P. 1
Uji Statistik Parametrik Non Parametrik

Uji Statistik Parametrik Non Parametrik

|Views: 1,862|Likes:
Dipublikasikan oleh Rofi'ah Muwafaqoh
Biostat
Biostat

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Rofi'ah Muwafaqoh on Mar 28, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

07/17/2013

$0.99

USD

pdf

text

original

Semester 7 BIOSTATISTIKa 2

Materi Kuliah tanggal 21 Desember 2012

“UJI STATISTIK PARAMETRIK DAN NON PARAMETRIK”
Oleh Arsita Eka Prasetyawati, dr., M.Kes

< Berdasarkan parameter yang ada, statistik dibedakan menjadi : 1. Statistik parametrik 2. Statistik nonparametrik

< Yang menentukan pemilihan uji statistik yang tepat adalah : 1. Kesesuaian dengan skala pengukuran variabel 2. Distribusi data (normal atau tidak) 3. Sifat hubungan (korelasi-komparasi)
1. STATISTIKA NON-PARAMETRIK • Metode bebas distribusi • Dipakai jika terutama n < 30 dan atau populasi berdistribusi tidak normal • Skala pengukuran nominal atau ordinal 2. STATISTIK PARAMETRIK •jenis data interval atau rasio • distribusi data normal atau mendekati normal.

< Bila uji parametrik dan uji non-parametrik keduanya dapat diterapkan, maka diterapkan metode parametrik karena lebih efisien < UNTUK MENGETAHUI DISTRIBUSI DATA NORMAL/TIDAK
PENELITIAN DENGAN METODE DESKRIPTIF Koefisien varians Rasio skewness Rasio kurtosis Histogram Box plot Normal Q-Q plots PENELITIAN DENGAN METODE ANALITIK Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk

1. Kolmogorov-Smirnov  Digunakan untuk penelitian analitik dengan jumlah sampel besar (> 50 sampel)  Kriteriadistribusi data dikatakan normal bila nilai kemaknaan (p) > 0.05 2. Saphiro-Wilk  Digunakan untuk penelitian analitik dengan jumlah sampel kecil ( ≤ 50 sampel)  Kriteria distribusi data dikatakan normal bila nilai kemaknaan (p) > 0.05 < TABEL CAKUPAN UJI HIPOTESIS
MASALAH SKALA PENGUKURAN JENIS HIPOTESIS (ASOSIASI) KOMPARATIF TIDAK BERPASANGAN BERPASANGAN 2 kelompok >2 2 kelompok >2 kelompo kelompo k k Uji T tidak One way Uji T Repeate berpasang anova berpasang d Anova an (uji F) an Mann Kruskal Wilcoxon Friedma Whitney Wallis n Chi square (Kai Kuadrat) Fisher Kolmogorov – Smirnov Mc Nemar, Cochran marginal Homegenity, Wilcoxon, Friedman KORELATIF

NUMERIK KATEGORIK (ORDINAL) KATEGORIK (NOMINAL)

Pearson Spearman Sommers’ d Gamma Koefisien Kontingen si Lambda

“ANALISIS KORELATIF”
< HIPOTESIS KORELATIF’ JENIS HIPOTESIS KORELATIF MASALAH SKALA PENGUKURAN KATEGORIK KATEGORIK NUMERIK (ORDINAL) (NOMINAL/ORDINAL) Pearson Spearman Koefisien Sommers’d Gamma Kontingensi Lambda

< PEMILIHAN HIPOTESIS KORELATIF (SOPIYUDIN, 2011)
Biostatistika 2

1

Midwifery “Nol Sembilan” Reguler

8 2 Nilai p .05 P> 0. Dirumuskan pertanyaan sebagai berikut : “Adakah korelasi antara skor depresi dengan skor kecemasan pada ibu hamil trimester tiga ? Lakukan langkah menentukan uji yang sesuai .8 s. Dirumuskan pertanyaan sebagai berikut : Adakah korelasi antara tingkat penilaian responden terhadap mutu pelayanan kebidanan dengan mutu pelayanan rumah bersalin ? Biostatistika 2 2 Midwifery “Nol Sembilan” Reguler .6 s. LAMBDA KOEFISIEN KONTINGENSI.05  Bila syarat tersebut tidak memenuhi  pilih uji non parametrik Spearman  Contoh Kasus Anda inginmengetahui korelasi antara skor depresi dengan skor kecemasan pada ibu hamil TM 3.d 1 P < 0.d < 0.4 0. SOMMERS’D SPEARMAN PEARSON HIPOTESIS BERDASARKAN KEKUATAN < PANDUAN INTERPRETASI HASIL UJI KORELASI. Tentukan variabel yang dihubungkan  numerik – numerik 2. Jika tidak memenuhi syarat. Tentukan jenis hipotesis  korelatif 3. semakin besar nilai satu variabel semakin besar pula nilai variabel lainnya Berlawanan arah.d < 0. 1 LANGKAH Menentukan variabel yang dihubungkan Menentukan jenis hipotesis Menentukan masalah skala variabel JAWABAN Variabel skor depresinumerik Variabel skor kecemasannumerik Korelatif Numerik-numerik 2 3 Kesimpulan: uji yang digunakan adalah uji Pearson (uji parametrik) apabila memenuhi syarat.d < 0.Semester 7 VARIABEL 1 NOMINAL NOMINAL ORDINAL ORDINAL NUMERIK VARIABEL 2 NOMINAL ORDINAL ORDINAL NUMERIK NUMERIK UJI KORELASI KOEFISIEN KONTINGENSI. DAN ARAH KORELASI NO 1 PARAMETER Kekuatan korelasi (r) NILAI 0. Searah.6 0. NILAI p. maka digunakan uji alternatif yaitu uji KORELASI SPEARMAN(uji nonparametrik) 2. UJI KORELASI GAMMA SOMER’S (UJI NON PARAMETRIK)  Digunakan untuk uji hipotesis korelatif ordinal  CONTOH KASUS : Anda ingin mengetahui korelasi antara tingkat penilaian responden terhadap mutu pelayanan kebidanan dengan mutu pelayanan rumah bersalin.2 s.d < 0.05 3 Arah Korelasi + (positif) 0.2 0. Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel yang diuji.4 s. semakin kecil nilai variabel lainnya 1. semakin besar nilai satu variabel.0 s. Tentukan masalah skala variabel  numerik  Setelah itu periksa syarat penggunaan uji parametrik : Distribusi data harus normal  uji normalitas (Kolmogorov Smirnov/SaphiroWilk)  P> 0.(negatif) INTERPRETASI Sangat lemah Lemah Sedang Kuat Sangat kuat Terdapat korelasi yang bermakna antara dua variabel yang diuji.  Langkah yang dilakukan untuk menentukan kapan menggunakan uji ini : 1. KORELASI PEARSON PRODUCT MOMENT (UJI PARAMETRIK)  Korelasi Pearson Product Moment digunakan untuk menguji hubungan antara dua variabel dengan skala data interval atau rasio dengan interval atau rasio. LAMBDA SPEARMAN GAMMA.

Rumusan masalah :”Adakah perbedaan rerata skor pengetahuan ibu tentang gizi sebelum dan sesudah penyuluhan ?”  LANGKAH UNTUK MENENTUKAN UJI Tentukan variabel yang ingin digunakanVariabel skor T pengetahuan : skala numerik Waktu pengukuran (sebelum dan sesudah penyuluhan) : skala kategorik p Menentukan jenis hipotesis : komparatif Menentukan berpasangan/tidak berpasangan : berpasangan Menentukan jumlah kelompok : 2 kelompok Biostatistika 2 3 Midwifery “Nol Sembilan” Reguler . Jika tidak memenuhi syarat. UJI KORELASI KOEFISIEN KONTINGENSI LAMBDA (UJI NON PARAMETRIK)  Digunakan untuk skala variabel kategorik nominal  CONTOH KASUS : Anda ingin mengetahui korelasi antara perilaku merokok dengan status fertilitas seorang pria. sedang.Semester 7  Variabel mutu pelayanan kebidanan : skala pengukuran ordinal dengan kategori buruk. digunakan uji alternatif yaitu UJI MANN WHITNEY (uji nonparametrik) B. sedang. UJI T TIDAK BERPASANGAN (INDEPENDENT SAMPLE T TEST)  (UJI PARAMETRIK)  (Uji Hipotesis Komparatif Variabel Numerik Berdistribusi Normal Dua Kelompok Tidak Berpasangan)  Contoh kasus Anda ingin mengetahui bagaimana pengaruh kehadiran suami pada saat istri dalam proses melahirkan terhadap skor kecemasan istri. Pertanyaan yang disusun adalah “Adakah korelasi antara perilaku merokok dengan status fertilitas seorang pria ?”  Variabel perilaku merokok : skala pengukuran kategorik nominal yakni merokok dan tidak merokok  Variabel status fertilitas : skala pengukuran kategorik nominal yakni subur dan tidak subur “ANALISIS KOMPARATIF” A. baik  Variabel mutu pelayanan rumah bersalin : skala pengukuran ordinal dengan kategori buruk. Rumusan masalah : “Adakah perbedaan skor kecemasan antara kelompok ibu yang proses melahirkannya didampingi suami dan ibu yang tidak didampingi suami ?  LANGKAH UNTUK MENENTUKAN UJI T Tentukan variabel yang ingin digunakanVariabel pendampingan kelahiran oleh suami : skala kategorik Variabel skor kecemasan : skala numerik V Menentukan jenis hipotesis : komparatif Menentukan berpasangan/tidak berpasangan : tidak berpasangan Menentukan jumlah kelompok : 2 kelompok KESIMPULAN: uji yang digunakan adalah uji t tidak berpasangan (uji parametrik) dengan syarat data harus berdistribusi normal (wajib!). baik 3. UJI T BERPASANGAN ( PAIRED T TEST)  (UJI PARAMETRIK)  (Uji Hipotesis Komparatif Variabel Numerik Berdistribusi Normal Dua Kelompok Berpasangan)  CONTOH KASUS Anda ingin mengetahui apakah terdapat pengaruh penyuluhan terhadap skor pengetahuan ibu tentang gizi.

digunakan uji alternatif yaitu UJI UJI FRIEDMAN (uji nonparametrik) E. sedang. UJI REPEATED ANOVA  (UJI PARAMETRIK)  (Uji Hipotesis Komparatif Variabel Numerik Berdistribusi Normal Lebih Dari Dua Kelompok Berpasangan)  CONTOH KASUS Anda inginmengetahui peran suatu metode latihan bagi penderita arthritis terhadap fungsi lutut. sedang. Jika tidak memenuhi syarat. 4 minggu setelah pelatihan. Jika tidak memenuhi syarat. 6 minggu) : skala kategorik Menentukan jenis hipotesis : komparatif Menentukan berpasangan/tidak berpasangan : berpasangan Menentukan jumlah kelompok : 3 kelompok KESIMPULAN: uji yang digunakan adalah uji Repeated Anova (uji parametrik) dengan syarat data harus berdistribusi normal (wajib!). UJI ONE WAY ANOVA  (UJI PARAMETRIK)  (Uji Hipotesis Komparatif Variabel Numerik Berdistribusi Normal Lebih Dari Dua Kelompok Tidak Berpasangan)  CONTOH KASUS Anda ingin mengetahui adakah perbedaan kadar gula darah antara kelompok ekonomi rendah. dan tinggi) : skala k kategorik Menentukan jenis hipotesis : komparatif Menentukan berpasangan/tidak berpasangan : tidak berpasangan Menentukan jumlah kelompok : 3 kelompok KESIMPULAN: uji yang digunakan adalah uji one way Anova (uji parametrik) dengan syarat data harus berdistribusi normal (wajib!). dan tinggi ?”  LANGKAH UNTUK MENENTUKAN UJI Tentukan variabel yang ingin digunakanVariabel kadar T gula darah : numerik Status ekonomi(rendah. digunakan uji alternatif yaitu UJI WILL COXON (uji nonparametrik) C. Rumusan masalah :”Adakah hubungan antara perilaku merokok dengan status fertilitas seorang pria?”  LANGKAH UNTUK MENENTUKAN UJI Biostatistika 2 4 Midwifery “Nol Sembilan” Reguler . Sebelum pelatihan. dan tinggi Rumusanmasalah :”Adakah perbedaan kadar gula darah antara kelompok ekonomi rendah. 4 minggu. digunakan uji alternatif yaitu UJI KRUSKAL WALLIS (uji nonparametrik) D. UJI CHI SQUARE (KAI KUADRAT)  (Uji Hipotesis Komparatif Variabel Kategorik Tidak Berpasangan 2 X 2)  CONTOH KASUS Anda ingin mengetahui hubungan antara perilaku merokok dengan status fertilitas seorang pria. dan 6 minggu setelah pelatihan  LANGKAH UNTUK MENENTUKAN UJI Tentukan variabel yang ingin digunakanVariabel fungsi T lutut : numerik Waktu pengukuran (sebelumpelatihan. Anda terlebih dahulu mengukur fungsi lutut berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk naik tangga (dalam detik).Semester 7 KESIMPULAN: uji yang digunakan adalah uji t berpasangan (uji parametrik) dengan syarat data harus berdistribusi normal (wajib!). Jika tidak memenuhi syarat. sedang. Anda ingin melihat perbandingan fungsi lutut sebelumpelatihan.

c. Bila tidak memenuhi syarat. 20.0 ed Count Interpretasi hasil : Tabel menggambarkan deskripsi masing-masing sel untuk nilai observed dan expected.5 Tabel 2 x 2 ini berarti layak untuk diuji dengan chi square karena tidak ada nilai expected yang kurang dari lima. dan 22. 30 sedangkan nilai expectednya masingmasing 27.5 22. normal): skala kategorik s Menentukan jenis hipotesis : komparatif Menentukan berpasangan/tidak berpasangan : tidak berpasangan Menentukan tabel BxK : 2x3 KESIMPULAN : jenis tabel pada kasus ini adalah 2 x 3. uji yang digunakan adalah uji Chi Square bila memenuhi syarat. 27.5. Bila tidak memenuhi syarat. digunakan uji alternatif yaitu UJI KOLMOGOROV-SMIRNOV Biostatistika 2 5 Midwifery “Nol Sembilan” Reguler .  Contoh : Out put SPSS Status Total Fertilitas Fertil Infertil Perilak Tidak Count 35 15 50 u Meroko Expect 27. digunakan uji alternatif yaitu UJI FISHER  Syarat untuk menggunakan uji Chi Square adalah apabila TIDAK ADA NILAI EXPECTED yang KURANG DARI LIMA  Dapat dilihat dari tabel uji deskripsi masing-masing sel. Nilai observed untuk sel a.0 100.0 45. Lihat dari expected count nya.Semester 7 T Tentukan variabel yang ingin digunakanVariabel status fertilitas (fertil dan infertil) : skala kategorik Perilaku merokok (merokok dan tidak merokok) : skala kategorik m Menentukan jenis hipotesis : komparatif Menentukan berpasangan/tidak berpasangan : tidak berpasangan Menentukan tabel BxK : 2x2 KESIMPULAN : jenis tabel pada kasus ini adalah 2 x 2. 22. d masing-masing adalah 35. UJI KOLMOGOROV – SMIRNOV  (Uji Hipotesis Komparatif Variabel Kategorik Tidak Berpasangan Alternatif Uji Chi Square Tabel 2 X K)  CONTOH KASUS Anda ingin mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat depresi Rumusanmasalah “Adakah hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat depresi?”  LANGKAH UNTUK MENENTUKAN UJI Tentukan variabel yang ingin digunakanVariabel jenis T kelamin (laki-laki dan perempuan): skala kategorik Tingkat depresi (clinical range.5.5 50.0 Meroko k ed k Count Meroko Count 20 30 50 k Expect 27.5 22. 15. b. uji yang digunakan adalah uji Chi Square bila memenuhi syarat. F.5.0 ed Count Total Count 55 45 100 Expect 55. borderline.5 50.

Setelah dilakukan penyuluhan. Sebelum penyuluhan Anda terlebih dahulu mengukur tingkat pengetahuan responden yang dikelompokkan menjadi baik dan buruk.Semester 7 G. uji yang digunakan adalah uji Mc Nemar Biostatistika 2 6 Midwifery “Nol Sembilan” Reguler . Anda kembali melakukan pengukuran tingkat pengetahuan (baik atau buruk)  LANGKAH UNTUK MENENTUKAN UJI Tentukan variabel yang ingin digunakanVariabel tingkat T pengetahuan (baik atau buruk) : skala kategorik Waktu penyuluhan(sebelum dan sesudah): skala kategorik s Menentukan jenis hipotesis : komparatif Menentukan berpasangan/tidak berpasangan : berpasangan Menentukan tabel PxK : 2x2 KESIMPULAN : jenis P x K pada soal ini adalah 2 x 2. UJI Mc NEMAR  (Uji Hipotesis Komparatif Variabel Kategorik Berpasangan Prinsip 2 X 2)  CONTOH KASUS Anda ingin mengetahui peran penyuluhan terhadap pengetahuan responden.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->