Anda di halaman 1dari 6

TERM of REFERENCE FESTIVAL 66 TAHUN PII BANGKIT

66 Tahun PII, Bangkit Untuk Membangun Karakter Menuju Bangsa Yang Beradab

(4 Mei 1947- 4 Mei 2014)

PENDAHULUAN
66 tahun yang lalu, tepatnya 4 mei 1947, kebangkitan pelajar Islam telah memberikan warna dalam sejarah perjalanan bangsa. Kesadaran akan kebutuhan partisipasi menyeluruh, dari semua elemen bangsa untuk mengawal Indonesia yang masih muda pada saat itu, telah mendorong berbagai organisasi pelajar Islam se Indonesia berfusi, menyatukan diri dalam sebuah wadah perjuangan, Pelajar Islam Indonesia. Semangat mempertahankan kemerdekaan, mengukuhkan tekad sebagai manusia Indonesia yang siap menyongsong dunia luas, sebagai sebuah bangsa merdeka, berdiri sejajar dengan bangsa lain di dunia,menjadi motivasi yang kuat untuk berkorban secara lahir dan bathin. Banyak sudah para syuhada yang dihantarkan oleh PII dalam mengawal Indonesia merdeka. Tidak mudah untuk menemukan kata merdeka, apatah lagi untuk meraihnya. Ratusan tahun berada dalam penjajahan bangsa lain. Terjajah sampai pada hal yang paling substil, sehingga menemukan arti merdeka, bertauhid, hanyalah atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa. Maka kehadiran PII sebagai sebuah gerakan pelajar adalah bentuk rasa bersyukur yang sangat cerdas dan sangat tepat. Rasa bersyukur yang bersifat aktif. Rasa syukur yang menggerakkan. Rasa syukur yang diformulasikan dalam niat menisbahkan diri mengawal bangsa Indonesia merdeka. Dengan mencetak kader-kader pelajar Islam yang cerdas bersikap, cakap bertindak, dan berkepribadian muslim, yang akan mengisi perjalanan panjang bangsa dan negara Indonesia selanjutnya. Warisan formulasi perjuangan, semangat untuk selalu memberikan yang terbaik untuk bangsa telah banyak dicontohkan oleh para pendahulu PII. Mereka telah menjalankan kewajibannya. Itulah amal jariyah mereka yang akan dipertanggungjawabkan dalam mahkamah sejarah. Generasi sekarang, kita, adalah salah satu mata rantai sejarah, yang tak kurang tanggung jawabnya seperti mereka. Tantangan bangsa dan negara kita kedepan menuntut kita untuk terus mengembangkan diri, mengembangkan organisasi. Sebagai sebuah gerakan, idealisme harus mampu melampaui kenyataan. Sebagai sebuah gerakan, penglihatan kita harus lebih tajam, pendengaran kita harus lebih jernih. Harapan Indonesia masa depan berada dipundak kita! Situasi dan kondisi kebangsaan kita akhir-akhir ini, dan kedepannya, membutuhkan karakter manusia seperti yang dibentuk dalam organisasi PII. Transisi budaya dunia, yang mengarah kepada heterogenitas , mempengaruhi cara pandang dan cara bersikap manusia. Desakralisasi di berbagai level otoritas, terutama dalam institusi politik dan keagamaan, menandakan menguatnya otonomi individu. Relasi-relasi sosial antara anak dan bapak, guru dan murid, kiyai dan santri, ulama dan umat, mengalami pergeseran nilai dan makna.Konflik-konflik sosial, antara satu kelompok dengan yang lain, antara satu pengikut dengan pengikut yang lain, seringkali mengitari kita. Saling menebar kebencian menjadi konsumsi kita sehari-hari. Perilaku yang umum demikian, kita sadari telah melemahkan daya bangsa ini. Di tengah kompetisi antara kelompok bangsa di dunia untuk menjadi yang paling unggul di atas muka bumi ini, kita sebagai bangsa yang berpotensi besar, terlalu banyak menghabiskan energi untuk menyelesaikan masalah internal. Dengan mengambil ranah pendidikan dan kebudayaan sebagai lahan garap, PII secara tegas menempuh jalan radikal. Pendidikan adalah dasar dari segala upaya dalam membangun peradaban. Misi pendidikan adalah misi profetik atau misi kenabian. Misi yang berawal dan berakhir untuk membentuk insan kamil. Insan kamil yang menjadi konsepsi ideal manusia yang akan melahirkan kebudayaan unggul demi mencapai keselarasan relasi manusia, alam dan Allah swt. Bangsa yang maju haruslah memiliki budaya produktif. Persaingan nilai-nilai kehidupan akan senantiasa berlaku diatas muka bumi. Hanya bangsa yang berkarakter kuat, budaya yangproduktif, yang

mampu menawarkan tatanan untuk mengatasi persoalan-persoalan kehidupan, yang akan memenangkan pertarungan PII sebagai tempat berlatih tidak akan luput dari persaingan. Adaptasi dan inovasi harus terus menerus dilakukan untuk memperkaya strategi penularan budaya yang kita idealkan.Organisasi adalah tempat kita mengelola ikhtiar dalam mencapai tujuan mulia, kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan. Kita tidak boleh berpuas diri dengan yang ada. Lingkungan yang terus berubah menuntut kita untuk selalu berbenah diri. Masyarakat, sebagai asal dan tujuan kita, adalah wahana belajar yang luas. Persentuhan yang intensif akan memperkaya pengalaman dan mengasah kepemimpinan. Diberbagai level organisasi kita, mulai dari Pengurus Komisariat sampai ke Pengurus Besar, harus memperbanyak persentuhan dengan masyarakat. Melalui kegiatan perkampungan kerja pelajar, bakti sosial, dan berbagai kegiatan lainnya, PII akan senantiasa belajar bersama dengan masyarakat. Dengan jalan inilah karakter cendikia dan pemimpin akan terbentuk. Indonesia yang begitu besar ini tak mungkin kita biarkan dikelola sendiri oleh pemerintah. Persoala pendidikan di Indonesia tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan departemental semata. Pendidikan adalah persoalan yang ada di setiap lini kehidupan berbangsa. Sebagaimana kesadaran yang terbangun di dalam diri kader pii, pendidikan adalah persoalan dari sebelum lahir sampai ke liang lahat. Untuk itu gerak yang sinergis dengan pemerintah adalah hal yang perlu, tanpa lupa untuk saling mengingatkan. Dengan memperingati harba ke 66 ini,sekali lagi,PII harus hadir sebagai pencerah kehidupan bangsa. Kader PII adalah kader yang dididik mengedepankan kepentingan yang lebih besar daripada mempersoalkan perbedaan yang niscaya adanya. Untuk itu, kader PII, kita, harus bergerak terdepan dalam menghadapi situasi ini. Kader PII dimanapun harus mampu memberikan dorongan positif, semangat produktif, dan berkompetisi berdasarkan prinsip fastabiqul khairat. Sikap ini harus dimiliki dan digaungkan oleh kader kepada semua elemen bangsa.Kecintaan dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara ini akan mampu membuka penglihatan dan pendengaran kita untuk membuka jalan-jalan kemajuan dimasa yang akan datang.

LANDASAN KEGIATAN
Idiologi Konstitusional Filosofis Strategis : Al-Qur'an dan Al-Hadist : AD dan ART PII : Falsafah Gerakan dan Khittah Perjuangan : Program kerja PW PII Aceh periode 2012-2014

TEMA
66 Tahun PII, Bangkit Untuk Membangun Karakter Menuju Bangsa Yang Beradab

TUJUAN
1. Memperingati Hari Bangkit PII ke- 66 Tahun 2. Merapatkan barisan aktivis Pelajar Islam Indonesia dari generasi ke generasi 3. Terbinanya hubungan yang harmonis serta kepedulian di antara sesama pelajar dan unsur masyarakat lainnya terhadap permasalahan bangsa. 4. Sadar akan tantangan masa depan 5. Menumbuhkan Semangat Kebangsaan dalam rangka memantapkan peranan PII bagi Ummat 6. Menyumbangkan wacana perubahan menuju perbaikan mutu pendidikan

dan persiapan implementasi pendidikan yang berkarakter

KEGIATAN
1. Parade Lagu Kebangsaan (Lomba Paduan Suara Lagu Kebangsaan)
Mitra Kerjasama KODIM 0102 BS :

Sasaran Kepesertaan : Siswa-Siswi SMA/SMK/MA se-derajat se-Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar Ketentuan Kepesertaan : - Tim Paduan Suara minimal terdiri dari 10 Orang - Setiap Tim mewakili sekolah masing-masing - Target kepertaan 20 Tim perwakilan Siswa-Siswi SMA/SMK/MA se-derajar se-Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar Waktu Pelaksanaan 1 Mei 2013 :

Lokasi Kegiatan : Lapangan Indoor Kompleks Militer Neusu, Banda Aceh.

2.

Refleksi Hari Bangkit PII ke- 66


Bentuk Kegiatan : - Pidato Hari Bangkit PII Oleh Ketua Umum PW PII Aceh dan Ketua Perhimpunan KB PII Aceh - Tausiah - Renungan dan Muhasabah Kepesertaan : 200 Orang. Terdiri dari, - Pengurus Wilayah PII Provinsi Aceh - Pengurus Daerah PII se-Aceh - Kader PII se-Aceh - Perhimpunan Keluarga Besar (KB) PII Waktu Pelaksanaan : 3 Mei 2013, Pukul 22.00 WIB s.d Selesai Lokasi Kegiatan : Sekretariat PW PII Aceh, Jl. K.H Ahmad Dahlan, No. 1 Banda Aceh

3.

Seminar Nasional Pendidikan Karakter menuju Bangsa Beradab


Sub tema : Membangun Karakter Kebangsaan bebasis Nilai Lokalitas Melalui Pendidikan Karakter Narasumber : - Kemendiknas - Kepala Dinas Pendidikan Aceh - Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh - Ketua Umum PB PII Waktu Pelaksaanaan : 4 Mei 2013, Pukul 09.30 s.d Selesai Lokasi Kegiatan : Aula Dinas Pendidikan Aceh Sasaran Peserta : Guru, Praktisi Pendidikan, Pelajar dan Mahasiswa dengan Target Kepesertaan 300 Orang

4.

Malam Resepsi Harba PII


Bentuk Kegiatan : - Makan Malam Bersama - Ceremonial Harba PII - Pemutaran Film Sejarah PII - Penampilan Kesenian Kepesertaan / Undangan : 300 Orang. Terdiri dari, - Pengurus Wilayah PII Provinsi Aceh - Pengurus Daerah PII se-Aceh - Kader PII se-Aceh - Perhimpunan Keluarga Besar (KB) PII - Undangan Umum (Pejabat Pemerintah, OKP/Ormas, Lembaga Mahasiswa, Para Pelajar) Waktu Pelaksanaan : 4 Mei 2013, Pukul 20.00 WIB s.d Selesai Lokasi Kegiatan : Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh.

5.

Donor Darah PII Bangkit


Mitra Kerjasama : Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Banda Aceh Sasaran Kepesertaan - Kader PII - Keluarga Besar PII - Masyarakat Umum :

Waktu Pelaksanaan : 5 Mei 2013, Pukul 10.00 WIB s.d Selesai Lokasi Kegiatan : Lapangan Indoor Kompleks Militer Neusu, Banda Aceh

6.

Lomba Masak Makanan Tradisional Aceh


Mitra Kerjasama : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Sasaran Kepesertaan : Masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar Ketentuan Kepesertaan : - Peserta terdiri dari perorangan atau Tim - Setiap peserta mewakili desa atau Instansi Pemerintahan, OKP/Ormas, Atau Lembaga swasta - Kepesertaan di batasi hingga 30 Perwakilan / Delegasi Ketentuan Kegiatan : - Perlombaan terdiri dari dua kategori, yaitu : Kue Tradisional Aceh Masakan Tradisional Aceh Waktu Pelaksanaan : 9 Mei 2013, Pukul 09.00 WIB s.d selesai Lokasi Kegiatan Taman Sari, Banda Aceh. :

KEPANITIAAN
Kepantiaan Festival PII Bangkit dibentuk melalui surat keputusan PW PII Aceh Periode 20122014 (Struktur Panitia Pelaksana Terlampir)

SUMBER PENDANAAN
Sumber pembiayaan kegiatan ini terdiri dari: 1. Infaq anggota PII 2. Keluarga Besar dan Simpatisan PII 3. Instansi pemerintah dan swasta 4. Sponsorship 5. Sumber-sumber lain yang halal dan tidak mengikat

PENUTUP
Demikialah Term of Reference ini kami buat, semoga dapat memperjelas dari gambaran kegiatan yang akan diselenggarakan. Semoga segala upaya yang kita lakukan mendapat petunjuk dan ridha dari Allah Subhanahuwa taala. Amiin.

Banda Aceh, 26 Maret 2013 M 14 Jumadi Awal 1434 H PANITIA PELAKSANA FESTIVAL 66 TAHUN PII BANGKIT

ZIKRILLAH MUSA Ketua

SAMSUL BAHRI Sekretaris

Mengetahui, PENGURUS WILAYAH PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII) ACEH PERIODE 2012-2014

MUHAMMAD IQBAL Ketua Umum

TATA TERTIB MALAM RESEPSI PERINGATAN HARI BANGKIT (HARBA) PII KE-66 (4 MEI 1947-4 MEI 2013) BANDA ACEH, 4 MEI 2013 1. Pembukaan oleh MC Nisrina Annisa 2. Pemutaran Film 66 Tahun PII dalam Pusaran Sejarah 3. Sambutan Ketua PW PII Aceh Ketua Umum PW PII Aceh (Muhammad Iqbal) 4. Sambutan Ketua Perhimpunan KB PII Provinsi Aceh Kanda H. Miswar Sulaiman 5. Pidato HARBA PII ke-66 Ketua Umum PB PII ( Randi Muchariman) 6. Sambutan sekaligus Penyampaian Amanat HARBA PII Gubernur Aceh ( dr. Zaini Abdullah) 7. Penutup dan Doa Ssmsul Bahri : :