DIANA CHUSNA MUFIDA

Definisi
Berkembangbiaknya organisme dalam saluran kemih, yang dalam keadaan normal tidak mengandung bakteri, virus maupun organisme yang lain.  Wanita lebih banyak daripada pria

Urethritis  Kandung Kemih . Cystitis  Ureter . Prostatitis  . Ureteritis  Jaringan Ginjal Pyelonephritis  Prostat .SALURAN KEMIH Urethra .

MiKroorganisme  BAKTERI : Escherichia coli Proteus sp * Staphylococcus sp * Streptococcus sp Klebsiella sp Enterobacter sp Pseudomonas sp  JAMUR : = Candida sp.  VIRUS : Papovavirus Herpes simplex Adenovirus .

ULANG (ISKU)  .JENIS ISK ISK ASIMTOMATIS (ISKA)  ISK SIMTOMATIS (ISKS)  ISK BERULANG .

ISK BERULANG     Relapse : Oleh Strain Yang Sama Reinfeksi : Oleh Species Berbeda Persistent : Karena Kegagalan Terapi Kelainan Pada Saluran Kemih Isku VUR (Vesico Urethral Reflux) Penyumbatan Kelainan Kongenital Saluran Kemih .

Diagnosis ISK  Diagnostik Nonmikrobiologik : Berdasarkan Gejala Klinik  Pyuria  Tes Glucose Oxidase  Tes Triphenyl Tetrazolium HCl  Tes Nitrite  Tes Catalase   Diagnostik Mikrobiologik : Pemeriksaan Mikroskopik  Kultur Dan Hitung Jumlah Bakteri  Kultur Untuk Penapisan  .

Tes TTC. Tes Nitrite dan Tes Catalase maka terdapat false positip dan false negative  . terdapat  ISK asimptomatis yang terabaikan Jika berdasarkan adanya Pyuria : 50% Pyuria (+) ISK (-) false (+)  50% Pyuria (-) ISK (+) false (-)  Berdasarkan Tes Glucose oxydase.Pemeriksaan Non mikrobiologik   Jika berdasarkan gejala klinis .

 Kunin.  McClin PH & Tavel. maka perlu pemeriksaan biakan urin.Diagnosis ISK ISK Asimtomatis diagnosis tidak bisa berdasarkan gejala klinis.FR (1971) : Diagnosis berdasarkan pyuria.CM (1979) hanya 50% saja bakteriuria bermakna dimana pyuria (+)  Karena itu diagnosis ISK ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan biakan urin  . maka dijumpai 34% negatip palsu.

Kultur Urin Untuk Penapisan : Dip Slide (Uricult .Cled)  DIP STRIP (Microstix)  .Diagnosis berdasar px mikrobiologi Pemeriksaan Mikroskopis Urin  Pemeriksaan Kultur Dan Hjb :  Pour Plate Method  CALIBRATED LOOP (0.001 Cc)   C.

tidak ada rintangan psikologis. boleh dilakukan jika tidak ada indikasi lain. reabilitas hasil cukup tinggi 80% jikadiperiksa lebih dari 1 kali reabilitas lebih tinggi.   Urin Dari Kateter :  tidak Urin Aspirasi Supra Pubic :  hasilnya paling reliable tetapi ada rintangan psikologis .Bahan Urin Untuk Pemeriksaan  Urin porsi tengah  Paling rutine karena tidak ada trauma.

atau disimpan pada suhu 4 oC sampai 24 jam  Pada pemeriksaan ini ditentu hjb (bacterial count) : kriteria kass  hjb 100.000 – 10.Urin Porsi Tengah Bahan upt harus ditampung sesuai prosedur  upt pagi pertama dan setelahditampung harus diperiksa sebelum 1jam.000 cfu per cc urin kontaminan hjb antara 100.000 cfu per cc urin atau lebih bakteriuria bermakna    hjb kecil dari 10.000 cfu per cc urin bakteriuria tidak bermakna sebaiknya diulang pemeriksaan .

Manfaat Biakan Urin selain Dx ISK Menilai efektivitas antimikroba  Un tuk mengetahui adanya ISKU  Untuk mengetahui ISKU disebabkan oleh strain yang sama atau spesies yang berbeda  .

Faktor predisposisi ISK kelainan anatomis dan gangguan neurologis saluran kemih pada anak anak  komplikasi penyakit :  diabetes  prostat hypertrophi  neoplastik (tumor)  penyakit infeksi  daya tahan turun : pada kehamilan terdapat perobahan hormonal sehingga terjadi perobahan sel epithel saluran kemih  kateterisasi  .

Gejala Disuria  Polakisuria  Urgency ( terdesak kencing )  Nyeri supra pubik  Rasa terbakar di uretra atau muara uretra luar  Stranguria  Tenesmus  Nokturia  Kolik ginjal dan ureter  hematuria  .

pathogenesis  Upper urinary tract infection: Pyelonephritis  Cystitis Lower urinary tract infection: .

PATHOGENESIS Host factors: • • • • • • • • • • Age Uncircumcised boys Female infants Race/ethnicity Genetic factors Urinary obstruction Neurogenic Bladder. Dysfunctional elimination Vesicoureteral reflux Sexual activity Bladder catheterization .

Faktor virulensi Toksin  Faktor yang memperantai adhesi bakteri ke epitel permukaan saluran kemih.  Enzim yang menyebabkan degradasi jaringan  Faktor yang memacu endositosis dan mencegah fagositosis  . pili dan OMP( outer membran protein ).

 Menentukan kemampuan organisme menyebabkan infeksi  .Adhesi Merupakan tahapan penting bakteri patogen .  Diperantarai oleh protein adhesi dan karbohidrat dari sel host.penyebabkan infeksi.

Escherichia coli .

Hematogen dapat menyebabkan sepsis. Penyebab isk terbanyak :  isk di masyarakat 85%  Hospital . terjadi secara ascenden Dirumah sakit secara ascenden dan decenden. krn pemakaian kateter 50% Di luar rumah sakit . meningitis .

biasanya pada lansia.  .Penyebab E coli strain UPEC  Wanita umur kurang 10 tahun dan antara 20-40 tahun. karena pembesaran prostat.  Laki-laki lebih jarang.

Faktor virulensi 1.Adhesin : tipe 1 pili . Dr adhesin 2. . cytotoxic nicrotizing factor-1 ( CNF-1 ). endotoxin pada LPS dan exotoxins yaitu hemolisin ( Hly A ). AFA III. Kemampuan invasi ke uroepithel 3 toxins. P pili dapat adhesi ke ginjal. hanya dimiliki oleh UPEC adhesin non pili AFA 1.

Proteus Yang menyebabkan isk adalah proteus mirabilis  ISK terutama pasien yang memakai kateter dan adanya anomali pada saluran kemih  Bahaya bisa menimbulkan komplikasi berupa batu buli-buli dan batu ginjal.  Komplikasi lain sepsis  .

Faktor virulensi Fimbriae atau pili  Urease  Hemolisin  IgA dan IgG protease  Kemampuan melakukan invasi  .

.

.Amikin – Dibekasin – Gentamycin .l. Nitrofurantoin Nalidixic acid Pipemidic acid Trimethoprim sulfomethosasole Golongan Quinolone : .Antimikroba untuk ISK       Kelompok obat Betalactam  Ampicillin  Cephalosporin a.Ofloxacin .Cyprofloxacin – .Ceftriaxon – Cefotaxim – Ceftazidim.Kanamycin .Norfloxacin Aminoglycoside : . : .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful