Majalah Obat Tradisional, 16(3), 165 – 173, 2011

IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIFUNGI DARI KULIT BATANG KECAPI (Sandoricum koetjape) DAN AKTIVITASNYA TERHADAP Candida albicans
IDENTIFICATION OF COMPOUND ANTIFUNGI OF Sandoricum koetjape. Stem AND ACTIVITY TO Candida albicans
Warsinah, Eka Kusumawati, Sunarto
Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu KesehatanUniversitas Jenderal Soedirman

ABSTRAK
Kecapi (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr) merupakan salah satu tanaman obat tradisional dari famili Meliaceae, mengandung senyawa flavonoid, saponin dan polifenol yang dapat digunakan sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa dalam kulit batang S. koetjape yang bersifat antifungi terhadap C. albicans. Penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol dan fraksinasi dengan metode kromatografi kolom menggunakan pelarut n-heksan,kloroform, etil asetat dan metanol. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas terhadap C. albicans dan identifikasi fraksi aktif dengan Gas Chromatograpy-Mass Spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit batang S. koetjape memiliki aktivitas antifungi terhadap C. albicans sebesar 39,65% b/v. Ekstrak metanol di fraksinasi berdasarkan gradient polaritasmenghasilkan6 fraksi dengan aktivitas antifungi terbesar yaitu fraksi III (43,02%b/v), diikuti dengan fraksi V (39,66%b/v), fraksi IV (39,02%b/v), fraksi II (37,91%b/v), fraksi VI (35,49%b/v) dan fraksi I (33,72%b/v). Identifikasi senyawa dengan GC-MS dilakukan pada fraksi III, dan diperoleh senyawa yang berpotensi sebagai antifungi adalah α-gurjunene, trans-caryophyllene, aromadendrene, α-humulene, β-caryophyllene,δ-cadinene, alloaromadendren, octadecanoic acid (as. stearat), hexadecanoic acid metil ester (metil palmitat), hexadecanoic acid (as. palmitate), 9-octadecenoic acid metil ester (metil elaidate), 9-octadecenoic acid (as. oleat) Kata kunci : Candida albicans, Fraksinasi, Identifikasi, Sandoricum koetjap

ABSTRACT
Kecapi (Sandoricum koetjape (Burm.f.) Merr) was one of the traditional medicine from family Meliaceae and had compounds such as flavonoids, saponins and polyphenols that can be used as antifungal. The objective of this research to know compounds contained from S. koetjape bark that has potential as an antifungal toward C. albicans.Research carried out two stages using extraction by maceration with methanol and fractionation by column chromatography method used the solvent n-hexane, chloroform, ethyl acetate and methanol. The next step was examined its activity toward C. albicans and identification of fraction active compounds with the Gas Chromatograpy-Mass Spectrometry (GC-MS). The results of this research showed that methanol extract from S. koetjape bark had antifungal activity againstC. albicans (39,654%). Next, the methanol extract was fractionated and fractionation results were obtained six fractions with the greatest antifungal activity of fraction III, followed by fraction V (39.66% b/v), fraction IV (39.02% b/v), fraction II (37.91% b/v), fraction VI (35.48 % b/v) and fraction I (33.72% b/v). Identification of compounds with GC-MS in fraction III and compounds contained have potential as an antifungal are αgurjunene, trans-caryophyllene, aromadendrene, α-humulene, β-caryophyllene, δ-Cadinene, alloaromadendrene, octadecanoic acid (as. stearat), hexadecanoic acid metil ester (metil palmitate), hexadecanoic acid (as. palmitate), 9-octadecenoic acid metil ester (metil elaidate), 9-octadecenoic acid (as. oleat). Key words: Candidaalbicans, Fractionation, Identification, Sandoricumkoetjape

Majalah Obat Tradisional, 16(3), 2011

165

Maserat selanjutnya dievaporasi menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak metanol bebas pelarut. PENDAHULUAN Funggi tumbuh subur didaerah beriklim tropis dengan kelembaban tinggi seperti Indonesia. Selama ini pengobatan penyakit yang disebabkan oleh infeksi fungi menggunakan antibiotik seperti derivat imidazol. koetjape dan identifikasi senyawa aktifnya.. 1996). derivat triazol. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah tanaman kecapi (Sandoricum koetjape (Burm. koetjape dimaserasi dengan pelarut metanol 3 x 24 jam.IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIFUNGI. Prosedur Kerja Ekstraksi dan fraksinasi Kulit batang kecapi dibersihkan dan dipotong. dan polifenol (Djumidi. medium Saboraud Dekstrosa Agar (SDA). Hasil eluat ditampung setiap 5 ml dalam vial. koetjape memiliki potensi yang dapat digunakan sebagai obat untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan fungi. 2009). saluran kemih.Candida albicans merupakan fungi patogen penyebab candidiasis vaginalis (Soemiati dan Berna.com METODOLOGI Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah kulit batang kecapi (Sandoricum koetjape (Burm. albicans Penyiapan Media Saboraud Dekstrosa Broth (SDB) Ditimbang sebanyak 30 gram SDB.. Eluat yang memiliki harga Rf yang sama digabungkan menjadi satu fraksi dan selanjutnya dilakukan uji aktivitas.) yang diperoleh dari daerah Tangerang. Kecapi atau S. saluran pencernaan. kertas saring. 2002) dan digunakan sebagai obat tradisional untuk keputihan dan antipiretik (Swantara et al. Angka kejadian mencapai 75% dari jumlah wanita di Indonesia (Sundari dan Winarno. Saboraud Dekstrosa Agar (SDA) Ditimbang sebanyak 65 gram SDA. lalu dilarutkan dalam 1 liter air destilasi sampai didapatkan suspensi yang homogen dan dipanaskan selama 1 menit. tekanan 2 atm selama 15 menit. Silica gel... 166 Majalah Obat Tradisional.Sebanyak 500 gramserbuk kulit batang S. Selain itu. kemudian eluat dikeringkan dari pelarutnya dan dilakukan uji Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk melihat bercak yang dihasilkan. isolat Candida albicans yang diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan. Kemudian suspensi disterilisasi dalam autoklaf pada suhu 121oC.f. 1997). akuades. pelarut proanalisis. kertas cakram.. koetjape mengandung senyawa triterpenoid dan asam koetjapat (Riswiyanti. ketokonazol.) Merr). Kemudian suspensi disterilisasi dalam autoklaf pada suhu 121oC. kapas. koetjape yang mempunyai potensi sebagai antifungi terhadap C. paru-paru. dari penelitian terdahulu telah dilaporkanbahwadaunS. 2011 .. Salah satu fungi penyebab penyakit infeksi pada wanita adalah Candida albicans. Uji aktivitas terhadap C. jantung dan selaput otak. Kulit batang S. koetjape termasuk familia Meliaceaemengandungsenyawaflavanoid. lalu dilarutkan dalam 1 liter air destilasi sampai didapatkan suspensi yang homogen dan dipanaskan selama 1 menit. pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dan fraksinasi senyawa dari kulit batang S. medium Saboraud Dekstrosa Broth (SDB). fungi dapat menyerang organ-organ lain seperti mulut. Hal ini menjadi salah satu faktor bagi masyarakat beralih pada pengobatan alternatif menggunakan bahan alam atau obat tradisional. kuku.. Selain itu. amfoterisin B (Rochani. Selanjutnya dikeringkan secara tidak langsung (ditutup kain hitam) dibawah sinar matahari. Oleh karena itu. tekanan 2 atm selama 15 menit. 16(3). saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antifungi ekstrak dan fraksi kulit batang S. kulit.. glass woll. 2002). nistatin. koetjape terhadap C. *Korespondensi : Warsinah Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan UNSOED Email : warsinah@rocetmail. 2009). albicans serta untuk mengetahui senyawa kimia yang terdapat dalam fraksi aktif kulit batang S. Namun penggunaan antibiotik tersebut dapat menyebabkan resistensi dan dapat menimbulkan efek samping yang besar.) Merr.. albicans. Ekstrak metanol selanjutnya difraksinasi menggunakan kromatografi kolom dengan fase diam silika gel 60 dan pelarut dengan tingkat gradien kepolaran yang berbeda.f.. Kulit batang yang telah kering kemudian dihaluskan menggunakan blender.

Fraksi-fraksi yang diperoleh. Fraksi yang memiliki efektivitas yang paling baik. kemudian disebarkan secara merata. albicans dan hasilnya disajikan pada Tabel I. albicans yang telah diremajakan. Peralatan GC-MS yang digunakan adalah QP2010S SHIMADZU dengan kolom Rastek RXi-5MS (diameter dalam 30 m x 0. karena memiliki perbedaan yang signifikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil ekstraksi kulit batang S. kemudian dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Sesuai dengan hasil penelitian Kosenda (2009) bahwa semakin tinggi konsentrasi fraksi daun jambu biji menghasilkan kematian atau penghambatan pertumbuhanC. selanjutnya dilakukan uji aktivitas terhadap C.5 mg/ml menghasilkan daya hambat yang lebih besar dibandingkan pada konsentrasi lainnya. Pada konsentrasi 17. Masing-masing kultur diinkubasi dalam inkubator selama 2 x 24 jam pada suhu 37oC. koetjape dianalisis dengan menggunakan Gas Chromatograpy-Mass Spectrometry (GC-MS). 2005) Pengamatan dilakukan dengan cara mengukur diameter hambat larutan uji dibandingkan dengan diameter hambat kontrol pada konsentrasi yang sama. namun potensi hambat ekstrak lebih rendah bila dibandingkan dengan kontrol (ketokonazol). Setelah dilakukan KLT diperoleh6 kelompok fraksi (Tabel II). Albicansyang ditunjukkan dengan adanya daya hambat. koetjape dilakukan dengan menggunakan Gas Chromatography. Gas pembawa yang digunakan adalah Helium (He) dengan kecepatan alir 0. Identifikasi kandungan senyawa aktif dalam fraksi III kulit batang S. koetjape yang memiliki perbedaan Majalah Obat Tradisional. Fraksi III selanjutnya digunakan untuk tahap berikutnya. Kertas cakram berdiameter 6 mm. albicans yang semakin besar. Besarnya potensi hambat disajikan pada Tabel 3. Hasil uji aktivitas fraksi kulit batang S. Hasil uji aktivitas terhadap C. koetjape masih dalam bentuk ekstrak kasar sehingga konsentrasi senyawa aktif terlalu kecil. Identifikasi kandungan senyawa Identifikasi kandungan senyawa dari fraksi aktif kulit batang S.73%. kemudian diidentifikasi kandungan senyawa dengan menggunakan GC-MS. diinokulasikan sebanyak satu ose ke media SDB. Analisis data Persentasi rendemen ekstrak total Pengamatan dilakukan dengan menghitung rendemen ekstrak total: bermakna. Hal ini diduga disebabkan karena ekstrak metanol kulit batang S. albicans diteteskan ke permukaan media SDA. albicans. terdapat perbedaan bermakna antara keenam fraksi dan fraksi III memiliki efektivitas yang paling baik dibandingkan fraksi lainnya terhadap C.5 ml/ menit. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas terhadap C.Warsinah Penyiapan Kultur BiakanC. selanjutnya kultur diinkubasi pada suhu 37oC selama 2 x 24 jam. 2011 167 . Uji selanjutnya adalah fraksinasi ekstrak methanol menggunakan kromatografi kolom dan dihasilkan 50 eluat. dicelupkan ke dalam larutan uji. albicans memperlihatkan bahwa ekstrak metanol kulit batang S. kemudian diukur diameter zona jernih. koetjape juga mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan C. Range scan SM adalah m/z 33600. koetjape memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan C. albicans. kemudian diletakkan diatas permukaan media. Hal senada dengan Hustani (2009) dari hasil penelitiannya bahwa ekstrak etanol daun salam dalam menghambat pertumbuhan bakteri mempunyai potensi yang lebih rendah dibandingkan dengan tetrasiklin.25 mm). Selanjutnya dilakukan uji lanjutan yaitu uji Tukey HSD (Honestly Significant Difference) untuk mengetahui fraksi kulit batang S. Berdasarkan hasil analisis pada tingkat kepercayaan 95%. Temperatur injektor dan sumber ion (EI pada 70 eV) dikondisikan masing-masing pada suhu 310 dan 250°C. Data hasil persentase potensi hambat.1 ml inokulum C. Persentasi potensi hambat (Setyaningsih. 16(3). albicans. albicans diperoleh bahwa fraksi kulit batang S. yaitu identifikasi senyawa aktif. koetjape diperoleh berupa ekstrak metanol berwarna coklat tua dengan rendemen 12. Uji Aktivitas dengan Metode Difusi Sebanyak0.Mass Spectrometry (GC-MS). koetjape terhadap C.

antifungi dan antibiotik (Ali et al.. Hanya 12 senyawa yang memiliki potensi sebagai antifungi. Tabel IV. 2010). βcaryophyllene merupakan senyawa sesquiterpen dengan mekanisme antimikroba dengan cara merusak membran sel jamur sehingga terjadi kebocoran ion dari sel jamur (Lenny.35 10. Untuk lebih lengkapnya disajikan pada Tabel IV.018 ± 1.50 10.50 11.3 gram 0.75 10.75 12.654 ± 1.016 ± 1.28 Warna Kuning Hijau kecoklatan Kuning kehijauan Kuning kecoklatan Coklat Kemerahan Coklat tua Tabel III.50 10.50 11.5 26 Diameter Hambat (mm) 10 12. 2011 .81 100 ± 0 Tabel II.656 ± 1. β-caryophyllene..5 mg/mL 9.914 ± 1..75 9.5 mg/mL 11. α-humulene. 2006.85 % Potensi Hambat ± SD 33.21 d 39. yaitu senyawa golongan asam lemak dan terpenoid. Padmini et al..75 11.50 11. alloaromadendrene dan δ-cadinene termasuk dalam senyawa sesquiterpen.05 b.00 9.00 9..90 0.55 11.59 0. 2008.25 29 17.. α-gurjunene.25 Keterangan: huruf yang berada setelah SD pada kolom menggambarkan perbedaan bermakna dengan derajat kesalahan (α = 0. Hasil pengelompokkan fraksi No 1 2 3 4 5 6 Fraksi F1 F2 F3 F4 F5 F6 Vial Eluat 1 – 21 22 – 28 29 – 32 33 – 35 36 – 46 47 – 50 Berat Fraksi 0.1 gram 0. Hal ini dikarenakan jumlah atom karbon yang dimiliki sebanyak 15 atom karbon.68 c 35.75 9.54 a 37.50 10.6 gram Nilai Rf 0.5 mg/mL 9.00 9. koetjape mengandung dua golongan senyawa. Guo et al. Senyawa sesquiterpen mempunyai efek yang cukup besar sebagai antimikroba.488 ± 1.75 11.8 % Potensi Hambat ± SD 39.25 30 Rata-Rata (x) 11 27. aromadendrene.1 gram 0.50 10.25 10.c 43.2 gram 0. 2008).b 7.00 10.95 10.85 11..72 0.96 c 39. koetjape terhadap C. menunjukkan bahwa fraksi III kulit batang S. trans-caryophyllene. 16(3). koetjape terhadap C.5 15 mg/mL mg/mL mg/mL 9.31 a. Tabel I.00 10.59 0. albicans Fraksi Fraksi I Fraksi II Fraksi III Fraksi IV Fraksi V Fraksi VI Diameter Hambat (mm) 10 12. Hasil uji aktivitas ekstrak kulit batang S.IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIFUNGI.2 gram 0.722 ± 1.47 0.25 10.50 12..25 11.5 mg/mL 10.. Puncak-puncak yang terdeteksi dalam GC tidak semua memiliki potensi sebagai antifungi. Hasil uji aktivitas fraksi kulit batang S. albicans Ekstrak/ Kontrol Ekstrak Ketokonazol 7. 168 Majalah Obat Tradisional.5 15 mg/mL mg/mL mg/mL 11 26 11 28 11.00 Rata-Rata (x) 9.50 10.. Sesquiterpen merupakan senyawa terpenoid yang dibangun oleh 3 unit isopren.50 11.05) Hasil identifikasi kandungan senyawa dengan GC menghasilkan 14 puncak yang secara lengkap dapat dilihat pada Gambar 1...25 17.25 12.75 11.75 9.25 9.

16(3). Koetjape Gambar 2. Spektrum MS senyawa β-caryophyllene Standar Library Gambar 4. Hasil GC Fraksi III Kulit Batang S. 2011 169 . koetjape Gambar 3.Warsinah Gambar 1. Pola fragmentasi β-caryophyllene Majalah Obat Tradisional. Spektrum MS senyawa β-caryophyllene Fraksi III Kulit Batang S.

36 15.479 24.IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIFUNGI. Senyawa hasil GC yang berpotensi sebagai antifungi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Peak 1 2 3 4 5 6 7 9 10 12 13 14 Nama Senyawa α. stearat) R.05 % Area 1.31 0.80 4. stearat) dapat menghambat pertumbuhan mikroba (Noviyanti. 2011 . oleat) octadecanoic acid (as. palmitat) 9-octadecenoic acid.75 1.. Hexadecanoic acid (as. 9octadecenoic acid (as.503 18..33 5. palmitate). metil ester (metil elaidat) 9-octadecenoic acid (as.04 30.060 17.6 4.16 Mass Peak 83 65 73 49 71 92 82 45 61 100 84 91 Rumus Molekul C15H24 C15H24 C15H24 C15H24 C15H24 C15H24 C15H24 C17H34O2 C16H32O2 C19H36O2 C18H34O2 C18H36O2 Golongan Senyawa Terpenoid: Sesquiterpen Terpenoid: Sesquiterpen Terpenoid: Sesquiterpen Terpenoid: Sesquiterpen Terpenoid: Sesquiterpen Terpenoid: Sesquiterpen Terpenoid: Sesquiterpen Asam Lemak Asam Lemak Asam Lemak Asam Lemak Asam Lemak Ket.889 25.. Asghar et al.390 17. Time 16. urut 17 termasuk dalam golongan terpenoid No. Panda.051 24. dan asam lemak seperti hexadecanoic acid metil ester (metil palmitat). 2010).. palmitat) termasuk asam lemak yang memiliki sifat antifungi dengan merusak struktur dinding dan membran sel dengan mekanisme secara sinergis dengan berbagai senyawa aktif seperti terpenoid.1999.271 17... 2010.. sehingga dapat meningkatkan pengaruh aktivitas antifungi (Padmini et al.10 2. hexadecanoic acid (as.781 17.Humulene β-caryophyllene alloaromadendrene δ-cadinene hexadecanoic acid.87 1..47 12. Tabel IV. oleat) octadecanoic acid (as. 2011).gurjunene trans-caryophyllene aromadendrene α. koetjape yang memiliki presentase area terbesar adalah sebagai berikut: 170 Majalah Obat Tradisional. Koetjape Senyawa terpenoid yang bersifat lipofilik dapat menyebabkan gangguan pada membran sel fungi dan dapat melarutkan lipid yang terdapat dalam membran sel (Cowan .607 16. 9-octadecenoic acid metil ester (metil elaidat). metil ester (metil palmitat) hexadecanoic acid (as.651 23. Spektrum MS senyawa as.. 2010). urut 812 termasuk dalam golongan asam lemak Gambar 5. No.06 17.120 22. Analisis hasil spektrofotometri massa dan pola fragmen dari dua golongan senyawa dalam fraksi III kulit batang S.. palmitatFraksi III kulitbatang S.. 16(3).

palmitat) H (H 2C)11 H3 C CH H2C O +.Warsinah H 3C C e. MS pola fragmentasi puncak-puncak yang diberikan pada Gambar 7. Penyusunan ulang Mc Lafferty asam palmitat β-Caryophyllene Senyawa ini memberikan waktu retensi 17. 051 menitdengan luas area 17. Berdasarkan standard library. OH C H2C H2C OH m/e: 60 OH (17) + OH C OH m/e: 256 + OH C H2C m/e: 43 Gambar 8. bahwa senyawa tersebut memiliki rumus molekul C15H24. Berdasarkan standar library. 2011 171 . 390 menit denganluasarea 30.-2e H3C a H3 C H2C CH 2 a O m /e: 227 H2 C CH2 O OH H m/e: 256 H3 C CH2 c b O C OH b + (29) C OH (43) H2C + O C c H C H2C (196) (CH2)11 CH3 m/e: 213 H2 C CH2 OH O H2C m/e: 199 H2 C + (28) O C OH CH2 (28) H 2C + m/e: 185 H2 C C OH CH2 OH C H 2C OH m/e: 60 OH (17) + (28) H 2C H 2C m/e: 171 H2 C + (28) O C OH CH2 + m/e: 157 H2 C O C OH CH2 (28) H 2C m/e: 143 H2 C + (28) O C CH2 + OH H2C + m/e: 129 CO 2 (4 4 ) C O O H OH (28) H2C C H2C m/e: 43 + O C H m/e: 115 OH H2 C CH2 H + H 2C m/e: 85 H3 C CH3 (42) H 2C + O C OH (44) m/e: 73 CH2 H2C m/e: 41 + Gambar 7.60%. C CH2 OH H3C (CH2)11 CH (196) CH 2 +. Palmitat) Senyawa ini memberikan waktu retensi 23.31%. Hexadecanoic acid (as. Majalah Obat Tradisional. bahwa senyawa tersebut memiliki rumus molekul C16H32O2. 16(3). Pola fragmentasi hexadecanoic acid (as. Secara hipotesa berdasarkan spektrum MS pola fragmentasi puncak-puncak yang diberikan pada Gambar 4.

Tong C. N. Tin H. M. S. Nat.65%b/v). Choudahry. Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan. L. http://eprints. http://web. aromadendrene. L. Rec. Skripsi. Jakarta Guo. heart-intl. . 2010. http: //www. 2008. Martina W. hexadecanoic acid (as.Skripsi. 6(1):6268. Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan. Lindequist. http://www. Skripsi.. Tidak dipublikasi Kosenda. H.. M.). oleat) .id /5267/1/K100050305. fraksi II (37. 2006. Steen) Terhadap Candida albicans serta Skrining Fitokimianya..A.) TerhadapStaphylococcus aureus ATCC 25923.id/389/1/168090609 201010021.ac. m/e 43 (puncak dasar) dan m/e 60 yang merupakan puncak karakteristik dari asam lemak alifatik.91%b/v).. 9octadecenoic acid metil ester (metil elaidat). of Genetics and Molecular Biology3 (7):95-100.IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIFUNGI. octadecanoic acid (as. β-caryophyllene... Arnold. I. 9octadecenoic acid (as.. 1997.pdf Djumidi. DAFTAR PUSTAKA Ali.72%b/v).. 2009. Biol. 2010. Universitas Muhamadiyah Surakarta. M. Jilid IV.. 12 (4) : 564 – 582. Asian J. 1999. A. Essential Oil Composition from Oleogum Resin of Soqotraen Commiphora kua.. Puncak m/e 43 dan m/e 60 dihasilkan dari penyusunan ulang Mc Lafferty yang ditampilkan pada Gambar 8. α-humulene.org /ijgmb Cowan.. Brahma and K. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Salam (Syzygium polyanthum [Wigh] Walp.02%b/v). S. Selective Antifungal Action of Crude Extracts of Cassia fistula L. Plant Products as Antimikrobial Agents.usu.pdf Padmini. Skripsi. L. Uji Aktivitas Antimikroba dan Profile KLT Fraksi Metanol Kulit Batang Kecapi (Sandoricum koetjape (Burm.. N. Serta m/e 73 yang dihasilkan dari ion H2C+-CH2COOH.. 172 Majalah Obat Tradisional. fraksi VI (35..02%b/v).) Terhadap Bakteri Penyebab Diare.pdf Panda.3390/molecules 13092114.Terhadap Bakteri dan Kapang.ajebs... Hasil fraksinasi diperoleh 6 fraksi dengan aktivitas antifungi terbesar yaitu fraksi III (43. A.49%b/v) dan fraksi I (33. hexadecanoic acid metil ester (metil palmitat).. Prod. E. Universitas Sebelas Maret. Universitas Gadjah Mada. Gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) analysis of petroleum ether extract (oil) and bio-assays of crude extract of Iris germanica. Malaysian Journal of Microbiology. N.. UjiAktivitas Antijamur Ekstrak Daun Binahong ( Anrederacordifolia (Tenore). academicjournals . and Rahman.usm.S.. www. Puncak-puncak yang relatif tinggi terbentuk pada m/e 41 yang dihasilkan dari ion C3H5+.66%b/v). I. 2005.ums.. 2010.pdf Noviyanti. 13 : 2114-2125.: A Preltminary Study on Candida and Aspergillus spesies. Departemen Kesehatan dan kesejahteraan Sosial RI. Escherichia coli ATCC 25922. Tresna S. Valarmathi. Purwokerto. org/molecules Hustani.ac.http://etd. http://library.U.. 16(3). stearat).. alloaromadendrene. Modifikasi Teknik Kromatografi Kolom untuk Pemisahan Trigliserida dari Ekstrak Buah Merah(Pandanus conoideus Lamk. koetjape memiliki aktivitas penghambatan terhadap C... palmitat)..) Merr. Comparative Analysis of Chemical Composition and Antibacterial Activities of Mentha spicata and Camellia sinennsis. 2 (3) : 7075. Senyawa Terpenoid dan Steroid. 2011. Tidak dipublikasi Rochani. K. J. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol kulit batang S. Yogyakarta. 2008. diikuti dengan fraksi V (39.. L. Antifungal and Antitumor Properties of Ether Extracts of Scapania verrucosa Heeg. Molecules. Tidak dipublikasi Lenny. Invertaris Tanaman Obat Indonesia. Chemical Composition.A.. S. 2011 . trans-caryophyllene. Surakarta.and Khalid R. fraksi IV (39. Dutta. M. δ-cadinene. 2009.M. Skripsi. Exp. Shigella disenteriae dan Candida albicansi. Penampisan Senyawa Bioaktif dari Daun Jambu Biji (Psidium guajava L. 2009.com/vol-4/9a.net/HEART/120104/Plant Productsas Antimicrobi. Identifikasi senyawa dengan GC-MS dilakukan pada fraksi III. S. www. 2002. and its Endophytic Fungus Chaetomium fusiforme.. Clinical Microbiology Review.eprints.my/mjm/issues/vol6no1/r esearch9.pdf Setyaningsih. DOI: 10.org/RNP Asghar. U.) sebagai Anticandidiasis dan Profil Kromatografi Lapis Tipisnya.mdpi. Wessjohan.781. Surakarta. and Rani.f. albicans(39.pdf Riswiyanti. Konsentrasi Hambatan Minimum Ekstrak Chlorella sp.. Desniar.. Purwokerto. Jin-zong W.acgpubs. Sci. Rehman. dan diperoleh senyawa yang berpotensi sebagai antifungi adalah αgurjunene. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.I.id/download/fmipa/060 03488.uns. http: //www. 1 (4) : 772 .

id/files/cdk/files/07EfekFarmakol ogiFitokimiaKomponen108.124.107/files/ IrianiSetyaningsih_KonsentrasiHambatanMi nimum. Seri Sains. Identifikasi Senyawa Antibakteri Pada Daun Kecapi (Sandoricum koetjape (Burm.ac. kalbe. VIIINo.%20B erna.). Dira dan Yenni.205. http://202.W.pdf Sundari.Warsinah Buletin Teknologi Hasil Perikanan. 2002. 3. Jurnal Kimia(3) : 61-68. D. Atiek dan Berna Elya. Efek Farmakologi dan Fitokimia Komponen Penyusun Jamu Keputihan. dan M. http://journal. 16(3).co.) Terhadap Jamur Candida albicans.f. 1996. 1: 25-34.ac.)). unud. Kulit Buah Delima (Punica granatum L. 2011 173 .id/abstrak/j%20kim%20vol%203 %20no%202%20-1. Uji Pendahuluan Efek Antijamur Infus Daun Sirih (Piper betle L.pdf/07EfekFar makologiFitokimiaKomponen108.) dan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val.id/upload/artikel/Uji% 20Pendahuluan%20Efek_Atiek%20S. http://www. Makara.pdf Majalah Obat Tradisional. 2009.ui. Winarno. 6 No.html Swantara.pdf Soemiati. http://ejournal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful