Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Tumbuhan di bumi ini sangat beragam baik dilihat dari karekter warna daun, warna bunga, tipe daun, tipe batang, tipe akar bahkan habitat hidupnya. Keanekaragaman tersebut dapat kita lihat melalui perawakan atau morfologinya. Kita dapat mengetahui perbedaan warna mahkota bunga, bentuk mahkota, bentuk daun yang berbeda, jenis batang yang berkayu atau tidak dan banyak aspek morfologi lainnya yang dapat diamati. Keanekaragaman tumbuhan dapat dilihat sampai dengan tingkat spesies sebagai contoh bunga mawar. Bunga mawar merah belum tentu memiliki struktur morfologi yang sama dengan bunga mawar putih kata lain dari satu marga setiap spesies memiliki perbedaan satu sama lain sehingga keanekaragaman di Indonesia memiliki keanekaraagaman yang sangat tinggi. Keanekaragaman tingkat jenis dapat dilihat pada bunga Kana. Bunga Kana memiliki bentuk dan warna yang beraneka ragam, antara satu spesies dengan spesies lain memiliki perbedaan walaupun hanya beberapa. Warna bunga Kana pun sangat beraneka ragam dari yang memiliki dasar warna kuning, jingga, merah, bahkan merah muda, tetapi ada beberapa yang memiliki warna mahkota yang berornamen seperti bunga Kana kuning dengan ornamen bintik jingga, wara kuning ornamen bintik jingga, merah ornamen bintik kuning dan masih banyak lagi. Tidak hanya warna tetapi bentuknya pun beranekaragam ada bunga Kana becil dan ada yang besar. Dalam peneliti ini penulis membahas tentang persamaan dan perbedaan karakteristik morfologi tumbuhan Kana kuning besar, tumbuhan Kana kuning kecil, dan tumbuhan Kana jingga besar. Tujuan kami dalam melakukan penulisan proyek ini adalah untuk mengetahui persamaan dan perbedaan karakter morfologi tumbuhan Kana kuning besar, tumbuhan Kana kuning kecil, dan tumbuhan Kana jingga besar dan melihat hubungan kedekatan antar ketiganya.

B. Rumusan masalah Dari latar belakang di atas diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana perbedaan ciri morfologi tumbuhan Kana kuning besar, tumbuhan

Kana kuning kecil, dan tumbuhan Kana jingga besar?


2. Bagaimana persamaan ciri morfologi tumbuhan Kana kuning besar, tumbuhan

Kana kuning kecil dan tumbuhan Kana jingga besar?


3. Bagaimana hubungan persamaan dan perbedaan karekteristik morfologi

tumbuhan Kana kuning besar, tumbuhan Kana kuning kecil, dan tumbuhan Kana jingga besar? C. Tujuan Adapun tujuan dalam melakukan praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan ciri morfologi tumbuhan Kana

kuning besar, tumbuhan Kana kuning kecil, dan tumbuhan Kana jingga besar.
2. Untuk mengetahui berapa banyak karekter diagnostik dan karakter sintetik

dari tumbuhan Kana kuning besar, tumbuhan Kana kuning kecil, dan tumbuhan Kana jingga besar.
3. Untuk mengetahui hubugan karakter diagnostik dengan karakter sintetik

dengan hubungan kekerabatan dari tumbuhan Kana kuning besar, tumbuhan Kana kuning kecil, dan tumbuhan Kana jingga besar.

BAB II KAJIAN PUSTAKA


2

A. Deskripsi Deskripsi adalah suatu tulisan atau ucapan lisan yang menggambarkan sifat suatu benda atau organisme. Tujuan utama penyusunan deskripsi adalah untuk membantu pengenalan terhadap suatu sampel atau takson. Berdasarkan fungsinya inilah deskripsi dibagi menjadi dua, yaitu deskripsi analitik dan deskripsi diagnostik. Deskripsi analitik juga dapat disebut deskripsi umum dikarenakan deskripsi ini berisi semua sifat atau karakter alamiah dari suatu sampel atau takson. Fungsi deskripsi analitik adalah meenggambarkan dengan kata-kata serinci dan sejelas mungkin suatu organisme atau sampel yang kita maksudkan, atau yang sedang kita amati. Deskripsi diagnostik berisi karakter-karakter yang penting saja. Fungsi deskripsi diagnostik adalah menyampaikan tanda atau karakter taksonomi yang dimiliki suatu organisme atau suatu takson, karena itu dalam deskripsi ini hanya tercantum karakter taksonominya. Bila dalam deskripsi diagnostik jelas disebut nama jenis lain sebagai pembanding, maka deskripsinya disebut diagnostik diferensial. Fungsi deskripsi diagnostik diferensial adalah menunjukkan karakter pembeda dengan takson tertentu lainnya. Hal yang perlu dipertimangkan apabila akan memyiapkan deskripsi. Deskripsi harus : 1. 2. 3. 4. Relevan dengan publikasi. Dengan kata lain kita tidak akan mendeskripsikan tipe plasentasi karpel dalam manual yang diperuntukkan bagi masyarakat awam. Akurat/tepat (penggunaan terminologi harus benar). Semua vaiasi yang terdapat dalam takson harus terdeskripsi (beberapa karakter dapat bervariasi secara jelas dalam takson). Harus konsisten dalam memperlakukan. Dengan kata lain deskripsi harus mengikuti urutan standar baku. Urutannya : habitus tumbuhan diikuti gambaran vegetativ, diikuti gambaran reproduktiv. Informasi lain, seperti manfaat ekonomi, kisaran, habitat, elevasi, nama lokal (daerah), jumlah kromosom perlu dimasukan. 5. 6. Urutan karakter secara khusus dalam manual meliputi : (a) bentuk umum (besar, kecil, evergreen, parasitik); (b) kelamin; (c) durasi tumbuhan, dsb. Harus meliputi standar asumsi mengenai tumbuhan seperti apa adanya. Misalnya , kecuali dikatakan lain bahwa tumbuhan memilii daun, batang, akar dan organ reproduktiv, memiliki klorofil, dsb. 7. Deskripsi untuk spesies dibuat lebih detail (rinci) dari pada genus atau takson di atasnya.
3

B. Pengertian karakter Konsep karakter merupakan dasar ilmu taksonomi. Karakter memberikan informasi dasar untuk klasifikasi dan karakter diagnostic yang digunakan identifikasi, karakter perlu sekali untuk penentuan kekerabatan, dan kombinasi karakter berhubungan dengan organism berbeda membentuk dasar penamaan taksa. Karakter merupakan ekspresi bentuk, struktur atau fungsi yang oleh ahli taksonomi digunakan untuk tujuan tertentu seperti perbandingan atau interpretasi secara praktis. Terdapat 3 macam karakter dalam taksonomi: o Karakter diagnostic yaitu karakter yang berbeda o Karakter sintetik yaitu karakter yang sama o Variasi karakter yaitu karakter yang berbeda pada tingkatan taksa pada tingkatan yang sama. C. Morfologi Tumbuhan ( Akar, Batang, Daun, dan Bunga) Morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mengkaji berbagai organ tumbuhan, baik bagian-bagian, bentuk maupun fungsinya. Secara klasik, tumbuhan terdiri dari tiga organ dasar:

Daun, Batang, dan Akar. Organ-organ lain dapat digolongkan sebagai organ sekunder karena terbentuk

dari modifikasi organ dasar. Beberapa organ sekunder dapat disebut sebagai organ aksesori, karena fungsinya tidak vital. Beberapa organ sekunder penting:

Bunga Buah Biji Akar merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di bawah tanah yang berfungsi untuk memperkuat berdirinya, menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut dalam tanah, mengangkut air dan zat-zat makanan.

1. Morfologi akar

Hal yang dikaji dalam morfologi akar biasanya sistem perakaran, termasuk akar tunggang atau akar serabut.bentuk akar meliputi; bentuk tombak (fusiformis), bentuk gasing (napiformis), bentuk benang (fuliformis). 2. Morfologi batang a. Tipe batang
a. batang basah (herbaceous), yaitu batang yang lunak dan berair b. batang berkayu (lignosus), batang yang biasanya keras dan kuat c. batang rumput (calmus), batang yang mempunyai ruas-ruas yang nyata

dan seringkali berongga.


d. batang mendong (calamus), batang rumput tetapi mempunyai ruas-ruas

yang lebih panjang. b. Bentuk batang


bulat (teres), / angularis bersegi misal, bersegi segi empat (quadrangularis), segitiga

(triangularis).

Pipih, dibedakan menjadi filokladia dan kladokadia.

c. Permukaan Dan Arah Tumbuh Batang Permukaan batang meliputi; licin (laevis), berusuk (costatus), beralur (sulcatus), bersayap (alatus), berambut (pilosus), berduri (spinosus). Arah tumbuh batang meliputi; tegak lurus (erectus), menggantung (dependens), berbaring (humifusus), menjalar atau merayap (repens), serong ke atas (ascendens), mengangguk (nutans), memanjat (scandens), membelit (volubilis). d. Konstruksi percabangan 1. Pohon tidak bercabang a. b. Model holtum; pohon memiliki satu sumbu saja, tidak Model corner, pohon memiliki satu sumbu saja, tidak bercabang dan perbungaan lateral, meristem apeks tumbuh terus. 2. Pohon bercabang
5

bercabang dan tunas terminal berkembang menjadi perbungaan.

A. sumbu vegetative semua ekivalen dan ototrop


a.

Model thomlinson, dari tunas ketiak di bawah tanah tumbuh

sumbu baru tegak ke atas, tiap sumbu di atas tanah membentuk perakaran sendiri dan ekivalen dengan kaulomer lain.
b.

Model chamberlain, sumbu vegetative di atas tanah lurus yang

terdiri dari beberapa kaulomer yang bersinambungan (simpodial) tiap kaulomer tumbuh sampai menghasilkan perbungaan terminal dari setiap kaulomer hanya menghasilkan satu kaulomer anak di bawah perbungaan terminal. c. Model leeuwenberg, sumbu batang di atas tanah beruas dalam jadi perbungaan, tepat di bawah perbungaan tiga dimensi, karena kaulomer awal tumbuh sampai tunas terminal berkembang berkembang 3 tunas ketiak yang masing-masing tumbuh menjadi kaulomer dan menempati ruang 3 dimensi. B. Sumbu vegetative terdiferensiasi a. Model kwan koriba, pohon memperlihatkan struktur beruas dan beberapa kaulomer monocarp, percabanga simpodial. b. Model aubreville, batang pokok monopodium yang ritmis, cabang beruas dan plagiotrop menurut aposisi kaulomer secara tak terbatas. c. Model roux, batang pokok monopodium motrotop dengan cabang kontinu atau difus, cabang plagiotrop dengan daun berhadapan, cabang sering monopodium dan dapat juga simpodium. C. Sumbu vegetative dengan struktur campur a. b. Model champagnant, batang pokok otrotop simpodial, filotaksis daun spiral Model troll, bisa terjadi batang pokok monopodium atau simpodium, pertumbuhan awal ortotrop kemudian menjadi plagiotrop, daun cenderung berhadapan, sumbu pertama bersifat ortotrop. 3. Morfologi Daun
6

Dalam mengkaji morfologi daun biasanya diidentifikasi bagian-bagian daun, meliputi upih daun, pelepah daun, tangkai daun dan helaian daun. Bangun atau bentuk daun, a. Bentuk Daun (Circumscriptio) Berdasarkan letak bagian daun yang melebar dapat dibedakan 4 golongan daun yaitu daun dengan :
a. Bagian yang terlebar berada di tengah-tengah helaian daun b. Bagian yang terlebar terdapat di bawah tengah-tengah helaian

daun.
c. Bagian yang terlebar terdapat di atas tengah-tengah helaian

daun. d. Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal sampai ujung hampir sama lebarnya. b. Ujung daun Ada beberapa bentuk ujung daun yaitu: 1. jika pertemuan tepi daun puncak dengan membentuk sudut lancip, maka disebut ujung daun meruncing (acutus). Biasanya ditemukan pada daun bangun membulat, lanset, segitiga, delta, belah ketupat dan lain-lain. 2. jika pertemuan tepi daun berada di bawah puncak maka ujung daun disebut meruncing (acuminatus). 3. jika pertemuan tepi daun berada di atas puncak dan membentuk sudut tumpul maka ujung ini disebut tumpul (obtusus) 4. jika pertemuan tepi daun tidak membentuk sudut atau bulat maka disebut ujung daun membulat (rotundatus) 5. jika ujung daun rata disebut romping (truncates) 6. jika ujung daun berlekuk maka disebut ujung daun terbelah (retusus) 7. jika ujung daun berduri maka disebut mucronatus 8. jika ujung daunnya menggulung disebut cirrhosus, biasanya ditemukan pada ujung daun yang bersulur seperti kembang sungsang.
7

9. Jika pada daun yang distalnya sempit terdapat ujung yang panjang seperti jarum disebut aristatus. 10. Jika pada daun yang bagian distalnya lebar dan terdapat ujung yang panjang seperti jarum disebut caudatus. c. Pangkal daun Ada beberapa bentuk pangkal daun yakni : 1. Pangkal daun yang tidak menyatu

Runcing / acutus Meruncing / acuminatus Tumpul / obtusus Membulat / rotundatus Rompang atau rata / truncates Berlekuk / emarginatus Hestatus

2. Kedua tepi daun menyatu (connatus) Ditembus batang, jika pangkal daun tumbuh menyatu dengan daun yang ada dihadapannya disebut conatus-perfoliatus, dan apabila kedua tepi daun menyatu dan mengelilingi batang disebut perfoliolatus. d. Tulang daun Berdasarkan besar kecilnya tulang daun, dapat dibedakan menjadi : 1. Ibu tulang daun (costa), ukuran besar, merupakan terusan dari tangkai daun, biasanya membagi daun menjadi dua bagian. 2. 3. Tulang daun lateral (nervus lateral), cabang tulang daun yang keluar dari ibu tulang daun. Urat daun (vena), tulang daun yang amat kecil yang tersusun seperti jala atau sejajar.

Sistem tulang daun menunjukkan cara tulang daun tersusun dalam helaian daun, menurut susunan tulang daunnya dikenal : 1. 2. 3. Jika tulang daun terpencar kea rah tepi daun Bertulang menjari/ palminervis, cabang tulang daun Bertulang menyirip / penninervis, cabang keluar di

terpencar dari satu titik pada pangkal ibu tulang. sepanjang ibu tulang daun. Jika di bagian atas ujung daun tulang menyatu 1. Bertulang lurus / rectinervis, biasanya ditemukan pada daun rumput-rumputan. 2. Bertulang melengkung / curvinervis, biasanya ditemukan pada hampir semua melastomataceae. e. Tepi helaian daun Berdasarkan torehan yang ada pada daun suatu tumbuhan, maka daun dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu dengan pinggiran rata atau intinger dan daun dengan torehan pada tepinya / divisus. Berdasarkan yang terjadi pada pinggir daun disebut sinus, serta tonjolannya disebut dengan angulus. Berdasarkan bentuk sinus dan angulusnya, maka pinggir daun dengan torehan merdeka dapat dibedakan atas: 1. 2. 3. 4. 5. tumpul. 6. tumpul. Berombak / repandus, jika sinus dan angulus sama-sama Bergerigi / serratus, sinus dan angulusnya sama runcing Bergerigi ganda / bisserratus, jika angulus pada daun Berombak / repandus, jika angulus dan sinusnya samaBergigi / dentatus, jika sinus tumpul dan angulusnya Beringgit / crenatus, jika sinusnya tajam dan angulusnya

yang bergerigi mempunyai gerigi lagi. sama tumpul. runcing.

f. Daging daun Tebal atau tipisnya helaian daun, pada hakekatnya juga bergantung pada tebal tipisnya daging daunnya. Sifat ini dibedakan menjadi: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Tipis seperti selaput / membranaceus tipis seperti selaput (membranaceus), seperti kertas (papyraceus), tipis lunak (herbaceous), seperti perkamen (perkamentus), seperti kulit (coriaceus), berdaging (carnosus)

Sifat lain misalnya warna daun, permukaan daun dan tipe daun (daun majemuk, daun tunggal). 4. Morfologi bunga Bunga merupakan modifikasi dari daun dan batang, dan berkembang dari pucuk yang tumbuh menjadi ranting diiringi daun-daun yang sangat rapat. Morfologi umum bunga terdiri dari: a. Perhiasan bunga (periantum), yang terdiri dari: a. b. c. sepal / daun kelopak (sepalum, jamak sepala), keseluruhan Petal atau daun mahkota (petalum, jamak petal), keseluruhan Perigonium atau tenda. daun kelopak disebut kaliks (calyx) daun kelopak disebut korola.

b. Alat kelamin yang terdiri dari: a. Stamen atau benang sari, keseluruhan stamen bunga disebut androceium, bagiannya adalah kepala sari (anther) yang berisi serbuk sari (pollen) serta tangkai sari (filament) b. Pistillum atau putik, terdiri dari ovarium, stilus dan stigma. Ovarium disusun oleh karpel atau daun buah.
10

c. Variasi bunga Alat kelamin dan kelengkapannya 1. Bunga lengkap, yaitu bunga yang mempunyai sepal, stamen, dan pistillum. Bunga tidak lengkap, yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu atau lebih bagian- bagian tersebut. 2. Bunga banci (bisexual), yaitu bunga yang memiliki alat kelamin jantan dan betina. Sedangkan bunga yang hanya memiliki salah satunya disebut bunga unisexual yakni bunga jantan (non muskulus), dan bunga betina (non femineus). 3. Bunga mandul, yaitu bunga yang tidak memiliki alat kelamin seperti bunga pita pada bunga matahari. 4. Bunga yang mengalami adnasi adalah bunga yang memiliki bagianbagian yang menyatu. D. Bunga Kana 1. Nama umum Indonesia: Inggris: Pilipina: Bunga kana, bunga tasbih, ganyong hutan canna, poloke, Indian-shot Tikas

2. Klasifikasi Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili : Plantae (Tumbuhan) : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) : Spermatophyta (Menghasilkan biji) : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) : Commelinidae : Zingiberales : Cannaceae
11

Genus Spesies

: Canna : Canna indica L.

Bunga Kana atau bunga tasbeh berasal dari daerah tropis benua Amerika. Tumbuhan ini mampu hidup di dataran rendah hingga ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Tumbuhan ini tumbuh besar, tegak, dengan tinggi mencapai dua meter. Tanaman ini memiliki rimpang tebal menyerupai ubi. Daunnya besar dan lebar, menyirip jelas. Warnanya hijau atau merah tengguli. Bunganya besar dengan warna-warna cerah, seperti merah, merah muda, dan kuning yang tersusun dalam bentuk tandan. Tanaman ini tergolong tanaman luar dengan nama latin Canna lily. Tanaman ini biasanya tumbuh di hutan dan pegunungan walau tak jarang dijadikan tanaman hias di pekarangan dan taman kota, karena memiliki bunga yang mempesona. Dan teryata dibalik pesona aneka warnanya bunga Kana memiliki daya penyembuhan yang luar biasa. Bunga Kana menyukai sinar matahari dan tanah yang lembap kearah basah. Di Indonesia, bahkan Kana ditanam sebagai tanaman air didalam kolam. Kana di Australia tahan terhadap udara panas yang kadang kadang cukup ekstrim, tetapi tidak menyukai udara dingin sama sekali. Juga siput (snail) adalah musuh utama Kana karena mereka suka memakan daunnya.

3 Jenis-Jenis Bunga Kana a. Orange Canna

b. Yellow Canna

12

c. Pink Canna

4. Khasiat Bunga Kana Bunga kana bisa digunakan sebagai obat penurun panas, tekanan darah tinggi, , metrorrhagia (haid banyak), keputihan, sakit kuning, batuk darah,luka berdarah, jerawat. Kandungan kimia yang terdapat di bunga tasbih antara lain enam substansi phenol, dua terpene, empat coumarin, pati, glukose, lema alkaloid dan getah.. Bagian yang dapat dimafaatkan adalah rimpang, daun, bunga dalan keadaan segar maupun kering.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang kami lakukan adalah jenis penelitian observasi. Dimana kami meninjau di seluruh kawasan ketintang wiyata surabaya untuk mencari spesimen kemudian kita dentifikasi selanjutnya kami analisis, hingga kami dapat menarik kesimpulan dari data yang kami peroleh.
13

B. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah tanaman kana yaitu kana kuning besar, kana kuning kecil, dan kana jingga yang meliputi bagian akar, batang, daun dan bunga yang kita dapat dari eksplorasi di alam dan kemudian kita koleksi. C. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Tempat dalam melakukan eksplorasi yaitu di daerah Ketintang Wiyata Surabaya mengenai berbagai jenis-jenis bunga kana yang terdapat di daerah tersebut selama 2 hari pada tanggal 20-21 Februari 2012. Pengidentifikasian dilakukan di kampus Ketintang Unesa, Fakultas MIPA, Jurusan Biologi pada tanggal 22 Februari 2012. D. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang kami gunakan dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Tumbuhan Kana kuning besar 2. Tumbuhan Kana kuning kecil 3. Tumbuhan Kana jingga 4. Kamera HP

5. Silet 6. Lup
7. Buku panduan morfologi Gembong

8. Alat tulis E. Prosedur Penelitian Prosedur dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Tahap eksplorasi Pada tahap ini kami melakukan pencarian jenis-jenis bunga kana yang ada di daerah Ketintang Wiyata Surabaya. Dan dari eksplorasi trsebut kami menemukan bunga kana dengan warna dan bentuk yang berbeda yaitu bunga kana kuning besar, bunga kana kuning kecil, dan bunga kana jingga. Mendokumentasikan jenis-jenis bunga kana tersebut dengan menggunakan Camera HP. Dan mencatatnya.
14

2.

Tahap pengkoleksian Mengkoleksi tumbuhan Kana kuning besar, tumbuhan Kana kuning kecil, dan tumbuhan Kana jingga dengan memperhatikan kelengkapan dan kondisi tumbuhan tersebut (harus dalam kondisi yang baik dan lengkap). Mendokumentasikan bagian-bagian dari bunga Kana sebagai pengingat dan bahan pendukung penulis dalam mendeskripsikan bagian-bagian dari tumbuhan Kana tersebut.

3.

Tahap Pendeskripsian Mendeskripsikan bagian-bagian dari bunga Kana secara menyeluruh meliputi akar, batang, daun, dan bunga dengan menggunakan kamera. Menyususn deskripsi dilakukan sedetail mungkin karena semakin banyak data semakin baik, amati dengan seksama.

4.

Mengidentifikasi dari hasil deskripsi tersebut dengan bantuan buku panduan. Menghitung jumlah karakter diagnostik dan karakter sintetik dari hasil identifikasi tumbuhan Kana kuning besar, tumbuhan Kana kuning kecil, dan tumbuhan Kana jingga besar dan menganalisisnya.

5.

F. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian disajikan dengan penjelasan dari data yang kami peroleh. Data penelitian yang kami peroleh adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang kami dapat dari observasi. Data sekunder yaitu data yang kami peroleh dari hasil studi literatur melalui beberapa buku, internet, serta media cetak dan elektronik lainnya.

15

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Pengamatan


Tabel Hasil Pengamatan Deskripsi Morfologi Tumbuhan Kana

16

No 1 2

Morfologi Akar Batang

Kana kuning Tipe akar Rimpang Perawakan batang Herba Bentuk batang Bulat berpelepah Arah tumbuh Tegak lurus Ke atas batang Model percabangan Tipe batang Warna pelepah Bentuk batang Thomlinson Basah Hijau, berlapis lilin Bulat telur Daun tunggal Berseling Memanjang, 40 cm x 15 cm Runcing Rata Runcing Bertulang melengkung Kuning Tipis seperti kertas, berlapis lilin Permukaan daun bawah Permukaan daun atas Hijau, Pertulangan hijau, Berlapis lilin Hijau,Berlapis lilin, pertulangan hijau

Karakter

Sifat karakter Kana jingga Rimpang Herba Bulat berpelepah Tegak lurus Ke atas Thomlinson Basah Merah, berlapis lilin Bulat Daun tunggal Berseling Memanjang, 25-26 cm x 10 cm Runcing Rata Runcing Bertulang melengkung Merah Tipis seperti kertas, berlapis lilin Hijau, Pertulangan kuning ,Berlapis lilin Hijau, Berlapis lilin, pertulangan kuning

Kana kuning kecil Rimpang Herba Bulat berpelepah Tegak lurus Ke atas Thomlinson Basah Hijau, berlapis lilin

Daun

bersama pelepah Macam daun Fillotaksis Bentuk daun Pangkal daun Tepi daun Ujung daun Susunan tulang daun Warna tepi daun Daging daun

Daun tunggal Berseling Memanjang 50 cm x 15 cm Runcing Rata Runcing Bertulang melengkung Kuning Tipis seperti kertas, berlapis lilin Hijau, Pertulangan hijau, Berlapis lilin Hijau,Berlapis lilin, pertulangan hijau

Bunga

Macam bunga Tipe perbungaan kelengkapan bunga Simetri bunga Bentuk epikaliks Jumlah epikaliks Warna epikaliks Bentuk kaliks Jumlah kaliks Warna kaliks Bentuk mahkota Jumlah mahkota bunga Warna mahkota Estivasi

Bunga majemuk Rasemosa, bercabang seling Lengkap, sempurna Zygomorf Lonjong 2 cm x 1 cm 3 Kuning kehijauan, berlapis lilin Lonjong , 6 cm x 2 cm, cekung 3 Kuning transparan, berlapis lilin Lonjong membulat, 15cm x 5 cm 5 petal Kuning Imbrikata, berlawanan arah

Bunga majemuk Rasemosa, bercabang seling Lengkap, sempurna Zygomorf Lonjong 2 cm x 1 cm 3 Jingga kemerahan, berlapis lilin Lonjong, 6 cm x 2 cm cekung 3 Jingga transparan, berlapis lilin Lonjong membulat, 15 cm x 5 cm 5 petal Jingga Imbrikata, berlawanan arah

Bunga majemuk Rasemosa, bercabang seling Lengkap, sempurna Zygomorf Lonjong 1,5 cm x 0,7 cm 3 Hijau teransparan, berlapis lilin Lomjong, 4-5 x 1, melekuk ke dalam 3 Kuning transparan, berlapis lilin. Lonjong memanjang, 17 cm x 3 cm 4 petal 17

Kuning kucat Imbrikata, berlawanan arah jarum jam

B. Pembahasan Berdasarkan data tabel diatas dapat dilihat bahwa kana kuning besar ,kana jingga dan kana kuning kecil memiliki persamaan dan perbedaan karakteristik morfologi. Ciri morfologi yang sama pada akar kana kuning besar ,kana jingga dan kana kuning kecil adalah tipe akar, sedangkan pada ciri morfologi yang sama pada batang adalah perawakan batang, bentuk batang, arah tumbuh batang, model percabangan dan tipe batang. Persamaan ciri morfologi pada daun yaitu macam daun, filotaksis, bentuk daun, pangkal daun, tepi daun, ujung daun, susunan tulang daun dan daging daun. Persamaan ciri pada bunga kana kuning, kana jingga dan kana kuning kecil yaitu macam bunga, tipe perbungaan, kelengkapan bunga, simetri bunga, bentuk epikaliks, jumlah epikaliks, bentuk kaliks, estivasi, kelekatan mahkota bunga, modifikasi benang sari, perlekatan benang sari, berkas perlekatan benang sari, bentuk tangkai sari, panjang tangkai sari, panjang kepala sari, tipe dan perlekatan kepala sari, bentuk putik, bentuk kepala putik, panjang putik, warna bakal buah, perlekatan ginosium, jumlah karpel, jumlah lokul, posisi ovarium dan perhiasan dan rumus bunga. Karakter diagnostik pada batang tumbuhan kana terlihat pada warna pelepah kana jingga yang berwarna merah berlapis lilin, dan bentuk batang bersama pelepah kana jingga yaitu berbentuk bulat. Sedangkan pada daun, karakter diagnostik ditemukan pada warna tepi daun kana jingga yang berwarna merah serta permukaan daun bawah dan permukaan daun atas kana jingga, yaitu hijau pertulangan kuning berlapis lilin. Morfologi bunga kana, karakter diagnostiknya ditemukan pada warna epikaliks kana jingga yang berwarna jingga kemerahan berlapis lilin, warna kaliks kana jingga yang berwarna jingga transparan berlapis lilin, bentuk mahkota kana kuning kecil bentuk lonjong memanjang, jumlah mahkota kana kuning kecil 4 petal, warna mahkota kana jingga adalah jingga dan warna bakal buah kana jingga adalah merah kehijauan.

18

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Bunga Kana Canna indica L . http://www.plantamor.com/index.php?plant= 267. Diakses tanggal 25 Februari 2012 Anonim. 2010. Deskripsi Taksonomi. http://www.dhammacakka.org/forum/showthread. php? t=281 Diakses tanggal 25 Februari 2012 Anonim. 2009. Morfologi dan Modifikasi Bunga. http://ii-mam.blogspot.com/2009/12/ morfologi-dan-modifikasi-bunga.html diakses tanggal 25 februari 2012 Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada university Press Tim Taksonomi Tumbuhan Tinggi. 2011. Panduan Penelitian Tajsonomi Tumbuhan Tainggi. Jurusan Biologi Unesa Tim Taksonomi Tumbuhan Tinggi. 2011. Lembar Kegiatn Siswa Tajsonomi Tumbuhan Tainggi. Jurusan Biologi Unesa

19

DISKUSI 1. Dari percobaan yang kami lakukan, kami menjumpai banyak jenis tanaman kana, hal ini dapat dilihat dari morfologinya. Sebagai contoh tanaman kana kuning besar, tanaman kana kuning kecil, dan kana jingga. Dari identifikasi dapat dilihat karakteristik diagnostik sebagai berikut: a. Warna pelepah b. Bentuk batang bersama pelepah c. Warna tepi daun d. Permukaan daun bagian bawah e. Warna epikaliks f. Warna kaliks g. Bentuk mahkota h. Jumlah mahkota i. Warna mahkota j. Warna bakal buah Dari karakteristik diagnostik di atas dapat dapat dilihat bahwa banyaknya perbedaan pada tumbuhan kana terletak pada tingkat spesies. Karena pada pengmatan yang kami lakukan karakter diagnostik banyak muncul pada tingkatan ini sehingga kita dapat menentukan bahwa di tingkatan spesies inilah banyak terjadi perbedaan. 2. Menurut anda semakin tinggi tingkatan taksa apakah juga semakin banyak karakter diagnostik yang dijumpainya? Iya, karena semakin tinggi tingkatan taksa semakin banyak perbedaanya, dilihat dari hasil pengmatan kami bahwa antar spesies bunga kana pun memiliki perbedaan dari strukturnya.

20

3. Membuat grafik hubungan antara: a. Tingkatan taksa dengan karakter diagnostik

b.

Tingkatan taksa dengan variasi karakter

21