Anda di halaman 1dari 16

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)

Pertolongan Pertama Pada Gawat Darurat (PPGD) adalah serangkaian usaha-usaha pertama yang dapat dilakukan pada kondisi gawat darurat dalam rangka menyelamatkan pasien dari kematian. Di luar negeri, PPGD ini sebenarnya sudah banyak diajarkan pada orang-orang awam atau orang-orang awam khusus, namun sepertinya hal ini masih sangat jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia. Melalui artikel ini, saya ingin sedikit memperkenalkan PPGD kepada pembaca sekalian. Prinsip Utama Prinsip Utama PPGD adalah menyelamatkan pasien dari kematian pada kondisi gawat darurat. Kemudian filosofi dalam PPGD adalah Time Saving is Life Saving, dalam artian bahwa seluruh tindakan yang dilakukan pada saat kondisi gawat darurat haruslah benar- benar efektif dan efisien. Langkah-langkah Dasar Langkah-langkah dasar dalam PPGD dikenal dengansingkatan A-B-C-D ( Airway - Breathing - Circulation - Disability ). Keempat poin tersebut adalah poin-poin yang harus sangat diperhatikan dalam penanggulangan pasien dalam kondisi gawat darurat.
Pola pertolongan yang akan, diberikan dibagi menjadi dua tahap yaitu; Tahap 1, Pengamatan Primer Mengamati fungsi vital berupa kesadaran, pernafasan serta denyul: jantung. Hal ini merupakan -kunci dalam menolong kelangsunganhidup korban. Langkah ini disebut sebagai bantuan dasar yang dikenal dengan istilah resusitasi jantung paru. Tahap 2, Pengamatan Sekunder. Dilakukan jika tahap I telah dilaksanakan. Pada tahap dua ini, korban diamati dad kepala sampal, kaki untuk mengetahui adanya luka atau cidera. Pertolongan diberikan sesuai dengan kelainan yang ada

PERSIAPAN
Prinsip dasar menghadapi kecelakaan. 1. Jangan panik: kuasai keadaan (terutama untuk pimpinan rombongan), bertindaklah cekatan, jangan bersikap lambat. Beri tugas dengan memberi petunjuk yang jelas. 2. Yakinkan bahwa dalam mernberikan pertolongan si penolong tidak akan'menjadi korban pula Don't be the next victim! 3. Lindungi penderita dari sumber kecelakaan atau hal-hal yang dapat memperberat keadaan korban. 4. Berikan pertolongan pertama sedini mungkin! Jika lokasi kecelakaan sangat berbahaya dan sulit untuk melakukan pertolongan pindahkan korban segera dengan hati-hati. 5. Tenangkan penderita. 6. Seusai pertolongan pertama diberikan,dan korban telah tenang serta aman, seluruh luka diketahui, rencanakan langkah yang akan ditakukan selanjutnya. Tentukan apakah penderita perlu dievakuasi, perlu tandu atau tidak. 7. Buat catatan lengkap tentang penderita, lokasi kecelakaan dan pengobatan (tindakan-tindakan yang telah dilakukan), kondisi awal sebelum diberikan pertolongan. Sebaiknya dibuat rangkap dua, satu untuk arsip dan lainnya serahkan kepada petugas pemberi pertolongan selanjutnya (bila diperlukan)

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)

PERALATAN DAN OBAT-OBATAN DALAM PPGD


1.

Peralatan: Buku petunjuk P3K Mitella (pembalut segitiga) Verband ukuran 5 cm dan 10 cm Elastic bend 3inci Kasa steril dan kapas putih Kain kasa gulung Sofratulla Plester, tensoplast, band aid Gunting, pinset, pisau lipat kecil Lampu senter Cutton bud, jarum kecol, peniti Termo meter Torniket Peralatan stabilisasi: Bidai Selimut Tandu

2.

Obat-obatan: Obat pelawan rasa sakit dan demam (ponstan, aspirin, antalgin) Obat sakit perut dan diare (Trisulfa, New Diatabs, Papavern) Norit / Oralit Oxygen Obat anti alergi (CTM, incidal, avil) Obat nyeri lambung (Mylanta) Obat flu dan batuk Obat anti malaria (pil kina) Alkohol 70 %, Rivanol 1/1000, Boor water Obat cuci hama/antiseptic (Mercuchrom, betadine)

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


Obat tetes mata dan salepnya Obat kulit mengandung anti biotika Salep luka baker (bioplacenton) Obat gosok atau penghangat Tekhnik Pengangkutan Korban

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)

JENIS KECELAKAAN DAN PERTOLONGANNYA


1. Trauma (luka akibat benturan) - Lecet Hanya kulit bagian luar terkelupas. Pendarahan biasanya minimal Pertolongan: Bersihkan dengan pencuci hama. Tutup dengan kasa steril bila perlu lakukan dengan balut tekan. - Pendarahan a. Tertutup (pendarahan dibawah kulit) Indikasi: dari luar kulit terlihat biru dan bengkak. Penderita mengalami konfusi (bingung, gelisah dan cemas), rasa haus, terkadang menjadi tidak sadarkan diri. Terdapat lebam dan nyeri pada bagian tertentu. Nadi cepat-lemah. Contoh: remuk, hematomia, memar Pertolongan: baringkan atau dudukan bila batuk darah. Tinggikan tengkuk atau lutut. Longgarkan ikatan atau pakaian korban. Jangan diberi minum. Kompres dengan air dingin atau es pada dua jam pertama, untuk menghentikan proses pendarahan. Setelah itu kompres dengan air hangat atau kompres panas setiap dua sampai empat jam selama lima belas menit untuk mempercepat penyerapan darah oleh tubuh. Tenangkan korban. b. Terbuka Indikasi: lapisan dibawah kulit ikut terbuka (terlihat), pendarahan banyak (luka besar). Dapat disebabkan oleh pendarahan pembuluh arteri. Ditandai dengan warna darah merah terang dan berpulsasi (berdenyut). Contoh: robek, sobek, luka tembak Pertolongan: Tekan langsung bagian yang terluka secepatnya! Jangan buang waktu untuk mencari kasa steril, bila perlu lakukan dengan tangan. Tinggikan bagian yang terluka. Bila tersedia lakukan kompres dingin sekitar luka. Bila pendarahan masih terus berlangsung dan terjadi pada anggota gerak yang terluka. Bila darah masih mengucur, lakukan torniket beberapa centimeter diatas luka. Torniket harus dibuka tiap 20 menit, lebih kurang 1-3 menit. c. Luka kecil (pendarahan sedikit), pendarahan mudah dikontrol. pertolongan: luka harus dijaga kebersihannya. Usahakan untuk ditutup dengan bahan steril d. Luka teriris oleh pisau /golok), lakukan penutup dengan cara: 1. Cuci tangan bersih 2. Bersihkan luka dengan anti hama dan keringkan. 3. Gunting plester. 4. Sterilkan bagian yang kecil (yang menempel langsung pada luka) dengan memanaskannya. 5. Dekatkan kedua tepi luka lalu difiksasi dengan Plester tersebut. Catatan Untuk korban pendarahan hebat, hati- hati dengan kemungkinan shock. - Patah tulang

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


Klasifikasi: 1. Patah tulang tertutup Ciri-ciri: 1. Rasa nyeri 2. Sukar/sulit digerakkan 3. Kelainan bentuk 4. Memar Pertolongan pertama: Lakukan pembidaian, perhatikan! Jangan terlalu banyak menggerakan bagian yang patah. Panggil bantuan medis. Tenangkan pasien. 2. Patah tulang terbuka Ciri-ciri: 1. Rasa sakit yang hebat 2. Pendarahan 3. Bagian tulang tampak menonjol keluar kulit Pertolongan pertama: Tenangkan korban. Usahakan tidak menggerakan bagian luka. Jangan coba-coba membenarkan posisi tulang yang patah. Tutup bagian luka agar tidak mudah terkena infeksi. Panggil bantuan medis. - Terkilir (sprain) Regangan pada jaringan lunak disendi, dengan tanda nyeri, bengkak dan kebiruan pada sendi. Pengobatan: Lakukan kompres dingin minimal satu jampertama. Lakukan kompres hangat berulang tiap 4 sampai 6 jam kurang lebin 15 menit. Bila tersedia, lakukan dengan elastic band untuk penekanan Batasi pergerakan sendi - Dislokasi sendi Terlepasnya kepala sendi dari mangkuk sendi, terlihat seperti terkilir dengan perubahan bentuk dari sendi. Pertolongan: Anggap sepertikasus patah tulang! Jangan coba-coba mengadakan koreksi. kecuali untuk dislokasi pada jari. 2. Luka Bakar Prinsip Pengobatan - Mencegah dan mengobati shock (pada luka bakar yang luas) - Mengurangi rasa sakit - Mencegah infeksi Prosedur tindakan: Segera rendarn dalam air es atau air dingin (kompres dingin ), sampai rasa sakit hilang. Untuk mencegah infeksi : 1. Tutup luka dengan kasa steril. 2. Jangan mengelupas bagian yang melepuh. 3. Lakukan tindakan se-steril mungkin. Jika luka luas, dapat terjadi dehidrasi, maka dapat diatasi dengan memberi minum sebanyak mungkin. 3. Tenggelam

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


Tenggelam dapat terjadi di laut maupun di air tawar dan dapat menyebabkan kematian. Pertolongan harus diberikan sesegera mungkin. Bahaya yang mungkin terjadi adalah masuknya air ke paru-paru, jika masuk ke lambung tidak terlalu membahayakan. Pertolongan: Korban dalam keadaan sadar Bawa korban ke darat. Istirahatkan di tempat yang cukup lapang sehingga bisa bernafas dengan oksigen yang cukup.,tidak perlu memaksa untuk memuntahkan air yang tertelan. Jika lambung terlalu penuh biasanya air akan termuntahkan dengan sendirinya. Baringkan korban dengan posisi miring mantap sehingga jika muntah air tidak masuk ke paru-paru. Korban dalam keadaan tidak sadar, Jika korban tidak sadar dan tidak bernafas, berikan nafas buatan sesering mungkin sambil dibawa ke darat. Kemudian dilanjutkan dengan resusitasi jantung paru.

PENYAKIT ALAM ATAU PEGUNUNGAN


1. Mountain Sickness Tekanan udara di dataran rendah lebih tinggi dibanding dengan pegunungan (dataran tinggi). Semakin tinggi suatu tempat semakin maka rendah tekanan udaranya. Hal ini berhubungan dengan faktor adanya gaya gravitasi bumi yang ditimbulkan. Kandungan oksigen di lingkungan tempat tinggi (gunung) berdampak terhadap kondisi fisiologis seorang pendaki gunung menjadi terganggu. Dampak rendahnya oksigen lingkungan ini bagi pendaki gunung mula-mula dirasakan berupa sesak nafas, selanjutnya yang dirasakan dapat pula berupa adanya semacam halusinasi yang diakibatkan mulai berkurangnya oksigen yang menuju ke otak. Keadaan semacam ini sering membawa akibat yang tidak di inginkan pada para pendaki gunung. Gangguan tersebut terumatama mulai terasa pada ketinggian 2000 meter dari atas permukaan laut. Tetapi timbulnya reaksi-reaksi itu tergantung kepada daya tahan dan daya pengesuaian perorangan. Gejala Mountain Sickness: - Penderita mula-mula merasa pusing - Sakit kepala - Letih dan mengantuk - Kedinginanm - Mal dan muntah-muntah - Pucat dan sesak nafas - Kemudian diikuti perasaan panas, gelisah, kuping berdenging, susah berkonsentrasi. MOUNTAIN SICKNESS akut yang di sertai kelainan paru-paru. Gangguan yang serius biasanya terjadi pada ketinggian 3000 meter atau lebih. Gejalanya muncul 6-36 jam sesudah tiba di tempat tersebut. Gejalanya terkadang disertai batuk darah, dada serasa tertekan, wajah membiru, denyut nadi cepat kemudian pingsan Pertolongan pertama: Prinsipnya, alirkan lebih banyak oksigen ke dalam udara pernafasan. Pada umumnya dengan beristirahat dengan kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya, gejalagejala akan menghilang dalam waktu 24-48 jam. Bila perlu beri pernafasan buatan Tetapi bila tidak berhasil penderita harus di bawa kembali ketempat yang lebih rendah. dan segera bawa ke dokter terdekat. Atau dapat pula menggunakan tabung oksigen. 2. Frostbite (kekakuan atau membekunyaanggota tubuh)

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


Penyebabnya hawa dingin atau es (salju). Frosbite, sering terjadi di ujung jari tangan/kaki. Mungkin karena letaknya yang jauh dari jantung, sehingga aliran darah minimal. - Frosbite permukaan Yang terkena hanya kulit dan bagian lapisan di bawahnya. Indikasi: Kulit terasa keras dan berwarna abu-abu putih, terasa sakit dan lama-kelamaan menghilang. Pertolongan: Mula-mula letakkan bagian yang sakit pada anggota tubuh lainnya yang hangat (ketiak atau selangkangan) Jangan menggosok-gosok karena mudah menyebabkan kematian jaringan. Cairkan dengan merendam di air hangat. Jangan menyentuhkan bagian tersebut langsung ke api, lampu atau batu panas karena akan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah. Berikan makanan dan minuman hangat ( non alkohol ). Usahakan bagianbagian yang terkena - Frosbite data Selain kulit otot-otot bahkan tulang juga dapat terkena. Indikasi: Seluruh bagian yang terkena menjadi keras dan kaku seperti papan, mati rasa. Pertolongan : Sulit. Bila sudah terbukti adanya frosbite usahakan untuk mencairkan. Lakukan pencairan seperti pada frosbite permukaan jika sudah berada di tempat yang aman. Lakukan terus-menerus dengan steril. 3. Exposure Adalah keadaan kelelahan fisik yang disebabkan oleh keadaan alam/lingkungan. 1. Hipotermia Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh (kedingingan) dari suhu normal, dan apabila kalau tidak cepat mengatasi situasi tersebut di gunung bisa berakibat fatal. Biasanya karena keadaan basah dan berangin. Ciri-cirinya: suhu tubuh menurun, rasa lelah, sulit bicara dan pikiran tak terkendali. Pertolongan: ganti pakaian yang basah dengan yang kering, istirahatkan pasien dikantong tidur (sleepingbag) untuk mengurangi pengeluaran panas tubuh (90% pengeluaran panas tubuh oleh kepala, beri makanan berkalori tinggi. 2. Heat Stroke Heat stroke adalah kedaruratan medis akut yang disebabkan oleh kegagalan mekanisme pengaturan panas tubuh. Disebabkan suhu yang tinggi dengan pernasukan cairan yang kurang, dapat terjadi berada ditempat yang panas dalam waktu yang lama atau olahraga yang banyak mengeluarkan keringat tapi tidak diimbangi dengan cairan masuk yang memadai. Adapun tanda-tandanya antara lain suhu tubuh yang meningkat tak terkendali, keringat berkurang, sangat haus, sesak nafas, sakit kepala sampai penurunan kesadaran. Umumnya didahului dengan dehidrasi. Berikut tingkatan dehidrasi : 1. Heat Disorder yaitu kumpulan gejala yang berhubungan dengan kenaikan suhu tubuh, antisipasi dengan cukup minum saja. 2. Heat Stress mengakibatkan kekurangan cairan tubuh, seperti : exhaustion, terasa panasa dan tidak nyaman, karena dehidrasi, tekanan darah turun, menurun tingkat konsentrasi, ada beberapa yang disertai halunisasi ringan.

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


3. Heat Cramps adalah spasme otot yang menyebabkan gejala pusing dan mual, disebabkan cairan dengan eletrolit yang rendah, masuk ke dalam otot, akibat banyak cairan tubuh keluar melalui keringat, sedangkan penggantinya hanya air tanpa elektrolit yang mencukupi. 4. Heat Stroke disebabkan kegagalan bekerja susunan syaraf pusat, minum biasa tanpa elektrolit dalam mengatur pengeluaran keringat, suhu tubuh dapat mencapai 40 C. Pertolongan: Bawa ke tempat teduh, lindungi dari panas matahari, dinginkan kepala korban dengan kompres dingin dan beri minuman yang dingin. 4. Snow Blindness Snow Blindness adalah kebutaan karena terlalu banyak melihat cahaya yang terpantul dari salju. Semakin tinggi tempat sernakin tinggi pula konsentrasi sinar ultra violet. Pada pegunungan tinggi dan bersaiju, hampir seluruh sinar ultra violet dipantulkan kembali oleh salju, sehingga yang tertangkap mata sangat banyak. Inilah penyebab kebutaan tersebut. Gejala: Tidak secara langsung, biasanya 8-12 jam setelah exposure. Mata terasa kering dan teriritasi, terasa seperti berpasir. Air mata berlebihan, sulit dan nyeri jika mata digerakkan. Kelopak merah mernbengkak serta sulit untuk dibuka. Pengobatan: Disini sebetulnya yang terbaik adalah pencegahan. Bagi mereka yang melakukan perjalanan lebih dari 1 jam, harus menggunakan kaca mata hitam dengan tepian melekat pada kulit muka (kaca maka tukang las). Dengan lensa hanya dijinkan melewatkan 20% cahaya.Penyakit ini akan sembuh dalam beberapa hari. Kompres dingin dan pembalutan pada mata akan sangat menolong. Dengan persetujuan dokter, gunakan salep mata. Jangan menggosok-gosok mata karena bisa berakibat infeksi dan keadaan yang lebih parah.

KECELAKAAN GIGITAN BINATANG


a. Gigitan Ular Ular berbisa hanya sedikit yang ditemukan di Indonesia, diantaranya: ular sendok (kobra), ular anang (tedung atau king cobra), ular welang, ular weling, ular hijau pucuk/ular gadung (luwuk), ular taliwangsa (belang hitam-kuning) dan ular tanah (coklat tua dengan taring panjang). Sifat ular yang harus dipahami adalah; ular takut pada manusia, menggigit untuk memperingatkan/mengusir manusia (pada kebanyakan kasus) serta 70% gigitan ular bukan dari ular berbisa, umumnya hanya sedikit atau tidak ada racun yang disuntikkan. Gigitan ular tidak semuanya berakhir dengan kematian. Kematian tidak datang seketika atau dalam beberapa menit saja. Gejala biasanya timbul 15 menit sampai 2 jam kemudian setelah korban digigit ular. Ciri secara umum (tidak mutlak) yg biasanya ada pada ular berbisa, yaitu: bentuk kepala pipih dan berpola huruf V, ukuran relatif kecil atau pendek, kecuali King Cobra yang bisa mencapai 5 meter dan warna biasanya cerah (tetapi hal ini tidak mutlak). Pertolongan pertama, pastikan daerah sekitar aman dan ular telah pergi dan segera cari pertolongan medis. Jangan tinggalkan korban. Selanjutnya lakukan prinsip: R (Reassure) = yakinkan kondisi korban, tenangkan dan istirahatkan korban, kepanikan akan menaikan tekanan darah dan nadi sehingga racun akan lebih cepat menyebar ke tubuh. terkadang pasien pingsan / panik karena kaget. I (Immobilisation) = jangan menggerakan korban, perintahkan korban untuk tidak berjalan atau lari. Jika dalam waktu 30 menit pertolongan medis tidak datang: lakukan tehnik balut tekan ( pressure-immoblisation ) pada daerah sekitar gigitan (tangan atau kaki) lihat prosedur pressure immobilization (balut tekan). G (Get) = bawa korban ke rumah sakit sesegera dan seaman mungkin.

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


T (Tell the Doctor) informasikan ke dokter tanda dan gejala yang muncul pada korban. . Prosedur Pressure Immobilization (balut tekan): a. Istirahatkan (Immobilisasikan) Korban b. Keringkan sekitar luka gigitan c. Gunakan pembalut elastis d. Jaga luka lebih rendah dari jantung e. Sesegera mungkin, lakukan pembalutan dari bawah pangkal jari kaki naik keatas f. Biarkan jari kaki jangan dibalut g. Jangan melepas celana atau baju korban h. Balut dengan cara melingkar cukup kencang namun jangan sampai menghambat aliran darah (dapat dilihat dengan warna jari kakiyang tetap pink) i. Beri papan/pengalas keras sepanjang kaki. b. Gigitan Serangga Karena banyaknya jenis serangga di daerah pegunungan, sulit untuk mengidentifikasikan jenisnya, dan kemungkinan beracun atau tidak. Umumnya reaksi yang terlihat adalah alergi, terhadap zat yang dilepaskan saat menggigit. Setiap orang mempunyai kekebalan yang berbeda terhadap serangga yang berbeda juga. Kemungkinan keracunan gigitan serangga sangat kecil, kalaupun ada biasanya bersifat lokal, berupa pembengkakkan dan rasa sakit yang hebat pada daerah yang tergigit.. Pengobatan: Mencegah lebih baik terutama bagi mereka yang memiliki riwayat reaksi alergi terhadap serangga. Pencegahan dapat dilakukan dengan menutup serapat mungkin anggota tubuh, atau disemprot dengan anti serangga. Bagi yang tidak tergigit biasanya hanya diberi anti histamin (anti alergi) baik secara oral (diminum) maupun kulit (salep). c. Gigitan kelabang Biasanya menyebabkan pembengkakkan, rasa sakit dan kemerahan rasa terbakar dan pegal. Biasanya akan hilang sendiri setelah 4-5 jam kernudian. Pertolongan - Lakukan kompres dingin dan cuci luka dengan anti septik. - Beri pelawan rasa sakit (analgetik) d. Gigitan anjing atau kera Hal yang ditakuti pada keadaan ini adalah rabies, jika gigitan tidak rnenyebabkan luka hal ini tidak berbahaya, tetapi jika sampai terjadi luka walau kecil maka perlu diberi pertolongan serius.Penjalaran virus rabies ini tidak secepat bisa ular. Pertolongan: - Bersihkan luka dengan antiseptik

GANGGUAN UMUM
1. Pendarahan ( dijelaskan pada bagian trauma) 2. Collaps

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


Keadaan dimana darah yang beredar ke otak berkurang. Collaps bisa disebabkan karena emosi. Nyeri hebat, berada dalam ruangan sesak, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, letih dan lapar. Gejala: Keringat dingin, pucat, lemas sulit menjawab pertanyaan dan denyut nadi menjadi lemah. Pertolongan: - Tidurkan dehgan posisi kepala lebih rendah - Longgarkan pakaian - Selimuti badan agar hangat kernbali - Jika telah sadar, beri minuman hangat (kopi hangat, teh manis) 3. Shock Shock dapat disebabkan oleh pendarahan berat, luka bakar luas. Shock merupakan suatu keadaan dimana pulsa darah yang beredar dalam pembuluh darah sangat berkurang. Gejala: seperti pada Collaps. Denyut nadi cepat (lebih dari 100 kali permenit) namun lemah. Pernafasan cepat dan pendek. Penderita dapat menjadi pingsan. Pertolongan: 1. Baringkan penderita di tempat yang segar, dengan kepala lebih rendah dari kaki. 2. Usahakan untuk menghentikan pendarahan yang masih ada. 3. Longgarkan pakaian penderita. 4. Usahakan tangan dan kaki diletakkan lebih tinggi. 5. Segera hubungi dokter atau bawa ke rumah sakit. 4. Pingsan Fungsi otak terganggu sehingga penderita tidak sadar. Sebab-sebab: - Tenggelam. - Kerusakan pada otak akibat pukulan/benturan. - Keracunan. - Kehilangan banyak darah. - Terkena aliran listrik Gejala-gejala: 1. Tidak menyahut Jika dipanggil, tidak memberikan reaksi terhadap rangsangan (dicubit/ditusuk). 2. Penderita bisa tidak bergerak atau tidur dengan gelisah. 3. Pernafasan ada, denyut nadi dapat diraba. Pertolongan: 1. Baringkan penderita 2. Bila muka merah, kepala ditinggikan namun jika pucat, biarkan berbaring tanpa bantal. 3. Miringkan kepala korban 4. Keluarkan isi mulut (makanan/gigi palsu). 5. Longgarkan pakaian korban. 6. Jangan berikan makan/minum sebelum korban sadar. 7. Jangan tinggalkan korban sendirian. 8. Segera panggil dokter atau bawa ke rumah sakit. 5. Henti Nafas dan Henti Jantung (Mati Suri) Keadaan dimana pernafasan penderita tidak tampak dan denyut nadi tidak teraba. Sebab-sebab: - Nafas tercekik karena: o Tenggelam

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


Tertimbun benda berat, misalnya tanah longsor o Tersumbat oleh makanan atau minuman o Tergantung (gantung diri) - Menghirup udara/gas beracun - Tersambar petir/aliran listrik - Serangan jantung Pertolongan: 1. Bebaskan dari tempat penyebabny 2. Baringkan dan longgarkan pakaian korban 3. Hilangkan benda-benda yang diduga dapat menyumbat pernafasan 4. Segera berikan pernafasan buatan bila denyut nadi tidak terasa, lakukan pemijitan jantung luar (resusitasi jantung paru)
o

Teknik Resusitasi Jantung Paru (Cardio Pulmonad Recutitation/CPR)


Dilakukan bila selain henti nafas, juga terjadi henti jantung (denyut jantung tak terasa)

Caranya: 1. Baringkan penderita, buka jalan nafas seperti pada nafas buatan. 2. Ambil nafas dan hembuskan berturut-turut 4X tanpa menunggu dada penderita turun kembali ke posisi semula. 3. Kemudian dengan jari telunjuk dan jari tengah periksa denyut nadi di leher penderita lihat 4. Bila tidak teraba segera lakukan CPR tanpa memeriksa bagian tubuh yang lain. 5. Letakan korban pada alas yang keras. 6. Penolong di sisi kanan penderita dengan posisi berdiri pada lutut 7. Letakan dua tangan dengan jalan bertumpu pada sisi sebelah atas hulu hati. Letakan kedua tangan dengan dengan lurus seperti itu tepat berada di atas jantung. 8. Tekan bagian tersebut lurus ke bawah. Perhatikanlah bahwa kedua tangan tetap lurus. Lakukan penekanan seperti itu dengan frekuensi 80X permenit, atau 6x permenit bila dilakukan oleh dua penolong. 9. Lakukan kompres jantung dengan perbandingan: Bila 2 Penolong: Setiap 5X kompres jantung diselingi X pernafasan buatan. Kompres jantung dengan frekuensi 6X permenit, sementara dilakukan pernafasan buatan kompres jantung tidak dihentikan Bila 1 Penolong: Lakukan 15X kompres jantung, dengan frekuensi 80X permenit dan segera, berpindah melakukan pernafasan buatan 2X. Jadi tiap 5X kompres jantung, 2X pernafasan buatan 15 ... 2... (15, 2; 15, 2; . ..) 10. Teruskan tindakan sampai penderita dapat brnafas spontan dan denyut nadi dapat teraba 11. Bila penderita tidak ada tanda-tanda perbaikan tindakan dihentikan pada keadaan:

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


Penolong kelelahan. Kematian jelas terlihat. Di rumah sakit dideteksi dengan ECG.

Pijat Jantung Pijat jantung adalah usaha untuk memaksa jantung memompakan darah ke seluruh tubuh pijat jantung dilakukan pada korban dengan nadi karotis yang tidak teraba. Pijat jantung biasanya dipasangkan dengan nafas buatan. Prosedur pijat jantung: 1. Posisikan diri di samping pasien. 2. Posisikan tangan seperti gambar di center of the chest (tepat ditengah-tengah dada)

3. 4. 5. 6.

Posisikan tangan tegak lurus korban Tekanlah dada korban menggunakan tenaga yang diperoleh dari sendi panggul (hip joint) Tekanlah dada kira-kira sedalam 4-5 cm Setelah menekan, tarik sedikit tangan ke atas agar posisi dada kembali normal (seperti gambar kanan atas) 7. Satu set pijat jantung dilakukan sejumlah 30 kali tekanan, untuk memudahkan menghitung dapat dihitung dengan cara menghitung sebagai berikut: Satu Dua Tiga Empat SATU Satu Dua Tiga Empat DUA Satu Dua Tiga Empat TIGA Satu Dua Tiga Empat EMPAT Satu Dua Tiga Empat LIMA Satu Dua Tiga Empat ENAM 8. Prinsip pijat jantung adalah : a. Push deep b. Push hard c. Push fast d. Maximum recoil (berikan waktu jantung relaksasi) e. Minimum interruption (pada saat melakukan prosedur ini penolong tidak boleh diinterupsi) Perlindungan Diri Penolong Dalam melakukan pertolongan pada kondisi gawat darurat, penolong tetap harus senantiasa memastikan keselamatan dirinya sendiri, baik dari bahaya yang disebabkan karena lingkungan, maupun karena bahaya yang disebabkan karena pemberian pertolongan. Poin-poin penting dalam perlindungan diri penolong : 1. Pastikan kondisi tempat memberi pertolongan tidak akan membahayakan penolong dan pasien 2. Minimasi kontak langsung dengan pasien, itulah mengapa dalam memberikan napas bantuan sedapat mungkin digunakan sapu tangan atau kain lainnya untuk melindungi penolong dari penyakit yang mungkin dapat ditularkan oleh korban

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


3.

Selalu perhatikan kesehatan diri penolong, sebab pemberian pertolongan pertama adalah tindakan yang sangat memakan energi. Jika dilakukan dengan kondisi tidak fit, justru akan membahayakan penolong sendiri.

Algortima Dasar PPGD 1. Ada pasien tidak sadar 2. Pastikan kondisi tempat pertolongan aman bagi pasien dan penolong 3. Beritahukan kepada lingkungan kalau anda akan berusaha menolong 4. Cek kesadaran pasien: Lakukan dengan metode AVPU A Alert: Korban sadar jika tidak sadar lanjut ke poin V V Verbal: Cobalah memanggil-manggil korban dengan berbicara keras di telinga korban (pada tahap ini jangan sertakan dengan menggoyang atau menyentuh pasien), jika tidak merespon lanjut ke P P Pain: Cobalah beri rangsang nyeri pada pasien, yang paling mudah adalah menekan bagian putih dari kuku tangan (di pangkal kuku), selain itu dapat juga dengan menekan bagian tengah tulang dada (sternum) dan juga areal diatas mata (supra orbital) U Unresponsive: Setelah diberi rangsang nyeri tapi pasien masih tidak bereaksi maka pasien berada dalam keadaan unresponsive 5. Call for Help, mintalah bantuan kepada masyarakat di sekitar untuk menelpon ambulans (118) dengan memberitahukan: a. Jumlah korban b. Kesadaran korban (sadar atau tidak sadar) c. Perkiraan usia dan jenis kelamin (ex: lelaki muda atau ibu tua) d. Tempat terjadi (alamat yang lengkap) 6. Bebaskanlah korban dari pakaian di daerah dada 7. Posisikan diri di sebelah korban, usahakan posisi kaki yang mendekati kepala sejajar dengan bahu pasien 8. Cek apakah ada tanda-tanda berikut: a. Luka-luka dari bagian bawah bahu ke atas (supra clavicula) b. Pasien mengalami tumbukan di berbagai tempat (misal: terjatuh dari sepeda motor) c. Berdasarkan saksi 9. Tanda-tanda tersebut adalah tanda-tanda kemungkinan terjadinya cedera pada tulang belakang bagian leher (cervical), cedera pada bagian ini sangat berbahaya karena disini tedapat syaraf-syaraf yg mengatur fungsi vital manusia (bernapas, denyut jantung) a. Jika tidak ada tanda-tanda tersebut maka lakukanlah Head Tilt and Chin Lift.

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)

Chin lift dilakukan dengan cara menggunakan dua jari lalu mengangkat tulang dagu (bagian dagu yang keras) ke atas. Ini disertai dengan melakukan Head tilt yaitu menahan kepala dan mempertahankan posisi seperti figure berikut. Ini dilakukan untuk membebaskan jalan napas korban. b. Jika ada tanda-tanda tersebut, maka beralihlah ke bagian atas pasien, jepit kepala pasien dengan paha, usahakan agar kepalanya tidak bergerak-gerak lagi (imobilisasi) dan lakukanlah Jaw Thrust

Gerakan ini dilakukan untuk menghindari adanya cedera lebih lanjut pada tulang belakang bagian leher pasien. 10. Sambil melakukan a atau b di atas, lakukan lah pemeriksaan kondisi Airway (jalan napas) dan Breathing (Pernapasan) pasien. 11.Metode pengecekan menggunakan metode Look, Listen, and Feel Look: Lihat apakah ada gerakan dada (gerakan bernapas), apakah gerakan tersebut simetris? Listen: Dengarkan apakah ada suara nafas normal, dan apakah ada suara nafas tambahan yang abnormal (bisa timbul karena ada hambatan sebagian)

Jenis-jenis suara nafas tambahan karena hambatan sebagian jalan nafas: - Snoring: suara seperti ngorok, kondisi ini menandakan adanya kebuntuan jalan napas bagian atas oleh benda padat, jika terdengar suara ini maka lakukanlah pengecekan langsung dengan cara cross-finger untuk membuka mulut (menggunakan 2 jari, yaitu ibu jari dan jari telunjuk tangan yang digunakan untuk chin lift tadi, ibu jari mendorong rahang atas ke atas, telunjuk menekan rahang bawah ke bawah). Lihatlah apakah ada benda yang menyangkut di tenggorokan korban (eg: gigi palsu dll). Pindahkan benda tersebut - Gargling: suara seperti berkumur, kondisi ini terjadi karena ada kebuntuan yang disebabkan oleh cairan (eg: darah), maka lakukanlah cross-finger(seperti di atas), lalu lakukanlah finger-sweep (sesuai namanya, menggunakan 2 jari

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


yang sudah dibalut dengan kain untuk menyapu rongga mulut dari cairancairan). - Crowing: suara dengan nada tinggi, biasanya disebakan karena pembengkakan (edema) pada trakea, untuk pertolongan pertama tetap lakukan maneuver head tilt and chin lift atau jaw thrust saja Jika suara napas tidak terdengar karena ada hambatan total pada jalan napas, maka dapat dilakukan: - Back Blow sebanyak 5 kali, yaitu dengan memukul menggunakan telapak tangan daerah diantara tulang scapula di punggung - Heimlich Maneuver, dengan cara memposisikan diri seperti gambar, lalu menarik tangan ke arah belakang atas.

Chest Thrust, dilakukan pada ibu hamil, bayi atau obesitas dengan cara memposisikan diri seperti gambar lalu mendorong tangan kearah dalam atas.

12. 13. 14. 15. 16.

17.

18.

Feel: Rasakan dengan pipi pemeriksa apakah ada hawa napas dari korban? Jika ternyata pasien masih bernafas, maka hitunglah berapa frekuensi pernapasan pasien itu dalam 1 menit (Pernapasan normal adalah 12 -20 kali permenit) Jika frekuensi nafas normal, pantau terus kondisi pasien dengan tetap melakukan Look Listen and Feel Jika frekuensi nafas <12-20 kali permenit, berikan nafas bantuan (detail tentang nafas bantuan dibawah) Jika pasien mengalami henti nafas berikan nafas buatan (detail tentang nafas buatan dibawah) Setelah diberikan nafas buatan maka lakukanlah pengecekan nadi carotis yang terletak di leher (ceklah dengan 2 jari, letakkan jari di tonjolan di tengah tenggorokan, lalu gerakkan lah jari ke samping, sampai terhambat oleh otot leher (sternocleidomastoideus), rasakanlah denyut nadi carotis selama 10 detik. Jika tidak ada denyut nadi maka lakukanlah Pijat Jantung(figure D dan E , figure F pada bayi), diikuti dengan nafas buatan(figure A,B dan C),ulang sampai 6 kali siklus pijat jantung-napas buatan, yang diakhiri dengan pijat jantung Cek lagi nadi karotis (dengan metode seperti diatas) selama 10 detik, jika teraba lakukan Look Listen and Feel (kembali ke poin 11) lagi. jika tidak teraba ulangi poin nomer 17.
BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI

PERTOLONGAN PERTAMA PADA GAWAT DARURAT (PPGD)


Pijat jantung dan nafas buatan dihentikan jika a.Penolong kelelahan dan sudah tidak kuat lagi b.Pasien sudah menunjukkan tanda-tanda kematian (kaku mayat) c.Bantuan sudah datang d.Teraba denyut nadi karotis 20.Setelah berhasil mengamankan Kondisi diatas periksalah tanda-tanda shock pada pasien: - Denyut nadi >100 kali per menit - Telapak tangan basah dingin dan pucat - Capilarry Refill Time >2 detik (CRT dapat diperiksa dengan cara menekan ujung kuku pasien dg kuku pemeriksa selama 5 detik, lalu lepaskan, cek berapa lama waktu yg dibutuhkan agar warna ujung kuku merah lagi) 21. Jika pasien shock, lakukan Shock Position pada pasien, yaitu dengan mengangkat kaki pasien setinggi 45 derajat dengan harapan sirkulasi darah akan lebih banyak ke jantung 22. Pertahankan posisi shock sampai bantuan datang atau tanda-tanda shock menghilang 23. Jika ada pendarahan pada pasien, coba lah hentikan perdarahan dengan cara menekan atau membebat luka (membebat jangan terlalu erat karena dapat mengakibatkan jaringan yg dibebat mati) 24.Setelah kondisi pasien stabil, tetap monitor selalu kondisi pasien dengan Look Listen and Feel, karena pasien sewaktu-waktu dapat memburuk secara tiba-tiba.
19.

DENYUT NADI Kecepatan Nafas Normal(Istirahat) - Bayi : 25-50 Per menit - Anak : 15-30 Per menit - Dewasa : 12-20 Per menit KECEPATAN DENYUT NADI NORMAL(Istirahat) - Bayi : 120-150 Per menit - Anak : 80-150 Per menit - Dewasa : 60-80 Per menit

BERSAHABAT DENGAN ALAM BERARTI BERSAHABAT DENGAN DIRI SENDIRI