Anda di halaman 1dari 24

KOMPARASI PENGGUNAAN KAYU DAN BAJA RINGAN SEBAGAI KONSTRUKSI RANGKA ATAP PADA BENTANGAN 9 METER

TUGAS PENGGANTI UJIAN


Dibuat untuk sebagai pengganti ujian mata kuliat Teknik Penulisan dan Presentasi

Disusun oleh

KHAIRUL MAULANA RACHMAYANI 09.01.1335

SEKOLAH TINGGI TEKNIK ISKANDAR THANI BANDA ACEH 2012

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb. Syukur Alhamdulillah kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karuniaNYA yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Teknik Penulisan Dan Presentasi ini, yang merupakan Tugas pengganti ujian mata kuliah tersebut pada Fakultas Teknik jurusan Sipil Sekolah Tinggi Teknik Iskandar Thani Banda Aceh. Shalawat beriring salam juga tak lupa penulis haturkan kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW, yang telah membawa kita semua dari alam kebodohan kealam yang penuh dengan ilmu pengetahuan. Dalam Penyelesaian Tugas ini, penulis telah banyak memperoleh pengarahan dan bimbingan, sehingga keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada ibu Ir. Nurlely sebagai dosen pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktu, tenaga dan ilmu untuk membimbing penulis dan juga pada teman-teman yang telah mendukung dalam penyelesaian Tugas ini. Penulis sepenuhnya menyadari bahwa penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi penyajian maupun pembahasannya. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan demi kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang. Banda Aceh, Februari 2012

Hormat saya, Penulis

Khairul Maulana Rachmayani NIM : 09.01.1335

ABSTRAK

Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat, berimplikasi pada pertumbuhan kebutuhan sandang, pangan dan papan/perumahan. Kebutuhan perumahan akan berdampak pada kebutuhan akan material bangunan, salah satunya adalah material kayu, dimana jenis bahan ini sangat diperlukan dalam pembuatan rumah seperti pada pembuatan kusen, pintu dan jendela, terutama pada konstruksi kuda-kuda dan atap. Menipisnya persediaan bahan kayu akibat illegal loging, maka diciptakan bahan lain sebagai penggantinya bahan kayu yaitu jenis baja ringan / Truss. Untuk membandingan nilai ekonomis kedua bahan ini, maka diperlukan analisis perbandingan harga konstruksi atap rangka kayu dengan harga kosntruksi atap rangka baja ringan/truss pada panjang bentang 9 m, kemudian membandingkan besarnya biaya yang dibutuhkan pada masing-masing konstruksi rangka atap dari kedua bahan material tersebut. Berdasarkan dari hasil analisis biaya konstruksi atap rangka kayu dan atap rangka baja ringan pada panjang bentang yang sama yaitu 9 m, terdapat selisish Biaya yaitu sebesar Rp. 1.079.390,00.- dengan persentase senilai 7,8 % terhadap biaya konstruksi atap rangka kayu. Hasil analisis biaya ini hanya menghitung biaya bahan baku yang digunakan pada konstruksi rangka atap saja dan belum termasuk biaya pengecetan kayu yang biasanya berfungsi untuk melindungi kayu dari serangan rayap atau serangga. Maka Biaya yang dibutuhkan untuk pengerjaan Konstruksi Rangka Atap pada bentang 9 m lebih murah dengan menggunakan bahan material baja ringan/truss dibandingkan dengan menggunakan bahan material kayu.

Kata Kunci : Konstruksi Rangka Atap, Kuda kuda, Panjang Bentangan, Bahan Material Kayu, Bahan Material Baja Ringan/Truss, Analisis Biaya.

ii

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR .................................................................................... ABSTRAK ...................................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ................................................................... 1.1. Umum ............................................................................... 1.2. Latar Belakang ................................................................. 1.3. Tujuan Penelitian ............................................................... 1.4. Pembatasan Masalah ................................ ......................... 1.5. Metodologi ................................ .......................................

i ii iii 1 1 1 2 2 3

BAB

II

TINJAUAN PUSTAKA .......................................................... 2.1. Konstruksi Rangka Atap ................................................... 2.2. Konstruksi Rangka Atap Kayu ......................................... 2.3. Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan .............................. 2.2. Kelebihan Dan Kekurangan ..............................................

4 4 4 6 9

BAB

III HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................... 3.1. Analisis Atap Rangka Kayu .............................................. 3.2. Analisis Atap Rangka Baja Ringan ................................... 3.2. Hasil Analisis Total Biaya ................................................

11 11 13 13

BAB

IV KESIMPULAN DAN SARAN ............................................... 4.1. Kesimpulan ....................................................................... 4.2. Saran .................................................................................

16 16 17

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... LAMPIRAN GAMBAR ...............................................................................

18 19

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Umum Atap adalah suatu bagian dari bangunan yang berfungsi sebagai penutup

seluruh ruangan yang ada di bawahnya terhadap pengaruh panas, debu, hujan, angin atau untuk keperluan perlindungan. Dalam kedudukannya sebagai bagian paling atas dari suatu konstruksi bangunan rumah hunian maupun gedung, atap membutuhkan suatu Konstruksi Rangka Atap. Rangka atap atau kudakuda adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga berat sendiri dan sekaligus memberikan bentuk pada atap. Pada dasarnya konstruksi kudakuda terdiri dari rangkaian batang yang membentuk segitiga. Setiap susunan rangka batang haruslah merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja padanya tanpa mengalami perubahan bentuk.

1.2

Latar Belakang Seiring pesatnya pertambahan jumlah penduduk saat ini, maka hal yang

sangat berdampak yaitu pada kebutuhan akan tempat tinggal. Dengan pertambahan jumlah penduduk yang sangat cepat serta beraplikasikan pada kebutuhan akan perumahan, maka hal ini akan berdampak pula pada kebutuhan material bahan bangunan, salah satunya adalah material dari bahan kayu. Karena semakin menipisnya persediaan kayu, maka diciptakanlah jenis material lain yang dapat menggantikan peranan material kayu ini, salah satu contohnya yaitu Baja Ringan/Truss. Baja ringan ini masih sangat minim penggunaannya, tetapi apabila dibandingkan dengan kayu, maka baja ringan ini sangat mudah dikerjakan dan sangat menghemat waktu.

Maka dalam hal ini penulis akan melakukan Komparasi Penggunaan Kayu Dan Baja Ringan Sebagai Konstruksi Rangka Atap Pada Bentangan 9 Meter, yang nantinya dari hasil analisis ini dapat dilihat perbandingan harga dan biaya antara kedua bahan material tersebut.

1.3

Tujuan Penulisan Tujuan penulisan dari Analisa Perbandingan Konstruksi Atap Rangka Kayu

dan Atap Rangka Baja Ringan ini diantaranya adalah : Membandingkan kelebihan dan kekurangan antara rangka atap kayu dengan atap baja ringan. Menganalisis bahan - bahan yang dibutuhkan untuk konstruksi atap pada panjang bentang 9 m dengan menggunakan rangka kayu. Menganalisis bahan - bahan yang dibutuhkan untuk konstruksi atap pada panjang bentang 9 m dengan menggunakan rangka baja ringan/truss. Menganalisis harga dan biaya yang dikeluarkan untuk konstruksi atap pada panjang bentang 9 m dengan menggunakan rangka kayu. Menganalisis harga dan biaya yang dikeluarkan untuk konstruksi atap pada panjang bentang 9 m dengan menggunakan rangka baja ringan/truss. Membandingkan hasil analisis harga dan biaya yang dikeluarkan untuk konstruksi atap pada panjang bentang 9 m dengan menggunakan rangka kayu dan baja ringan/truss.

1.4

Pembatasan Masalah Untuk laporan penulisan ini penulis membatasi penulisan dengan hanya

membahas kelebihan dan kekurangan dari bahan material kayu dan baja ringan serta besarnya perbandingan harga dan biaya atap rangka kayu dan atap rangka baja ringan pada pada panjang bentang 9 m berdasarkan data - data yang diperoleh penulis.

1.5

Metodelogi Metodologi penulisan dalam penyusunan laporan ini, secara garis besar

dapat dilihat pada gambar diagram alur dibawah ini :

Gambar 1. Diagram Alur Penelitian.

Data - data diperoleh dari berbagai sumber serperti : dari hasil study literatur No. 32 Vol.1 Thn. XVI November 2009 (Yervi Hesna dan Elim Hasan yang merupakan Staff Pengajar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas serta Harri Novriadi yang merupakan Asisten Lab. MKR Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas), dan Daftar harga bahan konstruksi bangunan (internet). Data - data tersebut kemudian diolah/dianalisis untuk mendapatkan hasil perhitungan atap rangka dari bahan kayu dan baja ringan. Dari hasil perhitungan tersebut, kemudian dilakukan analisis perbandingan harga dan biaya antara konstruksi atap rangka kayu dan konstruksi atap rangka baja ringan pada pada panjang bentang yang sama yaitu 9 m. Analisis dilakukan pada hitungan besarnya kebutuhan material yang diperlukan sekaligus besarnya biaya yang akan dikeluarkan untuk konstruksi atap rangka kayu dan konstruksi atap rangka baja ringan pada panjang bentang 9 m.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Konstruksi Rangka Atap Konstruksi rangka atap adalah bagian paling atas dari suatu bangunan yang

merupakan Struktur rangka batang yang diletakkan pada sebuah bidang dan saling dihubungkan dengan sendi pada ujungnya, sehingga membentuk suatu bagian bangunan yang terdiri dari segitiga-segitiga. Permasalahan konstruksi rangka atap tergantung pada jenis bahan material strukturnya, bentuk dan luas ruang yang harus dilindungi, serta lapisan penutupnya. Pengaruh lingkungan luar seperti panas (sinar matahari), cuaca (air hujan dan kelembaban udara), serta keamanan dari kebakaran (petir dan bunga api) terhadap konstruksi atap, mengharuskan kita untuk berfikiran bijak dalam menentukan pilihan jenis bahan material pembuatan struktur rangka atap agar konstruksi rangka atap tersebut memenuhi kebutuhan terhadap keamanan dan kenyamanan serta keindahan suatu bangunan.

2.2

Konstruksi Rangka Atap Kayu Konstruksi rangka atap kayu adalah suatu konstruksi yang berfungsi bagai

penahan beban penutup atap, yang melindungi penghuni rumah dari panas matahari, angin dan air hujan, yang strukturnya terbuat dan rangka kayu. Konstruksi atap rangka kayu memiliki elemen-elemen sebagai berikut : a. Kuda-kuda Kuda-kuda merupakan penopang (iga-iga) yang menyalurkan gaya tekan, sedangkan balok dasar pada kuda - kuda yang berfunfsi sebagai penahan dasar gaya tarik, serta tiang tengah (ander) yang mendukung balok bubungan (molo) dan menerima gaya tekan.

b.

Gording Sebagai penyangga kasau (usuk) yang terletak pada kuda - kuda penopang

(dibutuhkan jika jarak antara bantalan dan bubungan > 2 m). c. Kasau / Usuk Kasau / Usuk merupakan balok melintang di atas balok dinding (bantalan), gording, dan bubungan serta berfungsi sebagai penyangga reng. Ujung bawah kasau diteruskan menonjol pada dinding rumah ke luar, membentuk lebar tritisan yang dikehendaki. d. Reng Reng merupakan bilah yang melintang di atas kasau dan berfungsi sebagai tempat menempatkan posisi genteng, sedangkan ring balok diletakkan di bagian puncak dinding dan berfungsi sebagai pendukung balok kuda-kuda. e. Listplank Listplank Tirisan terbuat dari papan tegak yang dipasang pada ujung bawah kasau sebagai pengikat ujung kasau. Listplank harus dilindungi terhadap cucuran air hujan dan terhadap panas matahari agar tidak cepat lapuk.

Untuk lebih jelasnya, konstruksi rangka atap menggunakan bahan material kayu dapat dilihat pada Gambar 2 dibawah ini :

Gambar 2. Rencana Konstruksi Kuda-Kuda Atap Kayu

2.3

Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan Konstruksi rangka atap baja ringan adalah konstruksi atap yang strukturnya

tidak jauh berbeda dengan konstruksi rangka atap kayu, hanya saja bahan pembuatnya dari bahan baja ringan atau sering disebut truss. Rangka atap (kudakuda) baja ringan atau yang biasa disebut Truss adalah rangka yang terbuat dan baja lapis Zincalume dengan kandungan Alumunium, Zinc, dan Silikon. Rangka atap (roof truss) adalah sistem struktur yang berfungsi untuk menopang/menyangga penutup atap, dengan elemen-elemen pokok yang diri dari: kuda-kuda (truss), usuk/kasau (rafter), dan reng (roof batten). Truss merupakan struktur rangka batang (kuda-kuda) sebagai penyangga utama rangka atap, yang terdiri dan batang utama luar (chords) dan batang Iam (webs), dan yang berfungsi untuk menahan gaya aksial (tarik dan tekan), maupun momen lentur. Gambar 3 dibawah ini merupakan struktur kuda-kuda baja ringan secata utuh.

Gambar 3. Rencana Konstruksi Kuda-Kuda Atap Baja Ringan

Berdasakan dibedakan 3 yaitu:

bentuk geometriknya, kuda-kuda (truss) baja ringan dapat

a. Kuda-kuda utuh / standard truss merupakan kuda-kuda berbentuk segitiga utuh, kuda-kudajenis ini dapat digunaka pada atap pelana, maupun bagian tengah dan atap limasan. b. Kuda-kua terpancung (truncated truss), merupakan kuda-kuda berbentuk liga terpancung.

c. Saddle truss, merupakan kuda-kuda berbentuk segitiga kecil, yang berfungsi untuk menyatukan dua bidang atap pada rencana atap bangunan yang berbentuk Lesser L.

Baja ringan untuk konstruksi atap yang biasa disebut Truss adalah rangka atap dengan bahan ringan Zinc-Aluminium (Zin Calume) dengan komposisi sbb: 50 % Aluminium, 43,5% Zinc, 1,5 % Silicon. Anti karat yang terkandung di truss adalah unsur yang menyatukan dengan bahan dasar sebagai lapisan daya tahan 4 kali lipat dan lapisan pelindung seng biasa/Galvanis. Truss terbuat dan Zinc-Aluminium Hi Tensile (kekuatan tank, lipat, punter) G550 atau truss sanggup menopang 550 kg / 1 cm2. Profil baja ringan yang beredar di pasaran Indonesia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : Profil C, ketebalan 0,75 mm dan 1 mm, digunakan pada fabrikasi kuda-kuda (truss), dan usuk (rafter). Dan Profil A dengan ketebalan antara 0,4 mm sampai 0,7 mm (idealnya 0,55 mm), yang biasa digunakan sebagai reng. Dalam perakitan dan pemasangan struktur rangka atap baja ringan, perlu diperhatikan ketentuan pemilihan dan pemasangan alat sambung agar diperoleh sistem struktur yang stabil, kuat, dan tidak merusak lapisan anti karat.

Sehubungan pada konstruksi baja ringan tidak dilakukan dengan cara pengelasan melainkan sambungan dengan menggunakan baut khusus.. Alat sambung yang digunakan biasanya berupa baut (screw) khusus, yang terbuat dan baja mutu tinggi, dan telah dilengkapi lapisan anti karat (coating), seperti halnya elemeneleman struktur ringan yang digunakan. Hal ini harus diperhatikan karena beberapa alasan :

Untuk menjamin stabilitas kekuatan dan kekakuan struktur, maka diperlukan alat sambung dengan kekuatan dan kekakuan yang sama dengan elemen/komponen utama sistem struktur. Alat sambung harus dilapisi dengan lapisan anti karat yang sama dengan elemen/komponen struktur, karena jika terjadi korosi pada baut, maka akan ada resiko penjalaran korosi pada elemen/komponen struktur baja ringan itu sendiri. Biasanya spesifikasi baut yang memenuhi persyaratan untuk digunakan pada struktur rangka atap baja ringan adalah Jenis baut yang digunakan untuk usuk (rafter) 12 - 1420 HEX dan baut untuk digunakan untuk menyambung reng 10 - 1626 HEX

Elemen-elemen baja ringan relatif tipis, maka untuk menghindari kerusakan pada saat pemasangan baut perlu diperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1. Jarak antara baut yang terletak di ujung sambungan (paling tepi) dengan ujung batang yang disambung, minimal 2 kali diameter baut yang digunakan. 2. Jarak antara baut satu dengan baut yang lainnya, minimal 3 kali diameter baut yang digunakan. 3. Pemasangan baut harus menggunakan alat screw-driver, berkecepatan 2000 rpm hingga 2500 rpm, dengan posisi tegak lurus bidang sambungan, dan alat harus segera dihentikan ketika screw telah cukup kencang. 4. Baut tidak diletakkan segaris dengan garis kerja atau garis berat elemen batang, melainkan ditempatkan di bagian tepi, dengan posisi yang diusahakan simetris, dan membagi sama besar pada sudut-sudut pertemuan antar elemen.

2.4

Kelebihan Dan Kekurangan Dalam pemilihan suatu rangka atap yang akan dipergunakan dalam

pembangunan rumah hunian ataupun gedung, terdapat beberapa kekurangan dan kelebihan dalam pemilihan rangka atap tersebut. Berikut ini beberapa perbandingan kelebihan dan kekurangan antara rangka atap kayu dengan atap baja ringan :

2.4.1 Rangka Atap Kayu Kelebihan : Atap konstruksi kayu masih diminati banyak orang. Merupakan bahan yang mudah didapatkan dimana saja ditoko-toko material. Merupakan bahan bangunan yang banyak disukai oleh tukang lokal. Bahan kayu dapat dibentuk, dipotong dan digunakan secara fleksibel ( dapat diukur, dipotong, dibentuk melengkung dan sebagainya ). Menyerap suhu panas lebih sedikit.

Kekurangan : Atap kayu mudah terbakar. Bisa dimakan rayap (harus dilakukan pengecetan). Material kayu bisa mengembang dan menyusut. Bentang atap dengan konstruksi kayu seringkali terbatas karena ukuran kayu di pasaran adalah 4 meter. Kayu makin sulit didapatkan, akibatnya harganya makin mahal. Bobot cenderung lebih besar dan berat. Sisa material cenderung banyak.

10

2.4.2 Rangka Atap Baja Ringan Kelebihan : Merupakan material baru yang makin diminati. Bahan ini dapat dibuat dengan bermacam bentangan ( panjang atau lebar atap ). Merupakan bahan yang bila dirancang dengan benar, akan lebih kuat dari atap kayu, serta lebih aman. Material ini lebih awet, tidak dimakan rayap. Tahan terhadap api. Sifat materialnya ringan dan mudah dirakit,bila dibandingkan rangka kayu pada luasan yang sama pemasangan kerangka atap baja ringan. Bobotnya yang ringan maka dibandingkan kayu, beban yang harus ditanggung oleh struktur dibawahnya lebih rendah. Sisa material sedikit.

Kekurangan : Tidak bisa dibuat sembarang tukang harus dibuat oleh kontraktor spesialis konstruksi atap baja ringan. Harga per meter atap baja ringan cenderung lebih mahal. Kerangka atap baja ringan tidak bisa diekspos seperti rangka kayu, sistem rangkanya yang berbentuk seperti jaring kurang menarik bila tanpa penutup plafond. Karena strukturnya yang seperti jaring maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung ia akan menyeret bagian lainnya. Rangka atap baja ringan tidak sefleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profil jika atap dibentuk bundar.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1

Analisis Atap Rangka Kayu Dari data-data data yang didapat, untuk konstruksi atap rangka kayu digunakan digunaka

kayu dengan jenis Meranti. Meranti Dari Gambar 4 dibawah ini dapat dilihat denah rangka atap dan gambar konstruksi kuda kuda kayu pada panjang bentang 9 m. m

Gambar 4. Denah Rangka Atap Konstruksi Kuda kuda Kayu

Berdasarkan dari analisis Gambar 4 diatas didapatkan kebutuhan bahan kayu untuk struktur kuda-kuda kuda yang dapat dilihat pada Tabel abel 1 dibawah ini.

Tabel 1 . Analisis Kebutuhan Bahan Kayu

11

12

Setelah didapatkan kebutuhan bahan material erial kayu seperti Tabel T 1 di atas, selanjutnya adalah menganalisis rincian biaya untuk memperoleh total harga atau biaya rangka atap p kayu bentangan 9 m ini. Adapun tabel rincian biayanya seperti pada Tabel 2 dibawah bawah ini.

Tabel 2. Analisis Rincian Biaya Rangka Atap Kayu

13

Dari Tabel 2. Analisis Rincian Biaya Rangka Atap kayu di atas didapat total biaya sebesar Rp. 13.882.000,- ( Tiga Belas Juta Delapan Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Rupiah ), sedangkan untuk harga/m2 rangka atap kayu di atas adalah dengan cara membagi total biaya dengan luas atap yaitu : Harga/m2 = Rp. 13.882.000 : 48 m2 = Rp. 115.683,- ( Seratus Lima Belas Ribu Enam Ratus Delapan Puluh Tiga Rupiah ) per meter persegi.

3.2

Analisis Atap Rangka Baja Ringan Dari Gambar 5 dibawah ini dapat dilihat denah rangka atap dan gambar

konstruksi kuda kuda baja ringan pada bentangan panjang yang sama yaitu 9 m.

Gambar 5. Denah Rangka Atap Konstruksi Kuda kuda Baja Ringan Berdasarkan dari analisis Gambar 5 diatas didapatkan kebutuhan panjang bahan meterial baja ringan untuk struktur kuda-kuda yang dapat dilihat pada Tabel 3 dibawah ini. No Panjang/m Profil 001 3 C 75 0,8 002 2,80 C 75 0,8 Bottom Cord, Top 003 2,80 C 75 0,8 Cord Dan Web 004 0,58 C 75 0,8 005 1,17 C 75 0,8 006 1,17 C 75 0,8 007 0,58 C 75 0,8 Tabel 3. Daftar Kebutuhan Panjang Material Rangka Atap Baja Ringan

14

Dari Tabel 3 diatas didapatkan analisis kebutuhan bahan untuk baja ringan bentangan 9 m, hasil analisis analis tersebut dapat dilihat pada Tabel abel 4 dibawah ini.

Tabel 4. Analisis Kebutuhan Material Baja Ringan Dari Tabel 4 diatas didapatkan analisis rincian biaya rangka atap baja ringan, hasil analisis tersebut dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini.

Tabel 5. . Analisis Rincian Biaya Rangka Atap Baja Ringan

15

Dari Tabel 5. Analisis Rincian Biaya Rangka Atap Baja Ringan diatas di dapat total biaya sebesar Rp. 12.802.610,00.-(Dua Belas Juta Delapan Ratus Dua Ribu Enam Ratus Sepuluh Rupiah), sedangkan untuk harga/m2 rangka atap baja ringan di atas adalah dengan cara membagi total biaya dengan luas atap yaitu : Harga/m2 = Rp. 12.802.610 : 120 m2 = Rp. 106.688,- ( Seratus Enam Ribu Enam Ratus Delapan Puluh Delapan Rupiah ) per meter persegi.

3.3

Hasil Analisis Total Biaya Dari hasil Tabel 2. Analisis Rincian Biaya Rangka Atap Kayu diatas dapat

kita lihat Total Biaya konstruksi rangka atap kayu yaitu Rp. 13.882.000,00.- dan pada Tabel 5. Analisis Rincian Biaya Rangka Atap Baja Ringan diatas dapat dilihat Total Biaya konstruksi rangka atap baja ringan yaitu Rp. 12.802.610,00.-. Dari hasil analisis Total Biaya antara konstruksi rangka atap kayu dan konstruksi rangka atap baja ringan dapat kita lihat selisih Biaya yaitu sebesar Rp. 1.079.390,00.- dengan persentase senilai 7,8 % terhadap biaya konstruksi atap rangka kayu. Hasil analisis biaya ini hanya menghitung biaya bahan baku yang digunakan pada konstruksi rangka atap saja dan belum termasuk biaya pengecetan kayu yang biasanya berfungsi untuk melindungi kayu dari serangan rayap atau serangga. Maka Biaya yang dibutuhkan untuk pengerjaan Konstruksi Rangka Atap pada bentang 9 m lebih murah dengan menggunakan bahan material baja ringan/truss dibandingkan dengan menggunakan bahan material kayu.

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 a.

Kesimpulan Hasil analisis biaya untuk pekerjaan Konstruksi Rangka Atap pada bentang 9 m dengan menggunakan rangka kayu didapat sebesar Rp. 13.882.000,00.- dan Konstruksi Rangka Atap yang menggunakan rangka baja ringan sebesar Rp. 12.802.610,00.-, dengan persentase selisihnya sekitar 7,8 % terhadap biaya rangka kayu.

b.

Biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan Konstruksi Rangka Atap pada bentang 9 m lebih murah dengan menggunakan bahan material baja ringan/truss dibandingkan dengan menggunakan bahan material kayu.

c.

Analisis biaya Konstruksi Rangka Atap kuda-kuda kayu ini, belum termasuk biaya pengecatan yang biasanya berfungsi untuk melindungi rangka kuda-kuda kayu terhadap serangan serangga atau rayap.

d.

Mengganti material kayu dengan material baja ringan/truss pada pekerjaan rangka atap dengan panjang bentang 9 m tidak terlalu memakan biaya yang besar, dibandingkan dengan daya tahan dan keuntungan yang didapat dari jenis material baja ringan/truss ini.

e.

Baja ringan / truss memiliki estetika indah, yang dapat dibentuk struktur sesuai dengan desain yang diinginkan dan lebih dapat menghemat bahan, dibandingkan struktur kuda-kuda kayu.

f.

Material Baja ringan/truss adalah solusi untuk mengganti kelangkaan material kayu, yang mana semakin lama material kayu ini semakin sulit didapatkan dan penggunaan material baja ringan/truss ini ikut mensukseskan pemberantasan illegal logging yang sedang marakmaraknya saat ini dan ikut melestarikan hutan Indonesia.

16

17

4.2 a.

Saran Analisis dalam perhitungan biaya ini dilakukan pada tahun 2009, dengan harga bahan yang berlaku pada saat itu. Oleh sebab itu setiap waktu perlu dianalisis kembali biayanya dengan menyesuaikan harga bahan yang berlaku.

b.

Untuk panjang bentang lebih dari 9 m, perlu dilakukan penelitian lebih dalam menganalisis perhitungan biaya antara konstruksi atap rangka kayu dan konstruksi atap rangka baja ringan/truss ini.

c.

Rangka baja ringan/truss yang dianalisis ini, masih menggunakan atap genteng beton, sebaiknya diganti dengan jenis atap ringan seperti atap fiber/seng sehingga lebih dapat menghemat biaya.

DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan,2001, Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983, Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan, Bandung.

K.H. Felix Yap, 2001, Konstruksi Kayu , Penerbit Bma Cipta, Bandung.

Heinz Frick dan Moediartianto, 2002, Ilmu Konstruksi Bangunan Kayu, Penerbit Kanisius Yogyakarta.

Heinz Frick, 2002, Ilmu Konstruk Bangunan 2, Penerbit Kanisius Yogyakarta.

Rene Amon, Bruce Knobloch, Atanu Mazumder, 2002, Perencanaan Konstruksi Baja Untuk Insinyur dan Arsitek 2, PT. Pradnya Paramita, Jakarta.

Oentoeng,lr, 2001, Konstruksi Baja, ANDI, Surabaya.

Salmon, Charles G, Thon E Jhonson, 2000, Struktur Baja Desain dan Perilaku,

Sumber sumber lain : http://sunbiasmetalindo.blogspot.com http://sunbiasmetalindo.blogspot.com/2010/11/perbandingan-rangka-atap-bahankayu-dan.html http://www.atap http://www.atapbajaringan.com/daftar%20harga%20rangka%20%20atap%20baja%20ringan.html http://www.kaskus.us http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6260539

18

LAMPIRAN GAMBAR

Gambar 1. Diagram Alur Penelitian.

Gambar 2. Rencana Konstruksi Kuda-Kuda Atap Kayu

Gambar 3. Rencana Konstruksi Kuda-Kuda Atap Baja Ringan

19

20

Gambar 4. Denah Rangka Atap Konstruksi Kuda kuda Kayu

Gambar 5. Denah Rangka Atap Konstruksi Kuda kuda Baja Ringan