Anda di halaman 1dari 11

Petunjuk pengisian: Bacalah setiap item pertanyaan dan alternatif jawaban dengan seksama Check list (?

) jawaban yang dianggap benar Mohon periksa kembali setiap jawaban yang telah dibuat LAMPIRAN VI Kuesioner yang telah diisi lengkap mohon dikembalikan kepada peneliti KUESIONER PENGARUH PELATIHAN PEMBERIAN OBAT TERHADAP PERILAKU PERAWAT DALAM PENERAPAN PRINSIP SEPULUH BENAR PEMBERIAN OBAT DI RSI IBNU SINA PADANG No. Kode :

I.

Identitas Responden :................................................................................... :................................................................................... :................................................................................... :................................................................................... :................................................................................... :...................................................................................

Nama Inisial Umur Pendidikan Jenis Kelamin Jabatan/Unit Lama Bekerja

15

Benar pasien Benar obat Benar dosis Benar kadaluarsa Benar waktu

(1) Benar program antibiotika (0) Benar dokumentasi (1) (1) Benar pengkajian (1) Benar pendidikan kesehatan (0) (1) (1)

Benar evaluasi (1) (1) Benar merk (0) II. Benar rute Pertanyaan (1) A. Pengetahuan Benar pengoplosan (0) Benar penolakan pasien (1) 1. Prinsip sepuluh benar pemberian obat terdiri dari: (jawaban boleh lebih dari 1)

2. Waktu pemberian obat dengan singkatan a.c adalah: (jawaban boleh lebih dari 1) 1 jam setelah makan Saat makan 1 jam sebelum makan 3. Rute obat disebut juga dengan: (jawaban boleh lebih dari 1) Perjalanan obat Order obat Cara pemberian obat Bagian obat 4. Mencuci tangan harus dilakukan perawat saat: (jawaban boleh lebih dari 1) Sebelum memberikan obat Saat memberikan obat Setelah memberikan obat (1) (0) (1) (0) (0) (1) (0) (0) (0) (1)

5. Universal precaution terdiri dari: (jawaban boleh lebih dari 1) Mencuci tangan Membuang jarum suntik di tempat khusus Menggunakan sarung tangan (handscoend) Menggunakan apron Menggunakan kacamata (1) (1) (1) (0) (0)

6. Pelayanan rumah sakit yang memperhatikan keamanan pasien disebut: (jawaban boleh lebih dari 1) Caring Patient safety Medication safety Nursing process 7. Rute obat dalam bentuk padat terdiri dari: (jawaban boleh lebih dari 1) Oral Topikal Rektal Vaginal 8. Benar pasien mencakup: (jawaban boleh lebih dari 1) Mengecek identitas pasien pada gelang atau papan nama Memanggil nama pasien Memberi tanda pada dua nama pasien yang sama (1) (1) (1) (1) (1) (1) (1) (0) (1) (0) (0)

17

9. Data pasien yang mempengaruhi pengkajian adalah: (jawaban boleh lebih dari 1) Usia Status menikah Status kehamilan Kebiasaan merokok/minuman beralkohol Penyakit hati atau ginjal 10. Bila pasien menolak pemberian obat, perawat melakukan: (jawaban boleh lebih dari 1) Menanyakan alasan penolakan Menyertakan lembaran informed concent Dokumentasikan penolakan Menghentikan total pengobatan Berikan penguatan kenapa obat diberikan (1) (1) (1) (0) (1) (1) (0) (1) (1) (1)

11. Pendidikan kesehatan tentang obat yang perawat berikan kepada pasien adalah: (jawaban boleh lebih dari 1) Berikan informasi bila pasien bertanya saja Berikan informasi setiap akan memberikan obat Berikan gambaran kondisi pasien secara rasional Berikan informasi dengan bahasa medis Dalam situasi darurat, jelaskan obat dengan detail 12. Evaluasi yang perawat lakukan ketika pemberian obat adalah: (jawaban boleh lebih dari 1) Respon pasien terhadap obat Dokumentasi Pengkajian obat Efek samping obat (1) (0) (0) (1) (0) (1) (1) (0) (1)

13. Benar obat mencakup: (jawaban boleh lebih dari 1) Cek permintaan obat Cek merk paten obat Ketahui alasan kenapa pasien mendapatkan obat Cek label obat Mengetahui tanggal obat diorder Periksa nama generik obat 14. Benar dokumentasi mencakup: (jawaban boleh lebih dari 1) Mencatat nama pasien, nama obat, dosis obat Mencatat setelah obat pasien lain diberikan Mencatat cara dan waktu pemberian Memberikan informed concent Mencatat langsung setelah memberikan obat Mencatat penulis resep 15. Benar dosis mencakup: (jawaban boleh lebih dari 1) a. Tidak merubah dosis asli Langsung diberikan saja Hitung dan periksa dosis dengan benar Jika meragukan dosis, obat tetap diberikan Dosis disesuaikan dengan keadaan pasien (1) (0) (1) (0) (1) (1) (0) (1) (0) (1) (1) (1) (0) (1) (1) (1) (1)

19

B. Sikap Petunjuk pengisian: Beri tanda check list () pada pernyataan menurut pilihan anda. Keterangan : SS S TS STS No 16 Prinsip penting 17 : Sangat setuju : Setuju : Tidak setuju : Sangat tidak setuju SS obat S TS STS

Pernyataan sepuluh benar pemberian diterapkan untuk

menghindari

kesalahan pemberian obat Mengecek identitas pasien (gelang identitas atau papan nama pasien) akan menambah beban kerja perawat 18 Patient safety (keselamatan pasien), terutama medication safety (keamanan pengobatan) 19 20 21 22 23 24 25 26 perlu disosialisasikan Pengkajian cukup dilakukan saat pasien baru masuk rawat inap saja Pendokumentasian dilakukan segera setelah obat diberikan Sebelum memberikan obat, label obat dicek sebanyak 3 kali Obat baru diletakkan di belakang atau di bawah tempat penyimpanan obat Bila obat dalam bentuk cairan, tetap

diberikan walaupun terjadi perubahan warna Untuk obat oral, pasien perlu ditunggui sampai obat benar-benar diminum Mengecek tanggal kadaluarsa bukanlah tugas perawat Pendidikan kesehatan tentang pengobatan diberikan pada pasien bila pasien bertanya

27 28

saja Jarum suntik bekas perlu dibuang ke tempat khusus Pasien memiliki hak untuk mengajukan penolakan terhadap pengobatan yang diterima Jika ada keraguan, dosis obat harus dihitung ulang dan diperiksa oleh perawat lain Evaluasi pemberian obat cukup dipantau saat perawat ganti shift (overan) saja

29 30

C. Tindakan Petunjuk pengisian: Beri tanda check list () pada tindakan yang Anda lakukan. Apakah Anda melakukan prosedur di bawah ini? Keterangan : Ya (Dilakukan) 21

Tidak (Tidak dilakukan) Kegiatan Persiapan (13) 1. Mencuci tangan sebelum menyiapkan obat. 2. Mengecek profil pasien (usia, kehamilan, kebiasaan merokok/minuman beralkohol, penyakit hati atau ginjal, psikososial) dan status alergi. 3. Mengecek permintaan obat melalui pemberi order (catatan dokter) dan/atau daftar obat. 4. Mengetahui alasan kenapa pasien mendapatkan obat. 5. Mengecek label obat sebanyak 3x: Melihat kemasan obat. Membaca dituang. Mengembalikan kemasan setelah obat dituang ke lemari obat. 6. Mengecek tanggal obat diorder dan tanggal akhir pemberian (seperti: antibiotik). 7. Memperhatikan simbol tertentu [Contoh: pemberian a.c (obat sebelum makan) atau p.c (obat setelah makan)]. 8. Mengecek tanggal kadaluarsa obat. 9. Mengecek ulang perhitungan dosis obat oleh perawat lain (jika dibutuhkan sesuai kebijakan). 10. Memeriksa dosis obat yang perlu diwaspadai (potensi bahaya/toxic) oleh perawat lain/petugas farmasi. 11. Menuang tablet atau kapsul ke dalam kom obat. Untuk dosis tunggal, kemasan dibuka di samping tempat tidur pasien setelah memeriksa identitas pasien. permintaan obat dan membandingkan dengan kemasan sebelum Ya Tidak

12. Menuang cairan sejajar mata (Obat dalam bentuk sirup). 13. Mencairkan/mengencerkan/menggerus dapat mengiritasi mukosa obat yang (seperti: lambung

potassium, aspirin) atau berikan bersama makanan. Pemberian Obat (19) 1. Memberikan obat yang hanya Anda siapkan. Jangan memberikan obat yang disiapkan oleh petugas lain. 2. Mengenali pasien melalui gelang identitas atau foto identitas atau papan nama pasien. 3. Menjelaskan prosedur pemberian obat. 4. Memberikan informasi (pendidikan kesehatan) tentang obat yang diberikan. 5. Mengkaji ketepatan posisi pasien, tergantung rute/cara pemberian obat. 6. Menilai kemampuan menelan pasien atau cek kepatenan slang NGT dan mengirigasi slang dengan air sebelum dan setelah pemberian obat. 7. Mendampingi pasien sampai obat bekerja, contohnya: obat oral (Tetap bersama pasien sampai obat oral telah diminum. Bila ada indikasi penundaan, kembali ke ruangan pasien di waktu yang tepat, jangan pernah meninggalkan obat di meja pasien teknik atau menitipkan terutama pada rute pasien/keluarga pasien). 8. Melakukan parenteral. 9. Memberikan cairan intra muskuler tidak lebih dari 2,5 atau 3ml di satu tempat. Pemberian subkutan pada bayi (infan) tidak lebih dari 1ml. aseptik,

23

10. Tidak menggunakan kembali jarum (suntik) yang sama. 11. Ketika memberikan obat untuk sekelompok pasien, memberikan obat terakhir kepada pasien yang membutuhkan bantuan khusus. 12. Meminta nama dan tanda tangan pasien/keluarga (pada lembar daftar obat). 13. Jarum dan spuit dibuang ke tempat khusus. 14. Pembuangan obat adalah tergantung kebijakan institusi dan hukum setempat. Contohnya, pembuangan obat ke washtafel atau kamar mandi, tidak di tempat sampah. 15. Ketepatan penyimpanan (beberapa perlu tempat pendingin/suhu tertentu). 16. Menulis tanggal dan waktu dibuka dan inisial Anda di label. 17. Menyimpan narkotik di laci atau lemari yang terkunci. Lemari obat harus selalu dikunci ketika tidak digunakan. 18. Mengunci untuk laci atau lemari obat narkotik harus disimpan oleh perawat dan tidak dibiarkan di laci atau lemari saja. 19. Menghindari kontaminasi terhadap kulit dan terhirup partikel yang menyebabkan alergi bagi yang sensitif. Pelaporan (7) 1. Melaporkan langsung kesalahan obat ke pemberi resep dan/atau manajer keperawatan. 2. Melengkapi laporan kejadian. 3. Mencatat: obat yang diberikan, dosis, waktu, rute, waktu dan tanggal pemberian dan nama dan tanda

tangan Anda. 4. Mencatat segera obat setelah diberikan, terutama dosis sekali pemberian. 5. Mencatat keefektifan dan reaksi pemberian obat. 6. Melaporkan ke petugas dan catat obat yang ditolak dengan alasan penolakan (lampirkan form penolakan). 7. Mencatat jumlah cairan yang diberikan dengan obat di lembar keseimbangan cairan.
Diadopsi dari Kee, Hayes & McCuistion (2009) dengan perubahan seperlunya disesuaikan dengan prinsip sepuluh benar pemberian obat.

25