Anda di halaman 1dari 8

Karsinoma pankreas (keganasan pankreas)

Dalam praktisi klinis, karsinoma pankreas sama maksudnya dengan adenokarsinoma duktus pankreas, yang berkontribusi dalam 90% keganasan yang berasal dari kelenjar pankreas. Klasifikasi neoplasma pankreas berdasarkan hasil pemeriksaan histologi

Epidemiologi
Karsinoma pankreas berada pada urutan ke-4 penyebab kematian karena kanker Seperti yang terlihat pada tabel di atas karsinoma pankreas dapat berasal dari kelenjar eksokrin dan endokrin, dimana 95% diantaranya berasal dari kelenjar eksokrin 80% dari karsinoma kelenjar eksokrin berasal dari epitel duktus (ductal adenocarcinoma) 75% karsinoma pankreas terjadi pada caput pankreas, 15-20% di corpus pankreas, 510% di cauda pankreas

Gejala klinis
Jaundice Aneroksia Penurunan berat badan Nyeri abdomen atas yang menjalar ke punggung Malabsorbsi Diare Diabetes Ascites jika meyebar ke peritonium Splenomegali jika terjadi invasi pada vena porta dan splenikus

Pencitraan
Manfaat dari pencitraan: 1. Memastikan dan menetukan stadium tumor Kriteria TNM Tx : tumor tidak bisa ditentukan To : tidak ada bukti tumor primer Tis : carcinoma in situ T1a : tumor <2cm T1b : tumor >2cm T3 : tumor meluas ke jaringan sekitar pankreas tapi tidak ke pembuluh darah utama dan saraf T4 : tumor meyebar k pembuluh darah utama dan saraf No : tidak ada metastasis ke nodus regional N1 : metastasis ke nodus regional Mo : tidak ada metastasis M1 : disertai metastasis Stadium 0 Stadium 1A Stadium 1B Stadium IIA Stadium IIB Stadium III Stadium IV : Tis, No, Mo : T1, No, Mo : T2, No, Mo : T3, No, Mo : T1-3, N1, Mo : T4, No-1, Mo : T1-4, No-1, M1

2. Menentukan apakah tumor bisa dipotong atau tidak Tumor tidak bisa dipotong jika ditemukan adanya metastasis, ekstensi tumor lokal, metastasis ke nodus limfatikus regional ataupun jauh, penyebaran ke arteri atau arteri mesenterika mayor (celiac, hepatik, dan mesenteria superior).

CT scan
Lini pertama pencitraan yang dilakukan pada pasien suspek karsinoma pankreas Efektif menentukan diagnosis dan stadium karsinoma pankreas Dapat menunjukkan adanya o Dilatasi duktus pankreas dan bilier (5-10mm) o Dilatasi kantung empedu o Pembesaran pankreas tampak sebagai lesi densitas rendah yang dikelilingioleh parenkim normal o Metastasis o Ascites

Gambar 1. CT scan karsinoma caput pankreas. Kepala panah menunjukkan massa pankreas dengan dilatasi kantung empedu. Diambil dari Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003

MRI
Efektif pada lesi <2cm. Efektif dalam menetukan stadium dan penyebarab karsinoma pankreas. Dalam keadaan normal pankreas terlihat isointens dengan liver atau sedikit hiperintens jika fat supressed T1 digunakan. Jika signal yang ditunjukkan T1 adalah hipointens maka menunjukkan suatu abnormalitas. Adenokarsinoma menunjukkan lesi hipointens pada fat supreesed T1. Penampakan ini mirip dengan pankreatitis kronis tetapi karsinoma pankreas cendrung memiliki batas yang tidak jelas.

Gambar 2. Pankreas normal pada fat supressed T1. Pankreas tampak sedikit hiperintens dibanding liver. Diambil dari Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003

Gambar 3. Gambar ini menunjukkan parenkim pankreas normal yang hiperintens (p) mengelilingi tumor dengan intensitas rendah (tanda panah) . Diambil dari Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003

MRCP
Menggunakan T2 efektif untuk mengeliminasi signal dari semua jaringan kecuali air, jadi struktur yang terlihat hanya yang mengandung cairan. Efektif untuk menilaik eadaan duktus cystikus dan duktus pankreatikus, menentukan obstruksi.

Gambar 4. Gambar MRCP diatas menunjukkan obstruksi duktus pankreatikus dan duktus biliaris komunis. Diambil dari Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003

USG

Echogenitas pankreas berubah sesuai usia terutama pada usia diatas 40 tahun. Semakin tua jaringanacinar pankreas berubah menjadi jaringanlemak sehingga echogenitasnya meningkat. Hal ini bukannlah suatu kondisi patologis selama pankreas tetap tampak homogen.

Gambar 5. Pankreas echogenic pada orang tua. Perhatikan duktus pankreas. Diambil dari Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003

Dapat menidentifikasi dilatasi duktus intra dan ekstrahepatik.

Gambar 6. Dilatasi duktus pankreas pada pasien dengan karsinoma caput pankreas. Diambil dari Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003

Dilatasi duktus dapat terlihat sebagai Double Duct Sign (dilatasi duktus biliari komunis dan duktus pankreas) terlihat dalam 80% karsinoma pankreas dan berperan dalam terjadinya jundice. Dapat mengidentifikasi obstruksi. Dapat mengidentifikasi tumor dengan diameter >1cm. Tumor tampak sebagai echogenitas yan glebih rendah daripada parenkim pankreas normal, dinding ireguler tapi batas tegas.

Gambar 7. Tumor dengan echogenitas rendah pada corpus pankreas. Diambil dari Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003

Jika terlihat pelebaran duktus ekstrahepatik dengan atau tanpa dilatasi duktus intrahepatik tanpa adanya batu saat dilakukan USG segera lakukan MRCP/CT. Pada USG Doppler terlihat karsinoma pankreas hipovaskular. USG dapat membantu menentukanlokasi biopsi.

Foto polos

Dapat mengidentifikasi adanya kalsifikasi pada pankreas. Kalsifikasi bisa terlihat pada pankreatitis kronis, isles cell tumours, cystic toumors, dan dinding pseudokista.

Gambar 8. Kalsifikasi pankreas pada wanita paruhbaya (A)Foto AP (B)Foto lateral. Diambil dari Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003

Dapat mengidentifikasi adanya ascites Pemeriksaan barium Upper GI menunjukkan posteroinferior lambung (Antral Pad Sign).

impresi

massa

pada

aspek

Gambar 9. Foto supine Barium Meal. Karsinoma korpus pankeras menekan dinding posterior lambung (tanda panah) . Diambil dari Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003

Pinggir medial dari duodenum descendens tertatik ke arah medial setinggi ampulla menghasilakan Reversed-3 Appearance (Frostberg 3 sign).

Gambar 10. Pelebaran duodenum dengan Reversed 3 Sign of Frostberg. Diambil dari Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003

Infiltrasi pada mukosa duodenum dapat menunjukkan penebalan dan iregularitas dinding mukosa

Gambar 11. Karsinoma apankreas menginvasi duodenum dengan deformitas pada dinding mukosa. Diambil dari Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003

Nuclear Imaging

PET scan bekerja berdasarkan perubahan fungsional yang terjadi pada sel-sel kanker pankreas disebabkan karena peningkatan pengunaan glukosa pada jaringan ganas. Beranfaat untuk menentukan staging tumor dan menentukan apakah tumor bisa dipotong atau tidak. Bermanfaat untuk menentukan gambaran pembuluh darah baik pada pankreas maupun pembuluh darah sekitarnya (arteri mesenterika superior, arteri splenikus, arteri hepatika, arteri gastroduodenal). Karsinoma pankreas cendrung avaskukar. Mengidentifikasi adanya obstruksi pembuluh darah.

Angiografi

Daftar pustaka 1. Suton, David. Radiology and Imaging. 7th edition.London: Elsevier;2003 2. Anand, Mahesh Kumar. Pancreatic Adenocarcinoma Imaging. Medscape. http://emedicine.medscape.com/article/370909-overview#a24 (19 Juli 2012) 3. Francis, Isaac R. Rolo of CT in the Detection and Staging of Pancreatic Adenocarcinoma. USA: Article of University of Michigan. Published 22 September 2003 4. PancreaticCancerStaging. Diunduhdarihttp://www.cancer.org/Cancer/PancreaticCancer/DetailedGuide/pan creatic-cancer-staging (19 Juli 2012)