LAPORAN PENDAHULUAN PENYULUHAN GIZI SEIMBANG PADA BALITA DI POSYANDU DESA SOAK BATOK

A. Latar Belakang Balita merupakan kelompok usia khusus dimana sangat memerlukan kebutuhan gizi yang seimbang dan kandungan gizi essensial yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan balita itu sendiri Selama masa bayi, anak-anak dan remaja gizi cukup penting untuk merangsang pertumbuhan dan pengembangan kerangka kesehatan.

Pertumbuhan adalah parameter yang paling sederhana dan dasar untuk mengevaluasi status gizi pada anak khususnya balita. Gizi yang cukup

dicerminkan oleh perkembangan anak pada diagram pertumbuhan standar yang menunjukkan hubungan tinggi dengan umur, berat badan dengan umur, tinggi badan dengan berat badan, dan lingkar kepala. Berdasarkan uraian di atas, maka mahasiswa mengadakan kegiatan penyuluhan gizi pada balita. Untuk menerapkan menu makanan yang seimbang selain terus menerus menjaga konsumsi makanan pokok dalam standar gizi yang baik, juga diimbangi dengan menu makanan tambahan atau jajanan yang sehat dan bergizi.

B. Tujuan 1. Tujuan Umum Dengan adanya kegiatan penyuluhan tentang gizi pada balita ini, diharapkan para ibu-ibu yang memiliki balita mampu memahami hal-hal tentang makanan yang bergizi bagi balita dan pentingnya memahami manfaat makanan bergizi bagi kesehatan tubuh balita.

Topik/judul kegiatan Gizi Balita pada kegiatan Posyandu Desa Soak Batok 2. Daftar hadir peserta 5. Mengetahui cara mengatasi balita sulit makan C. Memahami dan menjelaskan pengertian gizi seimbang balita b. diharapkan ibu-ibu yang memiliki anak balita dapat: a. Flipchart b. Metode kegiatan Metode kegiatan dalam pertemuan ini adalah penyuluhan 4. Waktu/ tempat Hari/Tanggal : Senin/ 5 November 2012 Tempat : Poskesdes Soak Batok Waktu : 08. Mengetahui dan memahami tentang jenis makanan sesuai dengan umur d. Mengetahui dan memahami tentang macam-macam makanan bergizi c. Target/ sasaran Target/ sasaran dalam kegaiatan ini adalah ibu-ibu yang memiliki anak usia bayi dan balita 3. Tujuan Khusus Setelah dilakukan penyuluhan tentang gizi pada balita. Mengetahui dan memahami tentang penyebab balita sulit makan f. Mengetahui dan memahami tentang cara pemberian makanan balita e.00 WIB . Leaflet c. Media/ Alat a. Alat tulis d. Perencanaan Kegiatan 1.2.

Meja regristasi 2. Pengaturan Tempat 2 1 3 4 5 6 7 8 9 Keterangan : 1.6. Pengorganisasian a. Pembawa acara 5. Papan Flipchart 3. Penyaji 4. Fasilitator .

Obserever 9. Fasilitator 8. Observer b. Rencana Susunan Acara 1. pelaksanaan dan evaluasi Mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan . Fase Kerja. Uraian Tugas 1. Fasilitator 7.6. Fase Terminasi a) Tanya jawab b) Kesimpulan dari penyuluhan c) Pembagian makanan sehat c. persiapan. Fase Orientasi ( 10 Menit) a) Pembukaan oleh pembawa acara 2. Penanggung Jawab Kegiatan : Menyusun laporan pendahuluan Bertanggung jawab terhadap kelangsungan acara sejak perencanaan. Penyuluhan Gizi Balita ( 20 Menit ) a) Memahami dan menjelaskan pengertian gizi balita b) Menjelaskan jenis makanan sesuai umur c) Menjelaskan cara pemberian makanan sesuai umur d) Menjelaskan cara mengatasi anak sulit makan e) Menjelaskan kerugian jika gizi tidak terpenuhi pada balita 3.

Mengatur ketepatan waktu d.Perlengkapan memadai c. Menutup acara 4. Membuka acara b. Menyampaikan susunan acara c. Memberikan masukan atau laporan dari kegiatan diskusi d. Kriteria evaluasi 1. Membuat pemerataan diskusi atau curah pendapat b. Penyaji : a. Evaluasi Proses .- Menyampaikan tujuan pelaksanaan pertemuan II dan memperkenalkan anggota kelompok pada saat kata sambutan Menyusun laporan kegiatan 2. Mahasiswa yang hadir 100% 2. Pembawa Acara : a. Fasilitator: a. Mengingatkan moderator dan fasilitator jika ada penyimpangan c. Membuat catatan penting yang terjadi selama acara 5. Memaparkan tentang gizi balita b. Mengobservasi jalannya acara b. Jumlah peserta yang hadir > dari 80 % b. Observer: a. Meningkatkan partisipasi dan keaktifan peserta pertemuan d. Evaluasi Struktur a. Melakukan diskusi bersama ibu-ibu yang memiliki anak balita 3.

Evaluasi Hasil a. Mahasiswa terlihat aktif sesuai perannya 3. Ibu-ibu yang memiliki anak balita mengerti tentang pengertian gizi balita b. Alat/ media berfungsi dengan baik c. Ibu-ibu yang memiliki anak balita dapat memberikan makanan yang sesuai dengan usia anak . Waktu sesuai dengan alokasi d. Peserta aktif dalam pertemuan b.a.

Rica Gizi 1.Yuniarti APOTIK 1. Lenti A. Mastia TB.Sulistiorini GIGI 1. Maya S 2. Ike D. Rica 2.Sulistiorini UGD 2.Ike DS GIZI 1. Rica .Yuniarti 2. Maya S GIGI 1. Ike DS 2. Yuniarti BP 1. TB. Sulistiorini 2. Rica Imunisasi 1.Yuniarti RUANG UGD JUM’AT 1. Maya S 1. Ike DS APOTIK 1.Ike DS BP 1.Sulistiorini RUANG KIA SELASA RUANG RABU 1.Paru 1.Sulistiorini IMUN 1. Yuniarti TB.Mastia BP 1. Lenti A 2. Sulistiorini Imunisasi 1.Rica 2.Mastia 2. Maya S 2.Lenti A 2.Mastia RUANG KIA SABTU 1.Lenti A APOTIK 1.DAFTAR DINAS HARIAN MAHASISWA RUANG UGD SENIN 1. Maya S 2.Ike DS 2.Lenti A 2. Mastia Gizi 1.Maya S. Lenti A GIGI 1.S 2.Paru 1. Yuniarti 2. RUANG KIA KAMIS 1.Baru 1. Mastia 2.Rica 2.

10 Okt 2009 D P Yuniarti. 6 Okt 2009 D P Rabu. 7 Okt 2009 D P Kamis. S. S. 9 Okt 2009 D P Sabtu. 5 Okt 2009 D P Selasa. Kep Mastia Wiraya. Kep 7 .Kep Sulistiorini. Kep Maya Serita. S. Kep Rica Syafrida Putri.ABSENSI HARIAN MAHASISWA N o 1 2 3 4 5 6 Nama Senin. Kep Lenti Antika. S. Kep Ike Dwita Sari. S. S. S. 8 Okt 2009 D P Jumat.

55 WIB) Pembukaan dipimpin oleh MC setelah membacakan susunan acara. Selanjutnya dilakukan pemberian Door Prize bagi peserta penyuluhan yang dapat menjawab pertanyaan dari penyuluh.00 WIB) Penyampaian materi penyuluhan tentang Gizi Balita untuk balita Desa Sukaraja Baru disampaikan oleh Penyaji yaitu Ike Dwita Sari.00 WIB. Diskusi tanya jawab seputar masalah kesehatan. kemudian dilanjutkan dengan perkenalan mahasiswa.00 yang bertempat di POSKESDES Desa Sukaraja Baru. b.45 – 08. Pertemuan dihadiri oleh orang tua balita peserta POSYANDU Desa Sukaraja Baru sebanyak 17 orang dengan uraian proses kegiatan sebagai berikut : a.Kep. S. Hasil Pertemuan dilangsungkan pada hari Senin. . 5 Oktober 2009 dimulai Pukul 08. B. Acara selanjutnya menyampaikan maksud dan tujuan dilakukan pertemuan. 5 Oktober 2009 Pukul 08. Fase Kerja (Pukul 09.00 – 10. sehingga disepakati kegiatan akan dilaksanakan pada hari Senin. Persiapan Pesiapan dilakukan dua hari sebelum kegiatan dilaksanakan Sebelumnya kelompok terlebih dahulu membuat Laporan Pendahuluan (LP) dan melakukan pendekatan atau meminta izin ke Puskesmas Tebing Gerinting karena Posyandu Sukaraja Baru adalah wilayah kerja dari Puskesmas Tebing Gerinting.LAPORAN HASIL PENYULUHAN POSYANDU TENTANG GIZI PADA BALITA DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (SUSU SGM BAGI BAYI DI ATAS 6 BULAN) LINGKUNGAN POSYANDU DESA SUKARAJA BARU A. Fase Orientasi (Pukul 08.

kegiatan dilanjutkan dengan pemberian susu SGM bagi balita dan bayi di atas usia 6 bulan yang tidak lagi ASI eksklusif c. b.15 WIB) Pada akhir kegiatan. Evaluasi a. dilakukan pembacaan kesimpulan dan doa penutup. Fase Terminasi (Pukul 10. dan 3 orang petugas Puskesmas Tebing Gerinting (salah satu petugas menilai proses dan hasil penyuluhan yang dilakukan oleh mahasiswa praktikan Ners).Setelah dilakukan penyuluhan tentang Gizi Balita. c. Evaluasi Proses Peserta berperan aktif dalam diskusi dan tanya jawab penyuluhan tentang masalah Gizi Balita dan cara mensiasati jika anak tidak mau makan. Evaluasi Struktur Penyuluhan dihadiri oleh 17 orang tua balita ditambah 5 orang mahasiswa praktikan Ners. C. .00 – 10. Mahasiswa juga berperan aktif sesuai dengan perannya masingmasing. Waktu dimanfaatkan sesuai alokasi yang telah dijadwalkan. Evaluasi Hasil Peserta penyuluhan dari awal sampai akhir penyuluhan tampak antusias mengikuti pelaksanaan penyuluhan.

daun bawang. Ibu bisa variasikan cara memasaknya. daun sop. Bisa tempe digoreng. Ibu harus kreatif supaya anak tertarik dengan makanan baaik itu dalam cara memasak maupuun cara penghidangan. . bagaimana Ibu? Jawab: Bayi boleh diberi makanan tambahan selain ASI seperti bubur tim dimulai umur 6 bulan. Anak saya sekarang umur 4 bulan. 2. Bagaimana caranya supaya dia mau makan? Jawab: Anak ibu tidak suka makan. jadi sebelum umurnya 6 bulan sebaiknya jangan diberi makanan tambahan lain selain ASI. sehingga daya tahan tubuhnya berkurang. Anak saya tidak suka makan. tahu. Itulah yang menyebabkan dia sering sakit. Telur juga bisa dijadikan omelet. Dia sering sakit.Pertanyaan Peserta 1. disenur lalu tambahkan kentang. telur. Kalau makan paling hanya 2 sendok. sebab seorang bayi harus diberi ASI eksklusif ( ASI saja) dari lahir sampai usia bayi 6 bulan. Coba Tanya dia suka makan apa. tapi saya sudah memberikan anak saya makan bubur tim yang ibu jelaskan. Kapan Ibu anak saya bias di kasih makan buah dan biscuit? Jawab: Saat anak ibu sudah berusia 8 sampai 9 bulan 3. Kalau anak ibu suka makan tempe. Kalau anak tidak suka makan. Bisa dibuat perkedel tempe ditambahkan irisan wortel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful