Anda di halaman 1dari 1

Contoh Makalah Fenomena Sosial

Perkembangan Kognitif Anak Masa Sekolah Menengah Pada saat seluruh tubuh berubah saat pubertas, otak dan fungsi-fungsinya juga berubah. Seperti halnya jatuh-tempo perubahan-perubahan pubertas bervariasi lebar antar individu, demikian juga jatuh-tempo perubahan-perubahan intelektual. Satu indikasi dari kesamaan ini adalah bahwa skor test inteligensi yang diperoleh selama beberapa tahun dari individu yang sama paling berfluktuasi selama periode dari usia 12 sampai 15 tahun. Dalam teori perkembangan kognitif Piaget, remaja mengalami tahap transisi dari penggunaan operasi kongkrit ke penerapan operasi for-mal dalam bernalar. Remaja mulai menyadari keterbatasan-keterbatasan pemikiran mereka. Mereka bergelut dengan konsep yang berada di luar pengalaman mereka sendiri. Selanjutnya Ia mengemukakan bahwa perubahan otak pada pubertas kemungkinan diperlukan untuk -kemajuan kognitif remaja. Bagaimanapun juga, mereka menegaskan bahwa pengalaman dengan masalah yang kompleks, tuntutan pembelajaran for-mal, dan tukar-menukar serta mengalami kontradiksi ide-ide dengan teman sebaya juga perlu untuk pengembangan penalaran operasi formal. Para remaja yang sampai tahap ini (tidak semua dapat mencapai) telah mencapai tahap penalaran dewasa. PenaIaran hipotetis-deduktif merupakan salah satu karakteristik yang menandai perkembangan berfikir operasi formal, yang muncul menjelang sekitar usia 12 tahun. Sebelum operasi formal, berfikir hakikatnya adalah operasi kongkrit. Perbedaan antara dua tahap berfikir ini ditunjukkan pada Tabel di bawah. Piaget menemukan bahwa penggunaan operasi-operasi formal bergantung kepada keakraban dengan daerah subyek tertentu. Apabila Read More

Fenomena Tawuran antar Pelajar Tawuran sepertinya sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Sehingga jika mendengar kata tawuran, sepertinya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi. Hampir setiap minggu, berita itu menghiasi media massa. Bukan hanya tawuran antar pelajar saja yang menghiasi kolom-kolom media cetak, tetapi tawuran antar polisi dan tentara , antar polisi pamong praja dengan pedagang kaki lima, sungguh menyedihkan. Inilah fenomena yang terjadi di masyarakat kita. Tawuran antar pelajar maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjak terciptanya geng-geng. Perilaku anarki selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat. Mereka itu sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan masyarakat.Sebaliknya mereka merasa bangga jika masyarakat itu takut dengan geng/kelompoknya. Seorang pelajar seharusnya tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji seperti itu. Biasanya permusuhan antar sekolah dimulai dari masalah yang sangat sepele. Namun remaja yang masih labil tingkat emosinya justru menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Pemicu lain biasanya dendam Dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi para siswa tersebut akan membalas perlakuan yang disebabkan oleh siswa sekolah yang dianggap merugikan seorang siswa atau mencemarkan nama baik sekolah tersebut. Sebenarnya jika kita mau melihat lebih dalam lagi, salah satu akar permasalahannya adalah tingkat kestressan siswa yang tinggi dan pemahaman agama yang masih rendah. Sebagaimana kita tahu bahwa materi pendidikan sekolah Read More

1/1