Bahan Ajar

INSTRUKSI KERJA

PELATIHAN TENDIK PLP DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011

LOGO PT INSTRUKSI KERJA (Contoh) LABORATORIUM PENGUJI JURUSAN …………………………. FAKULTAS ………………………… Nomor Terbitan Nomor Salinan Staus Distribusi : IK-TS/[Institusi/PT]/2011 (Contoh) :1 : : Terkendali x Tak Terkendali Materi Pelatihan Manajemen Laboratorium 2011 2 .

No.. Menyetujui Ketua Jurusan. Disiapkan Manajer Teknis. Telepon. ] Instruksi Kerja ini disyahkan oleh : Diperiksa Manajer Mutu. : i Terbitan / Revisi : 1/0 Tanggal Terbit : Halaman : 1 dari 1 Disetujui oleh : Man. Fax. ____________________ Materi Pelatihan Manajemen Laboratorium 2011 _____________________ 3 . Menyetujui/Mengesahkan Dekan/Direktur …………………….. INSTRUKSI KERJA JUDUL : LEMBAR PERSETUJUAN Instruksi Kerja No. _____________________ NIP.LAB. ___________________ NIP. Mutu INSTRUKSI KERJA LABORATORIUM PENGUJI [ NAMA JURUSAN ] [ NAMA INSTITUSI/PT ] [ Alamat Institusi ] [ No. PENGUJI JURUSAN ……….

Masukkan dokumen yang baru 4. LAB. Keluarkan dokumen yang lama 3.. : ii Terbitan / Revisi : 1/0 Tanggal Terbit : Halaman : 1 dari 1 Disetujui oleh : Man. No. Mutu HALAMAN PERUBAHAN Prosedur pengisian perubahan Instruksi Kerja (IK) : 1. PENGUJI JURUSAN ……………. Tuliskan setiap perubahan dalam kolom yang disediakan 2.NIP. Materi Pelatihan Manajemen Laboratorium 2011 4 . INSTRUKSI KERJA JUDUL BAGIAN : NIP. Lakukan paraf yang mengisi perubahan PERUBAHAN No. Tanggal MENCABUT MEMASUKKAN Paraf MM Instruksi Revisi/ Instruksi Revisi/ Kerja Terbitan Halaman Kerja Terbitan Halaman No. Instruksi Kerja No.

1.LAB. 2 3. : iii Terbitan / Revisi : 1/0 Tanggal Terbit : Halaman : 1 dari 1 Disetujui oleh : Man. PENGUJI JURUSAN ……………. Mutu Salinan No. dan Asli 4 5 6 7 Pemegang Dekan/Direktur Ketua Jurusan ………………… Manajer Mutu (MM) Manajer Eksekutif (ME) Manajer Teknis (MT) Manajer Administrasi (MA) Komite Akreditasi Nasional (KAN) Materi Pelatihan Manajemen Laboratorium 2011 5 . INSTRUKSI KERJA JUDUL : DAFTAR DISTRIBUSI Instruksi Kerja No..

LAB. 200 Kadar Organik Agregat Halus Analisa Ayak Agregat Keausan – Metode Los Angeles Kekerasan – Metode Rudeloff Kepipihan dan Kelonjongan Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar Kadar Air Agregat Berat Isi Agregat PENGUJIAN BETON Rancangan Campuran Beton Slump Beton Berat Isi Beton Kuat Tekan Beton Hammer Test JUMLAH HALAMAN 1 1 1 1 3 4 2 3 4 2 2 4 3 3 3 14 3 3 4 3 Materi Pelatihan Manajemen Laboratorium 2011 6 . Mutu INSTRUKSI KERJA NO. PENGUJI JURUSAN …………… INSTRUKSI KERJA JUDUL : DAFTAR ISI Instruksi Kerja No. i Ii Iii Iv 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 JUDUL INSTRUKSI KERJA HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERUBAHAN DAFTAR DISTRIBUSI DAFTAR ISI PENGUJIAN AGREGAT Kekekalan Agregat Kadar Butiran Halus Lewat Saringan No. : iv Terbitan / Revisi : 1/0 Tanggal Terbit : Halaman : 1 dari 1 Disetujui oleh : Man.

TUJUAN a. Agregat disebut tidak kekal apabila perubahan volume / bentuk yang terjadi oleh perubahan kondisi fisik tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada beton. perubahan panas pada suhu di atas titik beku dan kondisi basah dan mengeringkan yang berganti-ganti. Menentukan dan menghitung agregat yang tersisa akibat pengaruh senyawa kimia b. Kondisi fisik yang dapat menimbulkan perubahan volume butiran agregat adalah antara beku dan mencair. Persyaratan untuk mengukur sifat kekekalan agregat dengan percepatan. Menilai kekuatan agregat terhadap pelapukan 3. ACUAN    SNI 03 – 3407 – 1994 SK SNI M – 04 – 1992 – 03 ASTM C 88 – 90 2. INSTRUKSI KERJA JUDUL : KEKEKALAN AGREGAT Instruksi Kerja No. RUANG LINGKUP Metode pengujian ini meliputi persyaratan. PENGUJI JURUSAN …………. sampai kepada kerusakan yang berbahaya bagi suatu konstruksi. PENGERTIAN Kekekalan. : 1 Terbitan / Revisi : 1/0 Tanggal Terbit : Halaman : 1 dari 3 Disetujui oleh : Man. Kerusakan yang terjadi dapat berupa kerutan-kerutan setempat. cara pengujian untuk menentukan prosentase butir-butir agregat yang mudah pecah 4. Atau dapatlah dikatakan perubahan bentuk yang terjadi akibat perubahan cuaca.LAB. bagian yang larut maksimum 12% Materi Pelatihan Manajemen Laboratorium 2011 7 . dibatasi :  Jika menggunakan larutan Natrium Sulfat. ketentuan-ketentuan. Mutu 1.. pecah-pecah yang agak dalam. adalah kemampuan agregat untuk menahan terjadinya perubahan volumenya yang berlebihan akibat dari adanya perubahan kondisi fisik. retak-retak pada permukaan.

 Jika menggunakan larutan Magnesium Sulfat.15 – 1. 4 Yang dilengkapi dengan pengatur suhu Untuk merendam batuan Na3SO4 atau MgSO4 6. timbang beratnya (missal = A gram) c. berat jenisnya antara 1. kemudian campurkan dengan aquadest 1000 ml. kemudian saring dengan menggunakan saringan seperti table di atas. Saringan Lewat 1½” ¾” 3/8” Tertahan ¾” 3/8” no. Peralatan No. keringkan dalam oven sampai berat tetap. Tiriskan selama (15±5) menit sebelum dikeringkan dengan oven Materi Pelatihan Manajemen Laboratorium 2011 8 . Ambil contoh agregat yang akan diuji. dan simpan baik-baik selama 48 jam sbelum dipergunakan. TUJUAN a. berat jenisnya antara 1. Larutan yang akan dipergunakan.17 dan 2). Bahan Benda uji adalah agregat yang didapat dari analisis saringan di bawah ini : No. LANGKAH KERJA a. 3/8”. dihancurkan terlebih dahulu hablur-hablur garam yang mungkin terjadi dengan cara mengaduk. 1½”. Membuat larutan garam sulfat. : 1 Terbitan / Revisi : 1/0 Tanggal Terbit : Halaman : 2 dari 3 Disetujui oleh : Man. Mutu LAB. ¾”.29 – 1. 4 Berat Jenis (gram) 1500 1000 300 Nama Alat Saringan Oven Wadah Larutan Keterangan Untuk agregat kasar. no. PENGUJI JURUSAN ……………… INSTRUKSI KERJA TOPIK PENGUJIAN : KEKEKALAN AGREGAT 5. kemudian tentukan berat jenisnya : 1). 1 2 3 4 b. Jika menggunakan Magnesium Sulfat. dengan cara menimbang garam Na3SO4 seberat 215 gr. Rendam benda uji dengan larutan garam pada suhu perendaman tetap 210C selama 16 – 18 jam d. bagian yang larut maksimum 10% Instruksi Kerja No. Jika menggunakan Natrium Sulfat.3 b.

kemudian disaring serta timbang beratnya ( missal B gram) 7. 5.10. PERHITUNGAN AB x 100 % A Kekekalan : Keterangan : A : Berat benda uji sebelum dites (gram) B : Berat benda uji setelah dites (gram) 8.1b Materi Pelatihan Manajemen Laboratorium 2011 9 . benda uji dibersihkan dari sisa bahan pelarut dengan air panas dan keringkan dalam oven sampai berat tetap. : 1 LAB.e. Ulangi percobaan di atas sebanyak 5 kali g. Setelah semua pemeriksaan selesai. Keringkan benda uji dalam oven pada suhu (110±5)0C selama 2 – 4 jam Instruksi Kerja No.10.1a Form No. 5. PENGUJI JURUSAN ……………… INSTRUKSI KERJA Terbitan / Revisi : 1/0 TOPIK PENGUJIAN : Tanggal Terbit : Halaman : 3 dari 3 Disetujui oleh : Man. DOKUMEN TERKAIT   Form No. Mutu KEKEKALAN AGREGAT f.

LANGKAH KERJA 9. KETENTUAN-KETENTUAN 7. TUJUAN 3. DOKUMEN TERKAIT Materi Pelatihan Manajemen Laboratorium 2011 10 . PERALATAN DAN BAHAN a. PENGUJI JURUSAN ……………… INSTRUKSI KERJA TOPIK PENGUJIAN : KADAR ORGANIK AGREGAT HALUS 1. Mutu 2. CATATAN 11. Bahan 8. PERSYARATAN PENGUJIAN 6. Peralatan b.LAB. PENGERTIAN 5. : 1 Terbitan / Revisi : 1/0 Tanggal Terbit : Halaman : … dari … Disetujui oleh : Man. PERHITUNGAN 10. ACUAN Instruksi Kerja No. RUANG LINGKUP 4.

ACUAN 2. DOKUMEN TERKAIT Materi Pelatihan Manajemen Laboratorium 2011 11 .Peralatan b. PERHITUNGAN 8. INSTRUKSI KERJA TOPIK PENGUJIAN : ANALISA AYAK AGREGAT Instruksi Kerja No. PENGUJI JURUSAN ……………..LAB. CATATAN 9. Mutu 1. TUJUAN 3. RUANG LINGKUP 4. : 1 Terbitan / Revisi : 1/0 Tanggal Terbit : Halaman : … dari … Disetujui oleh : Man. LANGKAH KERJA 7. Bahan 6. PENGERTIAN 5. PERALATAN DAN BAHAN a.