SALINAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 76 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 (sembilan) tahun yang bermutu, pemerintah mengalokasi Bantuan Dana Operasional Sekolah (BOS) Tahun anggaran 2013; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah Tahun Anggaran 2013; Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun

b.

Mengingat

: 1.

2.

3.

.

Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan.2013 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 228. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157. 7. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864). MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN DANA BOS TAHUN ANGGARAN 2013. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 90. 6. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 91. 4. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5361). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4863). Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 Mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112. 8. . Tugas.

.

dan b. Perwakilan Indonesia di Luar Negeri. pertanggungjawaban keuangan dana BOS dilaksanakan dengan tertib administrasi.Pasal 1 Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2013. Pasal 2 Juknis BOS Tahun 2013 disusun dengan tujuan agar: a. Pasal 4 Alokasi dana BOS untuk setiap sekolah ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar. Pasal 5 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. (2) Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana BOS untuk Sekolah Indonesia di Luar Negeri Tahun Anggaran 2013 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Menteri ini. penggunaan dana BOS tepat sasaran dalam mendukung penyelenggaraan wajib belajar 9 (sembilan) tahun secara efektif dan efisien. tepat waktu. yang selanjutnya disebut Juknis BOS Tahun 2013 merupakan acuan/pedoman bagi pemerintah provinsi/kabupaten/kota. dan Satuan Pendidikian Dasar dalam penggunaan dana BOS tahun anggaran 2013. transparan. Pasal 3 (1) Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana BOS Tahun Anggaran 2013 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Menteri ini. akuntabel. dan terhindar dari penyimpangan. .

.

memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. TTD. MOHAMMAD NUH . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 14 Desember 2012 MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA.Agar setiap orang mengetahuinya.

.

dari perluasan akses menuju peningkatan kualitas. Pada tahun 2005 APK SD telah mencapai 115%. Pasal 34 ayat 2 menyebutkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. sehingga program wajar 9 tahun telah tuntas 7 tahun lebih awal dari target adalah deklarasi Education For All (EFA) di Dakar. Latar Belakang Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengikuti pendidikan dasar. dan masyarakat. 1 1 . Sekolah (BOS) yang dimulai sejak bulan Juli 2005. Konsekuensi dari amanat undang-undang tersebut mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7-15 tahun wajib menyebutkan bahwa wajib belajar merupakan tanggung jawab negara yang Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan pendidikan bagi pendidikan lain yang sederajat. seluruh peserta didik pada tingkat pendidikan dasar (SD dan SMP) serta satuan Salah satu indikator penuntasan program Wajib Belajar 9 Tahun dapat diukur dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) SD dan SMP. pendekatan dan orientasi program BOS. Program Bantuan Operasional mulai tahun 2009 pemerintah telah melakukan perubahan tujuan. sedangkan SMP pada tahun 2009 telah mencapai 98. sedangkan dalam ayat 3 diselenggarakan oleh lembaga pendidikan Pemerintah.11%. Oleh karena itu. pemerintah daerah.SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 76 TAHUN 2012 PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN DANA BOS TAHUN ANGGARAN 2013 BAB I PENDAHULUAN A. telah berperan secara signifikan dalam percepatan pencapaian program wajar 9 tahun.

22 . Secara detail jenis kegiatan yang boleh dibiayai dari C. konsumsi. dibiayai dengan dana BOS. Peraturan Menteri Dalam Negeri yang mengatur mekanisme pengelolaan dana 3. 2. biaya tak langsung berupa daya. air. biaya non personalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. pengalokasian dana BOS dan penggunaan dana BOS di sekolah. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatur mekanisme Hal-hal yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan dan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Program BOS tidak dibahas kembali dalam Peraturan B. 1. pemeliharaan sarana dan prasarana. Tujuan Bantuan Operasional Sekolah Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu. jasa telekomunikasi. yaitu: dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah serta pelaporannya. Pelaksanaan program BOS diatur dengan 3 peraturan menteri. uang lembur.Dalam perkembangannya. Sejak tahun 2012 penyaluran dana BOS dilakukan dengan mekanisme transfer ke provinsi. transportasi. Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur mekanisme penyaluran dana BOS BOS di daerah dan mekanisme penyaluran dari kas daerah ke sekolah. Pengertian BOS Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini. Menurut PP 48 Tahun 2008 pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai Tentang Pendanaan Pendidikan. pajak dll. program BOS mengalami perubahan mekanisme penyaluran sesuai Undang-Undang APBN yang berlaku. BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pelaksana program wajib belajar. Namun demikian. dan ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan personalia yang diperbolehkan dana BOS dibahas pada Bab V.

baik negeri maupun swasta di seluruh provinsi di Indonesia. Membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam 3. Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta. kecuali internasional (SBI). D. baik di sekolah negeri maupun swasta. SD/SDLB bentuk apapun.000. Membebaskan pungutan bagi SMP/SMPLB/SMPT (Terbuka) negeri terhadap biaya operasi sekolah. SMP/SMPLB/SMPT/SATAP : : Rp 580. Pada tahun anggaran 2013. dana BOS akan diberikan selama 12 bulan untuk 2013 tahun ajaran 2013/2014. Sasaran Program dan Besar Bantuan termasuk SD-SMP Satu Atap (SATAP) dan Tempat Kegiatan Belajar Mandiri (TKB Besar biaya satuan BOS yang diterima oleh sekolah.Secara khusus program BOS bertujuan untuk: 1. Mandiri) yang diselenggarakan oleh masyarakat.000. tetap mempertimbangkan fungsi pendidikan sebagai kegiatan nirlaba. yaitu periode JanuariMaret. dihitung berdasarkan jumlah 2. sehingga sumbangan/pungutan tidak boleh berlebih. yaitu Triwulan I dan II tahun anggaran 2013 tahun ajaran 2012/2013 dan Triwulan III dan IV tahun anggaran Bagi wilayah yang sangat sulit secara geografis (wilayah terpencil) sehingga proses pengambilan dana BOS oleh sekolah mengalami hambatan atau memerlukan biaya pengambilan yang mahal. penyaluran dana BOS oleh sekolah 3 3 .-/siswa/tahun E. siswa dengan ketentuan: 1. Sumbangan/pungutan bagi sekolah RSBI dan SBI harus pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf seluruh siswa SD/SDLB negeri dan 2. April-Juni. Waktu Penyaluran Dana Penyaluran dana dilakukan setiap periode 3 bulanan. Juli-September dan Oktober-Desember. Sasaran program BOS adalah semua sekolah SD/SDLB dan SMP/SMPLB/SMPT.-/siswa/tahun Rp 710. periode Januari sampai dengan Desember 2013.

Kementerian Keuangan menetapkan daftar alokasi dana BOS wilayah 44 . terpencil berdasarkan usulan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penentuan wilayah terpencil ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 3.dilakukan setiap semester. yaitu pada awal semester. Unit wilayah terpencil adalah kecamatan. selanjutnya Tim Manajemen BOS Provinsi mengusulkan daftar nama tersebut ke Tim Manajemen BOS Pusat. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota mengusulkan nama-nama kecamatan terpencil kepada Tim Manajemen BOS Provinsi. 2.

Semua sekolah SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SMPT negeri dilarang 4. tidak mengikat. menerima dana BOS. Sekolah swasta yang menolak BOS harus melalui persetujuan orang tua siswa melalui komite sekolah dan tetap menjamin kelangsungan pendidikan siswa melakukan pungutan kepada orang tua/wali siswa. tidak memaksa. Untuk SD/SDLB swasta dan SMP/SMPLB/SMPT swasta. ditetapkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah. miskin di sekolah tersebut. bantuan pemerintah dan/atau pemerintah daerah pada tahun ajaran berjalan.BAB II IMPLEMENTASI BOS A. daerah dengan persetujuan pemerintah daerah sesuai kewenangannya dan 7. Sekolah dapat menerima sumbangan dari masyarakat dan orang tua/wali sukarela. Sumbangan dapat berupa uang dan/atau barang/jasa yang bersifat oleh sekolah dan sumbangan yang diterima dari masyarakat/orang tua/wali 5 5 . 3. Semua sekolah yang menerima BOS harus mengikuti pedoman BOS yang telah 6. Semua sekolah SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SMPT negeri wajib 2. Pemda harus ikut mengendalikan dan mengawasi pungutan yang dilakukan maupun jangka waktu pemberiannya. Sekolah negeri kategori RSBI dan SBI diperbolehkan memungut dana dari orang tua siswa yang mampu untuk memenuhi kekurangan biaya investasi dan biaya operasi yang diperoleh dari pemerintah dan/atau pemerintah Komite Sekolah. siswa yang mampu untuk memenuhi kekurangan biaya yang diperlukan oleh sekolah. Semua sekolah swasta yang telah memiliki izin operasi dan tidak dikembangkan menjadi bertaraf internasional wajib menerima dana BOS. yang mendapatkan dapat memungut biaya pendidikan yang digunakanhanya untuk memenuhi kekurangan biaya investasi dan biaya operasi. dan tidak ditentukan jumlah 8. 5. Sekolah Penerima BOS 1.

dan dikelola secara mandiri oleh MBS.siswa 9. BOS harus menjadi sarana penting untuk meningkatkan akses pendidikan 2. Sumbangan sukarela dari orang tua siswa harus bersifat ikhlas. karena alasan finansial seperti tidak mampu membeli baju seragam/alat tulis waktu dan tidak ditetapkan jumlahnya. Kepala sekolah harus mengelola dana BOS secara transparan dan akuntabel. transparansi dan akuntabilitas. BOS harus menjamin kepastian lulusan setingkat SD dapat melanjutkan ke 4. Program BOS dan Wajib Belajar 9 Tahun yang Bermutu Melalui program BOS yang terkait pendidikan dasar 9 tahun. lingkungannya untuk diajak kembali ke bangku sekolah. tingkat SMP. setiap pengelola program pendidikan harus memperhatikan hal-hal berikut: dasar 9 tahun yang bermutu. 7. transparan dan akuntabel. Kepala sekolah berkewajiban mengidentifikasi anak putus sekolah di 6. mereka yang tidak memberikan sumbangan. Menteri dan Kepala Daerah dapat membatalkan pungutan yang dilakukan oleh meresahkan masyarakat. sekolah dan biaya lainnya. Program BOS dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Dana BOS diterima oleh sekolah secara utuh. Kepala sekolah SD/SDLB menjamin semua siswa yang akan lulus dapat 5. BOS harus memberi kepastian bahwa tidak ada siswa miskin putus sekolah 3. melanjutkan ke SMP/SMPLB. 1. orang tua yang mampu. yaitu: 1. tersebut mengikuti prinsip nirlaba dan dikelola dengan prinsip sekolah apabila sekolah melanggar peraturan perundang-undangan dan dinilai B. atau walinya memberikan sumbangan sukarela yang tidak mengikat kepada sekolah. tidak terikat sekolah dengan melibatkan dewan guru dan Komite Sekolah dengan menerapkan 66 . BOS tidak menghalangi siswa. serta tidak mendiskriminasikan C. Sekolah mengelola dana secara profesional.

7 7 .2. 3. Sekolah harus memiliki Rencana Jangka Menengah yang disusun 4 tahunan. merupakan bagian integral dari RKAS tersebut. Sekolah harus menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT) dalam bentuk Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Rencana Jangka Menengah dan RKAS harus disetujui dalam rapat dewan oleh SKPD Pendidikan Kabupaten/kota (untuk sekolah negeri) atau yayasan (untuk sekolah swasta). dimana dana BOS pendidik setelah memperhatikan pertimbangan Komite Sekolah dan disahkan 4.

Tingkat Kabupaten/Kota a. 2. (Anggota). c. Bappenas (Anggota). Bupati/Walikota. Tingkat Provinsi 3. d. B.BAB III ORGANISASI PELAKSANA Organisasi pelaksana BOS meliputi Tim Pengarah dan Tim Manajemen Pusat. Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas. Deputi Sumberdaya Manusia dan Kebudayaan. b. c. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Kemenkeu (Anggota). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kemdikbud (Ketua). d. Wakil Gubernur. Provinsi dan Kabupaten/Kota serta Tim Manajemen Sekolah. Gubernur. b. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar. Direktur Jenderal Keuangan Daerah. Kemdagri (Anggota). Tingkat Pusat a. e. Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Menteri Dalam Negeri. Penanggung Jawab Umum a. A. b. Wakil Bupati/Walikota. Kemenko Kesra e. Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama. 88 . Tim Pengarah 1. Menteri Keuangan. a. Tim Manajemen BOS Pusat 1. b.

Direktur Dana Perimbangan. Melakukan verifikasi data jumlah siswa per sekolah dengan Tim Manajemen 9 9 . c. BOS Kabupaten/Kota dan Tim Manajemen BOS Provinsi. Direktur Fasilitas Dana Perimbangan. ii. 3. serta Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Masyarakat SMP 4. Unit Monitoring dan Evaluasi. Kepala Pusat Data dan Statistik Pendidikan. Ketua Tim/Pelaksana. Direktur Pembinaan SMP. serta Pelayanan dan Penanganan Pengaduan Pengaduan Masyarakat SD i. e. serta Pelayanan dan Penanganan c. Menyusun rancangan program.2. Bappenas (Anggota). Bendahara SD i. Bendahara SMP ii. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. Kemdikbud (Sekretaris). e. Kemdagri (Anggota). b. c. Kemdikbud (Ketua). Kemdikbud (Anggota). Kemdikbud (Anggota). Kemenkeu (Anggota). b. ii. Penanggung jawab sekretariat SMP ii. Unit Data. Penanggung Jawab Program BOS a. a. Unit Monitoring dan Evaluasi. g. i. Penanggung jawab sekretariat. d. Tim Pelaksana Program BOS a. Unit Monitoring dan Evaluasi. Sekretaris. d. g. Unit data SMP f. Unit Publikasi/Humas. Bendahara. Mengumpulkan dan meng-update data siswa yang dikirim dari setiap sekolah. Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Pusat b. Direktur Pembinaan SD. f. Direktur Agama dan Pendidikan. Penanggung jawab sekretariat SD i. Unit data SD Masyarakat.

Januari-Desember berdasarkan data jumlah siswa tahun pelajaran yang i. Provinsi (Formulir BOS-K11 dan BOS K12). Melatih/memberikan sosialisasi kepada Provinsi. berjalan. Menetapkan Surat Keputusan (SK) alokasi dana BOS tiap sekolah periode e. Menyiapkan data jumlah siswa tiap kabupaten/kota/provinsi untuk bahan BOS bagi Pemerintah Daerah Provinsi. 10 10 c. Provinsi/Kabupaten/Kota. f. Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku. akuntabel. Mengumumkan daftar sekolah penerima BOS. TataTertib Yang Harus Diikuti Oleh Tim Manajemen BOS Pusat Tim Manajemen BOS Provinsi/Kabupaten/Kota/Sekolah. j. Mengelola dana operasional dan manajemen secara transparan dan Tim Manajemen BOS Pusat ditetapkan dengan surat keputusan Menko Kesra. besar alokasi BOS dan penggunaan dana BOS tiap sekolah melalui situs resmi Kemdikbud. BOS-06A dan Formulir BOS-06B). Merencanakan dan melakukan sosialisasi program. Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Menyusun dan menyiapkan peraturan yang terkait dengan pelaksanaan lampiran Peraturan Menteri Keuangan tentang Pedoman Umum Alokasi g. Memonitor perkembangan penyelesaian penanganan pengaduan yang n.d. Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun kepada b. program BOS. BOS l. termasuk laporan keuangan hasil penyaluran dana BOS ke sekolah yang diperoleh dari Tim Manajemen BOS 5. a. Menyalurkan dana BOS dari Kas Umum Negara ke Kas Umum Daerah h. Menyusun laporan pelaksanaan BOS. . Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat (Formulir dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi/Kabupaten/Kota. Tim Manajemen k. Sekretariat Tim BOS Pusat berada di Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. m.

Tim Manajemen BOS Provinsi 1. a. Kepala SKPD Pendidikan Provinsi sebagai penanggung jawab Tim b. Unit Monitoring dan Evaluasi serta Pelayanan dan Penanganan Pengaduan g. Mempersiapkan DPA-PPKD berdasarkan alokasi dana BOS yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Memverifikasi data jumlah siswa yang diperoleh dari kabupaten/kota.id). Unit Data (Unit Data SD dan Unit Data SMP dari unsur SKPD Pendidikan). e. Manajemen BOS Provinsi menandatangani naskah hibah atas nama c.bos. f. Melakukan koordinasi/sosialisasi/pelatihan kepada Tim Manajemen BOS sesuai dengan jumlah siswa per sekolah. Penanggung Jawab b. unsur SKPD Pendidikan dan unit dari unsur DPKD/BPKD). g. Tim Pelaksana Program BOS a. Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Provinsi Gubernur. c. 2. Kabupaten/Kota. Ketua Tim/Pelaksana (unsur SKPD Pendidikan). a. Kepala Dinas/Badan/Biro Pengelola Keuangan Daerah (anggota). Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program BOS di sekolah.go. teknis untuk Bank Penyalur dari www.C. Melakukan pencairan dan penyaluran dana BOS ke sekolah tepat waktu e. h. Masyarakat (Unit yang menangani SD dan Unit yang menangani SMP dari 3.kemdikbud. Melakukan monitoring laporan penyaluran dana BOS dari Bank Penyalur ke ke sekolah yang dikirim ke Sistem Monev Online Kemdikbud (petunjuk 11 11 . c. Sekretaris II (dari unsur DPKD/BPKD). d. d. Unit Publikasi/Humas (dari unsur SKPD Pendidikan). Sekretaris Daerah Provinsi (Ketua). b. Sekretaris I (dari unsur SKPD Pendidikan). Bendahara (dari unsur SKPD Pendidikan). f. Membuat dan menandatangani perjanjian kerjasama dengan Bank Penyalur dana BOS yang telah ditunjuk dengan mencantumkan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Kepala SKPD Pendidikan Provinsi (anggota).

dengan mempertimbangkan beban kerja dalam pengelolaan Pendidikan Provinsi. Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun terhadap c. Manajemen BOS Pusat paling lambat pada tanggal 20 Januari tahun m. Sekretariat Tim Manajemen BOS Provinsi berada di Kantor SKPD D. TataTertib Yang Harus Diikuti Tim Manajemen BOS Provinsi KUN ke KUD untuk kepentingan lain selain program BOS. program BOS. Membuat dan menyampaikan Laporan Realisasi Penyaluran dana BOS ke 4. a. Tidak diperkenankan menggunakan dana BOS yang telah ditransfer dari b. Tim Manajemen BOS Provinsi ditetapkan dengan surat keputusan Gubernur. BOS-06A dan Formulir BOS-06B). 12 12 b. Penanggung Jawab 2. Manajer. l. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota/sekolah. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota 1. Unit Pendataan SD/SDLB. Melakukan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat (Formulir j. Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku. melakukan pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan dana BOS. Kepala SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota . Mengumpulkan dan merekapitulasi laporan penggunaan dana BOS dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Tidak diperkenankan melakukan pemaksaan dalam pembelian barang dan d. jasa dalam pemanfaatan dana BOS dan tidak mendorong sekolah untuk Struktur Tim Manajemen BOS Provinsi diatas dapat disesuaikan di daerah masing-masing. Tim Pelaksana BOS (dari SKPD Pendidikan) a. Tim Manajemen BOS Pusat (Formulir BOS-K9).i. program BOS dari sumber APBD. Membuat dan menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan ke Tim berikutnya. selanjutnya dikirim ke pusat (Formulir BOS-K8) paling lambat pada tanggal 20 Januari tahun berikutnya. Mengupayakan penambahan dana untuk sekolah dan untuk manajemen k.

f. Manajemen BOS Tingkat Provinsi kepada Tim Manajemen BOS Pusat dari sekolah. Melatih. selanjutnya melaporkan kepada Kepala SKPD Pendidikan m. BOS-01B dan BOS-01C) dalam c. Melakukan monitoring perkembangan pemasukan data yang dilakukan e. apabila terjadi kesalahan/ketidaktepatan/perubahan data. Bersama Tim BOS Tingkat Provinsi melakukan rekonsiliasi data jumlah g. k. Melakukan rekonsiliasi dan verifikasi data dari sekolah. Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi. Masyarakat. program BOS dari sumber APBD. Kepala SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota sebagai penanggung jawab Tim satuan pendidikan dasar dengan melampirkan daftar rekening sekolah.c. Mengumpulkan dan merekapitulasi laporan realisasi penggunaan dana BOS Provinsi paling lambat 10 Januari tahun berikutnya (Formulir BOS-K8). siswa tiap sekolah untuk disampaikan ke pusat. Mengusulkan revisi SK alokasi dana BOS tiap sekolah melalui Tim l. pokok pendidikan (Formulir BOS-01A. Kota. Mengkompilasi nomer rekening seluruh sekolah (Formulir BOS-02). Melakukan pembinaan terhadap sekolah dalam pengelolaan dan pelaporan j. masyarakat tentang program BOS. Melakukan sosialisasi/pelatihan kepada sekolah. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat (Formulir BOS-06A dan Formulir BOS-06B). Manajemen BOS Kabupaten/Kota menandatangani naskah hibah mewakili i. membimbing dan mendorong sekolah untuk memasukkan data b. komite sekolah dan h. Unit Monitoring dan Evaluasi dan Pelayanan dan Penanganan Pengaduan 3. a. sekolah. d. Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota sistem pendataan yang telah disediakan oleh Kemdikbud. Unit Pendataan SMP/SMPLB/SMPT/SATAP. Mengupayakan penambahan dana untuk sekolah dan untuk manajemen dana BOS. memberdayakan pengawas sekolah sebagai Tim Monitoring Kabupaten/ 13 13 . d. Melakukan monitoring pelaksanaan program BOS di sekolah dengan n.

Sekretariat Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota berada di E. a.4. Tidak diperkenankan melakukan pungutan dalam bentuk apapun terhadap b. Satu orang dari unsur orang tua siswa di luar Komite Sekolah yang dipilih oleh Kepala Sekolah dan Komite Sekolah dengan mempertimbangkan kredibilitasnya. e. Bendahara BOS sekolah. Mengelola dana BOS secara bertanggung jawab dan transparan. mengirim dan meng-update data pokok pendidikan (Formulir BOSb. Anggota Kepala Sekolah Kantor SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota. Kabupaten/Kota (jika ada). 01A. Penanggung Jawab 2. a. 3. Mengisi. b. melakukan pelanggaran terhadap ketentuan penggunaan dana BOS. Tim Manajemen BOS Sekolah 1. Melaporkan perubahan data siswa setiap triwulan kepada Tim BOS d. BOS-01B dan BOS-01C) secara lengkap kedalam sistem yang telah c. Tidak diperkenankan melakukan pemaksaan dalam pembelian barang dan c. Memverifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada. Membuat RKAS yang mencakup seluruh sumber penerimaan sekolah (Formulir BOS-K1 dan BOS-K2). jasa dalam pemanfaatan dana BOS dan tidak mendorong sekolah untuk Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota ditetapkan dengan surat keputusan Bupati/Walikota. Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku. Tugas dan Tanggung Jawab Tim Manajemen BOS Sekolah disediakan oleh Kemdikbud. a. Mengumumkan besar dana yang diterima dan dikelola oleh sekolah dan rencana penggunaan dana BOS (RKAS) di papan pengumuman sekolah yang 14 14 . serta menghindari terjadinya konflik kepentingan. Tata Tertib Yang Harus Diikuti Oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota sekolah. f.

yang diterimanya. ditandatangani oleh Kepala Sekolah. BOS-K5 dan BOS-K6). Memastikan keakuratan data yang diisikan dan dilaporkan. Bagi sekolah negeri. Format BOS-K7). l. n. Bendahara dan Ketua Komite Sekolah (Formulir BOS-03). d. Membuat Kabupaten/Kota paling lambat tanggal 5 Januari tahun berikutnya. 15 15 sekolah yang bersangkutan. Tata Tertib Yang Harus Diikuti Oleh Tim Manajemen BOS Sekolah a. Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat. Memasang spanduk di sekolah terkait kebijakan pendidikan bebas p. online melalui www. pungutan (Formulir BOS-05). Dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada siswa di Tim Manajemen BOS Sekolah ditetapkan dengan SK dari Kepala Sekolah. Bersedia diaudit oleh lembaga yang berwenang terhadap seluruh dana yang dikelola sekolah. h. b.kemdikbud. . Mengumumkan penggunaan dana BOS di papan pengumuman (Formulir BOS-04). c. baik yang berasal dari dana BOS maupun dari sumber lain. Membuat laporan realisasi penggunaan dana BOS triwulanan (Formulir dana dan disimpan di sekolah untuk keperluan monitoring dan audit. Bertanggung jawab secara formal dan material atas penggunaan dana BOS i. wajib melaporkan hasil pembelian barang investasi dari dana BOS ke SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota. BOS-K4.go. Melakukan pembukuan secara tertib (Formulir BOS-K3. laporan tahunan diserahkan ke SKPD BOS-K7 dan BOS-K7A) sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan j. o. Pendidikan m.g.bos.id. Memasukkan data penggunaan dana BOS setiap triwulan kedalam sistem k. Menginformasikan secara tertulis rekapitulasi penerimaan dan penggunaan dana BOS kepada orang tua siswa setiap semester bersamaan dengan pertemuan orang tua siswa dan sekolah pada saat penerimaan raport. Menandatangani surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa BOS yang diterima telah digunakan sesuai NPH BOS (Lampiran 4.

yang telah disiapkan oleh Kemdikbud secara online. Biaya fotocopy formulir dapat dibebankan dari dana BOS. 6. 5. satu kali dalam 1 semester. Sekolah menggandakan (fotocopy) formulir data pokok pendidikan (BOS01A. pendidik dan tenaga Sekolah membagi formulir kepada individu yang bersangkutan untuk diisi secara manual dan mengumpulkan formulir yang telah diisi. peserta didik. 3. Tenaga operator sekolah memasukkan data kedalam aplikasi pendataaan Sekolah yang telah memiliki sarana yang memadai dan petugas/pegawai tambahan pemasukan data dari dana BOS. 2. kependidikan tentang cara pengisian formulir pendataan.BAB IV PROSEDUR PELAKSANAAN BOS A. minimal 16 16 . 4. Formulir yang telah diisi secara manual oleh siswa/pendidik/tenaga keperluan monitoring dan audit. Proses Pendataan Pendidikan Dasar 1. pendidik dan tenaga kependidikan. 10. kependidikan/sekolah harus disimpan di sekolah masing-masing untuk Sekolah harus selalu mem-backup lokal data yang telah dientri. Melakukan update data secara regular ketika ada perubahan data. 7. 8. Sekolah memverifikasi kelengkapan dan kebenaran/kewajaran data individu Kepala sekolah menunjuk tenaga operator pendataan dengan menerbitkan surat tugas sebagai penanggungjawab di tingkat sekolah. BOS-01B dan BOS-01C) sesuai dengan kebutuhan. sekolah yang telah dibiayai pemerintah. pemasukan data harus dilakukan di Kemdikbud kemudian mengirim ke server sekolah sebagai bagian pekerjaan rutin dan tanpa membebankan biaya 9. Sekolah melakukan sosialisasi ke seluruh peserta didik.

Alokasi dana BOS tiap sekolah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Dasar atas nama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan). Bantuan Siswa Miskin. Proses Penetapan Alokasi Dana BOS Penetapan alokasi dana BOS dilaksanakan sebagai berikut: 1. tunjangan PTK. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota bertanggungjawab terhadap proses manusia yang tidak memungkinkan melakukan pendataan sendiri. 3. Rehab. data jumlah siswa tiap sekolah berdasarkan data individu siswa. misalnya: alokasi BOS. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota melakukan pengumpulan dan verifikasi 2. ditambah dengan proyeksi pertambahan jumlah siswa tahun pelajaran baru. Sekolah dapat berkonsultasi dengan dinas pendidikan setempat mengenai 13. Atas dasar data jumlah siswa tiap sekolah. dll. Peraturan Menteri Keuangan setelah Kementerian Keuangan menerima data 5. diinput sudah masuk kedalam server dikdas. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuat alokasi dana BOS tiap kabupaten/kota/provinsi. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota bersama-sama dengan Tim Manajemen BOS Provinsi dan Tim Manajemen BOS Pusat melakukan rekonsiliasi data jumlah siswa tiap sekolah. Kementerian Keuangan menetapkan alokasi anggaran tiap provinsi melalui mengenai jumlah sekolah dan jumlah siswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Alokasi dana BOS tiap provinsi dalam satu tahun anggaran ditetapkan 6. 4. B. berdasarkan data jumlah siswa tahun pelajaran yang sedang berjalan Kebudayaan (dalam hal ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan 17 17 . untuk selanjutnya dikirim ke Kementerian Keuangan. operasional penggunaan aplikasi pendataan dan memastikan data yang pendataan bagi sekolah yang memiliki keterbatasan sarana dan sumber daya 12. Data yang dikirim oleh sekolah akan dijadikan sebagai dasar kebijakan pemerintah/pemerintah daerah untuk berbagai jenis program.11.

BOS-01C Tim BOS Pusat Tim BOS Kab/Kota Workshop Pendataan Tim BOS Provinsi Jumlah Siswa Tiap Sekolah Rekap Jumlah Siswa Tiap Kab/Kota & Provinsi Tim BOS Pusat Jumlah Siswa Tiap Sekolah Usulan Alokasi Dana BOS Tiap Provinsi Kementerian Keuangan SK Dirjen Dikdas Alokasi BOS Tiap Sekolah Peraturan Menteri Keuangan Alokasi BOS Tiap Provinsi Dikirim ke tiap provinsi sebagai dasar pencairan dan penyaluran C. Mekanisme Pengalokasian Dana BOS dilakukan 2 tahap.7. BOS-01B. sedangkan periode Juli-Desember Formulir BOS-01A. Alokasi dana BOS tiap sekolah untuk periode Januari-Juni 2013 didasarkan 2013 didasarkan pada data tahun pelajaran 2013-2014. Sekolah jumlah siswa tahun pelajaran 2012-2013. Persiapan Penyaluran Dana BOS di Daerah Gambar 1. yaitu: 18 18 Proses penyaluran dana BOS dari tingkat pusat sampai dengan tingkat sekolah .

kepada Tim Manajemen BOS Provinsi (Formulir BOS-02). Menteri Dalam Negeri. ada beberapa tahapan/langkah 1. lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal bulan April 2013. 1. yaitu: 19 19 . triwulanan (tiga bulanan). Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota mengkompilasi nomor rekening seluruh 3. Pendidikan Provinsi dan SKPD persiapan yang harus dilakukan: sekolah harus segera membuka rekening bank atas nama sekolah (bukan atas sekolah dan nomor rekening baru (jika ada). SKPD Pendidikan Provinsi menyerahkan data daftar sekolah penerima dana dari BUD ke sekolah. Penyaluran Dana BOS Dana BOS bagi daerah tidak terpencil disalurkan dari KUN ke KUD secara paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Januari 2013. BOS dan alokasi dananya kepada BPKD untuk keperluan pencairan dana BOS D. Triwulan Ketiga (bulan Juli sampai dengan bulan September) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja pada awal bulan Juli 2013. Menteri Dalam Negeri. kemudian mengirimkannya menandatangani naskah hibah. Triwulan Pertama (bulan Januari sampai dengan bulan Maret) dilakukan 2. Triwulan Kedua (bulan April sampai dengan bulan Juni) dilakukan paling 3. maka nama pribadi) dan segera mengirim ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. SKPD 4. Mekanisme penyaluran dana dan pelaporannya Tahap 2: Penyaluran dana dari KUD provinsi ke rekening sekolah. misalnya sekolah baru. Mekanisme Penyaluran dana dan pelaporannya akan diatur dalam Peraturan Untuk kelancaran penyaluran dana BOS. Bagi sekolah yang belum memiliki rekening.Tahap 1: Penyaluran dana dari Kas Umum Negara (KUN) ke Kas Umum Daerah (KUD) Provinsi. yang prosedurnya diatur dalam Peraturan Pendidikan Kabupaten/Kota 2. diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Bilamana terdapat sisa dana di sekolah pada akhir tahun anggaran. maka sekolah harus melaporkan kelebihan dana tersebut kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. yaitu: paling lambat 14 (empat belas) hari kerja pada awal bulan Oktober 2013. dan selanjutnya Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota masih mencukupi. Jika terjadi kekurangan salur yang dilakukan oleh BUD ke sekolah. Provinsi. Semester Kedua (Juli-Desember) dilakukan paling lambat 7 (tujuh) hari kerja Selanjutnya BUD harus menyalurkan dana BOS ke sekolah paling lambat 7 hari kerja setelah dana diterima di KUD Provinsi. Jika terdapat siswa pindah/mutasi dari sekolah tertentu ke sekolah lain baru 2. Tim Manajemen BOS Provinsi melakukan pengurangan dana BOS di 3. yang sering terjadi di daerah dan sekolah: Beberapa ketentuan tambahan terkait dengan masalah penyaluran dana BOS setelah pencairan dana di triwulan berjalan. kekurangan salur di sekolah dapat diselesaikan pada . Triwulan Keempat (bulan Oktober sampai dengan bulan Desember) dilakukan Dana BOS daerah terpencil disalurkan dari KUN ke KUD semesteran (6 bulanan). dan selanjutnya Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota melaporkan kepada Tim Manajemen BOS sekolah tersebut pada periode penyaluran berikutnya. 1. Apabila dana BOS di BUD 20 20 sekolah harus melaporkan kekurangan dana tersebut kepada Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. belas) hari kerja pada awal bulan Januari 2013. Revisi jumlah siswa pada sekolah diberlakukan untuk pencairan triwulan berikutnya. Jika terjadi kelebihan salur yang dilakukan oleh BUD ke sekolah akibat 4. maka melaporkan kepada Tim Manajemen BOS Provinsi. sekolah sesuai dengan program sekolah. maka dana tersebut tetap milik kas sekolah dan harus digunakan untuk kepentingan kesalahan data.4. Semester Pertama (bulan Januari-Juni) dilakukan paling lambat 14 (empat 2. 1. yang ditinggalkan/menerima siswa pindahan tersebut pada awal bulan Juli 2013. maka dana BOS siswa tersebut pada triwulan berjalan menjadi hak sekolah lama.

Saldo minimum ini bukan termasuk pemotongan.triwulan berjalan. Pengambilan dana BOS dilakukan oleh bendahara sekolah atas persetujuan Kepala Sekolah dan dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan dengan menyisakan saldo minimum sesuai peraturan yang berlaku. 2. tersebut. E. Dana BOS harus diterima secara utuh oleh sekolah dan tidak diperkenankan 3. Manajemen BOS Provinsi mengajukan penambahan dana pada triwulan berikutnya kepada Tim Manajemen BOS Pusat melalui laporan BOS-K9 paling Apabila dana di BUD tidak mencukupi. Dana BOS dalam suatu periode tidak harus habis dipergunakan pada periode sekolah sebagaimana tertuang dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). 21 21 . maka Tim 1. Pengambilan Dana lambat akhir minggu ke-2 bulan ke-2 dari setiap triwulan. Besar penggunaan dana tiap bulan disesuaikan dengan kebutuhan sejenis rekomendasi/persetujuan dari pihak manapun. Pengambilan dana tidak diharuskan melalui adanya pemotongan atau pungutan biaya apapun dengan alasan apapun dan oleh pihak manapun.

Komponen Pembiayaan Penggunaan dana BOS di sekolah harus didasarkan pada kesepakatan dan bentuk berita acara rapat dan ditandatangani oleh peserta rapat.BAB V PENGGUNAAN DANA BOS A. dapat digunakan untuk membiayai komponen kegiatan-kegiatan berikut: No 1 Komponen Pembiayaan Item Pembiayaan Penjelasan Perhatikan UU No 43/2007 Tentang Perpustakaan Minimal 5% dari dana BOS Pengembangan Perpustakaan Mengganti buku teks yang rusak/menambah kekurangan untuk memenuhi rasio satu siswa satu buku Langganan publikasi berkala Akses informasi online Pemeliharaan buku/koleksi perpustakaan Peningkatan kompetensi tenaga pustakawan Pemeliharaan perabot perpustakaan Biaya pendaftaran Pengembangan database perpustakaan 2 Kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru Termasuk untuk konsumsi panitia dan uang lembur dalam rangka penerimaan siswa Penggandaan formulir Pendaftaran ulang Administrasi pendaftaran 22 22 . Hasil kesepakatan diatas harus dituangkan secara tertulis dalam Dana BOS yang diterima oleh sekolah. keputusan bersama antara Tim Manajemen BOS Sekolah. Dewan Guru dan Komite Sekolah.

Pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan 3 Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa PAKEM (SD) Pembelajaran Kontekstual (SMP) Pembelajaran remedial Pemantapan persiapan ujian Pengembangan pendidikan karakter Pembelajaran pengayaan Olahraga. Ujian sekolah Termasuk untuk: fotocopy. honor guru dalam rangka penyusunan rapor siswa 23 23 . Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) biaya transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba. pramuka dan palang merah remaja. 4 Kegiatan Ulangan dan Ujian Ulangan harian.No Komponen Pembiayaan Item Pembiayaan Biaya Pendataan data pokok pendidikan Penjelasan baru. fotocopy. honor koreksi ujian. kesenian. Standar pembiayaan mengacu kepada batas kewajaran setempat atau batas yang telah ditetapkan Pemda Termasuk untuk: honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran dan biaya transportasinya (termasuk di SMP Terbuka). alat kesenian dan biaya pendaftaran mengikuti lomba penggandaan soal. Ulangan umum. dan membeli alat olah raga. karya ilmiah remaja.

000 per bulan Pengecatan. buku inventaris Minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah Penjelasan 6 Langganan daya dan jasa Pengadaan suku cadang alat kantor Listrik.No 5 Komponen Pembiayaan Pembelian bahanbahan habis pakai Item Pembiayaan Buku tulis. perbaikan atap Kamar mandi dan bocor. dan telepon. buku induk siswa. perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan WC). perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya 8 24 24 Pembayaran honorarium bulanan Guru honorer (hanya untuk Dalam pengangkatan guru/tenaga memenuhi SPM) . kapur tulis. kertas. bahan praktikum. pensil. Perbaikan mebeler. perbaikan pintu dan WC siswa harus dijamin berfungsi jendela dengan baik. spidol. jika di sekolah tidak ada jaringan listrik Penggunaan Internet dengan mobile modem dapat dilakukan untuk maksimal pembelian voucher sebesar Rp. internet (fixed/mobile modem) baik dengan cara berlangganan maupun prabayar Pembiayaan penggunaan internet termasuk untuk pemasangan baru 7 Perawatan sekolah Membeli genset atau jenis lainnya yang lebih cocok di daerah tertentu misalnya panel surya. 250. air.

Item Pembiayaan Pegawai administrasi (termasuk administrasi BOS untuk SD) Pegawai perpustakaan Penjaga Sekolah Satpam Pegawai kebersihan Penjelasan kependidikan honorer sekolah harus mempertimbangkan batas maksimum penggunaan dana BOS untuk belanja pegawai. KKG/MGMP Pemberian tambahan bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transport dari dan ke sekolah 25 25 . serta kualifikasi guru honorer harus sesuai bidang yang diperlukan.No Komponen Pembiayaan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer. 9 Pengembangan profesi guru 10 Membantu siswa miskin Khusus untuk sekolah yang KKKS/MKKS memperoleh Menghadiri seminar yang hibah/block grant terkait langsung dengan peningkatan mutu pendidik pengembangan KKG/MGMP atau dan ditugaskan oleh sejenisnya pada sekolah tahun anggaran yang sama hanya diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk biaya transport kegiatan apabila tidak disediakan oleh hibah/blockgrant tersebut.

No Komponen Pembiayaan Item Pembiayaan Membeli alat transportasi sederhana bagi siswa miskin yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda. suratmenyurat. CD dan flash disk) Penggandaan. Penggunaan dana untuk komponen ini harus dilakukan melalui rapat dengan dewan guru dan .d 12 telah terpenuhi pendanaannya dari BOS Alat peraga/media pembelajaran Mesin ketik Peralatan UKS Masing-masing maksimum 1 unit dalam satu tahun anggaran. Peralatan komputer tersebut harus ada di sekolah. sepatu dan alat tulis bagi siswa penerima bantuan siswa miskin (BSM) sebanyak penerima BSM. insentif bagi bendahara dalam rangka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka mengambil dana BOS di Bank/PT Pos Desktop/work station Printer atau printer plus scanner 12 Pembelian perangkat komputer 26 26 13 Biaya lainnya jika seluruh komponen 1 s. provinsi maupun kabupaten/kota di sekolah tersebut Alat tulis kantor (ATK termasuk tinta printer. dll) Penjelasan 11 Pembiayaan pengelolaan BOS Membeli seragam. baik dari pusat. perahu penyeberangan.

000.-/bulan. diberikan maksimal sebesar Rp 100. 6. maksimal sebesar Rp 150. Pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh Pengelola TKB Mandiri diberikan Sebagai penanggung jawab pengelolaan dan penggunaan dana BOS untuk SMPT/TKB Mandiri tetap Kepala Sekolah SMP induk.000. diberikan maksimal sebesar Rp 150. maksimal sebesar Rp 150. Prioritas utama penggunaan dana BOS adalah untuk kegiatan operasional Bagi sekolah yang telah menerima DAK.000.000.-/bulan. dengan beban mengajarnya. 1. Batas maksimum penggunaan dana BOS untuk belanja pegawai (honor Pembelian meja dan kursi komite sekolah siswa jika meja dan kursi yang ada sudah rusak berat guru/tenaga kependidikan honorer dan honor-honor kegiatan) di sekolah negeri 1. Khusus untuk SMP Terbuka. Supervisi oleh Kepala Sekolah.No Komponen Pembiayaan Item Pembiayaan Penjelasan sebesar 20% dari total dana BOS yang diterima oleh sekolah dalam satu tahun.- 2. Sebaliknya jika dana BOS tidak 2. maksimal sebesar Rp 150. Kegiatan pembimbingan di TKB oleh Guru Pamong. mencukupi untuk pembelanjaan yang diperbolehkan (13 item pembelanjaan) 27 27 . diberikan maksimal sebesar Rp 3. Supervisi oleh Wakil Kepala SMP Terbuka.-/bulan. dana BOS dapat digunakan juga untuk kegiatan: /bulan. masing-masing diberikan 5.000.-/bulan tetapi secara proporsional disesuaikan 150.000. diberikan rata-rata 4. Kegiatan administrasi ketatausahaan oleh petugas Tata Usaha (1 orang). tidak diperkenankan menggunakan dana BOS untuk peruntukan yang sama. Kegiatan tatap muka di Sekolah Induk oleh Guru Bina. Penggunaan dana BOS di sekolah harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: sekolah.-/bulan.

pendapatan sekolah lainnya yang sah dengan tetap memperhatikan mengajar harus mengikuti batas kewajaran yang ditetapkan oleh Pemerintah sekolah dan digunakan untuk keperluan sekolah (beradasarkan Surat Edaran Ditjen Perbendaharaan Nomor: S-5965/PB/2010 Tanggal 10 Agustus 2010 Perihal Pemanfaatan Bunga Bank yang berasal dari Dana BOS di rekening B. 5. Larangan Penggunaan Dana BOS 1. Bunga Bank/Jasa Giro akibat adanya dana di rekening sekolah menjadi milik peraturan terkait. Digunakan untuk rehabilitasi sedang dan berat. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran. kecuali Membayar iuran kegiatan yang diselenggarakan oleh UPTD Kecamatan/ untuk Membeli pakaian/seragam/sepatu bagi guru/siswa untuk kepentingan pribadi (bukan inventaris sekolah). 2. atau pihak lainnya. Menanamkan saham. 9. menanggung biaya siswa/guru yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Disimpan dengan maksud dibungakan. Biaya transportasi dan uang lelah guru PNS yang bertugas di luar jam Daerah. 11. 4. 7. Sekolah).maka sekolah dapat mempertimbangkan sumber pendapatan lain yang diterima oleh sekolah. kecuali untuk siswa penerima BSM. Membangun gedung/ruangan baru. tur studi (karya wisata) dan sejenisnya. 8. yaitu pendapatan hibah (misalnya DAK) dan 3. Membayar bonus dan transportasi rutin untuk guru. Membeli Lembar Kerja Siswa (LKS). 6. 3. 10. misalnya studi banding. 4. Dipinjamkan kepada pihak lain. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah dan memerlukan biaya besar. Kabupaten/Kota/Provinsi/Pusat. 28 28 .

Memperhatikan kualitas barang/jasa. Membiayai nasional dan upacara keagamaan/acara keagamaan. Tim Manajemen BOS Sekolah harus: Membuat rencana kerja. Membiayai kegiatan penunjang yang tidak ada kaitannya dengan operasi 14.12. 3. Menggunakan prinsip keterbukaan dan ekonomis dalam menentukan peraturan 2. ketersediaan. 6. diselenggarakan lembaga di luar SKPD Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota C. misalnya membiayai iuran dalam rangka perayaan hari besar pelatihan/sosialisasi/ pendampingan terkait program BOS/perpajakan program BOS yang dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Membuat laporan singkat tertulis tentang penetapan penyedia barang/jasa. 4. Pembelian barang/jasa dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Sekolah dengan: barang/jasa dan tempat pembeliannya sesuai dengan perundangan yang berlaku. sekolah. Memilih satu atau lebih pekerja untuk melaksanakan pekerjaan tersebut dengan standar upah yang berlaku di masyarakat. 7. 5. dengan cara membandingkan harga penawaran dari penyedia barang/jasa dengan harga pasar dan melakukan negosiasi. kegiatan dalam rangka mengikuti atau pemerintah daerah secara penuh/wajar. 29 29 . Terkait dengan biaya untuk rehabilitasi ringan/pemeliharaan bangunan sekolah. Mekanisme Pembelian Barang/Jasa di Sekolah 1. Diketahui oleh Komite Sekolah. dan kewajaran harga. Membiayai kegiatan yang telah dibiayai dari sumber dana pemerintah pusat 13.

pada saat 2. serta pemajangan rencana penggunaan dan pemakaian dana BOS. pelayanan Kegiatan pengaduan ini dilakukan dapat dengan ditingkatkan. Pengelola Keuangan penyaluran dana dan pasca penyaluran dana. Bank penyalur dan Sekolah. Komponen utama yang dimonitor antara lain: 1. waktu. dan Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. 30 30 . kinerja Tim Manajemen BOS Provinsi dan penggunaan Responden terdiri dari Tim Manajemen BOS Provinsi.BAB VI MONITORING DAN SUPERVISI Bentuk kegiatan monitoring dan supervisi adalah melakukan pemantauan. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Pusat 1. Monitoring pelaksanaan program ditujukan untuk memantau penyaluran dan dana manajemen dan operasional yang disediakan oleh Tim Manajemen BOS Pusat dan pelaksanaan program di sekolah. cara. dan mendokumentasikan. 3. 2. mencari Pelaporan. Dalam Kegiatan monitoring dan supervisi dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Pusat. A. monitoring pengaduan dapat dilakukan bekerjasama dengan menginvestigasi. pelaksanaannya. Secara yang berhak dalam jumlah. dan penggunaan yang tepat. Alokasi dana sekolah penerima bantuan Penyaluran dan penggunaan dana Administrasi keuangan Pelayanan dan penanganan pengaduan umum tujuan kegiatan ini adalah untuk meyakinkan bahwa dana BOS diterima oleh 5. Selain itu juga dilakukan monitoring terhadap pelayanan dan penanganan pengaduan. penyerapan dana. pembinaan dan penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan program BOS. Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan penyaluran dana. 4. menyelesaikan masalah. Tim Manajemen BOS Provinsi. fakta. Daerah. lembaga-lembaga sehingga terkait. 3.

dan penggunaan dana di tingkat sekolah. Responden terdiri dari sekolah dan murid dan/atau orangtua murid. kegiatan pengawasan lainnya oleh Pengawas Sekolah. 2. Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan. 3. pada saat penyaluran dana. Monitoring penyaluran dana BOS dari Bank Penyalur ke sekolah dilakukan B. disarankan agar monitoring dilakukan secara terpadu dengan program lain selain program BOS. penyerapan dana. penyerapan dana. Monitoring penyaluran dana BOS dari Bank Penyalur ke sekolah dilakukan C. sekolah. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Provinsi 1. dan pasca penyaluran dana. secara online. dan penggunaan dana di tingkat sekolah. Monitoring pelaksanaan program dilakukan melalui kunjungan lapangan. 5. 5. Monitoring ditujukan untuk memantau penyaluran dana. Monitoring oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota 1. monitoring. 4. 3.4. Monitoring dilaksanakan pada saat penyaluran dana dan pasca penyaluran Bila terjadi permasalahan biaya monitoring. Monitoring dapat melibatkan Pengawas Sekolah secara terintegrasi dengan yang kredibel dan bertanggung jawab untuk membantu melakukan Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota agar memanfaatkan pengawas sekolah 31 31 . 6. 5. Monitoring ditujukan untuk memantau penyaluran dana. dana. murid dan/atau orangtua murid penerima bantuan dan lembaga penyalur dana BOS. 7. Monitoring dilaksanakan pada saat persiapan penyaluran dana. 2. Responden terdiri dari Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. secara online. Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan. 4.

hal-hal yang dilaporkan oleh pelaksana program adalah yang berkaitan masalah. A. penyaluran. yang 32 32 . pemanfaatan dana. namun demikian perlu dilakukan revisi pada semester kedua. pertanggungjawaban keuangan serta hasil monitoring evaluasi dan pengaduan dengan statistik penerima bantuan. PELAPORAN 1. dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (Formulir BOS-K1 dan BOSK2) RKAS ditandatangani oleh Kepala Sekolah. RKAS perlu dilengkapi dengan rencana penggunaan dana secara rinci. Sekolah) diwajibkan untuk melaporkan hasil kegiatannya kepada pihak terkait. Komite Sekolah dan khusus Kabupaten/Kota. Format RKAS dapat dilihat seperti pada Formulir BOS-K1. penyerapan. Tim Manajemen BOS RKAS dibuat setahun sekali pada awal tahun pelajaran. untuk sekolah swasta ditambah Ketua Yayasan. Tingkat Sekolah a. Provinsi. masing-masing pengelola program di tiap tingkatan (Pusat. Oleh karena itu sekolah dapat membuat RKAS tahunan yang dirinci tiap semester. dibuat tahunan dan tiga bulanan untuk setiap sumber dana yang diterima sekolah (Formulir BOS-K2). Kabupaten/ Secara umum.BAB VII PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN Sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dalam pelaksanaan Program BOS. Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada Pengawas Sekolah. Kota.

Buku Pembantu Bank (Formulir BOS-K5) dan para pemeriksa lainnya apabila diperlukan. Buku Kas Umum (Formulir BOS-K3) untuk program BOS. Kolom Penerimaan:dari penyalur dana (BOS atau sumber dana dari bank. yaitu Buku Pembantu Kas. Formulir yang telah diisi disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawas sekolah. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. pajak atas hasil dari jasa giro dan setoran pajak. Pembukuan yang digunakan dapat dengan tulis tangan i. Tim diperlukan. Buku ini harus mencatat tiap transaksi tunai dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah. biaya Buku Kas Umum harus diisi tiap transaksi (segera setelah transaksi tersebut terjadi dan tidak menunggu terkumpul satu minggu/bulan) Bank. Dokumen ini disimpan di sekolah dan Buku ini harus mencatat tiap transaksi melalui bank (baik cek. dan Buku Pembantu Pajak.b. dan penerimaan jasa giro administrasi bank. Pembukuan Sekolah diwajibkan membuat pembukuan dari dana yang diperoleh sekolah atau menggunakan komputer. Buku Kas Umum ini disusun untuk masing-masing rekening bank yang dimiliki oleh sekolah. Buku Pembantu ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah. Buku Pembantu Kas (Formulir BOS-K4) dan transaksi yang dicatat didalam Buku Kas Umum juga harus dicatat dalam buku pembantu. semua transaksi eksternal. 33 33 . dan para pemeriksa lainnya apabila ii. Kolom Pengeluaran: adalah pembelian barang dan jasa. Manajemen BOS Kabupaten/Kota. iii. Dokumen ini diperlihatkan kepada pengawas. giro maupun tunai) dan ditandatangani oleh Bendahara dan Kepala Sekolah. penerimaan dari pemungutan pajak. Pembukuan dalam Buku Kas Umum meliputi ketiga: i). ii). yaitu yang berhubungan dengan pihak lain). Buku yang digunakan adalah sebagai berikut.

Buku Kas Umum dan buku-buku pembantu sekurang-kurangnya sekali dalam satu bulan dan menatausahakan hasil cetakan Buku Kas Umum ii. bendahara wajib mencetak dan buku-buku pembantu bulanan yang telah ditandatangani Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah. dan para pemeriksa iv. Terkait dengan pembukuan dari dana yang diperoleh sekolah untuk i. Buku Pembantu Pajak (Formulir BOS-K6) Buku pembantu pajak mempunyai fungsi untuk mencatat semua transaksi yang harus dipungut pajak serta memonitor atas pungutan dan penyetoran pajak yang dipungut selaku wajib pungut pajak. bukti pengeluaran harus diserahterimakan kepada pejabat yang baru dari jabatannya. Realisasi penggunaan dana tiap sumber dana (Formulir BOS-K7) Laporan ini disusun berdasarkan Buku Kas Umum (Formulir BOS-K3) dari semua sumber dana yang dikelola oleh sekolah pada periode yang sama. 34 34 . Apabila bendahara meninggalkan tempat kedudukannya atau berhenti dengan Berita Acara Serah Terima.Dokumen ini disimpan di sekolah dan diperlihatkan kepada pengawas lainnya apabila diperlukan. Buku Kas Umum dan buku pembantunya serta bukti- c. program BOS. Pembukuan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran dapat dilakukan dengan tulis tangan atau menggunakan komputer. sekolah perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut. iv. Umum dan Buku Pembantu yang relevan sesuai dengan urutan tanggal iii. sekolah. Uang tunai yang ada di Kas Tunai tidak lebih dari Rp 10 juta. Semua transaksi penerimaan dan pengeluaran dicatat dalam Buku Kas kejadiannya. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota. Dalam hal pembukuan dilakukan dengan komputer.

Uraian tentang jenis barang/jasa yang dibayar dapat dipisah dalam v..000..000. sedang . Laporan ini dibuat triwulanan dan ditandatangani oleh Bendahara..dan dengan nilai sampai Rp 250. BOS dan disusun berdasarkan Formulir BOS-K7. Rekapitulasi Realisasi Penggunaan Dana BOS (Formulir BOS-K7a) Laporan ini merupakan rekapitulasi dari 13 komponen penggunaan dana Sekolah.sampai dengan Rp iii. Setiap transaksi pengeluaran harus didukung dengan bukti kuitansi yang sah. Setiap bukti pembayaran harus disetujui Kepala Sekolah dan lunas 35 35 dengan peruntukannya.dikenai bea 1. Untuk transaksi transaksi dengan nilai nominal antara Rp 250.000.000.- transaksi dengan nilai nominal lebih besar Rp 1.000.tidak dikenai bea meterai.dikenai bea meterai dengan tarif sebesar Rp 3.000.000. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harus dibubuhi materai yang cukup sesuai dengan ketentuan bea materai. BOS yang tercantum dalam Permendagri tentang Pengelolaan BOS. bentuk faktur sebagai lampiran kuitansi. Bukti pengeluaran i. Kepala Sekolah dan Komite e. hibah selaku obyek pemeriksaan. ii.000. Uraian pembayaran dalam kuitansi harus jelas dan terinci sesuai iv.. Laporan ini harus dilengkapi dengan surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa dana BOS yang diterima telah digunakan sesuai NPH Bukti pengeluaran yang sah disimpan dan dipergunakan oleh penerima d. meterai dengan tarif sebesar Rp 6. dibayar oleh Bendahara.Laporan ini dibuat triwulanan dan ditandatangani oleh Bendahara. Kepala Sekolah dan Komite Sekolah..

Pelaporan sebagai bahan bukti dan bahan laporan. iii.kemdikbud. Hal yang perlu dilaporkan oleh Tim Manajemen BOS Sekolah: dilaporkan oleh setiap sekolah tiap triwulan www. i. Rekapitulasi penggunaan dana BOS (Formulir BOS-K7A) harus melalui laman ii. Buku Pembantu Bank. serta i. Seluruh arsip data keuangan. Segala jenis bukti pengeluaran harus disimpan oleh bendahara BOS f. disimpan dan ditata disimpan di suatu tempat yang aman dan mudah untuk ditemukan setiap saat. dana BOS (kuitansi/faktur/nota/bon realisasi penggunaan dana per sumber dana (Formulir BOS-K7 dan BOS-K7a) dan surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan iii. Laporan penggunaan dana BOS di tingkat sekolah meliputi laporan bahwa dana BOS yang diterima telah digunakan sesuai NPH BOS.bos. dan Buku pengeluaran audit. triwulanan disimpan di sekolah untuk bahan pemeriksaan.go. Pembantu Pajak beserta bukti serta dokumen pendukung bukti vendor/toko/supplier) wajib diarsipkan oleh sekolah sebagai bahan keuangan maupun dokumen pendukungnya. Lembar pencatatan pengaduan. dari iv. baik yang berupa laporan-laporan dengan rapi dalam urutan nomor dan tanggal kejadiannya. Buku Pembantu Kas. Laporan kegiatan dan pertanggungjawaban selama satu tahun anggaran disampaikan kepada SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota paling lambat tanggal 5 Januari tahun berikutnya. Buku Kas Umum. Laporan lengkap penggunaan dana BOS Lembar pencatatan pertanyaan/kritik/saran. 36 36 . Laporan harus memenuhi unsur-unsur sebagai berikut: ii.id.vi. Setiap kegiatan wajib dibuatkan laporan hasil pelaksanaan kegiatannya.

2. Tingkat Kabupaten/Kota(Formulir BOS-K8) Hal-hal yang perlu dilaporkan oleh Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota: BOS Sekolah dengan menggunakan Formulir BOS-K8.

a. Rekapitulasi penggunaan Dana BOS yang diperoleh dari Tim Manajemen tentang jenis kasus, skala kasus, kemajuan penanganan, dan status penyelesaian.

b. Penanganan Pengaduan Masyarakat, yang antara lain berisi informasi

Laporan ini harus diserahkan ke Tim Manajemen BOS Provinsi paling lambat 3. Tingkat Provinsi tanggal 10 Januari tahun berikutnya.

a. Laporan Triwulanan (Formulir BOS-K9 dan BOS-K9a) Laporan ini untuk melihat kesesuaian jumlah dana yang diterima oleh Kas

Laporan ini dibuat triwulanan dipisahkan untuk daerah non terpencil (BOSK9) dan daerah terpencil (BOS-K9a), dibuat oleh Tim Manajemen BOS kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan cq. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar paling lambat minggu ke-2 bulan ke-2 setiap triwulan. Provinsi ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan dikirimkan

Umum Daerah (KUD) dari Kas Umum Negara (KUN) dengan kebutuhan riil.

b. Laporan Akhir Tahun (Formulir BOS-K10)

i.

Hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan tersebut adalah: Formulir BOS-K10.

Hasil Penyerapan dan Penggunaan Dana BOS dengan menggunakan

ii.

Penanganan Pengaduan Masyarakat, yang antara lain berisi informasi penyelesaian.

tentang jenis kasus, skala kasus, kemajuan penanganan, dan status dan kegiatan lainnya.

iii. Kegiatan lainnya, seperti kegiatan sosialisasi dan pelatihan, pengadaan, 37 37

Laporan ini harus diserahkan ke Tim Manajemen BOS Pusat paling lambat c. Hasil Monitoring dan Evaluasi tanggal 20 Januari tahun berikutnya.

kesimpulan, saran, dan rekomendasi. Laporan monitoring rutin dikirimkan monitoring.

ke Tim Manajemen BOS Pusat paling lambat 45 hari setelah pelaksanaan 4. Tingkat Pusat Tim Manajemen BOS Pusat harus membuat laporan-laporan sebagai berikut. a. Laporan Triwulanan (Formulir BOS-K11 dan BOS-K11a)

Laporan ini berisi tentang hasil monitoring, analisis, jumlah responden,

Hal-hal yang perlu disampaikan dalam laporan triwulanan adalah laporan

dari setiap provinsi. Laporan ini harus dikirim oleh Kementerian penyaluran dana triwulan berikutnya dari Kas Umum Negara ke Kas Umum diperlukan. Pendidikan dan Kebudayaan kepada Kementerian Keuangan paling lambat pada minggu ke 2 bulan ke-3 dari setiap triwulan sebagai bahan untuk

Sumber data penyusunan laporan ini adalah Formulir BOS-K-9 dan BOS-K9

realisasi penyerapan dana BOS triwulanan yang diterima dari Tim

Manajemen BOS Provinsi menggunakan Formulir BOS-K11 dan BOS-K11a.

Daerah Provinsi, dan sebagai dasar pencairan dana cadangan, apabila b. Laporan Akhir Tahun (Formulir BOS-K12) Hal-hal yang perlu dilampirkan dalam laporan tersebut adalah:

i.

Laporan penggunaan dana BOS hasil rekapitulasi dari laporan Tim Manajemen BOS Provinsi dengan menggunakan Formulir BOS-K12. diterima dari Tim Manajemen BOS Provinsi. Statistik Penerima Bantuan yang disusun berdasarkan data yang

ii.

38 38

iii. Hasil Monitoring dan Evaluasi yang berisi tentang jumlah responden, waktu pelaksanaan, hasil monitoring, analisis, kesimpulan, saran, dan rekomendasi. iv. Penanganan Pengaduan Masyarakatyang antara lain berisi informasi yang dilakukan oleh Tim Manajemen BOS Provinsi/Kab/Kota. lainnya.

tentang jenis kasus, skala kasus, kemajuan penanganan, dan status Kegiatan lainnya, seperti sosialisasi, pelatihan, pengadaan, dan kegiatan

penyelesaian yang merupakan rekapitulasi dari penanganan pengaduan

v.

Laporan akhir tahun harus diserahkan ke Menteri terkait pada akhir bulan B. PERPAJAKAN Januari tahun berikutnya.

Ketentuan peraturan perpajakan dalam penggunaan dana BOS diatur sebagai berikut. 1. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk

siswa baru; kesiswaan; ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan pembelian bahan-bahan untuk perawatan/perbaikan ringan gedung sekolah penggunaan dana BOS sebagaimana tersebut di atas adalah: i. Tidak perlu memungut PPh Pasal 22 sebesar 1,5%1

laporan hasil belajar siswa; pembelian bahan-bahan habis pakai, seperti buku tulis, kapur tulis, pensil dan bahan praktikum; pengembangan profesi guru; a. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Negeri atas ii. Memungut dan menyetor PPN sebesar 10% untuk nilai pembelian lebih dari Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah. Namun untuk nilai pembelian ditambah PPN-

pembelian ATK/bahan/penggandaan dan lain-lain pada kegiatan penerimaan

nya jumlahnya tidak melebihi Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan
1Peraturan

Menteri Keuangan nomor 154/PMK.03/2010 tanggal 31 agustus 2010 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang dan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain pasal 3 butir (1)h.

39 39

adalah tidak termasuk bendaharawan pemerintah sehingga tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal 22 dan pengelola dana BOS pada Sekolah Bukan Negeri yang terkait atas penggunaan dana BOS untuk belanja barang sebagaimana tersebut diatas Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22. a. Dengan demikian kewajiban perpajakan bagi bendaharawan/ adalah: i. Pemungut b. karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena Pajak). penyetoran dan pelaporannya. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah bukan negeri atau PPN.5%1. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. menyetor. PPN atas pembelian barang dan atau jasa yang dilakukan oleh bukan Pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku umum 2. tidak perlu memungut PPh Pasal 22 sebesar 2 3 40 40 Keputusan Direktur Jenderal Pajak nomor KEP-382/PJ/2002 tentang pedoman pelaksanaan pemungutan.bukan merupakan pembayaran yang dipecah-pecah. Bagi bendaharawan/pengelola dana BOS pada sekolah negeri atas penggunaan dana BOS untuk pembelian/penggandaan buku teks pelajaran dan/atau mengganti buku teks yang sudah rusak adalah: 1. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS untuk pembelian/penggandaan buku teks pelajarandan/atau mengganti buku teks yang sudah rusak. 22. dan melaporkan PPN dan PPnBM beserta tata cara pemungutan. . ii. penyetoran dan pelaporan PPN dan PPNBm bagi pemungut PPN dan Pengusaha Kena Pajak Rekanan Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1983 terakhir dengan Undang-undang nomor 42 tahun 2009 tentang Perubahan ketiga atas Undang Undang nomor 8 tahun 1983 tentang PPN barang dan jasa dan PPnBM serta KMK/563/2003 tentang penunjukkan bendaharawan pemerintah untuk memnungut. PPN yang terutang dipungut dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan PPN dalam hal ini bendaharawan pemerintah tidak perlu memungut Pengusaha Kena Pajak (PKP)3. 2. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. i.

Pajak) atas pembelian buku yang bukan buku-buku pelajaran umum. kesiswaan. pengembangan profesi guru. 22. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan pemberian honor pada kegiatan penerimaan siswa baru.000. Bendaharawan/pengelola dana BOS pada Sekolah Bukan Negeri adalah tidak termasuk bendaharawan pemerintah sehingga tidak termasuk Dengan demikian kewajiban perpajakan bagi bendaharawan/ pengelola penggandaan buku teks pelajaran dan/atau mengganti buku teks yang sudah rusak adalah: i. ditambah PPN-nya jumlahnya tidak melebihi Rp iii. Membayar PPN yang dipungut oleh pihak penjual (Pengusaha Kena 3. sebagai pihak yang ditunjuk sebagai Pemungut PPh Pasal 22 dan atau PPN. Namun untuk nilai pembelian yang dipecah-pecah.000. harus dipotong PPh bendaharawan/penanggung jawab dana BOS baik pada sekolah negeri Pasal 21 dengan menerapkan tarif Pasal 17 UU PPh sebesar 5 % dari 41 41 . karena tidak termasuk sebagai pihak yang ditunjuk sebagai pemungut PPh Pasal Atas pembelian buku-buku pelajaran umum.000. ii. iii. PPN yang terutang dibebaskan. PPN yang terutang dipungut dan disetor oleh Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah.. lebih dari Rp 1. Bagi guru/pegawai non PNS sebagai peserta kegiatan.000.ii.(satu juta rupiah) dan bukan merupakan pembayaran b. Atas pembelian buku-buku pelajaran umum. Memungut dan menyetor PPN sebesar 10% untuk nilai pembelian 1.(satu juta rupiah) atas penyerahan Barang Kena Pajak berupa buku-buku yang bukan buku pelajaran umum. dana BOS pada Sekolah Bukan Negeri yang terkait dengan pembelian/ Tidak mempunyai kewajiban memungut PPh Pasal 22. PPN yang terutang dibebaskan.. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. laporan BOS dan kegiatan pembelajaran pada SMP Terbuka. kitab suci dan buku-buku pelajaran agama. Semua a. penyusunan maupun sekolah bukan negeri: jumlah bruto honor.

PPh Pasal 21 sebulan (:12) i).025 juta 42 42 . Golongan IV dengan tarif 15% (lima belas persen) dari penghasilan 4. ii. Untuk jumlah lebih dari itu. iii. Kependidikan Honorer.000.b. PPh Pasal 21 dihitung dengan menyetahunkan penghasilan sebulan. Dikurangi PTKP*) v.(dua juta dua puluh lima ribu rupiah) tidak b. Rp 50 juta) dst *) Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). iv. Sekolah Swasta. Status sendiri PPh Pasal 21 terutang setahun 5% (jumlah s. Penghasilan sebulan Penghasilan netto setahun (x 12) XX XX XX XX XX XX iii. Tenaga terhutang PPh Pasal 21. Golongan I dan II dengan tarif 0% (nol persen).d.. a. Golongan III dengan tarif 5% (lima persen) dari penghasilan bruto. baik pada Sekolah Negeri. Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS dalam rangka membayar honorarium guru dan tenaga kependidikan honorer sekolah yang tidak dibiayai dari Pemerintah Pusat dan atau Daerah yang dibayarkan bulanan diatur sebagai berikut: bruto.025 juta Kewajiban perpajakan yang terkait dengan penggunaan dana BOS. Penghasilan Kena Pajak vi. untuk membayar honor kepada tenaga kerja lepas orang pribadi yang melaksanakan sebagai berikut:*) pemeliharaan sekolah harus memotong PPh Pasal 21 dengan ketentuan kegiatan perawatan atau iii). untuk jumlah sebulan sampai dengan Rp 2. maks 3 orang @ Rp 2. Dengan perhitungan sebagai berikut: i. ii. Rp 24. Penghasilan rutin setiap bulan untuk guru tidak tetap (GTT). Bagi guru/pegawai PNS diatur sebagai berikut : i. Tambahan status kawin 5.025. Pegawai Tidak Tetap (PTT). adalah: ii).30 juta Rp 2. Tambahan tanggungan keluarga.

. Jika upah harian atau rata-rata upah harian yang diterima lebih dari Rp 150.. Jika upah harian atau rata-rata upah harian yang diterima lebih dari Rp 1.000.320.(seratus lima puluh ribu rupiah) dan jumlah seluruh upah yang diterima dalam bulan takwim yang bersangkutan telah melebihi Rp dua puluh ribu rupiah). Jika upah harian atau rata-rata upah harian yang diterima tidak melebihi Rp 150. diterima dalam bulan takwim yang bersangkutan belum melebihi Rp jumlah seluruh upah telah melebihi Rp 1.000.000..000.(satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah). namun jumlah seluruh upah yang diterima dalam bulan takwim yang bersangkutan telah melebihi Rp 1.(seratus lima puluh ribu rupiah).000. maka harus 150.000..(satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah). maka tiga ratus dua puluh ribu rupiah) harus dipotong PPh Pasal 21 sebesar 5% (PTKP) yang sebenarnya.320. mengalami perubahan maka mengikuti perubahan yang terbaru.(seratus lima puluh ribu rupiah) dan jumlah seluruh upah yang pada saat jumlah seluruh upah telah melebihi Rp 1.000. atas jumlah bruto upah setelah dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak c..a.(seratus lima puluh ribu rupiah) dan jumlah seluruh upah 1.(seratus lima puluh ribu rupiah). yang diterima dalam bulan takwim yang bersangkutan belum melebihi Rp b.000... harus dihitung kembali jumlah PPh Pasal 21 yang Catatan: setelah dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang sebenarnya. 1.(satu juta tiga ratus 43 43 .320..(satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah)..320..000.(satu juta dipotong PPh Pasal 21 sebesar 5% dari jumlah upah harian atau rata-rata d.320.320.. maka pada saat harus dipotong dengan menerapkan tarif 5% atas jumlah bruto upah *) Besaran upah harian yang terutang pajak penghasilan (PPh) pasal 21 jika upah harian di atas Rp 150. maka tidak ada PPh Pasal 21 yang dipotong.000.(satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah). Jika upah harian atau rata-rata upah harian yang diterima tidak melebihi Rp 150.000.

Provinsi dan Pusat. sekolah. Pengawasan Pengawasan program BOS meliputi pengawasan melekat. Pengawasan Melekatyang dilakukan oleh pimpinan masing-masing instansi kepada bawahannya baik di tingkat pusat. Apabila terdapat kepada instansi pengawas fungsional atau lembaga berwenang lainnya. PEMERIKSAAN DAN SANKSI A. Pengawasan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) 4. Sanksi kepada oknum yang melakukan pelanggaran dapat diberikan 44 44 . dan pengawasan masyarakat. indikasi penyimpangan dalam pengelolaan BOS. kewenangan.BAB VIII PENGAWASAN. Kabupaten/Kota. agar segera dilaporkan B. sesuai dengan kebutuhan lembaga tersebut atau permintaan instansi yang Inpektorat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan melakukan audit 3. Prioritas utama dalam program BOS adalah pengawasan yang 2. Sanksi BOSoleh unsur masyarakat dan unit-unit pengaduan masyarakat yang Sanksi terhadap penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan negara dalam berbagai bentuk. Pengawasan masyarakat dalam rangka transparansi pelaksanaan program terdapat di sekolah. fungsional. Pengawasan Fungsional Internal oleh Inspektorat Jenderal Kemdikbud serta akan diaudit. provinsi. misalnya: dan/atau sekolah dan/atau siswa akan dijatuhkan oleh aparat/pejabat yang berwenang. Pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai dengan 5. pengawasan 1. kabupaten/kota maupun dilakukan oleh SKPD Pendidikan Kabupaten/Kota kepada sekolah. dengan melakukan audit atas permintaan instansi yang akan diaudit.

Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan undang-undang 2. Penerapan proses hukum. 4. yaitu mulai proses penyelidikan. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. bersumber dari APBN pada tahun berikutnya kepada 3. yaitu dana BOS yang terbukti disalahgunakan agar dikembalikan kepada satuan pendidikan atau ke kas daerah provinsi. 45 45 . atau golongan. mutasi kerja). Pemblokiran dana dan penghentian sementara seluruh bantuan pendidikan yang provinsi/kabupaten/kota.1. penurunan pangkat. proses peradilan bagi pihak yang diduga atau terbukti melakukan penyimpangan dana BOS. secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi. bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan kelompok. penyidikan dan yang berlaku (pemberhentian.

021-5725980 lanjut terhadap informasi/pengaduan yang diterima.BAB IX PELAYANAN DAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT Program yang baik akan memastikan bahwa setiap pertanyaan. mendapatkan Masyarakat (P3M) dalam program BOS ditujukan untuk: pihak yang tepat. Media diakses publik. 021-5725635 : 1771 : bos@kemdikbud. Pembagian tugas dan fungsi layanan pada program BOS adalah sebagai berikut. yang masuk. respon. surat atau email. maupun keluhan. telepon. B. 4. Tim manajemen BOS melaksanakan fungsi-fungsi untuk melakukan tindak- 46 46 . Memastikan bahwa pengelola program akan menindaklanjuti setiap pengaduan Memastikan setiap progres penanganan akan didokumentasikan secara jelas. Berikut adalah media yang dapat 1.id : 0-800-140-1299 (bebas pulsa) . Faksimil Email SMS SMP : 0-800-140-1276 (bebas pulsa) . adalah: 2.go. atau pengaduan dapat disampaikan secara langsung. atau melalui SMS. Tugas dan Fungsi Layanan 5. 021-5725645. usulan dan keluhan 1. Menyediakan bentuk informasi dan data base yang harus disajikan dan dapat Informasi. masukan/saran. Mengatur alur informasi pengaduan/temuan masalah agar dapat diterima oleh Pengaduan A. 4. pertanyaan. Alamat web Telepon PIH SD : www.id : 177 digunakan untuk menyampaikan informasi terhadap program baik yangbersifat 3. pertanyaan.go. 021-5725632 : 021-5731070.kemdikbud. Pengelolaan Pelayanan dan Penanganan 2.bos. 3.

h. 47 47 . Laporan tersebut Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dengan agenda melibatkan pihak-pihak terkait. b. Menerima dan mencatat semua informasi (saran. bos. Menerima dan mencatat semua informasi.id/pengaduan. Menetapkan petugas Unit P3M. g. ke dalam b.1.go.kemdikbud. Kabupaten/Kota untuk ditindak-lanjuti. dan pengaduan) dari masyarakat baik yang disampaikan melalui telepon. Memonitor progres penanganan pengaduan yang ada di provinsi manajemen BOS. Menganalisa maupun kabupaten/kota. e. i. Tim Manajemen BOS Pusat: a. sesuai dengan periode laporan program BOS. menyampaikan status pengaduan untuk mendorong penyelesaiannya Menginformasikan status penanganan pengaduan BOS secara berkala kepada Provinsi. Melakukan koordinasi dengan Bagian Hukum dan Kepegawaian - 2. f. Tim Manajemen BOS Provinsi a. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar terkait dengan publikasi informasi. Menetapkan petugas Unit P3M. c. termasuk hasil temuan audit BPK/BPKP/Itjen sistem pengaduan BOS di laman d. informasi sebagai bahan masukan bagi kebijakan Menjawab pertanyaan dan menindak-lanjuti usul/saran/masukan. j. bersumber dari sistem pengaduan rekapitulasi status Provinsi. pertanyaan. Menyampaikan informasi kepada Inspektorat Jenderal dalam hal Membuat laporan perkembangan penanganan pengaduan secara regular di laman BOS yang merupakan diperlukan tindak lanjut.

Dokumentasi (PPID) Provinsi terkait dengan publikasi informasi. email. yang dilakukan Kabupaten/Kota guna penanganan secara langsung dalam kasus-kasus yang dianggap g. Menerima dan mencatat semua informasi (saran.go. e. termasuk hasil temuan audit ke dalam sistem c. f. Laporan tersebut bersumber dari Kabupaten/Kota. pengaduan BOS di laman bos.kemdikbud. fax. dan pengaduan) dari masyarakat baik yang disampaikan melalui telepon. surat. pengaduan sistem pengaduan di laman BOS yang merupakan rekapitulasi status Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dengan agenda penyelesaian yang diperlukan.email.id/pengaduan. pengaduan BOS di laman bos. termasuk Menjawab pertanyaan dan menindak-lanjuti usul/saran/masukan dari yang disampaikan melalui sistem pengaduan Monitoring Kabupaten/Kota untuk memastikan tugas dan fungsi layanan masyarakat dan pengaduan BOS dilaksanakan sesuai petunjuk teknis Berkoordinasi dengan Kabupaten/Kota jika diperlukan untuk melakukan mendesak dan penting. surat. online dan sms di laman BOS. yang ada. termasuk hasil temuan audit ke dalam sistem 48 48 . pertanyaan. masyarakat. d.go.id/pengaduan. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota a. b. Menetapkan petugas Unit P3M. Membuat laporan perkembangan status pengaduan secara regular sesuai dengan periode laporan program BOS. 3. menyampaikan rekapitulasi status kemajuan dan hasil tindak lanjut Melakukan koordinasi dengan Pejabat Pengelola Informasi dan mendorong h. fax.kemdikbud.

termasuk online dan sms di laman BOS. Melakukan penanganan yang diperlukan dan memonitor kemajuan dan hasil penanganan pengaduan. g. mendorong penyelesaiannya. Laporan tersebut bersumber dari sistem pengaduan di laman BOS. d. h. Melakukan koordinasi dengan Pejabat Pengelola Informasi dan 49 49 . e. yang disampaikan melalui sistem pengaduan secara online di laman BOS. Menjawab pertanyaan dan menindak-lanjuti usul/saran/masukan dari masyarakat.c. f. Memperbarui status kemajuan dan hasil tindaklanjut pengaduan BOS Membuat laporan perkembangan status pengaduan secara regular sesuai dengan periode laporan program BOS. Menyelenggarakan rapat koordinasi secara berkala dengan agenda menyampaikan status kemajuan dan hasil tindaklanjut pengaduan untuk Dokumentasi (PPID) Kabupaten/Kota terkait dengan publikasi informasi.

50 .

FORMULIR ISIAN 51 .

52 .

000-Rp2.000.S2. 1) Kurang dari Rp1.SMA Sederajat.SD Sederajat. 08).D4/S1.D2.Putus SD.2) Rp1.D1. / / 01) Islam 02) Kristen/ Protestan 03) Katholik 04) Hindu 05) Budha 06) Khong Hu Chu 99) Lainnya *) contoh 1.Tidak Sekolah.1) Bersama Orang Tua 2) Wali 3) Kost 4) Asrama 5) Panti Asuhan 9)Lainnya l Jenis Tinggal m Alamat Tempat Tinggal Kelurahan / Desa Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi n Tinggi Badan o Berkebutuhan Khusus p No Telepon Rumah r s t v Alat transportasi ke sekolah Email pribadi Jumlah saudara kandung 01) Tidak. 04). 07). 06).D4/S1.Tidak Sekolah. 08) Laras(E) 09) Wicara(F).D3. 06) Daksa Ringan(D).- Tahun Lahir 01). 07).000. 19) Terpencil/Terbelakang.S2.S3. 03). 07). 10). 05) Grahita Sedang(C1). 10).Nama Ayah Berkebutuhan Khusus Pekerjaan Pendidikan Penghasilan bulanan .000. 14) Kesulitan Belajar(K). 7b. 05). 1) Kurang dari Rp1.D2.Putus SD.D2.201… Yang bertanda tangan Orang Tua/Wali atau Siswa bertanggung jawab secara hukum terhadap kebenaran data yang tercantum. 06).D4/S1.S2.000. 9c jika kelas paralel Status : Tingkat : 1=siswa baru 2=pindahan/ 3=naik kelas/ 4=akselerasi/ 5=mengulang/ Nama Sekolah : Penyelenggara / Sumber Kelas status 6=putus sekolah Tahun Mulai Tahun Selesai j Catatan Prestasi Tahun 1 2 3 : Lomba Jenis 1) Sains 2) Seni 3) Olahraga 9) Lain-lain k Identitas Orang Tua/Wali .S3. 03). 04) Grahita Ringan(C). 03).000.000. 08).000. 10).000. 17) Down Syndrome(P). 02) Netra(A). 1) Kurang dari Rp1.SD Sederajat. 05).000. 02).000.000.D3. 11).D3.Nama Wali Pekerjaan Pendidikan Penghasilan bulanan : : : : : : : : : : : : : : : : : RT RW Kode Pos : : : : : : : : : : : 1) Ya 2) Tidak No.2) Rp1. 05). 02). PKH cm Berat Badan : kg )* daftar pilihan sama dengan pekerjaan ayah )* daftar pilihan sama dengan point o )* daftar pilihan sama dengan pekerjaan ayah )* daftar pilihan sama dengan point o Tahun Lahir 01) Tidak bekerja 02) Nelayan 03) Petani 04) Peternak 05) PNS/TNI/Polri 06) Karyawan Swasta 07) Pedagang Kecil 08) Pedagang Besar 09) Wiraswasta 10) Wirausaha 11) Buruh 12) Pensiunan 99) Lainnya 01).3) Lebih dari Rp2. 09).SMA Sederajat. atau 3a.S3.……………………….. 04).Putus SD.000.- Tahun Lahir 01).000.SMP Sederajat.000.Tidak Sekolah.D1. 09). 11).000-Rp2.SMA Sederajat. Tanggal Lahir f Agama : : g Rombel h Riwayat Pendidikan Tahun i Riwayat Beasiswa Jenis 1 2 3 Jenis Beasiswa: 01) Prestasi 02) Bantuan Siswa miskin 03) Pendidikan 04) Unggulan 99) Lainnya Juara ke Tingkat 1) Sekolah 2) Kecamatan 3) Kab/kota 4) Provinsi 5) Nasional 6) Internasional F-PD / : : : : : : : : / 1 IDENTITAS SEKOLAH NPSN : 1) Laki-laki 2) Perempuan NIS : *) Nomor Induk Siswa pemberian Sekolah .3) Lebih dari Rp2. sebutkan : No HP : km *) pembulatan tanpa koma q Jarak tempat tinggal ke sekolah 01) Jalan Kaki 02) Kendaraan Pribadi 03) Kendaraan Umum/Angkot/Pete-pete 04) Jemputan Sekolah 05) Kereta Api 06)Ojek 07) Andong/Bendi/Sado/Dokar/Delman/Becak 08) Perahu Penyebrangan/Rakit/Getek 99) Lainnya u No SKHUN SD *) diisikan hanya untuk siswa kelas 9 SMP Apakah sebagai penerima PKH : Responden.SMP Sederajat. (. 07) Daksa Sedang(D1).000. 02). 18) Autis(Q). 11)Hyperaktif(H).SD Sederajat.000.2) Rp1. 10) Tuna Ganda(G). 09). 11). 21) Tidak Mampu Ekonomi 1) kurang dari 1 km 2) lebih dari 1 km. 15) Narkoba(N) 16) Indigo(0).……………………………………………………) 53 53 . 12) Cerdas Istimewa(I).D1.Formulir BOS-01A FORMULIR PESERTA DIDIK Tanggal: a Nama Sekolah b NSS c Alamat Sekolah 2 IDENTITAS PESERTA DIDIK a Nama Lengkap b Jenis kelamin c NISN d NIK e Tempat.000. ……………………….000-Rp2. 06). 20) Bencana Alam/Sosial.000.SMP Sederajat. 04).000.000. 08).000. 03) Rungu(B). 2.Nama Ibu Berkebutuhan Khusus Pekerjaan Pendidikan Penghasilan bulanan . 13) Bakat Istimewa(J).3) Lebih dari Rp2.

Nama lengkap diisi sesuai dengan nama yang terdaftar di sekolah tanpa b. NPSN diisi sesuai dengan nomor yang ditetapkan oleh 2. Induk Siswa) diisi sesuai nomor induk pemberian sekolah. a. Jenis kelamin diisi dengan pilihan 1 untuk laki-laki atau 2 untuk perempuan.  Pedoman Khusus 1. Nama sekolah diisi sesuai dengan SK Pendirian Sekolah. Alamat sekolah cukup jelas kab/kota. Formulir yang terisi dikumpulkan di sekolah untuk selanjutnya diverifikasi kebenaran datanya oleh pihak sekolah dan dientri kedalam aplikasi pendataan pendidikan dasar. Isi dengan menggunakan ballpoint dan huruf capital dan mudah dibaca yang masih kosong di pendataan sebelumnya. 3.PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR PESERTA DIDIK (F-PD) DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR  Pedoman Umum 1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan b. NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) diisi bagi yang memiliki. Formulir ini merupakan updating formulir pendataan tahun 2012. Identitas Peserta Didik disingkat. Kebenaran isi data merupakan tanggungjawab orang tua Peserta Didik. lengkapi data abu) merupakan variabel tambahan di tahun 2013 yang perlu dilengkapi. c. NIS (Nomor 54 54 . Identitas Sekolah digit)/bulan (2 digit)/tahun (4 digit). Kolom isian berwarna gelap (abu- 2. Tanggal diisi pada saat pengisian formulir F-PD dengan format tanggal (2 a. Formulir Peserta Didik (F-PD) diisi oleh masing-masing orang tua siswa dan dibubuhkan tandatangan orang tua siswa sebagai bukti keabsahan data. Nomor Statistik Sekolah (NSS) diisi dengan nomor yang diberikan dari dinas c.

SMP. iii. 4. Rombel (rombongan belajar) diisi sesuai dengan penaman yang diberikan Kelas 1. i. Isian ini hanya untuk kelas 7 i. 04. n. Tempat. Tinggi dan berat badan cukup jelas. e. i. 2 atau 3. iii. oleh sekolah contoh: 7a. ii. Catatan : i. 2 atau 3. Tahun cukup jelas. Lomba cukup jelas. Riwayat pendidikan diisikan asal sekolah SD. Penyelenggara/Sumber cukup jelas. 04. 1b. wali diisi sesuai pilihan 1. wali diisi sesuai pilihan 01. 03. Jenis diisi sesuai pilihan 1. 3 atau 9. Agama diisi sesuai pilihan 01. NIK (Nomor Induk Kependudukan) diisi sesuai nomor yang diberikan di f. 06 atau 99. 8. ibu. 6 untuk jenjang SD. ii. serta kelas 7. iv. 04 atau 99. 04. 10. 08. 11. ibu. 07. 5 atau 9. Tingkat diisikan sesuai tingkat tertinggi yang pernah dicapai. wali dan tahun lahir cukup jelas. 05. 07. 03. 02. 06. Nama ayah. 05. pilihan di butir o. . 8. Juara ke diisi dengan nomor hanya untuk juara 1. 9 untuk jenjang Tingkat diisikan dengan nomor bukan angka romawi. Jenis diisi sesuai pilihan 01. Jenis tempat tinggal diisi sesuai pilihan 1. Pekerjaan ayah. 05. iii. k. h. SMP. ibu. Alamat tempat tinggal cukup jelas. 03. Berkebutuhan khusus diisikan jika memiliki kebutuhan khusus sesuai l. 7. 03. 5. 09. i. 55 55 (lainnya) maka sebutkan. 06. 12 atau 99. Riwayat beasiswa diisi maksimal 3 beasiswa terakhir yang diperoleh siswa. Jika memilih 9 m. 08. Tahun selesai diisi sesuai dengan berakhirnya pemberian beasiswa. g. Tanggal lahir cukup jelas. dalam kartu keluarga (KK). Pendidikan ayah. iv. 02. iv. ibu. 2. Contoh: 6. 3. v. 3. 02.d. 2. 09. ii. 02. Catatan prestasi diisi maksimal 3 prestasi terakhir. Penghasilan bulanan ayah. 4. 10 atau 11. wali diisi sesuai pilihan 01. Tahun mulai diisi sesuai dengan tahun diberikannya beasiswa. j. ii. 2.

15. 17. 13. 04. diisikan bagi keluarga yang 56 56 . Email pribadi cukup jelas. 05. 09. 02.o. 12. telepon. 03. t. v. r. 10. 02. Jarak tempat tinggal ke sekolah diisi sesuai pilihan 1 atau 2. No telepon rumah diisi dengan kode wilayah terlebih dulu dan diikuti nomor q. Jika memilih 2. diisikan mengikuti program tersebut yang diselenggarakan oleh kementerian sosial. p. Alat transportasi ke sekolah diisi sesuai pilihan 01. 19. 07. 08 s. Nomor SKHUN adalah SKH Ujian Nasional pada saat ujian UN di SD. 11. No HP (handphone) cukup jelas. maka sebutkan jarak dalam satuan KM dengan 2 angka desimal di belakang u. 03. atau 99. 08. 14. 04. PKH adalah Program Keluarga Harapan. Berkebutuhan khusus diisi sesuai pilihan 01. 06. 16. 07. hanya bagi siswa kelas 9 SMP. 20 atau 21. koma. 06. 18. 05. Jumlah saudara kandung cukup jelas.

07)Paket A. sebutkan 03) LP Ma'arif 07) Perwari 04) ML Taman Siswa 08) Dharma Pertiwi 1) Tidak Ada 2) PLN 3) Diesel 4) Tenaga Surya 5) PLN & Diesel 9) Lainnya 1) < 900Watt 2) 900-2200 Watt 1) Ya 2) Tidak 3) 2200-4400 Watt 4) >4400Watt 1) Air kemasan 2) Ledeng/PAM 3) Pompa 4) Sumur 5)Mata air 6)Air sungai 7) Air Hujan 9) Lainnya u Daya v Sumber air w Apakah sekolah menyelenggarakan e-Learning : 57 57 . 09)TKLB. sebutkan * Khusus Sekolah Swasta oleh Yayasan/Penyelengggara 1) Ya 2) Tidak Kode Pos t Sumber Listrik 01) Aisyiah 05) MPPK 09) YPLP PGRI 02) MPK Muhammadiyah 06) MNPK 99) Lainnya. 04)SMPLB. 03)SDLB. Latitude No Fax  Daerah Transmigrasi  Daerah Bencana Sosial .Formulir BOS-01B FORMULIR SEKOLAH F-SEK KABUPATEN/KOTA PROVINSI Tanggal a Nama Sekolah b NSS c Jenis Sekolah d Alamat Sekolah : : : / / 1 IDENTITAS SEKOLAH NPSN 01) SD. 11)SMALB. Tanggal / / 1) Kurikulum 1994 2) Kurikulum 2004 3) KTSP 9) Lainnya. -  Bukan Semua  Daerah Darurat Lainnya Longitude Posisi Geografis e No Telpon f Akses Internet Alamat email Website http:// g Status Sekolah 1) Negeri 01) Tidak Ada 02) schoolnet/Jardiknas 99) Lainnya. 08)Paket B. sebutkan : 2) Swasta 1) Ya 2) Tidak 1) Ya 2) Tidak h Apakah menyelenggarakan pendidikan inklusi ? Apakah menyelenggarakan pendidikan CIBI? 1) Pemerintah Pusat 2). Tanggal No. 05)MI. 02)SMP. Tanggal 1) A No. / 2) SPM 2) Siang 2) Imbas 2) 9001:2008 3) Kombinasi 3) Belum Ikut 3) TK-SD satu atap 4) SD-SMP satu atap 5) SMP Terbuka / 3) Pra SSN 4) SSN 5) RSBI 6) SBI 8) Proses Sertifikasi 9) Belum Bersertifikat 2) B / 3) C / 9) Belum Terakreditasi / / 2) SMP Biasa Jika SMP terbuka berapa jumlah TKB yang di miliki q Apakah Sekolah ini telah melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) ? r Kurikulum yang di gunakan s Nama Yayasan Nama Pimpinan Yayasan Alamat Yayasan Desa/Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi Akte Pendirian Kelompok yayasan No. Pemerintah Daerah 3) Yayasan 9) Lainnnya i Status Kepemilikan SK / Izin Pendirian Sekolah SK Izin Operasional j Akreditasi SK Akreditasi Terakhir k Status Mutu l Sertifikasi ISO m Waktu Penyelenggaraan n Gugus Sekolah o Kategori Sekolah p Nomor Rekening Bank Nama Bank Cabang / KCP / Unit Rekening Atas Nama No. 06)MTs. 12)SILN A B  Jika SLB / SDLB/SMPLB jenis kebutuhan khusus yang di layani Desa/Kelurahan Kecamatan Kategori Wilayah (*sesuai SK Bupati/walikota) C  C1  D  D1  E F G H Kode Pos  Daerah Terpencil/Terbelakang  Daerah Perbatasan Negara  Daerah adat terpencil  Daerah Bencana Alam . 10)SLB. Tanggal 1) Pra SPM 1) 9001:2000 1) Pagi 1) Inti 1) SD Biasa No.

(4) Kode Prasarana . (10). (11) Kondisi mohon lihat panduan 3 ROMBONGAN BELAJAR No (1) Tgkt (2) Nama Rombel (3) Ruang Kelas (4) NUPTK Wali Kelas (5) Nama Wali Kelas (6) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Kolom (4) Ruang Kelas diisi sesuai Kode Ruang pada table diatas. (8).2 RUANGAN / PRASARANA No (1) Kode Ruang (Pemberian Sekolah) (2) Nama Ruangan (3) Kode Prasarana (4) Panjang (meter) (5) Lebar (meter) (6) Kondisi (diisi sesuai kode pedoman pengisian F-SEK Atap (7) Halaman 2 ) Dinding Kusen Pondasi (8) (9) (10) Lantai (11) Status Kepemilikan (12) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Kolom (3) Nama Ruangan. (9). lihat panduan untuk lebih jelasnya 58 58 .(7).

201… Kepala Sekolah / Atas nama Kepala Sekolah )* Dibubuhi cap/stempel sekolah (………………………………………………. ………………………. Yang bertanda tangan dibawah ini bertanggung jawab secara hukum terhadap kebenaran data yang tercantum. lihat panduan untuk lebih jelasnya 5 BANTUAN / BLOCK GRANT / SUBSIDI DAN BEASISWA No (1) Tahun (2) Jenis Bantuan (3) Sumber Bantuan (4) Besar Bantuan (5) Dana Pendamping (6) Peruntukan Dana (7) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Isilah dengan huruf kapital dan mudah dibaca Perhatian : Lembar ini harus diisi oleh Kepala Sekolah atau yang mewakili.4 SARANA No Kode Sarana (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 (2) Jumlah (3) Letak (4) Baik Rusak Ringan Rusak Sedang Keterangan Rusak Berat Rusak total Kolom (2) diisi sesuai kode petunjuk pada panduan..) 59 59 . Kolom (4) Ruang Kelas diisi sesuai Kode Ruang pada table diatas..……………………….…….

2. Kolom isian berwarna gelap (abuabu) merupakan variabel tambahan. 02. TKLB. MI. Identitas Sekolah digit)/bulan (2 digit)/tahun (4 digit). NPSN diisi sesuai dengan nomor yang ditetapkan oleh c. i. kapital (besar). diisi dengan menggunakan ballpoint dan 2. A. periksa dengan SK bupati/walikota (tanyakan ke dinas setempat). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. a. 03 atau 04 (tambahan : SLB. B. paket d. . MTs). 3 atau 9. Kepala Sekolah bertanggung jawab terhadap kebenaran isian formulir sekolah  Pedoman Khusus dan selanjutnya membubuhkan tanda tangan serta cap/stempel sekolah. yang masih kosong di pendataan sebelumnya. Nomor Statistik Sekolah (NSS) diisi dengan nomor yang diberikan dari dinas validasi NPSN di PDSP. sesuai dengan nomenklatur terbaru yang sudah resmi. kab/kota. Kategori wilayah diisi dengan pilihan 1. . Diisikan sesuai 60 60 . Nama sekolah diisi sesuai dengan SK Pendirian Sekolah dan perubahan nama b. Alamat sekolah cukup jelas.Tanggal diisi pada saat pengisian formulir F-SEK dengan format tanggal (2 1. kepala sekolah.Kabupaten/Kota ditulis lengkap dengan menggunakan huruf kapital (besar). Formulir ini merupakan updating formulir pendataan tahun 2012. Jenis sekolah diisi dengan pilihan 01. SILN. lengkapi data huruf kapital dan mudah dibaca. SMLB. Formulir Sekolah (F-SEK) diisi oleh pihak sekolah dalam hal ini diwakili oleh 3. Pastikan NPSN ini valid.Provinsi ditulis secara lengkap (bukan singkatan) dengan menggunakan huruf .PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR SEKOLAH (F-SEK) DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR  Pedoman Umum 1.

p. jika tidak menerima isikan dengan rekening sekolah yang 61 61 . (2 digit) dan tahun (4 digit). Akreditasi diisi sesuai dengan pilihan 1. ii. Cukup jelas. 2. 3. n. g. i. 2 atau 3. Akses internet diisi sesuai dengan pilihan 01. i. 02 atau 99. Posisi geografis disi dengan latitude dan longitude yang didapat dari GPS atau pendekatan melalui peta. Gugus sekolah diisi sesuai pilihan 1. Sertifikasi ISO diiskan sesuai pilihan 1. ii. Sebagai contoh: -6. bulan (2 digit) dan tahun (4 digit).ii. atau koma. Jika memilih 99 (lainnya) sebutkan akses internet yang dipakai. berapa jumlah TKB yang diselenggarakan . contoh indosat m2. k. j. tanggal (2 digit) bulan l. SK/izin pendirian sekolah diisi secara lengkap: nomor. 5 atau 6. 2 atau 3. m. iii. 2. i. Waktu penyelenggaraan diisi sesuai pilihan 1. BNI. r. SK akreditasi sekolah diisi secara lengkap: nomor. 4 atau 5. Status mutu diisi sesuai pilihan 1. MBS diisi sesuai pilihan 1 atau 2. 3 atau 9.225092 latitude h. 8 atau 9. titik. 3. 106. 4.801863 longitude. ii. 2. dll). tanda hubung Nama bank boleh disingkat sesuai dengan standar singkatan Bank (BCA. 2 untuk Tidak. Istimewa) diisikan 1 untuk Ya. i. 2. 4 atau 5. e. Nomor rekening bank diisi tanpa menggunakan spasi. Alamat email cukup jelas. Kategori sekolah diisi sesuai pilihan 1. rekening BOS. 2. No telpon dan faximili diisi dengan kode wilayah terlebih dulu dan diikuti no f. Status sekolah diisi sesuai pilihan 1 atau 2. tanggal (2 digit) SK/izin operasional sekolah diisi secara lengkap: nomor. tanggal (2 digit) bulan (2 digit) dan tahun (4 digit). angka di belakang koma minimal 3 digit. Website cukup jelas. Status kepemilikan diisi sesuai pilihan 1. Inklusi diisikan dengan angka 1 atau 2 dan CIBI (Cerdas Istimewa Bakat i. q. o. jika SMP terbuka isikan Rekening atas nama sekolah atau rekening yang biasa digunakan sebagai biasa digunakan sebagai transaksi kegiatan operasional di sekolah. telp dan faximilinya. 3. KCP/Unit diisi sesuai dengan lokasi bank yang berada di buku tabungan. BRI.

Sumber air adalah air yang biasa digunakan untuk keperluan operasional w. 4. Seluruh ruangan yang dimilki oleh sekolah harus dimasukkan ke dalam tabel ruangan. Contoh pengisian: No (1) sekolah sehari-hari diisi dengan menggunakan angka 1. 5 atau 9. Nama pimpinan yayasan cukup jelas. iii. 2. Daya diisi sesuai pilihan 1. Kolom (2) kode ruang (pemberian sekolah) diisi sesuai dengan pemberian kode ruangan di sekolah masing-masing. jika memilih 99 (lainnya) sebutkan kelompok yayasan penyelenggara. 2. ii. tabel referensi di bawah ini: Nama Ruangan Kode PraSarana 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama Ruangan b. digit) dan tahun (4 digit). Kelompok yayasan diisi sesuai dengan pilihan. Alamat yayasan cukup jelas. t. 5. Ruangan Kode Ruang (Pemberian Sekolah) (2) Nama Ruangan (3) Kode Prasarana (4) Panjang (5) Lebar (6) Kondisi Kusen (9) Status n Kepemilika (12) Atap (7) Dinding (8) Pondasi (10) Lantai (11) 1 RK-1 2 RK-2 4 Lab IPA Ruang Teori/ Kelas Ruang Teori/ Kelas Laboratorium IPA 1 1 8 2 7 6 10 11 8 8 9 12 0 1 0 0 0 0 1 3 1 0 2 0 0 0 0 1 0 Milik 2 Bukan 0 Milik 0 Milik 3 Lab Komputer Laboratorium 1 Komputer a. 2. Kolom (3) Nama Ruangan dan Kolom (4) kode prasarana diisi sesuai dengan Kode PraSarana 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Gudang Ruang Ibadah Rumah Dinas Kepala Sekolah Rumah Dinas Guru Rumah Penjaga Sekolah Sanggar MGMP Sanggar PKG Asrama Siswa Unit Produksi Ruang Multimedia Ruang Pusat Belajar Guru Ruang Olahraga Lainnya Nama Ruangan Kamar Mandi/WC Siswa Perempuan Kode PraSarana 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 99 Ruang Teori/Kelas Laboratorium IPA Laboratorium Kimia Laboratorium Fisika Laboratorium Biologi Laboratorium Bahasa Laboratorium IPS Laboratorium Komputer Laboratorium Multimedia Ruang Perpustakaan Ruang Perpustakaan Multimedia Ruang Keterampilan Ruang Serba Guna/Aula Ruang UKS Ruang Praktik Kerja Bengkel Ruang Diesel Ruang Pameran Ruang Gambar Koperasi/Toko Ruang BP/BK Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang TU Ruang OSIS Kamar Mandi/WC Guru Laki-laki Kamar Mandi/WC Guru Perempuan Kamar Mandi/WC Siswa Laki-laki 62 62 . tanggal (2 digit) bulan (2 v. 6. i. E-learning atau kegiatan belajar mengajar di sekolah berbasiskan internet. 3. 7. 2. Akte pendirian diisi secara lengkap: nomor. atau 9. 4. 3 atau 4.s. Nama yayasan diisi dengan lengkap sesuai dengan akta pendirian atau akta perubahan yang terakhir. u. 3. Sumber listrik diisi sesuai pilihan 1. iv.

Contoh : 2-1. Kolom (5) Panjang ruangan diisi sesuai panjang ruangan dalam satuan meter d.10% Kerusakan 11% . 2. Kolom (10) kondisi untuk poin pondasi diisi dengan kode sesuai tabel referensi di bawah ini: Kode 0 1 2 3 4 Kondisi Tidak Ada yang Rusak Kerusakan < 5% Kerusakan 5% . 4. Kolom (4) ruang kelas diisi sesuai dengan kolom kode pada tabel ruangan. IX/d.45% Kerusakan 46% . Kolom (3) nama rombel diisi sesuai dengan penamaan dari sekolah masingc. f. b. Kolom (2) tingkat diisi sesuai dengan tingkatan kelas. Kolom (3) Jumlah cukup jelas. Kolom (2) tingkat diisi sesuai kode sarana di bawah. 3.c. b. ruangan. Rombongan Belajar (Rombel) Contoh pengisian: No (1) Tingkat (2) Nama Rombel (3) Ruang Kelas (4) NUPTK Wali Kelas (5) Nama Wali Kelas (6) 1 2 VIII VII VIII-a VII-b RK-1 RK-2 2365932654125840 5698754602130985 Dwi Riyanto Muhammad Adjie Susilo Nugroho a. a. 3a.15% Kerusakan > 15% Deskripsi baik rusak ringan rusak sedang rusak berat rusak total 3. Kolom (5) NUPTK wali kelas dan Kolom (6) nama wali kelas cukup jelas. Kolom (4) Penempatan ruang diisi sesuai dengan isian kolom kode pada tabel 63 63 . masing. Kolom kondisi untuk butir (7) atap. Contoh: 1. Sarana c. (9) kusen dan (11) lantai (m). dan lain-lain. (8) dinding.65% Kerusakan > 65% Komponen Bangunan Tidak Ada Deskripsi baik rusak ringan rusak sedang rusak berat rusak total tidak ada (m). Kolom (6) Lebar ruangan diisi sesuai panjang ruangan dalam satuan meter diisi dengan kode sesuai tabel referensi di bawah ini: Kode 0 1 2 3 4 9 Kondisi Tidak Ada yang Rusak Kerusakan < 30% Kerusakan 30% . e. d.

d. Bantuan/Blockgrant/Subsidi dan Beasiswa Cukup jelas 64 64 . Kode Nama (Item) Kode 1 Meja Siswa 2 Kursi Siswa 3 Meja Guru 4 Kursi Guru 5 Meja TU 6 Kursi TU 7 Papan Tulis 8 Lemari / Filling Cabinet 9 Komputer TU 10 Printer TU 11 Mesin Ketik 12 Foto Copy 13 Komputer 14 Printer 15 Buku Pegangan Guru PPKn 16 Buku Pegangan Guru Pendidikan Agama 17 Buku Pegangan Guru Bahasa dan Sastra Indonesia 18 Buku Pegangan Guru Bahasa Inggris 19 Buku Pegangan Guru Sejarah Nasional dan Umum 20 Buku Pegangan Guru Pendidikan Jasmani 21 Buku Pegangan Guru Matematika 22 Buku Pegangan Guru IPA 23 Buku Pegangan Guru Fisika 24 Buku Pegangan Guru Biologi 25 Buku Pegangan Guru Kimia 26 Buku Pegangan Guru IPS 27 Buku Pegangan Guru Ekonomi 28 Buku Pegangan Guru Sosiologi 29 Buku Pegangan Guru Geografi 30 Buku Pegangan Guru Sejarah Budaya 31 Buku Pegangan Guru Tata Negara 32 Buku Pegangan Guru Antropologi 33 Buku Pegangan Guru Teknologi Informasi Komunikasi 34 Buku Pegangan Guru Pendidikan Seni 35 Buku Pegangan Guru Bahasa Asing Lain 36 Buku Pegangan Guru Bimbingan dan Penyuluhan 37 Buku Pegangan Guru Muatan Lokal 38 Buku Pegangan Guru Kerajinan Tengan dan Kesenian 39 Buku Pegangan Guru Kompetensi Keahlian Kejuruan 40 Buku Pegangan Siswa PPKn 41 Buku Pegangan Siswa Pendidikan Agama 42 Buku Pegangan Siswa Bahasa dan Sastra Indonesia 43 Buku Pegangan Siswa Bahasa Inggris 44 Buku Pegangan Siswa Sejarah Nasional dan Umum 45 Buku Pegangan Siswa Pendidikan Jasmani 46 Buku Pegangan Siswa Matematika 47 Buku Pegangan Siswa IPA 48 Buku Pegangan Siswa Fisika 49 Buku Pegangan Siswa Biologi 50 Buku Pegangan Siswa Kimia 51 Buku Pegangan Siswa IPS 52 Buku Pegangan Siswa Ekonomi 53 Buku Pegangan Siswa Sosiologi 54 Buku Pegangan Siswa Geografi 55 Buku Pegangan Siswa Sejarah Budaya Nama (Item) Kode Nama (Item) 56 Buku Pegangan Siswa Tata Negara 111 Alat Peraga Bimbingan dan Penyuluhan 112 Alat Peraga Muatan Lokal 113 Alat Peraga Kerajinan Tengan dan Kesenian 114 Alat Peraga Kompetensi Keahlian Kejuruan 115 Alat Praktik PPKn 116 Alat Praktik Pendidikan Agama 117 Alat Praktik Bahasa dan Sastra Indonesia 118 Alat Praktik Bahasa Inggris 119 Alat Praktik Sejarah Nasional dan Umum 120 Alat Praktik Pendidikan Jasmani 121 Alat Praktik Matematika 122 Alat Praktik IPA 123 Alat Praktik Fisika 124 Alat Praktik Biologi 125 Alat Praktik Kimia 126 Alat Praktik IPS 127 Alat Praktik Ekonomi 128 Alat Praktik Sosiologi 129 Alat Praktik Geografi 130 Alat Praktik Sejarah Budaya 131 Alat Praktik Tata Negara 132 Alat Praktik Antropologi 133 Alat Praktik Teknologi Informasi Komunikasi 134 Alat Praktik Pendidikan Seni 135 Alat Praktik Bahasa Asing Lain 136 Alat Praktik Bimbingan dan Penyuluhan 137 Alat Praktik Muatan Lokal 138 Alat Praktik Kerajinan Tengan dan Kesenian 139 Alat Praktik Kompetensi Keahlian Kejuruan 140 Alat Pendidikan Multimedia PPKn 141 Alat Pendidikan Multimedia Pendidikan Agama 142 Alat Pendidikan Multimedia Bahasa dan Sastra Indonesia 143 Alat Pendidikan Multimedia Bahasa Inggris 144 Alat Pendidikan Multimedia Sejarah Nasional dan Umum 145 Alat Pendidikan Multimedia Pendidikan Jasmani 146 Alat Pendidikan Multimedia Matematika 147 Alat Pendidikan Multimedia IPA 148 Alat Pendidikan Multimedia Fisika 149 Alat Pendidikan Multimedia Biologi 150 Alat Pendidikan Multimedia Kimia 151 Alat Pendidikan Multimedia IPS 152 Alat Pendidikan Multimedia Ekonomi 153 Alat Pendidikan Multimedia Sosiologi 154 Alat Pendidikan Multimedia Geografi 155 Alat Pendidikan Multimedia Sejarah Budaya 156 Alat Pendidikan Multimedia Tata Negara 157 Alat Pendidikan Multimedia Antropologi 158 Alat Pendidikan Multimedia Teknologi Informasi Komunikasi 159 Alat Pendidikan Multimedia Pendidikan Seni 160 Alat Pendidikan Multimedia Bahasa Asing Lain 161 Alat Pendidikan Multimedia Bimbingan dan Penyuluhan 162 Alat Pendidikan Multimedia Muatan Lokal 163 Alat Pendidikan Multimedia Kerajinan Tengan dan Kesenian 164 Alat Pendidikan Multimedia Kompetensi Keahlian Kejuruan 999 Lainnya 57 Buku Pegangan Siswa Antropologi 58 Buku Pegangan Siswa Teknologi Informasi Komunikasi 59 Buku Pegangan Siswa Pendidikan Seni 60 Buku Pegangan Siswa Bahasa Asing Lain 61 Buku Pegangan Siswa Bimbingan dan Penyuluhan 62 Buku Pegangan Siswa Muatan Lokal 63 Buku Pegangan Siswa Kerajinan Tengan dan Kesenian 64 Buku Pegangan Siswa Kompetensi Keahlian Kejuruan 65 Buku Penunjang PPKn 66 Buku Penunjang Pendidikan Agama 67 Buku Penunjang Bahasa dan Sastra Indonesia 68 Buku Penunjang Bahasa Inggris 69 Buku Penunjang Sejarah Nasional dan Umum 70 Buku Penunjang Pendidikan Jasmani 71 Buku Penunjang Matematika 72 Buku Penunjang IPA 73 Buku Penunjang Fisika 74 Buku Penunjang Biologi 75 Buku Penunjang Kimia 76 Buku Penunjang IPS 77 Buku Penunjang Ekonomi 78 Buku Penunjang Sosiologi 79 Buku Penunjang Geografi 80 Buku Penunjang Sejarah Budaya 81 Buku Penunjang Tata Negara 82 Buku Penunjang Antropologi 83 Buku Penunjang Teknologi Informasi Komunikasi 84 Buku Penunjang Pendidikan Seni 85 Buku Penunjang Bahasa Asing Lain 86 Buku Penunjang Bimbingan dan Penyuluhan 87 Buku Penunjang Muatan Lokal 88 Buku Penunjang Kerajinan Tengan dan Kesenian 89 Buku Penunjang Kompetensi Keahlian Kejuruan 90 Alat Peraga PPKn 91 Alat Peraga Pendidikan Agama 92 Alat Peraga Bahasa dan Sastra Indonesia 93 Alat Peraga Bahasa Inggris 94 Alat Peraga Sejarah Nasional dan Umum 95 Alat Peraga Pendidikan Jasmani 96 Alat Peraga Matematika 97 Alat Peraga IPA 98 Alat Peraga Fisika 99 Alat Peraga Biologi 100 Alat Peraga Kimia 101 Alat Peraga IPS 102 Alat Peraga Ekonomi 103 Alat Peraga Sosiologi 104 Alat Peraga Geografi 105 Alat Peraga Sejarah Budaya 106 Alat Peraga Tata Negara 107 Alat Peraga Antropologi 108 Alat Peraga Teknologi Informasi Komunikasi 109 Alat Peraga Pendidikan Seni 110 Alat Peraga Bahasa Asing Lain 5. Kolom (5) Keterangan cukup jelas.

01) Islam 02) Kristen/ Protestan 03) Katholik 04) Hindu 05) Budha 06) Khong Hu Chu 99) Lainnya 1) Belum Menikah 2) Menikah 3) Janda/Duda / / Jumlah Anak RT RW Kode Pos - No HP 1) PNS 2) PNS Diperbantukan 3) PNS Depag 4) GTY/PTY 5) GTT/PTT Provinsi 6) GTT/PTT Kab/Kota 7) Guru Bantu Pusat 8) Guru Honor Sekolah 9) CPNS 1) pusat 2) provinsi 3) Kab/kota 4) ketua yayasan 5) kepala sekolah 6) komite sekolah 9) lainnya / 1) APBN / 2) APBD Provinsi Tanggal / Bulan/ tahun 3) APBD Kab/kota 4) BOS 5) Komite Sekolah 6) Yayasan 9) Lainnya / Tanggal Mulai Tertanggal Tanggal wafat / / / / / / / / / *) Terhitung Mulai Tanggal KGB (kenaikan gaji berkala) terkahir 1) Aktif 2) Cuti 3) Cuti Diluar Tanggungan Negara 4) Tugas Belajar 5) Pindah 6) Mutasi ke Struktural 7) Berhenti 8)Pensiun 99) Wafat Tanggal Selesai / / *) Terhitung Mulai Tanggal Mengajar di sekolah ini 06)Tenaga Administrasi 07)Kepala Laboratorium 01)Guru 03)Kepala Perpustakaan 04)Tenaga Perpustakaan 05)Kepala Tenaga Administrasi 08)Teknisi Laboratorium 09)Laboran 02)Kepala Sekolah 03)Kepala Perpustakaan 05)Kepala Tenaga Administrasi 06)Tenaga Administrasi 07)Kepala Laboratorium 08)Teknisi Laboratorium 09)Laboran 10)Pengawas 11) wakil kepala sekolah 12)Pembina ekstrakurikuler 13) wali kelas 14) kepala bengkel / / (tanggal/bulan/tahun) *) Tanggal Pengangkatan dengan jabatan sekarang (pada point 2a) Nomor Sertifikat *) Nomor Registrasi Guru 1)Guru Pertama . SK Pengangkatan TMT Pengangkatan Sumber Gaji No. Tgl Lahir h NIK i j k l Agama Status Kawin Nama Ibu Kandung Alamat tempat tinggal Alamat Rumah (Sesuai KTP) Kelurahan / Desa Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi No Telpon Rumah Email *) wajib diisi dan valid m Status Kepegawaian Diangkat oleh No.Formulir BOS-01C FORMULIR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Tanggal: / / : : : NPSN ) 1 : F-PTK 1 IDENTITAS SEKOLAH a Nama Sekolah / Nama Instansi ) 1 b NSS ) 1 c Alamat Sekolah ) 1 2 IDENTITAS PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN a Nama Lengkap b Jenis kelamin c Ijazah Terakhir depan 1) Laki-laki 2) Perempuan 05) SMA Sederajat 06) D1 07) D2 08) D3 09) D4/S1 10) S2 11) S3 belakang Tahun d Gelar Akademik e NIY / NIGK f NUPTK g Tempat.b) Tugas Tambahan 3. 4A / . 3C. SK KGB TMT KGB n Status Aktif Jika 2) 3) 4) Jika 5) 6) 7) 8) Jika 99) o Jabatan 1. Isilah butir berikut *) Diisi kode angka lihat pedoman F-PTK halaman 7 **) Isilah kode angka sesuai dalam daftar di Petunjuk pengisian format (01 .46) 1) Belum 2) Sudah Diisi dengan tanda silang (X) dan dapat dipilih lebih dari satu Jika Jabatan Anda Teknisi Laboratorium atau Laboran dan memiliki program keahlian 65 65 . TMT PNS 3. Pangkat/Golongan 4. 4A / dalam rupiah (tanggal/bulan/tahun) contoh 2 5 0 0 0 0 0 Contoh : 1A.a) Jabatan/ Tugas Pokok 2. 4) Guru Utama 1) Belum 2) sudah 3) Sedang Proses Jika sudah. 2) Guru Muda . 2A. isikan tahun sertifikasi NRG 5. NIP 2. TMT Jabatan 4. 2A. Gaji Pokok q Jika Anda Non PNS isilah butir berikut Status Inpassing  sudah  Belum jika sudah inpassing. Jabatan Fungsional p Jika Anda PNS isilah butir berikut 1. TMT Golongan 5. Sertifikasi Jabatan . TMT di Sekolah ini 2. / (tanggal/bulan/tahun) Jika Jabatan Anda Guru dan Sudah Bersertifikasi. 3) Guru Madya . 3C. kesetaraan golongan TMT Inpassing Angka Kredit Inpassing r s t Isikan Kode Sertifikasi Bidang Studi Kode program keahlian Jika Jabatan Anda Kepala Sekolah Lisensi Kepala Sekolah Keterangan )2 / / / Contoh : 1A.

Kolom Rombel diisikan sesuai dengan rombel yang dimiliki sekolah tsb Contoh: VIII-A. 1-1. 9. 4 5 6 MENGAJAR DI SEKOLAH/LEMBAGA PENDIDIKAN SAAT INI (KHUSUS PENDIDIK/GURU) NPSN dan Nama Sekolah Sekolah Rombel Induk Status dan TMT Kode Mata Pelajaran 1 Jam Jam Jam Jam Kode Mata Pelajaran 2 Jam Jam Jam Jam Rombel Kode Mata Jumlah Jam Mengajar Pelajaran     keterangan:Kolom Sekolah Induk hanya boleh dipilih salah satu dengan tanda silang (X).I. 1 2 7 No. Satuan Pendidikan Formal dimulai jenjang SD. dan TMT disikan pada baris kedua yaitu TMT disekolah tersebut. Kpd isi dengan tanda silang (X) jika jurusan kependidikan IPK   keterangan: Pendidikan yang sedang ditempuh diisi jika masih status kuliah aktif 8 No 1 2 3 4 keterangan: Kode Mata pelajaran lihat pedoman pengisian RIWAYAT MENGAJAR SEBELUMNYA NPSN Sekolah Nama Sekolah Masa Tugas Dari Tahun Sampai Kode Mata Jumlah Pelajaran Jam 9 No 1 2 3 4 Nama Instansi Dari thn RIWAYAT PEKERJAAN (NON GURU) Masa Tugas s. 1 2 3 4 5 6 6 No. kolom Status dan TMT. Kolom Kode Mata Pelajaran 1 atau 2 pada baris pertama diisikan kode pada pedoman pengisian dan Jam pada baris kedua yaitu Jumlah jam mengajar 5 No.3 No. 1 2 3 4 MENGAJAR PADA SEKOLAH INI Rombel Kode Mata Jumlah Jam Mengajar Pelajaran No. Pekerjaan/Jabatan Beri Tanda jk msh aktif     66 66 . 1 2 3 4 No.d. status pada baris pertama disikan pilihan angka: 1) PNS 2) PNS Diperbantukan 3) PNS Depag 4) GTY/PTY 5) GTT/PTT Provinsi 6) GTT/PTT Kab/Kota 7) Guru Bantu Pusat 8) Guru Honor Sekolah. 1 2 3 keterangan: Contoh pendidikan non formal : kursus RIWAYAT PENDIDIKAN FORMAL Satuan Pendidikan Formal Fakultas Jurusan/Prodi Kpd       PENDIDIKAN YANG SEDANG DI TEMPUH (JIKA SEKARANG MASIH KULIAH) Satuan Pendidikan Formal Fakultas Jurusan/Prodi Kpd   RIWAYAT PENDIDIKAN NON FORMAL Lembaga Pendidikan/Instansi Bidang Studi Tingkat Tahun Masuk Lulus Jenjang Tahun Masuk Stats Smstr kuliah Jenjang Tahun Masuk Lulus Smstr IPK ` ket: pndidikan formal dari yang terendah ke tertinggi.

MGMP. KESEHATAN. KKPS. 1 2 3 15 No. AKTAS. ATPUSI. Nama Suami/Istri Pekerjaan Anak Nama NISN : : 1. b. Organisasi Profesi lainnya) Organisasi Jabatan Bidang Studi/Bidang Tugas Tahun PENGHARGAAN (CONTOH SATYA LENCANA) Tahun Instansi yang Memberikan Tingkat KESEJAHTERAAN DAN PERLINDUNGAN (ASURANSI. 1 2 3 16 No. NON PNS No SK Tanggal SK Tgl RIWAYAT KEPANGKATAN No SK Tanggal SK Tgl bulan tahun Gol/ru ang masa kerja golongan (berapa tahun) RIWAYAT GAJI BERKALA TMT KGB Tgl bulan tahun bulan tahun Masa Kerja (tahun) KELUARGA 2.10 No 1 2 3 4 5 7 11 No 1 2 3 4 12 a. DLL) Penyelenggara Dari Tahun Sampai Tahun Masih Aktif   BEASISWA Penyelenggara Dari Tahun Sampai Tahun menerima Masih    67 67 . kolom status anak isikan dengan 1) untuk anak kandung dan 2) untuk anak tidak kandung 13 No. 1 2 17 No. KKKS. 1 2 3 Jenis Jenis Jenis Judul KARYA TULIS Tahun Pembuatan Publikasi Keterangan PENGEMBANGAN PROFESI (KKG. PNS Status Anak NIP Jenjang Sklh Tahun Masuk Sekolah Tempat lahir / / / Tanggal Lahir / / / keterangan: Daftar anak diisi hanya untuk yang masih dalam usia sekolah. 1 2 3 4 14 No. APSI.

1 2 3 20 No. Sertifikat Las dll) Nama Test/Uji Bahasa/Keahlian Penyelenggara Tahun Skor INFORMASI TUNJANGAN Sumber Dana Dari Tahun Sampai Tahun Nominal LAIN-LAIN (CATATAN) Yang bertanda tangan dibawah ini bertanggung jawab secara hukum terhadap kebenaran data yang tercantum. 1 2 3 19 No. 1 2 3 21 a. UKBI. Mengetahui: Kepala Sekolah / Instansi atau atas nama Kab/Kota………………………………….………………………. 1 2 3 b. 1 2 3 23 No 1 2 24 Jenis Tunjangan Instansi Jenis Diklat Peran Jenis Diklat Peran Jenis Studi Banding Jenis Judul PENULISAN BUKU Tahun Penerbit WORKSHOP/SEMINAR/LOKAKARYA Tahun Peran Penyelenggara STUDI BANDING Penyelenggara Tahun Sumber Dana Tujuan (Tempat) DIKLAT Tahun Pola Penyelenggara Tingkatan Bid Studi Tahun Pola Penyelenggara Tingkatan Bid Studi TES KEBAHASAAN/UJI SERTIFIKASI KEAHLIAN (Contoh : TOEFL. TOEIC. )* Dibubuhi cap/stempel sekolah atau Instansi Pendidik / Tenaga Kependidikan ………………………..201… (……………………………………………………) (……………………………………………………) 68 68 . Luar Negeri No. Dalam Negeri No. 1 2 22 No.18 No.

lengkapi data yang masih kosong di pendataan sebelumnya. jika ada pemalsuan data maka menjadi tanggungjawab PTK yang bersangkutan atas konsekwensinya. Nama sekolah diisi sesuai dengan SK Pendirian Sekolah dan perubahan b. Formulir ini merupakan updating formulir pendataan tahun 2012. NPSN diisi sesuai dengan nomor yang ditetapkan oleh 69 69 . Kolom Isian berwarna gelap (abu-abu) merupakan variabel tambahan di tahun 2013 yang perlu dilengkapi. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. nomenklatur yang sudah resmi. Nomor Statistik Sekolah (NSS) diisi dengan nomor yang diberikan dari dinas c. Identitas Sekolah a. Jika sudah pernah mengisi formulir 2012. 1.PEDOMAN PENGISIAN FORMULIR PENDIDIK & TENAGA KEPENDIDIKAN (F-PTK) DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR  Pedoman Umum 1. kab/kota. dalam aplikasi pendataan dikdas. yang bersangkutan dan diketahui oleh kepala sekolah dengan cara membubuhkan tandatangan kepala sekolah dan di cap/stempel sekolah sebagai 3. lengkapi data yang berwarna gelap (abu-abu) saja dan updating data jika ada perubahan untuk di inputkan ke  Pedoman Khusus Tanggal diisi pada saat pengisian formulir F-PTK dengan format tanggal (2 digit)/ bulan (2 digit)/tahun (4 digit). Alamat sekolah cukup jelas. Formulir Pendidik dan Tenaga Kependidikan (F-PTK) diisi oleh masing-masing individu PTK dan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap kebenaran isi formulir. Selanjutnya dibubuhkan tandatangan PTK bukti otentik keabsahan dan kebenaran data. 2.

kemdikbud. iv. Sumber gaji cukup jelas. ii. 06 atau 99. c. 2. periksa kebenaran data NUPTK di p2tkdikdas. status sosial seperti H. 3. iii. tahun kelulusan sesuai di ijasah. 02. . v. dan ditulis semua jika tidak linier .id. Jika wafat (diisikan tanggal wafatnya). Jika pindah (diisikan tanggal pindahnya). Status kepegawaian diisi sesuai pilihan 1. 08. 02. Gelar akademis maupun b. tidak perlu dituliskan. Alamat tempat tinggal cukup jelas. i. 4. Nomor KGB (Kenaikan Gaji Berkala) terakhir. Tugas Tambahan selain tugas pokok diatas diisikan sesuai pilihan. 2. 4. 04. Nomor SK. Status kawin diisi sesuai pilihan 1. 7. atau 10. n. Nama ibu kandung diisi sesuai nama gadis ibu kandung. 07. 5. 04. Jabatan diisi sesuai dengan SK yang diperoleh. Ijazah terakhir sesuai dengan pilihan 05. 6. Jika cuti. 7. e. TMT KGB terhitung mulai tanggal KGB terakhir. 06. 8. 2 atau 3. j. 5. NIY (Nomor Induk Yayasan)/NIGK (Nomor Induk Guru Kab/Kota) diisi bagi f. Jenis kelamin diisi sesuai pilihan 1 untuk laki-laki atau 2 untuk perempuan. mulai dan tanggal selesainya. 03. l. NIK (Nomor Induk Kependudukan) diisi sesuai dengan NIK yang tertera pada KTP. i. TMT Pengangkatan cukup jelas. Hj. TMT di sekolah ini diisi sesuai dengan SK pengangkatan pertama bekerja Jabatan/tugas pokok diisi sesuai pilihan 01. 08. 11 tahun diisi d. g. Diangkat oleh pada status kepegawaian di atas. ii.go. Status aktif diisi sesuai pilihan 1. Tempat. 03. 08. 10. 05. di sekolah tersebut. Gelar akademik belakang cukup ditulis gelar pendidikan yang terakhir jika linier. i. 09 70 70 iii. m.3.2. Nama lengkap diisi sesuai dengan nama di ijasah. yang sudah memiliki. i. 8 atau 99. iii. k. Agama diisi sesuai pilihan 01. h. 05. 06. ii. 6. Identitas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan a. 07. tanggal lahir cukup jelas. NUPTK diisi bagi yang sudah memiliki dan harus valid. cuti diluar tanggungan negara dan tugas belajar diisikan tanggal o.

Butir ini hanya diisi oleh PTK yang berstatus kepala sekolah. i.iv. Pangkat/golongan cukup jelas. Masing-masing nomor diisi dua baris. Kolom Rombel diisi dengan kode yang diberikan dari standarisasi tata usaha c. ii. TMT inpassing cukup jelas. p. TMT Golongan diisi sesuai dengan SK kenaikan pangkat/golongan r. TMT PNS diisi sesuai dengan SK Pengangkatan pertama menjadi PNS. 71 71 . terakhir. vi. Sertifikasi jabatan diisi sesuai pilihan 1. Kolom Jumlah jam mengajar dalam 1 minggu mengajar di rombel tersebut Di Sekolah/Lembaga Pendidikan Saat Ini Pendidik/Guru) studi/mata pelajaran b. 3. v. Butir ini diisi hanya PTK yang berstatus sebagai PNS iii. Tahun dan nomor sertifikat cukup jelas. NIP diisi sesuai dengan Nomor Induk Pegawai terbaru (18 digit). TMT jabatan diisikan sesuai dengan tanggal mulai menjabat di butir o. q. laboran yang memiliki program keahlian. Kode sertifikasi mengacu pada kode sertifikasi yang dikeluarkan Direktorat P2TK Dikdas tentang sertifikasi. s. Kolom kode mata pelajaran kode sesuai dengan tabel referensi bidang (Khusus 4. i. Sekolah induk diisi dengan menggunakan tanda silang (X) dan hanya dapat pada baris atas sesuai dengan NPSN sekolah tersebut jika sudah memiliki. ii. i. Mengajar a. Kode sertifikasi sesuai dengan tabel referensi program keahlian. Angka kredit inpassing akumulasi. i. iv. vii. NPSN dan Nama Sekolah. NRG (Nomor Registrasi Guru) di tuliskan sesuai yang tertera di sertifikat. Lisensi kepala sekolah diisi sesuai pilihan 1 atau 2. dipilih satu. untuk NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) diisi untuk Nama sekolah diisi pada baris bawah. b. Status inpassing bagi guru swasta diisikan dengan tanda cheklist. 2 atau 3 . Mengajar Pada Sekolah Ini a. Butir ini hanya diisi oleh PTK yang berstatus teknisi laboratorium atau t.

Riwayat Pendidikan Formal Pendidikan formal diisi dari yang terendah sampai ke yang tertinggi dan dimulai sejak jenjang Sekolah Dasar (SD). SMP abaikan e. PT. a. f. 5. bagi 72 72 .c. a. 3. Rombel diisi sesuai dengan rombel yang dimiliki oleh sekolah tersebut d. 7 atau 8. e. c. 9. jika jenjang pendidikan SD. Status dan TMT. Kolom Tahun Lulus diisi sesuai dengan tahun lulus pendidikan tersebut. untuk TMT diisi sejak pertama kali mengajar pada sekolah pelajaran pada baris atas. e. contoh: VIII-8.I. Bidang Studi cukup jelas. g. S1. Kolom Fakultas hanya diisi untuk pendidikan tinggi. Jurusan/Prodi. tersebut. Kolom Tahun Masuk diisi sesuai dengan tahun masuk pendidikan tersebut. PTK yang masih bersekolah maka abaikan tahun lulus. c. SMA. Pendidikan Yang Sedang Ditempuh (diisi jika sekarang masih kuliah aktif) Cukup jelas. Kolom Jenjang diisi dengan jenjang Jurusan/Prodi contoh: D1. 1-1. dan jumlah jam ajar pada baris bawah. Kolom Satuan Pendidikan Formal diisi dengan bentuk pendidikan contoh: SD. Tingkat cukup jelas. Riwayat Pendidikan Non Formal Pendidikan non Formal pendidikan yang tidak terkait dengan formal contoh: Kursus. Kolom Lembaga Pendidikan/Instansi cukup jelas. Kolom Tahun Masuk diisi sesuai dengan tahun masuk pendidikan tersebut. b. 4. Kolom Tahun Lulus diisi sesuai dengan tahun lulus pendidikan tersebut. S2. Kolom Kpd diisi dengan tanda silang (X) jika jurusan kependidikan. Kode mata pelajaran 1 dan 2 lihat pada kode referensi bidang studi/mata 5. SMP. bagi PTK yang masih bersekolah maka abaikan tahun lulus. S3. D3. untuk Status diisi pada baris atas sesuai pilihan 1. b. 2. d. 6. Kolom Jurusan Prodi cukup jelas. 7. D2. 6. d.

terbaru (18 digit) suami/istri. Kolom Nama Sekolah cukup jelas. Kolom NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) diisi pada baris atas sesuai c. Kolom Nama Instansi cukup jelas. kepala sekolah. Kolom Beri Tanda jk msh aktif diisi dengan tanda silang (X). Nama Suami/Istri cukup jelas. ii. a. Kolom Masa Tugas Sampai cukup jelas. pegawai swasta. atau TNI/Polri dan lainnya. b. Kolom NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) diisi sesuai yang diberikan 73 73 . Kolom Status Anak diisi sesuai pilihan 1 untuk anak kandung atau 2 iv. Keluarga b. 11. Kolom Masa Tugas cukup jelas. dengan NPSN sekolah tersebut jika sudah memiliki. a. Riwayat Pekerjaan (Non Guru) Riwayat pekerjaan diisi dengan pekerjaan sebelum menjadi guru misal: sebelum menjadi guru menjadi tenaga administasi. Kolom Kode mata pelajaran lihat pada kode referensi bidang studi/mata 9. Riwayat Kepangkatan Cukup jelas. Kolom Tempat Lahir cukup jelas. Kolom Masa Tugas Dari Tahun cukup jelas. Riwayat Mengajar Sebelumnya a. Pekerjaan diisi sesuai dengan pilihan 1 atau 2. Kolom Nama diisi sesuai dengan nama yang terdaftar pada sekolah. Anak diisikan dengan tiga anak pertama pada usia sekolah (4-23 tahun). d. pelajaran. untuk anak tidak kandung. Kolom Pekerjaan/Jabatan cukup jelas. oleh Kemdikbud. f.8. 12. abaikan jika belum memiliki. 10. Kolom Jumlah jam cukup jelas. d. c. e. jika memilih 2 sebutkan NIP c. b. i. Riwayat Gaji Berkala Cukup jelas. iii.

jika anda sudah tidak aktif isikan tahun keluar di 15. Kolom tahun cukup jelas. pejabat yang berwenang. Kolom keterangan cukup jelas. dari pemerintah maupun swasta. profesi PTK.vi. Kolom Tanggal Lahir cukup jelas. b. organisasi tersebut. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai b. SMA. SMP. 74 74 . Karya Tulis vii. Karya tulis diisi jika PTK pernah membuat karya tulis yang disahkan oleh a. Kolom tingkat cukup jelas. c. Kolom tahun diisi pada tahun sekarang jika anda masih aktif dalam organisasi tersebut. Kolom bidang studi/bidang cukup jelas. c. Pengembangan profesi diisi oleh PTK yang terdaftar pada Organisasi Profesi. Pengembangan Profesi d. v. SMK. c. Kolom Organisasi yang dimaksud adalah organisasi yang berkaitan denga tersebut. Kolom jenis cukup jelas. 13. Kolom Jabatan diisi sesuai dengan posisi pada struktur organisasi profesi d. Kolom instansi yang memberikan cukup jelas. d. dengan terakhir. a. Kolom Jenjang Sekolah diisi dengan Bentuk Pendidikan contoh: TK. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. a. Penghargaan Penghargaan diisi oleh PTK bagi yang pernah mendapatkan penghargaan baik sampai dengan terakhir. Tahun Pembuatan cukup jelas. SD. 14. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama b. Kolom Tahun Masuk Sekolah cukup jelas. Publikasi cukup jelas. PT. Kolom Judul cukup jelas.

Kolom Sampai tahun adalah berakhirnya pemberian beasiswa. internasional. Kolom masih aktif diisi dengan tanda silang (X). a. Workshop/Seminar/Lokakarya Workshop/seminar diisi oleh PTK yang pernah menulis mengikuti workshop/ seminar/lokakarya. Kolom jenis cukup jelas. e. Kolom sampai memiliki perlindungan/kesejahteraan. padasaat kesejahteraan tersebut. Kolom tahun adalah tahun penerbtan buku. Penulisan Buku e. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. Kolom Dari tahun adalah tahun pertama mendapatkan beasiswa. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. a. 19. tahun diisi c. b. menerima abaikan. 75 75 . d. berakhirnya perlindungan/ 17. Kolom jenis cukup jelas. nasional. Kolom Penerbit cukup jelas. Kolom Judul cukup jelas. Kolom dari tahun diisi ketika mulai awal terdaftar. c. tersebut diterbitkan/dipublikasikan. daerah. a. Kesejahteraan Dan Perlindungan Kesejahteraan dan perlindungan diisi oleh PTK yang pernah atau masih pertama sampai dengan terakhir. Beasiswa a. Diisi berdasarkan urutan dari tahun b. Kolom jenis diisi dengan sesuai tingkatan wilayah misal seminar lokal. 18.16. jika masih Penulisan buku diisi oleh PTK yang pernah menulis buku sampai buku pertama sampai dengan terakhir. c. d. Diisi berdasarkan urutan dari tahun b. Kolom masih menerima diberi tanda silang (X). Kolom penyelenggara cukup jelas. jika masih terdaftar abaikan. Beasiswa diisi oleh PTK yang pernah atau masih mendapatkan beasiswa. Kolom Penyelenggara adalah instansi yang memberikan beasiswa tersebut.

20. misal: diklat PAKEM. nara sumber dan lain-lain. Kolom nama tes/uji cukup jelas. Kolom Tingkatan diisi dengan jenjang pendidikan. c. Peran diisi posisi PTK ketika mengikuti workhop/seminar/lokakarya. Studi Banding misal: peserta. c. Studi banding diisi oleh PTK yang pernah mengikuti kegiatan studi banding. a. d. Kolom penyelenggara cukup jelas. 21. kepegawaian. b. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai therapy. Diklat Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir Diklat diisi oleh PTK yang pernah mengikuti kegiatan diklat baik swasta dengan terakhir maupun pemerintah. Kolom jenis diklat diisi berdasarkan judul diklat. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan terakhir. Kolom penyelenggara diisi berdasarkan instansi yang menyelenggarakan e. Informasi tunjangan diisi oleh PTK yang mendapatkan tunjangan. Tes bahasa/ uji sertifikasi diisi oleh PTK yang pernah mengikutites bahasa/uji sertifikasi. e. 22. b. Kolom instansi yaitu instansi yang memberikan tunjangan. diklat tersebut. Kolom bahasa/keahlian cukup jelas. Kolom Tahun cukup jelas. ketua panitia. menengah atau lanjut. 23. Tes Bahasa/Uji Sertifikasi Keahlian f. Kolom pola diisi jumlah jam diklat. yaitu tingkat dasar. Kolom Tahun diisi tahun penyelenggaraan diklat. a. Kolom jenis tunjangan misal tunjangan anak/istri/suami. d. Kolom Skor atau nilai hasil ujian/tes cukup jelas. play b. Informasi Tunjangan 76 76 . terakhir. Kolom bidang studi diisi sesuai tabel referensi bidang studi/mata pelajaran. Diisi berdasarkan urutan dari tahun pertama sampai dengan a. dan lain-lain.b.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Mata Pelajaran / Guru Kelas Kode No Mata Pelajaran / Guru Kelas Kode 100 190 184 187 210 214 215 207 204 167 160 77 77 Guru Kelas PAUD Guru Kelas SDLB Guru Kelas SD/MI 020 19 Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 027 20 Biologi 800 21 Fisika 127 130 134 137 140 143 217 22 Kimia Pendidikan Agama Islam Pendidikan Agama Katholik Pendidikan Agama Kristen Pendidikan Agama Hindu Pendidikan Agama Budha Pendidikan Agama Konghucu 23 Ekonomi 24 Sosiologi 26 Geografi 27 Sejarah 25 Antropologi 10 Seni Budaya 11 Pendidikan Jasmani 29 BahasaJerman dan Kesehatan 220 28 Bahasa Arab . atau di abaikan jika masih menerima tunjangan. lain-lain. terkait dengan data Pendidik dan Tenaga Kode Referensi PTK 1.c. pinjaman luar negeri. lihat kode bidang studi dalam buku pedoman sertifikasi guru dalam jabatan Tahun 2011). Kolom sampai tahun diisi jika masa penerimaan tunjangan sudah selesai 24. Diisi jika ada hal-hal penting. Tabel referensi bidang studi/mata pelajaran (jika belum tercantum. e. f. Kolom Sumber dana misal: pemerintah. Kolom dari tahun cukup jelas. dan d. Lain-Lain (Catatan) Kependidikan. Kolom nominal adalah besaran tunjangan yang diterima. bantuan.

No Mata Pelajaran / Guru Kelas Kode No Mata Pelajaran / Guru Kelas Kode 164 170 174 330 331 12 Bahasa Inggris 14 Matematika 13 Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) 15 BahasaIndonesia Teknologi 16 Informasi dan Komunikasi (TIK) 17 Keterampilan 157 30 BahasaPerancis 154 31 BahasaJepang 156 180 32 BahasaMandarin 224 34 Kewirausahaan 227 097 KeterampilanKomputerdan 33 PengelolaanInformasi(KKPI) 2. Tabel referensi Keahlian Laboratorium Kode 01 02 03 05 06 Keahlian Laboratorium Laboratorium IPA Laboratorium Fisika Kode 30 34 35 36 99 Keahlian Laboratorium Seni Rupa Tata Boga Lainnya 18 Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 35 BimbingandanKonseling(Konselor) 810 Laboratorium Biologi Laboratorium Bahasa Laboratorium Komputer Tata Kecantikan Tata Busana 78 78 .

........... 2..................... 1. 2...................... 1...... 1........ 1..... ………………………………… NIP 79 79 ...... 1.. 2................. 2....................... : .. 1...REKAPITULASI NAMA DAN NOMOR REKENING SEKOLAH PENERIMA DANA BOS Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Kab/Kota Dikirim ke Tim Manajemen BOS Provinsi FORMAT BOS-02 Kabupaten/Kota Provinsi Bank Cabang Nomor Rekening Nama Rekening (Nama Lembaga tdk boleh Rekening Pribadi) : .............. Manajer BOS Kab/Kota ....... No NSS Nama Sekolah Penandatangan (2 orang) 1 2 3 4 5 6 dst........... 2.................. 2....

.. s/d . siswa Jumlah Dana BOS : Rp ............. Jumlah Siswa :.........Formulir BOS-03 CONTOH RENCANA PENGGUNAAN DANA BOS PERIODE .) 80 80 .................. Rencana Penggunaan Dana BOS di Sekolah No Komponen Jumlah Dana (Rp) Total Ketua Komite Sekolah (...........................................................) Kepala Sekolah (......) Bendahara (..............

............. Pembelian Barang/Jasa Barang/Jasa yang dibeli Tanggal/ Bulan Nama Toko/ Penyedia Jasa Jumlah (Rp) No Ketua Komite Sekolah (.... A....) 81 81 ......... Pengeluaran No Jenis Pengeluaran Tanggal/Bulan Jumlah (Rp) B........) Bendahara (........Formulir BOS-04 CONTOH LAPORAN PENGGUNAAN DANA BOS PERIODE . s/d ..................................................) Kepala Sekolah (...

Formulir BOS-05 Spanduk MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN BEBAS PUNGUTAN BAGI SELURUH SISWA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL LOGO PROV DINAS PENDIDIKAN PROVINSI LOGO KAB DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA NAMA SD/SMP NEGERI MEMBEBASKAN PUNGUTAN BAGI SISWA MISKIN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL LOGO PROV DINAS PENDIDIKAN PROVINSI LOGO KAB DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA NAMA SD/SMP NEGERI (RSBI/SBI) MEMBEBASKAN PUNGUTAN BAGI SISWA MISKIN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL LOGO PROV DINAS PENDIDIKAN PROVINSI LOGO KAB DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA NAMA SD/SMP SWASTA 82 82 .

Nama : : 2. Alamat a. Temuan: : 8. Tanggal Penyelidikan Dilakukan 6. Uraian Pengaduan: 5. Keputusan/Rekomendasi: 9. Tanggal Terima Pengaduan 3. Identitas Pengadu b. Penyelidik : 7. RT/RW/Dusun : : : b. Desa/Keluarahan : c.Formulir BOS-6A LEMBAR PENCATATAN PENGADUAN MASYARAKAT 1. Provinsi : 4. Lokasi Kejadian a. Pelaksanaan Keputusan 83 83 . Kabupaten/Kota d.

10. 20__ 84 84 . Dokumen yang diterima: keputusan : Melaporkan: UPM Prov/Kab/Kota/Sekolah. Tanggal pemberitahuan kepada Pengadu tentang keputusan/dan pelaksanaan 11.

20__ 85 85 . Identitas Penanya/Pemberi Saran a. Penerima Pertanyaan/Saran 5. Uraian Pertanyaan/Saran: : 4. Tanggal Penerimaan Pertanyaan/Saran 3. Tindak Lanjut Saran: : Melaporkan: UPM Prov/Kab/Kota/Sekolah.Formulir BOS-06B LEMBAR PENCATATAN PERTANYAAN/KRITIK/SARAN 1. Alamat : : 2. Nama b.

Ketua Komite Sekolah Menyetujui. NIP.3 1....2 1..1 4....4 2...1 2....4 5 5.4 1.8 2 2. Jumlah 8 No.. Formulir BOS-K1 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS KabKota PENGELUARAN/BELANJA Jumlah 4 No.....6 1....2 Uraian 3 SISA TAHUN LALU PENDAPATAN RUTIN Gaji PNS Gaji Pegawai Tidak Tetap Belanja Barang dan Jasa Belanja Pemeliharaan Belanja lain-lain* BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) BOS Pusat BOS Provinsi BOS Kabupaten/Kota BANTUAN Dana dekonsentrasi Dana Tugas Pembantuan Dana Alokasi Khusus Lain-lain (bantuan luar negeri/hibah)* SUMBER PENDAPATAN LAINNYA III II IV V Jumlah Penerimaan * Sebutkan jika ada Mengetahui.1 1..... Belanja .3 2.. Kode 2 1 2 2.. Urut 1 I II No... ……………………...Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi : : : : PENERIMAAN RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS) TAHUN AJARAN …...5 1.. ... ……………………..1 5.3 Uraian 7 PROGRAM SEKOLAH Pengembangan Kompetensi Lulusan Pengembangan standar isi Pengembangan standar proses Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan Pengembangan sarana dan prasarana sekolah Pengembangan standar pengelolaan Pengembangan standar pembiayaan Pengembangan dan implementasi sistem penilaian BELANJA LAINNYA Belanja .2 4.....3 4 4...3 4.7 1.1 3. ..... 86 86 . Urut 5 I No.... Belanja ....2 2. Kode 6 1 1..2 2.5 3 3... Kepala sekolah Jumlah Pengeluaran Bendahara/Penanggungjawab kegiatan ……………………. NIP.1 2.2 3.......

.. Kepala sekolah Bendahara/Penanggungjawab kegiatan Ketua Komite Sekolah …………………….. …………………….... . Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi Triwulan : : : : : Formulir BOS-K2 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS KabKota Sumber dana : BOS Uraian 3 I 5 Triwulan II 6 III 7 IV 8 No..... 87 87 ....... Menyetujui. …………………….. .. NIP......RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH (RKAS) TAHUN AJARAN ….. Kode 2 Jumlah (dalam Rp) 4 Mengetahui... NIP..... Urut 1 No..

88 88 BUKU KAS UMUM Formulir BOS-K3 Diisi oleh Bendahara Disimpan di sekolah Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten Provinsi Saldo 7 : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… Tanggal 3 4 5 6 No. Kode No. Bukti Uraian 1 2 Penerimaan (Debit) Pengeluaran (Kredit) Mengetahui Kepala Sekolah Bendahara ( …………………………… ) NIP ( …………………………… ) NIP .

……… 20…. Bendahara ( …………………………… ) NIP ( …………………………… ) NIP 89 89 .BUKU PEMBANTU KAS Bulan : Formulir BOS-K4 Diisi oleh Bendahara/Guru Disimpan di sekolah : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… Uraian 4 5 Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten Provinsi Penerimaan (Debit) 6 Tanggal No. Bukti Pengeluaran (Kredit) Saldo 7 1 2 3 Mengetahui Kepala Sekolah ……. Kode No.

……… 20…. Bukti 1 2 3 Mengetahui Kepala Sekolah ……. Bendahara/Guru ( …………………………… ) NIP ( …………………………… ) NIP .90 90 BUKU PEMBANTU BANK Formulir BOS-K5 Diisi oleh Bendahara/Guru Disimpan di sekolah Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten Provinsi Uraian 4 5 6 Bulan: : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… Penerimaan (Debit) Pengeluaran (Kredit) Saldo 7 Tanggal No. Kode No.

Kode No.. NIP 91 91 .. NIP ……………………………. Bukti Saldo 11 1 2 3 Penerimaan (Debit) PPh 21 PPh 22 6 7 Pengeluaran (Kredit) 10 Mengetahui Kepala Sekolah Bendahara Sekolah …………………………….BUKU PEMBANTU PAJAK Bulan : Formulir BOS-K6 Diisi oleh Bendahara Disimpan di sekolah Nama Sekolah Desa/Kecamatan Kabupaten Provinsi Uraian 4 PPN 5 PPh 23 8 : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… : ……………………………………… Tanggal No.

..1...2... dst Pemeliharaan dan Perbaikan Gedung : Ruang kelas Ruang laboratorium ...2 6.....3 6...2.2..2 5.1 5. 6 6....2 1...2 3......4. s/d ……………………..2.2. 4 4.. 5..........REALISASI PENGGUNAAN DANA TIAP JENIS ANGGARAN TAHUN AJARAN …………. dst Pengembangan sarana dan prasarana sekolah Pengadaan........ dst Pengembangan standar pengelolaan Kegiatan Pengembangan Manajemen Sekolah Penyusunan Visi dan Misi Penyusunan Profil Sekolah .... dst Program Ekstrakurikuler Penyusunan Program Ekstrakurikuler Pelaksanaan Ekstrakuriler Kepramukaan ..... dst Pengadaan dan Perawatan Meubelair : Meja Kursi Murid Meja Kursi guru .1 3.1.. dst Pembinaan Tenaga Kependidikan : Pembinaan Tenaga Ketatausahaan Pembinaan Tenaga Perpustakaan . Mata Pelajaran Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah .2.... dst Pengembangan standar proses Kegiatan Pengelolaan Kegiatan Belajar Mengajar : Pengadaan Sarana Penunjang KBM (ATK KBM) Pengadaan Alat Pembelajaran (seluruh mapel termasuk OR) ...... Kode 1 Penerimaan Penggunaan Dana : I 1 1..1 6.) Nama Sekolah Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi No.1 7...3 3..2.3... 3 3...2 2.1 6.... dst.4 6.1...2...3 5....3 2.2...2. Program Kesiswaan : Penyusunan Program Kesiswaan Pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) .3.. 3.1 3...2 5..2 6.2 5....2 3.. 4....3....3.. Kota ...3.1.1 4.....1..2 5...... 6.. 2 2.2 3........3 1.1 6.2 4... dst : : : : Formulir BOS-K7 Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS KabKota Penggunaan dana per sumber dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Bantuan Sumber Pendapatan Pusat Provinsi Kab/Kota Lainnya Lain 4 Uraian Kegiatan 2 Jumlah 3 Rutin 92 92 .....2 6....1. Program Sekolah Pengembangan Kompetensi Lulusan Penyusunan Kompetensi Ketuntasan Minimal Penyusunan Kriteria Kenaikan Kelas Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk...1 3..... Monitoring dan Evaluasi Supervisi Akademik . 5.1 5.1 5.. dst Kegiatan Pengelolaan Perkantoran Penyusunan Program Ketatausahaan Pengadaan sarana Pendukung Perkantoran ..1 4.....1.1... dst Pengembangan standar isi Penyusunan Pembagian Tugas Guru dan Jadwal Pelajaran Penyusunan Program Tahunan Penyusunan Program Semester Penyusunan Silabus ..3...1 4... dst Pengembangan standar pembiayaan Kegiatan Rumah Tangga Sekolah.2 6...4 2.2 7.3.. Kecamatan Pelaksanaan Uji Coba UASBN/UN Tk.......2......2 3.1 6...........1.1.1. dst Kegiatan Supervisi..2 4..1. 6....1 5. dst Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan Pembinaan Guru di Gugus : Peningkatan Kualitas Guru Kelas...... Daya dan Jasa Konsumsi Guru / Pegawai Konsumsi Tamu ..1 2..4 1.....1 3.1 7. PERIODE TANGGAL : ………………….... 3.1 6. 7 7...1 1..4.( Triwulan ke …. 5 5....1..1.. Monitoring dan Evaluasi Penyusunan Program Supervisi...3. Pemeliharaan dan Perawatan Alat Kantor/Inventaris Sekolah : Mesin Tik Stensil/ Mesin Pengganda .... 6.2....3..1.2 6.2 4...4. dst Kegiatan Hubungan Masyarakat Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Penyusunan Leaflet ..

. 8...1...3....1 8.5.......2. Belanja .3.....4.3 8.. dst 8..6 8....No.1 2. Sub total Penggunaan Dana Lainnya Total Penggunaan Dana ( II = 1 + 2 ) SISA DANA = I ...2 8.1 Ulangan Harian 8. dst Sub total Penggunaan Dana Penggunaan Dana Lainnya Belanja ..3 8.2......... 93 93 . …………………………… NIP.......3....6... .II Mengetahui Kepala Sekolah ....... Kode 1 Penerimaan Penggunaan Dana : Uraian Kegiatan 2 Jumlah 3 Penggunaan dana per sumber dana Rutin Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pusat Provinsi Kab/Kota 4 Bantuan Lain Sumber Pendapatan Lainnya 8 Pengembangan dan implementasi sistem penilaian 8......1 8.2 8..1.6.1..2 8.........2 2........2..2 8..5..2 8..4 8......3 8..1 8..2 8...6..3 8.1 Penyusunan kisi-kisi : 8.6.3 Ulangan Akhir Semester 8...5 8.5....4 8.4 8..4....4 8..2 Ulangan Tengah Semester 8. .3 8.2. dst Pelaksanaan penilaian Ulangan Harian Ulangan Tengah Semester Ulangan Akhir Semester Ulangan Kenaikan Kelas ..3..3 8...6.5 Penyusunan Soal Ulangan Harian Ulangan Tengah Semester Ulangan Akhir Semester ..3......1.20...4..1 8..... Belanja . dst Tindak lanjut hasil Penilaian Analisis Remedial Pengayaan Penilaian lainnya Portofolio Proyek Penugasan ....1 8. dst Inovasi Model Penilaian Workshop IHT Pelatihan Study banding .. Bendahara 2 2.5.....3 Komite Sekolah …………………………… …………………………… NIP. 8.

Lampiran Formulir BOS K-7 Dibuat oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB
Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan Alamat : …………………………………………………………………………… : Kepala Sekolah ……………………………………………………….. : ……………………………………………………………………………

dengan ini menyatakan bahwa: 1. Belanja Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah digunakan dalam rangka mendukung operasional sekolah dan tidak untuk keperluan pribadi. 2. Penggunaan Belanja Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah sebagai berikut:

No.
1 2 3 4

Waktu
Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Jumlah

Penerimaan (Rp)

Penggunaan (Rp)

3. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, saya bersedia dikenakan sanksi administrasi dan/atau dituntut ganti rugi dan/atau tuntutan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan bermaterai cukup untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. (Nama Kabupaten/Kota), .........................20….. Kepala Sekolah………………….,
Materai Rp.6.000

...................................................... (Nama Lengkap & Stempel)

94 94

Formulir BOS-K7a Diisi oleh Sekolah Dikirim ke Tim Manajemen BOS KabKota

REKAPITULASI REALISASI PENGGUNAAN DANA BOS
PERIODE TANGGAL : …………………. s/d ……………………..( Triwulan ke …..)

Tahun ........

Nama Sekolah

:

Desa/Kecamatan :

Kab/Kota Provinsi

: :

No. Urut

Program/Kegiatan

Pengembangan Perpustakaan

Kegiatan penerimaan siswa baru

Kegiatan Kegiatan pembelajaran dan ulangan eskul siswa dan ujian

Penggunaan Dana BOS Pembelian Langganan Perawatan Pembayaran honorarium bulanan Pengembangan bahan habis daya dan jasa sekolah guru honorer dan tenaga profesi guru pakai kependidikan honorer Membantu siswa miskin

Pembiayaan pengelolaan BOS

Pembelian perangkat komputer

Biaya lainnya jika komponen 1 s.d. 12 telah terpenuhi

Jumlah

1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8

Pengembangan Kompetensi Lulusan Pengembangan standar isi Pengembangan standar proses Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan Pengembangan sarana dan prasarana sekolah Pengembangan standar pengelolaan Pengembangan standar pembiayaan Pengembangan dan implementasi sistem penilaian

Menyetujui, Kepala sekolah

Bendahara/Penanggungjawab kegiatan

……………………. NIP. ................

……………………. NIP. ................

95 95

96 96
BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)
Formulir BOS-K8 Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Kab/Kota Disampaikan kepada Tim Manajemen BOS Provinsi

REKAPITULASI LAPORAN PENGGUNAAN DANA KABUPATEN/KOTA ................................................... PROVINSI ...............................................

TAHUN ..........

No. Urut

Nama Sekolah

Pengembangan Perpustakaan

Kegiatan penerimaan siswa baru

Kegiatan Kegiatan pembelajaran dan ulangan eskul siswa dan ujian

Penggunaan Dana Pembelian Langganan Perawatan Pembayaran honorarium bulanan Pengembangan bahan habis daya dan jasa sekolah guru honorer dan tenaga profesi guru pakai kependidikan honorer Membantu siswa miskin Pembiayaan pengelolaan BOS Pembelian perangkat komputer Biaya lainnya jika komponen 1 s.d. 12 telah terpenuhi

Jumlah

Ketua Tim BOS Kab/Kota ....................................

……………………. NIP. ................

....................... Selisih kurang : jika dana di KUD lebih kecil dari kebutuhan riil SD ( i = a .. Rp ...e) Rp ....................................Formulir BOS-K9 Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Provinsi Disampaikan kepada Tim Manajemen BOS Pusat LAPORAN REALISASI PENYERAPAN DANA BOS UNTUK DAERAH NON TERPENCIL PROVINSI .... (e) SMP Rp ........... ......... TRIWULAN : ....................................................................... SMP ( h = f . Rp ... NIP..................... TAHUN .. Rp .(f) (b) (c) (d) Jumlah dana yang ada di KUD Sisa dana periode sebelumnya Transfer KUN ke KUD periode ini Total dana yang ada di KUD Selisih Lebih : jika dana di KUD lebih besar dari kebutuhan riil SD ( g = e .......... Kepala Dinas Pendidikan Provinsi .... Rp ..................... Kebutuhan Riil Jumlah dana yang ditransfer oleh BUD ke sekolah (Rp) SD 7 SMP 8 No SD 3 SMP 4 SD 5 = (3 x Unit Cost) SMP 6 = (4 x Unit Cost) Kabupaten/Kota Jumlah siswa Jumlah dana 1 2 Total (a) SD Rp .......... SMP ( j = b ..b) Rp ................. 97 97 .....a) Rp ..f) Rp .................

.................... ............... Selisih kurang : jika dana di KUD lebih kecil dari kebutuhan riil SD ( i = a ...................... NIP.............a) Rp ....... TAHUN ........... SMP ( j = b .........e) Rp .........(f) (b) (c) (d) Jumlah dana yang ada di KUD Sisa dana periode sebelumnya Transfer KUN ke KUD periode ini Total dana yang ada di KUD Selisih Lebih : jika dana di KUD lebih besar dari kebutuhan riil SD ( g = e ..f) Rp ...................... SEMESTER : ..............b) Rp ......... SMP ( h = f ..... Rp ... (e) SMP Rp ....... Rp ...................... Rp ....................................98 98 Formulir BOS-K9a Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Provinsi Disampaikan kepada Tim Manajemen BOS Pusat LAPORAN REALISASI PENYERAPAN DANA BOS UNTUK DAERAH TERPENCIL PROVINSI ...... ............... Kebutuhan Riil Jumlah dana yang ditransfer oleh BUD ke sekolah (Rp) SD 7 SMP 8 No Kabupaten/Kota Jumlah siswa SD 3 SMP 4 SD 5 = (3 x Unit Cost) SMP 6 = (4 x Unit Cost) Jumlah dana 1 2 Total (a) SD Rp .................... Kepala Dinas Pendidikan Provinsi . Rp ..

. No........................ .. ……………………................... TAHUN .... NIP. 12 telah terpenuhi Jumlah Ketua Tim BOS Provinsi .........BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) Formulir BOS-K10 Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Provinsi Disampaikan kepada Tim Manajemen BOS Pusat REKAPITULASI LAPORAN PENGGUNAAN DANA PROVINSI ............ 99 99 .......................... Urut Kabupaten/Kota Pengembangan Perpustakaan Kegiatan penerimaan siswa baru Kegiatan Kegiatan pembelajaran dan ulangan eskul siswa dan ujian Penggunaan Dana Pembelian Langganan Perawatan Pembayaran honorarium bulanan Pengembangan bahan habis daya dan jasa sekolah guru honorer dan tenaga profesi guru pakai kependidikan honorer Membantu siswa miskin Pembiayaa n pengelolaa Pembelian perangkat komputer Biaya lainnya jika komponen 1 s.......d.............

..... Dana yang tersedia di KUD SD SMP SD SMP SD Kebutuhan Riil Lebih/Kurang Salur SMP No Provinsi Total a..n Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar ...................... ....... .... NIP...............100 100 Formulir BOS-K11 Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Pusat Disampaikan kepada Menteri REKAPITULASI LEBIH/KURANG ALOKASI DANA BOS UNTUK DAERAH NON TERPENCIL TRIWULAN : .................................. TAHUN ........................

NIP................................................................ .. Dana yang tersedia di KUD SD SMP SD SMP Kebutuhan Riil Lebih/Kurang Salur SD SMP No Provinsi Total a........Formulir BOS-K11a Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Pusat Disampaikan kepada Menteri REKAPITULASI LEBIH/KURANG ALOKASI DANA BOS UNTUK DAERAH TERPENCIL TRIWULAN : .n Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar .......... 101 101 .............. TAHUN ..............

.....102 102 BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) Formulir BOS-K12 Dibuat oleh Tim Manajemen BOS Pusat Disampaikan kepada Menteri REKAPITULASI LAPORAN PENGGUNAAN DANA TAHUN ................. TTD MOHAMMAD NUH .. MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA.... Urut Provinsi Pengembangan Perpustakaan Kegiatan penerimaan siswa baru Kegiatan Kegiatan pembelajaran dan ulangan eskul siswa dan ujian Penggunaan Dana Pembelian Langganan Perawatan Pembayaran honorarium bulanan Pengembangan bahan habis daya dan jasa sekolah guru honorer dan tenaga profesi guru pakai kependidikan honorer Membantu siswa miskin Pembiayaa n pengelolaa Pembelian perangkat komputer Biaya lainnya jika komponen 1 s................. No..................... . 12 telah terpenuhi Jumlah Direktur Jenderal Pendidikan Dasar ........ NIP...........d.......

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful