Anda di halaman 1dari 13

KULIAH 1

PENGISIAN SPT TAHUNAN 1721


Oleh Tjhai Fung Njit, B.Sc (Hons), M.Si, BKP David TJHAI Certified Tax Consultant Brevet C

Kuasa Hukum Pengadilan Pajak


JUMAT / 15 MARET 2013 JAM: 07:30 S/D 10:00

TARIF PAJAK ORANG PRIBADI


(PPh) Pasal 17

LAPISAN PENGHASILAN KENA PAJAK S/d Rp. 50 juta > Rp. 50 Juta s/d Rp. 250 Juta > Rp. 250 Juta s/d Rp. 500 Juta

TARIF

5%
15% 25%

> Rp. 500 Juta

30%

TARIF PAJAK ORANG PRIBADI


PPh Final Atas Pesangon

LAPISAN PESANGON S/d Rp. 50 juta > Rp. 50 Juta s/d Rp. 100 Juta > Rp. 100 Juta s/d Rp. 500 Juta > Rp. 500 Juta

TARIF 0% 5% 15% 25%

BESARNYA PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK (PTKP)


(PPh) Pasal 7 ayat (1), (2), dan (3) &

Rp. 15.840.000 Rp. 1.320.000 Rp. 15.840.000

UNTUK DIRI WP ORANG PRIBADI TAMBAHAN UNTUK WAJIB PAJAK KAWIN TAMBAHAN UNTUK SEORANG ISTERI YANG PENGHASILANNYA DIGABUNG DENGAN PENGHASILAN SUAMI TAMBAHAN UNTUK SETIAP ANGGOTA KELUARGA SEDARAH SEMENDA DALAM GARIS KETURUNAN LURUS SERTA ANAK ANGKAT YANG MENJADI TANGGUNGAN SEPENUHNYA MAKSIMAL 3 ORANG

Rp. 1.320.000

PENERAPAN PTKP DITENTUKAN OLEH KEADAAN PADA AWAL TAHUN PAJAK ATAU AWAL BAGIAN TAHUN PAJAK

KARYAWAN PPh 21

DASAR PERHITUNGAN PPh Pasal 21 Pegawai Tetap Jumlah penghasilan yg menjadi dasar penghitungan PPh Pasal 21 didasarkan pada kewajiban pajak subjektif yg melekat pada pegawai tetap yang bersangkutan. Untuk pegawai tetap yang kewajiban pajak subjektifnya berawal atau berakhir dalam tahun pajak penghitungannya sbb: a. WP DN dan mulai/berhenti bekerja dalam tahun berjalan, penghitungan PPh Pasal 21 didasarkan pada jumlah penghasilan yang sebenarnya diterima/diperolehnya dalam tahun pajak yang bersangkutan dan tidak disetahunkan. b. WP dalam negeri yang merupakan pendatang dari luar negeri, yang mulai bekerja di Indonesia dalam tahun berjalan, penghitungan PPh Pasal 21 didasarkan pada jumlah penghasilan yang sebenarnya diperoleh dalam bagian tahun pajak yang bersangkutan yang disetahunkan. c. Pegawai tetap berhenti bekerja sebelum tahun takwim berakhir karena meninggal dunia/meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya, pada akhir bulan berhentinya pegawai tersebut penghitungan PPh Pasal 21 didasarkan pada jumlah penghasilan yang sebenarnya diterima atau diperoleh dalam bagian tahun pajak yang bersangkutan yang disetahunkan.

1. KARYAWAN TETAP
Bambang Yuliawan pegawai pada perusahaan PT Yasa Buana, menikah tanpa anak, memperoleh gaji sebulan Rp 10.000.000. PT Yasa Buana mengikuti program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan Premi Jaminan Kematian dibayar oleh pemberi kerja dengan jumlah masing-masing 0,50% dan 0,30% dari gaji. PT Yasa Buana menanggung iuran Jaminan Hari Tua setiap bulan sebesar 3,70% dari gaji sedangkan Bambang Yuliawan membayar iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2,00% dari gaji setiap bulan. Disamping itu PT Yasa Buana juga mengikuti program pensiun untuk pegawainya. PT Yasa Buana membayar iuran pensiun untuk Bambang Yuliawan ke dana pensiun, yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan, setiap bulan sebesar Rp 500.000, sedangkan Bambang Yuliawan membayar iuran pensiun sebesar Rp 250.000.

2. PENSIUNAN
Raden

Suryaman berstatus kawin dengan 2 orang anak yang masih menjadi tanggungan menerima uang pensiun secara bulanan sebesar Rp. 3.000.000.

3. PEGAWAI TIDAK TETAP


Wito dengan status belum menikah, pada bulan Januari 2012 bekerja sebagai buruh harian pada PT. Yasa Buana: A. Jika Bekerja 5 hari dgn upah Rp. 250.000/hari B. Jika Bekerja 10 hari dgn upah Rp. 250.000/hari C. Jika Bekerja 25 hari dgn upah Rp. 250.000/hari

4. BUKAN PEGAWAI
a. Tenaga Ahli Dr. Abdul Gopar, K/2, Bekerja di RS. Harapan Kita:
BULAN JAN FEB MAR APR MEI JUN TOTAL

JASA DOKTER YG DITERIMA (Rp)


30.000.000 30.000.000 25.000.000 40.000.000 30.000.000 25.000.000 180.000.000

4. BUKAN PEGAWAI
B. Selain Tenaga Ahli Atun, Ibu dgn 2 orang Anak (Suaminya adalalah pegawai BI), memperoleh penghasilan dari MLM sbb:
BULAN JAN FEB PENGHASILAN YG DITERIMA (Rp) 30.000.000 30.000.000

MAR
APR MEI

25.000.000
40.000.000 30.000.000

JUN
TOTAL

25.000.000
180.000.000

5. Peserta kegiatan yang menerima atau memperoleh penghasilan sehubungan dengan keikutsetaannya dalam suatu kegiatan
Taufik Aprianto medapatkan hadiah Rp. 200.000.000 sebagai juara Badminton.

6. Penerima Penghasilan Lainnya


Pandaya sebagai komisaris PT. Yasa Buana yg bukan pegawai tetap, menerima honorarium sebesar Rp. 60.000.000

PENGISIAN SPT MASA PPH PASAL 21 (FORMULIR 1721)

DISKUSI & TANYA JAWAB