Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULLUAN

1.1 Latar Belakang Kesenian erat hubungannya dengan kebudayaan, sehingga kesenian diartikan sebagai bagian dari kebudayaan universal, kesenian merupakan kelanjutan dari kebudayaan, kesenian merupakan rasa indah yang harus dinikmati, manusia tidak pernah merasa puas ingin menikmati hidupnya dengan kesenian Sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia, suku sunda memiliki

kharakteristik yang membedakannya dengan suku lain. Keunikan kharakteristik suku sunda ini tercermin dari kebudayaan dan kesenian yang mereka miliki baik dari segi agama, mata pencaharian,kesenian dan lain sebagainya. Seiring dengan kemajuan jaman, tradisi dan kebudayaan daerah yang pada awalnya dipegang teguh, di pelihara dan dijaga keberadaannya oleh suku, kini sudah hampir punah. Pada umumnya masyarakat merasa gengsi dan malu apabila masih

mempertahankan dan menggunakan budaya lokal atau budaya daerah. Kebanyakan masyarakat memilih untuk menampilkan dan menggunakan kesenian dan budaya modern daripada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri yang sesungguhnya justru budaya daerah atau budaya lokalah yang sangat sesuai dengan kepribadian bangsanya. Mereka lebih memilih dan berpindah ke budaya asing yang belum tetntu sesuai dengan keperibadian bangsa bahkan masyarakat lebih merasa bangga terhadap budaya asing daripada budaya yang berasal dari daerahnya sendiri. Tanpa mereka sadari bahwa budaya daerah merupakan faktor utama terbentuknya kebudayaan nasional dan kebudayaan daerah yang mereka miliki merupakan sebuah kekayaan bangsa yang sangat bernilai tinggi dan perlu dijaga kelestarian dan keberadaanya oleh setiap individu di masyarakat. Pada umumnya mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya kebudayaan merupakan jati diri bangsa yang mencerminkan segala aspek kehidupan yang berada didalalmnya..

1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah: 1. Bagaimana Kondisi seni sunda saat ini? 2. Apa dampak pengaruh kesenian modern di Indonesia? 3. Bagaimana cara agar seni tradisional dapat terus dilestarikan? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Mengetahui kondisi Seni Sunda di Jawa Barat 2. Mengetahui pengaruh seni modern terhadap seni tradisional di Indonesia 3. Mencari solusi agar seni tradisional tidak hilang oleh seni modern

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Seni Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni biasa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan (wikipedia : 2011). Kata seni adalah sebua kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kata seni dari kata sani yang artinya Jiwa Yang Luhur/Ketulusan Jiwa. Dalam bahasa Inggris dengan istilah ART (artivisial) yang artinya adalah barang/ atau karya dari sebuah kegiatan (guruvalah.20m.com : 2011). Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis. Beberapa pendapat tentang pengertian seni (guruvalah .20m.com : 2011: a. Ensiklopedia Indonesia : Seni adalah penciptaan benda atau segalah hal yang karena keindahan bentuknya, orang senang melihat dan mendengar. b. Aristoteles : seni adalah kemapuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu. c. Ki Hajar Dewantara : seni adalah indah, menurutnya seni adalah segala perbuatan menusia yang timbul dan hidup persaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa persaan manusia lainnya. d. Akhidat K. Mihardja : seni adalah suatu kegiatan manusia yang merefleksikan kenyataan dalam sesuatu karya, yang berkat bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam alam rohani sipenerimanya. e. Erich Kahler : seni adalaah suatu kegiatan mansuia yang menjalajahi, menciptakan realitas itu dengan simbol atau kiasana tentang keutuhan dunia kecil yang mencerminkan dunia besar.

2.1.1

Cabang-Cabang Seni Berdasarkan bentuk dan mediumnya seni dapat diklasifikasikan dalam

lima kelompok seni rupa, seni pertunjukkan, dan seni sastra.

NO 1 2 3

Cabang Seni Rupa Sastra Musik

Bentuk Media Benda Tulisan Suara, benda, manusia, gerak proses Tubuh manusia, gerak, musik Manusia, benda/alam, akting. Adegan suara/musik

Indera Penikmat Penglihatan, Praba Penglihatan Pendengaran, penglihatan Penglihatan, pendengaran Penglihatan, pendengaran

Matra 2 dimensi atau 3 dimensi 2 dimensi Waktu 3 dimensi Waktu 3 dimensi Waktu 3 dimensi

4 5

Tari Teater

Sumber : Modul Seni budaya Pengertian Kebudayan dan Seni

2.1.2

Sifat Dasar Senni Menurut The Liang Gie (1976) didalam modul seni dan budaya, terdapat 5

ciri yang merupakan sifat dasar seni yang meliputi : a. Sifat kreatif dari seni. Seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang selalu mencipta karya baru. b. Sifat individualitas dari seni. Karya seni yang diciptakan oleh seorang seniman merupakan karya yang berciri personal, Subyektif dan individual. c. Nilai ekspresi atau perasaan. Dalam mengapresiasi dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya ke dalam karya seninya lalu penikmat seni (apresiator) menghayati, memahami dan mengapresiasi karya tersebut dengan perasaannya, d. Keabadian sebab seni dapat hidup sepanjang masa. Konsep karya seni yang dihasilkan oleh seorang seniman dan diapresiasi oleh masyarakat tidak dapat ditarik kembali atau terhapuskan oleh waktu. e. Semesta atau universal sebab seni berkembang di seluruh dunia dan di sepanjang waktu. Seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat,

sejak jaman pra sejarah hingga jaman modern in orang terus membuat karya seni dengan beragam fungsi dan wujudnya sesuai dengan perkembangannya masyarakatnya.

2.1.3

Struktur Seni The Liang Gie (1976) menjelaskan didalam modul seni budaya bahwa

dalam semua jeni kesenia terdapat unsur-unsur yang membangun karya seni sebagai berikut: a. Struktur seni merupakan tata hubungan sejumlah unsur-unsur seni yang membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh. Contoh struktur seni dalam bidang seni rupa adalah garis, warna, bentuk, bidang dan tekstur. b. Tema merupakan ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni. Ide pokok suatu karya seni dapat dipahami atau dikenal melalui pemilihan subject matter (pokok soal) dan judul karya. Pokok sial dapat berhubungan dengan niat estetis atau nilai kehidupan, yaknik berupa: objek alam, alam kebendaan, suasana atau peristiwa yang metafora atau alegori. Namun tidak semua karya memiliki tema malinkan kritik. c. Medium adalah sarana yang digunakan dalam mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni mellui pemanfaatan material atau bahan dan alat serta penguasaan teknik berkarya. Tana medium tak ada karya senil d. Gaya atau style dalam karya seni merupakan ciri ekspresi personal yang khas dari si seniman dalam menyajikan karyanya.

2.1.4

Pengertian Nilai Seni Menurut Purwadarminto (1976) di dalam modul seni budaya, kata nilai

diartikan sebagai harga, kadar, mutu atau kualitas. Untuk mempunyai nilai maka sesuatu harus memiliki sifat-sifat yang penting yang bermutu atau berguna dalam kehidupan manusia. Dalam estetika, nilai diartikan sebagai keberhargaan (worth) dan kebaikan (goodness). Menurut koentjaraningrat, nilai berarti suatu ide yang paling baik, yang menjunjung tinggi dan menjadi pedoman manusia/masyarakat dalam bertingkah laku, mengapresiasi cinta, keindahan, keadilan dan sebagainya Nilai seni dipahami dalam pengertian kualitas yang terdapat dalam karya seni,

baik kualitas yang bersifat kasat mata maupun yang tidak kasat mata. Nilai-nilai yang dimiliki karya seni merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang dihayati oleh seniman/seniwati dalam lingkungan sosial budaya masyarakat yang kemudaian diekspresikan dalam wujud karya seni dan dikomunikasikan kepada penikmatnya (publik seni).

2.1.5

Fungsi dan Tujuan Seni

a. Fungsi Religi/Keagamaan Karya seni sebagai pesan religi atau keagamaan. Contoh : kaligrafi, busana muslim/muslimah, dan lagu-lagu rohani. b. Fungsi Pendidikan Seni sebagai media pendidikan misalnya musik. Contoh : Anssambel karena didalamnya terdapat kerjasama, Angklung dan Gamelan juga bernilai pendidikan dikarenakan kesenian tersebut mempunyai nilai sosial, kerjasama, dan disiplin. c. Fungsi Komunikasi Seni dapat digunakan sebagai alat komunikasi seperti pesan, kritik sosial, kebijakan, gagasan, dan memperkenalkan produk kepada masyarakat. Melalui media seni tertentu sepreti wayang kulit, wayang orang dan seni teater, dapat pula syair sebuah lagu yang mempunyai pesan, poster, drama komedi dan reklame. d. Fungsi Rekreasi/Hiburan Seni yang berfungsi sebagai saranan melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan, sebuah pertunjukkan khusus untuk berekspresi atau mengandung hiburan, kesenian yang tanpa dikaitkan denga sebuah upacara ataupun dengan kesenian lain.

e. Fungsi Artistik Seni yang berfungsi sebagai media ekspresi seniman dalam menyajikan karyanya tidak untuk hal yang komersial, misalnya terdapat pada musik kontempores, tari kontemporer, dan seni rupa kontenporer, tidak bisa

dinikmati pendengar/pengunjung, hanya bisa dinikmati para seniman dan komunitasnya. f. Fungsi Guna (seni terapan) Karya seni yang dibuat tanpa memperhitungkan kegunaannya kecuali sebagai media ekspresi disebut sebagai seni murni, seballiknya jika dalam proses penciptaan seniman harus mempertimbangkan aspek kegunaan, hasil karysa seni ini dsebut seni guna atau seni terapan. Contoh : Kriya, karya seni yang dapat dipergunakan untuk perlengkapan/ peralatan rumah tangga yang berasal dari gerabah dan rotan g. Fungsi Seni untuk Kesehatan (Terapi) Pengobatan untuk penderita gangguan physic ataupun medis dapat distimulasi melalui terapi musik, jenis musik disesuaikan dengan latar belakang kehidupan pasien. Terapi musik telah terbukti mampu digunakan untuk menyembuhkan penyandang autisme, gangguan psikologis trauma pada suatu kejadian dan lain-lain.

2.2 Arti Sunda Sunda berasal dari kata Su yang berarti segala sesuatu yang mengandung unsur kebaikan. Orang Sunda meyakinni bahwa memiliki etos atau karakter Kasundaan, sebagai jalan menujuju keutamaan hidup. Karakter Sunda yang dimaksud adala cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer ( mawas diri) dan pinter (cerdass). Karakter ini telah dijalankan oleh maysarakat yang

bermukim di Jawa bagian barat sejak jaman Kerajaan Salakanagara (wikipedia : 2011). Menurut R. Mamun Atmamihardja dalam bukunya Sejarah Sunda 1 (1956) (tantrapuan.wordpress : 2011) mencatata beberapa arti yang didasarkan pada berbagai kamus bahasa, yaitu :

A. Bahasa Sansekerta 1. SUNDA, sopan, bersinar, terang 2. SUNDA, nama Dewa Wisnu

3. SUNDA, nama ksatria buta (daitya) dalam cerita Upa Sunda dan Ni Sunda 4. SUNDA, ksatria kera (wanara) dalam Cerita Ramayana 5. SUNDA, dari kata Cuddha (= putih) 6. SUNDA, nama gunung di Bandung Utara B. Bahasa Kawi 1. SUNDA, air 2. SUNDA, tumpukan 3. SUNDA, pangkat 4. SUNDA, waspada C. Bahasa Jawa 1. SUNDA, penyusun 2. SUNDA, bersatu 3. SUNDA, dua (dari arti Candarasangkala) 4. SUNDA, dari kata Unda (= naik) 5. SUNDA, dari kata Unda (= terbang) D. Bahasa Sunda 1. SUNDA, dari sa-unda dan sa-tunda (lumbung padi) 2. SUNDA, dari kata Sonda ( = bagus) 3. SUNDA, dari kata Sonda (= terkenal) 4. SUNDA, dari kata Sonda (= senang) 5. SUNDA, dari kata Sonda (= menyenangkan) 6. SUNDA, dari kata Sonda (= setuju) 7. SUNDA, dari kata Sundara (= laki-laki tampan) 8. SUNDA, dari kata Sundara (= nama Dewa Kamajaya) 9. SUNDA, dari kata Sundari (= perempuan cantik) 10. SUNDA, indah Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dari Ujung Kulon di ujung barat pulau Jawa hingga sekitar Brebes (mencakup wilayah administrasi propinsi Jawa Barat, Banten, sebagian DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Tengah. Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Kerana letaknya yang berdekatan

dengan ibu kota negara maka hampir seluruh suku bangsa yang ada di Indonesia terdapat di provinsi ini. 65% penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda yang merupakan penduduk asli provinsi ini (www. scribd.com : 2011)..

2.3 Kesenian Sunda Macam-macam seni pertunjukan yang ada di Jawa Barat adalah 1. Angklung Baduy, kabupaten lebak 2. Angklung Gubrag, kabupaten Bogor 3. Bangkong Reang, kabupaten Bandung 4. Bangklung, kabupaten Garut 5. Bangreng, kabupaten Sumedang 6. Celempungan, kabupaten purwakarta 7. Gemyung, kabupaten Cirebon 8. Gendreh, kabupaten pandeglang 9. Genjring Bonyok, kapupaten Subang 10. Rudat, kota Cilegon 11. Tembang Sunda Cianjuran, kabupaten Cianjur 12. Tarling, kabupaten Indramayu 13. Terbang Gebses, kabupaten Tasikmalaya 14. Cokek, kabupaten Tanggerang

2.3.1

Kesenian Sisingaan Kesenian SISINGAAN Sisingaan atau juga dikenal dengan istilah Kirab

Helaran adalah suatu jenis kesenian tradisional atau seni pertunjukan rakyat yang dilakukan dengan arakarakan dalam bentuk helaran dan merupakan kesenian yang berasal dari daerah Subang Jawa barat. Kesenian ini ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk seperti singa yang ditunggangi oleh anak kecil dan digotong oleh empat orang serta diiringi oleh tabuhan gendang dan terompet. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara khitanan atau acara peringatan hari-hari bersejarah seperti ; menyambut tamu, hiburan peresmian, kegiatan HUT Kemerdekaan RI dan kegiatan hari-hari besar lainnya. KUDA LUMPING Kuda Lumping merupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena

dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput. Selain itu orang yang memerankannya akan dicambuk seperti halnya menyambuk kuda. Biasanya kesenian ini dipimpinoleh seorang pawang. Kesenian ini merupakan kesenian yang dalam memainkannya membutuhkan keahlian yang sangat husus, karena merupakan kesenian yang cukup berbahaya

2.3.2

Wayang Golek Sunda terkenal dengan kesenian Wayang Golek-nya. Wayang Golek

merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat, yaitu pementasan sandiwara boneka yang terbuat dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara merangkap pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki keahlian dalam menirukan berbagai suara manusia. Seperti halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap dengan Sindennya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pementasannya pun unik, yaitu pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00 - 21.00 hingga pukul 04.00 pagi. Cerita yang dibawakan berkisar pada pergulatan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik melawan tokoh jahat). Ceritanya banyak diilhami oleh budaya Hindu dari India, seperti Ramayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam cerita mengambil nama-nama dari tanah India. Dalam Wayang Golek, ada tokoh yang sangat dinantikan pementasannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, seperti Dawala dan Cepot. Tokoh-tokoh ini digemari karena mereka merupakan tokoh yang selalu memerankan peran lucu (seperti pelawak) dan sering memancing gelak tawa penonton. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan tokoh tersebut dengan variasi yang sangat menarik.

10

2.3.3

Pencak Silat Cikalong Pencak silat merupakan kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat,

yang kini sudah menjadi

kesenian Nasional. Pada awalnya pencak Silat ini

merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh dua orang atau lebih, dengan memakai pakaian yang serba hitam, menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan dipinggang, serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang Sunda menyebutnya Iket. Pustaka Raja Purwa Sajarah Banten Suluk Wuyung Aya Wahosan Tumpawarang Wawacan Angling Darma Wawacan Syekh Baginda Mardan Kitab Pramayoga/Jipta Sara Pada umumnya kesenian pencak silat ini ditampilkan dengan diiringi oleh musik yang disebut gendang penca, yaitu musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet. Pencak silat Cikalong tumbuh dikenal dan menyebar, penduduk tempatan menyebutnya Maempo Cikalong. Khususnya di Jawa Barat dan diseluruh Nusantara pada umumnya, hampir seluruh perguruan pencak silat melengkapi teknik perguruannya dengan aliran ini.

2.3.4

Seni Tari

a. Tari Jaipong Tari Jaipong Tanah Sunda (Priangan) dikenal memiliki aneka budaya yang unik dan menarik, Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang terkenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah modern karena merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu.Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu Degung. Musik ini merupakan kumpulan beragam alat musik seperti Kendang, Goong, Saron, Kacapi, dsb. Degung bisa diibaratkan Orkestra dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong sering dipentaskan pada acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.

11

b. Tari Ketuk Tilu Tari Ketuk Tilu Ketuk Tilu adalah suatu tarian pergaulan dan sekaligus hiburan yang biasanya 7 diselenggarakan pada acara pesta perkawinan, acara hiburan penutup kegiatan atau diselenggrakan secara khusus di suatu tempat yang cukup luas. Pemunculan tari ini di masyarakat tidak ada kaitannya dengan adat tertentu atau upacara sakral tertentu tapi murni sebagai pertunjukan hiburan dan pergaulan. Oleh karena itu tari ketuk tilu ini banyak disukai masyarakat terutama di pedesaan yang jarang kegiatan hiburan. c. Selain Tari Jaipong, suku sunda juga mempunyai dua macam tari lainnya, yaitu : Tari Merak dan Tari Topeng.

2.3.5

Seni Musik dan Suara

a. Rampak Gendang Rampak Gendang ini adalah permainan menabuh gendang secara bersamasama dengan menggunakan irama tertetnut serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya, pada umumnya dimainkan oleh lebih dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khsus dalam menabuh Gendang. Biasanya rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada acara ritual b. Degung Degung merupakan sebuah Kesenian Sunda yang biasanya dimainkan pada acara hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar. Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu, Gendang, Goong, Kempul, Saron, Bonang, Kacapi, Suling, Rebab, dan sebagainya. Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung juga digunakan sebgai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Barat lainnya. Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya. Dalam memainkan Degung biasanya ada seorang penyanyi yang

12

membawakan lagu-lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi ini biasanya seorang wanita yang dinamakan Sinden. Tidak sembarangan orang dapat menyanyikan lagu yang dibawakan Sinden karena nada dan ritme-nya cukup sulit untuk ditiru dan dipelajari. Dibawah ini salah salah satu musik/lagu daerah Sunda: Bubuy Bulan Es Lilin Manuk Dadali Tokecang Warung Pojok

2.4 Kesenian Modern dan Perkembangannya Istilah kesenian modern biasanya dihubungkan dengan seni yang mengesampingkan tradisi masa lalu atas nama semangat eksperimentasi. Seniman modern bereksperimen dengan cara pandang baru dan gagasan segar mengenali alam materi dan fungsi seni. Kecenderungan terhadap abstraksi merupakan karakteristik dari sebagian besar karya seni modern. Hasil karya seni yang ada pada periode yang lebih belakangan sering disebut seni kontemporer atas seni postmodern (www.anneeahira .com : 2011). Seni modern adalah sebuah perkembangan dari penyelasaran zaman tentang gaya hidup yang telah dipengaruhoi oleh perkembangan zaman seni modern juga ikut dibawa oleh modernitas, perihal dari penyartaannya seni modern mendapat pengaruh luar baik secara filterisasi maupun tidak (www.yahoo.com :2011)

13

BAB 1II PEMBAHASAN

3.1 Kondisi Kesenian Sunda Sejak zaman pra kemerdekaan hingga masa kini, bangsa Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budayanya. Khususnya, memiliki keragaman keseniannya yang setiap suku daerahnya memiliki keunikan, yang tidak dimiliki oleh negara maupun di dunia. Tetapi pada umumnya masyarakat gengsi untuk mempertahankan seni dan budaya lokalnya. Salah satunya adalah Seni Sunda, saat ini seni sunda kurang diminati terutama generasi muda sebagai penerus bangsa, dan kondisi ini berperburuk dengan usia senimannya kini kebanyakan sudah tua dan sulit untuk melakukan regenerasi seniman di daerah itu (Kompas.com : 2011) Pada kondisi saat ini, sejalan dengan cara pandang masyarakat yang lebih cenderung pada hal-hal berbau materi, kegiatan yang diangga kurang mendatangnkan keuntungan akan ditinggalkan. Seperti kesenian tradisional sunda, sejumlah sanggar seni kini menjeri karena masyrakat kurang meminati kesenian yang di sajikan. Masyarakt lebih cenderung memilih format band atau eletone untuk suguhan hiburan baik dalam hajatan maupun acara-acara penting lainnya. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak 2002 lalu. Tawaran bagi kelompok kesenian mengalami penurunan. Hal itu disebabkan selera masyrakat yang lebih memilih band, selain simple dari sisi biaya lebih murah ketimbang mendatangkan rombongang degung. (galamedia : 2011). Berbagai jenis kesenian tradisional asli Sunda khususnya seni Sunda Buhun nyaris punah akbiat banyak ditinggalkan masyarakat sendiri. Sebagai seni yang menjadi kekayaan budaya lokal, seni Sunda buhun terus kehilangan penerusnya akibat para pelaku seninya kurang mendapat tempat dan dihargai publik, serta terdesak seni pop modern yang dianggap lebih menarik. Saai ini seni budaya Sunda terus mengalami pergeseran, bahkan seni Sunda buhun yang merupakan seni leluhur sudah sulit ditemui. Padahal, seni budaya Sunda buhu, dikenal sangat kaya nilai. Mulai dari hubungan antara manusia dengan Tuhannya , manusia

14

dengan manusia lain, hingga hubungan manusia dengan alamnya (totosugiarto.blogspot. com : 2011). Jika tidak diantisipasi dengan langkah-langkah pelestarian, kekayaan tradisi tersebut akan tinggal menjadi sejarah. Dan saat ini sangat sulit sekali menentukan bahwa seni tradisional merupan seni asli tradisiona, karena sudah banyak yang mengadopsi seni dari luar.

3.2 Pengaruh Kesenian Modern di Indonesia Perubahan budaya dan seni yang terjadi di dalam masyrakat tradisional, yakni perubahan dari masyrakata yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma sosial merupaja salah satu dampak dari adanya modernisasi. Kesenian-kesenian modern yang tersaji melalui kaset, vcd, dan dvd yang berasal dari manca nerga pun makin marak kehadirannya di tengah-tengah kita. Faktaa yang demikian memberikan bukti tentang negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil memegang kendali. Peristiwa transkultural

seperti itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional yang perlu dijagai kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi informasi yang semakin canggih seperti saat ini, kita suguhi oleh banyak alternatif lebih beragam, yang mungkin lebih menarik jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat modernisasi, maka kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial. Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkirkan dan kehilangan fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian kita lenya begitu saja. Ada beberapa kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus berkembang tah harus tertindas proses modernisasi. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyrakat, misalnya saja kesenian tradisional Ketoprak.

15

3.3 Antisipasi Hilangnya Seni Tradisional oleh Seni Modern Untuk mepertahankan seni tradisional yang ada di Indonesia, perlu adanya dukungan dari pemerintah dan juga para generasi muda bangsa Indonesia. Diharapkan kesenian daerah menjadi sajian seni yang menarik, yang bisa disukai oleh pengguna, yang tidak saja dikonsumsi oleh masyarakat setempat, tetapi juga oleh daerah lain atau mungkin negara lain, sebagai bentuk seni yang unik dan menarik. Sehingga selain dapat melestarikan, dan mengembangkan seni budaya daerah, juga dapat mewujudkan dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat atau juga para seniman lokal. Berikan penghargaan terahadap pelaku seni yang mengupayakan melestarikan seni secara turun temurn. Budaya lahir dari kebiasaan dan adat setempat. Adanya kelompokkelompok masyarakat tertentu dalam ruang lingkup sosial propinsi yang mampu menciptakan seni budaya yang mengena bukan hanya di masyarakat Jawa Barat tetapi juga di seluruh masyarakat Indonesia. Sebut saja angklung, alat musik khas Jawa Barat yang dapat dimainkan dengan cara yang unik, digoyang. Alat musik warisan leluhur dari tanah Pasundan ini pernah diklaim sebagai koleksi kesenian dari negara tetangga. Beruntung pada akhir 2007 lalu hak paten angklung bersama dengan beberapa kesenian khas Indonesia lainnya berhasil diwujudkan. Sejumlah kesenian kuno yang telah lama dilupakan juga mulai dimunculkan kembali. Angklung badud yang berasal dari Tasikmalaya terdaftar sebagai seni budaya langka dan terancam punah yang akan dihidupkan kembali oleh Pemerintah Daerah Jawa Barat. Di Kabupaten Karawang, pemerintah Jawa Barat mengajak para pelajar untuk memainkan gamelan ajeng yang biasa dimainkan oleh para seniman sepuh. Begitu pula dengan kesenian langka lainnya, seperti Gondang Buhun ritual tabuh lesung khas Ciamis dan di masyarakat pedesaan Bogor dahulu. Juga seni topeng dari Cirebon. Ini merupakan cara meregenerasi kesenian Jawa Barat yang menjadi aset Bangsa Indonesia pada umumnya.

16

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan 1. seni dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. 2. Seni sunda kurang diminati terutama generasi muda sebagai penerus bangsa, dan kondisi ini berperburuk dengan usia senimannya kini kebanyakan sudah tua dan sulit untuk melakukan regenerasi seniman di daerah itu.
3. Kesenian-kesenian modern yang tersaji melalui kaset, vcd, dan dvd yang

berasal dari manca nergamau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. 4. Ada beberapa kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya, bahkan secara kreatif terus berkembang tah harus tertindas proses modernisasi. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan kehidupan masyrakat, misalnya saja kesenian tradisional Ketoprak.

4.2 Saran 1. Untuk mepertahankan seni tradisional yang ada di Indonesia, perlu adanya dukungan dari pemerintah dan juga para generasi bangsa Indonesia. 2. Berikan penghargaan terahadap pelaku seni yang mengupayakan melestarikan seni secara turun temurun. 3. Generasi muda hendaknya melestarikan kesenian bangsa, agar tidak hanya menjadi sejarah atau sampai diakui oleh negara lain.

17