P. 1
Hikayat Seri Rama

Hikayat Seri Rama

|Views: 156|Likes:
Dipublikasikan oleh puspamitanda
Cerita Legenda dari Indonesia
Cerita Legenda dari Indonesia

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: puspamitanda on Mar 27, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/31/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

Hikayat Seri Rama

Ramayana, Cerita yang Tidak Pernah Usang Judul : Hikajat Seri Rama Penerbit : Balai PoestakaTahun : 1938Tebal : 256 halaman RAMA dan Sita (Sinta) merupakan sejoli yang berasal dari epik Ramayana. Dalam proses perjalanan dari negeri asalnya, kedua sosok tersebut telah berubah dari versiaslinya menjadi bentuk cerita yang sarat dengan muatan lokal di mana cerita itu berkembang. Sebenarnya kisah Ramayana bukanlah sekadar cerita cinta seperti Romeodan Juliet, tetapi sebuah drama kehidupan yang penuh idealisme, nilai moral, penggambaran kondisi sosial, budaya, dan politik.Inilah yang terjadi dengan Hikajat Seri Rama yang diterbitkan oleh Balai Pustaka tahun1938. Tradisi lisan yang mengusung kisah Ramayana ke Nusantara pada abad ke-13 itu biasanya dibawakan oleh seorang penutur cerita atau pendongeng dalam sebuah pertunjukan.Sejak abad ke-16, saling terjemah naskah genre "yang indah" atau kesusastraan antaraJawa dan Melayu terjadi. Itu pula yang terjadi dengan epik Ramayana. Kisah tersebut pernah diterbitkan PP Roorda van Eysinga tahun 1843, dan pernah dimuat di majalahJournal of the Straits Branch of Royal Asiatic Society, April 1917. WH Rassers, seorangahli ilmu bahasa Timur yang menulis Disertasi De Pandji Roman (1922) mengungkapkan bahwa Hikajat Seri Rama, Rama Keling, dan lakon-lakon wayang purwa yangmenceritakan tentang Rama sama dengan Rama Kekawin dan Serat Rama karanganWalmiki atau ada yang menyebut Valmiki.Akan tetapi, tradisi lisan tidak mampu menjaga cerita itu sama persis seperti aslinya.Lingkungan sosial yang kemudian diadaptasikan oleh penutur cerita menjadikan ceritaRamayana sarat dengan muatan lokal. Hal ini pernah diungkapkan oleh WG Shellabear yang menerbitkan epik Ramayana tahun 1957. Menurut dia, cerita itu sama sekali tidak sesuai dengan karangan Walmiki sebab pengaruh Islam tampak kuat dalam ceritatersebut. Sementara cerita Ramayana yang diterbitkan Balai Pustaka adalah hasil tulisanPP Roorda van Eysinga.Sebenarnya sejak kapan Ramayana ditulis? Tidak ada yang tahu dengan pasti. Perkiraankasar antara tahun 1500 SM sampai 200 SM. Sebuah laporan Press Trust of India, yangdimuat oleh koran Ananda Bazar Patrika pada tanggal 24 Desember 1980, mengungkap bahwa jika hasil penyelidikan yang dilakukan ahli geologi Ahmedabad bisa dipercaya,maka Ramayana tidak mungkin berumur lebih dari 2.800 tahun.Dalam Hikajat Seri Rama dikisahkan tentang Dasarata Maharaja dari negeri Ispaha Bogayang memiliki lima anak dari dua istri. Istri pertama Mandoe Daki memiliki anak SeriRama dan Laksmana. Sementara dari Selir Balia Dari punya tiga anak, yaitu Tjitradana,Kikoewi Dewi, dan Berdana. Setelah dewasa, dikisahkan Dasarata menetapkan SeriRama sebagai putra mahkota. Namun, atas desakan selir, akhirnya Tjitradana-lah yangharus menjadi raja. Hingga akhirnya Seri Rama harus dibuang ke hutan dan ditemani olehistrinya, Sita Dewi, serta adiknya, Laksmana. Dalam pengasingannya itu Seri Rama danLaksmana berkelahi dengan Soera Pandaki, raksasa perempuan adik Rahwana. Kalah bertarung membuat Soera Pandaki meminta kakaknya untuk menculik Sita Dewi.Cerita terbitan Balai Pustaka ini mengadaptasi kisah yang berasal dari India tersebutmenjadi bermuatan lokal dan dengan bahasa Melayu, seperti dialog yang muncul saatSugriwa bertemu Rama : "Ja toeanku sjah alam, hambalah yang bernama Soegriwa,saudara maharadja Balia (Subali), radja segala kera, beroek, lotong, dan koekangsiamang, radja negeri Lagoer Katagina".Penulis India, P Lal, menerjemahkan Ramayana dari tulisan asli Walmiki dalam bahasaSansekerta ke dalam bahasa Inggris, dengan judul The Ramayana of Valmiki tahun 1981,kemudian diterjemahkan kembali ke bahasa Indonesia oleh Djokolelono tahun 1995. PLal

serta Barata dari istri kesayangan raja. srigunting. Macapat juga merupakan bagian dari tradisi lisan Jawa karenadisampaikan secara lisan sambil berdendang atau biasanya dikenal dengan nembang. atau duduk di bawah pohon-pohon rindang sambilmendengarkan burung-burung prenjak. kemudian dipadu dengan cerita-ceritasilsilah yang terdapat dalam buku Arjuna Sasrabahu karangan Raden NgabehiSindusastra terbitan Balai Pustaka Weltevreden 1930. Macapat adalah syair tertulis menceritakan kehidupan denganfilosofi tinggi. seperti Anoman (Hanoman) dikatakan sangat pandai mendendangkan macapat. yaitu ceritadalam bentuk macapat. kesan Jawa sangat terasa di sini. Rama meninggalkan Ayodya.TAMPAKNYA epik Ramayana telah menjelma dalam berbagai bentuk di Indonesia. menafsirkan. dalam pengasingan tersebut. Menjelang usia tua. Keikayi. Putri Mantili. itu bergembira selalu mengejar capung ataukupu-kupu.Ada perbedaan mendasar tentang asal-usul Sita.Penerjemahan Kekawin Ramayana itu dilakukan oleh Dinas Pendidikan Dasar ProvinsiDati I Bali dari bahasa Kawi (Jawa kuno) ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkantahun 1987. Sarpakenaka membujuk Rahwana untuk menculik Sita hinggaterlaksana. Penulis sendiri menyebut kisahRamayana yang dibuatnya adalah versi Indonesia sebagai terjemahan bebas dari KekawinRamayana. tradisi lisan masih tampak kuat di dalamnya. Laksmana. Barata. yang ia lakukan hanyalahmemperpendek dengan jalan menyunting dengan taat mengikuti naskah Sansekerta asli. dan dalam buku itu pun masih memuat beberapamacapat.Ada lagi epik Ramayana yang ditulis Sunardi DM tahun 1976 bersumber dari buku SeratPadhalangan Ringgit Purwa Jilid 36 dan jilid 37.Dalam tulisan P Lal dikisahkan. Raja Ayodya. dalam Hikajat Seri Rama diceritakan Sitaadalah anak Rahwana yang dibuang saat bayi karena dia tak menghendaki anak perempuan. Dalam epik terjemahan P Lal menunjukkan bahwa Walmiki seorang penyair utama. Namun. Laksmana dan Rama berkelahidengan Sarpakenaka. kemudian Laksmana dan Satrugnadari ibu Sumitra. Dasarata.mencoba menyingkat karya asli Walmiki menjadi sepertiganya. . Sita. Rahwana berkeras tidak akan mengembalikan Sita ke Rama hingga pertempuran terjadi. seperti kutipan berikut: "Berbahagia jugaRama menyaksikan istrinya. mengadaptasi. rencanaitu berubah karena Dasarata pernah berjanji akan menjadikan putra Keikayi.Dasarata memutuskan untuk menobatkan Rama sebagai putra mahkota. dan cocak berkicau bersahutsahutan". banyak dialogantartokoh diungkapkan secara puitis dengan gaya tulisan yang baik. Nuansa Indonesia tampak dari ilustrasi tempat. adik Rahwana.Selain itu. kemudian hidungnya dipotong oleh Rama. Namun. Yang tertua Rama dari permaisuri Kausalya. Sementara versi Sita tulisan P Lal mirip yang diceritakan Sunardi DM bahwaSita adalah anak Janaka dari negeri Mantili. mempunyai empat putra daritiga istri. memetik bunga-bunga. Karena khawatir akan terjadi perebutan kekuasaan. Sementara dalam buku Hikajat Seri Rama. Ditemani istrinya.sebagai penggantinya.meskipun dia mengakui penyingkatan itu sendiri semacam penafsiran. dan adiknya. Initerbukti dengan adanya Kekawin Ramayana dalam bahasa Kawi (Jawa kuno). tetapi dia tidak memperluas. maka Ramadibuang ke hutan selama 14 tahun. Tulisannyamenggunakan gaya bertutur sehingga pembaca merasa seolah-olah ada pendongeng yangmembawakan cerita itu secara lisan. Karenakekalahan tersebut. Buku ini tetap menggunakan bentuk asli macapat dalam huruf latin dandiberikan terjemahannya.

Kita mandi di danau saja!" ajak Puteri Nila. dan dahan-dahan pohon dipangkasnya hingga rapi." kata Puteri Jambon. Puteri-puteri Raja menjadi manja dan nakal. Taman istana yang sudah rapi. tertawa keras-keras. Meskipun kecantikan mereka hampir sama. "Hai pelayan! Masih ada kotoran nih!" ujar seorang yang lain sambil melemparkan sampah. Adik-adiknya dinamai Puteri Jingga. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Semula inang pengasuh melarangnya. si bungsu Puteri Kuning sedikit berbeda. Puteri Kelabu. Baju yang mereka pun berwarna sama dengan nama mereka. tak mengapa. sampai ayah mereka pulang. kesembilan puteri nya masih bermain di danau." kata sang raja. "Anakku yang rajin dan baik budi! Ayahmu tak mampu memberi apa-apa selain kalung batu hijau ini. Puteri Hijau. Karena sibuk menuruti permintaan para puteri yang rewel itu. Puteri Nila. Puteri Kuning diam saja dan menyapu sampahsampah itu. aku hanya ingin ayah kembali dengan selamat. kembali acakacakan. Mestinya ayah tak perlu membawakan apa-apa untuk kalian. pelayan tak sempat membersihkan taman istana. Tetapi lain halnya dengan Puteri Kuning. Ketika sang raja tiba di istana. Dalam hati ia bisa merasakan penderitaan para pelayan yang dipaksa mematuhi berbagai perintah kakak-kakaknya." katanya. rumput liar dicabutnya. "Ayah. 9 anak raja meminta hadiah yang mahal-mahal pada ayahanda mereka. Pertengkaran sering terjadi diantara mereka. Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Dengan begitu. Ia berpikir sejenak. lalu memegang lengan ayahnya. Mengetahui hal itu. Mereka hanya suka bermain di danau. Selama sang raja pergi. "Aku hendak pergi jauh dan lama. Oleh-oleh apakah yang kalian inginkan?" tanya raja. sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. para puteri semakin nakal dan malas. Mereka sering membentak inang pengasuh dan menyuruh pelayan agar menuruti mereka. Kesepuluh puteri itu dinamai dengan nama-nama warna. Ia mengumpulkan semua puteri-puterinya. Mereka meninggalkan Puteri Kuning seorang diri. Kakakkakaknya tertawa dan mencemoohkannya. "Sudahlah Ayah. Begitulah yang terjadi setiap hari. Batu . Puteri Kuning sangat sedih melihatnya karena taman adalah tempat kesayangan ayahnya. karena itu ia tidak mampu untuk mendidik anakanaknya. Kakak-kakak Puteri Kuning yang melihat adiknya menyapu. sang raja yang sudah tua dapat mengenali mereka dari jauh. "Lihat tampaknya kita punya pelayan baru. "Aku mau kain sutra yang berkilaukilau. Tak lama kemudian. Puteri Sulung bernama Puteri Jambon. bukannya warna kuning kesayanganmu!" kata sang raja. Sebaliknya ia selalu riang dan dan tersenyum ramah kepada siapapun. Bisanya hanya mengganggu saja!" Kata Puteri Kuning dengan marah. sungguh baik perkataanmu. Daun-daun kering dirontokkannya. Puteri Oranye. raja menjadi sangat sedih. Raja memang sudah mencari-cari kalung batu kuning di berbagai negeri. "Sudah ah." kata Puteri Jingga. ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang puteri yang cantik-cantik. Tanpa ragu."kata seorang diantaranya. "Kalian ini sungguh keterlaluan. Pada suatu hari. Puteri Merah Merona dan Puteri Kuning. raja hendak pergi jauh. namun Puteri Kuning tetap berkeras mengerjakannya. Puteri Kuning mengambil sapu dan mulai membersihkan taman itu. Kejadian tersebut terjadi berulang-ulang sampai Puteri Kuning kelelahan. Ia lebih suka bebergian dengan inang pengasuh daripada dengan kakak-kakaknya. aku bosan. raja pun pergi. namun benda itu tak pernah ditemukannya. Istri sang raja sudah meninggal dunia ketika melahirkan anaknya yang bungsu. "Aku ingin perhiasan yang mahal. "Anakku. sementara Puteri Kuning sedang merangkai bunga di teras istana.Hikayat Bunga Kemuning Dahulu kala. Ia tak terlihat manja dan nakal. Tetapi ia terlalu sibuk dengan kepemimpinannya. Tentu saja aku akan kembali dengan selamat dan kubawakan hadiah indah buatmu.

" sahut Puteri Kuning. bunganya putih kekuningan dan sangat wangi! Tanaman ini mengingatkanku pada Puteri Kuning.bunga kemuning bisa digunakan untuk mengharumkan rambut." ucapnya lagi. Puteri Hijau melihat Puteri Kuning memakai kalung barunya. kuberi nama ia Kemuning. sedih memikirkan Puteri Kuning yang hilang tak berbekas. pukulan tersebut menyebabkan Puteri Kuning meninggal. "Astaga! Kita harus menguburnya!" seru Puteri Jingga. Tak lama kemudian. "Hai para pengawal! Cari dan temukanlah Puteri Kuning!" teriaknya. Batangnya dipakai untuk membuat kotak-kotak yang indah. berbulan-bulan. Setelah mati pun. Baiklah. . Kakak-kakaknya menangkapnya dan memukul kepalanya. Puteri Kuning masih memberikan kebaikan. Puteri Hijau menjadi marah. Ketika Puteri Kuning sedang membuat teh." Biarlah anak-anakku kukirim ke tempat jauh untuk belajar dan mengasah budi pekerti!" Maka ia pun mengirimkan puteriputerinya untuk bersekolah di negeri yang jauh.hijau pun cantik! Lihat. Tak ada yang ingat pada Puteri Kuning. "Wahai adikku." kata Puteri Kuning dengan lemah lembut. Sang raja heran melihatnya. Bahkan. daunnya bulat berkilau bagai kalung batu hijau. tumbuhlah sebuah tanaman di atas kubur Puteri Kuning. Mereka lalu sepakat untuk merampas kalung itu. bukan kepadamu. serasi benar dengan bajuku yang berwarna kuning. tak ada yang berhasil mencarinya. namun ia mengambilnya dari saku ayah. Kakakkakaknya pun diam seribu bahasa. Tak disangka. Suatu hari. Puteri Kuning muncul. Mereka beramai-ramai mengusung Puteri Kuning. bunga. Ia segera mencari saudarasaudaranya dan menghasut mereka. apalagi menanyakan hadiahnya. berminggu-minggu. "Aku ini ayah yang buruk. sedangkan kulit kayunya dibuat orang menjadi bedak. Sejak itulah bunga kemuning mendapatkan namanya. karena ia tak menginginkannya lagi. Mendengarnya. Berhari-hari. Sewaktu raja mencari Puteri Kuning. lalu menguburnya di taman istana. "Tanaman apakah ini? Batangnya bagaikan jubah puteri. Tentu saja tak ada yang bisa menemukannya." katanya. "Yang penting. Raja sangat marah. Keesokan hari. tak ada yang tahu kemana puteri itu pergi. "Kalung itu milikku. ayah sudah kembali. Ayah memberikannya padaku. Raja sendiri sering termenung-menung di taman istana. karena aku adalah Puteri Hijau!" katanya dengan perasaan iri. Raja sangat sedih. Kita harus mengajarnya berbuat baik!" kata Puteri Hijau. kakak-kakaknya berdatangan. bagus benar kalungmu! Seharusnya kalung itu menjadi milikku. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya.!" kata raja dengan senang. Akan kubuatkan teh hangat untuk ayah. Puteri Hijau ikut mengubur kalung batu hijau.

Itulah sebabnya kemudian ia dikenal sebagai si Miskin. putera mahkota dari Palinggam Cahaya. Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya. perempuan. Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal. Maka. Tidak lama kemudian sepeninggal putra-putrinya itu. Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. lahirlah anaknya yang kedua. Akan nasib Marakarmah di lautan. teruslah dia hanyut dan akhirnya terdampar di pangkalan raksasa yang menawan Cahaya Chairani (anak raja Cina) yang setelah gemuk akan dimakan. Maka berkatalah si Miskin. Marakarmah dipukuli orang banyak. dicarinya ahli-ahli nujum dari Negeri Antah Berantah. Maharaja Indera Angkasa terlalu adil dan pemurah sehingga memasyurkan kerajaan Puspa Sari dan menjadikan iri hati bagi Maharaja Indera Dewa di negeri Antah Berantah.” Si Miskin pergi ke pasar. lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) dan diasuhnya dengan penuh kasih sayang. Jikalau dapat. Dengan takdir Allah terdirilah di situ sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya. “Diamlah. Waktu mencari api ke kampung. dijumpainya Marakarmah dalam . Ketika isterinya mengandung tiga bulan. Setelah ditolak oleh isterinya. Isterinya menyambut dengan tertawa-tawa dan terus dimakannya mangga itu. Kakanda berikan kepada tuan. Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. karena disangka mencuri. Waktu malam tidur di hutan. dengan hati yang sebal dan penuh ketakutan. pulangnya membawa mempelam dan makanan-makanan yang lain. Ketika Maharaja Indera Angkasa akan mengetahui pertunangan putra-putrinya. Tuan jangan menangis. Sesampai di tengah hutan. oleh para ahli nujum itu dikatakan bahwa Marakarmah dan Nila Kesuma itu kelak hanyalah akan mendatangkan celaka saja bagi orangtuanya. yang pada akhirnya menjadi isteri putera mahkota itu dan bernama Mayang Mengurai. Setelah diperolehnya setangkai mangga. Marakarmah dan Nila Kesuma berlindung di bawah pohon beringin. Waktu Cahaya Chairani berjalan –jalan di tepi pantai. Demikian seterusnya. Biar Kakanda pergi mencari buah mempelam itu. dengan hati yang berat dan amat terharu disuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu. Ditangkapnya seekor burung untuk dimakan. Si Miskin laki-bini dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa. pulanglah ia segera. kemudian dilemparkan ke laut. Negerinya diberi nama Puspa Sari. Atas bujukan jahat dari raja Antah Berantah. pergilah si Miskin menghadap raja memohon mempelam. Si Miskin menyatakan keberatannya untuk menuruti keinginan isterinya itu. siangnya berjalan mencari rezeki. ia menginginkan makan mangga yang ada di taman raja. didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya. Nila Kesuma ditemui oleh Raja Mengindera Sari. Setelah genap bulannya kandungan itu. bernama Nila Kesuma. seorang raja keinderaan beserta permaisurinya bibuang dari keinderaan sehingga sengsara hidupnya. Negeri Puspa Sari musnah terbakar. tetapi istri itu makin menjadi-jadi menangisnya. Si Miskin lalu berganti nama Maharaja Indera Angkasa dan isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. Tidak lama kemudian.Hikayat Si Miskin Karena sumpah Batara Indera.

yang menjadi sebab dapat bertemu kembali antara suami-isteri itu. Marakarmah selalu menolak menggubah bunga. yang seterusnya ditelan oleh ikan nun yang membuntuti kapal itu menuju ke Palinggam Cahaya. Selanjutnya. Marakarmah pergi ke negeri mertuanya yang bernama Maharaja Malai Kisna di Mercu Indera dan menggantikan mertuanya itu menjadi Sultan Mangindera Sari menjadi raja di Palinggam Cahaya. Negeri Antah Berantah dikalahkan oleh Marakarmah. Marakarmah mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin kembali. Kemudian. maka ditemuinyalah. gubahan bunga Marakarmah dikenal oleh Cahaya Chairani.keadaan terikat tubuhnya. Marakarmah dan Cahaya Chairani berusaha lari dari tempat raksasa dengan menumpang sebuah kapal. . yang kemudian dirajai oleh Raja Bujangga Indera (saudara Cahaya Chairani). Marakarmah menjadi anak angkat Nenek Kebayan yang kehidupannya berjual bunga. Alasannya. Nahkoda kapal yang jahat itu dibunuhnya. Dilepaskan tali-tali dan diajaknya pulang. Karena cerita Nenek Kebayan mengenai putera Raja Mangindera Sari menemukan seorang puteri di bawah pohon beringin yang sedang menangkap burung. Akhirnya. sampai Marakarmah dapat keluar dengan tak bercela. Dengan kesaktiannya diciptakannya kembali Kerajaan Puspa Sari dengan segala perlengkapannya seperti dahulu kala. ikan nun terdampar di dekat rumah Nenek Kebayan yang kemudian terus membelah perut ikan nun itu dengan daun padi karena mendapat petunjuk dari burung Rajawali. Kemudian. tahulah Marakarmah bahwa puteri tersebut adiknya sendiri. maka didorongnya Marakarmah ke laut. Timbul birahi nahkoda kapal itu kepada Cahaya Chairani.

Kerajaan Puspa Asri bertambah Jaya.Tanpa disangka. dengan hati yang berat dan amat terharu disuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu. dia menemukan mahkota raja.tapi sekarang Si Miskin kembali Miskin 1. Maka. Pengenalan :  Karena sumpah Batara Indera. Penyelesaian : .Dan saat itu dia dipanggil Si Miskin. seorang raja keinderaan beserta permaisurinya bibuang dari keinderaan sehingga sengsara hidupnya.Beberapa bulan kemudian istri si Miskin melahirkan anak kedua.Sinopsis : Setelah Raja Keindraan terkena kutukan oleh Batara Indra. Alur UNSUR INSTRINSIK : : Perjalanan Hidup : Maju Tahapan Alur: 1. Nila Kesuma ditemu oleh Raja Mengindera Sari.Si Miskin dan Istrinya diusir dan dimusuhi oleh penduduk daerah Antah Berantah.(Paragraf 9)  Tidak lama kemudian sepeninggal putra-putrinya itu.Setelah berpuluh-puluh tahun berpisah. Itulah sebabnya kemudian ia dikenal sebagai si Miskin. Waktu mencari api ke kampung. Muncul Konflik :  Maharaja Indera Angkasa terlalu adil dan pemurah sehingga memasyurkan kerajaan Puspa Sari dan menjadikan iri hati bagi Maharaja Indera Dewa di negeri Antah Berantah.Pada saat istri si Miskin mengandung 3 bulan. raja memberikan buah itu sukarela. Marakarmah dipukuli orang banyak.(Paragraf 11) 4.Dan pada saat itu terciptalah kerajaan Puspa Sari yang dipimpin oleh si Miskin.(Paragraf 10)  Sesampai di tengah hutan. Tema 2. putera mahkota dari Palinggam Cahaya.(Pada paragraph 1) 2. Ketegangan :  Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa.Dan mereka akhirnya pergi meninggalkan daerah Antah Berantah tersebut. akhirnya keduanya kembali bertemu dan akhirnya keduanya hidup damai. Dia dan istrinya jatuh miskin. kemudian dilemparkan ke laut. yang pada akhirnya menjadi isteri putera mahkota itu dan bernama Mayang Mengurai.Raja Antah berantah iri dan dengan siasat jahatnya dia berhasil membuat kedua anak si Miskin diusir.Saat si Miskin menggali tanah untuk membuat tenda. Ditangkapnya seekor burung untuk dimakan.(Pada paragraph 7) 3.Dan pada suatu saat lahirlah anak dari Si Miskin. Marakarmah dan Nila Kesuma berlindung di bawah pohon beringin. Dia mengidamkan buah mempelan di sekitar istana raja. karena disangka mencuri. Negeri Puspa Sari musnah terbakar.

(Paragraf 15)  Akhirnya. Tuan Putri Ratna Dewi : Baik.(Paragraf 7)  Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. Bukti :  . licik.(Paragraf 9) 2. oleh para ahli nujum itu dikatakan bahwa Marakarmah dan Nila Kesuma itu kelak hanyalah akan mendatangkan celaka saja bagiorangtuanya. Antagonis : Maharaja Indra Dewa c.. Maharaja Indera Dewa (raja Antah Berantah) : Iri hati. (Paragraf 8) d.(Paragraf 9) . Maka. (paragraph 7)  Atas bujukan jahat dari raja Antah Berantah. Bukti :  Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. jahat. Dengan kesaktiannya diciptakannya kembali Kerajaan Puspa Sari dengan segala perlengkapannya seperti dahulu kala. adil. 3. Bukti :  Maharaja Indera Angkasa terlalu adil dan pemurah sehingga memasyhurkan kerajaan Puspa Sari…. dengan hati yang berat dan amat terharu disuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu. Maka.Negeri Antah Berantah dikalahkan oleh Marakarmah.menjadikan iri hati bagi Maharaja Indera Dewa di negeri Antah Berantah. dengan hati yang berat dan amat terharu disuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu. pemurah. Selanjutnya. Marakarmah pergi ke negeri mertuanya yang bernama Maharaja Malai Kisna di Mercu Indera dan menggantikan mertuanya itu menjadi Sultan Mangindera Sari menjadi raja di Palinggam Cahaya. Penokohan : a. yang kemudian dirajai oleh Raja Bujangga Indera (saudara Cahaya Chairani). Protagonis : Maharaja Indra Angkasa b. lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) dan diasuhnya dengan penuh kasih saying. Marakarmah mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin kembali. (Paragraf 16)  3.(Paragraf 9) 5.. mudah terpengaruh. dengan hati yang berat dan amat terharu disuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu. Maka. bijaksana. Maharaja Indera Angkasa (Si Miskin) : Sabar. Perwatakan : 1. penyayang Bukti :  Setelah genap bulannya kandunga itu. Nila Kesuma : Patuh pada orangtua Bukti :  Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. Tritagonis : Marakarmah 4. Marakarmah : Patuh pada orangtua.

dengan rupa kainnya seperti dimamah anjing itu berjalan mencari rezeki berkeliling di Negeri Antah Berantah di bawah pemerintahan Maharaja Indera Dewa.. Dengan kesaktiannya diciptakannya kembali Kerajaan Puspa Sari dengan segala perlengkapannya seperti dahulu kala. dijumpainya Marakarmah dalam keadaan terikat tubuhnya.Di hutan. Negerinya diberi nama Puspa Sari. Dilepaskan tali-tali dan diajaknya pulang. siangnya berjalan mencari rezeki. yang kemudian dirajai oleh Raja Bujangga Indera (saudara Cahaya Chairani).  Sesampai di tengah hutan.Di lautan. Setting/ Latar : 1. penolong.. Nenek Kebayan : Baik hati. Marakarmah menjadi anak angkat Nenek Kebayan yang kehidupannya berjual bunga.. (Paragraf 12) 5. pulangnya membawa mempelam dan makanan-makanan yang lain.(Paragraf 2) . Cahaya Chairani : Baik hati Bukti :  Waktu Cahaya Chairani berjalan –jalan di tepi pantai. (Paragraf 13) 8. maka didorongnya Marakarmah ke laut…. sampai Marakarmah dapat keluar dengan tak bercela. (Paragraf 11)  Waktu malam tidur di hutan. Marakarmah mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin kembali.(Paragraf 6) .Negeri Puspa Sari..Negeri Antah Berantah dikalahkan oleh Marakarmah.  . (Paragraf 2) . Selanjutnya. penyayang. (Paragraf 12) 7. Bukti :  Kemudian. (Paragraf 12)  Kemudian. Marakarmah dan Nila Kesuma berlindung di bawah pohon beringin.Negeri Antah Berantah. ikan nun terdampar di dekat rumah Nenek Kebayan yang kemudian terus membelah perut ikan nun itu dengan daun padi karena mendapat petunjuk dari burung Rajawali. Setting Tempat : . Si Miskin lalu berganti nama Maharaja Indera Angkasa dan isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. Nahkoda kapal : Jahat Bukti :  Timbul birahi nahkoda kapal itu kepada Cahaya Chairani. (Paragraf 4) .Di Pasar.  Si Miskin pergi ke pasar.  Dengan takdir Allah terdirilah di situ sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya. (Paragraf 15) 6. .

maka didorongnya Marakarmah ke laut…. perempuan. (Paragraf 2) c. karena disangka mencuri.  Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramairamai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya. Akan nasib Marakarmah di lautan. Si Miskin lalu berganti nama Maharaja Indera Angkasa dan isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. lahirlah anaknya yang pertama laki-laki bernama Marakarmah (anak di dalam kesukaran) dan diasuhnya dengan penuh kasih saying.  Sepanjang perjalanan menangislah si Miskin berdua itu dengan sangat lapar dan dahaganya.(Paragraf 6) .Bahagia.  Waktu Cahaya Chairani berjalan –jalan di tepi pantai. (Paragraf 2)  Setelah ditolak oleh isterinya. Dilepaskan tali-tali dan diajaknya pulang.Di kapal.(Paragraf 5)  Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal.Negeri Palinggam Cahaya. pergilah si Miskin menghadap raja memohon mempelam. siangnya berjalan mencari rezeki. Setting Suasana : . Marakarmah dipukuli orang banyak. siang .(Paragraf 4)  Waktu mencari api ke kampung.Tegang. dijumpainya Marakarmah dalam keadaan terikat tubuhnya. lahirlah anaknya yang kedua. Setting Waktu : Malam. Timbul birahi nahkoda kapal itu kepada Cahaya Chairani. Marakarmah pergi ke negeri mertuanya yang bernama Maharaja Malai Kisna di Mercu Indera dan menggantikan mertuanya itu menjadi Sultan Mangindera Sari menjadi r aja di Palinggam Cahaya.  Akhirnya. Dengan takdir Allah terdirilah di situ sebuah kerajaan yang komplet perlengkapannya. mencekam dan ketakutan.(Paragraf 11) .Menyedihkan. (Paragraf 12) . didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya.(Paragraf 12) . kemudian dilemparkan ke laut. bernama Nila Kesuma. Negerinya diberi nama Puspa Sari. Tidak lama kemudian. (Paragraf 16) b.  Setelah genap bulannya kandungan itu. (Paragraf 12) .Di tepi pantai pulau raksasa. Waktu malam tidur di hutan. teruslah dia hanyut dan akhirnya terdampar di pangkalan raksasa yang menawan Cahaya Chairani (anak raja Cina) yang setelah gemuk akan dimakan. dengan hati yang sebal dan penuh ketakutan.  Marakarmah dan Cahaya Chairani berusaha lari dari tempat raksasa dengan menumpang sebuah kapal.

.Kita harus saling tolong-menolong terhadap sesama dan pada orang yang membutuhkan tanpa rasa pamrih. Gaya Bahasa : Melayu Klasik   . didapatnya sebuah tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis untuk berbelanja sampai kepada anak cucunya.Kita harus bersikap bijaksana dalam menghadapi segala hal di dalam hidup kita. 2. tetapi istri itu makin menjadi-jadi menangisnya.Janganlah mudah terpengaruh dengan kata-kata oran lain. (Paragraf 3) Ketika menggali tanah untuk keperluan membuat teratak sebagai tempat tinggal.(paragraf 2) di hutan. .Hendaknya seorang anak dapat berbakti pada orang tua. karena pengarang hanya berperan sebagai pengantar cerita. 3. NILAI-NILAI DALAM HIKAYAT SI MISKIN 1. ia menginginkan makan mangga yang ada di taman raja. karena hal tersebut dapat mendorong kita untuk berbuat hal yang tidak baik.Hendaknya kita dapat menolong sesama yang mengalami kesukaran.Seorang anak hendaknya dapat membahagiakan orangtuanya. Tuan jangan menangis. Nilai Moral .Hadapilah semua rintangan dan cobaan dalam hidup dengan sabar dan rendah hati. . Biar Kakanda pergi mencari buah mempelam itu. Nilai Budaya .Jangan memandang seseorang dari tampak luarnya saja. siangnya berjalan mencari rezeki. seorang raja keinderaan beserta permaisurinya bibuang dari keinderaan sehingga sengsara hidupnya. .  Karena sumpah Batara Indera. Waktu malam tidur seterusnya. . . Itulah sebabnya kemudian ia dikenal sebagai si Miskin. . Nilai Sosial .Janganlah kita mudah menyerah dalam menghadapi suatu hal. Si Miskin menyatakan keberatannya untuk menuruti keinginan isterinya itu. .Jangan mudah iri kepada orang lain. . (paragraf 6) 8. Amanat : . Sudut Pandang Pengarang : Orang ketiga. tapi lihatlah ke dalam hatinya.(Paragraf 3) 7. Demikian 6.(Pada paragraph 1)  Ketika isterinya mengandung tiga bulan.Jangan kita terlalu memaksakan kehendak kita pada orang lain.Sebagai seorang anak kita harus menghormati orangtua.

Nilai Pendidikan .Hendaknya kita selalu berdoa dan mendekat pada Tuhan di dalam segala hal yang kita alami dalam hidup kita. . 4.Hendaknya kita mau berbagi untuk meringankan beban orang lain. Seseorang yang sangat miskin. Seorang raja lebih mempercayai hasil ramalan seorang ahli nujum Bukti :  Ramalan palsu para ahli nujum itu menyedihkan hati Maharaja Indera Angkasa. akan diusir dan dibenci masyarakat Bukti :  Ke mana mereka pergi selalu diburu dan diusir oleh penduduk secara beramai-ramai dengan disertai penganiayaan sehingga bengkak-bengkak dan berdarah-darah tubuhnya (paragraf 2) 3. karena disangka mencuri.Percayalah pada Tuhan bahwa Dialah yang menentukan nasib manusia.Jangan mempercayai ramalan yang belum tentu kebenarannya.(paragraf 9) 2. Nilai Relligius . . Maka. dengan hati yang berat dan amat terharu disuruhnya pergi selama-lamanya putra-putrinya itu.Kita harus saling tolong-menolong terhadap sesama dan pada orang yang membutuhkan tanpa rasa pamrih.(paragraf 11) . Latar belakang penulis : a. Marakarmah dipukuli orang banyak. UNSUR EKSTRINSIK 1.Kita harus saling tolong-menolong terhadap sesama dan pada orang yang membutuhkan tanpa rasa pamrih.Seorang pemimpin harus memiliki sikap adil dan pemurah kepada rakyatnya.. . 5.Sebagai seorang anak kita harus menghormati dan berbakti pada orangtua dan dapat membahagikan orangtua kita. . . maka akan dikeroyok warga Bukti :  Waktu mencari api ke kampung. jika ada pencuri. Jaman dahulu.

Gemparlah negri Bintan itu dan terjadi kekacauan dimana-mana. Maka kata seorang anak yang menyaksikannya. Siang harinya.baju. Seluruh tubuh Hang Tuah berbau seperti wangi-wangian. banyak orang yang mati dan lukaluka.”Lalu pada malam harinya. ibunya juga memanggil para pemuka agama untuk mendoakan selamatan untuk Hang Tuah. Lebih baik kita pergi ke Bintan agar lebih mudah mencari pekerjaan. Hang Mahmud bermimpi bulan turun dari langit. Hang Jebat.”Hai. Pemberontak itu datang ke hadapan Hang Tuah lalu menikamnya bertubi-tubi.”Ayo kita pergi ke Bintan. seperti biasa Hang Tuah membelah kayu untuk persediaan. Pada saat itu. Maka ibunya berteriak dari atas toko. Hang Jebat dan Hang Kesturi bertanya kepadanya. Hang Tuah lalu mengayunkan kapaknya ke kepala orang itu. ia pun akan mati olehnya. dan Hang Lekui. Hang Mahmudpun terbangun dan mengangkat anaknya serta menciumnya.”Adapun anak kita ini kita jaga baik-baik. Maka Hang Tuah pun Melompat dan mengelak dari tikaman orang itu. Orang-orang pemilik took meninggalkan tokonya dan melarikan diri ke kampong. anakku. Dang Merdu pun langsung memandikan dan melulurkan anaknya. apalagi kita ini orang yang yang miskin. Hang Kesturi.Hikayat Hang Tuah Pada suatu ketika ada seorang pemuda yang bernama Hang Tuah. Ada seorang yang sedang melarikan diri berkata kepada Hang Tuah. dan ikat kepala serba putih. Hang Lekir.Lalu kata Hang Mahmud kepada istrinya.?”Maka kata Hang Tuah sambil membelah kayu. Hang Tuah. Cahayanya penuh di atas kepala Hang Tuah. Lalu ada pemberontak yang datang ke tengah pasar. Lalu Dang Merdu member makan Hang Tuah nasi kunyit dan telur ayam. Mereka pun langsung berlari-lari mendapatkan Hang Tuah. melainkan dengan kapak untuk kayu.”Pemberontak itu tidak pantas dibunuh dengan keris. hendak matikah kau tidak mau masuk ke kampung. Mereka bertempat tinggal di Sungai Duyung. Hang Mahmud pun menceritakan mimpinya kepada istri dan anaknya. baginda raja sangat mensyukuri adanya sang Hang Tuah. negri yang besar itu. ia memberikan anaknya itu kain. . iapun langsung bangkit berdiri dan memegang kapaknya menunggu amarah pemberontak itu.”Kemudian karena kejadian itu. cepat lari ke atas toko!”Hang Tuah mendengarkan kata ibunya.”Apakah benar engkau membunuh pemberontak dengan kapak?” Hang Tuah pun tersenyum dan menjawab.”Terdengarlah berita itu oleh keempat kawannya. lalu terbelalah kepala orang itu dan mati. Setelah mendengar kata suaminya.Ketika Hang Mahmud mendengar kabar itu. semua orang di Sungai Duyung mendengar kabar teng Raja Bintan yang baik dan sopan kepada semua rakyatnya. pasti ia akan dipanggil oleh Sang Raja.”Keesokan harinya. jangan diberi main jauh-jauh.”Waktu ia sedang berbicara ibunya melihat bahwa pemberontak itu menuju Hang Tuah samil menghunuskan kerisnya. katanya.”Negri ini memiliki prajurit dan pegawai yang akan membunuh. Setelah selesai dipeluknyalah anaknya itu. Hang Mahmud berkata kepada istrinya yang bernama Dang Merdu. Jika ia tidak datang ke istana.Setelah itu. anak Hang Mahmud.” Hai.”Dia akan menjadi perwira besar di tanah Melayu ini.

”Demikianlah cerita Hikayat Hang Tuah. kita akan membalasanya. maka hamba dengan dikawal datang untuk mengawasi mereka.Maka Tumenggung pun berdiskusi dengan pegawai-pegawai lain yang juga iri hati kepada Hang Tuah. “Hormat tuanku. alangkah buruknya nama baik hamba. sampai mukanya berwarna merah padam. Saat pegawai-pegawai hamba memberitahukan hal ini pada hamba. “Pergilah. tuan sangat menyukainya.”Maka Tumenggung menjawab. “Saya tidak ingin mempunyai istri lagi. Berita-berita itu sudah lama saya dengar dari para pegawai-pegawai saya. Baiklah kalau tuan percaya pada perkataan saya. Lalu ia bertitah kepada para pegawai yang berhati jahat itu. karena yang melakukan hal itu. tetapi si Tuah tidak mati. Kabarnya sekarang ini Hang Tuah berada di puncak dulu Sungai Perak. datanglah mereka ke hadapan Sang Raja. “Hai Tumenggung. pegawai saya yang hina tidak berani datang. karena si Tuah itu perwira besar. Setelah Baginda mendengar kata-kata Tumenggung yang sedemikian itu. “Siapa lagi yang berani melakukannya selain Hang Tuah itu. hamba sendiri juga tidak percaya. “Hormat tuanku. “Hai kalian semua. tetapi dia yang berkuasa itulah yang melakukan hal ini. lalu menyembah Sang Raja. saya mohon ampun dan berkat. di sana ia duduk menjadi raja segala Batak dan orang hutan. Tumenggung dan segala pegawai-pegawainya datang berlutut. murkalah ia. karena jika tidak.”Setelah Baginda mendengar hal itu.”Setelah Sang Baginda mendengar hal itu. Sekarang pun raja ingin bertemu dengan seseorang. maka Baginda bertitah. apa saja yang telah kalian ketahui?”Maka seluruh menteri-menteri itu menjawab. “Hormat tuanku. singkirkanlah si durhaka itu!”Maka Hang Tuah pun tidak pernah terdengar lagi di dalam negri itu. “Siapakah orang itu. saya mohon ampun dan berkat. Perempuan tersebut bernama Dang Setia. maka Raja pun terkejut lalu bertanya. katakana saja. lalu ditanyainya orang itu dan ia berkata. Sang Hang Tuah kah?”Maka Tumenggung menjawab. Hamba takut ia melakukan sesuatu pada perempuan itu. Maka saat sang Baginda sedang duduk di tahtanya bersama para bawahannya. seolah-olah menjelek-jelekkan orang itu.”Maka Baginda bertitah. apalagi di menjadi wali Allah. ada banyak berita tentang penghianatan yang sampai kepada saya. . “Tidakkah tuan ingin mempunyai istri?”Lalu jawabnya. untuk datang saja hamba takut. lalu hamba melihat Sang Tuah sedang berbicara dengan seorang perempuan di istana tuan ini. Setelah diskusi itu.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->