7/18/2011

Determinan Matriks
Assalamu’alaikum…….
Ria Mahardika 109016100072 Program Studi Biologi

Determinan Matriks
Pengertian determinan matriks Notasi determinan matriks

PENGERTIAN DETERMINAN MATRIKS
• Determinan : aturan pemetaan yang memetakan matriks ke suatu nilai bilangan riil. • Dengan setiap matriks A berordo nxn kita dapat mengasosiasikan suatu nilai skalar, dimana nilai det (A) akan menunjukkan apakah matriks yang bersangkutan singular atau tidak singular. • Matriks det (A)=0 adalah matriks singular

Kasus matriks

Sifat-sifat determinan

Kesimpulan

Notasi determinan
• det (A) • ‫׀‬A‫׀‬ 𝑎11 𝑎12 𝑎1𝑛 • 𝑎21 𝑎22 𝑎2𝑛 𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 𝑎𝑛𝑛

Kasus matriks
Kasus 1 Matriks ordo 1x1 Kasus 2 Matriks ordo 2x2 Kasus 3 Matriks ordo 3x3 atau berordo >2

1

det (t-3) = ? 1. t-3 Latihan Soal • Matriks ordo 1x1 1.4)] =18 4 6 • Matriks ordo 2x2 2 1 1. det S= (24) = ? 2. Misal A= 𝑎 + 11 𝑎12 𝑎21 𝑎22 maka det (A)= [+(𝑎11. 20 5 = [+(20. Tentukan nilai x jika 𝑥 𝑥 −6 =0 −3𝑥 2. yaitu diagonal yang ditarik dari 𝑎11 yang terletak di sebelah kiri ke sebelah kanan (𝑎22) kemudian mengurangnya dengan diagonal lawannya. 5 3 = [+(5.6)-(3. det (-7) = ? 3. R= −6 3 2. det S= (-C) = ? Kasus 2 Matriks Ordo 2x2 • Cara menyelesaikan determinan: 1. 2.7/18/2011 Kasus 1 Matriks Ordo 1x1 • det (A)=a atau jika ‫׀‬𝑎11‫ = ׀‬𝑎11 • A adalah taksingular jika dan hanya jika det (A) ≠ 0 Contoh Kasus 1 Matriks Ordo 1x1 1. -7 2. 𝑎22)-(𝑎12. det (27) = 27 2. Mengalikan elemen matriks antar diagonal.10)] =30 10 4 2 .𝑎21)] • Maka A taksingular jika dan hanya jika det (A)≠0 Contoh Kasus 2 Matriks Ordo 2x2 1.4)-(5.

Hasil kali diagonal utama dijumlahkan dar hasil kali pada diagonal pendamping dikurangkan. Tuliskan kolom pertama dan kedua dari determinan awal di sebelah kanan setelah kolom ketiga 2.-8. Kalikan unsur-unsur pada keenam diagonal.+ ++ 𝑏 𝑒 𝑕 Maka det (A)= aei+bfg+cdh-ceg-afh-bdi 5 8 2 5 8 det (A)= 4 4 2 4 4 3 1 2 4 7 2 + + + Maka det (A)= 5.4 = 80+112+16-8-20-128 = 52 Metode Minor Kofaktor 3 .4.4.7/18/2011 Kasus 3 Matriks Ordo 3x3 Atau Berordo >2 Kasus 3 Matriks Ordo 3x3 atau Berordo >2 Metode Scharrus • Cara ini paling tepat digunakan untuk menentukan determinan matriks ordo 3x3 • Cara Scharrus: 1. Yaitu tiga kolom diagonal utama (dari kiri ke kanan) dan tiga kolom diagonal pendamping (dari kanan ke kiri).1-5. Metode Scharrus Metode Minor Kofaktor 1 2 Contoh Kasus 3 Matriks ordo 3x3 atau berordo >2 Metode Scharrus 1 3 2 𝑎 det (A)= 𝑑 𝑔 - 𝑏 𝑒 𝑕 - 𝑐 𝑎 𝑓 𝑑 𝑖 𝑔 .2.4.2.7+2.4.2.4+8.2-2.

M12= . M13= 2 3 7 3 7 2 Det (Q) =k11. Contoh: 3 2 R= 1 7 7 2 4 5 3 • Kofaktor Kofaktor suatu baris ke-i dan kolom ke-j dari matriks A dilambangkan dengan kij=(-1)i+j .q13 =[(-1)1+1. ‫׀‬M12‫]׀‬. yaitu: 7 5 1 5 1 7 M11= .2+(-47). M13= .3-(-32). maka M11= Contoh Kasus 3 Matriks ordo 3x3 atau berordo >2 Untuk matriks berordo 2x2 det (A)= 𝑎 11 A11+ 𝑎 12 A12 (n=2) Untuk matriks berordo 3x3 det (A)= 𝑎 11 A11+ 𝑎 12 A12 + 𝑎 13 A13 (n=3) Metode minor kofaktor • Menentukan determinan dengan ekspansi kofaktor misal 3 2 4 Q= 1 7 5 7 2 3 untuk mendapatkan det (Q) dengan metode kofaktor adalah mencari terlebih dahulu determinan-determinan minornya yang diperoleh dari ekspansi baris ke-1 di atas. ‫׀‬Mij ‫(=׀‬-1)i+j det (Mij) Penentuan tanda dari determinan matriks persegi berordo 3x3: + − + Untuk mencari det (A) dengan metode ekspansi − + − kofaktor cukup mengambil + − + satu ekspansi saja misal ekspansi baris ke-1 7 5 1 5 1 7 . ‫׀‬Mij ‫(=׀‬-1)i+j det (Mij) • Matriks berordo 3x3 Metode Scharrus dan metode minor kofaktor 3 misal Q = 1 7 2 7 2 4 5 3 4 .q12+ k13. M12.7/18/2011 Kasus 3 Matriks ordo 3x3 atau berordo >2 • Minor Minor suatu matriks A dilambangkan dengan Mij . ‫׀‬M11‫]׀‬.4 =33+64-188=-91 kij=(-1)i+j .q13 =11. ‫׀‬M13‫]׀‬. M13 merupakan submatriks hasil ekspansi baris ke-1 dari matriks R. M12= .q12+[ (-1)1+3.q11+ [(-1)1+2. yaitu matriks bagian dari A yang diperoleh dengan menghilangkan elemen-elemennya pada baris kei dan elemen-elemen pada kolom j.q11+ k12. 7 2 2 3 7 3 Sehingga M11.

7/18/2011 Sifat-sifat determinan 1. Jika suatu baris atau kolom matriks A dikali dengan skalar k. maka determinan tidak berubah. Contoh: 2 5 4 det (A)= 3 1 2 = -16 5 4 6 4 10 8 det (B)= 3 1 2 = 2(-16) = -32 5 4 6 2 −1 2 B= −2 A= 1 . Contoh: 1 2 det (A)= = 4-6 = -2 3 4 det (A)= 1 2 3 = 4-6 = -2 4 2. maka det (B)=k (det (A)). ‫׀‬A ‫=׀‬3 1 1 2 maka ‫׀‬B ‫=׀‬ 2 −2 =2 2 −1 1 2 1 = 2 ‫׀‬A ‫=׀‬6 1 4. Contoh: 2 5 4 det (A)= 3 1 2 = -16 5 4 6 5 4 6 det (B)= 3 1 2 = -(-16) = 16 2 5 4 3. Jika suatu matriks ditransposekan. contoh: 1 3 A= = -12 OBD yang dilakukan 2 −6 -2B1+B2 1 3 B= = -12 0 −12 5. maka det (A)=0 Contoh: 2 det (A)= 0 5 5 0 4 4 0 =0 6 5 . sehingga diperoleh matriks B. Jika terdapat baris atau kolom dari matriks A yang semuanya nol. Jika matriks B berasal matriks A dengan perkalian sebuah baris dengan konstanta tidak nol (k) lalu dijumlah pada baris lain maka det (B)= det (A). Jika suatu baris atau kolom matriks A ditukar sehingga diperoleh matriks B. maka det (B)=det(A).

𝑎11 𝑎12 𝑎1𝑛 𝑎21 𝑎22 𝑎2𝑛 𝑎𝑛1 𝑎𝑛2 𝑎𝑛𝑛 • Kasus matriks terbagi menjadi 3 yaitu matriks ordo 1x1. maka det (B)=0. Tentukan determinan berikut dengan sifat determinan ke-4 2 1 A= 1 2 0 1 0 1 2 Kesimpulan • Determinan adalah suatu pemetaan yang menghasilkan besaran skalar dan sebagai acuan nilai apakah suatu matriks berupa matrik singular (=0) atau tak singular (≠ 0) • Notasi matriks yaitu det (A). Contoh: 2 5 4 det (A)= 3 1 2 = -16 5 4 6 2 5 4 det (B)= 6 2 4 = 0 5 4 6 7. 6 . ‫׀‬A‫׀‬. 2x2. Jika matriks A dan B berordo sama.7/18/2011 6. Jika matriks A adalah matriks segitiga atas atau segitiga bawah. dan >2 • Determinan memiliki sifat-sifat yang dapat diterapkan dalam memudahkan persoalan determinan.30 = 540 4 1. maka det (A) adalah perkalian dari diagonal utamanya. Contoh: 5 4 3 20 6 10 5 = 18. Maka det (AB)= det(A). Jika terdapat baris atau kolom kelipatan dari baris atau kolom yang lain.det(B). Contoh: 2 5 4 det (A)= 0 1 2 = 12 0 0 6 2 0 0 det (A)= 3 1 0 = 12 5 4 6 8.

R= −6 3 2. 2001. Jakarta: Erlangga Lipson. myblog4famouser. det S= (-C) = ? Matriks ordo 2x2 2 1 1. 𝑥 −6 =0 𝑥 −3𝑥 Tentukan determinan berikut dengan sifat determinan ke-4 Tentukan nilai x jika Leon. ALJABAR LINEAR DAN APLIKASINYA. marc et al. 3. det S= (24) = ? 2. Jakarta: Erlangga Susila. I nyoman. Seri buku schaum teori dan soal-soal matriks (versi si/metrik). ALJABAR LINEAR Edisi Ketiga. 2004.… Terima kasih  7 . Steven J.7/18/2011 DAFTAR PUSTAKA Tentukan determinannya! Latihan Soal • Matriks ordo 1x1 1.com • • 2 1 0 A= 1 2 1 0 1 2 Matriks berordo 3x3 Metode Scharrus dan metode minor kofaktor 3 2 misal Q = 1 7 7 2 4 5 3 Wassalam.