Anda di halaman 1dari 8

Pengertian

Fumigasi (dari bahasa Inggris fume yang berarti asap), adalah sebuah metode pengendalian hama menggunakan pestisida. Dalam proses ini, sebuah area akan secara menyeluruh dipenuhi oleh gas atau asap, membunuh semua hama didalamnya. Metode ini dapat membunuh hama yang hidup di dalam struktur bangunan, misalnya rayap.[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Fumigasi berkaitan fumigasi

Standar Internasional untuk Fumigasi


Pada saat ini, dua prosedur standar internasional untuk fumigasi telah diterapkan untuk mengatur pelayanan karantina ke negara-negara pengekspor. Standar ISPM #15 berlaku untuk semua negara mengekspor ke negara manapun. Standar AQIS berlaku untuk semua negara yang mengekspor ke Australia. Standar ini menentukan spesifikasi teknis pekerjaan fumigasi yang fumigator harus patuhi. Ketika dilakukan bersama-sama dengan kriteria yang dilakukan oleh karantina setempat, hal ini menjadi dasar dari sistem untuk menilai kondisi kargo yang masuk dan apakah barang-barang tersebut dapat menjadi sumber infestasi hama karantina. Di Rentokil, fumigator bersertifikat kami dilatih untuk memberikan pelayanan pekerjaan sesuai dengan Standar. Eksportir bertanggung jawab untuk memastikan status dari barang mereka bebas hama pada saat ekspor, dan kesesuaian kemasan barang mereka yang telah mereka pilih untuk membawa barang-barang mereka ke luar negeri. Seorang fumigator kompeten dapat memberikan saran kepada Eksportir cara terbaik untuk mengurangi risiko serangan hama pada barang nya. Untuk mengetahui lebih lanjut pelayanan jasa fumigasi kami, silahkan hubungi 0 800 1 333 777.

Apakah ISPM #15 itu? Apa acuan bahan kemasan kayu (WPM)? Siapa yang akan memerlukan aplikasi ISPM15?

Apakah ISPM #15 itu?


ISPM #15 (Standar International untuk Fitosanitari, No. Publikasi 15) adalah pedoman kepatuhan terhadap peraturan perlakuan kemasan bahan kayu (termasuk dunnages) dalam perdagangan internasional, serta menspesifikasikan perlakuan fitosanitari yang diperlukan untuk mengatasi penyebaran hama karantina. ISPM #15, seperti ISPM lain, dikembangkan oleh International Plant Protection Convention (IPPC) atau Karantina Tumbuhan yang mengatas namakan Organisasi Pangan & Pertanian sedunia (FAO). Kembali ke atas

Apa acuan bahan kemasan kayu (WPM)?

Semua kemasan yang terbuat dari bahan baku kayu (baik kayu lunak dan kayu keras), tidak termasuk kayu olahan seperti kayu lapis, Kayu dari gergajian, potongan kayu, dll Kembali ke atas

Siapa yang akan memerlukan aplikasi ISPM15?


Ini adalah layanan fumigasi paling luas yang diperlukan oleh orang-orang yang terlibat dalam perdagangan internasional. Selama kemasan kayu (WPM) digunakan dalam kargo atau dalam kontainer yang dikirim ke luar negeri, Anda akan perlu untuk memenuhi standar ISPM #15. Hal ini membutuhkan layanan dari suatu fumigator profesional yang sesuai kualifikasi serta telah disahkan untuk memberikan pelayanan atau perlakuan fumigasi oleh AVA. Perlakuannya terdiri dari fumigasi dengan menggunakan metil bromida, dimana semua WPM harus ditandai dengan symbol ISPM #15. Sebuah Sertifikat Fumigasi akan menyertai pengiriman barang tersebut ke Negara tujuan. Setelah tiba di pelabuhan masuk di negara lain, karantina lokal akan memeriksa kesesuaian terhadap persyaratan dari ISPM #15. Ketidaksesuaian dapat menyebabkan kargo tersebut dikirim kembali, atau dihancurkan. ISPM #15 sedang diterapkan secara progresif di seluruh dunia. Dampaknya telah dirasakan ketika ekspor menuju ke Kanada dan Amerika Serikat di mana karantina setempat sangat waspada. Kasus Amerika Utara menekankan perlunya untuk memilih sebuah perusahaan fumigasi yang cocok , dimana pengendalian internal menjamin hasil fumigasi yang tidak akan memperlambat pengiriman. http://www.rentokil.co.id/kostumer-komersial/fumigasi/standar-internasional-untukfumigasi/index.html

FUMIGASI
June 9, 2010 Filed under Artikel Fumigasi merupakan teknik pembasmian hama secara total,tanpa merusak komoditi, tanpa resiko pencemaran residu, dengan sistem kerja yang cepat dan murah ; yakni dengan aplikasi gas toksik yang disebut fumigan. Fumigasi merupakan syarat diterimanya barang import pada negara barat, terutama Australia. Tidak jarang barang yang terkontaminasi harus terkena claim/ditolak di negara tujuan, bahkan beberapa perusahaan fumigator/pelaksana fumigasinya terkena black list di negara tersebut. Faktor utama kegagalannya dalah profesionalisme aplikator, serta kecurangan dalam aplikasi gas di bawah standar. SASARAN DAN TEKNIK FUMIGASI PENGGUNA

a. Eksportir Industri Rotan, Furniture, Kayu, Kerajinan/keramik b. Eksportir Industri Pertanian: kopi, Kopra, Pelet, Jagung, Gaplek c. Industri makanan: barang yang harus steril dari kontaminasi hama d. Usaha pergudangan yang perduli pada kualitas barang simpanan e. Pengelola kapal/boat dan bagian dokumen/kearsipan Tujuan Fumigasi : a. Membasmi semua jenis hama gudang/container produk eksport b. Standar sertifikasi Internasional/AQIS (Australian Quarantine) c. Memenuhi LC dan jaminan tanpa claim di negara tujuan. BAHAN DAN METODE APLIKASI Tersedia beberapa fumigan : Methyl Bromide (CH3Br), Alumunium Phosfide Chelpos,phostoxin), Magnesium Phosfide (Magtoxin Pt) dan Asam Sianida (HCN). FUMIGASI CONTAINER (Standar Biasa) 1. Persiapan : Pilihan gas yang paling aman adalah CH3Br. Penggunaan jenis lain misalnya phospin beresiko meledak ketika dalam perjalanan akibat kelembaban tinggi/ kebocoran selama perjalanan laut. 2. Pemeriksaan Kebocoran : Sebelum saffing dilakukan pengecekan, pastikan container laik fumigasi, untuk kebocoran ringan dapat ditambal dengan plaster dan untuk kebocoran serius agar diganti dengan yang baru, karena fumigasi gagal akan terkena claim di negara tujuan. Pelaksanaan : 1. Dosis rekomendasi barat : 48 g/m3 atau sekitar 2,880 kg/60M3 setara 3 kg/kontainer 40 feet atau 1, 5 kg/container 20 feet. Khusus hama Kapra Bettle resisten perlu dosis di atas 64 gr/m2. 1. Setelah staffing/disegel surveyor, fumigasi siap dilaksanakan. Ujung selang gas dipasang pada sela atas container (BJ gas 3,2). Kran gas di atas timbangan dibuka perlahan agar liguid menjadi gas. Hitung jumlah berat gas dikeluarkan sesuai dosis yang ditentukan sejalan menurunnya angka timbangan. Setelah cukup nepel ditutup, selang dilepas, caontainer dipasang stiker peringatan fumigasi, dan fumigasi selesai. FUMIGASI GUDANG

Untuk fumigasi ruang total (space fumigation) aplikasi teknisnya hampir sama dengan container, tetapi untuk fumigasi sebagian isi gudang (undersheet fumigation) dilaksanakan dengan metode sebagai berikut : 1. Persiapan : Objek ditutup keseluruhan dengan sheet terpal kedap udara, dipastikan tidak ada kebocoran udara pada bagian sisi bawah sheet bila perlu dihimpit pemberat. 2. Pilihan alternatif gas CH3Br : Ujung selang saluran gas dipasang pada bagian atas, proses selanjutnya adalah penyaluran volume gas sejumlah dosis yan direkomendasikan, teknik aplikasi selanjutnya sama dengan container. 3. Pilihan alternatif gas phospine : sebelum sheet ditutup sempurna, sisakan jalan untuk fumigator yang dilengkapi masker, masuk ke dalam untuk memasang plate/tablet, pada bagian terbawah dari komoditi objek sesuai dengan dosis. Segera setelah aplikasi selesai, fumigator segera keluar, dak cover sheet dirapikan agar menutup sempurna. Bila bagian gas aman biarkan dalam jangka waktu 2-5 hari agar gas menyublim sempurna. 4. Inspeksi keselamatan : kebocoran gas dideteksi dengan penciuman dan lampu halida; bila api membiru berarti gas bocor, segera dilakukan penambalan. Setelah selesai cover sheet dibuka, pintu/jendela dibuka dan fumigasi selesai. PROSEDURE PELAKSANAAN FUMIGASI STANDAR AQIS SIFAT FUMIGAN Metil bromida ( CH3Br ) adalah fumigan yang paling luas digunakan untuk tujuan karantina, karena : 1. Penetrasinya baik 2. Kecepatan kerja singkat 3. Daya racun tinggi terhadap berbagai jenis hama 4. Mudah diaplikasikan 5. Relatif aman bagi konsumen 6. Harga relatif murah 7. Dapat digunakan untuk berbagai jenis komoditi 8. Banyak dipersyaratkan oleh negara tujuan 9. Tidak ber residu KARAKTERISTIK CH3Br 1. CH3br adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak terbakar pada suhu normal,mencair dengan mudah di bawah tekanan, serta disimpan dalam bentuk cair dibawah tekanan.

1. CH3Br adalah bahan kimia yang reaktif, dapat bereaksi dengan dan merubah unsurunsur dari beberapa bahan yang difumigasi. KOMODITI YANG BERMASALAH

Bahan makanan yang kandungan lemaknya tinggi : mentega, tepung kedelai/gandum, kacang-kacangan

soda kue, makanan binatang dengan campuran tulang


Barang-barang dari kulit yang disamak dengan proses sulfur Bahan wol Barang-barang dari karet Bulu binatang Bunga potong Bibit & Benih tanaman Kertas penggosok perak,cetak foto,dsb.

I. PERSIAPAN FUMIGASI Pemeriksaan Surat Permintaan, tentang : 1. Apakah komoditi merupakan barang impor, eksport atau antar pulau. Pastikan apakah ada 2. persaratan khusus tentang dosis yang akan digunakan. 3. Periksa apakah komuditi sesuai untuk difumigasi dengan MB 4. Periksa apakah tersedia cukup waktu untuk melaksanakan fumigasi hingga selesai Penyusunan Rencana Kerja, meliputi : pembagian tugas untuk setiap personil, dan kesiapan semua personil Penetapan Personil Fumigasi, meliputi : Catat semua personil yang akan dilibatkan dan tunjuk penanggung jawab kegiatan. Bahan dan Peralatan : Siapkan semua peralatan dan bahan yang akan dibawa, berdasarkan list standard yang ada. Pemberitahuan : Lakukan pemberitahuan kepada pihak-pihak yang berkepentingan II. SURVEY KELAYAKAN LOKASI FUMIGASI Pakaian Kerja/Uniform

gunakan selalu pakaian kerja (wearpack, helmet, sarung tangan, sepatu pelindung, dan medical warning badge) Pemeriksaan tempat/lokasi : tempat/lokasi fumigasi harus cukup terlindung dari gangguan cuaca,bebas dari keramaian/aktivitas kerja, serta berventilasi baik. Lantai : lantai harus kedap gas, dan harus bebas dari kotoran, bila tidak kedap gasl ditutup dengan penutup yang kedap gas. Susunan/Stacking : susunan komoditi harus memungkinkan sirkulasi dan penetrasi gas dengan baik, hingga ke tengah tumpukan komoditi bila tidak lakukan penyusunan kembali III. PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN FUMIGASI Pemasangan Jalur Pemasok Gas Jalur pemasok gas dapat disusun dengan menggunakan system sigle atau multiple manifold, sesuai dengan kebutuhan. Pemasangan Jalur Sampling : Jalur sampling dipasang secara diagonal (atas, tengah dan bawah. Penempatan Kipas Angin : Tempatkan kipas angin pada bagian bawah depan dan atas belakang tumpukan komoditi. Pemasangan Sheet : Sebelum dipasang periksa apakah terdapat cacat, bila ada lakukan ada lakukan penutupan dengan pita perekat. Pasang pelapis pada bagian yang tajam. Lakukaan penutupan terhadap tumpukan komoditi. Lipat dan jepit semua sambungan lembar penutup. Tindih lipatan dengan sand snake. Tanda Peringatan Bahaya : Pasang garis pengaman (safety line) atau tambang plastic. Pengukuran Volume Ruang Fumigasi :

Untuk menentukan jumlah fumigan yang akan dilepas Kalkulasi Jumlah Fumigan : Dosis x Volume Ruang. Pemasangan Evaporizer : Panaskan evaporizer hingga airnya mendidih. Pengecekan akhir sebelum Pelepasan Gas : Pastikan bahwa :

Petugas karantian tumbuhan berada di tempat untuk mengawasi pelaksanaan fumigasi. Dua orang penjaga harus berada di lokasi fumigasi Semua bagian dari ruangan fumigasi serta area berbahaya telah dikosongkan. Semua nyala api dan lampu-lampu di dalam ruangan fumigasi telah dipadamkan. Semua makanan/minuman yang tidak diperlukan dalam fumigasi dan mungkin tercemar oleh fumigant

telah dipindahkan dari dalam ruangan fumigasi.


Semua celah, lubang dan pintu ruangan fumigasi telah tertutup rapat. Kipas angin telah berada dalam posisi yang tepat. Semua peralatan yang diperlukan telah terpasang dengan baik/tersedia di lokasi dan siap dioperasikan.

IV. PELEPASAN GAS : 1. Nyalakan kipas angin gunakan alat Bantu pernapasan, lakukan test apakah masker melekat erat di wajah, sehingga kedap udara. 2. Lepaskan gas secara perlahan lebih kurang 30 detik dan tutup kembali. 3. Selama proses pelepasan gas tersebut, lakukan pemeriksaan kebocoran di sekitar outlet pada tabung fumigan serta sambungan selang gas dengan alat pemanas dengan lampu halida. Bila sudah OK, lepaskan kembali gas ke dalam ruang fumigasi hingga tercapai jumlah yang ditentukan. 1. Selama proses pelepasan gas tersebut, lakukan kembali pemeriksaan kebocoran gas di sekitar lembaran penutup, menggunakan alat pendeteksi kebocoran. 2. Nyalakan terus kipas angin selama lebih kurang 15 menit setelah pelepasan gas agar tersebar merata. Setelah itu lakukan pemeriksaan dengan alat pengukur konsentrasi gas untuk mengetahui apakah gas telah benar-benar merata ke seluruh ruangan (equilibrium). Bila belum, nyalakan kembali kipas angin selama beberapa menit, dan lakukan kembali pemeriksaan equilibrium gas. 3. Waktu fumigasi mulai dihitung pada saat tercapai equilibrium gas. V. MONITORING

Pemeriksaan Konsentrasi Gas : Lakukan pemeriksaan konsentrasi gas pada waktu 30 menit setelah tercapai equilibrium gas dan pada akhir waktu fumigasi. Bila terjadi penurunan konsentrasi pada batas-batas yang masih dapat ditoleransi lakukan penambahan gas, dan perpanjang masa fumigasi sesuai dengan ketentuan. Untuk fumigasi dalam jumlah besar , pmantauan perlu dilakukan lebih dari dua kali pada interval waktu yang telah ditentukan. VI. AERASI / PEMBEBASAN GAS Lokasi dikatakan aman jika konsentrasi gas telah berada < 5 ppm VII. PEMERIKSAAN SERANGGA HIDUP Lakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya serangga yang masih hidup pada komoditi setelah difumigasi. http://kharismansyah.wordpress.com/2010/06/09/fumigasi/