Anda di halaman 1dari 1

Sindroma Sjogren Adalah penyakit autoimun yang terjadi karena adanya peradangan kronis kelenjar eksokrin, terutama kelenjar

saliva dan lakrimal. Ada 3 gejala pokok yang merupakan manifestasi umum penyakit ini, yaitu xerostomia, keratokonjungtivitis sika (xeroftalmia), dan penyakit jaringan ikat. Dari gejala-gejala tersebut, para sarjan mengelompokkan penyakit ini ke dalam 2 bentuk yaitu primer bila hanya terdapat gejala xerostomia dan xeroftalmia, dan disebut sekunder bila penyakit jaringan ikat melengkapi gejala primer. Etiologi penyakit ini tidak diketahui secara pasti. Banyak sarjana berpendapat bahwa faktor genetic, hormonal, infeksi, dan imunologi berperan terhadap timbulnya sindroma sjogren. Sindroma ini umumnya menyerang wanita berumur di atas 40 tahun, tetapi juga kadang-kadang ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda. Ratio kejadian wanita dan pria sekitar 10:1. Gejala-gejala umum yaitu kegagalan fungsi kelenjar karena respon tak normal sindroma sjogren dapat diamati pada kelenjar saliva, kelenjar lakrimal, dan kelenjar-kelenjar pada saluran pernafasan nafas atas yang meliputi rongga hidung, faring, laring, trachea, dan bronchi Gejala-gejala pada RM, xerostomia merupakan gejala yang paling menonjol. Fungsi pengunyahan dan penelana akan terganggu karena ketiadaan saliva untuk melumasi dan membasahi mukosa, terutam ketika makanan kering. Bagi pemakai protesa, terjadi kesulitan dalam penggunaan karena mukosa kering dan atrofi akan mengurangi efek retentifnya. Bibir kering, akibatnya mudah luka. Lidah atrofi, terbentuk fissured tongue, mengalami penurunan sejumlah papil-papil kecap (depapilisasi)