Anda di halaman 1dari 4

A. Pengertian Jaringan Sosial a.

Pengertian jaringan sosial Jaringan didefinisikan sebagai bangunan, dan memelihara hubungan pribadi atau profesional untuk menciptakan sebuah sistem atau rantai informasi, kontak, dan dukungan. Tujuan jaringan dalam dunia bisnis adalah untuk mengembangkan dan memelihara hubungan dengan orang-orang yang dapat membantu Anda, majikan Anda, dan organisasi. Jaringan yang efektif pada dasarnya terjadi antara 2 orang atau lebih yang membangun hubungan dengan menemukan kepentingan bersama melalui komunikasi dua arah, bermakna dan seimbang. b. Hakekat jaringan sosial Untuk memahami jaringan sosial, Robert MZ Lawang mengemukakan bahwa kita pertama-tama harus memahami apa yang dimaksud dengan jaring/network. Pada dasarnya, jaring berhubungan satu sama lain melalui simpul-simpul. Simpul tersebut dapat kita sebut sebagai orang atau kelompok. Ikatan simpul tersebut dihubungkan dengan media (hubungan sosial) dan diikat dengan kepercayaan. Jaringan yang dibangun memungkinkan adanya pertukaran. Untuk itu, perlu ada komponen-komponen pertukaran, yaitu: i. Aktor individu dan kolektif, ii. Sumber-sumber bernilai yang didistribusikan di antara aktor, iii. Terdapat kesempatan melakukan pertukaran yang digunakan dalam jaringan tersebut, iv. Beberapa peluang pertukaran berkembang menjadi hubungan pertukaran yang digunakan secara aktual, dan v. Hubungan pertukaran terkait satu sama lain dalam struktur jaringan tunggal. B. Jaringan Sosial Sebagai Modal Jaringan sosial merupakan modal karena orang dapat memperoleh keuntungan darinya. Jaringan yang efektif adalah jaringan yang memungkinkan kita dapat

meningkatkan produktivitas, memungkinkan kita dapat bertumbuh, berkembang dan menghayati kemanusiaan kita dengan baik. C. Bagaimana Jaringan Sosial Dibentuk a. Pergaulan dengan orang lain Media yang paling utama untuk membangun jaringan adalah dengan pergaulan. Inti dari jaringan sosial mengacu pada prinsip sosial, yakni bekerja sama lebih mudah mengatasi masalah daripada bekerja sendiri. Jaringan sosial secara sosiologis pada dasarnya dianggap sebagai suatu capital yang sangat penting dalam menunjang aktivitas individu untuk mencapai tujuannya dengan lebih efektif dan efisien. Jaringan memberikan dasar bagi kohesi sosial karena dapat mendorong orang untuk saling kerja sama. Melalui jaringan sosial, seseorang dapat bekerja dengan orang yang tidak dikenalnya karena ada yang menghubungkan mereka. b. Jaringan antar personal Jaringan selalu terjadi antar personal, meskipun kedua belah pihak merupakan wakil dari suatu institusi/yayasan. Setelah adanya kontak pertama, maka ada kemungkinan terbentuknya jaringan atau tidak. Bila ada hal yang akan ditindaklanjuti, atau ada suatu hal yang dapat dipenuhi oleh lawan bicara maka jaringannya sudah terbentuk. Penindaklanjutan tersebut dapat berupa diskusi atau pembicaraan serius. Dan setelah diskusi akan terlihat apakah jaringan tersebut bersifat positif atau tidak, yang juga menentukan langkah kita selanjutnya. c. Jaringan sosial dan teknologi informasi Kemajuan teknologi informasi dapat digunakan untuk memperluas jaringan sosial kita. Melalui jaringan teknologi informasi kita dapat berhubungan dengan berbagai macam orang dengan latar belakang yang berbeda. D. Sifat Jaringan Sosial Menurut Robert MZ Lawang, setiap jaringan sosial pada umumnya harus diukur dengan dua fungsi utama yakni fungsi ekonomi dan fungsi kesejahteraan sosial. Fungsi

ekonomi berkaitan dengan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas yang tinggi. Sedangkan fungsi kesejahteraan sosial menunjuk pada dampak partisipatif, kebersamaan yang diperoleh dari suatu pertumbuhan ekonomi. Maka dari itu, jaringan sosial dianggap merupakan salah satu dimensi dari modal sosial. Modal sosial merupakan salah satu modal penting yang dapat mendukung pencapaian sukses ekonomi. E. Fungsi Jaringan a. Fungsi informative: memungkinkan setiap stakeholder dalam jaringan itu untuk mengetahui informasi yang berhubungan dengan masalah, atau peluang, atau apapun yang berhubungan dengan kegiatan usaha. b. Fungsi akses: kesempatan yang dapat diberikan oleh adanya jaringan dengan orang lain dalam suatu penyediaan suatu barang atau jasa yang tidak dapat dipenuhi secara internal. c. Fungsi lainnya: i. Menyediakan sejumlah keuntungan profesional bagi individu-individu organisasi. ii. Berguna bagi yang menginginkan kemajuan dalam sebuah organisasi maupun mereka yang ingin mencari peluang karir yang baru. iii. Jaminan keselamatan untuk perubahan industri iv. Meningkatkan informasi dan akses kepada sumber daya yang tersedia dan juga membantu mengembangkan pemikiran dan ide-ide. v. Membantu mengembangkan efektivitas bila mencari suatu konsep baru, memulai proyek baru, atau mengembangkan gagasan produk baru. vi. Dapat berkonsultasi dengan orang lain yang lebih ahli untuk menghubungkan pikiran orang lain dengan pengetahuan yang dimiliki. vii. Menjadi hal yang essensial saat pengambilan proyek baru, karena dengan jaringan anda dapat mengetahui orang lain. viii. Dapat mempelajari bisnis yang lebih luas dari organisasi, mengambil tantangan dan kesempatan yang ada. ix. Dapat membantu mengenai kesempatan-kesempatan pekerjaan baru untuk anda

F. Tantangan terhadap Jaringan Sosial a. Kurangnya rasa harga diri dan percaya diri dalam kemampuan dan ketrampilan personal. b. Kesulitan dalam meminta bantuan orang lain dan ketidaksanggupan membalas sesuatu yang berguna secara langsung. c. Menunggu untuk mencapai cita-cita tanpa bantuan khusus dari orang lain. d. Terlalu memperhatikan isu-isu yang sensitif atau informasi-informasi yang kompetitif. G. Strategi untuk Mengembangkan Suatu Jaringan yang Efektif a. Organisasikan jaringan anda yang ada sekarang. b. Kembangkan jaringan kerja anda. c. Memelihara hubungan baik dengan orang lain. d. Mengambil tanggungjawab H. Kesimpulan Jaringan Sosial sangatlah penting dalam kehidupan kerja/berorganisasi. Dia dapat dikatakan sebagai modal kita untuk sukses, karena dengan jaringan kita dapat mengenal orang lain yang mengenal orang lain, dan seterusnya sehingga kapasitas pengembangan karir kita menjadi tidak terbatas. Jaringan dimulai dari diri sendiri pada keluarga, dan secara kontinyu dilanjutkan ke luar ke orang lain. Mulai dari pergaulan sehari-hari hingga pertemuan bisnis dengan orang lain merupakan jalan untuk memperluas jaringan sosial. Dengan adanya teknologi informasi, maka jaringan sosial semakin tidak mengenal batas dan latar belakang. Fungsi dari jaringan sangatlah beragam dan banyak. Namun, tentunya ada tantangan dalam jaringan sosial. Tantangan ini utamanya berasal dari diri sendiri yang merasa tidak cukup baik atau kurang percaya diri. Maka dari itu, kembangkan strategistrategi yang lebih baik untuk mengembangkan jaringan secara efektif.