Anda di halaman 1dari 2

GINGIVITIS Gingivitis adalah peradangan pada gusi (gingiva) yang sering terjadi dan bias timbul kapan saja

setelah timbulnya gigi. Gingivitis merupakan tahap awal dari timbulnya penyakit gusi, peradangan disebabkan oleh plak yang terbentuk disekitar gusi. Jika pembersihan gigi yang dilakukan setiap hari tak mampu membersihkan dan mengangkat plak yang terbentuk, hal itu bias memproduksi racun yang bias menyebabkan iritasi pada lapisan luar gusi, dan timbulah gingivitis. Jika gusi berdarah saat kita menyikat gigi atau membersihkan gigi dengan benang gigi sebagai tahap awal penyakit gusi, kerusakan lebih lanjut bias diatasi asalkan tulang dan jaringan luar gusi yang menyangga gigi yang terinfeksi tersebut masih belum terinfeksi juga. Gingivitis hamper selalu terjadi akibat penggosokan dan flossing (membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi) yang tidak benart, sehingga plak tetap ada disepanjang garis gusi. Plak merupakan suatu lapisan yang terutama terdiri dari bakteri. Bakteri yang sering menyebabkan terjadinya plak pada Gingivitis Borelia Vincent dan Baccilus fusiformis. Untuk mencegah terjadinya Gingivitis, yaitu dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut serta control rutin ke dokter minimal 6 bulan sekali. Karang gigi (Calculus) merupakan kumpulan plak termineralisasi (pembentukan mineral seperti batukarang) yang menempel pada permukaan gigi berdasarkan lokasinya, karang gigi ada di supragingiva (permukaan gigi diatas gusi) dan di subgingiva (permukaan gigi dibawah gusi) terutama pada daerah-daerah gigi yang sulit dibersihkan. Ada tiga factor utama penyebab timbulnya plak gigi, yaitu lingkungan fisik, waktu dan adanya nutrient. ETIOLOGI GINGIVITIS Gingivitis hampir selalu terjadi penggosokan dan flossing (membersihkan gigi dengan menggunakan benang gigi) yang tidak benar, sehingga plak tetap ada disepanjang garis gusi. Plak merupakan suatu lapisan yang terutama terdiri dari bakteri. Plak lebih sering menempel pada tambalan yang salah satu atau disekitar gigi yang terletak bersebelahan dengan gigi palsu yang jarang dibersihkan. Jika plak tetap melekat pada gigi selama lebih dari 72 jam, maka akan mengeras dan membentuk karang gigi (kalkulus flossing (benang gigi) Ada tiga factor utama penyebab timbulnya plak gigi, yaitu lingkungan fisik, waktu dan adanya nutrient. Lingkungan fisik yang mempengaruhi pembentukan plak gigi adalah anatomi dan posisi gigi, anatomi jaringan sekitar gigi, struktur permukaan gigi, gesekan oleh makanan dan jaringan sekitarnya, serta tindakan kebersihan mulut. Pengaruh waktu pada pembentukan plak gigi adalah semakin menumpukknya plak gigi seiring dengan waktu. Artinya, jika plak gigi tidak secepatnya dibersihkan, maka akan semakin banyak terdapat plak pada permukaan gigi Adanya pengaruh nutrient muncul dalam bentuk air ludah, cairan gusi, makanan atau minuman. Plak merupakan penyebab utama dari gingivitis. Factor lainnya yang akan semakin memperburuk peradangan adalah : - Kehamilan - Pubertas - Pil kb Obat-obat tertentu bias menyebabkan pertumbuhan gusi yang berlebihan sehingga plak sulit dibersihkan dan terjadilah gingivitis. Obat-obat tersebut adalah : - Fenitoin (obat anti kejang - Siklosporin (diminum oleh penderita yang menjalani pencangkokan organ - Calcium channel blocker (misalnya nifedipin, obat untuk mengendalikan tekanan darah dan kelainan irama jantung) - Pil atau suntukan KB

Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan gingivitis, dimana gusi meradang dan mudah berdarah. Kekurangan Niasin (Pellagra) juga bias menyebabkan peradangan dan pendarahan gusi, serta mempermudah terjadinya infeksi mulut. Pada kehamilan, Gingivitis bisa semakin memburuk. Hal ini terutama disebabkan oleh perubahan hormonal. Keadaan ini didukung oleh kurangnya menjaga kebersihan mulut karena wanita hamil sering merasa mual di pagi hari. Selama kehamilan,iritasi ringan (yang paling sering adalah pembentukan karang gigi) bias menyebabkan pertumbuhan berlebihan dari jaringan gusi yang menyerupai benjolan. Keadaan ini disebut tumor kehamilan. Jika terluka atau pada saat makan, jaringan gusi yang membengkak ini mudah mengalami pendarahan. Jumlah karang gigi pada perokok cenderung lebih banyak dari pada yang bukan perokok. Karang gigi yang tidak dibersihkan dapat menimbulkan berbagai keluhan seperti Gingivitis atau gusi berdarah. Disamping itu hasil pembakaran rokok dapat menyebabkan gangguan sirkulasi peredaran darah ke gusi sehingga mudah terjangkit penyakit. KLASIFIKASI GINGIVITIS Menurut klasifikasinya, Gingivitis terbagi dalam beberapa bagian, meliputi : Gingivitis Marginalis - Batas gingival berwarna merah tua - Ada pembengkakan - Terutama terdapat pada garis remaja Gingivitis Atrophicans - Gingival mengisut, batas pocket membengkak - Calcullus subgingival (+) Gingivitis Hypertrophicans - Sifatnya kronis dan tidak sakit - Gingival membengkak - Terutama terdapat pada gadis dan wanita gravid Gingivitis Gravidarum Terutama terdapat pada gravid yang lebih dari 4 bulan Gingivitis Plaunt Vincent - Interdental papil necrose dan ulcera - Bau busuk - Ada demam - Rasa sakit (+) - Kelenjar lymphe membesar - Gingiva merah dan ada pendarahan - Kadang-kadang gigi goyah - Laboratorium : Borellia vincenti dan Bacillus fusiformis Gingivitis Herpetika - Demam - Bibir bengkak dan kering - Gingiva merah dan bengkak - Etiologi : herpes virus Gingivitis Desquamatif Merupakan suatu keadaan yang paling sering ditemukan pada wanita pasca menopause. Lapisan gusi yang paling luar terpisah dari jaringan dibawahnya. Gusi menjadi sangat longgar sehingga lapisan terluarnya bias digerakkan dengan kapas lidi - Etiologi : makanan panas, obat-obatan dan trauma (tusuk gigi) - Gingival meluas dan membengkak