Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IMAN DAN TAKWA

Disusun Oleh: 1. Akbar Hidayatullah Zaini 115040201111031 2. Yulita Ningtias 3. Yurika Diana Fitri 115040201111323 115040200111046

Kelompok : 5 Kelas : P

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013

IMAN DAN TAKWA 1. Pengertian Iman Kata Iman Berasal dari kata kerja amina-yumanu-amanan yang berarti percaya. Oleh karena itu, iman yang berarti percaya menunjuk sikap batin yang terletak dalam hati. Menurut istilah, iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata. Implementasi keimanan yang dikaji pada hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Muslim dapat dieraikan sebagai berikut : a. Iman kepada Allah b. Iman kepada Malaikat-malaikat-Nya c. Iman kepada KitabNya d. Iman kepada RasulNya e. Iman kepada Hari Akhir f. Iman kepada Ketentuan dari Allah 2. Wujud Iman Akidah islam dalam al-Quran disebuut iman. Iman bukan hanya berarti percaya, melainkan keyakinan yang mendoorong seorang muslim untuk berbuat. Oleh karena itu lapangan iman sangat luas, bahkan mencakup segala sesuatu yang dilakukan seorang muslim yang disebut amal saleh. Akidah isalam aadalaah bagian yang paling pokok dalam agama Islam. Ia merupakan keyakinan yang menjadi dasar dari segala sesuatu tindakan atau amal. Akidah Islam atau iman mengikat sesorang muslim , sehingga ia terikat dengan segala aturan hukum yang datang dari islam, oleh karena itu menjadi seseorang muslim berarati meyakini dan melaksanakan segala sesuatu yang diatur dalam ajaran Islam. Seluruh hidupnya didasarkan pada ajaran Islam.

3. Proses Terbentuknya Iman Ibu yang sedang mengandung tidak lepas dari pengaruh suami, maka secara tidak langsung pandangan dan sikap hidup suami juga berpengaruh secara psikoogis terhadap bayi yang sedang dikandung, oleh karena itu jika seseorang ingin anaknya kelak menjadi mukmin yang mutaqqin, maka suami isteri hendaknya berpandngan dan bersikap sesuai dengan yang dikehendaki Allah. Benih Iman yang dibawa sejak dalam kandungan imemerlukan pemupukan yang berkesinambungan. Benih yang unggul bila tidak disertai pemeliharan yang intensif, besar kemungkinan menjadi punah. Demikian pula dengan benih iman. Pengaruh pendidikan keluarga juga menjadi pengaruh yang besar terhadap anak. Seseorang yang menghendaki anaknya menjadi mukmin kepada Allah, malka ajaran allah harus diperkenalkan sedini mungkin sesuai dengan kemampuan anak itu dari tangkat verbal sampai tingkat pemahaman. Disamping proses pengenalan, proses pembiasaan juga perlu diperhatikan. Anak harus dibiasakan untuk melaksanakan apa yang diperintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.dalam keadaan tertentu, sifat, arah dan intensitas tingkah laku dapat dipengaruhi melalui campur tangan secara langsung, yakni dalam bentuk intervensi terhadap interaksi yang terjadi. Dalam hal ini dijelaskan beberapa prinsip dengan mengemukakan implikasi metodologinya yaitu :prinsip pembinaan berkesinambungan, prinsip internalisasi dan individualisasi, prinsip sosialisasi, prinsip konsistensi dan koherensi dan prinsip intergrasi. 4. Tanda-tanda orang yang beriman Al-Quran menjelaskan tanda-tanda orang yang beriman sebagai berikut : 1. Jika disebut nama Allah, maka bergetar hatinya dan berusaha agar ilmu Allah tidak lepas dari syaraf memorinya jika dibacakan ayat Allah bergejoak hatinya untuk melaksanakan (al-anfal :2). 2. Senantiasa tawakkal, yaitu bekerja keras berdasarkan kerangka ilmu Allah, diiringi dengan doa yaitu harapan untuk tetap hidup dengan ajaran Allah dan Sunnah Rasul (ali

Imran : 120, al-maidah :12, al-anfal : 2, at-taubah : 52, Ibrahim ; 11, Mujadalah : 10, dan at-taghabun : 13) 3. Tertib dalam melaksanakan salat dan selalu menjaga pelaksanaannya (al-anfal : 3 dan almuminun : 2, 7) 4. Menafkahkan rezeki yang diterimanya (al-anfal :3 dan al-muminun : 4) 5. Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan (al-muminun : 3, 5) 6. Memelihara amanah dan menempati janji (al-muminun : 6) 7. Berjihad dijalan Allah dan suka menolong (al-anfal : 74) 8. Tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin (an-nur ; 62) Akidah Islam sebagai keyakinan membentuk perilaku bahkan mempengaruhi kehidupan seorang muslim. Abu Ala Maududi menyebutkan tanda orang yang beriman sebagai berikut ; 1. Menjauhkan diri dari pandangan yang sempit dan picik. 2. Mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri dan tahu harga diri. 3. Mempunyai sifat rendah hati dan khidmat. 4. Senantiasa jujur dan adil. 5. Tidak bersifat murung dan putus asa dalam menghadapi setiap persoalan dan situasi. 6. Mempunyai pendirian yang teguh, kesabaran, ketabahan dan optimisme. 7. Mempunyai sifat ksatria, semangat dan berani, tidak gentar menghadapi resiko, bahkan tidak takut terhadap maut. 8. Mempunyai sikap hidup damai da ridha. 9. Patuh dan taat, disiplin menjalankan peraturan Illahi. 5. Korelasi Keimanan dan Ketakwaan Keimanan pada keesaan Allah yang dikenal dengan istilah tauhid dibagi menjadi dua, yaitu tauhid teoritis dan tauhid praktis. Tauhid teoritis adalah tauhid yang membahas tentang keesaan Zat, keesaan sifat, dan keesaan perbuatan Tuhan. Tauhid praktis yang juga tauhid ibadah, berhubungan dengan amal ibadah manusia. Tauhid praktis merupakan terapan dari tauhid teoritis.kalimat laa ilaaha illahllah (tidak ada Tuhan selain Allah) lebih menekankan

pengertian tauhid praktis (tauhid ibadah) tauhid ibadah adalah ketaatan hanya kepada Allah. Dengan kata lain, tidak ada yang disembah selain Allah, atau yang berhak disembah hanyalah Allah semata dan menjadikan-Nya tempat tumpuan hati dan tujuan segala gerak dan langkah. Dalam pandangan Islam, yang dimaksud dengan tauhid yang sempurna adalah tauhid yang tercemin dalam ibadah dan dalam perbuatan praktis kehiduopan manusia sehari-hari, dengan kata lain, harus ada kesatuan dan keharmonisan tauhid teoritis dan tauhoid praktis dalam diri dab kehidupan sehari-hari secara murni dan konsekuen. Dalam menegakkan tauhid, seseorang harus enyatukan iman dan amal, konsep pikiran dan pelaksaan, pikiran dan perbuatan, serta teks dan konteks. Oleh karena itu seseorang baru dinyatakan beriman dan bertakwa, apabila sudah mengucapkan kalimat tauhid dalam syahadat asyahadu alla ilaaha ilaha illa Alah, kemudian diikuti dengan mengamalkan semua perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. 6. Implementasi Iman dan takwa dalam kehidupan Modern 1. Probematika, tantangan, dan resiko dalam kehidupan modern. Diantara problematika dalam kehidupan modern adalah masalah sosial budaya yang sudah establised, sehingga sulit sekali memperbaikinya. Pada milenium ketiga indonesia sideskripsikan sebagai masyarakat yang antara satu dengan yang lainnya saling bermusuhan. Hal ini oleh Ali Imran 103, sebagai kehidupan yang terlibat dalam wujud saling bermusuhan (idz kuntum adaaan),yaitu suatu wujud kehidupan yang berada pada ancaman kehancuran. Untuk membebaskan bangsa dari berbagai persoalan-persoalan perlu diadakn revolusi pandangan. Dalam kaitan ini,iman dan taqwa yang dapat berperan menyelasaikan problema dan tantangan kehidupan modern tersebut. 2. Peran Iman dan takwa dalam menjawab Problematika dan tantangan kehidupan modern Pengaruh Iman terhadap kehidupan manusia sangat besar. Berikut ini dikemukakan beberapa pokok manfaaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia. 1. Iman melenyapkan kepercayaan pada kekuasaan benda. Orang yang beriman hanya pad kekuatan dan kekuasaan Allah bila Allah hendak memberikan pertolongan

atau menimpakan musibah dan bencana maka tidak ada satupun yang dapat mencegahnya. Kepercayaan dan keyakinan yang demikian menghilangkan sikap mendewa-dewakan manusia yang kebetulan mempunyai kekuasaan, menghilangakan kepercayaan dan kesaktian pada benda-benda keramat. 2. Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut. Orang yang beriman yakin sepenuhnya bahwa kematian ada di tangan Allah. Pegangan orang beriman mengenai soal hidup dan mati adalah firman Allah dalam QS. 4 (al-nisa : 78) 3. Iman menanamkan sikap self help dalam kehidupan. Banyak orang melepaskan pendirianya dan prinsip demi kepentingan materi dalam kehidupannya. Peganagn orang yang beriman dalam hal ini ialah firman Allah QS. 11 (Hud : 6) 4. Iman memberikan kentraman jiwa. Orang yang beriman mempunyai keseimbangn, hatinya tentram (mutmainah), dan jiwanya tenang (sakinah), seperti dijelaskan firman Allah QS. 13 (al-radu : 28) 5. Iman mewujudkan kehidupan yang baik (hayyatan tayibah). Kehidupan manusia yang baik adalah kehidupan orang yang selalu melakukan kebaikan dan mengerjakan perbuatan yang baik. Hal ini dijelaskan dalam QS. 16 (an-nahl : 97) 6. Iman melahirkan sikap ikhlas dan konsekuensi. Iman memberikan pengaruh pada sesorang untuk selalu berbuat dengan ikhlas , tanpa pamrih, kecuali keridaan Allah.orang yang beriman senatiasa konsekuen dengan apa yang telah diikrarkannya, baik dengan lidah maupun dengan hatinya. Seperti yang dijelaskan dalam QS.6 (al-anam : 162) 7. Iman memberikan keberuntungan. Orang yang beriman selalu berjalan pada arah yang benar, karena Allah membimbing dan mengarahkan pada tujuan hidup ayng hakiki. Hal ini dijelaskan dalam QS.2 (al-baqarah : 5) 8. Iman mencegah penyakit. Pengaruh dan keberhasilan kelenjar hipofise ditentukan oleh gen pembawa sifat yang dibawa manusia semenjak masih berbentuk zygot dalam rahim ibu, iman mampu mengatur hormon dan membentuk gerak, tingkah laku, dan akhlak manusia, Jika pengaruh tanggapan yang baik inderas maupun akal terjadi perubahan fisiologis seperti takut, marah, putus asa dan lemah maka keadaan ini dapat dinormalisir oleh iman oleh karena itu orang yang dikontrol oleh iman tidak akan mudah terkena penyakit modern seperti darah tinggi dan kanker sebaliknya bila manusia tidak dikontrol

oleh iman maka manusia akan dapat mendapatkan kematian karen mendapatkan penyakit. Demikan pengaruh dan manfaat iman pada kehidupan manusia, ia bukan hanya sekedar kepercayaan yang berada dalam hati, tetapi menjadi kekuatan yang mendorong dan membentuk sikap dan perilaku hidup.