Anda di halaman 1dari 70

Mutiara Qurani

2
Panduan Aplikasi Tajwid Al-Quran
METODE

Penulis:
Muhammad Arifin, al-Hafizh

Tata Letak dan Ilustrasi:
Tim Tauhid Media

Desain Sampul:
Tim Tauhid Media

Penerbit:
Tauhid Media
PO. BOX. 2052 Depok 16432
E_mail: tauhidmedia@yahoo.co.id

Buku ini terbit atas kerjasama:
Penerbit Tauhid Media dan LBQ Muntada Ahlil Quran
Mutiara Qurani

3

Pengantar
Ketua Yayasan Muntada Ahlil Quran

Segala puji bagi Allah Taala yang telah menurunkan Al-Quran
kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam untuk dijadikan
pedoman hidup umat manusia agar mereka mendapatkan ke-
bahagiaan hidup dunia akhirat.
Shalawat dan salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu
alaihi wa sallam suri tauladan yang terbaik bagi umat manusia
terutama bagi para Ahlul Quran.
Kontribusi para ulama dalam menulis metode membaca Al-
Quran sangat dirasakan manfaatnya oleh umat Islam. Belajar
Al-Quran akan bertambah nikmat bila metode yang digunakan
dalam pembelajaran tepat dan benar, sehingga janji Allah Taala
akan mudahnya Al-Quran untuk dipelajari benar-banar bisa
dirasakan. Dalam Al-Quran, Allah Taala menyebutkan bahwa
Dia telah mempermudah jalan untuk mempelajarinya. Allah
Taala berfirman :

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk


pelajaran (diingat), maka adakah orang yang mengambil pelajaran.
(QS. Al-Qamar: 17)
Ayat ini empat kali diulang-ulang dalam surat Al-Qamar,
sebagai penegasan atas jaminan Allah Taala ini. Siapapun yang
Mutiara Qurani

4
benar-benar ikhlas dan tekun belajar membaca Al-Quran, pasti
akan bisa. Namun tidak sedikit umat Islam yang tidak bisa mem-
baca Al-Quran, karena mereka belum dan tidak mau belajar.
Dengan hadirnya buku MUTIARA QURANI sebagai salah
satu metode belajar Al-Quran mulai dari dasar hingga mem-
pelajari tajwidnya, diharapkan akan memberikan semangat baru
bagi kaum Muslimin dalam mempelajari kitabullah.
Agar mendapatkan hasil yang memuaskan dan lebih tepat,
alangkah baiknya bila orang yang ingin belajar metode MUTIARA
QURANI ini dibimbing oleh guru yang telah menguasai dan
mengikuti pelatihan metode ini.
Semoga buku metode MUTIARA QURANI yang disusun
oleh Ustadz Muhammad Arifin Al-Hafizh ini menjadi amal shalih
yang dapat menambah pemberat timbangan bermanfaat bagi
umat Islam, yang ingin belajar Al-Quran.
Wa akhiru dawana anil hamdulillahi Rabbil alamin

Bekasi, Rabiul Akhir 1431 H / Maret 2010 M
H. Taufik Hamim Effendi, Lc., MA


(Ketua Umum Yayasan Muntada Ahlil Quran)




Mutiara Qurani

5

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR --- 3
DAFTAR ISI --- 5
PENDAHULUAN --- 7
Pelajaran Pertama: AL-LAHN --- 11
Pelajaran Kedua: HUKUM MEMBACA ISTIADZAH --- 13
Pelajaran Ketiga: CARA MENYAMBUNG ISTIDZAH --- 15
Pelajaran Keempat: TINGKATAN MEMBACA AL-QURAN --- 16
Pelajaran Kelima: CARA MENYAMBUNG DUA SURAT --- 17
Pelajaran Keenam: HUKUM NUN DAN MIM TASYDID --- 18
Pelajaran Ketujuh: MAKHORIJUL HURUF --- 19
Pelajaran Kedelapan: AHKAMUL LAM --- 32
Pelajaran Kesembilan: HUKUM NUN SUKUN DAN TANWIN --- 34
Pelajaran Kesepuluh: HUKUM MIM SUKUN --- 42
Pelajaran Kesebelas: HUKUM IDGHOM --- 44
Pelajaran Keduabelas: AL-QOLQOLAH --- 47
Pelajaran Ketigabelas: HUKUM MAD --- 49
Pelajaran Keempatbelas: HUKUM RO --- 59
Pelajaran Kelimabelas: LAFDZUL JALALAH --- 61
Pelajaran Keenambelas: ALAMATUL WAQOF --- 62
Pelajaran Ketujuhbelas: ISTHILAHATU FIL QURAN --- 64
DAFTAR ISI
Mutiara Qurani

6
























Mutiara Qurani

7

PENDAHULUAN

Al-Quran adalah Wahyu Allah Taala. yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. untuk
seluruh manusia sebagai tuntunan hidup di muka bumi ini. Maka
sudah menjadi suatu keharusan bagi kita sebagai umatnya untuk
menjadikan al-Quran sebagai minhajul hayah (tuntunan hidup)
agar selamat di dunia maupun di akhirat. Untuk itu ada bebe-
rapa keutamaan terhadap al-Quran yaitu:
1. Kebaikan yang banyak bagi pembaca al-Quran yaitu:
Orang yang rutin setiap harinya menghabiskan waktu untuk
baca koran sediktpun tidak ada pahala kebaikan dalam membaca-
nya, apalagi naudzubillahi mindzalik kalau isinya yang dibaca
seputar tentang ghibah (menceritakan keburukan seseorang)
tentunya tidak ada sedikitpun keberkahan apa yang dibacanya,
lain halnya dengan al-Quran Subhanallah kebaikan yang di-
berikan Allah bagi Pembaca al-Quran tidak tanggung-tanggung
yaitu pahala (kebaikan) bukan per-kalimat ataupun per-kata,
akan tetapi per-huruf. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
dalam hadistnya bersabda:

Barang siapa yang membaca kitab Allah (al-Qur an) maka bagi-
nya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipat gandakan menjadi
Mutiara Qurani

8
sepuluh kebaikan, aku (Rasulullah) tidak mengatakan Alif Lamim
satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim
satu huruf.
1

Maka dari itu kita sebagai muslim yang mengimani al-Quran
sudah selayaknya menjadikan bacaan harian kita, mengingat
ganjarannya yang begitu besar di sisi Allah Taala.
2. Keberkahan bagi Pentadabbur al-Quran
Allah Taala menurunkan al-Quran selain untuk dibaca juga
untuk ditadabburi (dipelajari), karena semakin besar interaksi
dan pemahaman seseorang terhadap al-Quran semakin banyak
pula keberkahan yang akan ia dapati dari al-Quran itu.
.. ..l. ,,l| .,`. ``,.,l ...,, ..,l l` .,l __
ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan
berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya
mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS.
Shaad: 29)
Dengan senantiasa memahami ayat-ayat al-Quran maka
akan banyak sekali ilmu-ilmu yang ia dapati serta mempunyai
pengaruh yang besar dari al-Quran, hati lebih sensitif terhadap
ayat-ayat yang dibaca maupun yang didengar. Hatinya dapat
melenturkan perasaan-perasaannya dan menghaluskan pen-
dengarannya, serta bertambahnya keimanan manakala disebut
Asma Allah.

1
HR. At-Tirmidzi, beliau berkata hadist ini hasan shahih.
Mutiara Qurani

9
!..| _`...l _ :| : < l> ',l :| ,l. ,ls
...,, :: !...,| _ls `, l., _
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang
apabila nama Allah disebut, gemetarlah hati mereka, dan apabila
dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka iman mereka menjadi
bertambah karenanya. (QS. Al-Anfaal: 2)
3. Derajat yang tinggi di Surga
Orang yang senantiasa berkomitmen terhadap al-Quran,
yaitu membaca, tadabbur serta pengamalan, maka Allah Taala
akan memberikan surga sesuai dengan komitmennya ketika
hidup di dunia.
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiyallahu anhum,
Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Dikatakan kepada orang yang membaca dan mengamalkan al-Quran:
Baca dan naiklah kederajat yang lebih tinggi, karena sesungguhnya
tempat kedudukan tertinggimu adalah pada ayat yang terakhir
engkau baca di dunia.
2

Buku ini disusun sangatlah sederhana guna mempermudah
para pembaca dalam memahami tajwid dan membaca al-Quran

2
HR. Abu Dawud dan Tirmidzi berkata hadist ini hasan shahih.
Mutiara Qurani

10
dengan benar. Sengaja buku ini tidak dilengkapi materi Sifatu
al-huruf dan Aqsamu al-waqof , mengingat materi tersebut untuk
tingkat lanjutan, akan tetapi hanya Qolqolah dan Alamatul waqof
saja.
Semoga buku ini dapat bermanfaat dan menjadi amal shalih
untuk kita semua. Amiin.

Penulis

















Mutiara Qurani

11

Pelajaran Pertama

(AL-LAHN DAN HUKUMNYA)
3


Al-Lahn, secara bahasa yaitu: Kesalahan atau kekeliruan.
Sedang secara istilah yaitu: Kesalahan dalam tilawah al-Quran
yang berdampak pada kaidah yang sesungguhnya.
Dalam hal ini ulama Qurro membagi dalam dua hal:
1. : Kesalahan jelas yang terjadi ketika membaca al-
Quran yang berdampak pada perubahan lafazh ataupun
makna secara bersamaan.
Contoh:
dibaca membaca huruf Zho menjadi
atau membaca huruf Siin menjadi atau pada lafazh
basmalah ( ) dibaca Dhommah atau Fathah
atau men-fathahkan lafazh Allah ( ).
Hukum ini adalah: haram karena kesalahan pada
lafazh al-Quran yang menyebabkan pada perubahan makna.
Adapun orang-orang yang belum memahami hendaknya ia harus
belajar atau kalau tidak mampu bacaan shalat harus benar serta
tidak layak untuk jadi imam shalat.

3
Hilyatu al-Tilawah Fii Tajwidil Quran. DR. Rihab Muhammad Mufid Syaqiqi.
Bairut. 1429 H./ 2008 M. hal. 152
Mutiara Qurani

12
2. Kesalahan samar yang terjadi ketika membaca al-
Quran yang tidak berdampak pada perubahan makna,
misalnya tidak terbacanya Qolqolah, Madnya belum sempurna
dalam memanjangkannya, belum menggunnahkan sifat
dengung atau yang sejenis nya.
Hukum ini ialah: ada dua pendapat ulama dalam
membaca al-Quran:
a. Jika sedang berlangsungnya dalam Talaqqi atau bermusyafahah
maka harus dapat menjaganya dari kesalahan khofiy atau
samar apalagi kesalahan pada makna, karena Riwayat atau
Silsilah pada kesalahan Khofiy bisa berdampak pada kebohongan
dalam meriwayatkan.
b. Jika ada unsur kesengajaan dalam bertilawah sedang dia Mutqin
dalam Qiroah maka sudah menjadi Aib baginya, akan tetapi
sebaliknya jika ia awam dalam Qiroah (ilmu tajwid) maka
tidak masalah, karena ia telah meninggalkan sifat-sifat yang
tidak mengeluarkan huruf dari pengucapan yang benar dan
tidak merubah makna








Mutiara Qurani

13

Pelajaran Kedua
HUKUM MEMBACA ISTIADZAH
4

(Taawudz)

Membaca Istiadzah hukumnya ialah sunnah,
dan ada juga yang mengatakan hukumnya wajib, berdasarkan
firman Allah:

Apabila engkau hendak membaca al-Quran, maka mohonlah per-
lindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. (QS.
An-Nahl: 98).
Maksudnya ialaha apabila kita hendak membaca al-Quran
maka sangat dianjurkan untuk membaca Taawudz terlebih
dahulu baru kemudian dilanjutkan dengan membaca basmalah,
kecuali pada surat at-Taubah (cukup membaca taawudz saja
tanpa membaca basmalah)
Adapun cara membacanya:
1. Dijaharkan (dikeraskan):
Ketika dalam acara-acara tertentu atau sedang dalam belajar
mengajar
2. Disirkan (dipelankan):

4
Hilyatul Tilawah Fii Tajwidil Quran. DR. Rihab Muhammad Mufid Syaqiqi.
Beirut. 1429H/2008M. hal. 69
Mutiara Qurani

14
Ketika memulai membaca dalam keadaan sendiri
Ketika dalam keadaan shalat
Ketika meneruskan membaca dalam satu majelis.





















Mutiara Qurani

15

Pelajaran Ketiga
CARA MENYAMBUNG ISTIADZAH
DAN BASMALAH

Ada empat cara dalam menyambung Istiadzah dan Basmalah:
1. Diwaqofkan semuanya. Contoh:


2. Diwasholkan seluruhnya.
5
Contoh:



3. Taawudz disambung dengan Basmalah. Contoh:


4. Basmalah disambung dengan awal surat. Contoh:



5
Huruf akhir dari lafadz Taawudz dan Basmalah jika disambung harakatnya harus
dibaca.
Mutiara Qurani

16

Pelajaran Keempat
TINGKATAN MEMBACA AL-QURAN

Imam Ibnul Jazari mengatakan dalam sebuah manzhumahnya
(Thoyyibatun Nasyri Fiqiroaatil Asyri):
6

1. At-Tahqiq: yaitu bacaan yang sangat lambat dengan menjaga
kaidah ilmu tajwid, dan ini biasanya digunakan dalam kegiatan
belajar mengajar.
2. Al-Hadr: yaitu bacaan yang sangat cepat dengan menjaga
kaidah ilmu tajwid dan setabil dalam membacanya.
3. Al- Tadwir: yaitu bacaan di antara keduanya (at-tahqiiq dan
al-hadr)
Sedang Tartil, Ali Radhiyallahu anhu ditanya tentang firman
Allah Taala surat al-Muzzammil ayat 4 maka dia
berkomentar:
:
membaca huruf-huruf dengan serta meperhatikan tanda berhenti
dengan benar.
Hendaknya seorang Qori dalam membaca semua tingkatan
baca di atas tanpa menggunakan lagu (ghina).

6
Hilyatul Tilawah Fii Tajwidil Quran. DR. Rihab Muhammad Mufid Syaqiqi.
Beirut. 1429 H./ 2008 M. hal. 73
Mutiara Qurani

17

Pelajaran Kelima
CARA MENYAMBUNG DUA SURAT

Ada tiga cara dalam menyambung dua surat:
1. Diwaqofkan seluruhnya. Contoh:


2. Diwasholkan semuanya.
7
Contoh:



3. Diwaqofkan pada akhir surat,
8
Basmalah disambung dengan
awal surat. Contoh:





7
Ketika menyambung dua surat dan huruf akhir dari surat tersebut berbaris Tanwin,
maka membacanya harus diIqlabkan karena bertemu dengan huruf ba pada
lafaz Basmalah.
8
Menyambung akhir surat pertama dengan Basmalah lalu berhenti, dan memulai
surat kedua tidak dibenarkan, yang demikian seakan-akan Basmalah itu termasuk
bagian dari surat pertama.
Mutiara Qurani

18

Pelajaran Keenam
HUKUM NUN DAN MIM BERTASYDID
9


Huruf Nun Bertasydid
Huruf Nun bertasydid dibaca ghunnah (ditahan) baik dalam
keadaan berdiri sendiri maupun dalam bentuk kata



Huruf Mim Bertasydid
Huruf Mim bertasydid dibaca ghunnah (ditahan) baik dalam
keadaan berdiri sendiri maupun dalam bentuk kata







9
Apabila berhenti pada huruf Nun atau Mim bertasydid maka harus didengungkan
selama 2 harokat.
Mutiara Qurani

19

Pelajaran Ketujuh
MAKHORIJUL HURUF

Secara garis besar tempat keluar huruf dibagi menjadi lima
tempat:
1. Rongga hidung
2. Dua bibir
3. Rongga tenggorokan
4. Rongga mulut
5. Lidah

Berikut di bawah ini gambar tempat keluar huruf:
10

1. Al-halqu atau rongga tenggorokan
Huruf-huruf yang keluar dari rongga tenggorokan yaitu:

: Tenggorokan paling atas
: Tenggorokan bagian tengah
: Tenggorokan bagian bawah


10
Iqromediatabalong.wodpress.com
Mutiara Qurani

20
2. Aqshol Lisan atau pangkal lidah
Huruf-huruf yang keluar dari pangkal lidah yaitu:

: Pangkal lidah dikeataskan dengan kuat.
: Pangkal lidah dikeataskan dengan
tidak terlalu kuat.


3. Wasathul Lisan atau bagian tengah lidah
Huruf-huruf yang keluar dari tengah lidah yaitu:
: Tengah lidah disentuhkan ke langit-
langit
: Tengah lidah disentuhkan ke langit-
langit
: Tengah lidah disentuhkan ke langit-
langit

4. Hafatal Lisan atau dua tepi lidah
Huruf yang keluar dari dua tepi lidah yaitu:

: Bertemunya dua sisi lidah dengan gusi
gigi geraham


Mutiara Qurani

21
5. Adnal Lisan atau ujung lidah.
Huruf-huruf yang keluar dari ujung lidah yaitu:
: Ujung lidah bertemu dengan langit-
langit
: Ujung lidah bertemu dengan langit-
langit bawah
: Ujung/punggung lidah bertemu dengan
langit-langit
6. Thorful Lisan atau ujung lidah penuh
Huruf yang keluar dari ujung lidah penuh yaitu:
: Ujung lidah bertemu dengan langit-
langit
: Ujung lidah bertemu dengan gusi gigi
atas
: Ujung lidah bertemu dengan dinding
gigi atas
7. Thorful lisan atau ujung lidah (sisi depan)
Huruf yang keluar dari ujung lidah yaitu:
: Ujung lidah bertemu dengan kedua
ujung gigi
: ujung lidah bertemu dengan kedua
ujung gigi
: Ujung lidah bertemu dengan dinding
gigi atas
Mutiara Qurani

22
8. Thorful lisan atau ujung lidah
Huruf yang keluar dari ujung lidah yaitu:
: Keluar dari ujung lidah yang hampir
bertemu dengan langit-langit.
: Keluar dari sisi lidah bertemu dengan
langit-langit

9. Asy-syafataini atau dua bibir
Huruf-huruf yang keluar dari dua bibir yaitu:
: Dengan meleburkan kedua bibir
: Dengan sedikit lebih kuat meleburkan
kedua bibir
: Dengan menghimpun (memonyong-
kan) kedua bibir
: Ujung gigi atas bertemu bibir bawah
bagian dalam


Mutiara Qurani

23
Latihan Pengucapan Huruf Dan Sifat-Sifatnya
11














11
Pedoman Dauroh al-Quran. Abdul Aziz Abdul Rouf al-Hafizh, Lc. Markaz
Quran. Cet. XII 1427. H / 2007. M
Mutiara Qurani

24














Mutiara Qurani

25














Mutiara Qurani

26














Mutiara Qurani

27














Mutiara Qurani

28














Mutiara Qurani

29













Mutiara Qurani

30













Mutiara Qurani

31






















Mutiara Qurani

32

Pelajaran Kedelapan
AHKAMUL LAM
12


Lam al-Qomariah yaitu: Lam yang harus dibaca (idzhar)
setelah bertemu dengan 14 huruf berikut:

atau dalam bait dibaca ( )
Contoh kalimat:


Lam ays-Syamsiah: yaitu, Lam yang tidak dibaca, atau dibaca
(idghom) setelah bertemu dengan 14 huruf berikut:

atau dalam bait dibaca ( (
Contoh kalimat

12
Al-Burhan Fii Tajwidil Quran. Muhammad ash-Shodiq Qomhawi, Maktabah
Sunnah 1414H./1993 M. hal 31
Mutiara Qurani

33























Mutiara Qurani

34

Pelajaran Kesembilan
NUN SUKUN DAN TANWIN

Apabila ada Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan huruf
Hijaiyyah yang berjumlah 28 huruf, maka hukumnya ada 4 yaitu:
Izhar, Idghom, Ikhfa dan Iqlab, Contoh:
Idzhar artinya jelas, yaitu Nun Sukun atau Tanwin bertemu
dengan huruf Izhar dibaca jelas.
Contoh bancaan Idzhar:
Bertemu dengan huruf Kho


Bertemu dengan huruf Ghoin


Bertemu dengan huruf Ain

Mutiara Qurani

35

Bertemu dengan huruf Ha


Bertemu dengan huruf Hamzah


Bertemu dengan huruf Ha


Idghom Bighunnah: artinya Memasukkan, yaitu meleburkan
Nun Sukun atau Tanwin dengan huruf Idghom Bighunnah dibaca
seakan-akan bertasydid disetai dengan dengung.
Contoh bancaan Idghom Bighunnah:
Bertemu dengan huruf Mim

Mutiara Qurani

36

Bertemu dengan huruf Nun


Bertemu dengan huruf Wawu


Bertemu dengan huruf Ya


Idghom Bilaghunnah artinya Memasukkan, yaitu melebur-
kan Nun Sukun atau Tanwin dengan huruf Idghom Bilaghunnah
seakan-akan bertasydid dibaca tanpa dengung
Contoh bancaan Idghom Bilaghunnah:
Bertemu dengan huruf Lam

Mutiara Qurani

37

Bertemu dengan huruf Ro


Ikhfa artinya tersembunyi, yaitu samarnya huruf Nun Sukun
atau Tanwin bila bertemu dengan huruf Ikhfa disertai dengan
dengung
Contoh bacaan Ikhfa:
Bila Bertemu dengan huruf Ta


Bila Bertemu dengan huruf Tsa


Bila Bertemu dengan huruf Jim

Mutiara Qurani

38

Bila Bertemu dengan huruf Dal


Bila Bertemu dengan huruf Dzal


Bila Bertemu dengan huruf Zay


Bila Bertemu dengan huruf Sin


Mutiara Qurani

39
Bila Bertemu dengan huruf Syin


Bila Bertemu dengan huruf Shod


Bila Bertemu dengan huruf dhod


Bila Bertemu dengan huruf Tho


Mutiara Qurani

40
Bila Bertemu dengan huruf Zho


Bila Bertemu dengan huruf Fa


Bila Bertemu dengan huruf Qof


Bila Bertemu dengan huruf Kaf


Mutiara Qurani

41
Iqlab artinya labil, yaitu berubahnya huruf Nun Sukun atau
Tanwin bila bertemu dengan huruf Iqlab disertai dengan dengung.
13

Contoh bacaan Iqlab:



















13
Al-Wafi fi Syarhi al-Syathibiyyah fi al-Qiroati al-Sabah Syeikh Abd Fattah bin
Abdul Ghoniy al-Qodhiy . Darul Mushaf. 1425H./2004. hal. 236
Mutiara Qurani

42

Pelajaran Kesepuluh
HUKUM MIM SUKUN

Apabila Mim Sukun bertemu dengan huruf Hijaiyyah selain
Alif Layyinah, maka hukumnya ada 3 yaitu: Ikhfa Syafawiyy,
Idgom Mitslain, Izhar Syafawiyy.
Hukum Ikhfa Syafawiyy
Apabila Mim Sukun bertemu huruf Ba, maka dibaca dengung
pada huruf mim.
Contoh:


Hukum Idghom Mitslain
Apabila Mim Sukun bertemu huruf Mim, maka dibaca seperti
bertasydid dan disertai dengung yang jelas.


Hukum Izhar Syafawiyy
Apabila Mim Sukun bertemu selain huruf Mim dan Ba, maka
dibaca jelas tanpa dengung.
Mutiara Qurani

43























Mutiara Qurani

44

Pelajaran Kesebelas
HUKUM IDGHOM

Hukum Idghom ada 3 yaitu:
1.
Idghom Mutamatsilain yaitu: Bertemunya dua huruf yang
sama, dan huruf yang pertama sukun.
Contoh:

2.
Idghom Mutajanisain yaitu: Bertemunya dua huruf yang satu
makhroj tetapi berbeda sifatnya.
Contoh:
Taa dengan Daal =
Thoo dengan Taa =
Daal dengan Taa =
Dzaal dengan Dzhoo =
Taa dengan Thoo =
3.
Idghom Mutaqoribain yaitu: Dua huruf yang berdekatan
makhroj dan sifatnya.
Mutiara Qurani

45
Contoh:
Lam dengan Ro =
Qoof dengan Kaaf =

Latihan pengucapan hukum Idghom
Idghom Mutamatsilaini:
14





Idghom Mutajanisaini:
15






14
(QS. Al-Baqarah:16 ), (QS. Al-Baqarah: 282), (QS. Al-Maidah: 61).
15
(QS. Al-Araf: 189), (QS. Al-Baqarah: 256), (QS. Ali-Imran: 122 ), (QS. Al-Maidah: 28),
(QS. An-Nisa: 64).
Mutiara Qurani

46


Idghom Mutaqoribaini:
16


















16
(QS. Thaha: 114), (QS. An-Nisa: 158), (QS. Al-Mursalat: 20)
Mutiara Qurani

47

Pelajaran Keduabelas
AL-QOLQOLAH

Qolqolah yaitu Pantulan pada makhroj tersebut ketika me-
nyebutkan huruf-huruf sukun yang lima sampai terdengar
getaran yang kuat (sama), yaitu Qof, Tho, Ba, Jim dan Dal.
17

Huruf Qof sukun


Huruf Tho sukun


Huruf Ba sukun



17
Al-Burhan Fii Tajwidil Quran. Muhammad ash-Shodiq Qomhawi, Maktabah
Sunnah 1414 H./1993 M. hal. 48
Mutiara Qurani

48
Huruf Jim sukun


Huruf Dal sukun
















Mutiara Qurani

49

Pelajaran Ketigabelas
HUKUM MAD
18


Mad terbagi menjadi 2 yaitu Mad Asli dan Mad Fari

1. Mad Asli



Mad Asli




Latihan membaca Mad Asli





18
Hilyatul Tilawah Fii Tajwidil Quran. DR. Rihab Muhammad Mufid Syaqiqi.
Beirut. 1429H/2008M. hal. 192
Mad Asli
Apabila huruf alif diawali harokat
fathah, huruf ya diawali harokat kasroh
dan huruf wawu diawali harokat
dhommah, panjangnya 2 harokat

Mutiara Qurani

50









Mulhaqootu
19

almad at-Thobiii












19
Hilyatul Tilawah Fii Tajwidil Quran. DR. Rihab Muhammad Mufid Syaqiqi.
Beirut. 1429H/ 2008M. hal. 194
Mad Thobii Harfi
Yaitu yang terjadi pada huruf-huruf
hijaiyyah (huruf muqotthoah) di
awal surat, panjangnya 2 harokat,
adapun hurufnya digabungkan
menjadi

Mad Iwadh
Yaitu yang terjadi pada tanwin yang
fathah dalam keadaan waqof,
panjangnya 2 harokat
Mad Shilah Sugro
Yaitu yang terjadi pada ha dhomir
(Hu atau Hi), dan di antara huruf
hidup, panjangnya 2 harokat

Mad Tamkin
Yaitu adanya dua ya: Ya yang
pertama tasydid dan berbaris bawah
dan yang kedua sukun, panjangnya 2
harokat

Mutiara Qurani

51
Contoh Mad Shilah Sugro



Contoh Mad Iwadh




Contoh Mad Tamkin




Contoh Mad Thobii Harfi

Mutiara Qurani

52


2. Mad Fari
20








Mad Fari
Dengan sebab Hamzah
21










20
Mad fari terbagi menjadi dua, yaitu: Fari dengan sebab Hamzah dan Fari dengan
sebab Sukun.
21
Hilyatul Tilawah Fii Tajwidil Quran. DR. Rihab Muhammad Mufid Syaqiqi. Beirut.
1429H/2008M. hal. 199
Mad Jaiz Munfashil
Bertemunya mad dengan hamzah
dalam kalimat terpisah,
panjangnya 4 atau 5 harokat

Mad Wajib Muttashil
Bertemunya mad dengan hamzah
dalam satu kalimat, panjangnya 4
atau 5 harokat
Mad Shilah Kubro
Yaitu sama seperti mad shilah
Sugro, hanya saja setelah ha
dhomir bertemu hamzah,
panjangnya 4 atau 5 harokat

Mad Badal
Bertemunya hamzah dengan
huruf mad atau setiap hamzah
yang mad, panjangnya 2 harokat

Mutiara Qurani

53
Contoh Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfashil







Contoh Mad Shilah Kubro


Contoh Mad Badal




Mutiara Qurani

54








Mad Fari
Dengan Sebab Sukun






Contoh Mad Lazim




Mad Liin
Yaitu huruf liin yang diawali fathah
dan berhenti pada akhir kalimat,
panjangnya 2 sampai 6 harokat.

Mad Aridh lissukun
Yaitu mad yang berhenti pada huruf
sukun di akhir kalimat, panjangnya
2 sampai 6 harokat.

Mad Lazim
Yaitu mad yang bertemu dengan
sukun, baik dalam keadaan washol
maupun waqof dalam satu kalimat,
panjangnya 6 harokat.
Mutiara Qurani

55
Contoh Mad Aridh Lissukun




Contoh Mad Liin














Mutiara Qurani

56











Mad Lazim












Kalimi mutsaqqol
Yaitu mad yang bertemu dengan
huruf tasydid pada satu kalimat,
panjanya 6 harokat.

Kalimi mukhoffaf
Yaitu mad yang bertemu dengan
huruf sukun pada satu kalimat,
panjanya 6 harokat.

Harfin mukhoffaf
Huruf-huruf terputus yamg
terdapat di awal surat tanpa
Idghom, Panjangnya 6 harokat.

Harfin mutsaqqol
Huruf-huruf terputus yang
terdapat di awal surat (mad
dengan Idghom ), panjangnya 6
harokat.

Mutiara Qurani

57
Contoh Mad Kalimi Mutsaqqol



Contoh Mad Kalimi Mukhoffaf




Contoh Mad Harfin Mutsaqqol


Contoh Mad Harfin Mukhoffaf


Mutiara Qurani

58























Mutiara Qurani

59

Pelajaran keempatbelas
HUKUM RO

Ro yang dibaca tebal:








Ro yang dibaca tipis:



Mutiara Qurani

60
Ro yang boleh dibaca tebal atau tipis:























Mutiara Qurani

61

Pelajaran Kelimabelas
LAFDZUL JALALAH

Yang dibaca tebal


Yang dibaca tipis













Mutiara Qurani

62

Pelajaran Keenambelas
ALAMATUL WAQOF

Berikut adalah Alamatul Waqof (tanda-tanda Waqof) yang
terdapat di dalam al-Quran versi Timur Tengah.

: Tidak boleh berhenti
: Harus berhenti
: Berhenti lebih utama
: Lebih utama diteruskan
: Boleh berhenti di antara keduanya

Panduan sederhana dalam berhenti dan meneruskan dalam
membaca al-Quran
Senantiasa berhenti pada akhir ayat dan melajutkan ayat
berikutnya tanpa harus mengulang kembali.
Apabila ditemukan ayat yang panjang, berhentilah pada
tanda waqof yang ada dan tidak harus mengulang, kecuali pada
tanda Lam Alif ) ).

: Harus berhenti disalah satu tanda tersebut
Mutiara Qurani

63
Apabila akhir ayat masih panjang dan tidak menemukan
tanda waqof, maka berhentilah pada akhir nafas yang kita mampu.






















Mutiara Qurani

64

Pelajaran Ketujuhbelas
ISTHILAHATU FIL QURAN
(Berbagai Istilah Dalam Al-Quran)

1. Saktah
Yaitu berhenti sejenak selama dua harokat tanpa bernapas
22
,
Contoh:




2. Sajdah
Yaitu ayat sujud tilawah,
23
sangat dianjurkan bagi yang mem-
baca maupun yang mendengar untuk sujud tilawah, Berikut di
bawah ini sebagian ayat-ayat sujud tilawah:

22
Hanya ada 4 di dalam al-Quran: 1. (QS. Al-Kahfi: 1-2), 2. (QS. Yaasiin: 52), 3.
(QS. Al-Qiyaamah: 27), 4. (QS. Al-Infithaar: 14)
23
Ada 15 tempat / ayat sujud tilawah di dalam al-Qur an 1.(QS. Al-Araaf: 206),
2. (QS. Ar-Rad: 15), 3.(QS. An-Nahl: 50), 4. (QS. Al-Israa: 109), 5. (QS. Maryam:
58), 6. (QS. Al-Hajj: 18 dan 77), 7. (QS. Maryam: 77), 8. (QS. Al-Furqaan: 60), 9. (QS.
Mutiara Qurani

65
Surat al- Araaf ayat 206.

Surat al- Alaq ayat 19.

Surat Maryam ayat 58.



3. Isymam
Yaitu menampakkan dhommah yang tidak terbaca dengan
isyarat bibir,
24
contoh di dalam surat Yusuf ayat 11


4. Imalah
Yaitu bacaan yang bersuara di antara fathah dan kasroh
25
,
contoh di dalam surat Hud ayat 41


An-Naml: 26), 10. (QS. As-Sajdah: 15), 11. (QS. Shaad: 24), 12.(QS. Fushshilat: 37),
13. (QS. An-Najm: 62), 14. (QS. Al-Insyiqaaq: 21), 15. (QS. Al-Alaq: 19).
24
Hanya ada satu ayat di dalam al-Quran.
25
Hanya ada satu ayat di dalam al-Quran.
Mutiara Qurani

66
5. Tashil
Yaitu membaca hamzah yang kedua dengan ringan
26
, contoh
di dalam di dalam surat Fushshilat ayat 44




6. Naql
Yaitu membaca harokat hamzah ke huruf sebelumnya
27
,
contoh di dalam surat al-Hujurat ayat 11




7. Nun Wiqoyah
Yaitu nun yang harus dibaca kasro (ni) walaupun tidak
tertulis, contoh beberapa ayat di dalam al-Qur an:



26
Hanya ada satu ayat di dalam al-Quran
27
Hanya ada satu ayat di dalam al-Quran
Mutiara Qurani

67
Surat al-Baqarah ayat 180


Surat al-Hadiid ayat 27


Surat al-Jumuah ayat 11


Surat an-Nahl ayat 87

Surat Ibrahim ayat 26


Mutiara Qurani

68
Surat al-Ikhlas ayat 1 dan 2

Surat al-Hajj ayat 11



8. Shifrun Mustadir
Yaitu tanda bulatan (o) yang terdapat di atas huruf (tidak
dibaca panjang baik ketika washol maupun waqof), contoh be-
berapa ayat di dalam al-Quran:
Surat Hud ayat 68.

Surat al-Insaan ayat 16.

Surat ar-Rad ayat 30.




Mutiara Qurani

69
Surat al-Kahfi ayat 14



9. Shifrul Mustathilul Qoim
Yaitu tanda bulatan lonjong ( 0 ) di atas huruf (dibaca panjang
ketika waqof dan tidak dibaca panjang ketika washol), contoh
beberapa ayat di dalam al-Quran:
Surat al-Kahfi ayat 38

Surat al-Ahzab ayat 10


Surat al-Ahzab ayat 66


Surat al-Insan ayat 15

Mutiara Qurani

70

DAFTAR PUSTAKA

1. Al-Quran al-Karim
2. Hilyatu al-Tilawah Fii Tajwidil Quran. DR. Rihab Muhammad
Mufid Syaqiqi. Beirut. 1429 H./ 2008 M.
3. Pedoman Dauroh al-Quran. Abdul Aziz Abdul Rouf al-Hafizh,
Lc. Markaz Quran 1427H/ 2007M
4. Al-Burhan Fii Tajwidil Quran, Muhammad ash-Shodiq
Qomhawi, Maktabah Sunnah 1414H./1993M.
5. Al-Wafi fii Syarhi al-Syathibiyyah fii al-Qiroati al-Sabah Syeikh
Abdul Fattah bin Abdul Ghoniy al-Qodhiy. Darul Mushaf.
1425H./2004M.
6. Iqromediatabalong.wordpress.com