SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH

Pada logo Provinsi Jambi yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 1969 tertera kalimat Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. PENGERTIAN LAMBANG DAERAH 1. Bidang dasar persegi lima : Melambangkan jiwa dan semangat PANCASILA Rakyat Jambi. 2. Enam lobang mesjid dan satu keris serta fondasi mesjid dua susun batu diatas lima dan dibawah tujuh : Melambangkan berdirinya daerah Jambi sebagai daerah otonom yang berhak mengatur rumahtangganya sendiri pada tanggal 6 Januari 1957. 3. Sebuah mesjid : Melambangkan keyakinan dan ketaatan Rakyat Jambi dalam beragama. 4. Keris Siginjai : Keris Pusaka yang melambangkan kepahlawanan Rakyat Jambi menentang penjajahan dan kezaliman menggambarkan bulan berdirinya Provinsi Jambi pada bulan Januari. 5. Cerana yang pakai kain penutup persegi sembilan : Melambangkan Keiklasan yang bersumber pada keagungan Tuhan menjiwai Hati Nurani. 6. GONG : Melambangkan jiwa demokrasi yang tersimpul dalam pepatah adat "BULAT AIR DEK PEMBULUH, BULAT KATO DEK MUFAKAT". 7. EMPAT GARIS : Melambangkan sejarah rakyat Jambi dari kerajaan Melayu Jambi hingga menjadi Provinsi Jambi. 8. Tulisan yang berbunyi: "SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH" didalam satu pita yang bergulung tiga dan kedua belah ujungnya bersegi dua melambangkan kebesaran kesatuan wilayah geografis 9 DAS dan lingkup wilayah adat dari Jambi : "SIALANG BELANTAK 9. BESI SAMPAI DURIAN BATAKUK RAJO DAN DIOMBAK NAN BADABUR, TANJUNG JABUNG".

ARTI LAMBANG KOTA JAMBI

Ketentuan mengenai Lambang dan Moto Kota Jambi diatur melalui Perda No. 15 tahun 2002, tentang Lambang Daerah Kota Jambi, yang ditetapkan di Jambi pada tanggal 21 Mei 2002, dan ditandatangani oleh Walikota Jambi, Drs. H. Arifien Manap, MM., dan Ketua DPRD Kota Jambi, H. Zulkifli Somad, SH., MM. Lambang Kota Jambi ini secara filosofis melambangkan identitas sejarah dan kebesaran Kerajaan Melayu Jambi dahulu, dimana didalam lambang tersimpul pula secara simbolik kondisi geografis daerah, dan sosiokultural masyarakatnya. Makna yang tersirat dari bendabenda yang tertera didalamnya terrinci sebagai berikut : BENTUK DAN UKURAN Lambang Kota Jambi berbentuk Perisai dengan bagian yang meruncing dibawah, dikelilingi 3 (tiga) garis dengan warna bagian luar putih, tengah berwarna hijau dan bagian luar berwarna putih. Garis hijau yang mengelilingi lambang pada bagian atas lebih lebar dan didalamnya tercantum tulisan “KOTA JAMBI” yang melambangkan nama daerah dan diapit oleh 2 buah bintang bersudut 5 berwarna putih, yang melambangkan kondisi kehidupan sosial masyarakat Jambi yang terdiri dari berbagai suku dan agama memiliki keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Warna dasar lambang berwarna biru langit. ISI DAN ARTI LAMBANG :: Senapan/Lelo, Gong & Angsa :: Setelah orang Kayo Hitam menikah dengan putri Temenggung Merah Mato yang bernama Putri Mayang Mangurai, maka oleh Temenggung Merah Mato anak dan menantunya itu diberilah sepasang Angsa serta Perahu Kajang Lako kemudian disuruh menghiliri aliran Sungai Batanghari untuk mencari tempat guna mendirikan kerajaan yang baru. Kepada anak dan menantunya tersebut dipesankan bahwa tempat yang akan dipilih ialah dimana

Kecamatan Pelayangan Kecamatan-kecamatan ini dibentuk dengan SK Gubernur Jambi Tanggal 5 Juni 1965 NO. Pada tahun 2002 wilayah Kota Jambi dimekarkan menjadi 8 kecamatan yang terdiri dari 62 kelurahan berdasarkan Perda No. yaitu : 1. Kecamatan Pasar Jambi 2. Batang Tebo 9. Kecamatan Danau Teluk 6. Kecamatan Jambi Selatan 4. Setelah beberapa hari menghiliri Sungai Batanghari kedua Angsa naik kedarat di sebelah hilir (Kampung Jam). Batang Tabir 5. 9/AI/1965. 35 tahun 2002.sepasang Angsa naik ketebing dan mupur di tempat tersebut selama dua hari dua malam. :: Keris :: Keris tersebut bernama “KERIS SIGINJAI” dan merupakan lambang kebesaran serta kepahlawanan Raja dan Sultan Jambi dahulu. Batang Merangin 3. Kecamatan Jambi Timur 3. Dua kecamatan baru tersebut adalah Kecamatan Kota Baru dan Kecamatan Jelutung. Batang Masurai 4. Sewaktu Orang Kayo Hitam menebas untuk menerangi tempat tersebut ditemukannya sebuah Gong dan Senapan/Lelo yang diberi nama “SITIMANG” dan “SIDJIMAT”. Kecamatan Telanaipura 5. Batang Tembesi Batang-batang ini merupakan Anak Sungai Batanghari yang keseluruhannya itu merupakan wilayah Kerajaan Jambi. dijadikan sebagai pusat pemerintahan kerajaannya (Kota Jambi) sekarang ini. Dan sesuai dengan amanah mertuanya maka Orang Kayo Hitam dan istrinya Putri Mayang Mangurai beserta pengikutnya mulailah membangun kerajaan baru yang kemudian disebut “Tanah Pilih”. kampung Tenadang namanya pada waktu itu. Batang Jujuhan 7. masing-masing bernama : 1. karena barang siapa yang memiliki keris tersebut dialah yang diakui sebagai penguasa atau berkuasa untuk memerintah Kerajaan Jambi. Batang Bungo 8. :: Garis Hijau 6 Buah :: Garis ini melambangkan bahwa wilayah Kota Jambi dahulunya secara administratif terdiri dari 6 kecamatan. Batang Senamat 6. :: Garis Biru 9 Buah :: Garis-garis ini melambangkan luasnya wilayah Kerajaan Jambi dahulu yang meliputi 9 buah lurah dialiri oleh anak-anak sungai (batang). . yan g kemudian kedua benda tersebut menjadi barang Pusaka Kerajaan Jambi yang disimpan di Museum Negeri Jambi. Batang Asai 2.

TANAH PILIH PESAKO BETUAH secara filosofis mengandung pengertian sebagai berikut : “Bahwa Kota Jambi sebagai Pusat Pemerintahan Kota sekaligus sebagai Pusat Sosial Ekonomi serta Kebudayaan juga mencerminkan jiwa masyarakatnya sebagai duta kesatuan baik individu. MOTTO “TANAH PILIH PESAKO BETUAH” Kota Jambi mempunyai motto “TANAH PILIH PESAKO BETUAH” yang tertera pada sehelai Pita Emas dibawah Lambang Kota Jambi. b.:: Pohon Pinang :: Pohon Pinang melambangkan asalnya isitlah atau perkataan “DJAMBE” dahulu yang kemudiam dipakai sebagai nama untuk menyebut daerah ini (Keresidenan Jambi. aman.” . Dan terakhir karena ejaan yang disempurnakan maka istilah “DJAMBE” berubah pula menjadi JAMBI. Propinsi Jambi dan Kota Jambi) Istilah “JAMBI” ini berasal dari perkataan “DJAMBE” (bahasa Jawa). makmur dan sejahtera lahir-batin karena mengutamakan kegotongroyongan. Pilih : pilihan yang dipilih dari yang lain dengan teliti c. Melambangkan suatu pernyataan bahwa Kota Jambi adalah berasal dari tanah yang dipilih oleh Raja Jambi untuk dijadikan Pusat Pemerintahan Kerajaan Melayu Jambi yang diwariskan kepada kita yang mempunyai nilai-nilai sejarah yang sangat berharga untuk kita jaga dan pelihara untuk kemudian kita wariskan kepada anak cucu kita kelak. yang mengandung pengertian secara harfiah : a. b. berpegang teguh dan terikat pada nilai-nilai adat istiadat dan hukum adat serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pesako : warisan c. Betuah : memiliki kelebihan luar biasa (sakti) yang tidak dimiliki oleh yang lain TANAH PILIH PESAKO BETUAH pada hakekatnya mengandung pengertian sebagai berikut : a. keluarga dan kelompok maupun secara institusional yang lebih luas. Tanah : permukaan bumi paling atas atau kondisi area suatu tempat. Dan “DJAMBE” ini nama sejenis Pohon Pinang. damai. Menggambarkan kehidupan masyarakat Kota Jambi yang rukun. Istilah “DJAMBE” lama kelamaan berubah menjadi “DJAMBI”.

Sungai melambangkan bahwa Kabupaten Tebo didominasi oleh daerah aliran sungai dan juga merupakan sarana transportasi masyarakat 11. Padi nan duo belas kapas nan sepuluh melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran serta tanggal bulan berdirinya Kabupaten Tebo 4.Kubah Mesjid melambangkan bahwa mayoritas Penduduk Kabupaten Tebo beragama Islam . Perisai persegi lima melambangkan Rukun Islam dan Ideologi Pancasila 2.Kabupaten Tebo Arti Logo Kabupaten Tebo 1. Gong melambangkan salah satu alat komunikasi dan alat kesenian masyarakat Kabupaten Tebo 7.Pita yang bertuliskan "SEENTAK GALAH SERENGKUH DAYUNG" melambangkan identitas sosial. masyarakat Kabupaten Tebo 12. Tali berpintal tigo yang mengikat gong melambangkan kesenian adat. Kajang Lako melambangkan kebesaran dan merupakan alat transportasi pada masa Kesultanan Jambi 6.Keluk Paku dalam Tudung layar Kajang Lako melambangkan ragam bias Kabupaten Tebo 13. kebersamaan dan bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama 10. Pintu atau kotak-kotak pada kubah mesjid yang terdiri dari enam buah melambangkan bahwa pada saat pembentukan Kabupaten Tebo terdiri dari enam kecamatan 3. tujuh bilangan ganjil berarti tidak memihak 9. Dayung adalah tanda kekompakan. Galah adalah menunjukkan tekat untuk maju dan penolakan terhadap budaya asing yang negatif. Galah dan Dayung. syara' dan Pemerintah 8. Keris berlengkuk tujuh yang tidak memakai ulu melambangkan kepatuhan terhadap hukum serta semangat menolak yang bathil dan khufur. jatidiri. Rantai sembilan di sebelah kanan dan sembilan di sebelah kiri melambangkan persatuan dan kesatuan serta tahun berdirinya Kabupaten Tebo 5.

 ENAM GERBANG PINTU MESJID Melambangkan 6 (enam) kecamatan awal terbentuknya Kabupaten Muaro Jambi  TIGA PULUH BUAH VENTILASI Melambangkan jumlah awal keanggotaan DPRD Kabupaten Muaro Jambi .KABUPATEN MUARO JAMBI MOTTO "SAILUN SALIMBAI" MAKNA Semangat Kebersamaan/gotong-royong dalam segala aspek kehidupan masyarakat  PERISAI Melambangkan perlindungan dan pertahanan dalam persatuan adat bersendi sarak  KUBAH MESJID Melambangkan agama yang dianut sebagian besar penduduk Kabupaten Muaro Jambi yaitu Agama Islam. Melambangkan bahwa tidak ada tempat bagi orang yang tidak beragama di Kabupaten Muaro Jambi.

dimana buku merupakan sumber dari Ilmu Pengetahuan. sekarang dan akan datang di Kabupaten Muaro Jambi  MENARA PERTAMBANGAN MINYAK Melambangkan potensi/aset minyak di Kabupaten Muaro Jambi  BUKU Melambangkan Pendidikan.  SELARAS DINDING CANDI 12 TINGKAT Melambangkan Hari jadi Kabupaten Muaro Jambi yaitu pada tanggal 12  TANGGA SEPULUH TINGKAT Melambangkan Bulan Hari jadi Kabupaten Muaro Jambi yaitu pada bulan Oktober  PONDASI CANDI. 9 PETAK KIRI Melambangkan Tahun jadi kepahlawanan dan semangat perjuangan untuk menuju cita-cita  SEKIN Melambangkan jiwa kepahlawanan dan semagat perjuangan untuk menuju cita-cita  KARET DAN KELAPA SAWIT Melambangkan Potensi perkebunan masa lalu. . SUNGAI TERPUTUS Melambangkan bahwa sebagian Kabupaten Muaro Jambi dilalui Sungai Batang Hari dan terputus karena melalui Kota Jambi. Melambangkan salah satu potensi kehidupan dan sarana perhubungan masa lalu dan sekarang. 9 PETAK KANAN.

Gambar Perahu Layar menggambarkan salah satu potensi alam yang sangat menonjol dalam Tanjung Jabung Barat pada sektor peraian dan merupakan asal kehidupan masyarakat Tanjung Jabung Barat. agama dan ras menjadi penopang tegak. Gambar Payung yang terletak dibawah gambar bintang. kesucian dan kebijakan dalam segala aspek dari masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. dua buah garis tepi berwarna hitam yang melambangkan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berideologi Pancasila dan menjalankan roda Pemerintahan berdasarkan UUD 1945. . Gambar kerikil yang berbentuk daratan melambangkan bahwa Tanjung Jabung Barat merupakan daerah penghasil pertambangan yang sangat potensial. Garis Panjang Ombak yang melengkok-lengkok dibawah gambar perahu layar melambangkan masyarakat Tanjung Jabung Barat yang heterogen dengan keanekaragaman etnis. melambangkan asal mula perjuangan rakyat Tanjung Jabung Barat. Sedangkan kain berwarna merah merupakan sebutan Pejuang Selempang Merah. Gambar Bambu Runcing menyilang yang diikat dengan kain berwarna merah. memiliki makna Tanjung Jabung Barat memiliki adat istiadat yang dapat mengayomi segala aspek kehidupan dalam masyarakat etnis.Ketuhanan Yang Maha Esa . maju dan berkembangnya Tanjung Jabung Barat dengan memanfaatkan potensi yang ada.Lambang Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar)         ARTI LAMBANG DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT ( Disahkan pada tanggal 20 Maret 2002 oleh DPRD Tanjab Barat ) Lambang daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berbentuk perisai segi lima. yang menggambarkan kejujuran. Warna dasar lambang berwarna biru. agama maupun budaya . Gambar bintang bersisi lima berwarna kuning yang terletak dibawah tulisan Tanjung Jabung Barat melambangkan bahwa bagaimanapun bentuk keanekaragaman yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tetap ber. bagian sudut bergaris tepi warna kuning cerah.

Tiga buah garis horizontal yang dibentuk oleh susunan batu bata melambangkan tiga sakti dari Proklamasi Republik Indonesia–sakti politik. ekonomi dan budaya. Gambar daun kelapa berwarna hijau yang berjumlah 65 helai yang terletak disebelah kanan gambar dalam lambang melambangkan bahwa masyarakat Tanjung Jabung Barat dapat berguna dimana dan kapan saja. Lambang Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) 1. bulat kata dek mufakat. . Pada Lambang Daerah Bagian Atas bertulis “Tanjung Jabung Timur“. Gambar padi berwarna kuning berjumlah 10 biji pada sebelah kiri dan delapan biji sebelah kanan yang terletak disebelah kiri dalam lambang melambangkan pangan bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat dan sekaligus mencerminkan sejarah dan tanggal dan bulan lahirnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat. sebagaimana kata pepatah Bulat air dek pembuluh.     Gambar lima buah batu bata putih menggambarkan jumlah kecamatan yang ada pada saat pemekaran. Garis Tepi yang melingkari Lambang Daerah berwarna hitam. Gambar gong berwarna coklat yang terletak dibawah gambar batu bata putih menggambarkan bahwa dalam pengambilan keputusan lebih mengutamakan kemufakatan. Gambar rantai putih yang menghubungkan gambar padi dan kelapa melambangkan kesejahteraanma syarakat Tanjung Jabung Barat yang saling bantu membantu atau bekerja sama dalam setiap masalah yang dihadapi dalam masyarakat. berwarna hitam dengan dasar putih. 2. tanggal 10 Agustus. Pada bagian bawah dalam lambang terdapat pita berwarna orange yang bertuliskan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan melambangkan bahwa masyarakat Tanjung Jabung Barat yang berbeda etnis dan agama bersama sama dalam memajukan Tanjung Jabung Barat yang sangat potensial untuk mencapai kabupaten yang lebih maju dan berkembang. sekaligus mencerminkan sejarah tahun lahirnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 1965.

12. 5. . 4. Senjata Kampilan : merupakan salah satu senjata masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur melambangkan sifat-sifat patriotik. Enam Buah Kotak Persegitiga : Merupakan salah satu senjata masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdapat 6 (enam) Kecamatan. karena Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan pintu masuk ke Provinsi Jambi melalui jalur air/sungai. 8. 13. Gapura : Pintu Gerbang. kapas berjumlah 10 melambangkan bulan dengan arti bahwa Kabupaten Tanjung Timur secara resmi berdiri pada tanggal. Padi berjumlah 21 melambangkan tanggal. perahu lancang kuning sebagai alat transportasi dan alat mencari ikan di laut (nelayan) dan mengangkut hasil bumi yang masih bertahan sampai sekarang. Gong : melambangkan adat istiadat Kabupaten Tanjung Jabung Timur yaitu berupa penyampaian pesan untuk bermusyawarah dari pemerintah kepada masyarakat. Padi dan Kapas   Melambangkan cita-cita masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam menciptakan dan mencapai kemakmuran sandang dan pangan. 10. 11. Lembaga adat dan Legislatif.   Pada Gapura terdapat Kubah Masjid melambangkan mayoritas masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur beragama Islam. keperwiraan dan kepahlawanan dari masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam menegakkan kebenaran. Pita yang bertuliskan : “ Sepujuk Nipah Serumpun Nibung “ merupakan semboyan ke gotong -royongan. Tiga Susun Tangga : Melambangkan sejak berdirinya Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdapat 3 (tiga) Kelurahan. persatuan dan kesatuan serta musyawarah dan mufakat masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bekerjasama dengan pemerintah. 6. Pada Bagian Gapura terdapat Enam Pintu melambangkan enam Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan selalu membuka kerjasama dengan wilayah lain dalam upaya menciptakan perdamaian dan kemakmuran rakyatnya. Pada Sisi Pelabuhan Samudera terdapat kotak-kotak yang berbentuk jajaran genjang terdiri dari 9 kota berwarna hitam dan 9 kotak berwarna kuning melambangkan Tahun 1999 berdirinya Kabupaten Tanjung Jabung Timur. 9.3. Api dan Obor : melambangkan Potensi Kabupaten Tanjung Jabung Timur kaya akan minyak dan gas bumi. 7. 21 Oktober 1999. Bidang Dasar Lambang berbentuk Persegi Lima melambangkan jiwa dan semangat Pancasila dari masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pelabuhan Samudera :   Pelabuhan Samudera merupakan pelabuhan Internasional pusat pelabuhan di Provinsi Jambi. Perahu Lancang Kuning : merupakan budaya masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

melambangkan kekayaan alam dan keagungan serta kebesaran rakyat Batanghari. NIPAH : sejenis tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat dipinggiran sungai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagian besar dipergunakan untuk atap rumah. Didalam lambang terdapat tulisan Kab. 2. lantai dan dinding rumah. Warna Biru. Warna Kuning. Didalamnya terdapat warna. Batanghari yang seiya sekata (musyawarah dan mufakat). Lambang Kabupaten Batang Hari                 1. SERUMPUN NIBUNG : melambangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdiri dari berbagai etnis (suku) namun mereka tetap bersatu dalam membangun Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Lambang berbentuk perisai segi lima dilingkari garis putih yang mengandung makna kesucian.  . Menara Minyak. Keris Siginjai. Batanghari sebagai nama kabupaten dan “Serentak Bak Regam. Dalam perisai terdapat gambar : Sungai bercabang dua menunjukkan geografi Batanghari. Puncak Mesjid. Pohon Karet. satu cabang ke kiri adalah sungai Batang Tembesi dan cabang ke kanan sungai Batanghari. dapat dipergunakan untuk tongkat atau tiang. melambangkan kejayaan kerajaan dan perjuangan rakyat Jambi termasuk rakyat Kab. 3. yang artinya menunjukkan watak dan adat rakyat kab. NIBUNG : sejenis tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. melambangkan banyaknya terdapat tambang minyak sebagai komoditi utama.    SEPUCUK NIPAH : melambangkan antara Pemerintah. melambangkan masyarakat Batanghari yang agamis terutama agama islam. Batanghari. sebagai berikut : Warna Hijau. menunjukkan sungai Batanghari yang mengalir membelah Kabupaten Batanghari. melambangkan kesuburan. Lembaga adat dan Legislatif yang senantiasa mengayumi masyarakat. melambangkan akan kesuburan dan kekayaan alam.

Bathin V/VII menjadi Kecamatan Tanah Tumbuh. mungkin masih sedikit masyarakat Bungo yang mengetahui arti dari setiap gambar dan garis yang ada pada lambang Kabupaten Bungo. Bathin II Ulu dan Bathin VII menjadi Kecamatan Rantau Pandan. Dari suatu lambang dapat di ketahui karakteristik suatu daerah dan juga kehidupan masyarakatnya. Tanah Sepenggal dan Jujuhan. Keris dengan Lima Letukan Ujung Lancip yang berdiri tegak lurus dibelakang ketayo Adalah lambang perjuangan menentang penjajahan dan kemelaratan.Lambang Kabupaten Bungo Lambang bagi suatu daerah memiliki arti yang teramat dalam. Ketayo Pelito dan Keris dengan latar belakang gung Ketoya Pelito merupakan alat penerang/lampu. Bathin VII Pelepat. Dibutuhkan orang-orang yang pandai untuk membuat suatu lambang dan arti dari lambang yang dibuat tersebut. dimana hal ini merupakan semangat juang terus hidup sepanjang zaman berdasarkan dan dipimpin oleh hikmah. Marga Pelepat Menjadi Kecamatan Pelepat. karya khas masyarakat Bungo serta Simbolis mengandung arti sebagai pelita yang tak kunjung padam adalah simbol masyarakat daerah ini yang tak kenal menyerah. maka untuk membuatnyapun tidak segampang membalikkan telapak tangan. Serta melambangkan lima induk UU sebagai dasar hukum (adat). Marga Tanah Sepenggal menjadi Kecamatan Tanah Sepengggal dan Marga Jujuhan menjadi Kecamatan Jujuhan. Begitu bermaknanya arti sebuah lambang. Jumlah Kelopak Bunga Jambu Lipo Sebanyak 8 Helai Melambangkan Kabupaten Bungo terdiri dari 8 buah eks marga yaitu Bathin II Ilir. Bathin II Babeko. Bathin III Ulu. dasar kehidupan dan penghidupan masyarakat. Kemudian Bathin II Ilir dan Bathin II Babeko menjadi Kecamatan Muara Bungo. Bathin V/VII Tanah Tumbuh. . Sampai saat ini.

adat sama diisi. tuo-tou searah seayun. peritah samo dipatuhi. kebukit samo mendaki kelurah samo menurun ado samo dimakan idak samo dicari. tepian berpagar baso. Sungai Batang Bungo. dimana sungai-sungai tersebut sangat potensial sebagai sumber kehidupan sosial ekonomi masyarakat. malam seagama. haruslah tudung menudung bak daun sirih. Sungai Batang Pelepat dan Sungai Batang Jujuhan. buah-buahan segalo menjadi. rumput mudo kerbaunyo gemuk. hati tungau sama dicecah. lemang terbujur diatas dapur. kok malang samo merugi bak balado samo mendapat serta terendam samo basah terampai samo kering.Kubah Mesjid Melambangkan keagamaan dan ketaqwaan serta kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. menambang mendapat emeh (emas). satu kata batin dengan penghulu (pimpinan) selarik sejajar. Melambangkan bahwa Kabupaten Bungo adalah sebanyak enam kecamatan yaitu Muara Bungo. satu kato dengan pembicaraan. Undang. memelihara persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. karena kepada-Nya lah manusia berserah diri. Tanah Sepenggal. v v v . Anak negeri seiyo sekato bersama-sama pemimpin dalam membangun derah. baru basuo bak kato seluko adat keayik cemetik keno. di mana masyarakat Kabupaten Bungo sangat meyakini dalam semua aspirasi dan etika masyarakat tidak akan tercapai tanpa ridho Tuhan YME. anak negeri aman makmur. Masyarakat Kabupaten Bungo yang berdiam didalam negeri berpagar. lembgo sama-sama dituang. Rantai yang terletak pada posisi antara dua garis tebal melambangkan Kabupaten Bungo sebagai kabupaten induk berdiri tahun 1945. Dua garis tebal vertikel dan dua buah garis horizontal yang menjadi enam buah ruang yang hampir sama ukurannya. Sedangkan jumlah biji sebanyak 19 buah sebagai lambang 19 dan 10 kuntum Bungo Dani sebagai lambang bulan 10. Pita Bertulis Motto Kabupaten Bungo dalam bahasa daerah bertulis langkah serentak limbai seayun yang bermaksud : Sebagai pernyataan bahwa anak negeri mempunyai sifat watak dan pendirian. hati gajah sama dilapah. Garis tebal berliku-liku sebanyak empat buah melambangkan adanya empat sungai besar dalam daerah Kabupaten Bungo yaitu Sungai Batang Tebo. jahit menjahit bak daun petai. baumo mendapat padi. Tanah Tumbuh. cerdik sehukum. Anak Negeri seukur. dimana tanggal dan bulan ini Daerah Tingkat II Kabupaten Bungo Tebo di resmikan yang tetap dipertahankan simbol Kabupaten Bungo sebagai kabupaten induk. Sebagai simbol persatuan dan disiplin. sekato mulut dengan hati. kedarat durian gugur. Pelepat. sedangkan mata rantai yang berjumlah 65 buah melambangkan tahun 65 (1965) sebagai tahun berdirinya Kabupaten Bungo. Sembilan Belas Biji Padi dan Sepuluh Kuntum Bungo Dani saling impit rangkai diikat sebuah pita Melambangkan kemakmuran dan kebahagiaan masyarakat. seciap bak ayam sedencing bak besi. bak saluko adat Berat samo dipikul ringan samo dijinjing. Rantau Pandan dan Jujuhan. Satu kata lahir dengan batin. rumah berpagar adat. mengutamakan musyawarah dan mufakat. anak-anak negeri seiyo sekato barulah bumi aman padi menjadi.

lambang kesucian terletak pada pita. v Perikehidupan rakyat.id Lambang kabupaten Sarolangun Unsur – Unsur. lambang kesuburan terletak pada dasar lambang (hijau muda) dan kubah mesjid. disimbolkan dengan melambangkan Kubah Mesjid. Hijau. Kuning. Hitam.bungokab. Putih. v Perjuangan. disimbolkan dengan Keris dan Pelito. lambang kesetiaan terletak pada dua garis tebal pinggir dan garis pembagi lambang. v Kebudayaan. Arti dan Makna Serta Warna Lambang Kab. PERGERTIAN LAMBANG v Keagamaan. disimbolkan dengan Ketayo dan Gung. lambang kebesaran terletak pada padi. lambang keberanian yang terletak pada tulisan langkah Serentak Limbai Seayun dan Kabupaten Bungo serta pada api. Sumber : http://www. * Perisai Berwarna Merah : . gung dan latar belakang kubah mesjid. disimbolkan dengan padi dan Garis Sungai.go. Sarolangun * Bentuk Lambang Persegi Lima : Melambangkan kesetiaan Kabupaten Sarolangun pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Dasar Negara “ Pancasila ”.v v v v v WARNA LAMBANG Merah. kelompak Jambu Lipo dan pada Bungo Dani.

yaitu : Sungai Batang Asai. Kabupaten Sarolangun sewaktu Kabupaten ini berdiri. Bukit Tujuh. * Lima Ruas Jembatan Lintas : Melambangkan Lima sungai yang ada di Kabupaten Sarolangun. * Qubah Masjid dan Lima Pintu Masjid : Melambangkan ketaatan masyarakat Kabupaten Sarolangun dalam menjalankan ibadahnya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengamalkan seluruh isi sila-sila dari Pancasila. Batang Air Hitam. * Dasar Warna Hijau Berbukit-bukit : Melambangkan wilayah Kabupaten Sarolangun yang masih subur makmur dengan bukit – bukit yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi Daerah Pertanian. * Empat Ruas Jembatan Gantung : Melambangkan adanya empat kelurahan di Kecamatan Sarolangun. Bukit tersebut yaitu : Bukit Bulan. Jembatan Duo Sebandung : Melambangkan cirri khas Kabupaten Sarolangun dengan adanya jembatan yang menjadi penghubung dan alat pemersatu dalam dan luar kota yang sangat berperan bagi pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Sarolangun. dan Batang Tembesi. * Tiga Tingkat Bangunan di Bawah Pucuk Masjid Berwarna Putih : Melambangkan tampuk Pemerintahan Kabupaten Sarolangun yang terdiri dari eksekutif dan legislative serta mengikutsertakan masyarakat dalam membangun daerahnya disegala bidang dengan hati dan tulus ikhlas. Bukit Rayo. Perbukitan Bantang Asai dan Cagar Alam Bukit Dua Belas. * Dasar Warna Biru : Melambangkan alam Kabupaten Sarolangun yang masih tenteram dan damai. Batang Limun. Perkebunan dan Pertambangan. * Kapas Warna Hitam : . Batang Merangin.Melambangkan keberanian dan jiwa patriotism rakyat Kabupaten Sarolangun dalam menentang penjajahan pada masa lalu untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

yaitu : Kecamatan Sarolangun. * Satu Pintu dan Dua Jendela (Rumah) Adat : Melambangkan pintu keluar masuknya Pimpinan Adat dalam menyelesaikan masalah adat (kusut tempat selesai. * Tali Warna Coklat Tua : Melambangkan ikatan persaudaraan dan tenggang rasa pada masyarakat Kabupaten Sarolangun. Pimpinan Syarak. Limun. Pauh. tempat kusut berselesai. * Warna Hitam Atap Balai Adat : Melambangkan persatuan dan kesatuan Kabupaten Sarolangun. * Jumlah Kapas Dua Belas Tangkai Sepuluh Gelung. yaitu : Pimpinan Adat. silang tempat berpatut) oleh Tiga Pimpinan. * Warna Orange : Melambangkan kemesraan dan keramahtamahan masyarakat Kabupaten Sarolangun. dan Batang Asai. Pelawan Singkut.Melambangkan Kesejahteraan Kabupaten Sarolangun. . * Padi Warna Kuning Emas : Melambangkan kemakmuran masyarakat Kabupaten Sarolangun. * Warna Kuning : Melambangkan kemuliaan hati masyarakat Kabupaten Sarolangun. * Balai Adat : Melambangkan tempat silang dan berpatut. dan Pimpinan Pemerintahan yang disebut tali tigo sepilin. Mandiangin. Dan Padi Kiri dan Kanan Berjumlah Sembilan Butir : Melambangkan peresmian berdirinya Kabupaten Sarolangun pada tanggal 12 Oktober 1999. * Enam Ruas Pintu Tengah Balai Adat : Melambangkan Enam Kecamatan yang ada sewaktu berdirinya Kabupaten Sarolangun.

Marga Simpang Tiga Pauh 4. Marga Datuk Nan Tigo 8. * Sebuah Gong : Melambangkan kebudayaan dan Adat Istiadat Kabupaten Sarolangun . Marga Cermin Nan Gedang 9. Marga Batin Pengambang * Sebuah Keris Lekuk Sembilan Warna Kuning Emas : Melambangkan Kabupaten Sarolangun berada di bawah naungan sebuah Propinsi yang berlambang “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah “. Marga Batin VI Mandiangin 6. Marga Batin VII Tanjung 3. Marga Pelawan 7. Marga tersebut yaitu : 1. Marga Sungai Pinang 12. Marga Batin V Sarolangun 2.* Dua Belas Takah Tangga Warna Putih : Melambangkan adanya dua belas Margo yang ada di kabupaten Sarolangun sebagai asal-usul berdirinya kecamatan yang ada di Kabupaten Sarolangun. Marga Bukit Bulan 10. yaitu berupa penyampaian pesan dari bathin kepada masyarakat. Marga Batang Asai 11. * Warna Coklat Muda Dinding Rumah : Melambangkan tonggak penghubung antara adat dan sara’ yang tersimpul dalam pepatah adat . Marga Air Hitam 5.

Warna merah kuning terdapat pada batu bata 2 tingkat : melambangkan kondisi tanah yang ada di kabupaten Merangin 11. bunga kapas dan mata gong : melambangkan kesucian. 3.yang berbunyi “Adat Bersendi Sara’. 6. Warna merah melekat pada lis pinggir Lambang Daerah yang bersegi lima : melambangkan keberanian. Warna kuning emas dan kuning tua terdapat pada rantai. Warna hijau daun terdapat pada kelopak bunga kapas : melambangkan kesejahteraan. 7. Warna putih dan putih perak terdapat pada seloko. selubung cerano. Lambang Kabupaten Merangin (Bangko) 1. 5. Sara’ Bersendi Kitabullah”. Warna biru terdapat pada dasar lambang daerah : melambangkan ketenteraman dan ketenangan.52% berwarna merah kuning (padsolid). kubah mesjid. Warna coklat terdapat pada pohon karet dan kaki cerano : melambangkan kemakmuran. mata pedang. Warna biru laut terdapat pada gunung dan bukit : melambangkan kesuburan dan kemakmuran. 8. mangkok sadapan karet. * Motto Lambang Daerah “ Sepucuk Adat Serumpun Pseko” Melambangkan Masyarakat Kabupaten Sarolangun bersama Pemerintah Daerah selalu menjunjung tinggi adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan bagian dari pusako Nenek Moyang yang sudah turun temurun dan merupakan warisan dan nilai budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan. 2. padim dinding rumah adat dan gong melambangkan keuangan dan kejayaan. 4. .

Lima buah jenjang dibawah masjid Menggambarkan penjiwaan penduduk akan pancasila F. yaitu: Alim ulama. Gunung dengan warna biru tua Gunung kerinci menunjukkan kebesaran alam Kerinci C. Jenjang sebanyak 5 buah Penduduk kerinci mayoritas beragama islam dan taat menjalankan rukun Islam yang lima E. Empat kunci Menunjukkan empat jenis pemuka masyarakat. Tulisan “Sakti Alam Kerinci” Merupakan moto/semboyan Pemerintah Kabupaten Kerinci . Dasar Biru Daerah kerinci terletak dipegunungan B. Sebelas disebelah kanan menunjukkan tanggal 11 (angka kelahiran kabupaten kerinci) I. Masjid Melambangkan keteguhan masyarakat Kerinci terhadap Tuhan Yang Maha Esa D. Keris Menunjukkan kepahlawanan Rakyat Kerinci G. Gong Menunjukkan persatuan Rakyat dan Ketinggian Kebudayaan H. unsur pemerintah dan pemuda K.Lambang Kabupaten Kerinci A. Sepuluh di sebelah kiri menunjukkan tanggal 10 b. Daun Lima helai di bagian kiri dan delapan helai di sebelah kanan menunjukkan tahun berdirinya Kabupaten Kerinci yakni 1958 J. Padi a. depati ninik mamak.

Kapas = 8 Buah) Cita-cita Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mewujudkan Kondisi Masyarakat yang makmur sejahtera dalam sandang dan pangan. Bermusyawarah untuk mufakat. 3. 2. Mempertahankan Kedaulatan Daerah. Gong Kekuatan Kebudayaan dan adat istiadat Kota Sungai Penuh. Garis-garis yang melingkari Gong adalah Gema Gong berjumlah 11 (sebelas) garis Tanggal terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu tangal 8 (delapan). Penyampaian pesan dari bathin kepada masyarakat. 5. Pigura Diambil dari bentuk atap rumah adat Kota Sungai Penuh. Pintu mesjid berjumlah 8 (Delapan) Tanggal terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu tangal 8 (delapan). Pucuk Larangan atau Undang yang delapan. Padi dan Kapas (Padi = 20 Butir. Padi 20 Butir dan Kapas 8 buah adalah tahun terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu Tahun 2008.Lambang Kota Sungai Penuh 1. Pucuk Larangan atau Undang yang delapan. 6. Mesjid Agung Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh Mesjid Agung Kota Sungai Penuh adalah ikon Kota Sungai Penuh yang menyimpan sejarah (Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Cagar Budaya) dan merupakan kebanggan masyarakat . 4.

b.Kota Sungai Penuh dengan atap bertumpang 3 (tiga). Simbol dari menjunjung tinggi adat istiadat 9.Tulisan Incung Tulisan Incung Kuno yang terdapat hampir disetiap benda Pusaka Kota Sungai Penuh.Sahalun Suhak Salatuh Bdei (motto daerah) Merupakan semboyan yang memperlihatkan kekompakan dan selalu bermusyawarah untuk . yaitu : a. Bintang Bersudut Lima Kesetiaan Masyarakat Kota Sungai Penuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berazaskan Pancasila 8. 7. sedangkan dengan Jambi merupakan hubungan administrasi Pemerintahan yaitu Kota Sungai Penuh merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jambi. 10. Cendikiawan dan Pemuda) dalam pembangunan Kota Sungai Penuh c. berjurai empat. bertumpang tiga. Adat. Ini bermakna secara kekerabatan Kota Sungai Penuh memiliki hubungan dengan Sumatera Barat. pusaka Ninik Mamak dan pusaka Depati. Ini berarti pula bahwa masyarakat Kota Sungai dari dulu sudah bisa menulis/membaca dan mempunyai SDM yang baik untuk berkomunikasi/bermasyarakat serta melakukan kegaiatan lain dalam kehidupan sehari-hari. tulisan ini telah digabungkan dan terbentuklah tulisan incung yang artinya "SAHALUN SUHAK SALATUH BDEI". adalah melambangkan keteguhan masyarakat dalam menjaga 3 pusaka yang telah diwariskan secara turun temurun yaitu pusaka Teganai. melambangkan Kaum 4 jenis bersatu (Ulama. berpucuk satu. Bunga melati air Adalah stempel/cap yang tertera pada piagam/surat kuno baik yang berasal dari Jambi maupun Sumatera Barat masih banyak tersimpan pada tokoh-tokoh adat Kota Sungai Penuh. berkaitan dengan 3 (tiga) filosofi hidup yang dijalankan sehari-hari. melambangkan bahwa masyarakat Kota Sungai Penuh beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. 11. Keris Sebagai Pusaka Suci peninggalan Depati-Depati yang melambang kan perjuangan rakyat Kota Sungai Penuh.

 Hamparan lahan subur/ persawahan. 12.Sungai Penuh ditetapkan sebagai Ibukota Kerinci berdasarkan besluit Pemerintah Belanda Nomor 13 Tahun 1909 tanggal 3 November 1909 (STB Nomor 523). 13. menjalar terus menerus.Gambar ukiran keluk paku kacang belimbing Masyarakat Kota Sungai Penuh dalam menuntut ilmu tidak ada henti-hentinya seperti keluk paku dan akar kacang belimbing yang tidak bertemu ujung dan pangkalnya.Latar Belakang perbukitan dan hamparan sawah Sebagian dari wilayah Kota Sungai Penuh merupakan perbukitan yang kaya akan potensi wisata alam.bermufakat dalam setiap pengambilan keputusan dengan satu kata dan perbuatan.Topografi perbukitan dan hamparan merupakan potensi sekaligus bentuk bentang alam Kota Sungai Penuh. .