9286813 44725.8 45000 23.1 -297.3
10:46:30 MM276 485737.1 9288381 44693.76 45000 23.7 -329.9
11:30:02 MM277 488948.6 9288213 44767.12 45000 24.5 -257.38
11:57:49 MM278 495354 9288478 44704.6 45000 -38.7 -256.7
12:17:06 MM279 495354 9288478 44682.48 45000 24.2 -341.72
12:36:02 MM280 496129.1 9285570 44688.96 45000 22.7 -333.74
13:52:32 MM281 496682.4 9289809 44906.92 45000 10.8 -103.88
14:49:59 MM282 500333.6 9288462 44517.08 45000 2.9 -485.82
15:10:11 MM283 501656.6 9288129 44491.28 45000 1 -509.72
15:45:02 MM284 503207.4 9286906 44663.8 45000 -3.1 -333.1
15:53:52 MM285 504097.4 9285012 44593 45000 -4.4 -402.6
16:14:20 MM286 504307.5 9283116 44692.28 45000 -5.4 -302.32
16:22:01 MM287 504530.3 9281331 44664.68 45000 -6.7 -328.62
16:44:25 MM288 504755 9279435 44659.72 45000 -15.9 -324.38




III.3.2. Peta Ha Looping
24

417200 417300 417400 417500 417600 417700
9115600
9115700
9115800
9115900
9116000
9116100
9116200
9116300
9116400
9116500
9116600
-1000
-800
-600
-400
-200
0
200
400
600
800
1000
1200
1400
1600
1800
2000
2200
1 12 2
3 34 4
5 56 6
7 78 8
9 9 10 10
11 11 12 12
13 13 14 14
15 15 16 16
17 17 18 18
417200 417300 417400 417500 417600 417700
9115600
9115700
9115800
9115900
9116000
9116100
9116200
9116300
9116400
9116500
9116600



















Pada Peta Ha diperoleh data looping mengenai besar nilai medan magnet anomali,
yaitu:
Station 1, H = 438.3 nT, Station 26, H = 212.1 nT
Station 2, H = 406.2 nT Station 27, H = 373.0 nT
Station 3, H = 342.4 nT Station 28, H = 345.2 nT
Station 4, H = 424.4 nT Station 29, H = 253.9 nT
Station 5, H = 567.5 nT Station 30, H = 240.2 nT
Station 6, H = 678.0 nT Station 31, H = 261.1 nT
Station 7, H = 455.1 nT Station 32, H = 143.4 nT
Station 8, H = 178.8 nT Station 33, H = 127.3 nT
25

Station 9, H = 119.5 nT Station 34, H = 38.5 nT
Station 10, H = 119.3 nT Station 35, H = 187.2 nT
Station 11, H = 184.5 nT Station 36, H = 419.5 nT
Station 12, H = 344.7 nT Station 37, H = 511.9 nT
Station 13, H = 126.4 nT Station 38, H = 725.2 nT
Station 14, H = 317.3 nT Station 39, H = 374.6 nT
Station 15, H = 407.2 nT Station 40, H = 119.8 nT
Station 16, H = 417.3 nT Station 41, H = 381.5 nT
Station 17, H = 336.6 nT Station 42, H = 194.4 nT
Station 18, H = 489.0 nT Station 43, H = 297.9 nT
Station 19, H = 558.4 nT Station 44, H = 332.3 nT
Station 20, H = 525.9 nT Station 45, H = 367.5 nT
Station 21, H = 468.2 nT Station 46, H = 330.8 nT
Station 22, H = 415.8 nT Station 47, H = 305.2 nT
Station 23, H = 383.4 nT Station 48, H = 440.0 nT
Station 24, H = 350.1 nT Station 49, H = 313.9 nT
Station 25, H = 251.3 nT Station 50, H = 405.3 nT
Station 51, H = 419.1 nT
Jadi:
intensitas medan magnet anomali berada pada koordinat X=445350 445430,
Y=9115600 9116600, dengan nilai intensitas medan magnet anomali sebesar -
1000-800nt dan ditunjukkan dengan warna ungu.

III.4 TABEL PENGOLAHAN DATA BASE ROVER
Waktu Titik X Y H rata2 IGRF VarHar H
15:45:12 BASE 417803 9116360 45325.7
15:58:58 0 417471 9116030 45007.8 7.8 9.56521 -1.8
16:00:56 5 417466 9116030 44966.7 -33.3 10.93167 -44.3
16:02:23 10 417461 9116030 44952.5 -47.6 11.93914 -59.5
16:03:55 15 417456 9116030 44976.3 -23.8 13.00452 -36.8
16:04:57 20 417451 9116030 44969.2 -30.8 13.72249 -44.6
16:05:54 25 417446 9116030 44823.9 -176.1 14.38256 -190.5
16:08:12 30 417441 9116030 44860.3 -139.8 15.98062 -155.7
16:09:31 35 417436 9116030 44880.3 -119.7 16.89545 -136.6
16:10:29 40 417431 9116030 44774.2 -225.8 17.5671 -243.4
26

16:11:22 45 417426 9116030 44698.7 -301.3 18.18085 -319.5
16:12:27 50 417421 9116030 44706.7 -293.3 18.93356 -312.2
16:13:57 55 417416 9116030 44745.8 -254.3 19.97577 -274.2
16:14:50 60 417411 9116030 44877.9 -122.2 20.58952 -142.7
16:15:50 65 417406 9116030 45018.8 18.8 21.28433 -2.5
16:16:52 70 417401 9116030 45146.9 146.9 22.0023 124.9
16:19:20 75 417396 9116030 45275.7 275.7 23.71616 252.0
16:21:07 80 417391 9116030 45234.8 234.8 24.95524 209.8
16:22:00 85 417386 9116030 45304.8 304.8 25.56899 279.2
16:23:00 90 417381 9116030 45407.5 407.4 26.2638 381.2
16:24:11 95 417376 9116030 45401.9 401.8 27.08599 374.8
16:25:29 100 417371 9116030 45343.0 343.0 27.98924 315.0
16:27:50 105 417366 9116030 45312.6 312.6 29.62204 283.0
16:29:54 110 417361 9116030 45352.7 352.7 31.05798 321.6
16:30:45 115 417356 9116030 45225.9 225.9 31.64857 194.3
16:32:02 120 417351 9116030 45355.0 355.0 32.54024 322.5
16:32:25 125 417346 9116030 45392.8 392.8 32.80659 359.9
16:32:45 130 417341 9116030 45388.7 388.7 33.03819 355.7
16:33:59 135 417336 9116030 45306.4 306.4 33.89512 272.5
16:34:52 140 417331 9116030 45390.8 390.8 34.50887 356.2
16:36:27 145 417326 9116030 45076.8 76.8 35.60898 41.2
16:37:18 150 417321 9116030 45080.3 80.3 36.19957 44.1
16:38:27 155 417316 9116030 45156.2 156.2 36.9986 119.2
16:39:57 160 417311 9116030 45249.2 249.2 38.04082 211.2
16:41:10 165 417306 9116030 45246.4 246.4 38.88617 207.5
16:41:30 170 417301 9116030 45260.0 260.0 39.11777 220.9
16:41:50 175 417296 9116030 45288.5 288.5 39.34938 249.2
16:42:49 180 417291 9116030 45336.8 336.8 40.03261 296.7
16:43:35 185 417286 9116030 45242.2 242.2 40.56529 201.6
16:45:27 190 417281 9116030 45125.8 125.8 41.86227 83.9
16:48:46 195 417276 9116030 45243.4 243.4 44.16672 199.2
16:50:14 200 417271 9116030 45491.8 491.8 45.18578 446.6
16:54:05 205 417266 9116030 45672.8 672.8 47.86079 624.9
16:57:07 210 417261 9116030 45363.8 363.8 49.96838 313.8
16:58:11 215 417256 9116030 45175.8 175.8 50.70951 125.1
16:59:20 220 417251 9116030 45091.0 91.0 51.50854 39.5
17:00:53 225 417246 9116030 45088.7 88.7 52.5855 36.1
17:02:00 230 417241 9116030 45134.2 134.2 53.36137 80.8
17:02:52 235 417236 9116030 45267.8 267.8 53.96353 213.8
17:03:48 240 417231 9116030 45099.1 99.1 54.61202 44.4
17:04:42 245 417226 9116030 44897.7 -102.3 55.23735 -157.5
27

17:06:19 250 417221 9116030 44862.4 -137.7 56.36063 -194.0
17:26:40 LOOP 417803 9116360 45396.2 396.2

III.4. Grafik Variansi Harian dan Grafik Intensitas Magnetik Base
Rover dan Looping
- Grafik Hvar Base Rover




Dari hasil pengolahan data Base Rover yang telah diolah menjadi grafik
antara waktu dan nilai variansi harian. Dapat diketahui bahwa grafik Hvar Base
0
5
10
15
20
25
0:00:00 2:24:00 4:48:00 7:12:00 9:36:0012:00:0014:24:00
Grafik Hvarian VS Waktu ( Hari Ke-1)
Grafik Hvarian VS
Waktu
-50
-40
-30
-20
-10
0
10
20
30
0:00:00 4:48:00 9:36:00 14:24:00 19:12:00
Graffik Hvarian VS Waktu (Hari ke-2)
Graffik Hvarian VS
Waktu (Hari ke-2)
28

Rover pada Lintasan 12. Hari pertama terdapat range nilai minimum 10 nt pada
time 11:53:11 dan nilai maksimum 22.8 nt pada time 10:02:29 dan pada hari
kedua dimana nilai minimum -3.1 nt pada time 15:45:16 dan nilai maksimum 24.5
nt pada time 11:30:14 pada grafik.
- Grafik Intensitas Magnetik ( H ) Base Rover


Dari hasil pengolahan data Base Rover yang telah diolah menjadi grafik
antara Waktu dan intensitas magnetik (H) dapat diketahui bahwa grafik
intensitas magnetik Base Rover pada Lintasan 12 merupakan grafik yang tidak
linier, pada grafik ini terdapat range nilai minimum dan maksimum, dimana nilai
minimum pada grafik tersebut berada pada nilai -599.76 nT pada time
9:52:02sedangkan nilai makimum berada pada nilai 222.43nT pada time 10:30:10
pada grafik





Grafik Hvar Looping
-700
-600
-500
-400
-300
-200
-100
0
100
200
300
0 10 20 30 40
Grafik Ha Vs Posisi
Grafik Ha Vs Posisi
29


Dari hasil pengolahan data Looping yang telah diolah menjadi grafik
antara waktu dan nilai varian.harian dapat diketahui bahwa grafik Hvar Looping
pada Lintasan 12 merupakan grafik yang linier, dimana pada grafik ini
menunjukkan bahwa nilai Hvar looping pada Lintasan 12 terus meningkat dari
titik awal hingga titik yang terakhir dan juga terdapat range nilai minimum dan
maksimum dimana dapat diketahui nilai minimum pada grafik tersebut berada
pada nilai variansi 95.6 pada time 15:58:58s edangkan nilai maksimum berada
pada nilai 56.36 pada time 17:06:19 pada grafik.
- Grafik Intensitas Magnetik ( H ) Looping

0
10
20
30
40
50
60
15:50:24 16:19:12 16:48:00 17:16:48
Grafik Hvarian VS Waktu ( Looping )
Grafik Hvarian VS Waktu
( Looping )
-400.0
-200.0
0.0
200.0
400.0
600.0
800.0
15:50:24 16:19:12 16:48:00 17:16:48
Grafik Ha VS Waktu ( Looping )
Grafik Ha VS Waktu (
Looping 0
30

Dari hasil pengolahan data looping yang telah diolah menjadi grafik antara
waktu dan intensitas magnetik. (H) dapat diketahui bahwa grafik intensitas
magnetik. (H) Looping pada Lintasan 12 merupakan grafik yang tidak linier,
dimana pada grafik ini terdapat range nilai minimum dan maksimum. Nilai
minimum pada grafik tersebut berada pada nilai 319.5nT pada time 16:11:22
sedangkan nilai maksimum berada pada nilai 624.9nT pada time 16:54:05 pada
grafik.

31

BAB IV
KESIMPULAN
Peta intensitas magnetik base rover di atas terletak pada posisi X dari
470000 - 510000 dan Y pada posisi 9240000 - 9290000 dengan nilai intensitas
magnetik dari -1300 samapai 500 nT. Dimana nilai variasi harian yang dominan
adalah antara -100 sampai 100 nT yang ditunjukan dengan gradasi orange
kekuningan dan terdapat kontras anomaly pada posisi X antara 490000 - 485000
dan Y pada posisi antara 9240000 - 9290000 ditunjukan oleh warna biru, dengan
nilai H-anomali antara -1100 sampai -700 nT. Posisi X antara 448000-448500 dan
Y pada posisi antara 9260000-9265000 yang ditunjukan oleh warna kuning,
antara 0 sampai 100 nT. Dan dari hasil pengolahan data Base Rover yang telah
diolah menjadi grafik antara waktu dan nilai variansi harian. Dapat diketahui
bahwa grafik Hvar Base Rover pada Lintasan 12. Hari pertama terdapat range
nilai minimum 10 nt pada time 11:53:11 dan nilai maksimum 22.8 nt pada time
10:02:29 dan pada hari kedua dimana nilai minimum -3.1 nt pada time 15:45:16
dan nilai maksimum 24.5 nt pada time 11:30:14 pada grafik dan Dari hasil
pengolahan data Looping yang telah diolah menjadi grafik antara waktu dan nilai
varian.harian dapat diketahui bahwa grafik Hvar Looping pada Lintasan 12
merupakan grafik yang linier, dimana pada grafik ini menunjukkan bahwa nilai
Hvar looping pada Lintasan 12 terus meningkat dari titik awal hingga titik yang
terakhir dan juga terdapat range nilai minimum dan maksimum dimana dapat
diketahui nilai minimum pada grafik tersebut berada pada nilai variansi 95.6 pada
time 15:58:58s edangkan nilai maksimum berada pada nilai 56.36 pada time
17:06:19 pada grafik. Serta (H) dapat diketahui bahwa grafik intensitas
magnetik. (H) Looping pada Lintasan 12 merupakan grafik yang tidak linier,
dimana pada grafik ini terdapat range nilai minimum dan maksimum. Nilai
minimum pada grafik tersebut berada pada nilai 319.5nT pada time 16:11:22
sedangkan nilai maksimum berada pada nilai 624.9nT pada time 16:54:05 pada
grafik.


-
32

DAFTAR PUSTAKA

Laboratorium Geofisika Eksplorasi. Buku Panduan Praktikum
Geomagnetik, Laboratorium Geofisika Eksplorasi, Jurusan Teknik
Geofisika, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan nasional
Veteran Yogyakarta. 2009




















33

LAMPIRAN