Anda di halaman 1dari 12

Patofisiologi dan diagnosa penyakit dengan keluhan kejang

Kelompok 4

Kejang
Kontraksi

otot yang berlebihan di luar kehendak, dalam waktu tertentu tanpa bisa dikendalikan Gejala intermitten berupa gangguan kesadaran, tingkah laku, emosi, motorik, sensorik, dan atau otonom MEKANISME DASAR KEJANG: peningkatan aktifitas listrik yang berlebihan pada neuron-neuron dan dengan berurutan merangsang sel neuron lain secara bersamasama

Kejang dapat terjadi pada


Gangguan elektrolit di

dalam tubuh (hipoglikemia, Demam hiponatremia atau Meningitis hipoksia) Ensefalitis Tumor Kelainan metabolisme Abses Keracunan Hipoxia dll
Epilepsi

Patofisiologi kejang
Secara biokimiawi sel : Peningkatan permeabilitas membran sel saraf bila terpicu, melepaskan muatan yang berlebihan Terjadi kelainan polarisasi (hiper,hipo atau selang waktu dalam repolarisasi) karena kelebihan Ach(asetilkolin) atau defisiensi GABA(asam gama aminobutirat) Ketidakseimbangan ion elektrolit yg menggangu homeostatis kimiawi neuronkelainan depolarisasi neuronpeningkatan neurotransmiter eksitatorik atau deplesi neurotransmiter inhibitor

Klasifikasi kejang
PARSIAL : kesadaran utuh walaupun mungkin

berubah: fokus di satu bagian tetapi dapat menyebar ke bagian lainParsial dibedakan menjadi: 1. Parsial sederhana: Dapat bersifat motorik, sensorik, autonomik, psikik dan Biasanya berlangsung <1 menit 2. Parsial kompleks:Dimulai sebagai kejang parsial sederhana; berkembang menjadi perubahan kesadaran yang disertai olehGejala motorik, gejala sensorik, otomatisme,mungkin berkembang menjadi kejang generalisata dan biasanya berlangsung 1-3 menit

GENERALISATA : hilangnya kesadaran;

tidak ada awitan fokal; bilateral dan simetrik; tidak ada aura. Kejang generalisata dapat dibedakan menjadi: Tonik-klonik : Spasme tonik-klonik otot; inkontinesia urin dan alvi; menggigit lidah; fase pascaiktus Absence : Sering salah mendiagnosa sebagai melamu,Menatap kosong,kepala sedikit lunglai, kelopak mata bergetar, atau berkedip secara cepat dan Berlangsung beberapa detik
Mioklonik: kontraksi mirip syok mendadak yang

Tonik: Peningkatan mendadak tonus otot

(menjadi kaku,kontraksi)wajah dan tubuh bagian atas; fleksi lengan dan ekstensi tungkai,Mata dan kepala berputar ke satu sisi dan dapat menyebabkan henti napas Atonik: Hilangnya secara mendadak tonus otot disertai lenyapnya postur tubuh (drop attacks) Klonik: Gerakan menyentak, repetitive, tajam, lambat dan tunggal atau multipel di lengan, tungkai, atau torso

Cara mendiagnosa kejang


Anamnesa Umumnya riwayat keluarga dg kejang demam + Pemeriksaan neurologi normal

Pemeriksaan laboratorium Tidak rutin dan Untuk evaluasi penyebab


Pemeriksaan radiologi X-ray kepala, CT-Scan

kepala, MRI tidak rutin, indikasi : Hemiparesis,Parese n. VI dan Papil edema Pemeriksaan cairan serebrospinal menyingkirkan meningitis EEG(elektroensefalogram) tidak direkomendasikan, kecuali : KDK pd anak > 6 thn dan Kejang demam fokal

Bagan diagnosis
Kejang Evaluasi & pertahankan A, B, C
Ya

Ke bagian 2
Ya

Suhu tertinggi > 37,8


Tidak

Termasuk : Masalah penglihatan Sakit kepala

Jika anak mendapat antikonvulsan mungkin ada toleransi

Apakah anak punya kelaianan kejang ?


Tidak

Pastikan riwayat kelaianan neurologi secara detail & kejadian yg pernah disaksikan

Butuh rawat inap?


Tidak Ya

Pastikan pemeriksaan menyeluruh

Termasuk : tingkat kesadaran Refflek pupil Fundus oculi Postur tubuh Gait Reflek reflek Lingkar kepala Tekanan darah Kulit GDA
Ya

MRS KRS Tidak perlu EEG

Pertimbangkan etiologi (tabel 1) Butuh rawat inap? MRS Antipiretik

Tidak

Kejang & demam

Bagan diagnosis
Rujuk
Ya

Bagian 2

Apakah ada gejala serius?


Tidak

Apakah ada ciri KDK? Rawat sebagai meningitis sampai terbukti tidak Akses vena, kultur, GDA, LED, DL, Ur/Cr, koagulasi, PCR, CRP Perbaiki status sirkulasi LP (kecuali ada kontra indikasi) IV antibiotik
Ya Tidak

Diagnosis KDK

Bayi < 18 bln?


Ya

MRS

Apakah terdapat terapi antibiotik sebelumnya?


Ya

Ke bagian 3

Identifikasi sumber demam & terapinya periksa urin LP pd anak < 12 bln kecuali ada kontra indikasi Observasi ketat dalam 2 jam pertama Antipiretik

Bagan diagnosis
KDK, > 18 bln & tidak ada gejala meningitis Sampel urin u/ kultur & tes sensitivitas

Bagian 3

Fokus infeksi ditemukan?


Tidak Ya Ya

Investigasi & terapi fokus infeksi Indikasi kuat MRS u/ observasi setidaknya 2 jam atau KRS dg KIE Apakah pasien puas & bersedia u/ dirawat di rumah?
Ya Tidak

Rujuk ke fasilitas pediatrik akut

Beri informasi pd keluarga tentang manajemen kejang & kecenderungan rekurensi

KRS, sarankan pemberian antipiretik & hubungi dokter umum