PT PJB UNIT PEMBANGKITAN GRESIK DIVISI OPERASIONAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP (1 JULI 2008 S/D31 JULI

2008)

KERJA PRAKTEK SISTEM PENGAMAN ELEKTRIS PADA GENERATOR PLTGU PT PJB UNIT PEMBANGKITAN GRESIK NALENDRA PERMANA DANIEL PRAHARA EKA RAMADHANI EKO PRASETYO DOSEN PEMBIMBING IR. SJAMSJUL ANAM, MT NRP 2205100081 (1) NRP 2205100087 (1) NRP 2205100092 (1)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2008

PT PJB UNIT PEMBANGKITAN GRESIK DIVISI OPERASIONAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP (1 JULI 2008 S/D31 JULI 2008)

KERJA PRAKTEK SISTEM PENGAMAN ELEKTRIS PADA GENERATOR PLTGU PT PJB UNIT PEMBANGKITAN GRESIK NALENDRA PERMANA DANIEL PRAHARA EKA RAMADHANI EKO PRASETYO NRP 2205100081 (1) NRP 2205100087 (1) NRP 2205100092 (1)

DOSEN PEMBIMBING Ir. SJAMSJUL ANAM, MT

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2008

(Halaman ini sengaja dikosongkan)

iv

M. ( Dr. 131 918 686 Mengetahui : Ketua. MT NIP. 2008 .) NIP. Ir. Mochamad Ashari. Sjamsjul Anam.Sistem Pengaman Elektris Pada Generator PLTGU PT PJB Unit Pembangkitan Gresik KERJA PRAKTEK Diajukan Guna Memenuhi Sebagian Persyaratan kurikulum Fakultas Teknologi Industri Program Sarjana Pada Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Menyetujui : Dosen Pembimbing Ir.131 918 688 SURABAYA OKTOBER.Eng.

(Halaman ini sengaja dikosongkan) vi .

Agus Sulijantoko NIP. 5777047 Akhmad Sujudi. 5779004 .Sistem Pengaman Elektris Pada Generator PLTGU PT PJB Unit Pembangkitan Gresik Tempat Pengesahan Tanggal : : Gresik Oktober 2008 Mentor. Ir. ST NIP. Penanggung Jawab.

(Halaman ini sengaja dikosongkan) viii .

2. Bapak Dr. Melalui kegiatan ini mahasiswa dapat melihat langsung kegiatan-kegiatan dan peralatan-peralatan dalam bidang teknik sistem tenaga dan menghubungkannya dengan teori yang telah diperoleh dalam perkuliahan. khususnya kepada : 1.Ir. Bapak Ir. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 ix . 3. Bapak Ir.KATA PENGANTAR Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Instintut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Sjamsjul Anam. Fakultas Teknologi Industri. Mochamad Ashari. Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. MM selaku Ketua Sie Kerja Praktek Jurusan Teknik Elektro. M. selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro. karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan hasil Kerja Praktek di PT PJB Unit Pembangkitan Gresik Divisi Operasional PLTGU. Fakultas Teknologi Industri. Kerja praktek ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk menyelesaikan program studi Strata-1 pada jurusan Teknik Elektro. Instintut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Tak lupa kami sampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam melaksanakan kerja praktek dan menyusun laporan ini sehingga dapat terselesaikan dengan baik.Eng. Soedibjo. MT selaku dosen pembimbing kerja praktek kami.

yang bersedia meluangkan waktu dan membagi ilmunya dengan kami. bapak Suyando Kadi. 5. Bapak Akhmad Sujudi. Seluruh rekan rekan bidang studi Teknik Sistem Tenaga dan rekanrekan e-45 yang selalu membantu dan membagi waktu bersama kami. Agus Sulijantoko selaku mentor kerja praktek kami di PT PJB Unit Pembangkitan Gresik. Surabaya. bapak Moch. Agustus 2008 Penyusun Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 x . Bapak Sidiq. 10. 6. Pak Sugeng yang tidak bosan-bosan mengurus proses administrasi. Saleh. bapak Hari Susanto. Kami menyadari akan adanya kekurangan-kekurangan dalam penulisan laporan ini karena keterbatasan wawasan dan pengetahuan kami. bapak Ph Choirul Anam.4.Akhirnya kami berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak. dan seluruh pegawai di PT PJB Unit Pembangkitan Gresik Divisi Operasional PLTGU. 8. dan bapak Slamet Hartono yang telah membimbing kami selama kerja praktek. 7. 9. ST selaku penanggung jawab yang telah membantu kelancaran proses kerja praktek kami di PT PJB Unit Pembangkitan Gresik. 11. Segenap keluarga yang telah memberikan semangat dan doa restu. Bapak Suprapto Supardi. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran membangun dari semua pihak agar dapat lebih baik di masa yang akan datang. Bapak Ir. Semua pihak yang telah membantu demi terselesaikannya laporan Kerja Praktek ini. bapak Eko Rusmadi.

.............................................................. Visi... Daftar Isi ...................................................... II..................................................................... PENDAHULUAN 1................................ 1............................ dan Misi Perusahaan .........................................3......................................................1 Latar Belakang ........................... 9 9 Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 xi ....4 Batasan Penulisan .................4 Sistematika Penulisan ............... i iii v Halaman Pengesahan Instansi ............. Halaman Pengesahan Jurusan ...............................................................................3.............................. ix xi xv xix I..............1 1....................................... 1........DAFTAR ISI Cover Luar ......................... Daftar Gambar ................................. 1.................................................................................................................................................2 Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... Tujuan Khusus ......1 Nama perusahaan ....................................................................................................................... vii Kata Pengantar ......... Cover Dalam ...................... Daftar Tabel ........................................... 2................................................................ PROFIL PT PEMBANGKITAN JAWA BALI (PJB) UNIT PEMBANGKITAN GRESIK 2.........2 Tujuan Umum .....5 Metode Pengumpulan Data .......................................................................................................... 1.... 1.....2 Filosofi....... 1 3 4 4 4 5 5 6 1........3 Tujuan Kerja Praktek ...................

4 Sejarah Perusahaan ... Proses Pembangkitan Listrik PLTGU .2 4.......1 2.....1 Klasifikasi Gangguan Pada Generator ............................................2.. 2............ Generator Definite Time Overcurrent Protection .......................... 2...1 Peralatan Pengaman Elektris Generator .......2......... 45 Gangguan Mekanis ...............2......................................6....2..1.2 Klasifikasi Relay Pengaman Elektris Generator ............. 45 3.. Rotor Earth Fault Protection . 10 13 25 28 41 III....1 3.................6 Spesifikasi Teknis PLTGU Gresik ..........................5 Struktur Organisasi Perusahaan .6...1 4................2 Komponen Mekanis dan Elektris .......1.................. Generator Solid State Differential Protection .....3 Lokasi Perusahaan ......8 Generator Solid State Overvoltage Protection ........1.......................4 4.... Stator Earth Fault Protection 100% ..............................3 Gangguan Listrik ..... Generator Reverse Power Protection .... 4.1................... APLIKASI SISTEM PENGAMAN ELEKTRIS GENERATOR PADA PLTGU GRESIK 4............... 10 2........................... Generator Negative Phase Sequence Protection ......... 67 69 71 73 77 79 80 82 84 Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 xii .............................................................7 4..............................SISTEM PENGAMAN ELEKTRIS GENERATOR PADA PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK 3....................................1............................... 2.....5 4.........1.......... 49 3.............................3 4..1........2 3... 52 IV.......6 4....... 48 Gangguan Sistem .........1.............. Stator Earth Fault Protection 80% ....................

.2............................................... 4...1 4...........11 Generator Impedance Protection .......1.................................... 86 88 90 91 92 92 94 95 96 98 100 102 4....4...6 4..........................5 4.......... 105 5.................. PENUTUP 5................1....... Tripping Matrix .................................... 4......................... Disconnecting Switch .......................10 Generator Out of Step Protection .................12 Generator Loss of Field Protection ...............................................3 4...... 107 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP PENULIS Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 xiii ..........1 Kesimpulan .............. Trip Relay Sub System ................2..................... Current Transformer .2 Peralatan Pendukung Pengaman Elektris Generator .2.......................................... 4.........2................2 Saran ........1...............1..............................2....... Circuit Breaker ........2........... 4.............2 4.4 4...........7 Power Supply ................................2.......................... Potential Transformer ...............9 Generator Solid State Frequency Protection .............. V..........

(Halaman ini sengaja dikosongkan) Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 xiv .

................. 29 Compressor ....... 44 Gangguan Stator Hubung Singkat 3 Fasa .6 Gambar 2...................... 26 Single Line Diagram PT PJB UP Gresik ............................. 33 Single Line Diagram Gardu Induk Pembangkit 150 kV .... 39 Gambar 2....................8 Gambar 2......11 Gambar 3...........................................4 Gambar 2....................................................2 Gambar 2.......................... 52 Gambar 3.........l Gambar 3........ 56 Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 xv ...........10 Single Line Diagram Gardu Induk Pembangkit 500 kV .................DAFTAR GAMBAR Gambar 2...................................... 28 Inlet Guide Vanes .....3 Gambar 2........7 Gambar 2................5 Gambar 2......... 46 Gangguan Stator Hubung Singkat 1 Fasa ............ 30 Heat Recovery Steam Generator ..........l Gambar 2.3 Skema Pembangkitan PLTGU .. 27 Komplek Turbin Gas .6 Single Line Diagram Rele Gangguan Stator Hubung Tanah .............................................9 Lokasi PT PJB UP Gresik .......................... 10 Diagram Struktur Organisasi PT PJB UPGresik ...2 Gambar 3....... 54 Gambar 3............ 14 Area PLTGU Gresik .......... 38 Gambar 2............. 47 ke Tanah Gambar 3............................................................... 46 Gangguan Stator Hubung Singkat 2 Fasa ........................5 Single Line Diagram Rele Tegangan Lebih pada Generator ...............................4 Penempatan Peralatan Pengaman Elektris pada Generator ................................................

..................................................9 Single Line Diagram Rele Daya Balik ..... 58 Single Line Diagram Rele Gangguan Rotor Hubung Tanah .............................9 Gambar 4................................2 Gambar 4...........11 Siemens 7RM3410/32G .................................................. 70 Siemens 7UE2210/64G-1 ......................5 Siemens 7RE2110/59G ........ 65 Gambar 3......Gambar 3...... 78 Siemens 7UU22 10/64F ....... 72 Siemens RE2610/64G-2 ..........11 Gambar 3..........................................4 Gambar 4...6 Rangkaian Ekivalen pada Transformator Pentanahan ...................13 Single Line Diagram Rele Diferensial ........ 59 Gambar 3.............7 Gambar 4..14 Single Line Diagram Rele Kehilangan Sinkronisasi .......................... 75 Gambar 4.....12 Gambar 3......... 83 Siemens 7SJ3110/50-51E ....3 Gambar 4............................................ 75 Gambar 4............10 Gambar 3................................. 85 Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 xvi ............... 74 Rangkaian Pengaman Stator Hubung Tanah Siemens 7RE2610/64G-2 ................ 61 Single Line Diagram Rele Arus Lebih ................................. 62 Single Line Diagram Rele Impedansi ........ 56 Gambar 3............................................................. 68 Gambar 4..........................................................8 Gambar 3.. 80 Siemens 7US22/24G .....7 Single Line Diagram Rele Gangguan Stator Hubung Tanah Terbatas ..............10 Gambar 4............ 64 Diagram Rele Kehilangan Medan Penguat Rotor .....................................1 Single Line Diagram Sistem Pengaman Elektris Generator pada PLTGU Gresik ...8 Gambar 4....... 82 Siemens 7UD2110/87G ......... 66 Gambar 4.......

..19 Gambar 4............21 Siemens 7RP2310/81G .....15 Gambar 4.......................12 Gambar 4...Gambar 4. 100 Alamat Rele Pengaman pada Tripping Matrix ... 102 Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 xvii .............16 Gambar 4............................................... 89 Siemens 7SV11 .......... 87 Siemens 7VM3110/78G .......... 98 Disconnecting Switch 150 kV Pada GI PLTU ................................ 101 Siemens 7UW13 ............................. 95 Current Transformer Pengukuran 150kV ................................ 96 SF6 Circuit Breaker 500 kV ...............18 Gambar 4.........17 Gambar 4......14 Gambar 4...13 Gambar 4......... 93 Potential Transformer Pengukuran 150kV ......20 Gambar 4........... 99 Siemens 7TA21 ........................

(Halaman ini sengaja dikosongkan) Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 xviii .

..... 36 Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 xix ..........DAFTAR TABEL Tabel 2............. 32 Tabel 2...................3 Spesifikasi teknis generator pada PLTGU Gresik untuk setiap blok turbin uap .2 Kapasitas Daya PT PJB UP Gresik ....l Tabel 2.................. 12 Spesifikasi teknis generator pada PLTGU Gresik untuk setiap blok turbin gas .......................

Sejalan dengan usaha untuk mengembangkan sektor industri yang kokoh maka perlu diciptakan suatu keseimbangan antara dunia pendidikan dan industri untuk menghasilkan sarjana yang memiliki pemahaman dan keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan teknologi dan bidang-bidang penerapannya.1 Latar Belakang Salah satu sasaran dari tujuan nasional Indonesia adalah mencapai suatu struktur ekonomi yang mantap dan seimbang. dan memiliki kemampuan intelektual yang baik merasa terpanggil untuk semakin meningkatkan mutu outputnya. maka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mempunyai Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 1 . berkepribadian mandiri. Sehubungan dengan hal itu perguruan tinggi sebagai tempat untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. perkembangan sektor industri yang kokoh. Dengan kemampuan akademis yang handal dan keterampilan aplikasi di bidang industri yang cukup. Ditinjau dari kondisi bangsa sebagai aktualisasi kehidupan manusia secara komunal. ditunjang oleh kekuatan dan kemampuan yang tangguh dari sektor pertanian. Perkembangan industri di Indonesia dewasa ini cukup pesat.BAB I PENDAHULUAN 1. ditambah stabilitas nasional yang mantap dan dinamis. tenaga-tenaga kerja itu nantinya bisa mengembangkan kreativitas dan penalaran untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam pembangunan industri Indonesia.

Konsep pengembangan IPTEK dibangun oleh dua pihak yang saling berkaitan. industri. pengarah proses pembaharuan. Pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar secara akademis. perluasan kesempatan kerja. Untuk mencapai hasil yang optimal dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibutuhkan kerjasama dan jalur komunikasi yang baik antara perguruan tinggi. Pembangunan di bidang pendidikan dilaksanakan seiring dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. penelitian. yakni praktisi lapangan di dunia industri dan akademisi di kalangan pendidikan khususnya perguruan tinggi.peranan yang penting dalam kemajuan bangsa sekaligus mempengaruhi keberhasilan pembangunan masyarakat yang mandiri. dengan mengaplikasikan suatu sistem pendidikan nasional dalam rangka peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) nasional dalam berbagai bidang. peningkatan harkat dan martabat bangsa sekaligus peningkatan kesejahteraan rakyat. instansi pemerintah dan swasta. Pengembangan IPTEK berfungsi sebagai sarana percepatan peningkatan sumber daya manusia. Pendidikan tinggi sebagai bagian dari pendidikan nasional dibina dan dikembangkan guna mempersiapkan mahasiswa menjadi SDM yang memiliki kemampuan akademis dan profesi sekaligus tanggap terhadap kebutuhan pembangunan dan pengembangan IPTEK sehingga dapat dijadikan bekal dalam menjalankan fungsi pengabdian masyarakat. Kerjasama ini dapat dilaksanakan dengan penukaran informasi antara masing-masing pihak tentang korelasi antara Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 2 . dan pengabdian masyarakat. serta peningkatan produktifitas.

project engineer. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya menjembatani mahasiswanya untuk melaksanakan kerja praktek sebagai kelengkapan teori (khususnya dalam bidang keahlian) yang telah dipelajari di bangku kuliah. peneliti dan pendidik. Fakultas Teknologi Industri. 1. process engineer.2 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek dilaksanakan selama satu bulan mulai tanggal 1 Juli hingga 31 Juli 2008 di PT Pembangkitan Jawa Bali Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 3 . Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya melaksanakan kerja praktek di PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit Pembangkitan Gresik Divisi Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU). Fakultas Teknologi Industri. Untuk mencapai tujuan diatas maka Jurusan Teknik Elektro. Materi yang kami soroti dalam pelaksanaan kerja praktek ini adalah mengenai sistem pengaman elektris pada generator PLTGU PT PJB Unit Pembangkitan Gresik. Mahasiswa Teknik Elektro FTIITS sebagai bagian dari sumber daya manusia Indonesia secara khusus disiapkan untuk menjadi design engineer. Fakultas Teknologi Industri. dan perancangan dalam skala besar sistem elektrik serta otomasi industri secara elektrik. Dalam kesempatan ini kami selaku mahasiswa Jurusan Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. unit operasi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya adalah salah satu perguruan tinggi negeri dengan sasaran pengembangan dan penggunaan proses industri.ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi dan penggunaan ilmu di dunia industri.

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 4 . 4. jelas. 1. Menumbuhkan dan menciptakan pola berpikir konstruktif dan dinamis yang lebih berwawasan bagi mahasiswa dalam dunia perindustrian. 5. 1.(PJB) Unit Pembangkitan Gresik Divisi Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU).3.3. Mahasiswa dapat memahami dan mengetahui sistem kerja di dunia industri sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah secara utuh. 2. dan terarah antara dunia perguruan tinggi dan dunia kerja sebagai pengguna outputnya.3 Tujuan Kerja Praktek Tujuan pelaksanaan kerja praktek: 1. 3. Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami aplikasi ilmu yang dipelajarinya dalam perkuliahan di dunia industri pada umumnya serta mampu menyerap dan berasosiasi dengan dunia kerja secara utuh.1 1. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi dunia usaha dalam memberikan kontribusinya pada sistem pendidikan nasional. Tujuan Umum Terciptanya suatu hubungan yang sinergis.2 Tujuan Khusus Guna memenuhi Sistem Kredit Semester (SKS) sebagai persyaratan administrasi akademis di Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya.

4 Batasan Penulisan Dalam penulisan ini akan dibahas tentang Penggunaan sistem pengaman elektris pada generator PLTGU Gresik. o Bab II : Profil PT PJB Unit Pembangkitan Gresik. letak geografis. visi. batasan masalah. serta spesifikasi teknis Gresik. sistematika penyusunan yang digunakan adalah sebagai berikut : o Membahas tentang latar belakang. tujuan Praktek Kerja.1. misi. 1. sistematika penulisan dan metode pengumpulan data. o Bab III : Sistem Pengaman Elektris Generator Pada Pembangkit Tenaga Listrik pembangkit tenaga listrik pada PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit Pembangkitan pada sistem Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 5 . 2. sejarah singkat.instrumen pendukung pengaman elektris.5 Sistematika Penulisan Di dalam penyusunan Bab I : Pendahuluan laporan Praktek Kerja ini. Instrumen . struktur organisasi . Membahas tentang filosofi. Aplikasi sistem pengaman elektris pada generator PLTGU Gresik meliputi : 1. Pembahasan peralatan pengaman elektris generator.

o Bab IV : Aplikasi Sistem Pengaman Elektris Generator pada PLTGU Gresik Berisi tentang teori operasional Sistem Pengaman Elektris Generator dan fungsi Sistem Pengaman Elektris Generator o Bab V Berisi : Penutup kesimpulan dan saran terhadap sistem pengaman elektris generator pada PLTGU Gresik. fungsi dan cara kerja dari sistem pengaman elektris generator beserta alat pendukungnya.Membahas tentang teori mengenai gangguan pada sistem tenaga listrik dan teori yang menunjang operasional sistem pengaman elektris generator pada pembangkit tenaga listrik. Pengumpulan data di PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Unit Pembangkitan Gresik melalui: ƒ ƒ Wawancara Observasi lapangan Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 6 . 2.6 Metode Pengumpulan Data Dalam penyusunan Laporan Praktek Kerja ini metode yang dipakai dalam mengumpulkan data meliputi : 1. Studi literature mengenai definisi. o Bab VI : Lampiran Berisi lampiran-lampiran sebagai data penunjang laporan 1.

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 7 .ƒ ƒ Melakukan analisa prinsip kerja Mengambil kesimpulan dari analisis yang telah dihasilkan.

(Halaman ini sengaja dikosongkan) Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 8 .

dan Misi Perusahaan Dalam melaksanakan usahanya PT PJB UP Gresik mengusung filosofi “Mempunyai komitmen yang tinggi terhadap sasaran yang hendak dicapai dan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai asset penting bagi perusahaan”. komitmen tersebut merupakan aspek yang harus selalu dijaga. pelanggan. Visi.1 Nama Perusahaan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB). ƒ Memenuhi tuntutan pasar Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 9 . Dalam menjaga komitmen tersebut PT PJB UP Gresik memiliki visi : ƒ ƒ ƒ ƒ Menguasai pangsa pasar di Indonesia Menjadi perusahaan kelas dunia Memiliki SDM yang profesional Peduli lingkungan Sedangkan misi yang diusung PT PJB UP Gresik dalam menjalankan bisnisnya adalah : ƒ ƒ Menjadi perusahaan yang dinamis Memberikan hasil yang terbaik kepada pemegang saham.BAB II PROFIL PT PEMBANGKITAN JAWA BALI (PJB) UNIT PEMBANGKITAN GRESIK 2. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam mengelola perusahaan. pemasok. pegawai. pemerintah dan masyarakat serta lingkugannya. 2. Unit Pembangkitan Gresik.2 Filosofi.

1 Gresik. Total luas wilayah dimana PT PJB UP Gesik berada mencapai kurang lebih 78 Ha.2. kira-kira 20 km arah barat laut kota Surabaya.1 Lokasi PT PJB UP Gresik 2. Jl.3 Lokasi Perusahaan Unit Pembangkitan Gresik merupakan salah satu unit pembangkit tenaga listrik milik PT PJB yang terletak di provinsi Jawa Timur. tepatnya di desa Sidorukun.030. Harun Tohir no. Selat Madura Gambar 2.K/023/ DIR/1980.4 Sejarah Perusahaan Unit Pembangkitan Gresik terbentuk berdasarkan surat keputusan Direksi PLN No. Batas area yang menjadi lokasi PT PJB UP Gresik adalah : ƒ ƒ ƒ ƒ Utara Timur Barat : Kantor PT. termasuk wilayah pembuangan lumpur dan luas bangunan. tanggal 15 Maret Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 10 . Jawa Timur. Harun Tohir Selatan : Bengkel Swabina Graha. Unit Pembangkitan ini berlokasi di kota Gresik. Pertamina Persero : Selat Madura : Jl.

2.021/023/DIR/1997 tentang perubahan sebutan Sektor menjadi Unit Pembangkitan. Sampai Saat ini Unit Pembangkitan Gresik bertanggung jawab atas 3 macam mesin pembangkit tenaga listrik.PLN PJB II mengeluarkan surat keputusan No.K/023/DIR/1996 tanggal 14 Juni 1996 tentang penggabungan unit pelaksana Pembangkitan Sektor Gresik dan Sektor Gresik Baru. Pembangkitan Listrik Tenaga Gas (PLTG) kapasitas ±80.006. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 11 .K/023/DIR/1992 tanggal 4 Februari 1992 terbentuk lagi Sektor Gresik Baru dengan kapasitas 1578 MW (PLTGU) dengan lokasi di dalam area Sektor Gresik.PLN PJB II Sektor Gresik. Berdasarkan surat keputusan Dirut PLN PJB II No. Pembangkitan Listrik Tenaga Uap (PLTU) kapasitas ±600 MW. Pada tanggal 30 Mei 1997 Dirut PT.4 MW.K/023/DIR/1997 tentang pemisahan fungsi pemeliharaan dan fungsi operasi pada PT PLN PJB II Unit Pembangkitan Gresik. UP Gresik merupakan unit kerja yang dikelola oleh PT.024A.023. Berdasarkan surat keputusan Dirut PLN Pusat No.1980. PLN (Persero) PLN Pembangkitan dan Penyaluran Jawa bagian Timur dan Bali (PLN Kitlur JBT) yg dikenal dgn sebutan Sektor Gresik dengan kapasitas 700 MW (PLTU dan PLTG). yaitu : 1. maka UP Gresik diubah strukturnya menjadi PT. Pada tanggal 24 Juni 1997 Dirut PT PLN PJB II mengeluarkan surat keputusan No.

1 1x20.4 HSD/Gas HSD/Gas HSD HSD 07-06-1978 09-06-1978 22-10-1999 04-11-1999 Bahan Bakar MFO/Gas MFO/Gas MFO/Gas MFO/Gas Mulai Beroperasi Pada 31-08-1981 14-11-1981 15-03-1988 01-07-1988 Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 12 . Secara teknis pembagian unit generator yang berada di bawah wewenang PT PJB UP Gresik adalah : Tabel 2.814 GWh per tahun yang kemudian disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV ke sistem interkoneksi JawaBali.1 1x20.1 80.1 Kapasitas daya PT PJB UP Gresik Pembangkit Listrik PLTU Gresik 1 PLTU Gresik PLTU Gresik PLTU Gresik PLTU Gresik PLTG Gresik 1 PLTG Gresik 2 PLTG Gilitimur 1 PLTG Gilitimur 2 PLTG Gresik 1 2 1 2 1 2 3 4 Unit Kapasitas (MW) 1x100 1x100 1x200 1x200 600 1x20.1 1x20. Pembangkitan Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) kapasitas ±1575 MW Total kapasitas daya yang mampu dibangkitkan PT PJB UP Gresik mencapai ±2255 MW dan diperoleh dari 21 generator termal yang dimiliki. PT PJB UP Gresik mampu memproduksi energi listrik sebesar 12.3.

5 telah Struktur Organisasi Perusahaan Sejak 2 Januari 1998 struktur organisasi PT PJB UP Gresik mengalami berbagai perubahan mengikuti perkembangan organisasi. 13 ST 10 3x112 Gas/HSD 10-04-1993 1x189 3x112 Gas/HSD 05-08-1993 PLTGU Blok 2 Gresik GT 21. Pemisahan ini membuat unit pembangkit menjadi organisasi yang lean and clean dan hanya mengoperasikan pembangkit untuk menghasilkan energi listrik. 23 ST 20 1x189 3x112 Gas 30-11-1993 PLTGU Blok 3 Gresik GT 31.PLTGU Blok 1 Gresik GT 11. 33 ST 30 1x189 1575 PLTGU Gresik 2. Secara garis besar struktur organisasi yang berlaku pada unit-unit kerja yang terdapat di PT PJB Unit Pembangkitan Gresik dapat dilihat pada ilustrasi berikut : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 13 . Perubahan mendasar dari PT PJB UP Gresik adalah dipisahkannya unit pemeliharaan dan unit operasi. 32. yaitu perubahan PJB II menjadi PT PJB yang fleksibel dan dinamis sehingga mampu menghadapi dan menyesuaikan situasi bisnis yang selalu berubah. 22. 12.

PJB mempunyai SDM yang berkualifikasi dan menjadi asset yang penting bagi perusahaan. Melakukan uji kepatuhan atas setiap rancangan kebijakan dalam RJPP (Rencana Jangka Panjang Perusahaan).Manajer PF Kepatuhan Operasi Pemeliharaan Engineering Kimia dan LK3 Keuangan SDM Umum Gambar 2. Tugas bagian ini adalah menyiapkan kebijakan program pelatihan dan pengembangan bagi seluruh sumber daya manusia unit pembangkitan berdasarkan konsep optimasi biaya dan jumlah tenaga kerja. Dengan dukungan dari 395 pegawai. 2.2 Diagram Struktur Organisasi PT PJB UPGresik 1. Sumber Daya Manusia SDM merupakan asset yang sangat penting bagi perushaan. RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) serta Tata Kelola Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 14 . UP Gresik telah menunjukkan pencapaian-pencapaian dalam kegiatan operasinya. Pelatihan-pelatihan telah diadakan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dari SDM seiring dengan kebutuhan perusahaan. Kepatuhan Bagian kepatuhan dipimpin oleh seorang deputi manajer keuangan yang bertugas : a.

f. Strategi. Sasaran. terhadap standar maupun potensial resiko. menyesuaikan pedoman intern unit terhadap setiap perubahan ketentuan yang bertaku di perusahaan dan menyiapkan proses pengambilan keputusan oleh manajemen. Prosedur. Bekerja secara independent sehingga mampu mengungkapkan pandangan serta pemikiran sesuai dengan profesi. Melakukan uji kepatuhan terhadap aktivitas usaha non core. dengan tidak memihak terhadap kepentingan pihak lain yang tidak sesuai dengan peraturan perundang. Memberikan saran. Program Kerja. kaidah hukum. Menetapkan langkah-langkah.Unit sebagaimana tersurat dalam Uraian Tugas Pokok Unit. d. g. c. khususnya kepatuhan terhadap perintah dan larangan. Melakukan uji kepatuhan terhadap batasan kewenangan dalam pengelolaan usaha maupun pengadaan barang dan jasa berdasarkan check list yang dikembangkan oleh Bidang Kepatuhan. antara lain menyiapkan prosedur kepatuhan (compliance procedure) pada setiap satuan kerja. masukan serta rekornendasi kepada manajemen untuk penyerripurnaan system dan prosedur kerja tertulis dalam SOP (Standing Operation Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 15 .. b. e. Peraturan dan Bisnis Proses. antara lain sebagaimana Prosedure). Melakukan pemeriksaan dan pemantauan (post review) secara berkala atas pelaksanaan hasil uji kepatuhan.undangan yang berlaku dan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan Unit.

rnaupun dampak tingkat kesehatan h. i. Melakukan penilaian investasi Unit Pembangkitan digunakan sebagai bahan acuan penilaian terhadap Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 16 . b. Membuat laporan dan rekomendasi secara berkala sehingga informasi yang dibutuhkan semua manajemen untuk evaluasi kerja dan pembuatan keputu^an dapat tersedia dengan cepat dan akurat. Keuangan Bagian keuangan bertanggung jawab atas segala hal yang menyangkut kondisi keuangan pada kas perusahaan. Unit atau yang potensial menimbutkan permasalahan. d. Bagian ini terdiri dari unit anggaran dan keuangan serta unit akuntansi. Mengelola administrasi keuangan Unit Pembangkitan sehingga berjalan sesuai dan memenuhi ketentuan serta prinsip-prinsip mengenai keuangan c.di Unit'. dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam ntuk mengadakan kebijakan penggunaan keuangan selanjutnya. Melaksanakan penyusunan anggaran tahunan untuk dijadikan bahan acuan penggunaan keuangan Unit Pembangkitan. Menganalisa sehingga dan membuat laporan realisasi keuangan. maupun langkan-langkah antisipatif terhadap dampak yang signifikan terhadap operasi Unit. Bagian keuangan dipimpin oleh seorang manajer keuangan yang bertugas : a. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan atasan. 3.

4. Mengkoordinasikan pembuatan laporan audit secara berkala sehingga informasi audit yang dibutuhkan semua pihak untuk evaluasi kerja dan pembuatan keputusan dapat tersedia dengan cepat dan akurat. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan atasan. Bagian umum dipimpin oleh seorang deputi manajer keuangan yang bertugas : a. untuk mendukung kemampuan perusahaan mencapai hasil kinerja operasional yang maksimum. h. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 17 . i. Memberikan saran-saran perbaikan untuk memastikan semua kebijakan dan ketentuan diiaksanakan sebagaimana mestinya sesuai dengan standard atau ketentuan yang berlaku. Umum Secara umum bagian umum bertanggung jawab atas segala hal yang menyangkut kegiatan rutinitas yang terjadi pada penyelenggaraan perusahaan.peningkatan kinerja/keuntungan Unit Pembangkitan secara keseluruhan. b. mengkoordinasi dan mengevaluasi Anggaran Biaya Administrasi. g. Mengarahkan dan mengkoordinasikan pelaksanaan proses audit yang komprehensif sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. e. Merencanakan. dan rumah tangga perkantoran untuk memperlancar kinerja Unit Pembangkitan. Membuat laporan secara berkala sebagai bahan masukan dan pengambilan keputusan lebih lanjut. f. Menyelenggarakan kegiatan kesekretariatan.

5. Engineering Bagian engineering merupakan bagian yang bertanggung jawab atas pelaksanaan segala hal yang menyangkut kegiatan bersifat teknis yang dilakukan terhadap unit pembangkit tenaga listrik dan unit-unit pendukungnya. Membuat laporan secara berkala sebagai bahan masukan dan pengambilan keputusan lebih lanjut.c. Menyelenggarakan kegiatan pengadaan material berdasarkan permintaan fungsi Inventory Control serta pengadaan jasa berdasarkan permintaan fungís Perencanaan dan Pengendalian Pemeliharaan untuk mendukung Pemeliharaan Rutin serta kebutuhan material Non Instalasi lainnya. serta "community development" dengan stakeholder sehingga menciptakan citra yang baik tentang perusahaan serfa menunjang kinerja unit dan perusahaan. g. Menyelenggarakan kegiatan proses administrasi gudang serta material handling-nya untuk semua material Milik Unit Pembangkitan. h. e. i. Melaksanakan fungsi kehumasan untuk mtmbina hubungar. Bagian keuangan dipimpin oleh seorang deputi manajer engineering yang bertugas : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 18 . d. Menjamin terlaksananya kegiatan keamanan lingkungan dengan baik sehingga terciptanya lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi karyawan. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan atasan. Mengadakan pengelolaan bisnis non inti sebagai penunjang bisnis inti Unit Pembangkitan. f.

Failure Mode and Effect Analisys (FMEA). termasuk analisis COST BENEFIT design dari peraiatan task & proses produksiPenambahan/ pengurangan preventive Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 19 . Perbaikan kualitas & kuantitas ketersediaan material O&M. tempat) untuk kegiatan FAILURE DEFENCE yang meliputi: • • • • Audit (assesment) dan prioritisasi pemeliharaan peraiatan unit pembangkit (SERP). referensi. Sebagai moderator dan memfasilitasi kegiatan FAILURE DEFENCE peraiatan Unit Pembangkit. • • • • Penambahan task predictive maintenancePerbaikan kompetensi personil O&M. Over Haul cycle extention peraiatan pembangkit. Root Cause Failure Analisys (RCFA). Mengevaluasi penyelenggarakan O&M pusat pembangkitan tenaga listrik beserta instalasi pendukungnya. b. waktu. Life extention peratatan pembangkit. Perubahan maintenance. Merencartakan resources (expert O&M. d. Merekomendasikan kegiatan task execution (CONTINOUS IMPROVEMENT beserta KPI-nya berupa: • • Perbaikan SOP / IK bidang O&MPenambahan JOP/ IK bidang O&M. Failure Defence Task (FDT) Task Execution c.a.

Proses eksekusi dari rekomendasi tersebut. i. implementasi kegiatan task execution DEFENCE direkomendasikan. mengevaluasi dan membuat "work package" program pemeliharaan serta memberikan rekomendasi. Merencanakan dan menyusun program Condition Base Monitoring peralatan utama. Menggunakan laporan keberhasilan / kegagalan implementasi task execution sebagai bahan analisa serta program pengembangan secara berkesinambungan (proses siklus review dan inovasi). Melaksanakan berhasil. j. FAILURE mengembangkan dan memperbaiki task execution yang belum Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 20 . tetap menjadi kewenangan dari Deputy Manajer Operasi dan Deputy Manajer Pemeliharaan dengan jajaran fungsi-fungsi yang untuk dibawahnya. Mengevaluasi f. e. h. g. Merencanakan dan menyusun dan monitoring implementasi sistem owner. technology owner dan knowledge owner sehingga sistem berjalan optimal serta Iebih menjamin tercapainya kinerja unit pembangkitan yang Iebih baik. Membuat laporan secara berkala sebagai bahan masukan dan pengambilan keputusan Iebih lanjut. k. Melakukan update data pemeliharaan peralatan pembangkitan untuk keperluan analisa pemeliharaan iebih lanjut.

akurat serta real time" sehingga menunjang kebutuhan informasi dalam pengambilan keputusan serta pemamtauan kinerja unit pembangkitan. Rencana Pembangkitan Rencana Peningkatan Reliabilitas Perencanaan dan Kontrol Kerja Manajemen Bahan Baku Balance Scorecard Manajemen Outage Manajemen Resiko Manajemen Kualitas Kultur Kerja Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 21 . 6. f. e. g. b. m. Pemeliharaan Bagian pemeliharaan bertanggung jawab atas segala hal yang menyangkut pemeliharaan seluruh asset perusahaan secara teknis. yaitu : a. i.l. Ada 9 program utama yang telah disetujui untuk diterapkan. Operasi Untuk meningkatkan tingkat kompetifitas perusahaan melalui peningkatan produktifitas berkesinambungan pada unit pembangkit. Merencanakan. d. menganalisa dan mengevaluasi penyiapan kebutuhan sistem informasi guna memenuhi kebutuhan "sistem inforrnasi manajemen" yang tepat. h. c. Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan atasan. 7. PJB telah menjadwalkan program-program utama yang terintegrasi sebagai Good Governance Plan.

PLTG. Pada masing-masing asset tersebut dibagi lagi menjadi beberapa kapasitas pemeliharaan. Rendal pemeliharaan bertanggung jawab atas pelaksanaan pemeliharaan terhadap seluruh asset teknis dalam pembangkitan tenaga listrik yang dibagi atas asset PLTU. yaitu [6]: a. yaitu [5]: ƒ Pemeliharaan Preventif Merupakan pemeliharaan yang bersifat pencegahan atas kemungkinan kerusakan yang mungkin terjadi. Serious / Major Inspection Dilakukan setiap empat sampai lima tahun sekali dengan lama waktu perawatan maksimal 40 hari. dan PLTGU. ƒ Pemeliharaan Korektif Merupakan pemeliharaan yang bersifat perbaikan terhadap kerusakan pada bagian yang telah mengalami penurunan Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 22 . Turbine Inspection Dilakukan setiap dua tahun sekali dengan lama waktu perawatan maksimal satu bulan. hal ini bersifat berkala dan terjadwal. b. Pada pembangkit tenaga listrik dibagi menjadi 2 macam pemeliharaan.Analisis spesialis bertanggung jawab untuk menganalisa segala kemungkinan yang menyangkut pemeliharaan pada seluruh aset teknis dalam pembangkitan tenaga listrik. ƒ Pemeliharaan Prediktif Merupakan pemeliharaan yang bersifat pencegahan kerusakan pada bagian yang telah diketahui mengalami penurunan kemampuan.

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 23 . 2. Sistem Informasi terpadu dibuat dan digunakan untuk memudahkan perusahaan dalam melaksanakan pemeliharaan asset teknis yang dimiliki. Kimia dan LK3 Sejalan dengan visi perusahaan tentang lingkungan. untuk membuang gas buang dengan baik. PT PJB UP Gresik menjadi pionir perusahaan ramah lingkungan (green company) yang memberikan dampak-dampak positif terhadap lingkungan sekitar seperti yang ditujukkan dengan penyelenggaraan program pengembangan masyarakat (community development program).kemampuan akibat tidak bekerjanya suatu bagian secara normal. terutama untuk membantu dalam mengorganisasidan mengetahui karakteristik asset berdasarkan pemeliharaan yang telah dilakukan terdahulu. air bekas pakai diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (Waste Water Treatment Plant). untuk mengolah air limbah sebelum dibuang ke lingkungan (sungai dan laut). Cerobong tinggi pada setiap unit. Instalasi pengolahan limbah pada PT PJB UP Gresik dilengkapi dengan pengontrol emisi udara dan air sebagai berikut : 1. 8. Bagian inventary control dan cataloger bertugas atas inventarisasi dan recording seluruh pelaksanaan pemeliharaan yang dilakukan oleh unit pemeliharaan. Instalasi air limbah.

Melaksanakan K3 tanpa kecelakaan Kerja Th.3. Penghargaan mengenai Lingkungan dan Kesehatan Keselamatan Kerja (LK3) dari Pemerintah kepada UP. Menjaga kelesatarian tanaman yang berada di sekitar unit pembangkit. Zero Accident th 1997 ~ 2003. ekonomi. kesehatan. 2. PT PJB UP Gresik juga melakukan program pengembangan masyarakat yang melingkupi bidang sosial. Menanami lahan-lahan yang kosong disekitar pembangkit dengan tanaman sehingga tercipta lingkungan yang indah dan hijau Selain itu. PT PJB UP Gresik bertanggung jawab terhadap manajemen lingkungan dan pengawasan polusi seperti yang dijabarkan sbb : 1. 3. Gresik adalah berupa Lomba Penerapan K3 th. Pemisah minyak. 1998. Saluran masuk dan keluar kondenser dengan panjang mencapai ± 1 kilometer untuk mengurangi temperatur dari air limbah kondenser. dan keselamatan sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat sekitar. Bendera Emas SMK3 th 1999 & 2001. untuk memisahkan minyak dari air limbah yang berasal dari area bunker minyak. Oleh karena itu. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 24 . 4. Mengoptimalkan pemakaian gas alam pada setiap unit pembangkit. 1997. pendidikan.

Kapasitas total Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Gresik dapat mencapai 1575 MW. Turbin • Turbin gas • Turbin uap b. Kedua bahan bakar ini digunakan secara bergantian sesuai dengan tingkat ketersediaan bahan bakar. dan blok 3 pada 30 Nopember 1993 [4]. PLTGU Gresik blok 1 dan blok 2 dapat menggunakan dua macam bahan bakar yaitu HSD (High Speed Diesel Oil) yang dipasok oleh PERTAMINA dan gas alam yang dipasok langsung dari lapangan gas milik HESS dan KODECO yang disalurkan melalui pipa bawah laut dari wilayah Madura utara. dan 3 unit PLTGU.6 Spesifikasi Teknis PLTGU Gresik Unit Pembangkitan Gresik memiliki total daya terpasang sebesar 2255 MW. blok 2 mulai beroperasi pada 5 Agustus 1993. Spesifikasi pembangkit adalah: a.2. Blok 1 PLTGU Gresik mulai beroperasi pada 10 April 1993. Sedangkan PLTGU Gresik blok 3 didesain hanya dapat menggunakan bahan bakar gas alam saja yang dipasok oleh pemasok yang sama dengan blok 1 dan blok2 [4].859 GWh tiap tahunnya dan disalurkan melalui Jaringan Transmisi Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV dan Jaringan Transmisi Tegangan Tinggi 150 kV. unit ini mampu memproduksi listrik rata-rata 10. 4 unit PLTU. Unit Pembangkitan Gresik Terdiri atas beberapa pembangkit termal yaitu 3 unit PLTG. HRSG : 4 Unit : 3 Unit : 1 Unit : 3 unit umum PLTGU Gresik untuk setiap blok Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 25 .

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 26 . Output PLTGU Gresik ketika menggunakan bahan bakar HSD akan lebih kecil daripada ketika menggunakan bahan bakar gas alam. Generator • Turbin gas • Turbin uap : 4 Unit : 3 x 112MW : 1 x 189MW Gambar 2.3 Area PLTGU Gresik [4] PLTGU Gresik belum dapat bekerja secara maksimal sesuai dengan kapasitasnya apabila pasokan bahan bakar utama yaitu berupa gas alam masih kurang atau belum dapat memenuhi kebutuhan optimal PLTGU.c.

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 27 Gambar 2.4 Single Line Diagram PT PJB UP Gresik .

Prinsip kerja dari turbin gas adalah energi panas hasil pembakaran didalam combustor diubah menjadi energi gerak / mekanik dalam bentuk putaran. Turbin Gas Pada PLTGU Gresik terdapat tiga blok pembangkit listrik dimana untuk setiap blok memiliki 3 unit turbin gas.1. Turbin gas yang terdapat dalam pembangkit tenaga listrik ini memiliki 4 tingkat. Energi mekanik tersebut digunakan untuk menggerakkan prime mover generator sinkron kecepatan tinggi yang terkopel satu poros.5 Komplek Turbin Gas Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 28 .1 Komponen Mekanis dan Elektris 2. Gambar 2. adapun putaran yang dapat dihasilkan oleh masing-masing turbin tersebut dapat mencapai kecepatan putaran 3000rpm.6.1 Unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas a.6.2.

Inlet Guide Vanes (IGV) Gambar 2. d. Jumlah tingkatan compressor yang terdapat pada turbin gas di PLTGU Gresik adalah sebanyak 17 tingkat. Compressor Compressor adalah sebuah peralatan yang berfungsi untuk menekan udara yang masuk pada ruang pembakaran. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 29 . hal ini dilakukan agar udara nantinya memiliki rasio tekanan yang tinggi.b. IGV berfungsi untuk mengatur jumlah aliran udara yang akan masuk ke dalam kompresor. c.6 Inlet Guide Vanes Inlet Guide Vanes (IGV) merupakan sudu diam pertama. IGV dapat menambah kemampuan akselerasi pada saat terjadi start dan mencegah rotor mengalami surge dan stall. Inlet Air Filter Inlet air filter adalah peralatan yang berfungsi untuk menyaring udara dari lingkungan sekitar yang akan dimasukkan kedalam turbin gas. posisinya terpasang pada sisi masuk dari kompresor.

Pada combustor no 8 dan 9 dipasang igniters / spark plugs. Setelah beberapa detik (sekitar 20 detik) pasok listrik putus Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 30 .7 Compressor e. Combustor Combustor adalah tempat terjadinya proses pembakaran. Pada saat penyalaan (ignition).Gambar 2. Combustor basket pada unit pembangkit turbin gas Gresik ada 18 buah. Igniters adalah dua elektroda (serupa dengan mendapat tegangan transformator igniters. yang busi) berfungsi yang untuk menyulut suplai panas di AC ruang dari pembakaran. dimana antara combustor basket yang satu dengan combustor lainnya dihubungkan dengan cross flame tube (sebagai media perambatan panas). igniters didorong masuk ke combuster dan suplai listrik ”on” sehingga mengeluarkan percikan api (busur api).

Pilot nozzle berfungsi untuk menjaga kestabilan nyala api menggunakan 5% dari bahan bakar gas atau 10% dari bahan bakar minyak. g. Pada PLTGU Gresik menggunakan tipe dual nozzle yang bisa mengatur penggunaan dua jenis bahan bakar (gas dan minyak). apabila pada combustor ke 17 dan 18 terdeteksi tidak terjadi pembakaran maka dipastikan tidak terjadi pembakaran sempurna pada combuster basket yang lain dan akan terjadi trip (stop proses). Pada combustor basket no 17 dan 18 diletakkan flame detector. igniters ditarik keluar dari combustion chamber. Flame detector berfungsi untuk mendeteksi pembakaran pada combustor. alat ini bekerja secara automatis mendeteksi api. Pada PLTGU Gresik untuk setiap blok pembangkit listrik terdapat 3 unit generator berpenggerak turbin gas dengan kapasitas daya masing-masing 112 MW. f.dan igniters akan padam. Generator Generator adalah suatu alat yang berfungsi mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Generator yang digunakan Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 31 . Pre-mix Fuel Nozzle Pre-mix Fuel Nozzle berfungsi mengatur suplai bahan bakar yang disemprotkan ke ruang pembakar (combustor chamber) terdiri dari pilot nozzle dan main nozzle.

Tabel 2. dimana uap ini yang memiliki tekanan dan temperatur yang tinggi akan digunakan untuk memutar turbin pada pembangkit listrik tenaga uap. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 32 .8 50 Hz YY 3 h.5±5% kV 8454-SI 0.75 MVA 10. Heat Recovery Steam Generator (HRSG) Secara umum HRSG atau Heat Recovery Steam Generator berfungsi sebagai alat untuk memanaskan air hingga menjadi uap dengan menggunakan gas sisa dari hasil pembakaran gas pada PLTG.2 Spesifikasi teknis generator pada PLTGU Gresik untuk setiap blok turbin gas Turbin Tipe Daya Output Tegangan Output Arus Output Cos Φ Frekuensi Sambungan Jumlah Fasa Turbin Gas Siemens TLRI 108/36 153.adalah generator sinkron kutub silindris (non salient pole) dengan dua buah kutub dan dijaga pada putaran 3000 rpm.

Preheater berfungsi sebagai pemanas awal untuk menaikkan suhu air agar tidak terjadi perubahan suhu yang drastis pada saat air menuju pemanasan tahap selanjutnya karena hal itu bisa merusak komponen-komponen pipa akibat thermal stress. yaitu: a. b. Preheater terletak paling atas dari HRSG. yang akan dialirkan menuju daerator.Gambar 2. Economizer Fungsi dari economizer adalah sebagai pemanasan air pengisi yang berasal dari feed water pump dengan Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 33 . Preheater Merupakan alat pemanas bagi air yang berasal dari condensate water tank.8 Heat Recovery Steam Generator Beberapa komponen yang membangun HRSG.

Hasil pemanasan pada economizer akan dialirkan menuju steam drum. berfungsi Terletak pada bagian bawah dari HRSG dan dibuat dari pipa-pipa menaikkan suhu uap air menjadi lebih panas. yaitu sirkulasi yang terjadi akibat adanya perbedaan suhu. Pada bagian ini terdiri atas dua tingkat yaitu 1st superheater dan 2nd superheater. d. Pada PLTGU Gresik sirkulasi uap dan air menggunakan sistem natural circulation. Uap basah yang memiliki massa lebih ringan dari air akan bergerak ke atas dan disalurkan ke superheater sedangkan yang masih berwujud air akan turun ke evaporator. Hal ini bertujuan agar tidak merusak komponen turbin uap. Uap yang dihasilkan akan disalurkan kembali ke steam drum. Steam Drum Berfungsi memisahkan air dan uap dari hasil pemanasan pada economizer. Pada superheater ini uap air yang masuk masih bersifat basah dan dalam pemanasan tahap akhir keluarannya berupa uap air kering. Evaporator Sebagai tempat pemanasan air dari steam drum hingga menjadi uap. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 34 . Superheater yang disusun secara paralel. e. c.memanfaatkan energi panas gas buang dari turbin gas yang dilewatkan pada cerobong HRSG untuk memanaskan air yang nantinya akan menjadi uap.

Prinsip kerja dari turbin uap adalah energi panas gas buang PLTG diubah menjadi energi gerak / mekanik dalam bentuk putaran. Pada PLTGU Gresik untuk setiap blok terdapat 1 unit generator berpenggerak turbin uap dengan kapasitas daya masing-masing 189 MW. generator pada turbin uap berfungsi sebagai alat untuk mengubah energi mekanik yang dilakukan oleh turbin menjadi energi listik. Turbin uap yang terdapat dalam pembangkit tenaga listrik ini memiliki 2 bagian. yaitu turbin tekanan rendah dan turbin tekanan tinggi. Energi mekanik tersebut digunakan untuk menggerakkan prime mover generator sinkron kecepatan tinggi yang terkopel satu poros. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 35 . Generator Sama halnya pada generator turbin gas. kemudian gerakan turbin akan memutar generator.2 Unit Pembangkit Turbin Uap a. Uap yang dihasilkan dari HRSG setelah melalui superheater akan menggerakkan turbin.6.1. Generator yang digunakan adalah generator sinkron kutub silindris (non salient pole) dengan dua buah kutub dan dijaga pada putaran 3000 rpm.2. Adapun putaran yang dapat dihasilkan oleh turbin tersebut dapat mencapai kecepatan putaran 3000rpm b. Steam Turbin Pada PLTGU Gresik terdapat tiga blok pembangkit listrik dimana untuk setiap blok memiliki 1 unit turbin uap.

Gardu Induk Pembangkit 150 kV Unit gardu induk pembangkit 150 kV pada PLTGU Gresik merupakan unit gardu induk pasangan dalam yang berfungsi untuk menyalurkan daya listrik dengan tegangan 150 kV.75 MVA 15.1. Unit Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 36 .8 50 Hz YY 3 2.3 Unit Gardu Induk Pembangkit a. Bahan isolasi yang digunakan oleh peralatan yang terdapat pada gardu induk ini adalah gas SF6.Tabel 2.6.75±5% kV 9228-SI 0. Unit ini merupakan unit Gardu Induk Tanpa Operator (GITO) dimana semua proses yang terjadi pada gardu induk dapat dimonitor dan dikontrol melalui unit P3B di masingmasing wilayah atau CCR yang terdapat di PLTGU.3 Spesifikasi teknis generator pada PLTGU Gresik untuk setiap blok turbin uap Turbin Tipe Daya Output Tegangan Output Arus Output Cos Φ Frekuensi Sambungan Jumlah Fasa Turbin Uap Siemens THRI 100/42 251.

dan ST 1. Gardu Induk Pembangkit 500 kV Unit gardu induk pembangkit 500 kV pada PLTGU Gresik merupakan unit gardu induk pasangan dalam yang berfungsi untuk menyalurkan daya listrik dengan tegangan 500 kV.0 serta Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 37 . GT2. Bahan isolasi yang digunakan oleh peralatan pada gardu induk ini adalah gas SF6. Unit gardu induk ini terhubung secara langsung dengan gardu induk Krian melalui saluran transmisi udara 500 kV yang berjumlah dua unit.1. Output daya yang disalurkan pada gardu induk ini juga disalurkan kepada gardu induk pembangkit 500 kV melalui sebuah transformator step up 150 kV/500 kV dan juga disalurkan untuk pemakaian sendiri melalui sebuah transformator step down 150 kV/6 kV. Unit pembangkit yang menyalurkan daya outputnya langsung melalui gardu induk ini adalah PLTGU blok 2 yang terdiri dari GT2.3. b. GT2.2.0. Unit ini merupakan unit Gardu Induk Tanpa Operator (GITO) dimana semua proses yang terjadi pada gardu induk dapat dimonitor dan dikontrol melalui unit P3B di masing-masing wilayah atau CCR yang terdapat di PLTGU. GT1.gardu induk ini terhubung secara langsung dengan gardu induk Tandes melalui saluran transmisi udara 150 kV yang berjumlah dua unit. GT1. Unit pembangkit yang menyalurkan daya output-nya langsung melalui gardu induk ini adalah PLTGU blok 1 yang terdiri dari GT1. dan ST 2.2.1.3.

9 Single Line Diagram Gardu Induk Pembangkit 150 kV Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 38 . dan ST 3. Gambar 2.3. GT3.PLTGU blok 3 yang terdiri dari GT3.0. GT3.1.2.

.10 Single Line Diagram Gardu Induk Pembangkit 500 kV .Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 39 Gambar 2.

ƒ Make Up Water Tank dan Raw Water Tank Berfungsi sebagai wadah penampungan air dari hasil pegolahan air dari air laut (asin) menjadi air tawar yang mana kandungan mineralnya sudah di hilangkan. dimana pH (toleransi pH yang ditentukan adalah 6.5-8) dan zat-zat kimia lainnya yang berbahaya di netralkan terlebih dahulu sebelum dibuang ke laut. ƒ Demineralized Plant Merupakan kumpulan peralatan yang berfungusi untuk menghilangkan kadar-kadar mineral dari air laut yang telah dijadikan air tawar pada desalination plant. ƒ Desalination Plant Merupakan kumpulan peralatan yang digunakan untuk mengolah air laut menjadi air tawar. ƒ Waste Water Treatment Berfungsi untuk mengolah limbah air yang berasal dari proses yang terdapat pada unit PLTGU.2.4 Unit Pendukung ƒ Water Intake Berfungsi sebagai saluran air pendingin utama Condenser dan juga sebagai saluran masuk air laut yang akan diolah menjadi air tawar untuk kepentingan pembangkitan tenaga listrik pada PLTGU.1.6. ƒ Hidrogen Plant Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 40 .

Pada PLTGU dikenal istilah segitiga pembakaran dimana mencakup udara.6. Gas alam yang dipasok langsung dari lapangan gas HESS dan KODECO dijadikan sebagai bahan bakar utama selain minyak. tiga (3) HRSG. 2.Pendinginan pada generator sangat diperlukan. disini akan terjadi peningkatan tekanan dan suhu. Proses pembakaran terjadi di combuster. bahan bakar (gas dan minyak) dan suhu. Proses produksi tenaga listrik secara garis besar di PT PJB Unit Pembangkitan PLTGU Gresik dibagi menjadi dua proses pembangkitan yaitu: 1. Pada generator milik PT PJB Unit Pembangkitan PLTGU Gresik menggunakan gas hidrogen sebagai pendingannya.2 Proses Pembangkitan Listrik PLTGU Pengoperasian pembangkit PLTGU Gresik pada kondisi normal dikenal dengan istilah operasi 3-3-1. Proses Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) a. tiga (3) pembangkit turbin gas. untuk itulah dibangun hidrogen plant yang berfungsi sebagai tempat untuk memproduksi gas hidrogen. dan satu (1) pembangkit Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 41 . b. Semburan gas panas hasil pembakaran digunakan untuk memutar turbin gas. Operasi 3-3-1 (merupakan pengoperasian di PLTGU Gresik pada saat daya maksimal) adalah pengoperasian dengan turbin uap.

d. Gas buang hasil pembakaran dari PLTG yang memiliki suhu sangat tinggi (± 500 deg C) dapat langsung dibuang jika PLTU tidak dioperasikan melalui by pass stack. untuk menghilangkan kandungan dissolved oxygen yang mungkin terdapat di dalam Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 42 . pada air yang akan diuapkan diinjeksikan bahan kimia sebagai berikut: 1. 2. diinjeksikan ke condensate dan daerator air. ke HRSG (Heat Recovery Steam Generator). Putaran turbin gas dimanfaatkan untuk memutar generator. 2. Namun karena pengoperasian saat ini menggunakan turbin uap maka gas buang disalurkan b. Putaran generator menghasilkan listrik dengan tegangan 10.c. diinjeksiken ke condensate untuk mengontrol pH air selama start up. Ammonia.5 kV yang kemudian dinaikkan menjadi tegangan 150 kV dan 500 kV dan disalurkan kepada pelanggan melalui saluran transmisi. Proses Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) a. Di dalam siklus yang terjadi dalam pemanas HRSG. Hydrazine. pada kondisi ini air mulai diuapkan. HRSG digunakan untuk menguapkan air.

3. Pengoperasian pembangkitan di PLTGU Gresik dilakukan secara otomatis. Uap air yang bertekanan tinggi dialirkan pada high pressure steam turbine. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 43 . Uap air bertekanan yang merupakan hasil pemanasan air digunakan untuk memutar steam turbin. c. diinjeksikan ke dalam boiler drum dengan tujuan untuk menghilangkan komponen hardness dan mengontrol pH uap air yang terdapat di dalam boiler. e. Phosphate. Putaran generator yang terkopel dengan steam turbine menghasilkan listrik dengan tegangan 15. Kondensasi merupakan proses pendinginan terhadap uap air yang telah digunakan untuk memutar steam turbine. d. dimana semua peralatan dikontrol dari satu ruang yang disebut sebagai Command and Control Room (CCR). dan uap air yang bertekanan rendah dialirkan pada low pressure steam turbine. namun pengamatan secara manual tetap dilakukan oleh 3 orang pengamat untuk setiap blok PLTGU.7 kV yang kemudian dinaikkan menjadi tegangan 150 kV dan 500 kV yang kemudian disalurkan kepada pelanggan melalui saluran transmisi. Kondensasi terjadi di dalam kondensor dan pendingin yang digunakan adalah air laut yang telah dinetralkan.

Gambar 2.11 Skema Pembangkitan PLTGU [4] Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 44 .

Gangguan pada generator pembangkit tenaga listrik tersebut dapat diklasifikasikan seperti berikut ini : 3. Stator Hubung Singkat Tiga Fasa Salah satu penyebab fatal kerusakan pada bagian stator generator adalah arus lebih. dan distribusi tenaga listrik. penyaluran. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 45 . gangguan tidak dapat dihindari. Arus lebih yang ditimbulkan dapat mencapai 5% arus nominal [11]. bahkan hingga dapat merusak belitan itu sendiri. terdapat beberapa macam gangguan yang mungkin terjadi pada generator pembangkit tenaga listrik.1 Klasifikasi Gangguan Pada Generator Secara teknis.1 Gangguan Listrik (Electrical Fault) a.1. Hubungan singkat ini semacam ini menimbulkan arus yang besar yang dapat merusak peralatan.BAB III SISTEM PENGAMAN ELEKTRIS GENERATOR PADA PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK Dalam melaksanakan pembangkitan. termasuk generator. Gangguan kebanyakan merupakan hubungan singkat satu fasa atau antar fasa. Terjadinya arus lebih pada stator yang dimaksud adalah arus lebih yang timbul akibat terjadinya hubung singkat tiga fasa. 3. Gangguan ini dapat mengakibatkan overheat yang akan merusak isolasi belitan.

2 Gangguan Stator Hubung Singkat 2 Fasa c. Stator Hubung Singkat Satu Fasa ke Tanah Kerusakan akibat gangguan hubung singkat dua fasa masih dapat diperbaiki dengan menyambung atau mengganti sebagian konduktor. Stator Hubung Singkat Dua Fasa Gangguan hubung singkat dua fasa lebih berbahaya daripada gangguan hubung singkat tiga fasa. tetapi kerusakan laminasi besi (iron Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 46 . Arus lebih yang ditimbulkan dapat mencapai 25% arus nominal [11].1 Gangguan Stator Hubung Singkat 3 Fasa b. namun arus gangguan yang dihasilkan memiliki nilai yang hampir sama dengan hubung singkat dua fasa tanpa hubung singkat ke tanah. karena disamping akan menimbulkan kersakan pada belitan maka akan timbul pula fibrasi pada kumparan stator. Kerusaksan lain yang timbul adalah pada poros dan kopling turbin akibat adanya momen putar yang besar. Gangguan hubung singkat dua fasa juga ada yang disertai hubung singkat ke tanah.Gambar 3. Gambar 3.

maka belum akan menimbulkan masalah. Kehilangan Medan Penguat Hilangnya medan penguat akan membuat putaran mesin naik dan berfungsinya generator sebagai generator induksi karenak kehilangan kecepatan sinkronnya.3 Gangguan Stator Hubung Singkat 1 Fasa ke Tanah d. Kondisi ini akan berakibat overheat pada rotor dan pasak (slot wedger) akibat Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 47 . Rotor Hubung Tanah Pada rotor yang ungrounded. maka akan terjadi kehilangan arus pada belitan yang terhubung singkat melalui tanah. e. Tetapi apabila sisi lain juaga terhubung ke tanah. apabila salah satu sisi terhubung dengan tanah. timbul fibrasi yang berlebihan dan dapat merusak rotor secara fatal. sementara sisi lainnya tetap terhubung ke tanah. Akibat ketidakseimbangan fluksi yang terjadi. Gambar 3.lamination) akibat gangguan satu fasa ke tanah yang menimbulkan overheat akan merusak isolasi dan inti besi yang sangat serius. Arus lebih yang ditimbulkan dapat mencapai 70% arus nominal [11].

Hubng singkat pada belitan penguat. Pada turbin uap peristiwa motoring akan mengakibatkan overheat pada sudu-sudunya dan ketidak stabilan pada turbin gas. Generator Berfungsi Sebagai Motor Generator berfungsi sebagai motor atau motoring adalah peristiwa berubahnya fungsi generator menjadi motor akibat dari adanya daya balik (reverse power).induksi yang bersirkulasi pada rotor. Kerusakan sistem Automatic Voltage Regulator (AVR). Daya balik terjadi disebabkan oleh turunnya daya masukan dari prime mover. b. Adapun kehilangan medan penguat dapat disebabkan oleh : a. 3.1. d. Dampak kerusakan akibat motoring adalah lebih kepada penggerak itu sendiri. Pemanasan Lebih Setempat Pemanasan lebih setempat pada bagian stator dapat dimungkinkan oleh : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 48 . Jatuhnya (trip) saklar penguat. f. Kerusakan kontak sikat arang pada penguat. Tegangan Tembus Tegangan lebih yang melampaui batas maksimum yang diijinkan dapat berakibat tembusnya (breakdown) desain isolasi yang akhirnya akan menimbulkan hubung singkat antar belitan.2 Gangguan Mekanis (Mechancal Fault) a. Tegangan lebih dapat dimungkinkan oleh putaran lebih atau kerusakan pada pengaturan AVR. b. c.

dll. b.1. akan terjadi kerusakan belitan yang mengakibatkan kegagalan isolasi dan kebakaran. terminal ujung belitan.a. Kemungkinan kerusakan lain yang timbul adalah kerusakan PMT dan kerusakan kumparan stator akibat adanya kenaikan tegangan sesaat. Kesalahan Pararel Kesalahan dalam memparalel generator karena syarat sinkron tidak terpenuhi dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian poros dan kopling generator dan penggerak utamanya karena terjadi momen putar. c. Frekuensi Operasi Tidak Normal (Abnormal Frequency Operation) Perubahan frekuensi keluar dari batas normal di sistem akan berakibat pada ketidakstabilan turbin generator. Kerusakan pararel. Apabila suhu belitan melebihi batasan ratingnya.3 Gangguan Sistem (System Fault) a. d. Kerusakan bagian tertentu di dalam generator seperti pasak stator (stator wedges). 3. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 49 . Gangguan Pendingin Stator Gangguan pada pendingin stator akan menyebabkan overheat pada stator. Perubahan frekuensi sistem dapat dimungkinkan oleh hilangnya daya masukan dari unit pembangkit lain dalam sistem sehingga terjadi kekurangan pasokan daya pada sistem.

dan peristiwa lain yang cukup besar serta menimbulkan ketidakstabilan pada sistem. c. untuk itu diperlukan pemasangan pengaman cadangan. Pada kondisi ini generator harus dilepas dari sistem. Arus urutan negatif yang melebihi rating akan menginduksi arus medan berfrekuensi rangkap dengan arah berlawanan putaran rotor dan akan menginduksikan Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 50 . Arus Beban Kumparan Tidak Seimbang (Unbalanced Armature Curent) Pembebanan yang tidak seimbang pada sistem atau adanya gangguan satu fasa pada sistem yang menyebabkan beban pada generator tidak seimbang dan menyebabkan arus urutan negatif. Lepas Sinkron (Out of Synchronous) Adanya gangguan pada sistem akibat perubahan beban secara mendadak.b. hubung singkat. Keadaan ini akan menghasilkan arus puncak yang tinggi dan penyimpangan frekuensi operasi keluar dari yang seharusnya sehingga akan menimbulkan terjadinya stress pada belitan generator. maka generator akan kehilangan kondisi pararel. d. gaya putar berfluktuasi dan resonansi yang akan merusak turbin generator. switching. Pengaman Cadangan (Backup Protection) Kegagalan fungsi di depan generator pada saat terjadi gangguan di sistem akan menyebabkan gangguan masuk dan dirasakan oleh generator. Apabila peristiwa itu cukup dan melampaui batas kestabilan.

dan fluks magnetik berlebih pada stator). gangguan pada main transformers.5% himgga ±2% harga peralatan yang diamankan. Peran rele ini adalah berfungsi untuk [11]: • Membunyikan alarm dan menutup rangkaian trip dari pemutus rangkaian untuk membebaskan peralatan dari gangguan yang terjadi. rotor hubungan ketanah. • • • • • Melokalisir akibat dari gangguan untuk mengurangi potensi kerusakan. dan control element [11]. Membebaskan peralatan yang tidak bekerja normal untuk mencegah kerusakan peralatan. Memberikan petunjuk atau indikasi dari lokasi serta jenis gangguan Penggunaan rele merupakan penghematan ±0. Segera membaskan bagian yang terganggu. baik yang ditimbulkan dari luar generator (sebagai contoh. kenaikan suhu secara berlebih pada stator. hilangnya eksitasi generator. gangguan hubungan singkat pada jaringan transmisi. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 51 . Sistem pengaman Elektris Generator merupakan suatu alat yang digunakan untuk melindungi generator dari gangguan elektris. Rele ini berperan sebagai sensing element. dan pembebanan berlebih) maupun dari internal generator (sebagai contoh.arus pada rotor yang akan menyebabkan adanya pemanasan lebih dan kerusakan pada rotor. comparison element. Gangguan ini dapat dikenali dengan menggunakan suatu perangkat bernama rele.

4 Penempatan Peralatan Pengaman Elektris pada Generator [11] Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 52 . Adapun penempatan peralatan pengaman elektris pada generator adalah sebagai berikut [10]: Gambar 3.2 Klasifikasi Rele Pengaman Elektris Generator Terdapat beberapa macam rele yang umum digunakan sebagai pengaman elektris pada generator.3.

Arus hubung singkat yang terjadi di sekitar titik netral relatif kecil sehinga sulit untuk dideteksi oleh rele differensial. arus yang kecil tersebut akan mengalir dan menginduksikan tegangan pada sisi sekunder transformator. Dengan dipasang transformator tegangan. Sistem pentanahan ini dimaksudkan untuk mendapatkan nilai impedansi yang tinggi sehingga dapat membatasi arus hubung singkat agar tidak menimbulkan bahaya kerusakan pada belitan dan saat terjadi gangguan hubung singkat stator ke tanah. Rangkaian ini sangat baik karena dapat membatasi aliran arus nol yang mengalir ke dalam generator ketika terjadi Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 53 . Rele Tegangan Lebih (Overvoltage Relay) Pada generator yang besar umumnya menggunakan sistem pentanahan netral melalui transformator dengan tahanan di sisi sekunder. Untuk mengatasi hal tersebut digunakan rele pendeteksi tegangan lebih yang dipasang pada sisi sekunder transformator tegangan.Jenis rele yang umum digunakan pada sistem pengaman elektris generator yang memiliki rating daya output yang cukup besar adalah : 1. Tegangan yang muncul pada sisi sekunder transformator tegangan akan membuat rele tegangan berada pada kondisi mendeteksi apabila perubahan tegangan melebihi nilai settingnya dan generator akan trip.

hubung singkat fasa ke tanah di sisi tegangan tinggi transformator tegangan. Dengan demikian rele tegangan lebih yang dipasang harus mempunyai waktu tunda yang dapat dikoordinasikan dengan rele di luar generator. Adapun single line diagram rele gangguan tegangan lebih adalah sebagai berikut : Gambar 3. • Kesalahan operasi sistem eksitasi. • Pelepasan beban saaat eksitasi dikontrol secara manual. Adapun penyebab overvoltage adalah sebagai berikut: • Kegagalan AVR. • Pemisahan generator dari sistem saat islanding.5 Single Line Diagram Rele Tegangan Lebih pada Generator [2] Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 54 . Akan tetapi karena efek kapasitansi pada kedua belitan transformator dapat menyebabkan adanya arus bocor urutan nol yang dapat mengaktifkan rele tegangan lebih di sisi netral generator.

2. dimana jumlah arus deri 3 fasa tersebut generator. Rele ini akan mendeteksi gangguan hubung tanah yang terjadi pada sirkuit yang terhubung dengan sirkuit stator dari generator. Oleh sebab itu. Untuk membatasi pendeteksian gangguan hubung tanah yang terjadi pada stator generator saja dipakai rele hubung tanah terbatas. karena setiap gangguan hunung tanah menghasilkan arus urutan nol. tapi jika terdapat gangguan hubung tanah maka jumlah ini tidak sama dengan 0 lalu rele akan bekerja. harus ada rele arus hubung tanah yang harus dapat mendeteksi arus urutan nol. Rele Gangguan Stator Hubung Tanah (Stator Earth Fault Relay) Ganguan hubungan tanah adalah gangguan yang paling banyak terjadi. Rele hubung tanah terbatas sesungguhnya merupakan rele diferensial khusus yang dirangkai untuk mendeteksi gangguan stator hubung tanah. Arus gangguan hubung tanah yang terjadi belum tentu cukup besar untuk dapat mengoperasikan rele arus lebih. Adapun single line diagram rele gangguan stator hubung tanah adalah sebagai berikut : dijumlah lagi dengan arus yang dideteksi transformator arus pada konduktor pentanahan titik netral Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 55 . Rele gangguan tanah ini dipasang pada sirkuit stator seperti umumnya rele hubung tanah pada sirkuit 3 fasa yaitu dengan menjumlah melalui transformator arus ke 3 fasa yang ada. Jika tidak terdapat gangguan hubung tanah jumlah ini sama dengan 0.

Gambar 3.7 Single Line Diagram Rele Gangguan Stator Hubung Tanah Terbatas [9] Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 56 .6 Single Line Diagram Rele Gangguan Stator Hubung Tanah [11] Sedangkan single line diagram rele gangguan stator hubung tanah terbatas adalah sebagai berikut : Gambar 3.

Temperatur sudu-sudu akan naik akibat rugi gesekan turbin dengan udara. Akan tetapi pada generator juga dipasng rele daya balik yang berfungsi sebagai cadangan bila pengaman di turbin gagal bekerja. dikenal sebagai peristiwa motoring. Peristiwa motoring ini dapat juga menimbulkan kerusakan lebih parah pada turbin ketika aliran uap berhenti. Bila daya input ini tidak dapat mengatasi rugi-rugi daya yang ada maka kekurangan daya dapat diperoleh dengan menyerap daya aktif dari jaringan. Berubahnya aliran daya aktif pada arah generator akan membuat generator menjadi motor.3. sehingga daya aktif masuk ke generator dan daya reaktif dapat masuk atau keluar dari generator. Adapun single line diagram rele daya balik adalah sebagai berikut : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 57 . Untuk itu di dalam turbin gas dan uap dilengkapi sensor aliran dan temperatur yang dapat memberikan pesan pada rele untuk trip. Rele Daya Balik (Reverse Power Relay) Rele daya balik berfungsi untuk mendeteksi aliran daya balik aktif yang masuk pada generator. Pengaruh ini disebabkan oleh pengaruh rendahnya input daya dari prime mover. Selama penguatan masih ada maka aliran daya aktif generator sama halnya dengan saat generator bekerja sebagai motor.

maka rele rotor hubung tanah pada prinsipnya merupakan rele arus lebih untuk arus searah.8 Single Line Diagram Rele Daya Balik [11] Pada gambar tersebut. Adapun single line diagram rele gangguan rotor hubung tanah adalah sebagai berikut : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 58 . maka rele akan men-trip CB2. 4. Rele Gangguan Rotor Hubung Tanah (Rotor Earth Fault Relay ) Hubung tanah dalam sirkuit rotor. yaitu hubung singkat antara konduktor rotor dengan badan rotor dimana dapat menimbulkan distorsi medan magnet yang dihasilkan rotor dan selanjutnya dapat menimbulakn getaran (vibrasi) berlebihan dalam generator. Karena sirkuit rotor adalah sirkuit arus searah.Gambar 3. hal ini harus dihentikan oleh rele rotor hubung tanah. apabila terjadi gangguan pada F1. maka rele tidak akan men-trip CB2 karena arah aliran arus yng terbalik dari kanan ke kiri. apabila gangguan terjadi pada F2. Oleh karena itu.

sehingga terdapat arus yang mengalir pada rele dan membuat rele mendeteksi gangguan. Efek pemanasan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kerusaka pada struktur bagian-bagian rotor yang juga dapat menimbulkan getaranpada Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 59 . Arus urutan negatif ini akan menimbulkan medan magnet yang berlawanan arah terhadap rotor dan menghasilkan arus putar eddy. maka arus menjadi tak simetri {Ir = Ia+Ib+Ic = 3Iao}. 5. {Ir = Ia+Ib+Ic =0}. arus pusar ini akan menimbulkan panas yang pada akhirnya dapat menyebabkan overheat. namun ketika terjadi gangguan hubung singkat ke tanah.9 Single Line Diagram Rele Gangguan Rotor Hubung Tanah [11] Pada gambar di atas. Rele Fasa Urutan Negatif (Negative Phase Sequence Relay) Arus yang tidak seimbang pada stator akan menimbulkan arus urutan negatif dalam stator. ketika tidak ada gangguan maka arus simetri. Pada permukaan rotor.Gambar 3.

CT pertama dipasang pada bagian dekat pentanahan stator. Prinsip kerja rele ini adalah membandingkan arus yang masuk dan keluar dari kumparan stator generator. Rele arus urutan negatif berfungsi untuk mendeteksi dengan karakteristik invers. Hal ini dikareakan setiap jenis mesin sinkron memiliki harga yang berbeda.rotor. berarti terdapat gangguan dalam kumparan stator generator. I2 T K = Arus urutan fasa = waktu = karakteristik kerja Rumus tersebut menunjukkan hubungan antara arus negatif dan batas waktu yang diijinkan mengalir pada generator. 6. Adapun single line diagram rele diferensial adalah sebagai berikut : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 60 . sedangkan CT kedua dipasang pada bagian output stator. Karena material rotor memiliki batas temperatur yang dinyatakan dalam : I2 . Selisih arus yang terdeteksi di antara kedua zona inilah yang mengoperasikan rele diferensial. Rele Diferensial (Differential Relay) Rele ini berfungsi untuk mendeteksi gangguan dalam kumparan stator generator dan harus bekerja lebih cepat daripada rele arus lebih agar terdapat selektifitas. t = K Dimana. Apabila terdapat selisih.

I”2 =0 rele tidak kerja rele kerja rele tidak kerja 7. Arus yang berlebihan dapat terjadi pada kumparan stator generator atau di dalam kumparan rotor.I’’2 =0 Gangguan di K Gangguan di bus B Ir= I’2 Ir= I’2 . Adapun single line diagram rele arus lebih adalah sebagai berikut : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 61 .10 Single Line Diagram Rele Diferensial [11] Dalam keadaan normal Ir= I’2 . Rele Arus Lebih (Overcurrent Relay) Rele ini berfungsi mendeteksi arus lebih yang mengalir dalam kumparan stator generator. Arus yang berlebihan pada kumparan stator dapat terjadi karena pembebanan berlebihan terhadap generator.Gambar 3.

CB TC I CT Ir C Ip = Circuit Breaker = Trip Coil CB = Arus yang mengalir pada saluran yang diamankan = Transformator Arus = Arus yang mengalir pada rele = Rele arus lebih = Arus pick-up dari rele 8.11 Single Line Diagram Rele Arus Lebih [11] Keterangan. Penurunan frekuensi disebabkan oleh adanya kelebihan permintaan daya aktif di jaringan atau kerusakan regulator frekuensi.Gambar 3. Kisaran frekuensi yang diijinkan adalah ±3% sampai ±7% dari nilai frekuensi nominal. Rele Gangguan Frekuensi (Frequency Fault Relay) Rele ini berfungsi untuk mendeteksi adanya perubahan frekuensi dalam nilai yang besar secara tiba – tiba. Frekuensi yang turun menyebabkan naiknya arus magnetisasi pada generator yang Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 62 .

Kenaikan frekuensi disebabkan oleh adanya penurunan permintaan daya aktif pada jaringan atau kerusakan regulator frekuensi. sehingga apabila terjadi gangguan dalam generator itu sendiri atau pada input generator (turbin atau exciter). rele ini memberi kesempatan terlebih dahulu pada rele penghantar untuk mengatasi gangguan tersebut. Frekuensi yang naik akan menyebabkan turunnya nilai arus magnetisasi pada generator yang akan menyebabkan generator kekurangan medan penguat. serta elemen directional yang hanya melihat gangguan yang ada pada posisi output generator saja. Sensor rele ini berupa transformator tegangan. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 63 . Dengan adanya setting keterlambatan waktu. Pada turbin uap. transformator arus. Rele Impedansi (Impedance Relay) Rele ini berfungsi untuk mendeteksi gangguan antar fasa pada posisi output generator (di saluran penghantar atau feeder).akan menaikkan temperatur. rele tidak akan bekerja karena zona tersebut tidak berada dalam zona pengamanan yang dapat diamankan oleh rele impedansi. hal tersebut akan mereduksi umur blade pada rotor. 9. Sensor rele frekuensi dipasang pada tiap fasa yang keluar dari generator.

12 Single Line Diagram Rele Impedansi [11] Keterangan : C = elemen starting P = power directional D = elemen/rele jarak ratio Ur/Ir = Zfault Sinyal pada rele tidak tergantung pada arus gangguan. 10. Daya reaktif yang diambil dari sistem ini akan dapat melebihi rating generator sehingga Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 64 . tetapi tergantung jarak dimana gangguan terjadi. berhubungan dengan parameter saluran dimana Z = f ( I ). Rele Kehilangan Medan Penguat Rotor (Lost of Rotor Excitation Relay) Hilangnya medan penguat pada rotor akan mengakibatkan generator kehilangan sinkronisasi dan berputar di luar kecepatan sinkronnya sehingga generator beroperasi sebagai generator asinkron.Gambar 3.

dan gangguan lain. Gangguan tersebut akan berdampak pada tidak sinkronnya tegangan generator dan sistem.13 Diagram Rele Kehilangan Medan Penguat Rotor [7] Hilangnya medan penguat rotor dapat dideteksi dengan kumparan yang dipasang paralel dengan main exciter dan kumparan rotor generator. Rele Kehilangan Sinkronisasi (Out of Synchronism Relay) Peristiwa lepasnya sinkronisasi pada generator yang sedang beroperasi disebabkan oleh generator yang beroperasi melampaui batas stabilnya. Pada kumparan ini akan mengalir arus yang apabila nilainya kurang dari arus setting yang diinginkan. Untuk Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 65 .menimbulkan overload pada belitan stator dan menimbulkan overheat yang menimbulkan penurunan tegangan generator. maka akan membuat rele mengeluarkan sinyal alarm atau trip. 11. Gambar 3. Yang dimaksud dengan stabilitas adalah kemampuan sistem untuk kembali bekerja normal setelah mengalami sesuatu seperti perubahan beban. switching.

Rele impedansi merupakan backup bagi rele ini. Rele ini mendeteksi besar impedansi (arus dan tegangan sistem). Apabila kondisi sistem akan memasuki impedansi generator maka rele tersebut akan mengaktifkan rele untuk trip PMT generator.14 Single Line Diagram Rele Kehilangan Sinkronisasi [3] Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 66 . Gambar 3.mengamankan generator yang berkapasitas beban besar terhadap peristiwa ayunan beban dari kondisi tak sinkron digunakan rele lepas sinkron.

Kinerja dari pengaman ini dapat dimonitor dan dikontrol langsung melalui CCR PLTGU. Setting yang berlaku pada sistem pengaman elektris generator pada turbin gas PLTGU Gresik. Rating pada tiap generator berbeda karena disesuaikan dengan rating masing-masing generator.BAB IV APLIKASI SISTEM PENGAMAN ELEKTRIS GENERATOR PADA PLTGU GRESIK 4. Pada peralatan pengaman yang dibahas di bagian selanjutnya. Peralatan pengaman tersebut merupakan peralatan pengaman analog yang diproduksi oleh pabrikan Siemens Ltd. seluruh setting merupakan setting yang terdapat pada sistem pengaman elektris generator pada turbin uap PLTGU Gresik. namun setting dari masing-masing sistem pengaman elektris dapat diubah secara manual pada masing-masing modul sistem pengaman elektris.1 Peralatan Pengaman Elektris Generator Pada PLTGU Gresik terdapat sistem pengaman elektris dengan spesifikasi teknis yang sama untuk tiap generator pada masing-masing turbin gas dan turbin uap. analog dengan setting yang terdapat pada sistem pengaman elektris generator pada turbin uap PLTGU Gresik. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 67 .

Gambar 4.1 Single Line Diagram Sistem Pengaman Elektris Generator pada PLTGU Gresik Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 68 .

Generator Solid State Overvoltage Protection (Siemens 7RE2110/59G) Aplikasi Pengaman ini melindungi mesin dan perlengkapan listrik dari pengaruh efek tegangan lebih yang mungkin dapat merusak peralatan tersebut [2]. serta regulator tegangan (VR) yang terdapat pada generator tersebut.5 kV ±5% CT PT :: 10500/√3 / 100/√3 Volt Alarm :time time :: 1. hal ini berati terdapat de-eksitasi pada generator [2]. Kinerja Pengaman Terdapat dua tipe pengamanan yaitu single stages atau twostages. overvoltage yang tinggi menyebabkan rele akan lebih cepat memberikan sinyal trip. Karakteristik Rating : 150 MVA/10. c. Ketika terjadi overvoltage rendah maka rele akan lambat memberikan sinyal trip.4. Pengaman akan memberikan sinyal trip bagi CB apabila tegangan pickedup melebihi nilai yang dijadikan tolok ukur (set value) pada rele pengaman. b. Pada tipe pengamanan two-stages.1 a. tergantung pada ukuran dan jenis generator. tipe eksitasinya.5 sekon Setting : Trip U> : 120 Volt Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 69 .1.

jika generator lain terlepas dari sistem maka tegangan akan naik secara signifikan. ƒ Kenaikan tegangan bisa disebabkan oleh pelepasan beban.2 Siemens 7RE2110/59G d. ƒ Stage pertama (short time) umumnya diset dengan time delay selama 0.1 detik pada saat pelepasan beban penuh tidak menyebabkan trip (tegangan diset pada kurang lebih 140% tegangan nominal). Pada saat beban penuh. Dapat disimpulkan bahwa pengaman overvoltage bekerja bersama dengan karakteristik voltage-time dari VR. Rekomendasi Setting ƒ Setting perlindungan tegangan lebih berdasarkan pada kecepatan VR generator mengatasi fluktuasi tegangan sistem pengaman tidak boleh menggangu operasi normal dari VR.Gambar 4. Jika AVR tidak mampu mereduksi arus eksitasi dengan cepat. maka tegangan akan terus naik sebanding dengan eksitasi generator pada saat pelepasan beban. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 70 .

ƒ Stage kedua (long time) diset pada kurang lebih 120% tegangan nominal dan time delay diatur selama 2 detik tergantung pada kecapatan VR. b. Pengaman ini biasanya dipasangkan ke sistem Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 71 . 7UE22 mendeteksi gangguan tanah pada seluruh belitan termasuk titik bintang dari mesin. ƒ Untuk pengaman tipe single stage maka setting identik dengan setting long time stage pada two stage unit. Stator Aplikasi Earth Fault Protection 100% (Siemens 7UE2210/64G -1) Digunakan untuk mendeteksi gangguan tenah pada belitan stator mesin 3 fasa yang terhubung ke sistem melalui transformator. Pada saat terjadi gangguan. isolasi belitan tidak mengalami tambahan beban. ƒ Setting yang tepat diperoleh dari oscillograph (saat pelepasan beban penuh untuk mendapatkan kurva tegangan terhadap waktu).1. 4. Pengaman ini memberikan pengamanan untuk seluruh belitan stator [2]. sumber tegangan 20 Hz mengirim arus tanah dengan ukuran yang sangat kecil melalui earth fault point.2 a. Tegangan bias mempunyai besar ±1% dari tegangan rating fasa. Kinerja Pengaman Pengaman beroperasi dengan tegangan bias 20 Hz dan independen terhadap system fequency neutral displacement voltage. Pada saat terjadi gangguan tanah.

dengan transformator pentanahan. Karakteristik Rating CT ACT Bandpass Filter PT APT Bandpass Filter Setting Alarm :Trip Io> : 6 mA : 150 MVA/10. Nilainya berkisar 2 kali arus nominal yang diukur pada saat operasi (kondisi isolasi normal). Pengaman ini berkoordinasi dengan solid state earth fault protection 80% 7RE26 dan line connected earthing transformator. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 72 . Rekomendasi Setting Nilai setting untuk arus tanah pada sisi sekunder ditentukan dengan tes pada sisi primer.5 kV ±5% : 400/5 A : 20 Hz : 10500/√3 / 100/√3 Volt : 20 Hz : time time :: 0.3 Siemens 7UE2210/64G -1 d. c.2 sekon Gambar 4. pengaktifan rele dapat dilakukan pada saat mesin mati karena tidak ada bias [2].

3 Stator Earth Fault Protection 80% (Siemens 7RE2610/64G-2) a.1 detik [2]. Hal ini bertujuan agar pengaman tidak terkecoh dengan arus interferensi sehingga pengaman hanya akan mendeteksi arus gangguan saja.1. Pada peralatan ini. 4.Arus setting harus lebih besar dari arus interferensi yang disebabkan oleh arus interferensi earth fault pada sisi tegangan tinggi transformator. Pengaman ini mendeteksi perubahan tegangan yang muncul karena earth fault dan memberikan range perlindungan antara 80%-90% terhadap keseluruhan belitan yang terdapat pada stator [2]. Hal ini penting agar pengaman tidak mengeluarkan sinyal trip karena adanya arus interfensi tersebut. Setting waktu tunda yang direkomendasikan pada pengaman ini adalah 0. bukan arus interferensi. b. Pengaman ini dihubungkan dengan transformator pentanahan netral antara generator dengan bumi.5 kV ±5% CT PT :: 10500/√3 / 100/√3 Volt Alarm :time :- Setting : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 73 . Aplikasi Digunakan untuk mendeteksi adanya earth fault pada stator generator. Karakteristik Rating : 150 MVA/10. sensor dihubungkan pada belitan 500 V dari transformator pentanahan melalui pembagi tegangan 5:1.

4 Siemens 7RE2610/64G-2 c.Trip U> : 10 Volt time : 0. Kinerja Pengaman Pengukurn pengaman ini dilakukan dari sytem frequency neutral displacement voltage. Jika nilai RB semakin kecil.2 sekon Gambar 4. Rekomendasi Setting Pada saat terjadi earth fault eksternal.90 % belitan dilihat dari terminal mesin. Nilai tegangan interferensi yang diperbolehkan adalah kurang dari nilai pick-up pengaman stator earth fault. Tegangan ini dianggap sebagai fault dan akan diredam dengan menggunakan loading resistor RB. Pengaman ini juga berkoordinasi dengan stator earth fault 100% dan line connected earthing transformer [2]. Nilai pick-up dipilih untuk memberikan zona perlindungan S sebesar 80 % . tegangan interferensi dialirkan menuju sisi sekunder melalui kapasitor kopling (Ck) dari transformator. maka nilai interference voltage (tegangan gangguan) Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 74 . d. Resistor RB dan kapasitor CK membuat semacam pembagi tegangan.

RB ’ U0’ Gambar 4.5 Rangkaian Pengaman Stator Hubung Tanah Siemens 7RE2610/64G-2 V ω CK V ’ N 3 VHV 3 Gambar 4.yang terjadi akan semakin kecil. Hal – hal yang perlu diperhatikan agar sistem berjalan dengan baik adalah nilai arus tanah yang nilainya tidak boleh melebihi 10 A serta kapabilitas transformator pentanahan yang digunakan dan nilai dari loading resistor RB [2].6 Rangkaian Ekivalen pada Transformator Pentanahan Keterangan : VHV CK RB : V rating HV transformator : Total kapasitor kopling antara belitan HV dan LV transformator : Loading resistor dari transformator pentanahan dilihat dari sisi primer Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 75 .

Æ RB : U0’ x N ω CK UHV √3 = N x ω CK Dengan memperhatikan keselamatan K maka diperoleh : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 76 .N : Rasio belitan transformator pentanahan UN N = √3 ULV N 3 UN = 3 UN √3 √3 = UN ULV U0’ N xU’ 0 = √3 3 Dari rangkaian ekivalen diperoleh : RB : 1 ω CK RB = 3 x ω CK x RB’ = RB x 3 2 N U0’ x 3 UHV √3 zona pengaman S dan faktor 1 ω CK = U0’ x N 3 : UC 1 ~ ~ U0’ x N 3 : UHV √3 >> RB .

4 a. Karakteristik Rating : 150 MVA/10.U0’ x 3 x RB = 100 – S 100 UHV √3 Power Protection (Siemens K x N x ω CK x 4. b.1. Stage kedua memberikan backup pada stage pertama untuk mesin besar diperlukan dua sistem reverse power untuk memberikan backup pengaman secara komplit. Mempunyai dua stage waktu untuk memfasilitasi short time delay tripping saat trip valve tertutup dan long time delay trip saat trip valve terbuka.0 sekon time t2 : 10 sekon Setting : Psec (%) : (Panalog/2.8)*(Pa/Pn) Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 77 .5 kV ±5% CT PT : 10000/25/1 A : 10500/√3 / 100/√3 Volt Pa/Pn Un : 16% : 100 Volt time t1 : 1. Generator Aplikasi Reverse 7RM3410/32G) Digunakan untuk melindungi unit turbin generator dari kegagalan suplai energi ke prime mover yang menyebabkan berubahnya generator sinkron menjadi motor dan memutar turbin (mengambil energi dari jaring – jaring) [2].

Psec (W) : NU*NI*(Pa/Pn(%))*√3 P primary (MW) : TRU*TRI*Psec Gambar 4. timer delay diberikan untuk memberikan jangka waktu kepada possible transient reverse power following synchronization atau selama ayunan daya Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 78 . Rekomendasi Setting Saat terjadi reverse power. Akurasi sangat tinggi karena menggunakan time division multiplication. generator harus segera dilepas dari jaringan. Pengukuran daya aktif. Kinerja Pengaman Secara teknis sistem rele pengaman ini memiliki fitur berupa [2]: ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ d. Pengukuran tiga fasa.7 Siemens 7RM3410/32G c. Saat reverse power terjadi pada waktu trip valve dalam keadaan terbuka. Cocok untuk motor kecil dengan faktor daya rendah Dilengkapi dengan elemen kopling untuk trip valve status check.

5 a. Setting final pengaman adalah 0.6 %.8 % [2]. pengaman reverse power mempunyai setting 1.5 x dari setting rele reverse power yang terukur. Rotor Earth Fault Protection (Siemens 7UU22 10/ 64F) Aplikasi Digunakan untuk mendeteksi gangguan pentanahan tahanan tinggi dan rendah pada sirkuit eksitasi. Setting final pengaman adalah kurang lebih 0. b.5 detik untuk turbin gas) sudah cukup untuk menyediakan waktu untuk ayunan daya (power swing) yang terjadi karena penutupan control valve.1. hubung singkat tiga fasa). Misalnya. normalnya TD sebesar t2 sebesar 10 sekon.(power swing) yang terjadi saat kegagalan jaringan (contohnya. Karakteristik Rating : 150 MVA/10. 4. Untuk short time (saat trip valve tertutup) TD selama t1 2 sampai 3 detik (0.5 kV ±5% CT PT :: 10500/√3 / 100/√3 Volt Alarm : 80 kΏ Setting : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 79 . Gangguan pentanahan pada sirkuit eksitasi memungkinkan terjadinya terjadinya double earth fault yang pada akhirnya membahayakan rotor karena adanya ketidakseimbangan magnetik serta menaikkan suhu rotor karena kenaikan arus [2].

Rekomendasi Setting Setting nilai tahanan untuk sinyal alarm dan trip pada rele pengaman memiliki perbandingan120:1. Kinerja Pengaman Secara teknis sistem rele pengaman ini memiliki fitur berupa [2]: ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ d. Generator Negative Phase Sequence Protection (Siemens 7US22/24G) Aplikasi Digunakan untuk mendeteksi beban tidak seimbang pada generator 3 fasa.6 a. Tidak sensitif terhadap harmonisa pada tegangan eksitasi. Gangguan ini terjadi ketika terjadi hubung Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 80 . Tidak tergantung pada kapasitansi sirkuit rotor.Trip : 5 kΏ Gambar 4. Mampu mendeteksi rusaknya isolasi tahanan tinggi. 4.1. Memberikan 100% pengaman pada rotor. Mempunya output berupa alarm atau trip. Indikasi tahanan isolasi pada instrumen pengukuran.8 Siemens 7UU22 10/64F c.

Selain itu. Kinerja Pengaman Secara teknis sistem rele pengaman ini memiliki fitur berupa [3]: ƒ ƒ Memberikan 2 tingkat pengaman.1 : 1250 time time : 3 sekon : 3 sekon Setting : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 81 . b. Tujuan dari pemakaian pengaman ini adalah untuk mengukur kenaikan temperatur yang diakibatkan oleh arus urutan negatif dan men-trip kan CB begitu dicapai suhu maksimum yang diijinkan (± 70% dari suhu operasi) [3]. Beban yang tidak seimbang akan menaikkan medan putar kebalikan yang akan menaikkan frekuensi dari jaringan. Karakteristik Rating : 150 MVA/10. alarm dan trip. I2/In : 10% : 60% : 0. Arus Eddy yang terinduksi di dalam rotor akan menyebabkan overheating pada ujung – ujung rotor dan sela antara rotor dan stator. Tidak sensitif terhadap fluktuasi frekuensi sistem. pentanahan dengan tahanan rendah.5 kV ±5% CT PT : 10000/25/1 A :Alarm Trip I2/In K T c. Gangguan juga bisa terjadi karena putusnya line transmisi atau malfungsi pada kutub – kutub CB. dan gangguan fasa ke tanah.singkat antar fasa.

1. Generator Solid State Differential Protection (Siemens 7UD2110/87G) Aplikasi Merupakan pembanding di antara zona pengaman yang diamankan dari adanya gangguan. Gambar 4.383 A) Arus rele = 5750 6000 4.9 Siemens 7US22/24G d. Rekomendasi Setting Generator dengan daya lebih besar dari 100 MVA diseting untuk ketidakseimbangan sebesar ≤ 8% (turbo rotor) dan 12 % (salient pole).67 % Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 82 .7 a.ƒ Mempunyai sensitifitas dan akurasi yang tinggi. Pengaman ini mendeteksi adanya short circuit yang terdapat di antara zona yang x 8 % = 7. Misalnya diketahui : CT = 6000/5 A Rating Generator = 5750 A Unbalance max = 8% (0.

1 A : 150MVA/10. Short circuit yang terdapat pada zona di luar zona pengaman tidak akan dideteksi sebagai gangguan. 2. Perintah trip bersifat terpisah berdasarkan letak sensor yang mendeteksi. dan 3 fasa [3].diamankan. Sistem terdiri atas 2 CT pada tiap line fasa. Karakteristik Rating CT1 (Y Point Side) Matching CT CT2 (Bus Duct Side) CT PT Setting I/IN ::: 0. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 83 . Kinerja Pengaman Secara teknis sistem rele pengaman ini memiliki fitur berupa [3]: ƒ ƒ Memilki tiga sensor untuk pengukuran yang bersifat terpisah dengan kontrol yang terpusat.10 Siemens 7UD2110/87G c. yang digunakan untuk mendeteksi hubung singkat 1. b.5 kV ±5% : 10000/25/1 A :: 10000/25/1 A Matching Gambar 4.

Karakteristik Rating : 700 kVA/10. Rekomendasi Setting Picked up value pada pengukuran berada pada range I/IN ≥ 0. dan pengaman diferensial dari saluran [2].2.1. Nilai I/IN minimal adalah 2x arus nominal pada kondisi normal [3].ƒ ƒ ƒ d. Damping effect terhadap harmonisa besar karena memiliki filter yang baik.5 kV ±5%/0.0 sekon Setting : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 84 . Sensitivitas tinggi.0 time t1 : 3. Digunakan juga sebagai backup dari pengaman yang menggunakan teknik perbandingan seperti pengaman diferensial dari transformator. pengaman diferensial dari generator.8 a. Pada kondisi gangguan arus tetap stabil.5 kV CT PT : 100/1 A :K I>/IN :1 : 2. pengaman diferensial dari bus bar. b. 4. Generator Definite Time Overcurrent Protection (Siemens 7SJ3110/50-51E) Aplikasi Digunakan untuk mengamankan peralatan dari adanya gangguan hubung singkat pada sistem tegangan tinggi yang disuplai melalui satu titik.

Pada motor rotor sangkar nilai arus setting yang lebih besar dimungkinkan karena arus start yang besar (1. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 85 .5 kali). Rekomendasi Setting ƒ ƒ ƒ Nilai Isetting ≥ 20 % di atas arus pada beban maksimum.I>>/IN : 4. Kinerja Pengaman Secara teknis sistem rele pengaman ini memiliki fitur berupa [2]: ƒ Menggunakan timer stage dan start pada tiap fasa.11 Siemens 7SJ3110/50-51E c.3. ƒ d. Setting umum I/IN = 1.5 – 1 detik.15 sekon Gambar 4. Isetting dibuat 4 – 6 kali dari nilai arus rating dan t sebesar 0. Bisa menggunakan starter yang digunakan bersamaan pada 3 fasa dan timer.4 – 2.0 time t2 : 0. sehingga memungkinkan adanya waktu mulai dan waktu tunda yang berbeda pada masing-masing fasa. Pada transformator pemakaian sendiri.

Karakteristik Rating : 150 MVA/10. Time delay diatur agar ketika terjadi surge dengan ukuran kecil (masih diijinkan) rele tidak trip. Pada steam turbin. dengan waktu akting 50 – 150 ms.0 Hz time t1 : 15 sekon time t2 : 0. b.8 Hz : 47. atau regulator frekuensi.3 detik. Time delay diatur agar ketika terjadi arus start up rele tidak trip.5 kV ±5% CT PT :: 10500/√3 / 100/√3 Volt f1 f2 : 47. Perbedaan waktu antara sistem pengaman dan konsumen ≥ 0.9 a.1.5 sekon Setting : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 86 .ƒ ƒ ƒ ƒ Time delay untuk setting arus lebih diatur semakin kecil pada sensor yang terdekat dari generator. Generator Solid State Frequency Protection (Siemens 7RP2310 / 81G) Aplikasi Digunakan untuk mendeteksi adanya penurunan frekuensi secara tiba-tiba. Penurunan frekuensi disebabkan oleh adanya kelebihan demand dari daya aktif di jaringan. Under frequency menyebabkan naiknya arus magnetisasi pada generator yang akan menaikkan temperatur. kerusakan. hal tersebut akan mereduksi umur blade rotor [2]. 4.

under frequency tidak hanya berarti kenaikan arus tapi juga membahayakan kestabilan operasi. antara 40 – 69.12 Siemens 7RP2310/81G c. Pada beban induktif. Rekomendasi Setting Pada umumnya. Trip delay dapat dihubungkan dengan timer secara opsional. turbogenerator beroperasi pada frekuensi rating 95 % apabila MVA output berkurang secara perlahan. Pengukuran dapat diatur Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 87 . Kinerja Pengaman Secara teknis sistem rele pengaman ini memiliki fitur berupa [2]: ƒ ƒ ƒ ƒ d. Pada operasinya. Akurasi tinggi dan stabilitas yang cukup baik bergantung pada kontrol dengan error sebesar 6 mHz.Gambar 4.99 Hz. Terdapat 2 macam stage adjustable yang terpisah. dengan kenaikan sebesar 10 mHz. under frequency yang diterima adalah 48Hz (rating 50 Hz) dan 58Hz (rating 60 Hz) [2]. Range setting yang cukup luas.

b.5 s.5 kV ±5% CT PT : 10000/25/1 A : 10500/√3 / 100/√3 Volt Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 88 . terdapat satu sensor yang masing-masing mendeteksi frekuensi dan 2 pengaturan trip.4 s fN = 60 Hz Æ 0. Masalah stabilitas akan menyebabkan swing daya aktif yang menyebabkan terjadinya overload pada generator. rele akan trip 47 Hz pada t ≥ 0. rele diatur : 47.mengambil syarat jumlah pengambilan data sebanyak antara 5 – 70 kali pada setting waktu : fN = 50 Hz Æ 0.10 a. Di PLTGU. Trip terjadi ketika tahanan jaringan menurun akibat power swing [2]. rele akan trip 4. Pengaman out of step mendeteksi adanya power swing melalui pengukuran impedansi.1.12 s Pada penggunaannya. short circuit yang tidak diputuskan dengan cepat atau pemutusan sirkuit akan mengakibatkan naiknya reaktansi kopling yang mengakibatkan terjadinya network swing.08 – 1. Karakteristik Rating : 150 MVA/10. Generator Out of Step Protection (Siemens 7VM3110/78G) Aplikasi Pada jaringan tegangan tinggi skala besar.1 – 1. Gangguan ini akan membahayakan kestabilan sistem.8 Hz pada t ≥ 15 s.

Setting : I>/IN R/Xa R/Xb Ra Rb : 1,3 : 1,0 : 0,5 : 7,65 : 16,1 time t1 : 1 sekon time t2 : 1 sekon time t3 : 2 sekon time t4 : 1 sekon slip periode : 1x30m

Gambar 4.13 Siemens 7VM3110/78G c. Kinerja Pengaman Secara teknis sistem rele pengaman ini memiliki fitur berupa [2]: ƒ ƒ ƒ d. Terdapat empat karakter pengamanan. Memiliki karakter yang serupa dengan rele pengaman impedansi. Dapat dikombinasikan dengan rele pengaman impedansi. Rekomendasi Setting Rele pengaman ini dapat dikonfigurasikan dengan rele impedansi sebagai backup dari rele pengaman ini. Konfigurasi semacam itu digunakan pada rele pengaman elektris generator pada PLTGU Gresik. 4.1.11 Generator Impedance Protection (Siemens 7SL1810/21G)

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008

89

a.

Aplikasi Digunakan untuk mendeteksi gangguan hubung singkat antar fasa pada posisi output generator (di saluran penghantar atau feeder). Dengan adanya setting keterlambatan waktu, rele ini memberi kesempatan terlebih dahulu pada rele penghantar untuk mengatasi gangguan tersebut, sehingga rele ini berfungsi sebagai backup.

b.

Karakteristik Rating : 150 MVA/10,5 kV ±5% CT PT : 10000/25/1 A : 10500/√3 / 100/√3 Volt I>/IN R/Xa Ra U< : 1,1 : 1,0 : 5,44 : 65 volt t1 t2 t3 t4 : 0,5 sekon : 2 sekon : not used : not used

Setting :

c.

Kinerja Pengaman Sensor rele ini berupa transformator tegangan, transformator arus, serta elemen directional yang hanya melihat gangguan yang ada pada posisi output generator saja, sehingga apabila terjadi gangguan dalam generator itu sendiri atau pada input generator (turbin atau exciter), rele tidak akan bekerja.

d.

Rekomendasi Setting Setting waktu tunda diambil nilai yang lebih besar dari nilai waktu tunda rele penghantar. Rele ini merupakan backup dari

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008

90

rele penghantar, pada PLTGU Gresik, digunakan sebagai rele backup bagi rele lepas sinkron (Siemens 7VM3110/78G). 1.1.12 a. Generator Loss of Field Protection (Siemens 7UU2110/40G) Aplikasi Ketika medan penguat pada rotor hilang, generator akan kehilangan sinkronisasi dan berputar di luar kecepatan sinkronnya sehingga generator beroperasi sebagai generator asinkron. Daya reaktif yang diambil dari sistem ini akan dapat melebihi rating generator sehingga menimbulkan overload pada belitan stator, hal tersebut menimbulkan arus lebih yang mengakibatkan overheat yang dapat menurunkan tegangan output generator [3]. b. Karakteristik Rating CT PT : 150 MVA/10,5 kV ±5% : 10000/25/1 A : 10500/√3 / 100/√3 Volt : : 80° : 90° : 100° λ1 λ2 λ1 : 0,4 : 0,4 : 1,0 : 5 Volt t1 t1 t1 : 0,5 s : 0,45 s : 0,2 s

Voltage Divider : 10:1 pada tegangan rotor Setting α1 α2 α3 U< c.

: 20 Volt UR

Kinerja Pengaman Hilangnya medan penguat rotor dapat dideteksi dengan mendeteksi arus pada main exciter dan perubahan tegangan

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008

91

Adapun peralatan elektris yang digunakan sebagai penunjang operasional bagi sistem pengaman elektris generator yang terdapat pada seluruh generator pada PLTGU Gresik yaitu : 4. maka rele mengeluarkan sinyal alarm atau trip d.pada main exciter dan rotor generator.1 Power Supply (Siemens 7SV11) Sumber tegangan bagi sistem pengaman elektris generator diperoleh dari transformator pemakaian sendiri yang menghasilkan output tegangan line 380 V atau baterai cadangan dengan rating DC 220V. dipasang pada tegangan nominal main exciter-5% dan untuk setting trip. dan arus pada main exciter berkurang.2. 4. Rekomendasi Setting Untuk setting alarm. Tegangan DC 220V ini kemudian disalurkan pada modul power supply untuk diturunkan tegangannya menjadi tegangan kerja pada alat-alat yang Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 92 . Peralatan pendukung tersebut dapat sebagai pendukung input atau ouput. dipasang pada tegangan nominal main exciter-20%. Apabila nilai tegangan kurang dari nilai nominal setting. Output dari transformator pemakaian sendiri disalurkan pada rectifier hingga diperoleh tegangan DC 220V.2 Peralatan Pendukung Pengaman Elektris Generator Kinerja sistem pengaman elektris generator ditunjang oleh beberapa peralatan lain yang terhubung atau terintegrasi dengannya.

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 93 . Terdapat pengaman terhadap tegangan input yang terbalik polaritasnya. Aplikasi Mentransformasikan tegangan input DC 220V menjadi tegangan output DC ±15V dan ±24V untuk penggunaan pada kontrol sistem pengaman.Rating Daya Gambar 4. mulai dari control board hingga CB [1]. dan 250V : : +15 V : -15 V.digunakan pada sistem pengaman. Karakteristik V Input V Output : DC 60V. Fitur ƒ ƒ Tidak sensitif terhadap interferensi.Regulated . Saluran tegangan DC yang keluar dari power supply dipengaman oleh MCB sebelum masuk ke sistem pengaman. 110V. a. ±24 V : 100 mV : 100 W .Max ripple . 220V. 125V. b.Unregulated .14 Siemens 7SV11 c.

Pada penggunaan di lapangan. CVT digunakan untuk pengukuran tegangan tinggi dan tegangan ekstra tinggi. Pada penggunaan di PLTGU Gresik. rele. untuk tegangan di atas 1kV PT ini digantikan oleh CVT. rele.2. Pilihan tegangan input cukup banyak. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 94 . alat ukur. sedangkan PT digunakan untuk pengukuran pada tegangan rendah <1kV.2 Tegangan output termonitor. Capacitive Voltage Transformer (CVT) atau Transformator Tegangan Kapasitif adalah peralatan pada sistem tenaga listrik yang berupa transformator satu fasa step down yang dirangkai dengan pembagi tegangan kapasitif yang mentransformasi tegangan pada jaringan tegangan tinggi ke suatu sistem tegangan rendah yang layak untuk perlengkapan indikator.ƒ ƒ 4. CVT dipilih karena lebih ekonomis membuat pembagi tegangan kapasitif daripada membuat transformator dengan belitan tegangan tinggi. alat ukur. Potential Transformer Potential Transformer (PT) atau transformator tegangan merupakan peralatan pada sistem tenaga listrik yang berupa transformator satu fasa step down yang mentransformasi tegangan pada jaringan tegangan tinggi ke suatu sistem tegangan rendah yang layak untuk perlengkapan indikator. dan alat sinkronisasi [8]. dan alat sinkronisasi [8].

Di samping untuk pengukuran arus.2.15 Potential Transformer Pengukuran 150kV 4.Gambar 4. transformator arus juga digunakan untuk pengukuran daya dan energi. Kumparan primer transformator dihubungkan seri dengan rangkaian atau jaringan yang akan dikur arusnya sedangkan kumparan sekunder dihubungkan dengan meter atau dengan rele pengaman. pengukuran jarak jauh. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 95 . dan rele pengaman.3 Current Transformer Current transformer (CT) atau Transformator Arus adalah peralatan pada sistem tenaga listrik yang berupa transformator yang digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya hingga ratusan ampere dan arus yang mengalir pada jaringan tegangan tinggi atau tegangan menengah [8].

Ketika kontak PMT dipisahkan. maka timbul busur api (arc) di antara kontak PMT tersebut. Agar tidak mengganggu kestabilan Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 96 . Medan elektrik ini akan menimbulkan ionisasi yang mengakibatkan terjadinya perpindahan elektron bebas ke sisi beban sehingga muatan akan terus berpindah ke sisi beban dan arus tetap mengalir. Karena hal ini menimbulkan emisi thermis yang cukup besar.2.16 Current Transformer Pengukuran 150kV 4.4 Circuit Breaker Circuit breaker (CB) atau Pemutus Daya (PMT) adalah peralatan pada sistem tenaga listrik yang berfungsi untuk memutuskan hubungan antara sisi sumber tenaga listrik dan sisi beban yang dapat bekerja secara otomatis ketika terjadi gangguan atau secara manual ketika dilakukan perawatan atau perbaikan [8]. beda potensial di antara kontak tersebut menimbulkan medan elektrik di antara kontak tersebut.Gambar 4.

sehingga sistem dibuat tertutup dan gas SF6 yang telah ditiupkan ditampung pada penampung tersendiri. Sistem ini bersifat tertutup dan terpisah dari udara luar. udara bertekanan tinggi yang merupakan gas SF6 ditiupkan di antara kontak untuk menyingkirkan partikel bermuatan dari sela antara kedua kontak sehingga membuat arc semakin cepat padam. GT3. PMT tipe ini digunakan sebagai PMT generator karena lokasi PMT ini yang berada dalam gedung yang cukup sempit.1.2. Saat kontak terbuka dan arc muncul. dan GT 3. GT 1. GT 2.1.2. PMT tipe ini digunakan pada Gardu Induk Pembangkit 150 kV dan 500 kV serta PMT generator pada GT1.2.1. ukuran PMT SF6 ini juga mendukung PMT ini untuk dapat ditempatkan pada wilayah yang menyediakan tempat yang tidak terlalu besar. maka arc tersebut harus segera dipadamkan.sistem. Pada PLTGU Gresik. Gas SF6 dipilih karena sifat gas ini yang merupakan bahan isolasi dan pendingin yang baik. Seperti halnya PMT udara tekan. Gas ini tidak boleh bocor dan bercampur dengan udara luar. Pada PLTGU Gresik digunakan satu tipe PMT yaitu PMT SF6. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 97 . PMT jenis ini dirancang untuk menggunakan isolator kontak yang tidak mudah terbakar dan tidak menghambat pergerakan kontak sehingga pemadaman arc dapat dilakukan lebih cepat. GT2. maka untuk menghindari kegagalan isolasi digunakan PMT SF6 yang bagian luarnya diisolasi oleh gas SF6.

Agar dapat dilakukan perawatan ataut perbaikan pada PMT tersebut. PMS terletak di antara sumber tenaga listrik dan PMT serta di antara PMT dan beban [8]. Berdasarkan posisinya.2. dan PMS transformator. Mekanisme interlocking tersebut adalah : Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 98 .Gambar 4. Pada PMS terdapat mekanisme interlocking yang befungsi untuk mengamankan pembukaan dan penutupan PMS. PMS dibagi menjadi 3 macam yaitu PMS jaringan. Pada dasarnya PMS dipakai untuk membebaskan PMT dari tegangan yang tersambung kepada PMT tersebut. maka PMS harus dibuka agar pada PMT tidak terdapat tegangan dan PMT aman bagi teknisi. PMS bus.17 SF6 Circuit Breaker 500 kV 4.5 Disconnecting Switch Disconnecting switch (DS) atau Pemisah (PMS) adalah peralatan pada sistem tenaga listrik yang berfungsi sebagai saklar pemisah yang dapat memutus dan menyambung rangkaian dengan arus yang rendah (± 5A). biasa dipakai ketika dilakukan perawatan atau perbaikan.

6 Tripping Matrix (Siemens 7TA21) Tripping matrix yang digunakan pada PLTGU Gresik merupakan produk buatan Siemens Ltd yang sudah satu paket dengan sistem pengaman elektris yang digunakan. Saklar pembumian (Earthing Switch) dapat ditutup hanya ketika PMS dalam keadaan terbuka. PMS dapat ditutup hanya ketika PMT dan ES terbuka. a.ƒ ƒ ƒ ƒ PMS tidak dapat ditutup ketika PMT dalam posisi tertutup.2. PMT dapat ditutup hanya ketika PMS dalam kondisi telah terbuka atau telah tertutup. Aplikasi Digunakan pengaman untuk elektris menghubungkan dengan aktuator output yang sistem akan Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 99 .18 Disconnecting Switch 150 kV Pada GI PLTU 4. Gambar 4.

De-excitation.19 Siemens 7TA21 c.mengamankan generator seperti PMT atau valve. Sprinkler Device H. Sprinkler Device Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 100 . channel 1 dan channel 2 B. Rapid shut off. Sprinkler Device I. Unit CB Generator 1. b. Fitur ƒ ƒ 30 port input (kolom) 9 port output (baris) yang mewakili alamat trip. Output sistem pengaman elektris disalurkan pada bagian input (kolom) tripping matrix dan bagian output (baris) tripping matrix disambungkan pada aktuator. Karakteristik V Input V Output : max VDC ±24V : max VDC ±24V Gambar 4. channel 1 dan channel 2 F. channel 1 dan channel 2 E. Unit CB Generator 2. Unit Aux Switchover G. channel 1 dan channel 2 C. Unit Aux CB D. yaitu sebagai berikut : A.

20 Alamat Rele Pengaman pada Tripping Matrix Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 101 .ƒ ƒ Indikator untuk tiap input Dilengkapi alarm Gambar 4.

21 Siemens 7UW13 c.4. Fitur Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 102 . Terdiri atas modul trip relay yang mengkonversi sinyal output dari sistem pengaman menjadi perintah bagi kontak rele. a.2. Tiap modul trip relay terdiri atas tiga trip relay dengan dua kontak yang bersifat NO (Normally Open). Karakteristik V Input V Output : max VDC ±24 V : max VDC ±24V Gambar 4. Aplikasi Digunakan untuk memberikan sinyal trip pada CB berdasarkan sinyal yang tersalurkan dari tripping matrix. b.7 Trip Rele Sub System (Siemens 7UW13) Trip Rele Sub System yang digunakan pada PLTGU Gresik merupakan produk buatan Siemens Ltd yang sudah satu paket dengan sistem pengaman elektris yang digunakan.

ƒ ƒ Terdapat dua kanal kontrol trip rele yang dapat dimonitor dan memiliki indikator kegagalan. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 103 .ƒ Terdiri atas 1-2 modul trip rele dimana masing-masing modul memiliki 3 high speed trip rele dengan waktu respon 5ms. Indikator dapat direset.

(Halaman ini sengaja dikosongkan) Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 104 .

dan 4 unit PLTG.BAB V PENUTUP 5. Sistem pengaman elektris generator merupakan suatu alat yang digunakan untuk melindungi generator dari gangguan elektris. • • Melokalisir akibat dari gangguan untuk mengurangi potensi kerusakan. Membebaskan peralatan yang tidak bekerja normal untuk mencegah kerusakan peralatan. baik yang ditimbulkan dari luar generator maupun dari dalam generator itu sendiri.1 Kesimpulan Dari beberapa referensi yang diperoleh dan survei lapangan selama pelaksanaan kerja praktek tentang sistem pengaman elektris generator pada PLTGU Gresik. 4 unit PLTU. 2. 3. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 105 . Jawa Timur dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu : 1. PT PJB Unit Pembangkitan Gresik merupakan unit kerja dari PT PJB yang bertanggung jawab atas pengoperasian dan pemeliharaan serta pembangkitan tenaga listrik dari 3 blok PLTGU. Fungsi utama Sistem pengaman elektris generator pada PLTGU Gresik adalah : • Membunyikan alarm dan menutup rangkaian trip dari pemutus rangkaian untuk membebaskan peralatan dari gangguan yang terjadi.

Generator Definite Time Overcurrent Protection i. Stator Earth Fault Protection 80% d. Generator Solid State Differential Protection h. Generator Solid State Overvoltage Protection b. Generator Negative Phase Sequence Protection g. yaitu : a. Sistem pengaman elektris generator pada PLTGU Gresik terdiri atas 12 macam pengaman. Segera membaskan bagian yang terganggu. Generator Solid State Frequency Protection j. Stator Earth Fault Protection 100% c. Generator Loss of Field Protection Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 106 . Generator Impedance Protection l. Generator Out of Step Protection k. Memberikan petunjuk atau indikasi dari lokasi serta jenis gangguan. Generator Reverse Power Protection e.5% himgga ±2% harga peralatan yang diamankan. Sistem pengaman elektris generator pada PLTGU Gresik pada tiap blok turbin gas dan turbin uap memiliki sistem dan jenis yang sama namun memiliki rating peralatan yang berbeda sesuai dengan rating daya masing-masing generator. Penggunaan rele merupakan penghematan ±0. 5. Rotor Earth Fault Protection f.• • • 4.

karena selama ini data yang disimpan dalam bentuk kertas atau buku banyak sekali yang hilang. Penggunaan sistem informasi digital terpusat dalam mengakuisisi dan menyimpan data pada sistem pengaman. 4.2 Saran Dari beberapa referensi yang diperoleh dan survei lapangan selama pelaksanaan kerja praktek tentang sistem pengaman elektris generator pada PLTGU Gresik. sehingga data dapat diakuisisi. Penggunaan sistem koordinasi rele yang dapat dimonitor dan dikontrol secara realtime melalui komputer dan terhubung dengan suatu pusat data dan kontroler yang tersambung dengan P3B. Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 107 .6. dan disimpan dengan lebih mudah. 2. Jawa Timur dapat diberikan beberapa saran yaitu : 1. 5. Sistem pengaman elektris generator pada PLTGU Gresik bekerja secara otomatis dan dimonitor melalui CCR. Penggunaan bahan bakar gas secara penuh pada tiap blok PLTGU dan mengeliminasi penggunaan bahan bakar minyak untuk meningkatkan kinerja pembangkit hingga mencapai kemampuan maksimum dan mengurangi biaya pokok pembangkitan. diolah. sehingga keseluruhan kinerja pengaman dapat juga dimonitor dan dikontrol melalui P3B. 3. sehingga dapat lebih mudah diperoleh dan diolah. Data mengenai peralatan yang ada di PT PJB UP Gresik dijadikan data digital.

5.

Penggunaan sistem koordinasi terpusat untuk setting rele, sehingga rele dapat di-setting secara manual melalui tiap modul rele pengaman, dan juga secara online melaui CCR.

6.

Sebaiknya rele analog yang sudah cukup tua diganti dengan rele digital yang bersifat integrated yang mampu menangani beberapa fungsi rele sekaligus, sehingga koordinasi tiap fungsi rele akan lebih mudah.

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008

108

DAFTAR PUSTAKA

[1] _. Gresik Combine Cycle Power Plant Maintenance Manual 22-28. Siemens Ltd. [2] _. Gresik Combine Cycle Power Plant Maintenance Manual 22-29. Siemens Ltd. [3] _. Gresik Combine Cycle Power Plant Maintenance Manual 22-30. Siemens Ltd. [4] _. Profil Unit Pembangkitan Gresik.2007. PT PJB. Gresik. [5] http://www.ptpjb.com [6] http://www.pjbservices.com [7] Institution of Electrical Engineers Team. 1995. Power System Protection. University Press of Cambridge. London. [8] L.Tobing, Bonggas. 2003. Peralatan Tegangan Tinggi. Erlangga. Jakarta. [9] Masson, C Russel. 2005. The Art and Science of Protective Relaying. General Electric Ltd. [10] Marsudi, Djiteng. 2005. Pembangkitan Energi Listrik. Erlangga. Jakarta. [11] Wahyudi. 2008. Diktat Mata Kuliah Sistem Pengaman Tenaga Listrik Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS. Surabaya.

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008

(Halaman ini sengaja dikosongkan)

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008

Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 .LAMPIRAN 1. Alamat Rele Pengaman pada Tripping Matrix. Single Line Diagram Sistem Pengaman Elektris Generator PLTGU Gresik. 2.

(Halaman ini sengaja dikosongkan) Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 .

1 Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 .

2 Laporan Kerja Praktek Bidang Studi Teknik Sistem Tenaga Jurusan Teknik Elektro FTI – ITS 2008 .

KATA PENGANTAR .

DAFTAR ISI .

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN

BAB II PROFIL PT PEMBANGKITAN JAWA BALI (PJB) UNIT PEMBANGKITAN GRESIK .

BAB III SISTEM PENGAMAN ELEKTRIS GENERATOR PADA PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK .

BAB IV APLIKASI SISTEM PENGAMAN ELEKTRIS GENERATOR PADA PLTGU GRESIK .

BAB V PENUTUP .

DAFTAR PUSTAKA .

LAMPIRAN .

RIWAYAT HIDUP PENULIS .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful