Anda di halaman 1dari 3

Antena

Written by rainbowharmony Tuesday, 27 April 2010 02:51 - Last Updated Wednesday, 28 April 2010 01:32

Definisi dan Fungsi Antena Antena adalah penyepadan impedansi instrinsik ruang propagasi dengan impedansi karakteristik saluran transmisi radio. Saluran transmisi tersebut digunakan untuk mengubah gelombang elektromagnetik di ruang bebas menjadi gelombang listrik dan sebaliknya. Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan fungsi antena adalah sebagai berikut: 1. Perangkat penyesuai ( Matching Device ) Alat untuk mengubah sifat-sifat karakteristik gelombang elektromagnetik di saluran transmisi dan di ruang propagasi. 2. Perangkat pengarah ( Directional Device ) Alat untuk mengarahkan energi sumber elektromagnetik ke arah tertentu atau sebaliknya sehingga arah pancar atau arah penerimaannya bisa disesuaikan dengan tepat.

Tipe tipe Antena Tipe tipe antena terbagi menjadi enam, yaitu: 1. Antena Kawat ( Wire Antenna ) Contoh wire antenna yang terkenal adalah antena dipole , helix dan monopole . 2. Antena Apertur ( Aperture Antenna ) Tipe antena apertur sangat berguna untuk aplikasi pada pesawat terbang dan kendaraan angkasa. Contoh antena apertur antara lain antena parabola, pyramidal horn, conical horn dan rectangul ar waveguide . 3. Antena Mikrostrip ( Microstrip Antenna ) Pada saat ini, antena mikrostrip terdiri dari potongan logam pada substrat terbumi digunakan untuk aplikasi di pemerintahan dan aplikasi komersil. 4. Antena Susun ( Array Antenna ) Antena susun adalah susunan dua buah atau lebih elemen antena untuk menaikkan gain dan memperoleh pola radiasi tertentu. Contoh : Yagi-Uda array . 5. Antena Reflektor (R eflector Antenna ) Memanfaatkan elemen lain agar energi yang dipancarkan dapat dipantulkan kembali ke elemen pencatunya. Contoh : antena yagi, antena corner reflector . 6. Lens Antenna Antena lensa mempunyai dua tipe yaitu delay lenses dan fast lenses . Beberapa contoh tipe antena lensa berdasarkan index refraction yaitu : convex-plane, convex convex, convex-concave , dsb.

1/3

Antena
Written by rainbowharmony Tuesday, 27 April 2010 02:51 - Last Updated Wednesday, 28 April 2010 01:32

Parameter Antena 1. Pola Radiasi Pola radiasi sebuah antena didefinisikan sebagai gambaran grafis dari sifat-sifat pancaran antena sebagai fungsi dari koordinat ruang. Pada koordinat bola, sebuah titik radiasi merupakan fungsi dari r,T,dan F, seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Gambar 1. Sebuah titik radiasi pada koordinat bola Adapun pola radiasi antena dibedakan menjadi 3 yaitu : 1. Isotropis Isotropis adalah arah pancaran antena ke berbagai arah dengan energi sama besar pada seluruh bidang. Pola radiasi antena isotropis dalam tiga dimensi bentuk pola radiasinya seperti bola. Antena isotropis ini merupakan jenis antena ideal dan secara teoritis dijadikan sebagai referensi dalam pengukuran antena lain namun tidak mungkin direalisasikan karena dalam hal ini antena sebagai titik. Pola radiasi isotropis terdapat pada gambar 2.

Gambar 3. Pola radiasi isotropis

2. Unidireksional Unidireksional adalah arah pancaran antena ke satu arah. Antena dengan pola radiasi unidireksional sering digunakan pada komunikasi point to point .

2/3

Antena
Written by rainbowharmony Tuesday, 27 April 2010 02:51 - Last Updated Wednesday, 28 April 2010 01:32

Gambar 2. Pola radiasi 3. Omnidireksional bidang Omnidireksional sama besar. adalah Pola unidireksional arah radiasi pancaran antena omnidireksional antena ke berbagai terdapat arah pada dengan gambar energi 4. pada satu

Gambar 4. Pola radiasi omnidireksional FNBW dari Parameter istilah (First istilah Null pola Beamwidth), pada radiasi parameter terdiri SLL dari (Side pola main radiasi, lobe, Level) sebagai side lobe, dan berikut FBR HPBW (Front :dengan (Half toterbesar Power Back Ratio). Beamwidth), Definisi 1. Major lobe menentukan berisi arah radiasi arah radiasi maksimum. Major dan lobe disebut Major lobe juga merupakan daya main yang lobe besar. didefinisikan daerah pancaran sebagai radiation sehingga lobe yang dapat 2. Side lobe Side lobes terdiri dari :Lobe first side lobe yaitu minor lobe yang posisinya paling dekat main lobe. second side lobe yaitu minor lobe yang posisinya setelah first side lobe. 3. Back lobe yaitu minor lobe yang posisinya berlawanan dengan main lobe. 4. Half Power Beamwidth (mempunyai HPBW) dibatasi oleh titiktitik daya atau -3 dB atau Half 0.707 Power dari Beamwidth medan maksimum adalah daerah pada lobe sudut utama. yang 5. First Null Beamwidth (FNBW) dua arah pada main lobe yang intensitas First radiasinya Null Beamwidth nol. adalah besar sudut bidang diantara 6. Side Lobe Level (SLL) lobe. Side Lobe Level menyatakan Side besar Lobe dari Level side adalah lobe. perbandingan antara first lobe dan main 7. Front to Back Ratio (FBR) terhadap back lobe. Front to Back Ratio adalah perbandingan antara main lobe

Gambar 5. pola radiasi Dalam memancarkan daya, antena memiliki sifat radiasi sebagai berikut : posisi 1. terhadap Broadside bidang : yang suatu berisi pancaran element daya antena. yang arah beam berada pada tegak lurus 2. bidang Endfire yang berisi :Parameter suatu elemen pancaran antena. daya yang arah main beam berada pada posisi sejajar terhadap 3. sejajar Intermediate tapi mengarah : pancaran pada sudut daya tertentu. yang arah main beam pada posisi tegak lurus ataupun Sifat-sifat radiasi antena terlihat pada gambar 6. main Gambar Gambar 6dari Pola radiasi Antena (a). broadside, (b). endfire, (c). Intermediate 4. Polarisasi terhadap propagasinya[7]. waktu. Bentuk Polarisasi Polarisasi dapat adalah polarisasi juga gambaran dapat diartikan dapat orientasi sebagai dibagi medan bentuk menjadi listrik pergerakan tiga dalam yaitu arah medan : listrik 1. rasio Polarisasi polarisasi linier horizontal. antara antena ini6. sumbu bersesuaian Polarisasi linier linier mayor yaitu vertikal linier dan jika dengan dan sumbu medan dapat jika pemasangan dilihat minor. listrik antena pada pada Polarisasi dipasang antena, arah gambar y horizontal dan linier jika 7. antena AR(axial bisa horizontal maka dipasang ratio) polarisasi = dan vertikal ~. vertikal. AR antena adalah maka Gambar 7. Polarisasi (c). Intermediate linier (a). arah vertikal (b). arah horizontal(a). (b). endfire, 2. berbentuk ratio) = Polarisasi 1. Pada lingkaran. polarisasi lingkaran yaitu lingkaran jika sumbu besarnya mayor medan sama listrik dengan sama sumbu dan broadside, berputar minor dan dalam AR lintasan (axial 3. E2/E1 dan berputar elips dalam sama lintasan dengan berbentuk polarisasi elips lingkaran, seperti tetapi yang polarisasi terlihat pada elipsgambar memiliki 8. AR = Gambar 8. Polarisasi elips 4. Gain Contoh sebuah terhadap pengukuran antena rapat Salah daya didefinisikan satu maksimum gain parameter terdapat sebagai dari penting pada perbandingan antena gambar untuk referensi mengukur 2.9.rapat dengan daya kualitas daya maksimum antena masuk suatu sama adalah antena besar[7]. gain[2].Gain Gambar 9. Pengukuran gain dengan perbandingan 5. VSWR dan Bandwidth Antena refleksi) Besarnya yang dapat dipantulkan dituliskan yang return disebabkan loss seperti dengan sangat pada tegangan oleh tergantung persamaan tidak yang sesuainya Return faktor 2.1. datang loss refleksi beban dari merupakan sumber. yaitu dengan perbandingan besaran Faktor saluran refleksi daya transmisi antara pantul secara dalam tegangan (faktor matematis dB. MATLAB) PERANCANGAN DWITUNGGAL-KAWAT (SOFTWARE Library Sumber: DIANTHY IT TELKOM MARYA DESIGN PERANGKAT (111078109) Bandung FOR KEMBAR-JAJAR PARALLEL-TWIN LUNAK BERBASIS LEAD-DWITUNGGAL MATLAB UNTUK ANTENNA ANTENA BASED ON

3/3