Anda di halaman 1dari 3

Gerak-gerak pada tungkai atas : 1.

Articulatio sacroiliaca : articulatio ini penting pada pemindahan berat badan kepada kedua tungkai, sehingga sendi ini memungkinkan gerak yang sedikit sekali. Ligamentumligamentum yang terdapat pada art. sacroiliaca ialah : ligg. sacroiliaca anteriora, posteriora, interossea dan lig iliolumbale, dimana ligamentum tersebut bekerja mencengah perputaran os sacrum bagian atas ke depan, sedangkan ligg, sacrotuberosum dan sacrospinosum bekerja mencengah os. Sacrum bagian bawah ke belakang. Jika gaya yang menekan os sacrum ke bawah makin besar maka lig.sacroiliaca interossea akan tertarik sehingga jepitan kedua ossa iliaca terhadap sacrum akan bertambah besar. 2. Artculatio coxae , sesuai dengan fungsinya sebagai alat penyandar tubuh maka pergerakan pada art. coxae terbatas dibanding dengan art. humeri. Pergerakan yang dapat dilakukan pada art. coxae ialah : 1. Antefleksi tungkai atas dilakukan oleh mm. Iliopsoas (terpenting), rectus femoris, sartorius, tensor fascia latae, glutei medius et minimus dan mm. Adductores 2. Retrofleksi tungkai atas dilakukan oleh mm. Gluteus maximus (terpenting), ischiocrurales, gluteus medius, adductor magnus ( yang berinsertio pada condylus medialis femoris ) 3. Abduksi tungkai atas dilakukan oleh mm. glutaei medius et minimus (terpenting), gluteus maximus, tensor fasciae latae, rectus femoris dan piriformis. 4. Aduksi tungkai atas dilakukan oleh mm. adductores, gluteus maximus, semimembranosus dan iliopsoas. 5. Eksorotasi tungkai atas dilakukan oleh mm. gluteus maximus (terpenting), gluteus medius et minimus, quadratus femoris, triceps coxae, piriformis, obtutator externus, iliopsoas dan adductor magnus ( bagian yang berinsertio pada linea aspera ) 6. Endorotasi tungkai atas dilakukan oleh : mm. adductor magnus (bagian yang berinsertio pada condylus medialis femoris), gluteus medius et minimus dan tensor fascia latae. 3. Pergerakan panggul terdiri atas :

1.

Gerakan memutar panggul ke depan dilakukan oleh : mm. pectineus, rectus femoris, adductor longus, sacrospinalis dan iliopsoas

2. Gerakan memutar panggul ke belakang dilakukan oleh : mm. rectus abdominis, gluteus maximus dan mm. ischiocruralis.

NB : Antefleksi tungkai atas pada art. coxae dapat dilakukan lebih luas dengan tungkai bawah dalam keadaan fleksi dibandingkan dengan tungkai bawah dalam keadaan ekstensi, hal ini disebabkan: jika tungkai atas difleksikan maka origo dan insersi mm. ischiocrurales akan saling menjauh, peregangan maksimal akan lebih tercapai dengan tungkai bawah dalam keadaan ekstensi. Pada tungkai bawah ekstensi maka m. rectus femoris harus bekerja sekaligus untuk antefleksi pada art. coxae dan ektensi tungkai bawah pada art. genu, sedangkan pada tungkai bawah dalam keadaan fleksi maka m. rectus femoris semata-mata untuk antefleksi tungkai atas. Gerak-gerak pada tungkai bawah : 1. Pada artculatio genus : pada articulatio ini dapat dilakukan gerakan : a. fleksi dilakukan oleh mm. semitendinosus terpenting), semimembranosus, biceps femoris, gracilis, sartorius, popliteus dan gastrocnemeus. b. ekstensi dilakukan oleh : mm. quadriceps femoris (terpenting), dan tensor fascia latae. c. eksorotasi dilakukan oleh : mm. biceps femoris (terpenting), tensor fascia latae dan gastrocnemeus caput medial. d. endorotasi dilakukan oleh : mm. semimembranosus (terpenting), sartorius, semitendinosus, popliteus, gastrocnemeus caput lateral. 2. pada articulatio talocruralis : pada articulatio ini dapat dilakukan gerakan : a. dorsofleksi (ekstensi) kaki dilakukan oleh mm. tibialis anterior, extensor hallucis longus dan extensor digitorum longus.

b. Plantarfleksi (fleksi) kaki dilakukan oleh : mm. gastrocnemeus, soleus (terpenting), tibialis posterior, flexor hallucis longus, flexor digitorum longus, peroneus longus et brevis. 3. pada articulatio talotarsalis : pada articulatio ini dapat dilakukan gerakan : a. supinasi kaki yang selalu diikuti oleh (gerakan aduksi dan plantarfleksi) dilakukan oleh : mm. gastrocnemeus, soleus, flexor hallucis longus, flexor digitorum longus, tibialis anterior dan tibialis posterior. b. Pronasi kaki yang selalu diikuti oleh gerakan (abduksi dan dorsofleksi) dilakukanoleh : mm. peroneus longus et brevis, extensor digitorum longus, dan extensor hallucis longus. 4. pada articulatio tarsotransversa CHOPART : kemungkinan gerak pada articulatio ini hanya sedikit yaitu rotasi kaki yang memungkinkan gerak supinasi dan pronasi kaki pada articulatio talotarsalis dapat bertambah.