Anda di halaman 1dari 6

Penatalaksanaan DBD pada anak Perjalanan penyakit DBD terbagi atas 3 fase : 1.

Fase demam yang berlangsung selama 2-7 hari. 2. Fase kritis/ bocornya plasma yang berlangsung umumnya hanya 24-48 jam.3. 3. Fase penyembuhan (2-7 hari).Berdasarkan perjalanan penyakit tersebut maka tatalaksana kasus DBDsecara umum dapat dibagi atas 3 fase tadi :1. Fase demam _Terapi simtomatik dan suportif a. Parasetamol 10 mg/kg/dosis setiap 4-6 jam , kompres hangat diberikanapabila pasien masih tetap panas. b. Terapi suportif yang dapat diberikan antara lain larutan oralit, jus buah ataususu dan lain-lain. _Apabila pasien memperlihatkan tanda dehidrasi dan muntah hebat, berikanc airan sesuai kebutuhan dan apabila perlu, berikan cairan intravena. _Semua pasien tersangka dengue harus diawasi dengan ketat setiap hari sejak hari sakit ke-3. Pemantauan 1. Pemeriksaan fisik :

- Tanda vitalWaspadai gejala syok -Perabaan hati Hati yang membesar dan lunak merupakan indikasi mendekati fase kritis,pasien harus diawasi ketat dan dirawat di rumah sakit. 2. Pemeriksaan laboratorium : - Darah tepi Leukopenia < 5000 sel/l dan limfositosis relatif, peningkatan limfositatipikal (mengindikasikan dalam waktu 24 jam pasien akan bebasdemam serta memasuki fase kritis). Trombositopenia mengindikasikan pasien memasuki fase kritis danmemerlukan pengawasan ketat di Rumah Sakit. Peningkatan nilai Ht 10-20% mengindikasikan pasien memasuki fasekritis dan memerlukan terapi cairan intravena apabila pasien tidak dapatminum oral. Pasien harus dirawat dan diberi cairan sesuai kebutuhan.Penurunan Ht merupakan tanda-tanda perdarahan.2. Fase kritis (berlangsung 24-48 jam)Dimulai sekitar hari ke-3 sampai dengan hari ke-5 perjalanan penyakit.Umumnya pada fase ini pasien tidak dapat makan dan minum oleh karenaanoreksia dan atau muntah. a. Tatalaksana Umum Rawat di bangsal khusus atau sudut tersendiri sehingga pasien mudahdiawasi. Catat tanda vital, asupan dan keluaran cairan dalam lembar khusus. Berikan oksigen pada kasus dengan syok. Hentikan perdarahan dengan tindakan yang tepat. Hindari tindakan prosedur yang tidak perlu, seperti pemasangan pipanasogastrik pada perdarahan saluran cerna. b. Tatalaksana cairanIndikasi pemberian cairan intravena : Trombositopenia, peningkatan Ht 10-20%, pasien tidak dapat makan danminum melalui oral. Syok Jenis cairan pilihan :

Kristaloid (jenis cairan pilihan diantaranya : ringer laktat dan ringer asetatterutama pada fase syok)

Koloid (diindikasikan pada keadaan syok berulang atau syok berkepanjangan)Jumlah cairan :

Selama fase kritis pasien harus menerima sejumlah cairan rumatanditambah defisit 5-8% atau setara dehidrasi sedang.

Pada pasien dengan berat badan (BB) lebih dari 40 kg, total cairanintravena setara dengan 2 kali rumatan.

Pada pasien obesitas, perhitungkan cairan intravena berdasar atas BB ideal.c. Pemantauan Syok

Setelah resusitasi awal, pantau pasien 1 sampai 2 jam. Apabila tetesan tidak dapat dikurangi menjadi <10ml/kg/jam, oleh karena tanda nadi tidak stabil(tekanan nadi sempit, cepat dan lemah), ulangi pemeriksaan Ht.

Apabila ada kenaikan Ht, ganti cairan dengan koloid dengan tetesan10ml/kg/jam, siapkan darah dan nilai kembali pasien untuk kemungkinanpemberian transfusi darah apabila diperlukan.

Pada pasien dengan syok

Apabila nilai Ht awal rendah, pikirkan kemungkinan perdarahan internadan pantau nilai Ht lebih sering, apabila ada indikasi berikan transfusidarah.

Koreksi gangguan metabolit dan elektrolit, seperti hipoglikemia,hiponatremia, hipokalsemia, dan asidosis.

Setelah 6 jam, apabila Ht menurun, meski telah diberikan sejumlah besarcairan pengganti, tetesan tidak dapat diturunkan sampai < 10ml/kg/jam,maka pertimbangkan untuk pemberian transfusi darah segera.

3. Fase penyembuhanSecara umum, sebagian besar pasien DBD akan sembuh tanpa komplikasidalam waktu 24-48 jam setelah syok. Indikasi pasien masuk ke dalam fasepenyembuhan adalah : o Keadaan umum membaik o Meningkatnya selera makan o Tanda vital stabil o Ht stabil dan menurun sampai 35-40% o Diuresis cukup o Dapat ditemukan confluent petechial rash (30%) o

Sinus bradikardiCairan intravena harus dihentikan segera apabila memasuki fase ini.Apabila nafsu makan tidak meningkat dan perut terlihat kembung dengan atautanpa penurunan atau menghilangnya bising usus, kadar kalium harus diperiksaoleh karena sering terjadi fase hipokalemia pada fase ini (fase diuresis). Buah-buahan atau jus buah atau larutan oralit dapat diberikan untuk menanggulangigangguan elektrolit ini, (Depkes RI, 2005). II.1.1.12. Komplikasi Perawatan sangat hati-hati harus dilakukan untuk mencegah komplikasiiatrogenik dalam pengobatan DHF/DSS, untuk mengenalinya dengan cepat bilaterjadi dan untuk tidak keliru terhadap komplikasi iatrogenik yang dapat dicegahdan diatasi dengan temuan DHF/DSS normal. Komplikasi ini termasuk sepsis,pneumonia, infeksi luka, dan hidrasi berlebihan. Penggunaan jalur intravenaterkontaminasi dapat mengakibatkan sepsis gram-negatif. Hidrasi berlebihandapat menyebabkan gagal jantung atau pernafasan, yang mungkin dianggap kelirudengan syok, (WHO, 1999). II.1.1.13. Prognosis Prognosis DBD sulit diramalkan. Pasien yang pada waktu masuk keadaanumumnya tampak baik, dalam waktu singkat dapat memburuk dan tidak tertolong.Sebaliknya, pasien yang keadaan umumnya sangat buruk, dengan pengobatan yang adekuat dapat tertolong. Prognosis penyakit tergantung pada diagnosis pastisedini mungkin dan pengawasan pasien terhadap tanda-tanda awal yang mungkinmenunjukan akan timbulnya renjatan, (WHO, 1999).Angka kematian demam dengue bervariasi mulai dari kurang dari 1%untuk demam dengue dengan gejala klasik sampai sebesar 44% pada demamberdarah dengue. (Jelinek, 2000). II.1.1.14. Program Pencegahan DBD Hingga saat ini pemberantasan nyamuk Aedes aegypti merupakan carayang utama untuk memberantas DBD, karena vaksin untuk mencegah dan obatuntuk membasmi virusnya belum tersedia. Cara pemberantasan yang dilakukanadalah terhadap nyamuk dewasa atau jentiknya.Berikut ini adalah cara-cara untuk memberantas baik nyamuk maupun jentiknya :-

Penyemprotan Pemberantasan terhadap nyamuk dewasa dilakukan dengan carapenyemprotan (pengasapan/pengabutan = fogging ) dengan insektisida .Pemberantasan Jentik Pemberantasan terhadap jentik Aedes aegypti yang dikenal denganistilah Pemberantasan sarang Nyamuk Demam berdarah Dengue ( PSN DBD)dilakukan dengan cara : 1. Fisik PSN DBD dilakukan dengan cara 3M, yaitu :1. Menguras tempat-tempat penampungan air sekurang-kurangnyaseminggu sekali.2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air.3. Menguburkan, mengumpulkan, memanfaatkan atau menyingkirkanbarangbarang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kalengbekas, plastik bekas, dan lain-lain. Pada saat ini dikenal pula istilah 3M plus, yaitu k egiatan 3M yangdiperluas.