Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH FARMAKOGNOSI TANAMAN TOKSIK

DOSEN PEMBIMBING: ISNINDAR, S.Si, M.Sc, Apt. DISUSUN OLEH KELOMPOK 6 ANGGOTA 1.Nurul Ramadhani Islami 2. Shanty Pawanti 3. Venny Romian Utari Sinaga 4. Windy Tri Agusta 5. Willyardo Varera Randa Ahie

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2012/2013

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas izinNya penulis dapat menyelesaikan Makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini disusun dengan maksud meningkatkan pemahaman mahasiswa/i mengenai Tanaman Toksik. Penulis juga berterima kasih kepada Dosen Pengampu Farmakognosii kami ,Ibu Isnindar, S.Si, M.Sc, Apt serta pihak-pihak yang telah membantu

penulis, untuk menyelesaikan makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan sumbangsih yang berarti dalam pemahaman mahasiswa tentang Tanaman yang mempunyai efek toksik bagi tubuh. Penulis menyadari bahwa Makalah ini tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari para pembaca sangat penulis harapkan dalam penyempurnaan dan perbaikan Makalah ini.

Pontianak, September 2012

Penulis

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tumbuhan-tumbuhan yang ada di alam sangat banyak jenisnya. Dari bergabgai jenis tumbuhan tersebut ada sebagian besarnya dimanfaatkan oleh manusia. Namun ada beberapa yang jarang bahkan tidak dimanfaatkan oleh manusia karena berbahaya terutama bagi kesehatan manusia. Ada beberapa tumbuhan yang berbahaya karena mengandung zat-zat tertentu yang bersifat toksit atau racun. Tanaman-tanaman ini sebagian ada disekitar kita, oleh sebab itu sebaiknya hati-hati kita akan membeli bunga untuk ditanam dihalaman rumah. Mungkin saja saja tanaman yang dibeli ataupun didapat dari teman-teman merupakan tanaman yang beracun. Proses domestikasi atau pembudidayaan secara berangsur-angsur dapat menurunkan kadar zat racun yang dikandung oleh suatu tanaman sehingga tanaman pangan yang kita konsumsi mengandung racun dengan kadar yang jauh lebih rendah daripada kerabatnyayang bertipe liar (wild type). Penurunan kadar senyawa racun pada tanaman yang telah dibudidaya antara lain dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tumbuhnya. Karena racun yang dihasilkan oleh tanaman merupakan salah satu cara untuk melawan predator, maka tidak mengherankan bila tanaman pangan modern jauh lebih rentan terhadap penyakit. Beberapa kelompok racun yang ditemukan pada tanaman yang biasa kita konsumsi, ada beberapa yang larut lemak dan dapat bersifat bioakumulatif. Ini berarti bila tanaman tersebut dikonsumsi, maka racun tersebut akan tersimpan pada jaringan tubuh, misalnya solanin pada kentang. Kadar racun pada tanaman dapat sangat bervariasi. Hal itu dipengaruhi antara lain olehkeadaan lingkungan tempat tanaman itu tumbuh (kekeringan, suhu, kadar mineral, dll) serta penyakit. Keracunan makanan karena mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan yang mengandung racun biasanya tidak menimbulkan akibat yang serius, tapi perlu juga untuk diketahui gejala yang timbul dan tindakan penagnggulangannya. Keracunan biasanya terjadi pada anak-anak karena tidak tahu atau tidak sengaja. Keracunan terjadi disebabkan oleh zat-zat yang terkandung dalam

tumbuh-tumbuhan, antar lain bermacam-macam alkaloid, senyawa glikosida, resin, fitotoksin, oksalat dan senyawa sianida. Senyawa yang potensial dapat menjadi racun ini, mungkin tersebar diselurh bagian tanaman atau terkonsentrasi dalam akar, batang, daun, atau buah. Buah yang masih muda lebih berbahaya daripada buah yang telah masak. Selain itu, musim, habitat, keadaan cuaca, dan tanah juga mempengaruhi kandungan zat yang potensial dapat menjadi racun. Keracunan tumbuhtumbuhan beracun biasanya terjadi melalui mulut.

1.2 Tujuan Makalah ini bertujuan untuk : 1. Memberikan informasi tentang cirri-ciri serta bentuk tanaman yang berbahaya bagi tubuh karena mengandung racun. 2. Mengetahui gejala yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi tanaman toksik. 3. Mengetahui cara penanggulangan keracunan yang diakibatkan oleh tanaman toksik. 1.3 Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari racun? 2. Apa jenis racun yang terkandung didalam tanaman? 3. Bagaimana gejala yang ditimbulkan akibat keracunan? 4. Bagaimana cara mengatasi gejala keracunan yang diakibatkan oleh tanaman?

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Racun Racun adalah zat atau senyawa yang dapat masuk ke dalam tubuh dengan berbagai cara yang menghambat respons pada sistem biologis sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan,penyakit, bahkan kematian. Umumnya berbagai bahan kimia yang mempunyai sifat berbahaya atau bersifat racun, telah diketahui. Namun, tidak demikian halnya dengan beberapa jenis hewan dan tumbuhan, termasuk beberapa jenis tanaman pangan yang ternyata dapat mengandung racun alami, walaupun dengan kadar yang sangat rendah. Tanaman pangan, yaitu sayuran dan buah-buahan memiliki kandungan nutrien, vitamin, dan mineral yang berguna bagi kesehatan manusia serta merupakan komponen penting untuk diet sehat. Meskipun demikian, beberapa jenis sayuran dan buah-buahan dapat mengandung racun alami yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Racun alami adalah zat yang secara alami terdapat pada tumbuhan, dan sebenarnya merupakan salah satu mekanisme dari tumbuhan tersebut untuk melawan serangan jamur, serangga, serta predator. Yang dimaksud dengan tanaman pangan adalah kelompok tanaman yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh manusia.Toksikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan sumber, karakteristik dan kandungan racun, gejala dan tanda yang disebabkan racun, dosis fatal, periode fatal dan penatalaksanaan kasus keracunan. 2.2 Jenis Tanaman yang Mengandung Racun. 1. Castor Bean (Biji Kasturi)

Castor bean atau biji kasturi yang sering disebut sebagai jarak pagar dengan nama latin Ricinus comunis, ternyata mengandung racun yang sangat

berbahaya bagi manusia. Racun yang terkandung disebut ricin yang sangat berbahaya bagi manusia. Walaupun minyak jarak digunakan sebagai bahan tambahan makanan dalam permen dan coklat. Namun demikian kita tidak pernah keracunan, karena ricin yang terkadung dalam biji jarak ketika diekstraksi untuk memperoleh minyaknya, molekul ricin tidak bercampur dengan dengan minyak sehingga terbuang sebagai hasil samping. Jumlah 500 mikrogram (1 mikrogram = satu per sejuta gram) risin atau hanya sebesar ujung peniti sudah cukup untuk membuat manusia menemui kematiannya. Kemampuannya ini membuat risin menjadi zat bioteroris yang ditakuti. Namun di sisi lain, kemampuan potensialnya membunuh sel menjadi harapan bagi pengembangan teknik penyembuhan penyakit seperti tumor, kerusakan sumsum tulang, dan AIDS. Risin merupakan suatu protein globular dengan bobot molekul 66 kDa (kilo dalton) tersusun atas dua buah rantai yang saling berhubungan, yaitu rantai A (32 kDa) dan rantai B (32 kDa). Kedua rantai penyusun risin adalah suatu glikoprotein, protein yang mengikat gugus karbohidrat manosa. Keduanya secara kovalen dihubungkan oleh jembatan disulfida. Ditinjau dari segi fungsinya, kedua rantai penyusun risin berbeda satu sama lain. Rantai A memiliki aktivitas toksik karena dapat menghambat sintesis protein. Sedangkan rantai B berfungsi mengikat reseptor permukaan sel yang mengandung galaktosa. Gejala yang ditimbulkan risin cukup beragam bergantung pada jalur masuk molekul ini ke dalam tubuh. Gejala yang timbul apabila kita terpapar risin melalui jalur udara (pernafasan) adalah batuk, kesulitan bernafas, demam, mual, muntah, kulit berwarna kebiru-biruan, dan tekanan darah rendah. Terpapar risin melalui jalur pencernaan (mulut) akan menimbulkan gejala awal seperti diarrhea, dehidrasi, tekanan darah rendah, halusinasi, dan darah dalam urin. Sedangkan apabila bubuk risin mengenai mata dan kulit, maka akan menimbulkan mata merah dan rasa sakit pada mata dan kulit. Perlu diketahui bahwa Sampai saat ini, obat yang efektif untuk mengatasi keracunan akibat risin pada manusia belum ditemukan dan sekarang masih dalam tahap penelitian.

2. Rosary Pea (Kacang Polong Rosary)

Rosari Pea atau Biji kacang polong rosari degan nama Latin Abrus precatorius, merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Biji tanaman ini mengandung lectin khusus yang disebut abrin. Biji kacang polong rosari terdiri dari dua jenis yakni yang berbiji putih Biji dan berbiji merah hitam seperti pada Gambar. Abrin yang terkandung dalam biji kacang polong rosari jika masuk ke dalam tubuh menyebabkan ribosom tidak bekerja. Satu molekul abrin akan membunuh hingga 1.500 ribosom per detik. Gejala identik dengan risin, kecuali abrin lebih beracun oleh hampir dua lipat, dosis fatal abrin adalah sekitar 75 kali lebih kecil dari dosis fatal risin. Abrin dapat membunuh dengan jumlah kurang dari 3 mikrogram. Dalam tubuh abrin dapat menyebabkan demam, mual, mengeluarkan busa, disfungsi gula darah dan juga kejang-kejang, lalu menyerang ginjal, kamdung kemih, pendarahan retina, dan luka dalam yang menyebar. Sama seperti ricin, obat penawar untuk abrin juga belum ditemukan. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari berpapasan dengan abrin. Namun jika telah terpapar misalnya tertelan sebaiknya segera minum arang aktif kemudian segera di bawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Jika terkena mata ataupun bagian kulit yang lain segera bilas dengan air yang mengalir secepat mungkin.

3 Monkshood atau wolfsbane

Tanaman disebut juga wolfsbane karena sering digunakan oleh para petani untuk membasmi serangga. Tanaman ini dalam cerita-cerita fiksi digunakan untuk mendeteksi manusia srigala. Tanaman ini disebut juga sebagai tanaman arsenik dan pada zaman dahulu digunakan sebagai racun untuk mencemari pasokan air musuh. Racun yang dikandung dalam tumbuhan ini disebut alkaloid pseudaconitine, yang digunakan oleh orang-orang Ainu Jepang digunakan pada ujung panah mereka sebagai racun untuk berburu. Monkshood dapat ditemukan tumbuh di seluruh Eropa dan Amerika Serikat. Karena semua bagian tanaman beracun, maka penanganannyapun ekstra hatihati. Kontak dengan kulit dapat menyebabkan mati rasa sementara dan anakanak yang memegang umbi untuk jangka waktu yang panjang dapat menyerap alkaloid beracun dan mati. Menelan atau penyerapan tanaman dapat menyebabkan gejala jantung dan kelumpuhan. Jika tertelan, gejala meliputi terbakar pada tungkai dan perut. Dalam kasus dosis besar, kematian dapat terjadi dalam 2-6 jam dan 20ml cukup untuk membunuh manusia dewasa.

4.

Bushman

Tanaman bushman atau Acokanthera oppositifolia paling banyak ditemukan didaerah-daerah beriklim panas dan biasanya tumbuh dibawah pohon lain ayaupun dipinggiran semak. Racun bushman ini terkenal digunakan oleh suku Khoisan di Afrika Selatan sebagai obat racun untuk anak-anak panah mereka. Meski tanaman ini berbunga harum dan buahnya yang enak, tetapi getahnya merupakan racun berbahaya. Daun-daunnya sendiri bisa dijadikan bahan obat-obatan. 5. Terompet Malaikat

Angels trumpet atau terompet malaikat atau disebut juga bunga terompet karena bentuknya yang menyerupai terompet. Bunga terompet mengandung zat hallucinogen, yakni zat yang dapat menyebabkan seseoarang mengalami halusinasi. Karena hal inilah bunga terompet termasuk salah satu NARKOTIKA. Kandungan aktifnya dalam bunga terompet adalah atropine, hyoscyamine dan

scopolamine yang diklasifikasikan sebagai zat penghilang kesadaran atau anticholinergics. Tanaman ini kadang-kadang dibuat menjadi teh dan dicerna sebagai obat halusinogen. Tingkat toksisitas yang bervariasi tergantung lokasi tanaman, dan bagian ke bagian, hampir tidak mungkin untuk mengetahui berapa banyak racun yang Anda telan. Karena hal inilah banyak pengguna yang overdosis dan meninggal. 6. Water Hemlock

Water hemlock atau cikuta maculata dikenal sebagai tanaman paling mematikan di Amerika Utara dan Eropa. Bunga, batang dan akar tanaman ini mengandung suatu senyawa yang beracun disebut cicutoxin dan sebagian besarnya terkonsentrasi diakar. Walaupun dalam jumlah sedikit cicutoxin dapat menyebabkan kejang-kejang kemudian diikuti dengan kematian jika tubuh tidak mampu bertahan lagi. Kematian biasanya disebabkan oleh kegagalan pernafasan atau fibrilasi ventrikel dan dapat terjadi hanya beberapa jam setelah konsumsi. Satu sampai dua gigitan akar tanaman sudah dapat menyebabkan kematian. Hal ini disebabkan akar tanaman ini menyerupai lobak atau termasuk tanaman jenis umbi-umbian sehingga sering salah dikonsumsi ole manusia. Tanaman ini, bukan hanya berbahaya bagi manusia tetapi pada hewan juga misalnya sapi. Water hemblock adalah tanaman tahunan yang tumbuh didaerah berair dengan tinggi hingga 2,5 meter (8,2 kaki), memiliki bunga khas hijau atau putih

kecil disusun dalam bentuk payung (umbel). Hingga saat ini belum ada obat penawar khusus untuk keracunan air hemlock dan pengobatan terutama terdiri dari perawatan suportif. 7. English Yew

English Yew (cemara Inggris) atau taxus baccata, adalah salah satu pohon mematikan di muka bumi. Pohon yang hijau rimbun ini umum ditemukan di Eropa. Oleh para ilmuwan cemara ini dianggap sebagai pohon aneh, karena seluruh bagiannya sangat beracun kecuali kulit buahnya. Karena racunnya memabukkan dan menyebabkan kelumpuhan, pernah digunakan untuk proses aborsi yang umumnya berakhir dengan kematian. Racun utamanya adalah taxine atau taxane dengan rumus molekul C20H36. Taxine merupakan suatu alkaloid pemicu terjadinya serangan jantung. Racun tumbuhan ini beraksi dengan cepat dan sampai saat ini belum ditemukan penawarnya. Pada manusia dosis mematikan dilaporkan antara 50 dan 100 gram. Kayu tumbuhan ini juga beracun. Beberapa pembuat busur dianggap telah meninggal akibat penanganan kayu dalam kerajinan mereka.

8. Snakeroot

Snakeroot dengan nama Latin Ageratina altissima merupakan tanaman beracun asli Amerika utara dan mengandung racun tremetol. Tanaman ini tidak membunuh manusia secara langsung, karena masuk ke dalam tubuh manusia melalui ternak. Artinya jika ternak mengkonsumsi tanaman ini, kemudian ternak tersebut di makan atau diambil susu untuk dikonsumsi maka racun tersebut ikut masuk ke dalam tubuh. Hal ini juga menyebabkan bahwa ibu Abraham Lincoln, Nancy Hanks, meninggal karena penyakit susu yang disebabkan oleh tanaman ini. Hati-hati tanaman yang satu ini sangat banyak disekitar kita. Oleh sebab itu, ternak peliharaan jangan diberikan sembarang tanaman. Walaupun tanaman tersebut tidak berbahaya bagi ternak, tetapi zat yang terkandung di dalamnya berbahaya bagi manusia. 9. Strychnine

Pohon Strychnine lebih dikenal sebagai kacang racun atau Tombol Quaker dengan nama Latin Strychnos nuxvomica L, adalah pohon berukuran sedang, asli India dan Asia Tenggara. Benih kecil di dalam pohon hijau mirip buah jeruk, sangat beracun, karena dipenuhi dengan alkaloid beracun yang disebut Strychnine dan Brucine. Strychnine merupakan racun yang digunakan untuk meracuni tikus dan predator kecil. Efek toksik strychnine telah dikenal dari zaman China kuno dan India. Strychnine pertama kali ditemukan oleh kimiawan Perancis Joseph Bienaim Caventou dan Pierre-Joseph Pelletier pada tahun 1818.30 mg racun ini cukup fatal bagi orang dewasa, dan akan menyebabkan kematian yang menyakitkan dengan kejang-kejang hebat karena stimulasi simultan dari ganglia sensoris di tulang belakang. 10. Moonseed (Biji Bulan)

Biji dari buah yang berasal dari Amerika Utara ini adalah racun yang sangat berbahaya bagi manusia, meski burung bisa memakannya. Moonseed dengan nama Latin Menispermum candense awalnya menyebabkan kelumpuhan dan lebih fatal lagi pada dosis yang lebih banyak dan apabila tidak diobati dengan segera. 11. Daphane

Daphne atau sering disebut juga spurge laurel adalah tanaman jenis semak yang banyak terdapat di Eropa. Tanaman ini memiliki bi bunga dan daun menarik. Bunga tanaman ini memiliki wangi yang khas, namun banyak mengandung racun jenis mezerin. Cabang, daun, bunga dan bahkan mungkin madu terbuat dari nektar tanaman ini beracun. Dengan mengkonsumsi daundaunnya atau buah-buah merah dan kuningnya akan menyebabkan pembengkakan bibir dan lidah, rasa haus, kesulitan menelan, pendarahan, mual, muntah, diare, lemah, dan koma, lalu kematian. Daphne Odora terdiri dari beberapa jenis antara lain Daphne Napolitana, Daphne Collina, Daphne Mezereum, Daphne Lawrence Crocker, Daphne Burkwoodii, Daphne Carol Mackie, Daphne Fragrance Abadi, Daphne Es Summer, Daphne Retusa, Daphne Bholua dan Daphne Odora yang memiliki bunga putih. 12. Narcissus

Narcissists, yang juga disebut daffodil ini, sebenarnya adalah racun yang berbahaya juga. Yang menyebabkannya adalah bukan bunga atau batangnya melainkan akar simpannya (bulbs). Satu kasus fatal yang terkenal di Toulouse di awal tahun 1900-an terjadi ketika akar-akar simpan (yang menggelembung) ini dikira sebagai bawang dan dikonsumsi. Di botanical.com dijelaskan sbb: Socrates menyebut tanaman ini Chaplet of the infernal Gods karena efek narkotika-nya. Ekstrak dari akarnya ketika

dioleskan pada luka terbuka akan menyebabkan sempoyongan, mati rasa seluruh sistem syaraf dan kelumpuhan jantung. Mesi demikian tanaman ini juga punya khasiat karena dipercaya dapat menyembuhkan kebotakan juga digunakan sebagai zat perangsang (aphrodisiac). 13. Pucuk Bambu (Rebung)

Racun alami pada pucuk bambu termasuk dalam golongan glikosida sianogenik. Untuk mencegah keracunan akibat mengkonsumsi pucuk bambu, maka sebaiknya pucuk bambu yang akan dimasak terlebih dahulu dibuang daun terluarnya, diiris tipis, lalu direbus dalam air mendidih dengan penambahan sedikit garam selama 8-10 menit. Gejala keracunannya mirip dengan gejala keracunan singkong, antara lain meliputi penyempitan saluran nafas. 14. Parnship

Parsnip mengandung racun alami yang disebut furokumarin (furocoumarin). Senyawa ini dihasilkan sebagai salah satu cara tanaman mempertahankan diri dari hama serangga. Kadar racun tertinggi biasanya terdapat pada kulit atau lapisan permukaan tanaman atau di sekitar area yang rusak. Racun tersebut antara lain dapat menyebabkan sakit perut dan nyeri pada kulit jika terkena sinar matahari. Kadar racun dapat berkurang karena proses pemanggangan atau perebusan. Lebih baik bila sebelum dimasak, parsnip dikupas terlebih dahulu. 15. Singkong

Singkong mengandung senyawa yang berpotensi racun yaitu linamarin dan lotaustralin. Keduanya termasuk golongan glikosida sianogenik. Linamarin terdapat pada semua bagian tanaman, terutama terakumulasi pada akar dan daun. Singkong dibedakan atas dua tipe, yaitu pahit dan manis. Singkong tipe pahit mengandung kadar racun yang lebih tinggi daripada tipe manis. Jika singkong mentah atau yang dimasak kurang sempurna dikonsumsi, maka racun tersebut akan berubah menjadi senyawa kimia yang dinamakan hidrogen sianida, yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Singkong manis mengandung sianida kurang dari 50 mg per kilogram, sedangkan yang pahit mengandung sianida lebih dari 50 mg per kilogram. Meskipun sejumlah kecil sianida masih dapat ditoleransi oleh tubuh, jumlah sianida yang masuk ke tubuh tidak boleh melebihi 1 mg per kilogram berat badan per hari. Gejala keracunan sianida antara lain meliputi penyempitan saluran nafas, mual, muntah, sakit kepala, bahkan pada kasus berat dapat menimbulkan kematian. Untuk mencegah keracunan singkong, sebelum dikonsumsi sebaiknya singkong dicuci untuk menghilangkan tanah yang menempel, kulitnya dikupas, dipotong-potong, direndam dalam air bersih yang hangat selama beberapa hari, dicuci, lalu dimasak sempurna, baik itu dibakar atau direbus. Singkong tipe manis hanya memerlukan pengupasan dan pemasakan untuk mengurangi kadar

sianida ke tingkat non toksik. Singkong yang umum dijual di pasaran adalah singkong tipe manis.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Toksikologi merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan sumber, karakteristik dan kandungan racun, gejala dan tanda yang disebabkan racun, dosis fatal, periode fatal dan penatalaksanaan kasus keracunan. Keracunan makanan karena mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan yang mengandung racun biasanya tidak menimbulkan akibat yang serius, tapi perlu juga untuk diketahui gejala yang timbul dan tindakan penagnggulangannya. Keracunan biasanya terjadi pada anak-anak karena tidak tahu atau tidak sengaja. Keracunan terjadi disebabkan oleh zat-zat yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan, antar lain bermacam-macam alkaloid, senyawa glikosida, resin, fitotoksin, oksalat dan senyawa sianida. 3.2 Saran 1. Mahasiswa seharusnya dapat mengetahui ciri khas dari bentuk tanaman yang beracun . 2. Sebelum mengkonsumsi tanaman pangan seharusnya dicuci dan dibersihkan terlebih dahulu serta dimasak dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA Chadha, P, V.1995. catatan kuliah ilmu forensik dan toksikologi edisi 5. widya medika.Jakarta. De Groot AP. Toxische stoffen die van nature in voedingsmiddelen voorkomen. Literatuuroverzlcht.. Report No. V 85.074/350445. CIVO Instituten--TNO, The Netherlands. Ferrando R. 1981. Traditional and non-traditional foods. FAO, Rome. Liener IE. (ed). 1969.Toxic constituents of plant foodstuffs. Academic Press, New Linamarin. The Toxic Compound of Cassava, Journal of Venomous Animals and Toxins York. Sartono. 2002. racun dan keracunan. widya medika.Jakarta. Syarief, nurbama. 2003.toksikologi II. FK USU. Medan.