Anda di halaman 1dari 5

Ayo, Berlatih

1. a. Carilah peristiwa unik dalam majalah atau koran. b. Buatlah teks percakapan berdasarkan peristiwa unik yang kamu pilih. c. Bacakanlah percakapan tersebut di depan temantemanmu. 2. a. Perhatikan gambar berikut.

b. Isilah bagian yang rumpang pada teks percakapan berikut berdasarkan gambar tersebut. Edi : "Tahukah kamu minggu kemarin diadakan lomba balap karung?" Tuti : " " Edi : "Lomba tersebut diadakan dalam rangka peringatan HUT ke-62 RI." Tuti : "Siapa yang menjadi juara?" Edi : " " Tuti : " ?" Edi : "Suasananya sangat ramai. Banyak orang yang menonton."

3. Susunlah teks percakapan berikut. (1) Ardika : "Bertualang? Aku tidak mengerti." (2) Putu : "Ya, kamu benar. Setelah nonton si Bolang, aku semakin cinta Indonesia. Alamnya indah." (3) Ardika : "Wah, aku jadi penasaran." (4) Butet : "Apakah kamu pernah menonton siaran si Bolang di televisi?" (5) Putu : "Benar Dik, kamu harus menontonnya." (6) Butet : "Hal yang aku suka adalah deskripsi alam Indonesia." (7) Putu : "Ya, aku sangat suka. Ceritanya menarik. Menonton siaran itu rasanya seperti bertualang." (8) Putu : "Dalam siaran si Bolang, kita selalu diajak mengenal teman-teman kita dari seluruh nusantara dan permainanpermainan di daerah mereka."

Tugas untuk Kamu


Buatlah sebuah teks percakapan berdasarkan bacaan berikut.

Aris Nugraha: Membuat Skenario Komedi Tidak Lebih Mudah daripada Membuat Pesawat Ulang Alik
Bajaj Bajuri adalah sinetron komedi yang sukses dan digemari banyak kalangan. Meskipun bukan buat anak-anak, banyak anak yang menyukainya. Siapa ya penggagas sinetron Bajaj Bajuri? Dia adalah Pak Aris Nugraha. Beliau adalah penulis skenario, sutradara, dan produser sinetron tersebut. Ketika kamu terbahak-bahak menonton Bajaj Bajuri, pernahkah k amu membayangk an sulitnya membuat sk enario sinetron komedi? Menurut Pak Aris, dibanding sinetron drama, membuat sinetron komedi jauh lebih susah. "Kita harus bekerja dua kali. Pertam a, k ita har us m e m buat jalan cerita, setelah itu baru kita menambah unsur lucu dalam cerita tadi. Lucu itu biasanya berasal dari kesalahan. Baik itu salah bicara,

salah melakukan, salah paham, atau salah mengerti," jelas Pak Aris. Jadi, jelas membuat sinetron komedi, seperti Bajaj Bajuri, tidak mudah. Pak Aris membutuhkan waktu dua tahun untuk menyiapkannya. Persiapan yang paling banyak memakan waktu adalah membuat karakter tokoh. Setiap karakter yang dibuat haruslah sedetail mungkin. Mulai dari penampilan fisik, daerah asal, latar belakang pendidikan, sampai sejarah singkat hidup tokoh. Tidak lupa Pak Aris juga menambahkan ciri khas lisan (ucapan) pada setiap tokoh yang dibuat. Misalnya, Mpok Minah dengan kata "maaf"-nya, dan Said dengan "ane ente"nya. Semua itu adalah salah satu usaha Pak Aris untuk memberi ciri khas pada setiap tokoh yang dibuatnya.

Sumber: Orbit, Januari 2005

Setelah sukses menggarap seratus episode pertama, Pak Aris mulai berencana membuat sinetron komedi lain. Untuk itu, ia mulai menyerahkan penulisan naskah dan penyutradaraan Bajaj Bajuri kepada orang lain. Hal ini dilakukan agar sinetron tidak kehabisan ide. Pak Aris pun kemudian mulai melatih para penulis naskah muda. Saat ini, Pak Aris memiliki 16 penulis yang ia latih sendiri. Setelah 'melepaskan' Bajaj Bajuri, Pak Aris mulai membuat sinetron komedi lain, yaitu Radio Repot dan Tante Tuti.

Walaupun menggarap sinetron komedi, Pak Aris mengerjakannya dengan sangat serius. Ia selalu menyisipkan pesan moral dalam setiap episode yang ia buat. "Setiap episode yang saya buat, harus mengandung kesimpulan mengenai kebenaran atau memberi pelajaran," begitu katanya. Pak Aris juga menolak me masukkan unsur kekerasan. Inilah y a n g m e m b u a t p e k e r j a a n ny a semakin sulit. Selain harus membuat cerita lucu yang ada pesan moralnya, ia juga harus menghindari kekerasan dan tayangan yang tidak pantas. "Kalau dipikir-pikir, membuat naskah komedi itu tidak lebih mudah daripada membuat Apollo atau pesawat ulang-alik, lho!" kata Pak Aris menggambark an rumitnya pekerjaan menulis skenario komedi yang baik. Kepedulian Pak Aris tentang pesan moral dan antikekerasan memang beralasan. Hal ini ada hubungannya dengan cita-cita Pak Aris sejak kecil, menjadi guru. Walaupun ia tidak berhasil meraih cita-citanya tersebut, namun ia masih dapat mendidik masyarakat melalui sinetron yang dibuatnya. Keterlibatan PakAris dalam dunia penulisan naskah sinetron, tidak datang begitu saja. Ia memulainya dari bawah dengan menjadi kru film yang disebut clapper. Itu, lho, yang tugasnya membawa papan, pada setiap pengambilan gambar, lalu berteriak "take one!" Untuk menjadi seorang clapper, Pak Aris harus meninggalkan profesi wartawannya. la rela meninggalkan pekerjaan tersebut karena ia sangat ingin menjadi seorang penulis skenario. Walaupun Pak Aris memeroleh keahliannya itu tanpa mengikuti jalur formal, ia tidak menganjurkan hal tersebut. Kata Pak Aris, di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ada Jurusan

Peristiwa di Sekitar Kita

Penulisan Skenario, tepatnya di Fakultas Film dan Seni. "Kalian juga harus terbiasa mem baca atau menonton tayangan yang

bagus. Dengan begini, ketika kalian membuat sebuah karya, karya itu pasti bagus."

Untuk