P. 1
Asal Usul Telaga Warna

Asal Usul Telaga Warna

|Views: 5|Likes:
Dipublikasikan oleh Panji Resi
Asal Usul Telaga Warna
Asal Usul Telaga Warna

More info:

Published by: Panji Resi on Mar 28, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2014

pdf

text

original

Asal Usul Telaga Warna

Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan [1] di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana [2]. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya dan permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Raja dan ratu sangant bijaksana [2] sehingga kerjaan yang dipimpin makmur dan tenteram.
Telaga Warna

Semua sangat menyenangkan. Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memiliki anak. Itu membuat pasangan kerajaan itu sangat sedih. Penasehat Prabu menyarankan, agar mereka mengangkat anak. Namun Prabu dan Ratu tidak setuju. “Buat kami, anak kandung adalah lebih baik dari pada anak angkat,” sahut mereka. Ratu sering murung dan menangis. Prabu pun ikut sedih melihat istrinya. Lalu Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di sana sang Prabu terus berdoa, agar dikaruniai anak. Beberapa bulan kemudian, keinginan mereka terkabul. Ratu pun mulai hamil. Seluruh rakyat di kerajaan itu senang sekali. Mereka membanjiri istana dengan hadiah. Sembilan bulan kemudian, Ratu melahirkan seorang putri yang diberinama Gilang Rukmini . Penduduk negeri pun kembali mengirimi putri kecil itu aneka hadiah. Bayi itu tumbuh menjadi anak yang lucu. Belasan tahun kemudian, ia sudah menjadi remaja yang cantik. Prabu dan Ratu sangat menyayangi putrinya. Mereka memberi putrinya apa pun yang dia inginkan. Namun itu membuatnya menjadi gadis yang manja. Kalau keinginannya tidak terpenuhi, gadis itu akan marah. Ia bahkan sering berkata kasar. Walaupun begitu, orangtua dan rakyat di kerajaan itu mencintainya. Hari berlalu, Putri pun tumbuh menjadi gadis tercantik di seluruh negeri. Dalam beberapa hari, Putri akan berusia 17 tahun. Maka para penduduk di negeri itu pergi ke istana. Mereka membawa aneka hadiah yang sangat indah. Prabu mengumpulkan hadiah-hadiah yang sangat banyak itu, lalu menyimpannya dalam ruangan istana. Sewaktu-waktu, ia bisa menggunakannya untuk kepentingan rakyat. 1

Ia ingin menciptakan kalung yang paling indah di dunia. tanaman. Di hari yang cerah. Sambutan hangat makin terdengar. bunga-bunga.” sahut ahli perhiasan. 2 . dan langit di sekitar telaga. kita bisa melihat danau itu penuh warna yang indah dan mengagumkan. Mereka terus menangis hingga air mata mereka membanjiri istana. Nak.” kata Prabu. Yang Mulia. Mereka sangat mencintaimu. hingga istana pun basah oleh air mata mereka. Emas dan permatanya tersebar di lantai. karena ia sangat menyayangi Putri. ketika Putri yang cantik jelita muncul di hadapan semua orang. Kalung ini pemberian orang-orang dari penjuru negeri. dan tiba-tiba saja dari dalam tanah pun keluar air yang deras. Hari ulang tahun pun tiba. Mereka mempersembahkan hadiah ini. Kalung yang indah pun rusak. buatkan kalung yang sangat indah untuk putriku. Ia membawanya ke ahli perhiasan. Putri akan berbuat seperti itu. hari ini aku berikan kalung ini untukmu. karena mereka gembira melihatmu tumbuh jadi dewasa. Prabu lalu bangkit dari kursinya. Itu sungguh mengejutkan. Namun orang mengatakan. “Aku tak mau memakainya. Kemudian ia melempar kalung itu. Tak seorang pun menyangka. Suasana hening. Kalung yang indah sudah dipegangnya. warna-warna itu berasal dari kalung Putri yang tersebar di dasar telaga. orang menyambutnya dengan gembira. “Tolong. Semua orang mengagumi kecantikannya. “Putriku tercinta. “Dengan senang hati. Pakailah kalung ini. Tiba-tiba meledaklah tangis Ratu Purbamanah. Lalu ia melihat kalung itu sekilas. Putri menerima kalung itu.Akhirnya semua pun meneteskan air mata. Ia lalu bekerja d sebaik mungkin.” kata Prabu. Ketika Prabu dan Ratu datang. Penduduk negeri berkumpul di alun-alun istana.Prabu hanya mengambil sedikit emas dan permata. makin lama makin banyak. dengan sepenuh hati. Dia sangat sedih melihat kelakuan putrinya. Kalung ini jelek!” seru Putri. Warna itu berasal dari bayangan hutan. Tak seorang pun bicara. Hingga akhirnya kerajaan Kutatanggeuhan tenggelam dan terciptalah sebuah danau yang sangat indah.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->