Anda di halaman 1dari 4

Pemasangan Gardu Induk

2.4.1 Perancangan Gardu Induk merupakan kunci dari system tenaga listrik dank arena itu tidak dapat dirancang terpisah dari bagian system yang lain. Pertama-tama berdasarkan taksiran kebutuhan tenaga listrik, dirancangkan system tenaga listrik secara menyeluruh, termasuk unsure-unsur pembangkit, transmisi, transformasi dan distribusi, dan bersamaan dengan itu dirancang pula gardu induk yang merupakan titik simpul dalam jaring-jaring system. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan adalah : a. Kecenderungan kenaikan kapasitas dalam system meliputi jumlah trafo, jumlah rangkaian cabang yang harus dibangun pada tahap permulaan beberapa kapasitas tambahan yang harus disediakan untuk perluasan yang akan datang. Perbandingan ekonomis tentang mana yang lebih baik. Apakah memasang pemutus beban kecil dulu untuk kemudian diganti dengan yang lebih besar atau sekaligus memasang yang besar sejak permulaan, tergantung dari perkiraan kecepatan naiknya kapasitas system. b. Sifat GI ; dalam hal ini ditentukan apakah akan dipakai system ril tunggal ataukah system ril ganda ; ini tergantung pula pada sifat dan pentingnya GI. c. Kwalitas tenaga yang harus diberikan; jangkauan (range) penyetelan tegangan ril dan dasar daya reaktif yang harus dikompesasikan atau dibangkitkan sudah harus masuk dalam rencana. Keandalan penyediaan oleh system transmisi masing-masing harus pula diketahui. Pemilihan pengaturan cara hubung singkat tergantung dari dapat tidaknya tenaga diambil dari GI lain atau saluran transmisi lain, atau perlu tidaknya menyediakan system ril ganda, apabila aliran terhenti karena gangguan atau karena pemutusan yang disengaja. Juga alat-alat pengaman harus direncanakan sesuai dengan keandalan yang diperlukan. d. Keadaan setempat: jenis gardu induk ditentukan oleh letaknya; ditengah atau di luar kota. Dalam keadaan tertentu perlu diusahakan langkah-langkah untuk mengatasi persoalan suara berisik di GI. Dalam perancangan harus diperhatikan pula keindahan kota. 2.4.2 Detail rancangan Detail yang harus ditentukan dalam perancangan adalah : a. Kapasitas GI dan jumlah trafo b. Tegangan ril c. Banayaknya saluran transmisi

d. Jangkauan penyetelan tegangan ril dan kapasitas dari alat pengubah fasa. e. Jumlah GI f. Lokasi GI dan luasnya g. Hubungan rangkaian utama 2.4.3 Perencanaan Dalam perencanaan yang perlu disiapkan adalah Rencana dasar dan Rencana Detail Dalam rencana dasar hal-hal berikut harus ditetapkan lebih dahulu sebelum dimulai rencana detail: a. Hubungan rangkaian utama b. System pemakaian sendiri c. Kapasitas pembawa arus dari ril-rilnya d. Kapasitas pemutus dari pemutus beban e. Jenis penghantar ril f. Tahanan pengetanahan yang diperlukan g. Keadaan udara, ialah suhu maksimum dan minimum, ketinggian terhadap permukaan laut, kecepatan angina, pengaruh kontaminasi. h. Persyaratan dari lingkungan i. Sistem control dan pengamanan dari saluran transmisi Pada saat rencana dasar mendekati penyelesaian, rencana detail dimulai; demikian juga pemilihan tempat, pembelian tanah, pengukuran tahanan tanah, pengukuran tanah dan studi pondasi. Rencana detail memuat hal-hal berikut : a. Spesifikasi alat yang dibeli b. Lembar-lembar studi perencanaan ( design study sheets), yang terdiri dari kebijaksanaan, perencanaan, laporan survey, data pembandingdari berbagai gagasan perencanaan, perhitungan rencana dan alas an pemilihan alat. 2.4.4 Tata Peralatan dan Gedung Hal yang penting dalam penentuan luas tanah GI adalah bagaimana menata peralatan dan gedung-gedungnya. Selanjutnya hal ini dengan sendirinya ditentukan terutama oleh pemilihan hubungan rangkaian utama, arah dari saluran cabang dan jenis dari penghantar ril.

Kecuali itu perlu diperhatikan pula hal-hal sebagai berikut : a. Jika mungkin, gedung utama harus dibangun di tengah dan menghadap ke selatan untuk menghemat kabel control dan untuk memudahkan operesi sehari-hari. b. Susunan peralatan yang teratur dan tata ruang seluruhnya yang sederhana. c. Ruang untuk rencana perluasan yang kan datang. d. Pemutus beban dari trafo saluran cabang dan pemutus beban penghubung ril disusun sewdemikian sehingga aliran arus pada keadaan operasi normal adalah seimbang. e. Panel-panel pembantu dan kompresor udara untuk peralatan hubung harus ditempatkan di dekat alat yang memerlukannya. 2.4.5 Pemilihan Lokasi Bila rencana dasar telah mendekati penyelesaian, pemilihan lokasi dimulai. Pada tahap ini hal-hal berikut harus diperhatikan : a. Hubungan geografis dengan daerah asuhan komsumsi b. Mudahnya saluran transmisi masuk c. Harga tanah d. Mudahnya pengerjaan tanah e. Keadaan lingkungan f. Jalan untuk pengangkutan alat-alat berat. g. Persoalan pembuangan air dan tingginya banjir h. Air untuk pembangunan dan air pendingin 2.4.6 Pemasaangan Peralatan Pemasangan peralatan dalam gardu induk harus dilakukan dengan secermat cermatnya, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Agar jadwal dapat ditepati, semua bahan dan alat-alat kerja harus diperiksa dan dipersiapkan sebaik-baiknya. b. Instalasi dan penyetelan peralatan baru dilakukan sesuai konstruksi dan cara pemasangannya dipelajari dengan baik c. Semua peralatan listrik harus ditangani dengan hati-hati karena biasanaya terdiri dari bagian-bagian yang mudah pecah.

d. Jenis dan jumlah bagian-bagian logam dari isolator dan kabel harus diperiksa baikbaik agar tidak terjadi kekeliruan pemasangan karena rupanya sering sama, meskipun ukuran, kekuatan dan tempat pemasangannya berbeda. e. Pemindahan peralatan yang besar atau panjang perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengenai bagian gardu yang bertegangan. f. Bushing dan pelat-pelat terminal tidak boleh dikenakan beban lebih. g. Tempat pemotongan kawat penghantar harus dipilih sebaik-baiknya dan klem dipasang setepat-tepatnya. h. Dalam pengerjaan kabel atas tanah kontruksi penopang tidak boleh dibebani teganagan (stress) yang berlebihan. i. Untuk mencegah terjadinya kekeliruan pada instalasi atau sambunagan kabel control harus dipasang tanda-tanada dengan huruf guna menunjukkan tempat-tempat yang harus dihubungkan. j. Kabel-kabel control tidak boleh dikenakan tegangan (stress) yang berlebihan, sarung kabel sebaiknya ditanahkan pada kedua ujungnya.