Anda di halaman 1dari 20

USULAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA INOVASI BUDIDAYA MONOKULTUR LELE PINTET (Clarias batrachus) SEBAGAI SALAH SATU PANGAN

YANG BERNILAI JUAL DAN BERGIZI TINGGI MELALUI SISTEM JOINT VENTURE

BIDANG PENELITIAN : PKM KEWIRAUSAHAAN

Disusun oleh :

Ketua Pelaksana: Alfiannor (A1C410048/2010) Anggota: Hidayat Sutanto (A1C410010/2010) Muhammad Irvan (A1B311228/2011)

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2012

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... ii DAFTAR ISI .............................................................................................. iii DAFTAR TABEL ..................................................................................... iv DAFTAR GAMBAR ................................................................................. v I. II. III. IV. V. VI. JUDUL PROGRAM ......................................................................... 1 LATAR BELAKANG ........................................................................ 1 PERUMUSAN MASALAH............................................................... 2 TUJUAN PROGRAM ....................................................................... 2 LUARAN YANG DIHARAPKAN ................................................... 3 KEGUNAAN PROGRAM ................................................................ 3 1) Bagi perguruan tinggi ...................................................................... 3 2) Bagi mahasiswa ............................................................................... 3 3) Bagi masyarakat .............................................................................. 3 VII. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA ................................... 4 1) Lokasi usaha .................................................................................... 4 2) Desain tambak ................................................................................. 5 3) Kerjasama dengan pemilik lokasi tambak....................................... 6 4) Strategi pemasaran .......................................................................... 5 VIII. IX. X. XI. METODOLOGI PELAKSANAAN PROGRAM ........................... 7 JADWAL KEGIATAN PROGRAM ............................................... 9 RANCANGAN BIAYA ..................................................................... 10 ANALISIS HASIL USAHA .............................................................. 10 1) Peramalan Pendapatan .................................................................. 10 2) Analisis Break Event Point (BEP) ................................................. 11 XII. LAMPIRAN ........................................................................................ 13

iii

DAFTAR TABEL
1. Kandungan Gizi Ikan Lele ................................................................... 1 2. Jadwal Kegiatan Program .................................................................... 9 3. Biaya Pemasukan ................................................................................. 10 4. Biaya Pengeluaran ............................................................................... 10

iv

DAFTAR GAMBAR
1. Desain Tambak Ikan Lele I .................................................................. 5 2. Desain Tambak Ikan Lele II................................................................. 5 3. Bagan Tahapan Pelaksanaan Program ................................................. 9

A. JUDUL PROGRAM Inovasi Budidaya Monokultur Lele pintet (Clarias batrachus) Sebagai Salah Satu Pangan yang Bernilai Jual dan Bergizi Tinggi Melalui Sistem Joint Venture

B. LATAR BELAKANG Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia sangat diuntungkan dengan curah hujan yang cukup tinggi sehingga mendukung pengairan baik untuk pertanian maupun perikanan air tawar. Potensi akan kebutuhan ikan air tawar di wilayah Kalimantan Selatan pun bisa dikatakan cukup tinggi. Hal ini tak lepas dari kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi ikan tawar sebagai salah satu sumber protein hewani yang penting bagi tubuh. Dari sekian banyak air tawar yang hidup di daerah kalimantan selatan, ikan lele pintet menjadi salah satu pilihan terbaik yang dapat diambil. Keunggulan ikan lele pintet dibandingkan dengan produk hewani lainnya dalam segi nilai gizi dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 1. Kandungan gizi ikan lele pintet

Selain kaya akan kandungan gizi, ikan air tawar satu ini ternyata memiliki banyak manfaat lain dalam bidang kesehatan misalnya, memperkuat otot-otot perut, mengobati kencing manis, impotensi, hepatitis, ambien dan eksim. Berdasarkan kajian ilmiah ikan lele pintet memiliki kandungan protein yang

cukup tinggi didalamnya yaitu sekitar 17%, ikan ini juga memiliki berbagai macam asam lemak,esensial yang dapat mencukupi kabutuhan akan asam lemak harian kita sekitar 9%. Manfaat lain dari ikan lele pintet adalah membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Kandungan Asam Amino Esensial sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang pada anak, membantu penyerapan kalsium dan menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh, dan memelihara masa tubuh anak agar tidak terlalu berlemak. Selain itu juga mampu menghasilkan antibodi, hormone, enzim, dan pembentukan kolagen, disamping perbaikan jaringan. Sehingga lele pintet juga bisa melindungi anak dari cold sore dan virus herpes. Melihat segudang manfaat dan ketenaran ikan lele pintet tidak ada salahnya jika menjadikannya sebagai peluang usaha. Lagipula sangat banyak warung atau tempat makanan yang menyajikan ikan lele pintet sebagai salah satu lauk pilihan diantara yang ikan-ikan yang lain. Jadi sudah pasti budidaya lele pintet akan memberikan keuntungan tersendiri.

C. PERUMUSAN MASALAH Masalah yang melatarbelakangi program ini adalah : 1. Potensi pembudidayaan ikan lele pintet yang cukup besar, khususnya di daerah Tabolong yang merupakan daerah rawa. 2. Usaha budidaya ikan lele pintet ini sangat menguntungkan dikarenakan pertumbuhannya yang lebih cepat dibandingkan ikan air tawar lainnya sehingga panennya lebih cepat pula, selain itu ikan lele pintet lebih tahan terhadap perubahan lingkungan sekitar. 3. Tingginya kebutuhan masyarakat akan ikan lele pintet sebagai salah satu bahan pangan yang cukup diminati.

D. TUJUAN PROGRAM Program ini bertujuan untuk : 1. Mendapatkan keuntungan. 2. Mendirikan usaha mandiri yang mampu membuka peluang kerja dan mengangkat perekonomian masyarakat.

3. Memberikan nilai tambah pada ikan lele pintet, bahan pangan andalan dalam negeri. 4. Meningkatkan daya tarik produk. 5. Melatih kreativitas generasi muda dengan memadukan ilmu dan kreativitas untuk mengembangkan produk-produk berbasis pertanian. 6. Melatih kemampuan mahasiswa untuk berwirausaha sebagai sarana pembelajaran model agribisnis skala kecil.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Terciptanya lapangan pekerjaan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi bagi masyarakat sekitar dengan dibukanya tambak ikan lele pintet didaerah Tanjung, Kabupaten Tabalong.

F. KEGUNAAN PROGRAM 1. Bagi Perguruan Tinggi Program ini merupakan perwujudan dari Tridharma Perguruan Tinggi. Dengan program ini pula akan meningkatkan khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam penerapan teknologi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. 2. Bagi Mahasiswa Pelaksanaa program ini akan merangsang mahasiswa dalam

menumbuhkan jiwa kewirausahaan, berfikir positif, kreatif, inovatif dan dinamis. Pelaksanaan program ini menuntut mahasiswa untuk dapat bekerja dalam tim yang akan menumbuhkan kesolidan dan kekuatan tim. Program ini akan menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam berkarya . Program ini juga dapat menumbuhkan sikap kepedulian mahasiswa terhadap tuntutan konsumen dalam bidang pangan. 3. Bagi Masyarakat Adanya tambak budidaya ikan lele pintet ini akan memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar, selain itu juga membantu konsumen dalam

pemenuhan kebutuhan pangann dan gizinya, khususnya yang berkaitan dengan produk ikan lele pintet.

G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA Hal pertama yang dilakukan adalah mengetahui sasaran atau target pasar ikan lele pintet konsumsi, mungkin telah banyak diinformasikan bahwa terdapat beberapa target pasar untuk ikan lele pintet konsumsi, diantaranya adalah : warung pecel lele, warteg, rumah-rumah makan lainnya atau bahkan resto-resto yang sudah mulai menawarkan menu spesial ikan lele pintet, ditambah lagi tempat-tempat usaha yang belakangan ini semakin banyak berkembang

mengelola daging ikan lele pintet atau yang lebih dikenal dengan istilah lele olahan, mulai dari baso lele sampai dengan lele presto. Berdasarkan survey dilapangan, kebutuhan ikan lele pintet konsumsi per warung pecel lele pintet adalah 2 s/d 3 kg/hari pada hari biasa, bahkan pada hari-hari libur bisa meningkat hingga 5 kg atau lebih per harinya, jika dikalikan saja dengan angka yang terendah yaitu 2 kg/hari x 50 warung pecel lele pintet, maka kebutuhan lele pintet konsumsi di daerah kita adalah 100 kg/hari atau 3 ton/bulan. Dari analogi tersebut terbukti bahwa pemasaran lele pintet di daerah sekitar kita saja sudah merupakan peluang yang sangat besar, itu baru dari warung pecel lele pintet saja, bagaimana dengan peluang pemasaran lele pintet pada usaha pengelolaan daging lele pintet yang lainnya, pastinya akan lebih banyak lagi peluang pemasaran lele pintet yang akan didapatkan. Lokasi Usaha Produksi akan dilakukan di Desa Kambitin Raya RT. 7 Kec. Tanjung Kab. Tabalong Prov. Kalsel yang merupakan daerah dataran rendah. selain itu sungai Tabalong yang membentang tak pernah kering sepanjang tahun memberikan kondisi alam yang sangat potensial untuk budidaya ikan lele pintet baik dikolam maupun di keramba sungai.

Desain Tambak

Gambar 1. Desain Tambak Ikan Lele pintet

Gambar 2. Desain Tambak Ikan Lele pintet Kerja Sama dengan Pemilik Lokasi Tambak Sistem kerjasama yang dilakukan adalah system joint venture. Masyarakat sekitar lebih mengenal dengan sistem bagi hasil, dimana ada tiga pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha budidaya ikan lele pintet ini yaitu pemilik utama tambak, para pekerja, dan pemodal. Adapun kami sebagai pengusul Provosal ini merupakan pemodal dalam usaha budidaya ini. Upah untuk para pekerja sepenuhnya ditanggung oleh pemilik utama dari keuntungan yang diperoleh dari hasil panen dan penjualan. Strategi Pemasaran 1. STP (Segmentation, Targetting, and Positioning) a. Segmentation Tambak ikan lele pintet merupakan tempat membudidayakan ikan lele pintet dengan segmentasi pasar adalah masyarakat umum baik itu para pengepul, para pedagang masakan padang atau pecel, ataupun masyarakat biasa untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi keluarganya.

b.

Targetting Kegiatan targetting merupakan kegiatan penentuan fokus pasar. Pada

dasarnya pemasaran untuk hasil panen budidaya ikan lele pintet sangatlah luas. Berikut ini adalah lokasi yang kami bidik untuk pemasaran hasil panen: 1) Pasar Ikan Pasar ikan merupakan tempat pemasaran yang kami anggap paling menjanjikan, karenanya disinilah tempat berkumpulnya para pembudidaya ataupun para pengepul ikan, sehingga dari pasar ikan ini bisa kami harapkan bisa mendapatkan harga ataupun penawaran tertinggi untuk hasil panen kami. 2) Pengepul ikan Alternatif ke dua ini kami lakukan jika di pasar ikan hasil panen kami tidak maksimal, keuntungan yang kami perolah dari penjualan ke pengepul ikan langsung ini ialah dari segi tenaga, pasalnya kegiatan pemanenan pengepulnya. 3) Para pedagang Pilihan terakhir ini kami lakukan jikalau hasil panen lele pintet berlebihan, misalnya saja pedagang masakan padang ataupun pecel lele. Dikarenakan mereka membeli langsung dari kami (pembudidaya), maka kebanyakan dari mereka mau membeli dalam jumlah yang lumayan banyak, karenanya harga yang kami berikan tentunya lebih murah dari pada mereka membeli dari pengepul ikan. c. Positioning Positioning adalah suatu cara menempatkan produk dalam sampai penimbangan menjadi tanggung jawab si

berbagai produk sejenis yang beredar. 2. Marketing Mix a) Produk Produk yang akan dihasilkan dari tambak budidaya ini ikan lele pintet (Clarias batrachus).

b) Harga Adapun rincian biaya terkait denga penjualan ikan lele pintet ini sebagai berikut : Partai Rp 30.000,- per kilo Pasar Rp 35.000,- per kilo c) Tempat Produksi akan dilakukan di Desa Kambitin Raya RT. 7 Kec. Tanjung Kab. Tabalong Prov. Kalimantan Selatan. d) Promosi Kami tidak melakukan promosi secara khusus, hal ini dikarenakan lokasi tempat tambak yang sudah diketahui oleh masyarakat luas, dan juga pengepul ikan yang akan datang langsung ke lokasi budidaya lele pintet.

H. METODOLOGI PELAKSANAAN PROGRAM Metode pelaksanaan kegiatan ini berisi langkah-langkah untuk

merealisasikan tujuan dari usulan PKM Kewirausahaan. Langkah-langkah tersebut diantaranya: 1. Penyiapan Bibit

Bibit ikan yang akan dipilih merupakan bibit lele pintet yang unggul. Ikan lele pintet ini memiliki keunggulan tumbuh lebih cepat, mempunyai tekstur daging yang tebal, padat dan gurih. 2. Bulan Pertama

Meletakan bibit ikan lele pintet kedalam kolam seluas 10 x 10 meter untuk meminimalkan terjadinya stress pada ikan dan untuk memaksimalkan tempat pembudidayaan dan pembesaran ikan lele pintet tersebut. Bulan pertama ini ikan diberi makan berupa pakan ikan nomor 0 pada 10 hari pertama sampai dan pakan nomor 1 diberikan selama 20 hari kemudian. Pemberian makan ini dilakukan 3 kali sehari selama satu bulan dimana dilakuan pada pagi hari antara jam 8-9, siang hari jam 12-1, sore hari jam 6-7. Pemberian makan ini harus teratur dan di jam yang relatif sama karena jika pemberian makan terlambat akan menyebabkan terjadinya stress pada ikan. Berat pakan dalam yang diberikan dalam satu hari

pada bulan pertama ini ditentukan dengan perbandingan 7,5% dari semua berat badan ikan dikolam yang sebelumnya telah ditimbang. Dari 7,5% ini dibagi 3 untuk setiap waktu pemberian pakan dimana sekitar 2,5% untuk sekali pemberian makan. 3. Bulan Kedua

Pada bulan kedua ini merupakan tahap seleksi ikan dimana setiap ikan dipisahkan berdasarkan ukuran ikan tersebut. Ikan dipisahkan menjadi 2 kelompok yaitu ikan dengan ukuran besar dan ikan dengan ukuran kecil hal ini untuk memudahkan kopetisi (persaingan hidup) dalam mencari makan. Ikan yang besar dipelihara di kolam dipelihara dalam kolam berukuran 10 x 20 meter, sedangkan ikan yang berukuran kecil dipelihara dalam kolam berukuran 10 x 15 meter. Bulan kedua ini ikan diberi makan berupa pakan ikan nomor 2. Pemberian makan ini dilakukan 3 kali sehari selama satu bulan dimana dilakuan pada pagi hari antara jam 8-9, siang hari jam 12-1, sore hari jam 6-7. Pemberian makan ini harus teratur dan di jam yang relatif sama untuk menghindari stress pada ikan. Berat pakan dalam yang diberikan dalam satu hari pada bulan pertama ini ditentukan dengan perbandingan 7,5% dari semua berat badan ikan dikolam yang sebelumnya telah ditimbang. Dari 7,5% ini dibagi 3 untuk setiap waktu pemberian pakan dimana sekitar 2,5% untuk sekali pemberian makan. 4. Bulan Ketiga

Pada bulan ketiga ini merupakan tahap seleksi ke-2 ikan dimana setiap ikan dipisahkan berdasarkan ukuran ikan tersebut. Ikan dipisahkan menjadi 3 kelompok yaitu ikan dengan ukuran besar, ikan berukuran sedang dan ikan dengan ukuran kecil hal ini untuk memudahkan kopetisi (persaingan hidup) dalam mencari makan. Ikan yang besar dipelihara di kolam dipelihara dalam kolam berukuran 10 x 20 meter, ikan yang sedang dipelihara di kolam berukuran 10 x 15 meter sedangkan ikan yang berukuran kecil dipelihara dalam kolam berukuran 10 x 10 meter. Bulan ketiga ini ikan diberi makan berupa pakan ikan nomor 3. Pemberian makan ini dilakukan 3 kali sehari selama satu bulan dimana dilakuan pada pagi hari antara jam 8-9, siang hari jam 12-1, sore hari jam 6-7. Pemberian makan ini harus teratur dan di jam yang relatif sama untuk menghindari stress

pada ikan. Berat pakan dalam yang diberikan dalam satu hari pada bulan pertama ini ditentukan dengan perbandingan 7,5% dari semua berat badan ikan dikolam yang sebelumnya telah ditimbang. Dari 7,5% ini dibagi 3 untuk setiap waktu pemberian pakan dimana sekitar 2,5% untuk sekali pemberian makan. Lebih jelasnya tentang langkah-langkah pelaksanaan program dapat dilihat pada Gambar 3 di bawah ini.
Pilot Plan Lolos Studi Kelayakan Tidak Ya Layak Tidak Persiapan Layak

Ya
Pengumpulan Produk

Laporan Kegiatan

Dipasarkan

Konsumen

Gambar 3. Bagan Tahapan Pelaksanaan Program

I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM Tabel 2. Jadwal Kegiatan Program


NO 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Konsultasi Survey Tempat Studi Kelayakan Riset Pasar Pembelian Bibit Peletakan Bibit Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4

10

7 8 9 10

Penyeleksian Pemisahan Pemanenan Evaluasi

dan

Pembuatan Laporan

J. RANCANGAN BIAYA Tabel 3. Biaya Pemasukan


No. 1. Sumber Dana Dikti TOTAL Jumlah Rp 12.500.000,Rp 12.500.000,-

Tabel 4. Biaya Pengeluaran (biaya pelaksanaan budidaya)


No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Belanja Barang Bibit ikan lele pintet ukuran 2x3 cm Pakan ikan nomor 0 Pakan ikan nomor 1 Pakan ikan nomor 2 Pakan ikan nomor 3 Upah buruh kolam Upah buruh pemanen Sewa Kolam Lain-lain JUMLAH Banyak 1.300 ekor 10 kg 250 kg 300 kg 350 kg 4 bulan 2 0rang 4 bulan Harga Satuan Rp.500,00 Rp.12.000,00 Rp.8.750,00 Rp.7.550,00 Rp.7.000,00 Rp.500.000,00 Rp.100.000,00 Rp.400.000,00 Jumlah Rp.650.000,00 Rp.120.000,00 Rp.2.187.500,00 Rp.2.265.000,00 Rp.2.450.000,00 Rp.2.000.000,00 Rp.200.000,00 Rp.1.600.000,00 Rp.1.027.500,00 Rp.12.500.000,00

K. ANALISIS HASIL USAHA Peramalan Pendapatan a. Jumlah pakan yang telah umpankan : Pakan/Umpan Bama no. 0 = 10 kg, Pakan/Umpan Bama no. 1 = 250 Kg, Pakan/Umpan Bama no. 2 = 300 Kg, Pakan/Umpan Bama no. 3 = 350 Kg, + Jumlah = 910 Kg

11

a. Persentase perolehan jumlah berat ikan lele pintet setelah panen berkisar 60% - 70% dari jumlah pakan : Pakan bama yang telah diumpankan 910 Kg. Peroleh berat ikan lele pintet, 910 kg x 67% = 609,70 Kg ikan lele pintet. b. Laba keuntungan dihitung dari jumlah pendapatan berat ikan setelah panen dikalikan harga jual partai kemudian dikurangi semua biaya yang telah dikeluarkan. Peroleh berat ikan setelah panen = 609,70 kg Harga jual ikan secara partai ditempat/kolam Rp 30.000,Biaya pengeluaran semua hingga panen Rp 12.500.000,= Pendapatan kotor total biaya pengeluaran = Rp 18.291.000,00 Rp 12.500.000,00 = Rp 5.791.000,d. Keuntungan dari budidaya ikan lele pintet sebanyak 1300 ekor selama 120 hari (4 bulan) dengan semua biaya yang telah dikeluarkan sebanyak Rp12.500.000,- dan memperoleh berat timbangan ikan sebanyak 609,70 Kg dengan harga jual partai Rp 30.000,-/kg akan mendapatkan pemasukan Rp 18.291.000,-. Dari selisih jumlah pendapatan dikurangi biaya pengeluaran mendapatkan keuntungan Rp 5.791.000,- (lima juta tujuh ratus sembilan puluh satu ribu rupiah)

Pendapatan kotor = 609,70 kg Rp 30.000,- = Rp 18.291.000,Keuntungan

Analisis Break Event Point (BEP) Break Even Point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya-biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan / profit. Rumus Analisis Break Even Point: BEP = Total Fixed Cost / (Harga jual per-unit - Variabel Cost Per-unit) Keterangan :

12

- Fixed cost: biaya tetap yang nilainya cenderung stabil tanpa dipengaruhi unit yang diproduksi. - Variable cost: biaya variabel yang besar nilainya tergantung pada banyak sedikit jumlah barang yang diproduksi. Analisis BEP untuk produks ikan lele pintet ini dapat dilihat sebagai berikut: Jumlah produksi ikan lele pintet yang dipanen tiap 4 bulan = 609,70 kg Harga jual per-kg = Rp 30.000,00 Total Fixed Cost = Rp 12.500.000,00 Total Variabel Cost = Rp 9.872.500,00 Variabel Cost per-kg pintet = Rp 9.872.500,00 / 609,70 kg = Rp 16.192,00 BEP = Total Fixed Cost / (Harga jual per-kg - Variabel Cost Per-kg) = Rp 12.500.000,00 / (Rp 30.000,00 Rp 16.192,00) = Rp 12.500.000,00 / Rp 13.808,00 = 905,27 kg Jadi diperlukan memproduksi 905,27 kg ikan lele pintet untuk = Total Variabel Cost / jumlah produksi ikan lele

mendapatkan kondisi seimbang antara biaya dengan keuntungan alias profit nol (balik modal).

13

L. LAMPIRAN Lampiran 1 Inovasi Budidaya Monokultur Lele pintet (Clarias batrachus) Sebagai Salah Satu Pangan yang Bernilai Jual dan Bergizi Tinggi Melalui Sistem Joint Venture Nama usaha Pemilik Usaha Lokasi Usaha Besar Modal Asal Modal Produk Utama Target pasar Kapasitas produksi Analisi SWOT 1. : CV. Berkat Bunda : Alfiannor, Hidayat Sutanto, Muhammad Irvan : Desa Kambitin Raya RT. 7 Kec. Tanjung Kab. Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan : Rp 12.500.000,: Dana DIKTI : Lele pintet : Pasar ikan, pengepul ikan, warung-warung makan dan resto, dan masyarakat sekitar tambak pada umumnya. : Produk yang dihasilkan tiap kali panen sekita 609,70 kg ikan lele pintet. :

Strengt - Sebagian besar masyarakat suka mengonsumsi ikan. - Banyaknya pedagang dan pengepul ikan yang mencari ikan lele pintet.

2.

Weakness - Harga pakan dan harga bibit dipasaran yang sering berubah. - Waktu produktif relatif lama. - Modal pertama relatif besar

3.

Opportunity - Banyaknya warung-warung makan dan resto yang menjual menu special ikan lele pintet. - Banyak produk olahan ikan lele pintet seperti baso lele dan lain-lain

4.

Treatment - Pemangsa seperti ular, kucing, atau berang-berang

14

15