P. 1
Sepucuk Jambi Sembilan Lurah

Sepucuk Jambi Sembilan Lurah

|Views: 54|Likes:
Dipublikasikan oleh fryancaka

More info:

Published by: fryancaka on Mar 25, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH

Pada logo Provinsi Jambi yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 1969 tertera kalimat Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. PENGERTIAN LAMBANG DAERAH 1. Bidang dasar persegi lima : Melambangkan jiwa dan semangat PANCASILA Rakyat Jambi. 2. Enam lobang mesjid dan satu keris serta fondasi mesjid dua susun batu diatas lima dan dibawah tujuh : Melambangkan berdirinya daerah Jambi sebagai daerah otonom yang berhak mengatur rumahtangganya sendiri pada tanggal 6 Januari 1957. 3. Sebuah mesjid : Melambangkan keyakinan dan ketaatan Rakyat Jambi dalam beragama. 4. Keris Siginjai : Keris Pusaka yang melambangkan kepahlawanan Rakyat Jambi menentang penjajahan dan kezaliman menggambarkan bulan berdirinya Provinsi Jambi pada bulan Januari. 5. Cerana yang pakai kain penutup persegi sembilan : Melambangkan Keiklasan yang bersumber pada keagungan Tuhan menjiwai Hati Nurani. 6. GONG : Melambangkan jiwa demokrasi yang tersimpul dalam pepatah adat "BULAT AIR DEK PEMBULUH, BULAT KATO DEK MUFAKAT". 7. EMPAT GARIS : Melambangkan sejarah rakyat Jambi dari kerajaan Melayu Jambi hingga menjadi Provinsi Jambi. 8. Tulisan yang berbunyi: "SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH" didalam satu pita yang bergulung tiga dan kedua belah ujungnya bersegi dua melambangkan kebesaran kesatuan wilayah geografis 9 DAS dan lingkup wilayah adat dari Jambi : "SIALANG BELANTAK 9. BESI SAMPAI DURIAN BATAKUK RAJO DAN DIOMBAK NAN BADABUR, TANJUNG JABUNG".

ARTI LAMBANG KOTA JAMBI

Ketentuan mengenai Lambang dan Moto Kota Jambi diatur melalui Perda No. 15 tahun 2002, tentang Lambang Daerah Kota Jambi, yang ditetapkan di Jambi pada tanggal 21 Mei 2002, dan ditandatangani oleh Walikota Jambi, Drs. H. Arifien Manap, MM., dan Ketua DPRD Kota Jambi, H. Zulkifli Somad, SH., MM. Lambang Kota Jambi ini secara filosofis melambangkan identitas sejarah dan kebesaran Kerajaan Melayu Jambi dahulu, dimana didalam lambang tersimpul pula secara simbolik kondisi geografis daerah, dan sosiokultural masyarakatnya. Makna yang tersirat dari bendabenda yang tertera didalamnya terrinci sebagai berikut : BENTUK DAN UKURAN Lambang Kota Jambi berbentuk Perisai dengan bagian yang meruncing dibawah, dikelilingi 3 (tiga) garis dengan warna bagian luar putih, tengah berwarna hijau dan bagian luar berwarna putih. Garis hijau yang mengelilingi lambang pada bagian atas lebih lebar dan didalamnya tercantum tulisan “KOTA JAMBI” yang melambangkan nama daerah dan diapit oleh 2 buah bintang bersudut 5 berwarna putih, yang melambangkan kondisi kehidupan sosial masyarakat Jambi yang terdiri dari berbagai suku dan agama memiliki keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Warna dasar lambang berwarna biru langit. ISI DAN ARTI LAMBANG :: Senapan/Lelo, Gong & Angsa :: Setelah orang Kayo Hitam menikah dengan putri Temenggung Merah Mato yang bernama Putri Mayang Mangurai, maka oleh Temenggung Merah Mato anak dan menantunya itu diberilah sepasang Angsa serta Perahu Kajang Lako kemudian disuruh menghiliri aliran Sungai Batanghari untuk mencari tempat guna mendirikan kerajaan yang baru. Kepada anak dan menantunya tersebut dipesankan bahwa tempat yang akan dipilih ialah dimana

Setelah beberapa hari menghiliri Sungai Batanghari kedua Angsa naik kedarat di sebelah hilir (Kampung Jam). Batang Senamat 6. Batang Asai 2. dijadikan sebagai pusat pemerintahan kerajaannya (Kota Jambi) sekarang ini. Kecamatan Pasar Jambi 2. :: Garis Biru 9 Buah :: Garis-garis ini melambangkan luasnya wilayah Kerajaan Jambi dahulu yang meliputi 9 buah lurah dialiri oleh anak-anak sungai (batang). Dan sesuai dengan amanah mertuanya maka Orang Kayo Hitam dan istrinya Putri Mayang Mangurai beserta pengikutnya mulailah membangun kerajaan baru yang kemudian disebut “Tanah Pilih”. Batang Masurai 4. 35 tahun 2002. kampung Tenadang namanya pada waktu itu. :: Garis Hijau 6 Buah :: Garis ini melambangkan bahwa wilayah Kota Jambi dahulunya secara administratif terdiri dari 6 kecamatan. Dua kecamatan baru tersebut adalah Kecamatan Kota Baru dan Kecamatan Jelutung. Kecamatan Danau Teluk 6. Batang Tebo 9. masing-masing bernama : 1. Kecamatan Jambi Selatan 4. Batang Tembesi Batang-batang ini merupakan Anak Sungai Batanghari yang keseluruhannya itu merupakan wilayah Kerajaan Jambi. yaitu : 1. Sewaktu Orang Kayo Hitam menebas untuk menerangi tempat tersebut ditemukannya sebuah Gong dan Senapan/Lelo yang diberi nama “SITIMANG” dan “SIDJIMAT”. Kecamatan Pelayangan Kecamatan-kecamatan ini dibentuk dengan SK Gubernur Jambi Tanggal 5 Juni 1965 NO. Pada tahun 2002 wilayah Kota Jambi dimekarkan menjadi 8 kecamatan yang terdiri dari 62 kelurahan berdasarkan Perda No. . Kecamatan Jambi Timur 3. Batang Tabir 5. 9/AI/1965. Batang Bungo 8. yan g kemudian kedua benda tersebut menjadi barang Pusaka Kerajaan Jambi yang disimpan di Museum Negeri Jambi. karena barang siapa yang memiliki keris tersebut dialah yang diakui sebagai penguasa atau berkuasa untuk memerintah Kerajaan Jambi. Kecamatan Telanaipura 5.sepasang Angsa naik ketebing dan mupur di tempat tersebut selama dua hari dua malam. Batang Jujuhan 7. :: Keris :: Keris tersebut bernama “KERIS SIGINJAI” dan merupakan lambang kebesaran serta kepahlawanan Raja dan Sultan Jambi dahulu. Batang Merangin 3.

MOTTO “TANAH PILIH PESAKO BETUAH” Kota Jambi mempunyai motto “TANAH PILIH PESAKO BETUAH” yang tertera pada sehelai Pita Emas dibawah Lambang Kota Jambi. b. berpegang teguh dan terikat pada nilai-nilai adat istiadat dan hukum adat serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menggambarkan kehidupan masyarakat Kota Jambi yang rukun. aman. yang mengandung pengertian secara harfiah : a.” . Dan “DJAMBE” ini nama sejenis Pohon Pinang. Propinsi Jambi dan Kota Jambi) Istilah “JAMBI” ini berasal dari perkataan “DJAMBE” (bahasa Jawa). Dan terakhir karena ejaan yang disempurnakan maka istilah “DJAMBE” berubah pula menjadi JAMBI. damai. Melambangkan suatu pernyataan bahwa Kota Jambi adalah berasal dari tanah yang dipilih oleh Raja Jambi untuk dijadikan Pusat Pemerintahan Kerajaan Melayu Jambi yang diwariskan kepada kita yang mempunyai nilai-nilai sejarah yang sangat berharga untuk kita jaga dan pelihara untuk kemudian kita wariskan kepada anak cucu kita kelak. Istilah “DJAMBE” lama kelamaan berubah menjadi “DJAMBI”. Betuah : memiliki kelebihan luar biasa (sakti) yang tidak dimiliki oleh yang lain TANAH PILIH PESAKO BETUAH pada hakekatnya mengandung pengertian sebagai berikut : a.:: Pohon Pinang :: Pohon Pinang melambangkan asalnya isitlah atau perkataan “DJAMBE” dahulu yang kemudiam dipakai sebagai nama untuk menyebut daerah ini (Keresidenan Jambi. Pilih : pilihan yang dipilih dari yang lain dengan teliti c. makmur dan sejahtera lahir-batin karena mengutamakan kegotongroyongan. Tanah : permukaan bumi paling atas atau kondisi area suatu tempat. TANAH PILIH PESAKO BETUAH secara filosofis mengandung pengertian sebagai berikut : “Bahwa Kota Jambi sebagai Pusat Pemerintahan Kota sekaligus sebagai Pusat Sosial Ekonomi serta Kebudayaan juga mencerminkan jiwa masyarakatnya sebagai duta kesatuan baik individu. keluarga dan kelompok maupun secara institusional yang lebih luas. Pesako : warisan c. b.

Sungai melambangkan bahwa Kabupaten Tebo didominasi oleh daerah aliran sungai dan juga merupakan sarana transportasi masyarakat 11.Keluk Paku dalam Tudung layar Kajang Lako melambangkan ragam bias Kabupaten Tebo 13. Perisai persegi lima melambangkan Rukun Islam dan Ideologi Pancasila 2. Keris berlengkuk tujuh yang tidak memakai ulu melambangkan kepatuhan terhadap hukum serta semangat menolak yang bathil dan khufur. Gong melambangkan salah satu alat komunikasi dan alat kesenian masyarakat Kabupaten Tebo 7. kebersamaan dan bahu membahu untuk mencapai tujuan bersama 10. Pintu atau kotak-kotak pada kubah mesjid yang terdiri dari enam buah melambangkan bahwa pada saat pembentukan Kabupaten Tebo terdiri dari enam kecamatan 3.Kubah Mesjid melambangkan bahwa mayoritas Penduduk Kabupaten Tebo beragama Islam .Pita yang bertuliskan "SEENTAK GALAH SERENGKUH DAYUNG" melambangkan identitas sosial. Rantai sembilan di sebelah kanan dan sembilan di sebelah kiri melambangkan persatuan dan kesatuan serta tahun berdirinya Kabupaten Tebo 5. Tali berpintal tigo yang mengikat gong melambangkan kesenian adat. Galah adalah menunjukkan tekat untuk maju dan penolakan terhadap budaya asing yang negatif. jatidiri. Galah dan Dayung. tujuh bilangan ganjil berarti tidak memihak 9. Dayung adalah tanda kekompakan. syara' dan Pemerintah 8. masyarakat Kabupaten Tebo 12.Kabupaten Tebo Arti Logo Kabupaten Tebo 1. Padi nan duo belas kapas nan sepuluh melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran serta tanggal bulan berdirinya Kabupaten Tebo 4. Kajang Lako melambangkan kebesaran dan merupakan alat transportasi pada masa Kesultanan Jambi 6.

 ENAM GERBANG PINTU MESJID Melambangkan 6 (enam) kecamatan awal terbentuknya Kabupaten Muaro Jambi  TIGA PULUH BUAH VENTILASI Melambangkan jumlah awal keanggotaan DPRD Kabupaten Muaro Jambi .KABUPATEN MUARO JAMBI MOTTO "SAILUN SALIMBAI" MAKNA Semangat Kebersamaan/gotong-royong dalam segala aspek kehidupan masyarakat  PERISAI Melambangkan perlindungan dan pertahanan dalam persatuan adat bersendi sarak  KUBAH MESJID Melambangkan agama yang dianut sebagian besar penduduk Kabupaten Muaro Jambi yaitu Agama Islam. Melambangkan bahwa tidak ada tempat bagi orang yang tidak beragama di Kabupaten Muaro Jambi.

9 PETAK KANAN. SUNGAI TERPUTUS Melambangkan bahwa sebagian Kabupaten Muaro Jambi dilalui Sungai Batang Hari dan terputus karena melalui Kota Jambi.  SELARAS DINDING CANDI 12 TINGKAT Melambangkan Hari jadi Kabupaten Muaro Jambi yaitu pada tanggal 12  TANGGA SEPULUH TINGKAT Melambangkan Bulan Hari jadi Kabupaten Muaro Jambi yaitu pada bulan Oktober  PONDASI CANDI. 9 PETAK KIRI Melambangkan Tahun jadi kepahlawanan dan semangat perjuangan untuk menuju cita-cita  SEKIN Melambangkan jiwa kepahlawanan dan semagat perjuangan untuk menuju cita-cita  KARET DAN KELAPA SAWIT Melambangkan Potensi perkebunan masa lalu. Melambangkan salah satu potensi kehidupan dan sarana perhubungan masa lalu dan sekarang. dimana buku merupakan sumber dari Ilmu Pengetahuan. sekarang dan akan datang di Kabupaten Muaro Jambi  MENARA PERTAMBANGAN MINYAK Melambangkan potensi/aset minyak di Kabupaten Muaro Jambi  BUKU Melambangkan Pendidikan. .

Gambar Bambu Runcing menyilang yang diikat dengan kain berwarna merah. dua buah garis tepi berwarna hitam yang melambangkan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang berideologi Pancasila dan menjalankan roda Pemerintahan berdasarkan UUD 1945. . Gambar kerikil yang berbentuk daratan melambangkan bahwa Tanjung Jabung Barat merupakan daerah penghasil pertambangan yang sangat potensial. melambangkan asal mula perjuangan rakyat Tanjung Jabung Barat. Sedangkan kain berwarna merah merupakan sebutan Pejuang Selempang Merah. Gambar Payung yang terletak dibawah gambar bintang. Garis Panjang Ombak yang melengkok-lengkok dibawah gambar perahu layar melambangkan masyarakat Tanjung Jabung Barat yang heterogen dengan keanekaragaman etnis. yang menggambarkan kejujuran. Warna dasar lambang berwarna biru. bagian sudut bergaris tepi warna kuning cerah. Gambar Perahu Layar menggambarkan salah satu potensi alam yang sangat menonjol dalam Tanjung Jabung Barat pada sektor peraian dan merupakan asal kehidupan masyarakat Tanjung Jabung Barat. memiliki makna Tanjung Jabung Barat memiliki adat istiadat yang dapat mengayomi segala aspek kehidupan dalam masyarakat etnis. maju dan berkembangnya Tanjung Jabung Barat dengan memanfaatkan potensi yang ada. agama maupun budaya .Lambang Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar)         ARTI LAMBANG DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT ( Disahkan pada tanggal 20 Maret 2002 oleh DPRD Tanjab Barat ) Lambang daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berbentuk perisai segi lima. agama dan ras menjadi penopang tegak.Ketuhanan Yang Maha Esa . kesucian dan kebijakan dalam segala aspek dari masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Gambar bintang bersisi lima berwarna kuning yang terletak dibawah tulisan Tanjung Jabung Barat melambangkan bahwa bagaimanapun bentuk keanekaragaman yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tetap ber.

ekonomi dan budaya. sekaligus mencerminkan sejarah tahun lahirnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 1965.     Gambar lima buah batu bata putih menggambarkan jumlah kecamatan yang ada pada saat pemekaran. 2. bulat kata dek mufakat. . Gambar gong berwarna coklat yang terletak dibawah gambar batu bata putih menggambarkan bahwa dalam pengambilan keputusan lebih mengutamakan kemufakatan. Pada Lambang Daerah Bagian Atas bertulis “Tanjung Jabung Timur“. Gambar daun kelapa berwarna hijau yang berjumlah 65 helai yang terletak disebelah kanan gambar dalam lambang melambangkan bahwa masyarakat Tanjung Jabung Barat dapat berguna dimana dan kapan saja. sebagaimana kata pepatah Bulat air dek pembuluh. tanggal 10 Agustus. berwarna hitam dengan dasar putih. Garis Tepi yang melingkari Lambang Daerah berwarna hitam. Gambar rantai putih yang menghubungkan gambar padi dan kelapa melambangkan kesejahteraanma syarakat Tanjung Jabung Barat yang saling bantu membantu atau bekerja sama dalam setiap masalah yang dihadapi dalam masyarakat. Lambang Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) 1. Tiga buah garis horizontal yang dibentuk oleh susunan batu bata melambangkan tiga sakti dari Proklamasi Republik Indonesia–sakti politik. Pada bagian bawah dalam lambang terdapat pita berwarna orange yang bertuliskan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan melambangkan bahwa masyarakat Tanjung Jabung Barat yang berbeda etnis dan agama bersama sama dalam memajukan Tanjung Jabung Barat yang sangat potensial untuk mencapai kabupaten yang lebih maju dan berkembang. Gambar padi berwarna kuning berjumlah 10 biji pada sebelah kiri dan delapan biji sebelah kanan yang terletak disebelah kiri dalam lambang melambangkan pangan bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat dan sekaligus mencerminkan sejarah dan tanggal dan bulan lahirnya Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

persatuan dan kesatuan serta musyawarah dan mufakat masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur bekerjasama dengan pemerintah. perahu lancang kuning sebagai alat transportasi dan alat mencari ikan di laut (nelayan) dan mengangkut hasil bumi yang masih bertahan sampai sekarang. Gong : melambangkan adat istiadat Kabupaten Tanjung Jabung Timur yaitu berupa penyampaian pesan untuk bermusyawarah dari pemerintah kepada masyarakat. Padi berjumlah 21 melambangkan tanggal. 8. Tiga Susun Tangga : Melambangkan sejak berdirinya Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdapat 3 (tiga) Kelurahan. 5.   Pada Gapura terdapat Kubah Masjid melambangkan mayoritas masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur beragama Islam.3. 10. Pelabuhan Samudera :   Pelabuhan Samudera merupakan pelabuhan Internasional pusat pelabuhan di Provinsi Jambi. Gapura : Pintu Gerbang. Senjata Kampilan : merupakan salah satu senjata masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur melambangkan sifat-sifat patriotik. 13. 4. keperwiraan dan kepahlawanan dari masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam menegakkan kebenaran. Padi dan Kapas   Melambangkan cita-cita masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam menciptakan dan mencapai kemakmuran sandang dan pangan. 11. Perahu Lancang Kuning : merupakan budaya masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pada Bagian Gapura terdapat Enam Pintu melambangkan enam Kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan selalu membuka kerjasama dengan wilayah lain dalam upaya menciptakan perdamaian dan kemakmuran rakyatnya. Lembaga adat dan Legislatif. kapas berjumlah 10 melambangkan bulan dengan arti bahwa Kabupaten Tanjung Timur secara resmi berdiri pada tanggal. 12. Bidang Dasar Lambang berbentuk Persegi Lima melambangkan jiwa dan semangat Pancasila dari masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pada Sisi Pelabuhan Samudera terdapat kotak-kotak yang berbentuk jajaran genjang terdiri dari 9 kota berwarna hitam dan 9 kotak berwarna kuning melambangkan Tahun 1999 berdirinya Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Pita yang bertuliskan : “ Sepujuk Nipah Serumpun Nibung “ merupakan semboyan ke gotong -royongan. 9. 21 Oktober 1999. Api dan Obor : melambangkan Potensi Kabupaten Tanjung Jabung Timur kaya akan minyak dan gas bumi. Enam Buah Kotak Persegitiga : Merupakan salah satu senjata masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdapat 6 (enam) Kecamatan. karena Kabupaten Tanjung Jabung Timur merupakan pintu masuk ke Provinsi Jambi melalui jalur air/sungai. . 7. 6.

melambangkan banyaknya terdapat tambang minyak sebagai komoditi utama. Lambang berbentuk perisai segi lima dilingkari garis putih yang mengandung makna kesucian. Didalamnya terdapat warna. 3. Warna Biru. lantai dan dinding rumah. melambangkan kekayaan alam dan keagungan serta kebesaran rakyat Batanghari. Warna Kuning. Menara Minyak. melambangkan kesuburan. NIPAH : sejenis tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat dipinggiran sungai di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sebagian besar dipergunakan untuk atap rumah. yang artinya menunjukkan watak dan adat rakyat kab. Lembaga adat dan Legislatif yang senantiasa mengayumi masyarakat. Lambang Kabupaten Batang Hari                 1. NIBUNG : sejenis tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. melambangkan kejayaan kerajaan dan perjuangan rakyat Jambi termasuk rakyat Kab. 2. Batanghari sebagai nama kabupaten dan “Serentak Bak Regam. Keris Siginjai. sebagai berikut : Warna Hijau. satu cabang ke kiri adalah sungai Batang Tembesi dan cabang ke kanan sungai Batanghari. menunjukkan sungai Batanghari yang mengalir membelah Kabupaten Batanghari. Pohon Karet. Dalam perisai terdapat gambar : Sungai bercabang dua menunjukkan geografi Batanghari. Batanghari yang seiya sekata (musyawarah dan mufakat). dapat dipergunakan untuk tongkat atau tiang. melambangkan masyarakat Batanghari yang agamis terutama agama islam.  . melambangkan akan kesuburan dan kekayaan alam. SERUMPUN NIBUNG : melambangkan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terdiri dari berbagai etnis (suku) namun mereka tetap bersatu dalam membangun Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Puncak Mesjid. Didalam lambang terdapat tulisan Kab.    SEPUCUK NIPAH : melambangkan antara Pemerintah. Batanghari.

Jumlah Kelopak Bunga Jambu Lipo Sebanyak 8 Helai Melambangkan Kabupaten Bungo terdiri dari 8 buah eks marga yaitu Bathin II Ilir. Bathin VII Pelepat. Bathin II Ulu dan Bathin VII menjadi Kecamatan Rantau Pandan. Bathin V/VII menjadi Kecamatan Tanah Tumbuh. Bathin V/VII Tanah Tumbuh. Ketayo Pelito dan Keris dengan latar belakang gung Ketoya Pelito merupakan alat penerang/lampu. Marga Tanah Sepenggal menjadi Kecamatan Tanah Sepengggal dan Marga Jujuhan menjadi Kecamatan Jujuhan. dasar kehidupan dan penghidupan masyarakat. Serta melambangkan lima induk UU sebagai dasar hukum (adat). Dibutuhkan orang-orang yang pandai untuk membuat suatu lambang dan arti dari lambang yang dibuat tersebut. Dari suatu lambang dapat di ketahui karakteristik suatu daerah dan juga kehidupan masyarakatnya. maka untuk membuatnyapun tidak segampang membalikkan telapak tangan. Kemudian Bathin II Ilir dan Bathin II Babeko menjadi Kecamatan Muara Bungo. Bathin II Babeko.Lambang Kabupaten Bungo Lambang bagi suatu daerah memiliki arti yang teramat dalam. Begitu bermaknanya arti sebuah lambang. Bathin III Ulu. karya khas masyarakat Bungo serta Simbolis mengandung arti sebagai pelita yang tak kunjung padam adalah simbol masyarakat daerah ini yang tak kenal menyerah. mungkin masih sedikit masyarakat Bungo yang mengetahui arti dari setiap gambar dan garis yang ada pada lambang Kabupaten Bungo. Keris dengan Lima Letukan Ujung Lancip yang berdiri tegak lurus dibelakang ketayo Adalah lambang perjuangan menentang penjajahan dan kemelaratan. Marga Pelepat Menjadi Kecamatan Pelepat. Sampai saat ini. Tanah Sepenggal dan Jujuhan. . dimana hal ini merupakan semangat juang terus hidup sepanjang zaman berdasarkan dan dipimpin oleh hikmah.

seciap bak ayam sedencing bak besi. haruslah tudung menudung bak daun sirih. buah-buahan segalo menjadi. mengutamakan musyawarah dan mufakat. Sebagai simbol persatuan dan disiplin.Kubah Mesjid Melambangkan keagamaan dan ketaqwaan serta kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Masyarakat Kabupaten Bungo yang berdiam didalam negeri berpagar. satu kata batin dengan penghulu (pimpinan) selarik sejajar. Tanah Tumbuh. rumah berpagar adat. Dua garis tebal vertikel dan dua buah garis horizontal yang menjadi enam buah ruang yang hampir sama ukurannya. cerdik sehukum. Sedangkan jumlah biji sebanyak 19 buah sebagai lambang 19 dan 10 kuntum Bungo Dani sebagai lambang bulan 10. Rantai yang terletak pada posisi antara dua garis tebal melambangkan Kabupaten Bungo sebagai kabupaten induk berdiri tahun 1945. lemang terbujur diatas dapur. v v v . baru basuo bak kato seluko adat keayik cemetik keno. tepian berpagar baso. sekato mulut dengan hati. lembgo sama-sama dituang. Rantau Pandan dan Jujuhan. adat sama diisi. di mana masyarakat Kabupaten Bungo sangat meyakini dalam semua aspirasi dan etika masyarakat tidak akan tercapai tanpa ridho Tuhan YME. kok malang samo merugi bak balado samo mendapat serta terendam samo basah terampai samo kering. jahit menjahit bak daun petai. rumput mudo kerbaunyo gemuk. Melambangkan bahwa Kabupaten Bungo adalah sebanyak enam kecamatan yaitu Muara Bungo. baumo mendapat padi. satu kato dengan pembicaraan. Garis tebal berliku-liku sebanyak empat buah melambangkan adanya empat sungai besar dalam daerah Kabupaten Bungo yaitu Sungai Batang Tebo. dimana sungai-sungai tersebut sangat potensial sebagai sumber kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Satu kata lahir dengan batin. Sungai Batang Bungo. dimana tanggal dan bulan ini Daerah Tingkat II Kabupaten Bungo Tebo di resmikan yang tetap dipertahankan simbol Kabupaten Bungo sebagai kabupaten induk. memelihara persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. hati tungau sama dicecah. karena kepada-Nya lah manusia berserah diri. Anak negeri seiyo sekato bersama-sama pemimpin dalam membangun derah. anak-anak negeri seiyo sekato barulah bumi aman padi menjadi. kebukit samo mendaki kelurah samo menurun ado samo dimakan idak samo dicari. Pelepat. malam seagama. Tanah Sepenggal. Sembilan Belas Biji Padi dan Sepuluh Kuntum Bungo Dani saling impit rangkai diikat sebuah pita Melambangkan kemakmuran dan kebahagiaan masyarakat. anak negeri aman makmur. Pita Bertulis Motto Kabupaten Bungo dalam bahasa daerah bertulis langkah serentak limbai seayun yang bermaksud : Sebagai pernyataan bahwa anak negeri mempunyai sifat watak dan pendirian. Undang. Sungai Batang Pelepat dan Sungai Batang Jujuhan. hati gajah sama dilapah. Anak Negeri seukur. kedarat durian gugur. tuo-tou searah seayun. bak saluko adat Berat samo dipikul ringan samo dijinjing. sedangkan mata rantai yang berjumlah 65 buah melambangkan tahun 65 (1965) sebagai tahun berdirinya Kabupaten Bungo. menambang mendapat emeh (emas). peritah samo dipatuhi.

go. disimbolkan dengan Keris dan Pelito. PERGERTIAN LAMBANG v Keagamaan. v Perikehidupan rakyat. kelompak Jambu Lipo dan pada Bungo Dani. Sumber : http://www. v Perjuangan. lambang keberanian yang terletak pada tulisan langkah Serentak Limbai Seayun dan Kabupaten Bungo serta pada api. disimbolkan dengan padi dan Garis Sungai. Putih. Kuning. disimbolkan dengan Ketayo dan Gung.bungokab. Hijau. gung dan latar belakang kubah mesjid. lambang kesuburan terletak pada dasar lambang (hijau muda) dan kubah mesjid.v v v v v WARNA LAMBANG Merah. lambang kebesaran terletak pada padi.id Lambang kabupaten Sarolangun Unsur – Unsur. * Perisai Berwarna Merah : . lambang kesucian terletak pada pita. lambang kesetiaan terletak pada dua garis tebal pinggir dan garis pembagi lambang. disimbolkan dengan melambangkan Kubah Mesjid. Hitam. Arti dan Makna Serta Warna Lambang Kab. v Kebudayaan. Sarolangun * Bentuk Lambang Persegi Lima : Melambangkan kesetiaan Kabupaten Sarolangun pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Dasar Negara “ Pancasila ”.

Batang Air Hitam. * Dasar Warna Biru : Melambangkan alam Kabupaten Sarolangun yang masih tenteram dan damai. Bukit tersebut yaitu : Bukit Bulan. yaitu : Sungai Batang Asai. Batang Limun. Perbukitan Bantang Asai dan Cagar Alam Bukit Dua Belas. dan Batang Tembesi. Perkebunan dan Pertambangan.Melambangkan keberanian dan jiwa patriotism rakyat Kabupaten Sarolangun dalam menentang penjajahan pada masa lalu untuk mempertahankan kedaulatan wilayahnya. * Tiga Tingkat Bangunan di Bawah Pucuk Masjid Berwarna Putih : Melambangkan tampuk Pemerintahan Kabupaten Sarolangun yang terdiri dari eksekutif dan legislative serta mengikutsertakan masyarakat dalam membangun daerahnya disegala bidang dengan hati dan tulus ikhlas. Jembatan Duo Sebandung : Melambangkan cirri khas Kabupaten Sarolangun dengan adanya jembatan yang menjadi penghubung dan alat pemersatu dalam dan luar kota yang sangat berperan bagi pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Sarolangun. * Qubah Masjid dan Lima Pintu Masjid : Melambangkan ketaatan masyarakat Kabupaten Sarolangun dalam menjalankan ibadahnya kepada Tuhan Yang Maha Esa serta mengamalkan seluruh isi sila-sila dari Pancasila. Bukit Tujuh. * Kapas Warna Hitam : . Bukit Rayo. * Dasar Warna Hijau Berbukit-bukit : Melambangkan wilayah Kabupaten Sarolangun yang masih subur makmur dengan bukit – bukit yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi Daerah Pertanian. * Lima Ruas Jembatan Lintas : Melambangkan Lima sungai yang ada di Kabupaten Sarolangun. Batang Merangin. Kabupaten Sarolangun sewaktu Kabupaten ini berdiri. * Empat Ruas Jembatan Gantung : Melambangkan adanya empat kelurahan di Kecamatan Sarolangun.

* Warna Orange : Melambangkan kemesraan dan keramahtamahan masyarakat Kabupaten Sarolangun. * Jumlah Kapas Dua Belas Tangkai Sepuluh Gelung. dan Batang Asai. * Padi Warna Kuning Emas : Melambangkan kemakmuran masyarakat Kabupaten Sarolangun. * Warna Kuning : Melambangkan kemuliaan hati masyarakat Kabupaten Sarolangun. . * Tali Warna Coklat Tua : Melambangkan ikatan persaudaraan dan tenggang rasa pada masyarakat Kabupaten Sarolangun.Melambangkan Kesejahteraan Kabupaten Sarolangun. silang tempat berpatut) oleh Tiga Pimpinan. * Enam Ruas Pintu Tengah Balai Adat : Melambangkan Enam Kecamatan yang ada sewaktu berdirinya Kabupaten Sarolangun. Dan Padi Kiri dan Kanan Berjumlah Sembilan Butir : Melambangkan peresmian berdirinya Kabupaten Sarolangun pada tanggal 12 Oktober 1999. Pelawan Singkut. * Satu Pintu dan Dua Jendela (Rumah) Adat : Melambangkan pintu keluar masuknya Pimpinan Adat dalam menyelesaikan masalah adat (kusut tempat selesai. tempat kusut berselesai. Pimpinan Syarak. Mandiangin. yaitu : Pimpinan Adat. * Warna Hitam Atap Balai Adat : Melambangkan persatuan dan kesatuan Kabupaten Sarolangun. Limun. yaitu : Kecamatan Sarolangun. Pauh. dan Pimpinan Pemerintahan yang disebut tali tigo sepilin. * Balai Adat : Melambangkan tempat silang dan berpatut.

Marga Batin VI Mandiangin 6. Marga Bukit Bulan 10. Marga Sungai Pinang 12. Marga Air Hitam 5. Marga Pelawan 7. yaitu berupa penyampaian pesan dari bathin kepada masyarakat. * Warna Coklat Muda Dinding Rumah : Melambangkan tonggak penghubung antara adat dan sara’ yang tersimpul dalam pepatah adat . Marga Batin VII Tanjung 3. Marga Batin Pengambang * Sebuah Keris Lekuk Sembilan Warna Kuning Emas : Melambangkan Kabupaten Sarolangun berada di bawah naungan sebuah Propinsi yang berlambang “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah “. Marga Batang Asai 11.* Dua Belas Takah Tangga Warna Putih : Melambangkan adanya dua belas Margo yang ada di kabupaten Sarolangun sebagai asal-usul berdirinya kecamatan yang ada di Kabupaten Sarolangun. Marga Datuk Nan Tigo 8. Marga Batin V Sarolangun 2. * Sebuah Gong : Melambangkan kebudayaan dan Adat Istiadat Kabupaten Sarolangun . Marga Simpang Tiga Pauh 4. Marga Cermin Nan Gedang 9. Marga tersebut yaitu : 1.

Sara’ Bersendi Kitabullah”. Warna kuning emas dan kuning tua terdapat pada rantai. Warna hijau daun terdapat pada kelopak bunga kapas : melambangkan kesejahteraan. * Motto Lambang Daerah “ Sepucuk Adat Serumpun Pseko” Melambangkan Masyarakat Kabupaten Sarolangun bersama Pemerintah Daerah selalu menjunjung tinggi adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan bagian dari pusako Nenek Moyang yang sudah turun temurun dan merupakan warisan dan nilai budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Warna putih dan putih perak terdapat pada seloko. 4. selubung cerano. bunga kapas dan mata gong : melambangkan kesucian. 2.52% berwarna merah kuning (padsolid). Warna coklat terdapat pada pohon karet dan kaki cerano : melambangkan kemakmuran.yang berbunyi “Adat Bersendi Sara’. . Lambang Kabupaten Merangin (Bangko) 1. mangkok sadapan karet. 5. mata pedang. Warna merah kuning terdapat pada batu bata 2 tingkat : melambangkan kondisi tanah yang ada di kabupaten Merangin 11. 6. kubah mesjid. Warna merah melekat pada lis pinggir Lambang Daerah yang bersegi lima : melambangkan keberanian. Warna biru terdapat pada dasar lambang daerah : melambangkan ketenteraman dan ketenangan. 8. 7. 3. padim dinding rumah adat dan gong melambangkan keuangan dan kejayaan. Warna biru laut terdapat pada gunung dan bukit : melambangkan kesuburan dan kemakmuran.

yaitu: Alim ulama. Dasar Biru Daerah kerinci terletak dipegunungan B. Keris Menunjukkan kepahlawanan Rakyat Kerinci G. Empat kunci Menunjukkan empat jenis pemuka masyarakat. Daun Lima helai di bagian kiri dan delapan helai di sebelah kanan menunjukkan tahun berdirinya Kabupaten Kerinci yakni 1958 J. Masjid Melambangkan keteguhan masyarakat Kerinci terhadap Tuhan Yang Maha Esa D. Sepuluh di sebelah kiri menunjukkan tanggal 10 b. Jenjang sebanyak 5 buah Penduduk kerinci mayoritas beragama islam dan taat menjalankan rukun Islam yang lima E. Padi a. Tulisan “Sakti Alam Kerinci” Merupakan moto/semboyan Pemerintah Kabupaten Kerinci . Gong Menunjukkan persatuan Rakyat dan Ketinggian Kebudayaan H.Lambang Kabupaten Kerinci A. Gunung dengan warna biru tua Gunung kerinci menunjukkan kebesaran alam Kerinci C. Sebelas disebelah kanan menunjukkan tanggal 11 (angka kelahiran kabupaten kerinci) I. Lima buah jenjang dibawah masjid Menggambarkan penjiwaan penduduk akan pancasila F. unsur pemerintah dan pemuda K. depati ninik mamak.

Padi dan Kapas (Padi = 20 Butir. Gong Kekuatan Kebudayaan dan adat istiadat Kota Sungai Penuh. Bermusyawarah untuk mufakat. Pucuk Larangan atau Undang yang delapan. Garis-garis yang melingkari Gong adalah Gema Gong berjumlah 11 (sebelas) garis Tanggal terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu tangal 8 (delapan). Pucuk Larangan atau Undang yang delapan. 5. Mempertahankan Kedaulatan Daerah. Mesjid Agung Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh Mesjid Agung Kota Sungai Penuh adalah ikon Kota Sungai Penuh yang menyimpan sejarah (Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Cagar Budaya) dan merupakan kebanggan masyarakat . Padi 20 Butir dan Kapas 8 buah adalah tahun terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu Tahun 2008. 2.Lambang Kota Sungai Penuh 1.Kapas = 8 Buah) Cita-cita Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk mewujudkan Kondisi Masyarakat yang makmur sejahtera dalam sandang dan pangan. 6. Pintu mesjid berjumlah 8 (Delapan) Tanggal terbentuknya Kota Sungai Penuh yaitu tangal 8 (delapan). 3. Penyampaian pesan dari bathin kepada masyarakat. Pigura Diambil dari bentuk atap rumah adat Kota Sungai Penuh. 4.

Kota Sungai Penuh dengan atap bertumpang 3 (tiga). Simbol dari menjunjung tinggi adat istiadat 9. b. berpucuk satu. yaitu : a. tulisan ini telah digabungkan dan terbentuklah tulisan incung yang artinya "SAHALUN SUHAK SALATUH BDEI". Cendikiawan dan Pemuda) dalam pembangunan Kota Sungai Penuh c. berkaitan dengan 3 (tiga) filosofi hidup yang dijalankan sehari-hari. bertumpang tiga.Sahalun Suhak Salatuh Bdei (motto daerah) Merupakan semboyan yang memperlihatkan kekompakan dan selalu bermusyawarah untuk . Keris Sebagai Pusaka Suci peninggalan Depati-Depati yang melambang kan perjuangan rakyat Kota Sungai Penuh. Ini bermakna secara kekerabatan Kota Sungai Penuh memiliki hubungan dengan Sumatera Barat. melambangkan bahwa masyarakat Kota Sungai Penuh beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. sedangkan dengan Jambi merupakan hubungan administrasi Pemerintahan yaitu Kota Sungai Penuh merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Jambi. Adat. Bunga melati air Adalah stempel/cap yang tertera pada piagam/surat kuno baik yang berasal dari Jambi maupun Sumatera Barat masih banyak tersimpan pada tokoh-tokoh adat Kota Sungai Penuh. pusaka Ninik Mamak dan pusaka Depati. 7. Ini berarti pula bahwa masyarakat Kota Sungai dari dulu sudah bisa menulis/membaca dan mempunyai SDM yang baik untuk berkomunikasi/bermasyarakat serta melakukan kegaiatan lain dalam kehidupan sehari-hari. 10. melambangkan Kaum 4 jenis bersatu (Ulama.Tulisan Incung Tulisan Incung Kuno yang terdapat hampir disetiap benda Pusaka Kota Sungai Penuh. 11. berjurai empat. adalah melambangkan keteguhan masyarakat dalam menjaga 3 pusaka yang telah diwariskan secara turun temurun yaitu pusaka Teganai. Bintang Bersudut Lima Kesetiaan Masyarakat Kota Sungai Penuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berazaskan Pancasila 8.

Sungai Penuh ditetapkan sebagai Ibukota Kerinci berdasarkan besluit Pemerintah Belanda Nomor 13 Tahun 1909 tanggal 3 November 1909 (STB Nomor 523). Hamparan lahan subur/ persawahan.Topografi perbukitan dan hamparan merupakan potensi sekaligus bentuk bentang alam Kota Sungai Penuh. .Latar Belakang perbukitan dan hamparan sawah Sebagian dari wilayah Kota Sungai Penuh merupakan perbukitan yang kaya akan potensi wisata alam.bermufakat dalam setiap pengambilan keputusan dengan satu kata dan perbuatan. 12. menjalar terus menerus. 13.Gambar ukiran keluk paku kacang belimbing Masyarakat Kota Sungai Penuh dalam menuntut ilmu tidak ada henti-hentinya seperti keluk paku dan akar kacang belimbing yang tidak bertemu ujung dan pangkalnya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->