Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PEMBUATAN MAKANAN ENTERAL DM B2 DENGAN SUSU

Oleh :

Irwan Setiya Budi NIM B4108247

Program Studi D-IV Gizi Klinik Jurusan Kesehatan POLITEKNIK NEGERI JEMBER 2012 LEMBAR PERSETUJUAN PENGEMBANGAN FORMULA ENTERAL DM B2 + SUSU PKL MANAJEMEN PENYELENGGARAN MAKANAN INSTITUSI

DI RSUD DR.SOEDONO TAHUN AKADEMIK 2011/2012

Oleh : Nama : IRWAN SETIYA BUDI Nim : B4108247

Madiun, tanggal tahun Pembimbing,

Dina nurvitasari. S.Gz NPK.53105011 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pelayanan gizi di rumah sakit adalah kegiatan pelayanan gizi yang dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di rumah sakit salah satunya adalah pasien rawat inap. Instalasi gizi rumah sakit merupakan wadah yang mengelolah kegiatan pelayanan gizi di rumah sakit. Salah satu kegiatan pokoknya adalah dalam pengadaan makanan yang bertujuan memberikan pelayanan gizi yang optimal untuk menunjang proses penyembuhan peengobatan pasien yang terintregasi dengan pelayanan kesehatan yang lain (.....). Nutrisi enteral merupakan terapi terapi pemberrian nutrien lewat saluran cerna dengan menggunakan selang/kateter khusus (feeding tube). Cara pemberiannya bisa melalui jalur hidung lambung (nasogastric tube) atau hidung-usus (nasoduodenal atau naso jejunal route). Pemberian nutrien juga bisa dilakukan dengan cara bolus atau cara infus lewat pompa infus enteral (Andry Hartono,2000). Makanan enteral yang saat ini dipakai di rumah sakit umumnya berbentuk makanan cair formula rumah sakit dan makan cair formula komersial. Makan formula rumah sakit biasanya dibuat dengan cara tradisional dan sebagian besar memakai bahan makanan non elemental dan biasanya tersusun dari bahan makanan yang mudah diperoleh seperti dari tepung, susu, telur, minyak, gula dan lain-lain (Sarwono, 2004). Dalam praktek kerja lapangan ini kami mencoba untuk membuat makanan enteral formula rumah sakit DM B2 dengan susu. Formula enteral DM B2 adalah formula enteral yang diberikan pada penderita nefropati diabetik dengan gagal ginjal sedang, yaitu nefropati stadium II atau dengan diabetisi pra hemodialis dengan protein 0,6 gr per kg/BB/hari. Nefropati adalah manifestasi penyempitan pembulu darah ginjal yang akhirnya di susul dengan kegagalan faal ginjal. Pada kadaan nefropati ini, kadang-kadang di dapatkan hipoglikemia. Diet ini mempunyai komposisi protein 6 %, lemak 20 % dan karbohidrat 74 %, dan tinggi asam amino esensial. Sifat dari makanan enteral DM B2 harus tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari), tetapi harus mengandung protein kurang dari 1 gr/kg/BB/hari. Dalam praktek hanya terdapat DM B2 dengan 2100-2300 kalori/hari. Jika tidak demikian jumlah protein perhari akan berubah (.........).

1.2. Tujuan 1. Memberikan asupan nutrisi kepada pasien diabetes mellitus nefropati atau pra hemodialisis yang tidak bisa memenuhi asupan nutisi melalui makanan padat

BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN 2.1 Analisis Mutu gizi A. Nilai gizi formula enteral DM B2 RS Tabel 2.1 Kandungan Gizi Formula Enteral DM B2 RS

Jenis menu

Bahan

Gram 252 gr 25gr 207 gr 226 gr 252gr

Energi 209,16 225,5 327,1 730,7 105,8 1698,5

Protein Lemak 5,04 _ 26,5 14,49 3,024 50,38 0,252 23,805 23,81 1,035 0,756 50,943

KH 48,13 1,449 1,449 165,6 23,44 253,81 7

K 499 1983,78 364,3 _ _ 1983,78

Formula Kentang Enteral DM Minyak B2 RS jagung Telur ayam Tepung beras Wortel Jumlah

Dari tabel 2.1 kandungan gizi formula enteral DM B2 RS didapatkan kandungan Energi sebesar 1698,5 kal, Karbohidrat sebesar 253,817 gram (60%) Protein sebesar 50,38 (13 %), Lemak sebesar 50,943 (19 %) dan Kalium sebesar 1983,78

Tabel 2.2 Pengembangan Formula Enteral DM B2 dengan SUSU

Jenis menu

Bahan

Gram

Energi

Protein 3 9,6 4,8 4,8 0,6 _ 8,4 31,2

Lemak 0,15 8,625 5,25 1,2 _ 30 0,6 45,825

KH 28,65 0,525 6,45 37,2 170 _ 96 338,82 5

K 594 133,5 _ 980 _ _ 1707,5

Formula Enteral Kentang DM B2 dengan telur SUSU ayam Susu sapi wortel Tepung maizena Minyak kelapa Tepung beras Jumlah

150 gr 124,5 75 gr 121,5

150 gr 91,5 400gr 168

200 gr 686 30 gr 270,6

120 gr 436,8 1898,9

Dari tabel 2.2 pengembangan formula DM B2 RS dengan susu diperoleh Energi sebesar 1898,9 kal, Karbohidrat sebesar 338,25 (71 %) Protein sebesar 31,2 gr (6 %) Lemak sebesar 45,825 gr (20 %) dan Kalium sebesar 1707. Pengembangan formula enteral DM B2 + susu yang telah saya lakukan bisa

dikatakan telah memenuhi standar diet DM B2 2100 kkal menurut buku askandar yang memiliki kandungan nilai gizi Kalori : 2100, Lemak : 44 gr (%), Protein : 31,9 gr, KH : 370,5 gr, K : 1012,8 2505 mgram . Dalam pengembangan formula DM B2 dengan susu menggunakan bahan kentang karena kentang merupakan sumber kalori dan di dalam kentang terdapat kandungan glukosa atau indeks glikemik yang rendah sehingga aman untuk penderita diabetes, merupakan sumber yang kaya serat, dan vitamin C. Kentang juga mudah di dapat dan harganya relatif murah. Tepung maizena selain mengandung kalori juga kandungan proteinnya lebih rendah dibanding tepung beras karena untuk pasien DM B2 ini dibatasi dalam konsumsi protein. Telur ayam karena di dalam telur ayam, terutama ayam kampung memiliki sumber kalori dan protein hewani yang bernilai biologis tinggi, karena susunan asam aminonya menyerupai susunan asam amino manusia. Efisiensi penggunaan untuk metabolisme adalah 85-95%, selain itu telur ayam merupakan bahan makanan yang murah yang mengandung nilai biologis tinggi dibandingkan dengan bahan makanan yang lain seperti ikan dan daging. Sedangkan susu sapi segar dipilih karena kandungan kaliumnya rendah dibandigkan susu skim dan susu lainnya.

Alasan pemilihan bahan: a. Kentang Alasan saya menggunakan bahan kentang

b. Wortel

c. Tepung maizena

d. Minyak kacang tanah Karena

1. SAA (Skor asam amino)

a. Sebelum pengembangan

No

Nama bahan Kentang Telur Minyak jagung

Berat (gr) 252 207 25

Kons. Isolue protein sin (gr) (gr) 3,78 25,254 27,3 40,0

leusin (gr) 44,7 74,1

Lisin (gr) 39,3 61,0

Tot. Tot. AAS AAA (gr) (gr) 18,0 42,5 52,6 98,2

Treon in (gr) 34,7 42,9

Tript Valin opan (gr) (gr) 11,7 12,3 56,9 55,5

1 2 3

4 5

Tepung beras Wortel

226 252 2,268 24,4 55,6 30,0 17,8 67,7 41,1 7,8 33,7

Jumlah Kons.AA/g P PKAE

b. Setelah pengembangan

No

Nama

Berat

Kons.

Isolue

leusin

Lisin

Tot.

Tot.

Treon

Tript Valin

bahan 1 2 3 4 5 6 7 Kentang Telur Minyak kedelai Tepung beras Wortel Susu sapi Tepung maizena

(gr) 150 75 30 120 400 150 200

protein sin (gr) (gr) 2,25 9,15 27,3 40,0

(gr) 44,7 74,1

(gr) 39,3 61,0

AAS AAA (gr) (gr) 18,0 42,5 52,6 98,2

in (gr) 34,7 42,9

opan (gr) 11,7 12,3

(gr) 56,9 55,5

3,6 4,8

24,4 48,6

55,6 100

30,0 74,1

17,8 183

67,7 _

41,1 50,5

7,8 14,0

33,7 60,7

Jumlah Kons.AA/g P PKAE

I. Standar resep dan standar porsi


1. Standar Resep pengembangan formula

Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan untuk pembuatan formula enteral DM B2 + susu yaitu : a. Timbangan b. Gelas ukur c. Pengaduk d. Penci e. Gelas untuk penyajian f. Blender g. Wadah plastik Bahan bahan yang digunakan untuk pembuatan formula enteral DM B2 kentang telur ayam susu sapi wortel maizena miyak kelapa tepung beeras Air : 150 gr : 75 gr : 150 gr : 400 gr : 200 gr : 30 gr : 120 gr : 2100 cc

Cara pengolahan furmula enteral DM B2 + SUSU 1. Menyiapka bahan dan alat yang akan di gunakan. 2. Bahan di timbang sesuai kebutuhan. 3. Melakukan perebusan pada kentang sampai matang, setelah itu ditiriskan. 4. Semua bahan di campur menjadi satu kemudian di blender kecuali untuk bahan tepung dan minyak, setelah di blender hasilnya ditempatkan pada panci.

5. Kemudian tepung beras di beri air diaduk sampai rata, selanjutya tepung beras di jadikan satu dengan bahan-bahan yang lain. 6. Setelah semua bahan tercampur rata, kemudian bahan yang telah tercampur rata di panaskan dengan api kecil, setelah mendidih, minyak dimasukkan dan diaduk kembali sampai merata, setelah mendidih diangkat dan disaring.

standar porsi

Energy = 2100 kal : 6 = 350 kal Protein = 63 gr : 6 Lemak = 63 gr : 6 KH = 303 gr : 6 = 10,5 gr = 10,5 gr = 50 gr

Menu

Sebelum pengembangan

Setelah pengembangan Bahan Kentang Minyak kelapa telur ayam Tepung maizena wortel Susu sapi Tepung beras Gr 150 30 75 200 400 150 120 1898,9kal 338,825gr

Pengemban Bahan Gr gan formula Kentang 252 enteral DM B2 Minyak jagung 25 Telur ayam Tepung beras Wortel 207 226 252

Kalori KH

1698,5 kal 253,817 kal

Kalori KH

Peotein Lemak K

50,38 gr 50,943 gr 1983,78 gr

Protein Lemak K

31,2 gr 45,825 gr 1707,5

Persen pangan resep

Bahan Kentang telur ayam Susu sapi wortel Tepung maizena Minyak kelapa Tepung beras

Berat 1 porsi 150 75 150 400 200 30 120

Berat 6 porsi 50 12,8 50 66,6 50 5 20

Jadi setiap porsi sebelum pengembangan mengandung

Kalori = 1698,5 : 6 = 283,08 kal Protein = 50,38 : 6 = 8,39 gr Lemak = 50,943 : 6 = 8,49 gr KH K = 253,817 : 6 = 42,302 gr = 1983,78

Jadi setiap porsi setelah pengembangan dengan enam kali pemberian mengandung :

Kalori = 1898,9 : 6 = 316,48 kal Protein = 31,2: 6 = 5,2 gr Lemak = 45,825 : 6 = 7,6375 gr KH K = 338,825 : 6 = 56,47 gr = 1707,5

standar biaya

NAMA BAHAN Kentang telur ayam susu sapi Wortel Maizena miyak kelapa Tepung beras Total

BERAT 150 75 150 400 200 30 120

HARGA Rp 1300 Rp 500 Rp 1200 Rp 1500 Rp 1700 Rp 500 Rp 1020 Rp 7720