Anda di halaman 1dari 22

Seorang Wanita yang Mengeluh Jantungnya Kadang Berdebar dan Nyeri Dada

KELOMPOK 12

KELOMPOK 12
030.10.273 Ula Inda Rahmadhani 030.10.274 Ully Amri Suharyati 030.10.275 Vanessa Modi A. P. 030.10.277 Wella Rusni 030.10.278 Wenny Wijaya 030.10.279 Yasmine Salida 030.10.280 030.10.281 030.10.282 030.10.283 030.10.284 030.10.285 Yelsen Sumalim Yita Gayatri Willyani Yosephine Wiranata Yosha Santoso Putra Yoshua Adhinugraha Yudha Satria

LAPORAN KASUS
Kasus Ny.Ana (40 tahun)
Di poliklinik tempat saudara bekerja sebagai dokter, datang Ny.Ana, 40 tahun yang diantar suaminya dengan keluhan jantungnya kadang-kadang berdebar dan dadanya terasa nyeri sejak beberapa bulan terakhir. Saat ini jantungnya kembali berdebar dan tadi pagi ia seperti akan pingsan. Sebenarnya Ny.Ana pernah berobat ke dokter dan dinyatakan menderita penyakit jantung. Ia diberi obat yang mesti diminumnya 3x sehari Tetapi, setelah beberapa hari Ny.Ana menghentikan meminum obat itu karena menyebabkannya sakit kepala. Ia pun mendapat obat lain yang diminum sekali sehari. Tetapi itu pun dihentikannnya setelah hampir seminggu karena perutnya terasa sakit dan pedih dan nafsu makannya hilang. Beberapa hari yang lalu tinjanya berwarna hitam

Pada awal pertemuan didapatkan : Ny. Ana tampak sakit sedang, kurus, kelihatan cemas Suhu : 37,8C TD : 155/85 mmHg GDS : 170 mg/dl Nadi : 112x/menit, tidak teratur, volume berubah-ubah Pernafasan : 20x/menit Pada anamnesis lanjutan, didapatkan Ny.Ana juga mengeluh tubuhnya semakin kurus, sudah 3 tahun Ny.Ana tidak mendapat haid lagi. Nafsu makannya biasa namun ia sulit tidur.

Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan : Hb : 10,5 g/dl Lekosit : 6300/mm SGOT : 36 u/L SGPT : 45 u/L Ureum : 40 mg/dl Kreatinin: 0,7 mg/dl

CXR : CTR = 62% dengan elongatio aorta, pada paru tidak nampak infiltrate
EKG : QRS rate : 120x/menit Pada lead II panjang tidak tampak Gelombang P ST elevasi/depresi (-) Gelombang Q patologis (-)

PEMBAHASAN

IDENTITAS PASIEN Nama Umur Pekerjaan Status Alamat : : : : : Ny. Ana 40 tahun -

RIWAYAT PENGOBATAN 1. Pasien meminum obat yang seharusnya diminum 3x sehari setelah dinyatakan menderita sakit jantung,dihentikan karena menyebabkan sakit kepala obat golongan ISDN(isohibrid dinitrat) oral kerja cepat 2. Pasien meminum obat lain yang diminum 1x sehari,dihentikan karena hampir seminggu perut terasa sakit dan pedih dan nafsu makan hilang.kemudian setelah beberapa hari tinja berwarna hitamaspirin
Kami mencurigai bahwa Ny.Ana tidak hanya diberikan 2 obat saja. Mungkin Ny.Ana juga diberikan obat antiaritmia(amiodaron) dikarenakan efek samping dari obat golongan ISDN yang selain memberikan efek samping sakit kepala juga mempunyai efek samping lain yakni palpitasi(jantung berdebar).

Keluhan Utama Jantungnya kadang berdebar dan sering nyeri dada

Keluhan tambahan Jantung kembali berdebar dan tadi pagi seperti akan pingsan Tubuhnya semakin kurus, nafsu makan biasa Sudah 3 tahun tidak mendapat haid lagi sulit tidur

ANAMNESIS
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Apakah jantung berdebar-debar disertai muka memerah(flushes) dan berkeringat? Apakah jantung berdebar disertai rasa kesemutan?(manifestasi klinis jika penyebabnya adalah rasa cemas berlebihan) Apakah jantung berdebar-debar dicetuskan oleh adanya aktivitas fisik atau emosi? Bagaimana sifat nyeri dada? apakah menjalar? Apakah nyeri dada dipengaruhi oleh posisi(tengkurap,membungkuk)? Apakah nyeri dada disertai rasa panas setelah makan? Apakah sekarang perut masih terasa sakit dan pedih?apakah ada penyakit maag? Apakah ada riwayat hipertensi? Apakah ada rasa nyeri di daerah leher(kelenjar tiroid)?

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Bagaimana tekanan darah selama kehamilan hingga proses persalinan?

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA


Apakah ada riwayat hipertensi, penyakit jantung pada keluarga Apakah ada anggota keluarga yang mempunyai gangguan pada kelenjar tiroid
Bagaimana pola makan,asupan nutrisi sehari-hari

RIWAYAT PENYAKIT KEBIASAAN

PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum

KETERANGAN Tampak cemas, kurus, pandangan mata terus diarahkan ke dokter aktivitas saraf simpatis

NILAI NORMAL

Kesadaran

Compos Mentis

Tanda Vital TD : 155/85 mmHg Hipertensi sistolik/Hipertensi Grade I (JNC 7) Takikardia Tidak teratur, volume berubah ubah fibrilasi atrium subfebris Normal -N: Sistol < 120, Diastol <80 N: 60-100x/menit

Nadi : 112 x/mnt dengan (irama denyut) tidak teratur, volume berubah ubah Suhu : 37,8C RR : 20x/menit BB / TB

N: 36,5-37,2C N: 16-20x/menit --

Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu : 170 mg/dl Normal (<200 mg/dl)

PEMERIKSAAN FISIK Status Generalisata Kepala

KETERANGAN --

Leher
Thoraks

Kelenjar tiroid membesar pada inspeksi maupun palpasi hipertiroid


Paru-paru tidak ada kelainan

Jantung

HR sulit ditentukan takikardia Irama tidak teratur sama sekali takiaritmia BJ I dan BJ II tidak konstan Bising (-) (-) turbulensi aliran darah
lemas,hepar dan lien tidak teraba t.a.k Ekstremitas : edema -/- t.a.k

Abdomen

PEMERIKSAAN LAB
Darah - Hemoglobin - Leukosit Fungsi Hati - SGOT - SGPT Fungsi Ginjal - Kreatinin - Ureum

HASIL LAB

NILAI NORMAL

KETERANGAN

10,5 g/dl 6300 /mm 36 u/L 45 u/L

11,5-16,5 g/dl 5000-10000/mm

anemia ringan Normal Normal efek obat yang mengalami sintesis lambat di hati (amiodaron) Tidak ada gangguan fungsi ginjal

3-45 u/L 0-35 u/L

0,7 mg/dl 40 mg/dl

0,5-0,9 mg/dl 10-50 mg/dl

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Foto Thorax CXR : CTR = 62% Kardiomegali dengan elongatio aorta(target organ damage) Paru tidak nampak infiltrate (-) akumulasi cairan/efusi pleura EKG QRS rate : 120x/menit Takikardia (n:60-100x/menit) Pada lead II panjang tidak tampak gelombang P gangguan depolarisasi atrium Fibrilasi atrium ST elevasi/depresi (-) (-) Iskemia miokard Gelombang Q patologis (-) (-) Infark miokard

DAFTAR MASALAH
No 1 Masalah Jantung sering berdebar Hipotesis Ansietas(cemas) Penyakit jantung Dasar Masalah kepekaan terhadap katekolamin kontraktilitas jantung,kebutuhan O pada jaringan perifer CO Perdarahan GIT karena obat yang diminum pasien

Penyakit Grave Anemia akut/berat Demam 2 3 Tadi pagi seperti akan pingsan didahului oleh jantung berdebar Nyeri dada

Faintness atau pra


sinkop Penyakit jantung Hipertiroid GERD Ulkus pepticum Ansietas Tirotoksikosis Penyakit jantung Penyakit jantung tiroid

aliran darah ke otak

Kontraksi aorta decendens berlebihan

Hipertensi Sistolik

Hipersekresi T3 oleh sel folikel tiroid stimulasi thd medulla adrenal untuk biosintesis katekolamin oleh T3 Hormon Katekolamin (E/NE) dilepaskan ke jaringan lalu berikatan dengan reseptor 1 kontraktilitas otot jantung denyut jantung CO Tekanan Darah Ketidakmampuan pembuluh darah

No 5

Masalah Takikardia (nadi 112x/menit, tidak teratur,volume berubah-ubah) Tubuh makin kurus tetapi nafsu makan biasa

Hipotesis Penyakit jantung Hipertiroid Hipertiroid

Dasar Masalah

hormon epinefrin dan norepinefrin dilepaskan ke jaringan dan berikatan dengan reseptor 1 dan 2 mengakibatkan peningkatan glukoneogenesis, lipolisis, dan glikogenolisis Nafsu makan menurun

Pengobatan

Efek samping pengobatan seperti anoreksia, mual dan diare yang mengubah asupan, penyerapan dan pemanfaatan nutrisi

Tidak mendapat menstruasi sudah 3 tahun

Hipertiroid Penggunaan pil KB Keganasan pada ovarium Depresi Hipertiroid Penyakit jantung Hipertiroid(penyakit Grave)ophtalmopath y Graves Klas 1 (dengan ketentuan hanya stare, lidlag, metabolisme basal Terbentuknya Cytotoxic Antibody pada kelenjar tiroid yang merangsang peningkatan TSH-R (Thyroid Stimulating Hormone-Receptor) yang ada di fibroblast mata dan sel folikel tiroid merangsang limfosit radang pada otot extraocular, proptosis dan diplopia Exophtalmus

Sulit tidur(insomnia)

Pandangan mata terus diarahkan ke dokter

upper eyelid retraction)

No 10

Masalah Pembesaran kelenjar tiroid

Hipotesis Goiter(penyakit gondok) Hipertiroid(penyakit Grave) Tiroiditis Adenoma tiroid

Dasar Masalah Hiperplasia tiroid yang disebabkan oleh hipersekresi dari T3, T4, dan TSI sedangkan TSH menurun

11

Kardiomegali

Penyakit jantung Hipertiroid

Kontraktilitas jantung yang meningkat membebani kerja otot jantung sehingga terjadi hipertrofi miokard

12

Fibrilasi Atrium

Penyakit jantung Hipertiroid

denyut jantung

DIAGNOSIS KERJA
Penyakit Jantung Hipertiroid (Hipertiroid Heart Disease)

DIAGNOSIS BANDING
Keganasan kelenjar tiroid

** Kami menyarankan pemeriksaan penunjang lanjutan untuk memastikan diagnosis 1. Fungsi tiroid : TSH, FT3/FT4 2. USG tiroid

PENATALAKSANAAN
NON MEDIKAMENTOSA

Bedrest Diet jantung dengan tujuan untuk mengurangi beban jantung Diet rendah garam dan kalori Mengurangi segala bentuk stress baik fisik maupun psikis yang dapat memperberat kerja jantung

MEDIKAMENTOSA
Golongan -blocker : Propanolol - mengurangi kerja jantung serta melawan kerja hormone tiroid yang bersifat inotropik dan kronotropik negative - mengatasi efek perifer dari hormone tiroid yang bersifat stimulator betaadrenergik reseptor - menekan terhadap sitem saraf sehingga dapat mengurangi palpitasi,rasa cemas, dan hiperkinesis

MEDIKAMENTOSA

Obat Anti Tiroid : Propiltiourasil (PTU) dan Metimazol Efek PTU dan Metimazol hampir sama PTU memiliki kerja menghambat perubahan T4 menjadi T3 di perifer, sehingga PTU lebih cepat menunjukkan kemajuan terapi secara simptomatis Pemberian propanolol dapat dihentikan jika terapi dengan PTU telah menunjukkan hasil yang baik. (Efek kronotropik dan inotropik negatifnya cepat memberikan hasil dibandingkan propanolol) Efek samping PTU biasanya tidak ada atau sedikit, berupa skin rash dan hipotiroid

Pengobatan Lokal pada Mata Pemberian tetes mata artificial dan salep, tetes mata penghambat , kacamata hitam, mata waktu malam hari ditutup dan hindari rokok

PROGNOSIS
Ad vitam : Dubia ad bonam Ad fungsionam : Dubia ad bonam Ad sanationam : Dubia ad bonam

KOMPLIKASI
Krisis Tiroid Emboli Gagal Jantung Infark Miokard Diabetes Melitus Infertilitas

PATOFISIOLOGI
Nyeri dada (penyakit jantung) ISDN (isosorbid dinitrat) Trapping mukosa HCl Palpitasi takiaritmia Aspirin(anti koagulan,OAINS)

Vasodilatasi pembuluh darah

ion H masuk difusi balik ion

PG aliran darah mukosa, sekresi mukosa dan bikarbonat,epitelial defense

Sakit kepala

Kerusakan jaringan (pembuluh darah) Darah keluar melalui saluran cerna

Kerusakan mukosa lambung Ulkus peptikum

amiodarone

HIPERTIROID melena Anemia -asam lambung &pepsin Spasme mukosa pilorus

- laju metabolisme basal

-suhu tubuh

Sulit tidur Pandangan mata ke 1 arah -LVEDV kardiomegali LVES V -CO -isi sekuncup

Erosi& kontraksi otot

Obstruksi jalan keluar lambung

Rangsangan>otot bola mata -vol.darah total -relaksasi diastolik -Efek simpatis -kontraktilitas -resistensi vaskuler sistemik -HR,kekuatan kontraksi jantung -sensitivitas terhadap katekolamin - konsumsi simpanan bahan makanan Efek kelenjar gonad

Perangsangan pusat nociceptor

Reflux makanan

NYERI -Denyut Jantung -TD

Nafsu makan palpitasi

cemas

simpanan KH,lemak,protein amenorrhea

BB Kurus

DAFTAR PUSTAKA

Standar Pelayanan profesi unit penyakit dalam RSMH Palembang.1993. Carson, P. Thyroid heart Disease and High Output State in Cardiac Diagnosis, International Student Edition. P 412-413. Preedy,C and Delcher: The Heart dan Endocrine Disease in the Heart, Arteries, and Veins,6th ed, Mc Graw-Hill Book Company,New York.p 1412-22. Sani,A: Buku Ajar Kardiologi.1996.Hal 301-2.Jakarta:Balai Penerbit FK UI. Schant,RC, The Heart and Endocrine Disease in Heart,Ed VII. Companion Hand Book, Chapter XXIX.1990.p:412-3. Wartofsky L. Disease of The Thyroid, Harrisons Principles of Internal Medicine,11th ed vol 2. Tokyo, Mc Graw-Hill Book Company, International ed.1987; p 1930-53. Silbernagl S, Lang F. Teks & Atlas Berwarna Patofisiologi. 2007. Jakarta : EGC. Price SA. Patofisiologi: konsep klinis proses-proses penyakit. Ed 6.th. Jakarta: EGC. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Ed V.Hal 1800-1803. Jakarta:InternaPublishing.2010. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III. Ed V.Hal 2006. Jakarta:InternaPublishing.2010.