Anda di halaman 1dari 16

Kelompok Drama Indonesia Anggota : Alfi Ligandhi Fadilla Nuragustiani Faradilla Dwi Cahya Nadya Rimadanti Nurul Ulfa

Wafdan Ubaidilah R.

Kata Pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana atas berkat dan rahmatnyalah kami bisa menyusun naskah drama ini yang berjudul Melangkah Pasti dengan baik dan benar. Kami ucapkan terimakasih banyak kepada Ibu Tita Yuliana yang mana atas bimbingannya kami bisa menyelesaikan naskah drama ini.

Latar Belakang
Penyusunan naskah drama drama ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas Bahasa Indonesia dari Ibu Tita Yulianti. Kami memilih cerita karena cerita ini sering terjadi dikehidupan remaja jaman sekarang. Pementasan drama berawal dari adanya sebuah naskah. Naskah memiliki peran penting dalam menentukan kualitas dan kesusksesan suatu pentas drama. Unsur-unsur yang terkandung dalam naskah menjadi pembangun dan acuan dalam penggarapannya sebelum dipentaskan. Bicara mengenai drama dan naskah, ada satu istilah yang berhubungan dengan keduanya yaitu drama. Drama adalah hasil seni sastra berupa naskah yang ungkapannya dalam wujud drama yang menekankan pada unsur suara (kata, ucapan, dialog) baik yang tersurat maupun tersirat. Menyinggung masalah naskah drama sebagai jembatan sebuah ide untuk dipentaskan dalam bentuk teater, maka banyak hal yang perlu diketahui mengenai bagaimana naskah drama yang memiliki standar mutu yang baik. Hal-hal yang terkait dengan standar mutu sebuah genre sastra berupa drama antara lain : tema, naskah, alur cerita atau plot, perwatakan tokoh, bahasa, kandungan pesan moral dan pengarangnya.

Penokohan
Alfi Ligandhi Fadilla Nuragustiani Faradilla Dwi Cahya Nadya Rimadanti Nurul Ulfah Z Wafdan Ubaidilah R. sebagai sebagai sebagai sebagai sebagai Sebagai Alfred Tia Rahel Rima Nova Wafdan

Sinopsis Drama Melangkah Pasti


Kenangan itu kini masih membekas, dimana gue dihadapkan pada kenyataan antara hidup dan mati. Keadaan kritis selama 3 bulan di saat umur gue masih 5 tahun. Hal itu terjadi karena kecelakaan yang merenggut nyawa bapak gue saat akan pergi ke rumah sakit untuk menemui Ibu gue yang dalam keadaan akan melahirkan. Sebelas tahun sudah kenangan itu berlalu. Sekarang kehidupan gue berjalan normal dengan kehadiran adik perempuan gue yang duduk di bangku sekolah dasar, dan gue sekarang murid SMA di SMA Negeri Pelita Bangsa. Kehidupan remaja yang labil mungkin sedang gue dan teman-teman alami. Hobbi gue yang suka dance tidak diketahui Ibu, karena beliau menginginkan gue fokus belajar dan membantu perekonomian keluarga. Karena Ibu gue seorang single parent dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Suatu hari, gue dapet berita tentang Cover Dance Contest yang hadiahnya sangat gue incar. Sejumlah uang yang cukup untuk biaya sekolah adik gue. Tapi gue punya saingan berat, dia adalah Nova temen sekolah gue. Nova dan sahabatnya Rahel sangat mengganggu kehidupan gue dan sahabat gue Alfred. Untungnya ada temen-temen gue yang care, mereka adalah Tia dan Rima. Dan petualangan gue mulai menarik karena kehadiran mereka semua.

Dialog Drama
Bagian 1 Saat jam pelajaran, Wafdan tidak fokus mendengarkan Pak Jono dengan materi sejarah nya yang cukup membosankan. Rahel : Kehidupan yang udah lalu kenapa mesti dibahas lagi, sangat membosankan. (keluh Rahel kepada Nova) Nova : Kenapa juga mesti bareng-bareng sama kelas dia. (dengan nada kesal Nova melirik Wafdan yang asik mendengar kan musik dan memainkan tangan nya dengan gerakan dance) Rahel : Lihat gaya dia, kaya orang kejang-kejang, cih. Nova : Lihat aja, sebelum hari kontes gue bakal bikin dia kalah saat pemanasan di tempat biasa.
Bel pelajaranpun berakhir, dan sekarang waktunya istirahat... Wafdan : Pelajaran makin sini bikin gue bete, mending gue fokus buat dance. (membuka laptop dan memakai headphone) Beberapa menit kemudian, Nova dan Rahel masuk ke dalam kelas... Nova : Nih, surat dari Pak Anton buat lo, ketua kelas harap menghadap guru olahraga. (sambil menaruh selembar kertas tugas dari pak anton) Rahel : Itu lo yang ada di video? hahaha, gak kece banget sih dance lo, cih, (sambil menunjuk video yang berada di laptop wafdan) Nova dan Rahelpun berlalu begitu saja... Wafdan : Mereka itu nggak ada habisnya bikin gue naik darah. Di kantin... Rima : Tia, mba nya kemana nih gue udah nggak bisa nunggu makanan datang. Tia : Sabar dikit. Tuh mba nya datang. Makananpun datang... Rima : Akhirnya surga buat perut gue nih,

Saat Rima akan menyantap makanan nya, Wafdan mengambil mangkok makanan Rima ke hadapan nya. Wafdan : Makanan udah di depan mata siap santap, (mengambil mangkok makanan Rima dan Rima pun menjitak kepala Wafdan) Rima : Hey, balikin makanan gue! (Rima mengambil kembali mangkok makanannya) Tia : Kalian selalu berisik. Cepat pesan makanan bukan mengacau. Mereka pun menghabiskan makanan nya dan kembali ke kelas. Saat bel pulang sekolah. Tia sibuk membereskan barang-barang nya kedalam tas dan Rima sudah menunggu nya diluar kelas. Rima : Tia, gue tunggu lo di diluar ya? (berlalu meninggalkan Tia ketika Tia memberikan tanda setuju dengan mengangguk) Tia : Masalah tugas drama gue udah punya konsep nya, tinggal kalian setujui aja. Wafdan : Baguslah, besok kita kerjain setelah pelajaran Pak Anton. Mereka bertigapun pulang bersama. Di perjalanan pulang menuju gerbang sekolah... Rahel : Eh ada Wafdan dan kawan-kawan, mau pulang ya? butuh tumpangan? oh gak butuh, ya udah kalian cocok nya naik bus umum aja, bye Rahel dan Nova pun tertawa dan berjalan menuju mobil mereka yang sudah menunggu di parkiran. Wafdan : Nova, beberapa hari lagi waktu kita bertanding sebelum hari yang ditunggu datang,lo siap-siap kalah Nova : Lo harus nya lebih giat belajar dan harus lebih hati-hati lagi Tia : Jangan membuang waktu, cepat bus sudah tiba. Mereka bertiga menaiki bus, sedangkan Nova dan Rahel terlihat kesal. Didalam bus... Rima : Para cacing kepanasan itu bisa nya bikin orang-orang naik darah. Tia : Jangan hiraukan mereka. wafdan : Tenang, kali ini pun kemenangan gue nggak bakal bisa dia tandingin, gue yakin. Rima : Eh tugas bu sila, kita diskusiin sekarang boleh tuh. Wafdan : Nah bener tuh, Tia coba lo ceritain konsep yang lo punya.

Tia : Nah jadi gini... Selama diperjalanan pulang, didalam bus, mereka asik bercakap tentang tugas mereka dari Ibu Sila.

Bagian 2
Rima : Tia, lo udah denger anak baru bakal dateng hari ini? Tia : Udah, dari Bu Sila. Lagian anak-anak kelas juga udah pada tau juga kan? Rima : Dan, lo udah tau ada anak baru? Wafdan : Gue nggak peduli. Bel masuk pun berbunyi, dan Bu Sila datang bersama anak baru yaitu Alfred. Alfred : Perkenalkan, nama saya Afred, mohon kerja sama nya. Alfred pun duduk di bangku yang Bu Sila suruh, tepat di samping Wafdan. Wafdan : Lo anak tajir? Alfred : Kenapa? Wafdan : Barang yang lo pake ber-merk semua. Alfred : Emang barang yang lo pake nggak ber-merk? Tuh ada merk nya. (Alfred menunjuk laptop milik Wafdan) Wafdan : Maksud gue, nggak sembarang orang bisa beli barang-barang ber-merk kaya barangbarang milik lo. Alfred : Kenalin, gue Alfred, (Alfred menjulurkan tangan nya untuk berjabat tangan) Wafdan : Gue udah tau, lo udah memperkenalkan diri lo barusan di depan. Alfred : Nama lo? Wafdan : Lo liat buku-buku ini kan? Tuh ada nama nya, itu nama gue. (Wafdan menunjukkan buku-buku milik nya yang sudah tertera nama) Alfred : Waf..dan Wafdan tak menghiraukan Alfred yang mengeja nama nya, karena tulisan Wafdan berukuran kecil. Saat istirahat... Rima : Hey anak baru, kenalin gue Rima, dia Tia. Tia : Hai, Alfred : Ya salam kenal,

Wafdan : Lo ngapain gabung bareng disini? Tia : Biarin aja, anak orang nanti kalo kesesat lo yang dimarahin. Rima : Mba, disini pesen seperti biasa ya sekarang buat 4 orang. Beberapa menit kemudian makanan datang... Tia : Kemarin Pak Anton manggil lo ada apaan? Wafdan : Ngasih tau gue buat olahraga besok basket. Pak Anton bakal datang telat. Rima : Sip, basket kali ini pasti seru ada saingan baru nih, (Rima melirik Alfred yang dia dengar Alfred anak basket di sekolah nya dulu) Tia : Lo anak basket? Alfred : Iya, gue anak basket, basket itu hobbi gue. Rima : Lo nggak minat masuk tim basket sekolah ini? Alfred : Minat, tapi gue mau mengenal sekolah ini dulu baru gue gabung. Wafdan : Apa ketertarikan lo sama sekolah ini? Ngapain juga lo pindah. Alfred : Karena urusan hobbi dan pekerjaan. Tia : Pekerjaan? Lo kerja? Apa Bapak lo ada di sekolah ini? Wafdan : Wah, gue kenyang, kebetulan udah bel, buruan masuk kelas. Mereka pun kembali ke kelas dan Alfred belum menjawab pertanyaan Tia yang terpotong bel masuk. Rima : Tia, lo udah ngerjain tugas lo? Tia : Udah, tapi nggak yakin sama jawaban nya. Rima : Sini biar gue periksa. (Tia memberikan buku tugas nya) Tia : Gimana hasilnya ma? Rima : Aman, paling tuh yang salah yang udah gue buletin. Wafdan : Nih sekalian tugas gue lo periksa. (Wafdan memberikan buku miliknya kepada Rima) Wafdan : Fred, besok lo gabung tim gue, gantiin Nino yang lagi di rumah sakit gara-gara tipes. Alfred : Ok masbro. Pelajaran berlangsung dan sepulang sekolah mereka pulang bersama.

Bagian 3
Seluruh siswa kelas XI A3 sudah mengumpul di lapangan basket. Tim putri lebih awal bermain, dan sekarang giliran tim putra. Rahel : Hai anak baru, lagi pelajaran olahraga ya, lagi main basket, nih minuman buat kamu. (Rahel memberikan sebotol minuman yang sudah di beri obat pusing) Nova : Hel, kenapa lo kasih ke anak baru? Rahel : Liat aja, nanti juga si so jago bakal minum itu minuman. Rahel dan Nova memerhatikan Alfred dan Wafdan dari kejauhan. Wafdan : Kebetulan Fred lo bawa minuman, thanks (Wafdan mengambil minuman di tangan Alfred) Belum sempat Alfred berkata sepatah kata pun, Wafdan sudah meminum minuman yang di bawa oleh Alfred. Pertandingan basket pun dimulai. Wafdan : Alfred, sebelah sini, (Wafdan berteriak kepada Alfred agar dia memberikan bola nya pada Wafdan) Alfred : Wafdan, posisi siap (Alfred melemparkan bola kepada Wafdan) Saat Alfred melempar kan bola ke arah Wafdan, tiba-tiba Wafdan kehilangan keseimbangan dan kaki nya terkilir karena mencari titik keseimbangan tubuhnya. Rahel : Bener kan apa yang gue bilang. Si so jagoan itu minum dan woops kalah deh, dia nggak akan bisa nyangingin lo Va. Nova : Hel, lo pinter. Bisa juga baca keadaan Wafdan kaya gitu, hahaha Rahel : Yu cabut ke kelas, pasti Pak Yono udah marah-marah, gara-gara buku yang dia minta belum datang juga. Rahel dan Nova kembali ke kelas, sedangkan Wafdan terpaksa harus ke uks karena kaki nya terkilir. Alfred : Dan, gimana kaki lo udah mendingan? Wafdan : Udah baikan lah sedikit. Rima : Lo kaga hati-hati Dan, jadi begini kan. Wafdan : Gue tiba-tiba pusing tadi, lagian cuma terkilir besok juga sembuh. Tia : Kalo lo beruntung ya sembuh. Alfred : Cari tukang urut aja. Wafdan : Nanti di rumah gue urut-urut sendiri juga baikan.

Alfred, Tia dan Rima kembali ke kelas sedangkan Wafdan beristirahat di uks. Nova : Hel, kira-kira keadaan Wafdan kaya gimana ya? Rahel : Nggak usah peduliin dia lah Nov. Nova : Lo yakin dia bakal baik-baik aja? Rahel : Iya lah Nov, gue yakin. Nova : Obat pusing yang lo kasih gak sampe over dosis kan? Rahel : Nggak lah Nov, emang nya gue sekejam itu? Nova : Hahaha, nggak lah. Rahel : Eh pulang sekolah lo ada latihan dance? Nova : Ada sih Hel, tapi nggak ah gue mau dirumah aja. Rahel : Mending lo anter gue aja buat shopping? Nova : Boleh juga tuh Hel, kalo gitu nanti lo gue jemput ya. Ke esokan hari nya... Tia : Wafdan nggak masuk hari ini? Alfred : Iya, pantes aja ada yang kurang. Kira-kira kenapa ya? Rima : Ya mungkin gara-gara kemarin kaki dia terkilir itu. Tia : Iya bisa jadi, orang terkilir nggak sehari sembuh butuh proses juga. Alfred : Pulang sekolah kita jenguk dia aja gimana? Sepulang sekolah Alfred, Tia dan Rima ke rumah Wafdan. Setiba nya disana, ternyata Wafdan sedang berlatih dance dengan menahan rasa sakit di kakinya. Alfred : Dan, lo gila ya main latihan dance aja. Tia : Kaki lo nggak terbuat dari baja. Wafdan : Kaki gue baik-baik aja. Rima : Udah lo urut? Jangan bilang lo nggak obatin kaki lo yang terkilir. Wafdan : Udah gue pijit. Rima : Tapi nggak pake tukang urut ya percuma. Lo nggak bisa dance kalo kaya gini caranya. Karena Wafdan takut tidak bisa dance lagi, akhirnya dia menuruti kata-kata teman nya dan memanggil tukang urut.

Bagian 4
Minggu ini adalah minggu terakhir Wafdan dan Nova berlatih dance. Untuk memastikan bahwa dance mereka sudah mantap, maka mereka bertanding seperti biasa. Nova : Jangan lupa, hari ini kita ada tanding. Wafdan : Gue nggak akan lupa. Rahel : Hebat ya, udah kena musibah kaki terkilir tapi lo masih bisa dance. Wafdan : Itu bukan halangan buat gue. Rahel : Baguslah, kita liat seberapa hebat dance lo kali ini ngelawan Nova. Nova : Yu cabut Hel. Nova dan Rahel meninggal kan Wafdan, dan Wafdan pun kembali ke kelas. Alfred : Kenapa lo Dan, muka lo kaya yang kebakar begitu. Wafdan : Biasa duo NoRa bertingkah. Tia : Nggak usah di ladenin. Wafdan : Emang kaya julukan nya ya the best NoRa, kelakuan nya emang nora. Rima : Udah mending fokus sama tugas Pak Yono nih liat. Alfred : Pulang sekolah lo jadi tanding? Wafdan : Pasti. Tia : Good luck buat lo. Rima : Ya ampun, ini tugas Pak Yono gimana malah asik ngobrol. Merekapun segera mengerjakan tugas yang diberikan Pak Yono guru Sejarah. Sepulang sekolah mereka menuju tempat dance dan siap untuk menonton pertandingan dance Wafdan juga Nova. Dj / mc: Yo, whats up guys. Balik lagi bareng gue di sini. Kali ini kita bakal liat lagi pertandingan yang hebat dari pemain dance jagoan kita Wafdan dan Nova, applause. (Penonton pun ikut bersorak dan bertepuk tangan) Dj / mc: Ok, nggak usah banyak basa-basi kita panggil aja Wafdan dan Nova. Rahel : Rahel, youre the best. Ups, I mean, Nova youre the best. (Rahel berteriak menyemangati sahabatnya, Nova) Alfred : Dan, gue yakin lo bisa.

Nova memulai dance nya pertama dengan dance yang sudah dia siapkan sebelum nya. Penonton bersorak saat Nova memulai dance nya. Nova pun selesai dengan dance nya yang mulai meningkat dan semakin mantap. Alfred : Nova keren. Tia : Wafdan bisa kalah. Rima : Gue juga sependapat sama kalian. Dj /mc : Wow, menakjubkan. Applause. Ya, itu tadi penampilan dari jagoan kita Nova. Selanjutkan kita sambut aja pemenang bertahan kita Wafdan. Wafdan pun memulai dance nya. Tapi sayang ditengah-tengah dance nya ada beberapa gerakan yang tidak maksimal dan salah karena kaki nya yang terkilir membuat latihan dance Wafdan tidak maksimal. Rahel : Liat Nov, udah gue bilang dia kali ini nggak akan bisa nyaingin lo. Nova : Ini peluang bagus buat gue bisa ngalahin dia di Contest nanti. Rahel : Pasti Nov, lo itu sahabat gue yang nggak bisa ditandingin siapapun, apalagi urusan dance. Nova : Hahaha, lo emang sahabat gue yang terbaik deh Hel. Dj / mc: Wow, sayang sekali jagoan kita kali ini tidak maksimal seperti biasanya. Tapi kita lihat hasil dari penilaian kalian siapa yang jadi juara nya kali ini. Penonton pun mem-votting siapakah yang dance nya bagus kali ini. Dan hasil akhir ternyata Nova lah yang menjadi juara kali ini. Dj / mc: Selamat untuk sang jagoan kita kali ini, Noo..va.. applause. Rahel : Nova, congrats. Nova : Thanks Hel. Wafdan : Sial, kali ini gue dikalahin Nova. Rahel : Halo pecundang, kali ini lo kalah sama sahabat gue hahaha. Makanya jangan belagu jadi orang. Wafdan : Jangan berisik lo ya. Lo cuman beruntung kali ini. Gara-gara Wafdan kalah, dia akhirnya semakin berambisi untuk memenangkan Contest nanti.

Bagian 5 Hari Contest pun datang. Ibuku yang sedang sakit parah dirumah tak bisa ku diamkan begitu saja terpaksa akupun harus membawanya ke rumah sakit walaupun hari itu aku harus mengikuti Contest yang kunanti-nanti.
Wafdan : Ya Allah moga hari ini menjadi yang terbaik buatku, Amien hemm, sepertinya penampilanku lumayan kece juga, sekarang tinggal memepersiapkan diri untuk menjadi sang jawara(sambil bercermin) lebih baik aku telpon alferd dulu ,sekarang dia lgi dimana Tiba-tiba Ibu : okhoo.. okhoo.. okhoo.. (terbatuk-batuk sampai terjatuh)

Wafdan : Ibu..!, ibu engga kenapa-napa ? Ibu : Engga,nak ibu baik-baik saja

Wafdan : oh, tidak batuk ibu mengeluarkan darah, ini tidak seperti biasanya bu. Ayo kita pergi saja Ke rumah sakit Ibu : gak usah kok na ibu, okhoo.. okhoo..(pingsan di atas lantai)

Wafdan : dia masih bernapas, aku harus membawanya kerumah sakit sekarang juga Wafdan pun menelpon ambulane untuk membawa Ibunya kerumah sakit dan sekarang Ia dan Ibunya sedang berada dirumah sakit Wafdan : dok gimana keadaan ibu saya, apakah baik-baik saja? Dokter : iya, dia baik-baik saja dan dia sudah bisa diajak bicara Wafdan : beneran, dok? Dokter : iya,dek Wafdan : jadi boleh dong saya menemuinya sekarang? Dokter : ya, silahkan saja, iya sekarang ada di kamar C-13 Wafdan : Makasih banyak dok Dokter : ya sama-sama Di Kamar C-13 Wafdan : Ibu, baik-baik saja? Ibu : iya, ibu baik-baik saja, oh ya dan Ibu punya surat khusus buat kamu, surat ini kamu buka Jika suatu hari nanti Ibu sudah tiada didunia ini

Wafdan : Ibu, tolong jangan buat aku jadi semakin khawatir kayak begini (sambil membawa surat Dari ibunya) Ibu : Udah wafdan jangan terlalu mikirin Ibu sekarangkan kamu mau mengikuti contest dance, jangan sampai terlambat nanti kamu di diskualifikasi Wafdan : tatapi bu Tiba-tiba hp wafdan berdering Alferd : halo Wafdan : halo, ada apa ferd ? Alferd : Dan, lagi dimana sih, gue udah ditempat kontes nih tadi namamu sudah dapat panggilan tapi untungnya ada gue, jadi kamu bisa tampil diakhir tapi cepetan kesininya karna 15 menit lagi contestnya selesai Wafdan : Bentar, ferd mungkin aku. Ibu : Dan udah jangan mikirin Ibu disinikan ada adikmu, ayo cepatlah pergi ke tempat contest nya (memotong pembicaraan wandan dan Alferd

Alferd : Apa dan ? Wafdan : Engga, engga apa-apakok cepetnya aku kesana, sorry udah ngerepotin Alferd : Aduh ini anak gimana, suka ngomong yang gak jelas. Ya udah cepet kesini (sambil menutup telpon) Wafdan : Kalau begitu bu, saya pamitan dulu ya Ibu : ya, dan jangan lupa BUAT IBU BANGGA

Wafdan : yoi pastinya bu ( sambil berlari meninggalkan Ibunya)

Bagian 6 Hari itu hujan turun dengan derasnya , akupun gak punya pilihan selain terus melangkah dengan cepat menerobos derasnya hujan. Sesampainya ditempat kontes pakaianku basah kuyup dan kontesnyapun akan segera berakhir. Mc : dan itulah kontestan yang terakhir tampil.. oh, maaf permisa ternyata tadi bukan kontestan yang terakhir karena masih ada satu kontestan lagi yang baru datang, dan marilah kita sambut penampilan dari saudara wafdan Aku pun datang dengan keadaan basah kuyup tapi aku tetap semangat karena janji yang kepagang kepada Ibuku

Sejenak studio besar itu hening karna melihat penampilanku tapi semuanya berubah ketika aku mulai menari mengikuti alunan music yang menggebu.

..

Setelah Aku selesai menari semua orang berdiri dan memberikan tepuk tangannya yang sangat meriah dan tak henti-henti

Tujuan 1. Untuk memenuhi tugas drama bahasa Indonesia 2. Memberikan hiburan kepada penonton 3. Memberikan amanat dari cerita tersebut yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari 4. 5.