Anda di halaman 1dari 6

Nama : R.A Anindya Chandra Dewi NIM : 21030110130103 Kelas : B (Rabu siang pukul 10.30) Blog : raanindyacd.wordpress.

com

1. Thomson was able to determine the mass/charge ratio of the electron but not its mass. How did Millikans experiment allow determination of the electrons mass? 2. How can ionic compounds be neutral if they consist of positive and negative ions? 3. Rank the following photons in terms of increasing energy: (a). blue (=453 nm), (b) red (=660 nm), and (c). yellow (=595 nm). 4. Are the following quantum number combinations allowed? If not, show two ways to correct them: (a). n=1, l=0, ml=0; (b). n=2, l=2, ml=+1; (c). n=7, l=1, ml=+2; (d). n=3, l=1, ml=-2 5. Write a full set of quantum numbers for the following: (a). outermost electron in an Li atom; (b). The electron gained when a Br atom becomes a Br- ion; (c). The electron lost when a Cs atom ionizes; (d). the highest energy electron in the ground-state B atom 6. Write the condensed ground-state electron configuration of these transition metal ions, and state which are paramagnetic: (a). Mo3+; (b). Au+; (c). Mn2+; (d). Hf2+ 7. There are some exceptions to the trends of first and successive ionization energies. For each of the following pairs, explain which ionization energy would be higher: (a). IE1 of Ga or IE1 of Ge; (b). IE2 of Ga or IE2 of Ge; (c). IE3 of Ga or IE3 or Ge; (d). IE4 of Ga or IE4 of Ge 8. For single bonds between similar types of atoms, how does the strength of the bond relate to the sizes of the atoms? Explain scientifically.

Jawab : 1. Percobaan Millikan atau dikenal pula sebagai Percobaan oil-drop (1909) saat itu dirancang untuk mengukur muatan listrik elektron. Rober Millikan melakukan percobaan tersebut dengan menyimbangkan gaya-gaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada di antara dua buah pelat elektroda. Dengan mengetahui besarnya medan listrik, muatan pada tetes minyak yang dijatuhkan (droplet) dapat ditentukan. Dengan mengulangi eksperimen ini sampai beberapa kali, ia menemukan bahwa nilai-nilai yang terukur selalu kelipatan dari suatu bilangan yang sama. Ia lalu menginterpretasikan bahwa bilangan ini adalah muatan dari satu elektron: 1.602 1019 coulomb (satuan SI untuk muatan listrik).

2. Pada ikatan ionik, terjadi transfer elektron dari satu atom ke atom lainnya. Oleh karena berpindahnya elektron, maka ada atom yang kedapatan elektron menjadi bermuatan negatif, sedangkan atom yang kehilangan elektron akan bermuatan positif. Jika atom ketambahan elektron, maka atom tersebut menjadi ion negatif atau dikenal dengan istilah anion. Sedangkan jika atom kehilangan elektron, maka atom tersebut menjadi ion positif atau kation. Pada umumnya, atom logam cenderung kehilangan electron dan atom non logam cenderung menerima electron membentuk senyawa ion untuk menuju kepada truktur gas mulia yang terdekat. Gas gas mulia mempunyai kestabilan struktur sehingga ikatan ionic menjadi bermuatan netral.

3. Rumus energi foton adalah :

Dimana : h = konstanta Planck c = laju cahaya = panjang gelombang Semakin besar panjang gelombang maka semakin kecil energy foton yang dihasilkan. Jadi urutan nya adalah : red (=660 nm), yellow (=595 nm), blue (=453 nm) 4. (a). n=1, l=0, ml=0 benar (b). n=2, l=2, ml=+1 salah Seharusnya : 1. 2. 3. 4. n = 2, l = 0, ml = 0 n = 2, l = 1, ml = -1 n = 2, l = 1, ml = 0 n = 2, l = 1, ml = +1

(c). n=7, l=1, ml=+2 salah Seharusnya : 1. n = 7, l = 1, ml = -1 2. n = 7, l = 1, ml = 0 3. n = 7, l = 1, ml = +1 (d). n=3, l=1, ml=-2 salah Seharusnya :

1. n = 3, l = 1, ml = -1 2. n = 3, l = 1, ml = 0 3. n = 3, l = 1, ml = +1 5. a. 3Li = [He] 2s1 n = 2, l = 0, m = 0, s = + b. Br(s) + e Br10 2 5 menjadi 35Br- = [Ar] 3d10 4s2 4p6 35Br = [Ar] 3d 4s 4p n = 4, l = 1, ml = 0, s = - c. Cs+ + e Cs(s) 1 55Cs = [Cs] 6s n = 6, l = 0, ml = + d. 5B = [He] 2s2 2p1 n = 2, l = 1, ml = -1, s = + saat kondisi ground state = 1s2 n = 1, l = 0, ml = 0, s = - 6. a. Mo3+ + 3e Mo 2 4 42Mo = [Kr] 5s 4d
3+

n = 4, l = 1, ml = +1, s = -

42Mo

= [Kr] 5s2 4d1

Sifat paramagnetik dari Mo meningkat karena adanya pelepasan 3 elektron dari subkulit d. Sifat ini konsisten dengan Mo yang kehilangan elektron di orbital d. b. Au(s) + e Au+ + 2 10 12 79Au = [Xe] 6s 5d 4f

Sifat paramagnetik dari Au meningkat karena adanya pelepasan 1 elektron dari subkulit f. Sifat ini konsisten dengan Au yang kehilangan elektron di orbital f. c. Mn2+ + 2e Mn 2 5 25Mn = [Ar] 4s 3d
2+

25Mn

= [Ar] 4s2 3d3

Sifat paramagnetik dari Mn meningkat karena adanya pelepasan 2 elektron dari subkulit d. Sifat ini konsisten dengan Mn yang kehilangan elektron di orbital d. d. Hf2+ Hf + 2e
72Hf

= [Xe] 6s2 5d10 4f5

72Hf

2+

= [Xe] 6s2 5d10 4f3

Sifat paramagnetik dari Hf meningkat karena adanya pelepasan 2 elektron dari subkulit f. Sifat ini konsisten dengan Hf yang khilagan elektron di orbital f. 7. Galium memilik jari-jari atom yang besar daripada Germanium. Hal ini mempengaruhi besarnya energi ionisasi kedua atom tersebut. Gaya tarik-menarik antara inti dan elektron semakin melemah akibat dari bertambahnya jari-jari atom sehingga elektron menjadi lebih mudah di lepaskan. Gallium memiliki IE1 yang lebih kecil bila dibandingkan dengan Germanium, karena energi yang di butuhkan untuk melepas elektron terluar lebih kecil..Untuk IE2, Germanium memiliki energy yang lebih positif dari Gallium. Hal ini dipengaruhi oleh jari-jari atom dari Germanium yang lebih kecil dari Gallium. Hal ini juga berlangsung sama untuk IE3 dan IE4. 8. Semakin besar jari-jari atom semakin jauh pula jarak inti dengan elektron terluar.Sehingga energi yang dihasilkan menjadi lebih kecil. Bila atom sejenis itu berikatan maka ikatan tunggal yang terbentuk akan lemah.

Referensi

http://id.wikipedia.org http://www.chem-is-try.org http://www.google.com Dr, Istadi, ST, MT, Buku Ajar Kimia Umum, 2008, Semarang : Universitas Diponegoro