Anda di halaman 1dari 27

hnp

Untung gunarto 2013

DEFINISI
HNP (Hernia Nukleus Pulposus) adalah terdorongnya nukleus pulposus suatu zat yang berada diantara ruas-ruas tulang belakang, kearah belakang baik lurus maupun kearah kanan atau kiri menekan sumsum tulang belakang atau serabut-serabut sarafnya sehingga mengakibatkan rasa sakit yang sangat hebat.

Atau penonjolan diskus intervertebralis dengan protrusi dari nukleus kedalam kanalis spinalis yang mengakibatkan penekanan pada radiks saraf tepi.

EPIDEMIOLOGI
Insiden kasus HNP dapat terjadi pada tiga daerah vertebra,yaitu: 1. Vertebra lumbalis 2. Vertebra cervikalis 3. Vertebra thorakalis ( jarang sekali )

Dari data HNP pada daerah L5-S1 atau L4-L5 95% L3-L4 4% L2-L3 dan L1-L2 1%

Insiden puncak HNP cervikalis adalah pada usia dekade 3-4 atau 20-40 tahun, paling sering terjadi pada C5-C6 dan C6-C7. Biasanya terjadi pada lokasi parasentral unilateral dimana anulus fibrosus daerah tersebut adalah yang terlemah dan ligamennya tipis.

Etiologi
Diskus intervertebralis karena trauma (misalnya secara tibatiba membungkuk badan untuk mengambil sepotong kertas yang jatuh di lantai atau mengangkat barang dengan posisi badan yang kurang menguntungkan) atau karena degenerasi dapat mengalami herniasi .

1.

2.

Anulus fibrosus mengalami robekan menurut garis sirkuler dan menurut garis radial, sehingga : Nukleus pulposus menonjol ke atas dan ke bawah masuk kedalam korpus vertebra di atas dan di bawahnya. Apabila herniasi menuju ke lateral akan mengenai radiks di dalam foramen intervertebra maka selain low back pain (LBP) juga akan timbul nyeri radikular sesuai dengan dermatom dan juga kelemahan otot.

Pada umumnya sindroma HNP mulai dengan sakit pinggang. Hal ini disebabkan oleh degenerasi diskus dan ligamentum longitudinal akibat stress setiap kali seseorang mengangkat benda berat. Adapun sebab lain yang perlu kita perhatikan adalah tumor, infeksi, batu ginjal, dll.
Kesemuanya dapat menyebabkan tekanan pada serabut saraf.

PATOFISIOLOGI
Mula-mula nukleus pulposus mengalami herniasi melalui cincin konsentrik anulus fibrosus yang robek, dan menyebabkan cincin lain di bagian luar yang masih intak menonjol setempat (fokal) Protusio Diskus

Bila proses tersebut berlanjut, sebagian materi nukleus kemudian akan menyusup keluar dari siklus (diskus ekstrusi) ke anterior ligamen longitudinalis posterior (herniasi diskus subligamentus) atau harus masuk kedalam kanalis spinalis (herniasi diskus fragmen bebas)

Biasanya protusio atau ekstrusi diskus posterolateral akan menekan (menjepit) akar saraf ipsilateral pada tempat keluarnya saraf dari kantong dura (misal herniasi diskus L4-L5 kiri akan menjepit akar saraf L5 kiri).
Jepitan saraf akan menampilkan gejala dan tanda radikuler sesuai dengan distribusi persarafannya. Herniasi diskus sentral yang signifikan dapat melibatkan beberapa elemen kauda ekuina pada kedua sisi, sehingga menampilkan radikulopatia bilateral atau gangguan sfingter seperti retensio urine.

Menurut derajatnya HNP dibagi atas : 1. Protruded intervertebral disc Nukleus terlihat menonjol ke satu arah tanpa kerusakan anulus fibrosus 2 Prolapsed intervertebral disc Nukleus berpindah tetapi masih dalam lingkaran anulus fibrosus 3. Extruded intervertebral disc Nukleus keluar dari anulus fibrosus dan berada dibawah ligamentum longitudinalis posterior 4. Suquestrated intervertebral disc Nukleus telah menembus ligamentum longitudinal posterior

KLASIFIKASI

DIAGNOSIS
Anemnesis
Riwayat penyakit perlu ditanyakan secara terarah, yangperlu ditanyakan ialah : 1. Sejak kapan timbulnya nyeri 2. Bagaimana mulai timbulnya 3. Bagaimana sifat nyerinya : pegel, berdenyut, seperti ditusuk 4. Bagaimana kualitasnya 5. Dimana lokasinya? Setempat atau dijalarkan ke tungkai 6. Gejala apa yang mengiringinya 7. Faktor-faktor apa yang memperingan dan memperberat

Pemeriksaaan Fisik 1. Posisi tegak a. Apakah ada deformitas misalnya lordosis dan skoliosis. b. Adakah kemiringan pelvis c. Bagaimana gerakan tulang belakang dalam keadaan fleksi, ekstensi, laterofleksi dan rotasi

Posisi terlentang : dilakukan beberapa percobaan antara lain ialah: a. Tes Lasegue : mengangkat tungkai ke atas pada posisi berbaring b. Tes Patrick : dengan melakukan fleksi pinggul kemudian abduksi dan eksorotasi c. Tes kontra patrick : pada tungkai dilakukan fleksi, aduksi dan endorotasi pada sendi pinggul

a.Posisi tengkurap : diperhatikan adanya nyeri tekan pada lamina dan nyeri ktok pada daerah ginjal

Pemeriksaan penunjang
a. Fungsi Lumbal Dapat diketahui warna cairan serebrospinal (jernih, kekuningan/xantokrom keruh), adanya kesan sumbatan/hambatan aliran cairan serebrospinal secara total atau parsial, jumlah sel, kadar protein, NaCl dan glukosa. b. Foto Rontgen (AP, lateral, oblique)

c. CT-Scan Dapat dilihat gambar vertebra dan jaringan di sekitarnya termasuk diskus intervertebralis. d. MRI e. Mielografi

GEJALA KLINIS

Low back pain Punggung terfiksir artinya tidak dapat difleksi ke depan, diekstensi atau difleksi ke lateral. Laterofleksi tulang punggung (dalam ekstensi) yang menimbulkan nyeri radikuler di sisi laterofleksi dinamai Kemp positif. Lordose lumbal yang berkurang, bahkan dapat datar sama sekali.

Skoliosis, agar rasa nyerinya berkurang. Nyeri radikuler yang menjalar sepanjang N. iskhiadikus sisi kaki yang sakit. Biasanya satu radiks saja yang ditekan oleh diskus yang menonjol ke dalam kanalis vertebralis. Misalnya pada HNP L4/L5 yang tertekan adalah radiks L5. Pada HNP L5/S1 yang tertekan adalah radiks S1.

Oleh karena diskus prolaps itu tidak pernah terjadi di garis tengah (karena adanya ligamentum longitudinale posterior yang cukup kuat), tetapi selalu di samping, di sisi kanan atau kiri dari ligamentum tadi, maka radiks saraf tepi yang tertekanpun selalu satu saja, yang di sisi kanan atau kiri. Dengan demikian maka gejala iskhialgia pada diskus hernia akan timbul hanya pada satu tungkai saja.

Kedudukan panggul yang khas (di sisi tungkai yang sakit, pinggul itu menonjol ke samping). Tanda Naffziger positif. Tanda Lasegue positif di tungkai yang sakit (kadangkadang terdapat Lasegue silang).

Gangguan sensibilitas. Pada HNP L4/L5 sensibilitas di dorsum pedis tungkai yang sakit terganggu. Pada HNP L5/S1 sensibilitas di pinggir lateral dorsum pedis tungkai yang sakit akan terganggu. Namun gangguan sensibilitas itu tidaklah jelas oleh karena yang tertekan hanyalah satu radiks saja.

LCS Pada HNP L4/L5 diambil likuor melalui pungsi L5/S1 maka mungkin likuor itu akan memperlihatkan total protein yang agak meningkat. Foto Rntgen dapat memperlihatkan : a.Lordose lumbal yang berkurang, bahkan dapat sampai datar sama sekali. b.Skoliosis. c.Diskus intervertrebalis pada tempat lokasi HNP itu adalah lebih tipis daripada di tempat-tempat yang lain.

DIAGNOSIS BANDING
Tumor

Kelainan jantung kongenital (spondilolistesis, spina bifida) Penyakit peradangan (abses, osteomielitis, penyakit rheumatoid).

PENATALAKSANAAN
1. Konservatif
~ Penderita disuruh tidur terlentang selama 6 minggu. ~ Istirahat mutlak di tempat tidur dengan kasur harus padat, kasur jangan melengkung. Sikap berbaring terlentang tidak membantu lordosis lumbal yang lazim, maka bantal sebaiknya ditaruh di bawah pinggang. Istirahat terlentang dengan fleksi lumbal yang menyenangkan.

~ Obat-obat analgesik, anti inflamasi, NSAID, penenang, muscle relaxan. ~ Traksi dapat dilakukan. Cara pelvic traction dapat dilakukan dalam masa yang cukup lama bahkan terus menerus, kedua tungkai bebas untuk bergerak, berat anak timbangan yang diperlukan 10 15 kg. ~ Selama nyeri belum hilang fisioterapi untuk mencegah atrofi otot dan dekalsifikasi sebaiknya jangan dimulai. Setelah nyeri sudah hilang latihan gerakan sambil berbaring terlentang atau miring harus dianjurkan.

~ Penyinaran dengan lampu infra merah/diatermi/UKG. ~ Korset pinggang sebaiknya dipakai untuk masa peralihan ke mobilisasi penuh. ~ Traksi lumbal atau traksi servikal.

2. Operatif Terapi operatif diterapkan bila pengobatan konservatif tidak mampu memulihkan gejala-gejala herniasi, adanya tanda-tanda kelumpuhan atau gejala gangguan sfingter.