P. 1
kliping pkn

kliping pkn

|Views: 14|Likes:
Dipublikasikan oleh pollozadanya
jkb
jkb

More info:

Published by: pollozadanya on Mar 26, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2013

pdf

text

original

KLIPING PKN

PEMILU

Disusun Oleh : 1. Alfiani Bagus Pangestu 2. Dewi Ungtien 3. Dewi Nur Chotimah 4. Istiqomah 5. Nur Hayati 6. Riski Putri Utami

Kelas VIII G

DINAS PENDIDIKAN DAN OLAHRAGA
SMP NEGERI 1 GANDRUNGMANGU TAHUN 2013

Suasana

Penghitungan

Suara

Pemilihan Dusun Bukkul
Kesadaran warga untuk hadir memilih kepala daerah dilingkungannya sendiri lebih tinggi dibanding dengan pemilihan umum ataupun pemilihan kepala daerah. Dibuktikan Pemilihan Kepala Dusun yang diselenggarakan hari ini di dua tempat yaitu Dusun Bukkul desa Sungairujing dan Dusun Kuduk-Kuduk desa Patarselamat, kecamatan Sangkapura Pulau Bawean, bisa menekan angka tidak hadir. Ketidakhadiran pemilih yang bisa dihitung dengan jari, dengan alasan pergi ke Singapore, pindah tempat dan berlayar ke daratan Pulau Jawa. Pelaksanaan Pemilihan Kepala Dusun Bukkul desa Sungairujing dilaksanakan di komplek SMAN I Sangkapura, dengan jumlah 71 pemilih yang hadir 69 pemilih dan tidak hadir 2 orang. Prosesi pemilihan berjalan semarak dan mengundang perhatian banyak warga sekitar, untuk menyaksikan penghitungan secara langsung mengetahui siapa kepala dusun yang terpilih. Teknis pelaksanaan sama dengan pemilihan lainnya, yaitu pemilih diharuskan membawa undangan, setelah memilih diwajibkan mencelupkan jari kedalam tinta sebagai tanda sudah melakukan pemilihan. Tiga calon kepala dusun Bukkul desa Sungairujing yaitu Calon No. I Moch. Syahrul Basyar, Calon No. II Taufiqurahman, Calon No III Ahmad Zaerasi. Hasil penghitungan diantara ketiga calon selisih satu angka, antara calon no. 1, 2 dan 3. Calon No I memperoleh 24 suara, calon No. II memperoleh 22 suara, dan calon No. III memperoleh 23 suara. Keputusan akhir penitia pelaksana, memutuskan Calon No. I Moch. Syahrul Basyar sebagai Kepala Dusun Bukkul desa Sungairujing, kecamatan Sangkapura. Dihari yang sama di dusun Kuduk-Kuduk desa Patarselamat Kecamatan Sangkapura diadakan Pemilihan Kepala Dusun dengan dua calon yaitu Jalaluddin dan Ustman, dengan jumlah 148 pemilih, yang hadir 144 pemilih dan tidak hadir 4 pemilih dengan alasan berlayar mengantarkan keluarganya sakit. Hasil penghitungan suara yaitu Jalaluddin memperoleh 76 suara, Ustman memperoleh 67 suara dan tidak sah 1 suara. Terpilih Jalaluddin sebagai pemenang dan ditetapkan sebagai Kepala Dusun Kuduk-Kuduk, desa Patarselamat, kecamatan Sangkapura.

Debat Bakal Calon Walikota Malang
.Melalui rilis persnya, PP OTODA

berpendapat, sebelum dibukanya pendaftaran bakal calon walikota oleh KPUD Kota Malang, acara ini diharapkan bias mendorong masyarakat kota Malang untuk bisa

melakukan penilaian dan melihat kandidat yang akan bersaing, Hingga saat ini di kota Malang sudah sangat banyak yang mengajukan diri, terlihat dari yang sudah mulai mengadakan pendekatan ke masyarakat secara langsung hingga memasang baliho/spanduk yang menyatakan secara terang-terangan sebagai Walikota Malang periode 2013-2018. Pemilihan peserta debat kandidat dilakukan melalui polling masyarakat yang dilakukan harian Jawa Pos Radar Malang. Didapat 15 nama kandidat. Ada pun yang bisa atau berani datang untuk tampil dalam debat ada sembilan orang yaitu, Dwi Cahyono, Sutiaji, Subur Triono, Achmad Suparto, Arif HS, Ya’qud Ananda Gudban, Sri Rahayu, Sofyan Edi Jarwoko dan Mujaiz. Sembilan kandidiat balon tersebut diuji oleh para pakar sebagai dewan panelis, yaitu Ngesti D. Prasetyo (Ketua Dewan Panelis), Prof. A. Erani Yustika, Dr, Jazim Hamidi, Indah Yasminum Sukanti M.Psi, Prof Dr. Joko Saryono, Dr, dr. Jack Rubijoso, Prof. Bisri yang kesemuanya merupakan akademisi perguruan tinggi. Para kandidat balon memaparkan berbagai program di antaranya APBD blak-blakan untuk rakyat, APBD Pro-Rakyat, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, perlindungan ruang terbuka hijau dan berbagai program pemberdayaan, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, penciptaan lapangan kerja. Hal tersebut merupakan strategi jitu masingmasing kandidat untuk memikat daya tarik para masyarakat, pendukung dan konstituennya. Keberhasilan debat ini menjadi barometer pengawalan demokrasi yang sehat bagi pendidikan politik warga negara yang bermartabat dan mensejahterakan rakyat.

Sekda Minta Camat Awasi Ketat Pelayanan KTP
Menyusul semakin dekatnya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor meminta para camat untuk memperhatikan dan mengawasi pelayanan KTP di wilayahnya masing-masing. “Pelayanan KTP harus diperhatikan dan digaris bawahi oleh camat karena ditakutkan ada oknum yang akan memanfaatkan penggandaan Daftar Pemilih Tetap (DPT),” katanya saat Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Camat serta para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bogor di di Ruang Rapat I Gedung Setda Kabupaten Bogor. Nurhayanti juga menginstruksikan kepada camat agar alat peraga pemilu sudah diturunkan dan terkait kekurangan surat C6 dan surat suara agar diperhatikan. “Alat peraga harus sudah siap diturunkan dan terkait kekurangan surat C6 sebanyak 16 ribu dan 10.600 surat suara agar diperhatikan dan diselesaikan,” pinta dia dengan ekspresi tegas. Mantan Inspektur Kabupaten Bogor ini juga menjamin bagi pemilik KTP yang tidak terdaftar di DPT pasti akan difasilitasi oleh pemerintah. “Bagi yang memiliki KTP tetapi belum terdaftar di DPT akan kita fasilitasi dengan mengarahkan dan melapor ke KPPS lalu diverifikasi ke PPK dan ke KPU lalu akan divalidasi oleh Disdukcapil,” katanya. Dia juga menghimbau, agar polsek setempat siap dalam melakukan pengawalan, penjagaan sampai dengan selesai pemilu. Tidak lupa, permintaannya juga kepada OPD Kabupaten Bogor agar membantu dan menjaga netralitas dalam mensukseskan Pemilu Gubernur Jabar mau pun Pemilu Bupati Bogor.

Lurah Tidak Boleh Nyaleg
Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 masih satu setengah tahun lagi. Namun beredar kabar sejumlah perangkat desa berlomba-lomba telah mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (caleg) dari partai politik (parpol) tertentu. Atas dasar itu desakan perangkat desa agar mengundurkan diri dari jabatannya semakin menguat. Hal tersebut terungkap dalam Workshop Raperda Prakarsa DPRD Bantul dalam Rangka Perubahan Perda No 21/2007 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pelantikan, dan Pemberhentian Lurah Desa di Gedung DPRD. Selain itu, sejumlah aspirasi demi perubahan Perda No 21/2007 itu juga mengemuka. Misalnya, usulan dari unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Mereka meminta perangkat desa yang mengajukan diri sebagai calon lurah sebaiknya juga melalui mekanisme pengunduran diri.. Senada diungkapkan Lurah Desa Sitimulyo, Piyungan Juweni. Menurut dia, perangkat desa yang mencalonkan diri sebagai lurah harus mengundurkan diri. Biasanya, calon lurah dari unsur perangkat desa yang gagal dalam pemilihan dapat menjadi benalu bagi lurah terpilih. . Komisi A DPRD berjanji akan menampung seluruh aspirasi perangkat desa. Hanya saja, tidak semua aspirasi tersebut dapat dijadikan materi dalam perubahan Perda.’’Sepanjang usulannya tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di atasnya,” kata Ketua Komisi A Agus Effendi.Selama perubahan Perda ini belum disahkan Komisi A masih menerima seluruh aspirasi. Harapannya, setelah Perda ini diberlakukan tidak menimbulkan persoalan baru lagi. Ditargetkan perda ini dapat selesai pada akhir Maret nanti.’’Kalau perangkat desa mengundurkan diri saat nyaleg memang sudah ada aturannya dalam perda lama. Tetapi redaksinya lurah dilarang terlibat parpol,” pungkasnya.Dalam workshop itu, Komisi A sengaja mengundang puluhan perangkat desa se-Bantul. Tujuannya untuk menampung seluruh aspirasi perangkat desa.

Pemilihan Presiden 2014.
Pemilu pada awalnya digelar untuk

memilih DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Sedangkan presiden

dipilih langsung oleh MPR. Namun setelah amandemen UUD 1945 pada tahun 2002, presiden dan calon presiden disepakati untuk dipilih melalui pemilu. Dan pemilu selanjutnya akan digelar di tahun 2014 dibawah kepemimpinan Presiden Yudhoyono. Satu tahun menjelang pemilu 2014, awal tahun ini mulai banyak wacana yang muncul perihal UU tentang Pemilihan Umum. Yakni Pasal 5 huruf m UU Pilpres, Pasal 12 huruf f dan Pasal 51 ayat (1) huruf f UU pemilu legislative, pasal 58 huru b UU pemda, dan beberapa UU yang lain. Salahsatu wacana tersebut adalah UU no. 42 tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dengan yang dinilai tidak memihak kedaulatan rakyat pada pasal 1 ayat (2) UUD 1945 karena diatur oleh beberapa elit pemerintahan dengan sistem persentase untuk pencalonan presiden dan wakil presiden. Beberapa perbincangan mengenai siapa bakal calon (balon) yang sesuai atau yang pantas menjadi Capres dan Cawapres pun menambah hangatnya polemik politik di Indonesia. Deretan nama yang diprediksikan mendaftar menjadi orang nomer satu di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini meliputi Muhaimin Iskandar, Prabowo, Megawati, Dahlan Iskan, Sri Mulyani, Mahfud MD, ical, Ani Yudhoyono dan beberapa nama lain yang dianggap cukup berpotensi. Bahasan yang menarik pun muncul ketika Rhoma Irama mendeklarasikan dirinya siap untuk mencalonkan diri sebagai presiden, secara pribadi tanpa diusung parpol. Harapan pribadi mengenai pilpres 2014, adalah berjalannya asas LUBER dan JURDIL yang merupakan nilai idealis dilaksanakannya pemilihan umum. Sebagai nilai ideal, tentunya tak akan pernah bisa tercapai mengingat banyaknya kepala yang masing-masing mempunyai udang dibalik batu.

Dana Pemilu Bupati Bogor Disiapkan Rp 110 Miliar
Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Bogor tahun 2013 rupanya membutuhkan dana super jumbo. Untuk membiayai pesta demokrasi lima tahunan ini, Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan dana cadangan sebesar Rp 110 miliar. Dana puluhan miliar ini, Tugiman menjelaskan, alokasi terbesar untuk honor petugas penyelenggara pemilihan, yakni mulai KPPS, PPK, dan PPD. Jumlah petugas KPPS dan PPK mencapai 63.685. Sedangkan PPD sebanyak 7.379 orang. "Biaya logistik tidak terlalu besar," kata di Tugiman menyebutkan, Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Bogor akan digelar pada 8 September 2013. Tahapan persiapan mulai berjalan efektif per tanggal 11 Maret 2013 ini, yakni dengan pembentukan, pengangkatan dan pelatihan PPK,PPS serta Petugas Pemutakhiran Data Pemilih. Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Bogor tahun 2013 rupanya membutuhkan dana super jumbo. Untuk membiayai pesta demokrasi lima tahunan ini, Pemerintah Kabupaten Bogor mengalokasikan dana cadangan sebesar Rp 110 miliar. "Asumsi dana tersebut bila pemilihan berlangsung dua putaran dan ada pemungutan suara ulang," kata anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Bogor, Tugiman kepada Tempo di kantornya, Senin, 11 Maret 2013. Menurut Tugiman, apabila.Pemilu Bupati dan Wakil Bupati 2013 berlangsung satu putaran, dana yang disiapkan sebesar Rp 57 miliar. Untuk putaran kedua, KPUD mendapatkan suntikan duit APBD senilai Rp 26 miliar. "Kalau ada pemungutan ulang akibat adanya sengketa pemilukada, disiapkan anggaran sebesar Rp 27 miliar," ujar Ketua Divisi Teknis KPUD Kabupaten Bogor ini. "Harapan kami, pemilihan hanya satu putaran. Tentu hemat tenaga dan biaya." Dana puluhan miliar ini, Tugiman menjelaskan, alokasi terbesar untuk honor petugas penyelenggara pemilihan, yakni mulai KPPS, PPK, dan PPD. Jumlah petugas KPPS dan PPK mencapai 63.685. Sedangkan PPD sebanyak 7.379 orang. "Biaya logistik tidak terlalu besar," kata dia. Tugiman menyebutkan, Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Bogor akan digelar pada 8 September 2013. Tahapan persiapan mulai berjalan efektif per tanggal 11 Maret 2013 ini, yakni dengan pembentukan, pengangkatan dan pelatihan PPK,PPS serta Petugas Pemutakhiran Data Pemilih.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->