Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan bertambah pesat dan semakin global. Hal tersebut berpengaruh terhadap kondisi lingkungan hidup. Lingkungan hidup sebagai tempat melaksanakan segala aktifitas kehidupan, kini menunjukan perkembangan menuju ke arah yang memprihatinkan. Semakin banyaknya kebutuhan manusia yang harus dipenuhi tanpa memandang dampak terhadap kondisi lingkungan hidup hayati itulah salah satu penyebab semakin buruknya kondisi lingkungan hidup tersebut. Buruknya kondisi lingkungan hidup dapat disebabkan oleh eksploitasi yang berlebihan, pembabatan hutan liar, budaya membuang sampah sembarangan, dan hal-hal lainnya yang berjalan tanpa memperhatikan keberlanjutan sebuah sistem yang utuh dan menyeluruh dan akhirnya merusak bahkan bisa dibilang menghancurkan alam. Hal ini dapat menimbulkan penderitaan, penyakit, bencana, hingga akhirnya kemiskinan masyarakat. Banyak sekali kejadian yang dapat dilihat dan dirasakan dari dampak rusaknya lingkungan hidup tersebut. Hutan Kalimantan yang rusak sehingga mengganggu siklus maupun habitat dari beberapa spesies dan keanekaragama hayati, eksploitasi tambang yang berlebihan yang hanya menghasilkan rusaknya struktur tanah juga polusi, eksploitasi air. Belum lagi sampah yang memenuhi di tiap sungai, pemakaian AC, dan asap kendaraan. Akibat yang kemudian muncul, seharusnya bukan hanya menjadi keprihatinan bersama yang cukup untuk direnungkan saja, namun juga menyangkut mentalitas masingmasing individu atau pribadi yang menunjukkan rendahnya kesadaran akan Peduli Lingkungan Hidup. Untuk itu perlu digerakkan upaya pemberdayaan lingkungan hidup dan perubahan mentalitas tiap individu secara mendasar. Karena perlu disadari bahwa semua makhluk dan ciptaanNya merupakan sebuah proses hidup yang saling berkesinambungan. B. Perumusan Masalah 1. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi pencemaran lingkungan sungai ?
1

2. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi pencemaran lingkungan sampah ? 3. Dampak apa saja yang disebabkan karena pencemaran lingkungan ? 4. Bagaimana penanggulangan terhadap pencemaran lingkungan ? C. Tujuan Penelitian 1. Sebagai bahan kajian para mahasiswa mengenai dampak pencemaran terhadap lingkungan. 2. Sebagai cara untuk mencari berbagai cara untuk menanggulangi dampak pencemaran yang sedang dikaji. 3. Sebagai metode pengumpulan data tentang pencemaran lingkungan. D. Kegunaan Penelitian Dapat digunakan dalam ilmu pengetahuan khususnya dalam mempelajari lingkungan hidup. Dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari khususnya penerapan menjaga kebersihan ingkungan. Dapat digunakan sebagai tambahan wawasan bagi para peneliti tentang pencemaran lingkungan.

BAB II KAJIAN TEORI

A. PENGERTIAN LINGKUNGAN HIDUP Lingkungan hidup adalah Kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Kebutuhan masyarakat yang meningkat berdampak pada terwujudnya perilaku masyarakat yang eksploitatif terhadap Sumber Daya Alam (SDA) yang ada sehingga berakibat pada menurunnya tingkat maupun kualitas SDA di Indonesia secara cepat. Kemajuan industri dan teknologi dimanfaatkan oleh manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sudah terbukti bahwa industri dan teknologi yang maju identik dengan tingkat kehidupan yang lebih baik. Jadi kemajuan industri dan teknologi berdampak positif terhadap lingkungan hidup karena meningkatkan kualitas hidup manusia. Namun di sisi lain manusia juga ketakutan akan adanya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh kemajuan industri dan teknologi tersebut. B. PENCEMARAN LINGKUNGAN Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas. Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya. Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfingsi lagi sesuai dengan peruntukannya (UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4Tahun1982). Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh alam (misal gunung meletus, gas beracun). Ilmu lingkungan biasanya membahas pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan. Karena kegiatan manusia, pencermaran lingkungan pasti terjadi. Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkngan. C. MACAM- MACAM PENCEMARAN LINGKUNGAN Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, seara gari besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara. a. Pencemaran Air Pencemaran air adalah masuknya atau di masukannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkanya. Pencemaran air terjadi pada sumber-sumber air seperti danau, sungai, laut dan air tanah yang disebabkan olek aktivitas manusia. Air dikatakan tercemar jika tidak dapat digunakan sesuai dengan fungsinya. Walaupun fenomena alam, seperti gunung meletus, pertumbuhan ganggang, gulma yang sangat cepat, badai dan gempa bumi merupakan penyebab utama perubahan kualitas air, namun fenomena tersebut tidak dapat disalahkan sebagai penyebab pencemaran air. Pencemaran ini dapat disebabkan oleh limbah industri, perumahan, pertanian, rumah tangga, industri, dan penangkapan ikan dengan menggunakan racun. Polutan industri antara lain polutan organik (limbah cair), polutan anorganik (padatan, logam berat), sisa bahan bakar, tumpaham minyak tanah dan oli merupakan sumber utama pencemaran air, terutama air tanah. Disamping itu
4

penggundulan hutan, baik untuk pembukaan lahan pertanian, perumahan dan konstruksi bangunan lainnya mengakibatkan pencemaran air tanah. Limbah rumah tangga seperti sampah organik (sisa-sisa makanan), sampah anorganik (plastik, gelas, kaleng) serta bahan kimia (detergen, batu batere) juga berperan besar dalam pencemaran air, baik air di permukaan maupun air tanah. Polutan dalam air mencakup unsur-unsur kimia, pathogen/bakteri dan perubahan sifat Fisika dan kimia dari air. Banyak unsur-unsur kimia merupakan racun yang mencemari air. Patogen/bakteri mengakibatkan pencemaran air sehingga menimbulkan penyakit pada manusia dan binatang. Adapuan sifat fisika dan kimia air meliputi derajat keasaman, konduktivitas listrik, suhu dan pertilisasi permukaan air. Di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, pencemaran air (air permukaan dan air tanah) merupakan penyebab utama gangguan kesehatan manusia/penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di seluruh dunia, lebih dari 14.000 orang meninggal dunia setiap hari akibat penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran air.Secara umum, sumber-sumber pencemaran air adalah sebagai berikut : 1. Limbah industri (bahan kimia baik cair ataupun padatan, sisa-sisa bahan bakar, tumpahan minyak dan oli, kebocoran pipa-pipa minyak tanah yang ditimbun dalam tanah) 2. Pengungangan lahan hijau/hutan akibat perumahan, bangunan 3. Limbah pertanian (pembakaran lahan, pestisida) 4. Limbah pengolahan kayu 5. Penggunakan bom oleh nelayan dalam mencari ikan di laut 6. Rumah tangga (limbah cair, seperti sisa mandi, MCK, sampah padatan seperti plastik, gelas, kaleng, batu batere, sampah cair seperti detergen dan sampah organik, seperti sisa-sisa makanan dan sayuran). b. Pencemaran Tanah Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehingga kesuburannya akan berkurang.

Di pabrik-pabrik, kantor, hotel, restoran, juga di rumah, manusia memproduksi berton-ton sampah. Selama bertahun-tahun hak ini menjadi masalah yang masih belum terpecahkan. Sampah dapat dibakar, tetapi dapat mengakibatkan pencemaran udara. Juga dapat dibuang di sungai atau di laut, namun dapat mengakibatkan pencemaran air dan laut. Namun, sampah harus diletakkan di suatu tempat. Kebanyakan sampah tanpa dipilah langsung ditimbun dalam tanah (landfill). Tanah digali kemudian sampah diletakkan, ketika suatu tempat telah penuh ditimbun kembali dan lokasi ini tentunya tidak bisa dijadikan lahan pertanian. Pencemaran tanah banyak diakibatkan oleh sampah, baik yang organik maupun anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng. Sampah organik dapat di uraikan oleh mikroba tanah menjadi lapisan atas tanah yang di sebut tanah humus. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah. Zat-zat limbah yang meresap ke tanah juga tidak dapat hilang dalam jangka waktu yang lama. Zat-zat limbah yang masuk ke tanah di serap oleh tanaman dan tetap menetap di dalam tubuh tumbuhan itu, karena tumbuhan tidak dapat menguraikannya. Limbah industri yang mengotori tanah biasanya adalah pupuk yang berlebihan dan penggunaan herbisida serta pestisida. Zat pencemar yang menetap pada tumbuhan itu, terus berpindah melalui jalur rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Sehingga perpindahan itu menyebabkan adanya zat pencemar dalam setiap tubuh organism yang melangsungkan proses rantai makanan. Hal ini akan menimbulkan menurunnya kualitas organisme, berupa kurangnya ketahanan terhadap gangguan dari luar. Di dalam tanah terjadi proses dimana terjadi pembusukan kotoran yang memproduksi gas beracun methane yang bisa terlepas ke permukaan tanah. Bahan-bahan kimia lainnya dalam sampah tersebut larut dalam lapisan air tanah dan lewat jalur air (drainase) bawah tanah akan tersebar ke tempat lain. Aliran air dalam tanah yang telah terkontaminasi ini akan terbawa dan mencemari sumber-sumber mata air, sungai dan laut sehingga air tidak bisa diminum. Hal inilah yang secara tidak langsung menjadi sumber bagi pencemaran di sungai dan laut. Pada tanah tumbuhan yang hidup tak bisa dimakan, demikian pula halnya pada organisme di sungai dan di laut, begitu seterusnya.
6

Biasanya bersumber dari : Aktivitas Rumah Tangga/Pribadi 1. Sampah Dapur 2. Tas Belanjaan 3. Limbah cucian 4. Sampah kosmetik 5. Pembalut Aktivitas di tempat kerja/sekolah 1. Kertas 2. Karbon 3. Pita Mesin Ketik 4. Wadah bekas tinta/printer/tip ex 5. Plastik D. PENGENDALIAN LINGKUNGAN HIDUP Pengendalian pencemaran adalah upaya dalam mencapai produksi bersih. Dalam konsep ini limbah didefinisikan sebagai sumber daya yang tidak pada tempatnya. Upaya/kegiatan pencegahan dan atau pemulihan terhadap pencemaran dan atau penanggulangan dan atau pemulihan terhadap pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup, meliputi perencanaan, penataan, pemanfaatan, pengembanagn, pemeliharaan, pemulihan, monitoring, evaluasi, dan pengawasan serta penataan. a. Skema Penanganan Limbah Di Kawasan Industri Sistem Terpusat. 1. Daerah Pemukiman 2. Daerah Instalasi Industri Bak Jaringan Rlool Pengelolaan Badan Air 3. Daerah Kontrol Kota Limbah Cair Penerima Perdagangan 4. Daerah Perkantoran Pencemaaran Air b. Pengendalian Lingkungan Hidup dapat dilakukan dengan kita lebih peduli terhadap Lingkungan Hidup sekitar kita masing-masing. Dengan cara sebagai berikut: 1) Mulailah dari diri sendiri - Peduli hidup dan masa depan lingkungan - Selalu menambahkan dan mencari tahu pengetahuan tantang perubahan iklim

dan cara pencegahannya. - Sebarkan dan tularkan kepada orang dimana dan kapan saja 2) Hemat energi listrik - Segera padamkan lampu bila sudah tidak dipakai - Gunakan lampu yang hemat energi - Gunakan pangkal listrik yang memiliki tombol On dan Off - Matikan alat elektronik kita walau dalam kondisi Stand By - Buat penerangan alami di rumah 3) Habis manis, sepah di daur ulang - Pilih sampah organic dan non organic - Jangan bakar sampah - Galakan garage sale jika bosan dengan barang-barang lama 4) Hemat BBM dan bijak gunakan moda transportasi - Jangan ngebut di jalan raya - Gunakan Transport ramah lingkungan, emeisi rendah dan hemat BBM - Berangkat dengan keluarga/teman dalam jalur searah 5) Hemat air - Mandi sesuai kebutuhan - Saat gosok gigi atau sedang menggosok badan dengan sabun, matikan air terlebih dahulu. - Siram tanaman pada waktu malam hari sehingga air tidak menguap banyak. - Buat sumur resapan di rumah untuk menampung air hujan, yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga. 6) Hindari plastik. - Plastik terbuat dari Polyethylene yang sulit terurai. - Saat berbalanja, bawa dan gunakanlah tas atau keranjang belanja sendiri yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, misalnya eceng gondok atau serat tebu. - Jika ada mintalah bungkus atau kantong yang terbuat dari bahan kertas kepada toko tempat berbelanja - Minimalkan penggunaan barang-barang dari plastik. 7) Daur ulang
8

8) Kembali ke alam 9) Menanam pohon dan berkebun Hutan merupakan potensi yang sangat besar untuk mendukung pembangunan; dan di lain pihak, hutan mempunyai fungsi yang sangat vital bagi kehidupan kita. Dengan memanfaatkan hasil hutan, tidak sedikit lapangan kerja yang dapat kita buka dan tidak sedikit pula devisa yang dapat kita hasilkan. Perlindungan hutan dan pelestariannya diarahkan untuk memberikan

perlindungan terhadap proses ekologi yang dapat menunjang dan memelihara sistem penyangga kehidupan umat manusia. Hal itu merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberadaan dn menjamin pemanfaatan dan kelestarian plasma nutfah keanekaragaman sumber daya alam beserta ekosistemnya, dari kemungkinan terjadinya penurunan kuantitas maupun kualitasnya dan dalam pengendalian semua bentuk gangguan, ancaman, hambatan, dan tantangan terhadap kelestarian sumber daya hutan.

Upaya pemeliharaan, pengamanan, perlindungan, dan pengawetan sumber daya alam, baik yang berada di dalam maupun di luar kawasan hutan, dilakukan antara lain melalui pembinaan hutan lindung dan suaka alam, pembangunan hutan wisata, taman hutan raya dan taman nasional, rehabilitasi flora dan fauna, pemantauan dmpak lingkungan, pembinaan cinta alam, serta kegiatan pengamanan dan perlindungan hutan. Upaya pelestarian hutan: 1. Upaya Pengamanan hutan 2. Reboisasi Hutan 3. Produksi Tanaman pangan dalam Kawasan Hutan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Dalam penelitian ini, metodologi penelitian yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara, dan menggunakan angket, yakni peneliti memberi lembar kuisioner kepada responden guna mendapatkan data. Selain itu, peneliti juga mencari data pendukung lainnya sebagai referensi. A. OBSERVASI Observasi dilakukan untuk memperoleh informasi tentang pencemaran lingkungan seperti terjadi dalam kenyataan. Dengan observasi, dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai perilaku masyarakat kaitannya pengaruh dalam pencemaran lingkungan, yang mungkin sukar diperoleh dengan metode lainnya. Metode observasi yang dilakukan oleh peneliti yaitu observasi tanpa menjadi partisipan, sehingga peneliti mengobservasi lokasi yang terdapat sampah, air yang tercemar atau yang berhubungan dengan pencemaran lingkungan.. Dimana keadaan lingk.ukuran waktu, jumlah , siapa, data apa, cara mencatat hasil observasi yang mudah ialah dengan menggunakan kamera B. WAWANCARA Wawancara adalah suatu bentuk komunikasi verbal yang bertujuan untuk memperoleh data yang pada umumnya hanya diperoleh secara langsung dalam temu muka pribadi. Wawancara yang dilakukan oleh peneliti merupakan wawancara berstruktur, dimana semua pertanyaan yang akan ditanyakan telah dirumuskan dengan cermat sebelumnya. Sehingga tujuan dari wawancara lebih jelas dan terpusat pada hal-hal yang telah ditentukan sebelumnya dan tak ada bahaya penyelewengan serta penyimpangan dari tujuan. Jawabanpun dapat dengan mudah dicatat dan diberi kode maka data lebih mudah diolah dan saling dibandingkan.

10

Wawancara dapat digunakan untuk menguji angket yang akan dilancarkan, apakah pertanyaan dalam angket dapat dipahami dengan baik, apakah ada pertanyaan yang orang enggan untuk menjawabnya, dan sebagainya sehingga angket dapat diperbaiki C. ANGKET Angket yang digunakan oleh peneliti digunakan untuk mendapatkan keterangan dari sample atau sumber yang beraneka ragam yang lokasinya sering tersebar di daerah yang luas. Peneliti rasanya tidak mungkin untuk bertemu muka secara pribadi dengan semua responden karena alasan biaya dan waktu. Angket yang digunakan oleh peneliti yaitu angket kombinasi atau angket terbuka dan tertutup. Angket terbuka memberi kesempatan penuh pada responden untuk menjawab sesuai dengan apa yang dirasa. Sedangkam angket tertutup terdiri dari pertanyaan atau pertanyaan dengan sejumlah jawaban tertentu sebagai pilihan. Angket yang digunakan peneliti diberikan pada responden sejumlah 20 orang yang meliputi berbagai profesi, seperti mahasiswa, masyarakat umum, dan sebagainya.Angket tersebar di daerah sekitar lokasi penelitian dilaksanakan seperti di Kampus ISI, warga sekitar Kalianyar, Kampus UNS POK. Keuntungan dari penggunaan angket ini adalah Item yang terbuka member

kesempatan untuk memberi jawaban secara bebas dengan kemungkinan terungkapnya hal-hal yang sebelumnya tak terduga oleh peneliti. Hasilnya mudah diolah, diberi kode, dan diskor.

11

BAB IV HASIL PENELITIAN

Dari beberapa uraian diatas, kami melakukan beberapa penelitian lapangan terkait dengan masalah pencemaran lingkungan. Dan kami mengambil beberapa sampel seperti pada

pencemaran sampah dan pencemaran air. Kami melakukan penelitian lapangan di beberapa lokasi seperti pada daerah sekitar ISI (Institut Seni Indonesia), area perumahan di belakang Rumah Sakit Jiwa Surakarta yang terletak di Ngoresan, Jebres, dan di Sungai yang dinamakan Kali anyar yang terletak di RT 02 / RW 09 Perosan, Jebres. Dalam penelitian lapangan di daerah sekitar ISI (Institut Seni Indonesia), kami

medapatkan informasi dari seorang Narasumber yang bernama Pak Waluyo.Dan dalam wawancara kali ini, kami mendapatkan informasi bahwa sampah-sampah yang ada di depan kampus ISI itu merupakan TPS yang dilegalkan oleh pemerintah dan sudah lama ada .Menurut Pak Waluyo, tidak ada komentar apapun dari warga sekitar karena mayoritas yang membuang sampah tersebut adalah warga Solo yang berada disekitar itu sendiri. Menurut kami, sampah-sampah yang bertumpuk tersebut yang tepatnya letaknya di depan persis kampus ISI sangatlah menggangggu pemandangan karena dapat menyebabkan suasana kampus menjadi tidak sehat.Itu merupakan salah satu contoh dari pencemaran lingkungan yang dapat disebabkan oleh sampah. Sebenarnya tidak ada masalah adanya TPS tersebut ada karena sudah dilegalkan oleh pemerintah, namun seharusnya dapat pula diperhatikan muatan sampah tersebut, apabila muatan sampah berlebihan daripada luas wilayah TPS maka akan dapat menyebabkan bau yang tidak sedap dan lingkungan yang kotor. Itulah salah satu contoh pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah. Selain itu, kelompok kami juga melakukan penelitian lapangan yang berada di area perumahan di belakang Rumah Sakit Jiwa Surakarta yang terletak di Ngoresan, Jebres. Dalam penelitian kali ini,kami menemukan adanya tumpukan sampah yang berada di pertengahan rumah-rumah yang ada, walaupun di area tersebut sudah ada larangan membuang sampah tetapi
12

masih ada saja yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Hal tersebut merupakan pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah karena sampah-sampah yang ada menyebabkan banyaknya penyakit yang dapat dibawa oleh udara, dapat menjadi sarang hewanhewan penyebar penyakit seperti lalat, tikus dan lain-lain, serta mengganggu kenyamanan warga yang berada di sekitar perumahan tersebut. Seharusnya para warga harus peduli terhadap lingkungan sekitar agar pencemaran lingkungan dapat sedikit terkurangi.Serta tindakan yang tegas dari aparat setempat agar tidak adanya orang lagi yang dapat membuang sampah di lokasi tersebut. Hasil penelitian lapangan yang kedua adalah di sungai yang disebut Kalianyar. Dalam penelitian kami menemui narasumber yang berada di area sungai tersebut serta warga yang tinggal di sekitar sungai Kalianyar. Menurut narasumber yang bernama Agus Subandi yang tinggal di Petoran RT 02/ RW 09, jebres, menuturkan bahwa kondisi sungai awalnya bersih, namun setelah kurang lebih 1 tahun ini sungai mulai tercemar dan kotor. Asal sampah yang berada di sungai adalah berasal dari para pengguna jalan yang sampah sembarangan dan masyarakat sekitar karena sungai itu sendiri terletak di pinggir jalan yang konon sebenarnya sungai tersebut dijadikan taman kota, namun karena dana yang belum terealisasi menyebabkan pembuatan taman kota tersebut terhambat. Selain itu, asal sampah juga disebabkan oleh adanya warga yang tidak disiplin sehingga membuang sampah di sungai padahal sudah disediakan tempat sampah. Narasumber yang kedua adalah Mbah Widodo yang tinggal di sekitar sungai Kalianyar, menurut beliau sungai tersebut sering banjir,namun kapasitas air tidak sampai melebihi batas. Dan sungai yang sudah dicemari sampah dapat menyebabkan kandungan air menjadi ikut tercemar apalagi sampah yang dibuang juga termasuk sampah organic atau yang disebut sampah rumah tangga yang menyeababkan air menjadi keruh dan kotor. Sampai saat ini belum ada tindakan yang tegas dari pemerintah maupun warga di sekitar untuk menanggulangi pencemaran yang ada di sungai. Dan menurut narasumber ini diharapkan adanya pembenahan dari pemerintahan dan terutama dari masyarakat yang ada disekitar sungai Kalianyar tersebut. Selain itu kami pun melakukan observasi lingkungan pada selokan yang berlokasi di sekitar kampus II POK UNS, Ngoresan, Jebres. Dari observasi yang dilakukan, observator pun
13

mendapatkan, bahwa terdapat sekumpulan sampah pada tempat yang tidak seharusnya. Ditambah lagi dengan adanya himbauan larangan pembuangan sampah pada lokasi tersebut. Selain observasi lingkungan, kami pun melakukan serangkaian wawancara terhadap salah seorang warga setempat atas nama Ibu Ngatini. Beliau mengatakan, bahwa sampah-sampah yang terdapat di sekitar selokan tersebut berasal dari pat warga-warga setempat yang membuang sampah sembarangan. Beliau pun mengutarakan, bahwa terdapat beberapa kebiasaan yang kurang baik yang biasa dilakukan warga setempat adalah membuang sampah pada malam hari. Hal ini berdampak terhadap kondisi lingkungan setempat dengan ditandainya beberapa aroma yang tidak menyegarkan di pagi harinya, dimana segala aktivitas berlangsung.

14

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping). Ada beberapa cara untuk mengurangi dampak dari pencemaran tanah, diantaranya dengan remediasi dan bioremidiasi. Remediasi yaitu dengan cara membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Sedangkan Bioremediasi dengan cara proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri). B. Saran Sebaiknya diperlukan kontrol sosial budaya masyarakat untuk lebih menghargai

lingkungan, selain itu perlu ditumbuhkan kesadaran dari dalam diri untuk tidak merusak lingkungan dengan sampah. Peraturan yang tegas dari pemerintah juga sangat diharapkan karena jika tidak maka para perusak lingkungan akan terus merusak sumber daya. Hal ini tak bisa dilakukan hanya oleh pejabat setingkat Kepala Dinas saja, tetapi harus melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Departemen Agama, dan mungkin Depkominfo. Selain itu, diharapkan para pembaca setelah membaca makalah ini mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari dalam menjaga kelestarian lingkunagan beserta penyusun yang ada di dalamnya.

15

DAFTAR PUSTAKA
Soedjo,Peter.2004.Ilmu Lingkungan Dasar.Yogyakarta:Andi Publisher Zaelani,Ahmad,dkk.2010.Polutan Lingkungan.Bandung: Yrama Widya Restrick,Halliday.1991.Dampak Pencemaran Lingkungan.Jakarta: Erlangga Suseno, Joko.2001.Ekologi Lingkungan.Bandung:ITB Press Marzuki,Aditya.1998.Sungai dan Pencemarannya.Malang:Bumi Pertiwi Krisna,Adi.2002.Ilmu Lingkungan Hidup.Semarang:Puspita Setia

16

LAMPIRAN
1. GAMBAR 2. VIDEO

17

GAMBAR

GAMBAR 1.1 Pencemaran lingkungan sampah di belakang Rumah Sakit Jiwa di Ngoresan, Jebres

Gambar 1.2 salah satu penyusun bersama dengan narasumber yang bernama Mbah Widodo didekat Kalianyar.
18

Gambar 1.3 pencemaran lingkungan yaitu pencemaran sampah di depan kampus ISI (Institut Seni Indonesia)

Gambar salah 1.4 satu penyusun bersama dengan narasumber di sungai Kalianyar.

19

Gambar 1.5 pencemaran lingkungan yaitu pencemaran selokan di kampus POK

20