Anda di halaman 1dari 4

Semester 7

ETIKA dan KODE ETIK


Pertemuan 1, tanggal 14 September 2012

KONSEP DASAR ETIKA


Oleh Munawaroh, S.ST, M.Kes

PENGERTIAN-PENGERTIAN DASAR ETIKA Bahasa Yunani kuno ethos Bentuk tunggal berarti ; adat, watak, perasaan, sikap dan atau cara berpikir manusia, sedangkan dalam bentuk jamak berarti adat kebiasaan. Bahasa Inggris ethics Berarti pengertian, ukuran tingkah laku atau perilaku manusia yang baik. Bahasa Latin mos atau mores Berarti adat, moral, dan atau kebiasaan. Dalam bahasa Indonesia, etika berarti ; ilmu pengetahuan tentang azas-azas akhlak (moral) MORAL Moral adalah nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi seseorang / kelompok dalam mengatur tingkah lakunya atau hal-hal yang dianggap baik atau buruk oleh masyarakat. ETIKET Berasal dari bhs Inggris etiquette, yang berarti sopan santun. Persamaan antara etika dan etiket adalah ; Sama-sama menyangkut perilaku manusia Memberi norma bagi perilaku manusia, yang menyatakan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. KODE ETIK Adalah norma-norma yang harus diindahkan tiap profesi dalam melaksanan tugas profesinya dan di dalam hidupnya di masyarakat. HUKUM Hukum memiliki keterkaitan yang erat dengan moral. Hukum tidak memiliki arti, kalau tidak dijiwai oleh moralitas. Beberapa ciri pokok hukum menurut Bertens adalah ; Ditulis secara sistematis, disusun dalam kitab undang-undang dan punya kepastian yang besar karena sifatnya lebih obyektif. Memiliki legalitas dan membatasi pada tingkah laku lahir saja. Bersifat memaksa dan mempunyai sanksi Berdasarkan atas kehendak masyarakat dan negara Hukum tidak menilai moral. PENGENALAN ETIKA UMUM HATI NURANI Hati nurani lebih mengarah pada penghayatan manusia baik atau buruknya tingkah laku nyata manusia. Hati nurani juga berhubungan dengan kenyataan bahwa setiap manusia memiliki kesadaran Hati nurani dapat pula sebagai sebuah penilaian terhadap perbuatan-perbuatan yang dilakukan manusia diwaktu lampau, sekarang dan waktu yang akan datang. KEBEBASAN & TANGGUNGJAWAB Terdapat hubungan timbal balik antara kebebasan dan tanggungjawab, sehingga pengertian manusia bebas dengan sendirinya menerima juga bahwa manusia itu bertanggungjawab. Batas kebebasan manusia meliputi : Faktor internal. Lingkungan. Kebebasan orang lain. Generasi penerus yang akan datang. NILAI & NORMA Nilai merupakan sesuatu yang baik, menarik, menyenangkan, disukai dan diinginkan manusia, dengan kata lain nilai memiliki konotasi yang positif. Ciri-ciri nilai ; Berkaitan dengan subyek Tampil dalam sesuatu yang bersifat praktis Menyangkut nilai tambah yang diberikan subyek pada obyek tertentu Berasal dari bahasa Latin norma, berarti kaidah atau aturan yang dipakai sebagai tolok ukur menilai sesuatu. Norma umum meliputi tiga hal, yaitu ;
Bimbingan & Konseling

Midwifery Nol Sembilan Reguler

Semester 7

Norma Kesopanan atau Etiket Norma Hukum Norma Moral, merupakan norma tertinggi yang menilai norma-norma lainnya. Nilai dan Norma bersumber dari agama, kebudayaan, nasionalisme dll HAK DAN KEWAJIBAN HAK Hak adalah pengakuan yang dibuat oleh orang atau kelompok orang terhadap orang atau sekelompok orang lain. Hak juga dapat berarti wewenang/kekuasaan secara etis untuk mengerjakan, memiliki, mempergunakan dalam menuntut sesuatu. Hak semacam milik kepunyaan yang tidak hanya merupakan benda saja melainkan juga tindakan, pikiran, dan hasil pikiran. Beberapa contoh hak : Hak Legal, Hak Moral, Hak Individual & Hak Sosial. Hak Legal yang berdasarkan atas prinsip hukum berasal dari UU / dokumen UU lainnya Hak Moral berfungsi dalam sistem moral aturan berdasarkan oleh prinsip etis Hak legal belum tentu mengandung hak moral, contoh ; Mahkamah Agung Amerika Serikat melarang diskriminasi Hak moral belum tentu merupakan hak legal, contoh ; janji 2 orang sejati Hak Individu hak dimiliki individu terhadap negara, contoh ; hak beragama Hak Sosial hak dimiliki sebagai anggota masyarakat, contoh ; hak atas pekerjaan & pendidikan KEWAJIBAN Kewajiban subyektif adalah keharusan secara etis & moral untuk melakukan sesuatu & akan meninggalkannya. Kewajiban membatasi hak, artinya setiap ada hak berkaitan dengan kewajiban, setiap ada kewajiban berkaitan dengan hak (hub. Korelasi). Wajib pada dasarnya adalah kebaikan yang dengan keharusan dibebankan pada kehendak kita yang merdeka untuk melaksanakannya.

Bimbingan & Konseling

Midwifery Nol Sembilan Reguler

Semester 7

ETIKA dan KODE ETIK

PRINSIP ETIKA & MORALITAS DALAM PELAYANAN KEBIDANAN


Oleh Munawaroh, S.ST, M.Kes

Pertemuan 1, tanggal 14 September 2012

ETIKA Pelayanan kebidanan merupakan proses dari berbagai dimensi, yang diberikan kepada ibu sejak konseling pro konsepsi, screening antenatal, pelayanan intrapartum, perawatan intensive pada neonatal dan pengakhiran kehamilan. Dalam memberikan seluruh pelayanan tersebut seorang bidan dituntut memberikan pelayanan yang profesional dan akuntabilitas serta aspek legal dalam pelayanan kebidanan. Etika adalah penerapan dari proses teori filsafat moral pada situasi nyata . Etika berpusat pada prinsip dasar dan konsep bahwa manusia dalam berfikir dan tindakannya didasari nilai-nilai. Etika dibagi menjadi tiga bagian, yaitu : Matemetika (Etika), Etika Atau Teori Moral, Etika Praktik Guna etika adalah memberi arah bagi perilaku manusia tentang apa yang baik atau buruk, apa yang benar atau salah, hak dan kewajiban moral (akhlak), serta apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan. KODE ETIK PROFESI Kode etik suatu profesi adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap anggota profesi yang bersangkutan dalam menjalankan tugasnya dan dalam kehidupannya dimasyarakat. TUJUAN RUMUSAN KODE ETIK 1. Menjunjung tinggi martabat dan citra profesi 2. Menjaga dan memelihara kesejahteraan anggota profesi 3. Meningkatkan pengabdian para anggota profesi 4. Meningkatkan mutu profesi DIMENSI KODE ETIK : Anggota profesi dan klien Anggota profesi dan system Anggota profesi dan profesi lainnya Semua anggota profesi PRINSIP KODE ETIK : Menghargai Otonomi Melakukan Tindakan Yang Benar Mencegah Tindakan Yang Dapat Merugikan Memperlakukan Manusia Secara Adil Menjelaskan Dengan Benar Menepati Janji Yang Telah Disepakati Menjaga Kerahasiaan. KODE ETIK PROFESI BIDAN Tinjauan tentang pengertian Kode Etik Profesi Bidan diantaranya ; Sebagai ciri profesi bidan yang bersumber dari nilai-nilai internal dan eksternal suatu disiplin ilmu Merupakan pernyataan konfrehensif profesi bidan yang memberikan tuntunan bagi anggota dalam melakasanakan pengabdian profesi Suatu pedoman dalam tata cara dan keselarasan dalam pelaksanaan pelayanan profesi bidan. Kode etik bidan hanya ditetapkan oleh organisasi profesi, yaitu IKATAN BIDAN INDONESIA (IBI). Kode etik bidan Indonesia pertama kali disusun tahun 1986, disyahkan pada Kongres Nasional IBI ke X tahun 1988, dan petunjuk pelaksanaannya disyahkan dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) IBI tahun 1991. Kode etik bidan Indonesia tediri atas 7 Bab, yang dibedakan atas 7 kewajiban, yaitu ; 1. Bagian I KEWAJIBAN TERHADAP KLIEN & MASYARAKAT Bidan wajib menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah jabatan dalam setiap melaksanakan tugas & kewajibannya. Bidan dalam menjalankan profesinya wajib menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan, serta memelihara citra bidan.
Bimbingan & Konseling

Midwifery Nol Sembilan Reguler

Semester 7

Bidan dalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran, tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat. Bidan dalam menjalankan tugasnya wajib mendahulukan kepentingan klien & menghormati hak klien serta nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Bidan dalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien, keluarga dan masyarakat dengan identitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkan kemampuan yang dimiliki. Bidan senantiasa menciptakan suasana yang harmonis dan serasi dalam pelaksanaan tugasnya dengan mendorong partisipasi masyarakat guna peningkatan derajat kesehatan secara optimal.

2. Bagian II KEWAJIBAN TERHADAP TUGASNYA Setiap bidan senantiasa memberikan pelayanan paripurna kepada klien, keluarga & masyarakat sesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien, keluarga & masyarakat. Setiap bidan berhak memberikan pertolongan & mempunyai kewenangan dalam mengambil keputusan mengadakan konsultasi dan atau rujukan. Setiap bidan harus menjamin kerahasian keterangan yang dapat & atau dipercayakan kepadanya, kecuali bila diminta oleh pengadilan atau diperlukan sehubungan dengan kepentingan klien. 3. Bagian III KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP SEJAWAT & TENAGA KESEHATAN LAINNYA Tiap bidan harus menjalin hubungan yang baik dengan teman sejawatnya untuk menciptakan susunan kerja yang serasi. Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnya maupun tenaga kesehatan lainnya. 4. Bagian IV KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP PROFESINYA Setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan bermutu pada masyarakat. Setiap bidan harus senantiasa mengembangkan diri & meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan & teknologi Setiap bidan senantiasa berperan serta dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenisnya yang dapat meningkatkan mutu & citra profesinya. 5. Bagian V KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP DIRI SENDIRI Setiap bidan harus memelihara kesehatan agar dapat melaksanakan tugas dan profesinya dengan baik. Setiap bidan seyogyanya berusaha untuk meningkatkat pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 6. Bagian VI KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP PEMERINTAH, NUSA, BANGSA & TANAH AIR Setiap bidan dalam menjalankan tugasnya, senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan pemerintah dalam bidang kesehatan khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan Kesehatan Keluarga. Setiap bidan melalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya pada pemerintah untuk meningkatkan mutu jangkauan pelayanan kesehatan terutama pelayanan KIA/KB dan Kesehatan Keluarga. 7. Bagian VII PENUTUP Setiap bidan dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari senantiasa menghayati dan mengamalkan kode etik Bidan Indonesia

Bimbingan & Konseling

Midwifery Nol Sembilan Reguler