Anda di halaman 1dari 36

BAB IV PROSES FREIS

Proses freis adalah salah satu proses pemesinan yang mengunakan pahat silindrik yang berputar dan memiliki mata potong lebih dari satu. Sumbu putar pahat freis berada pada posisi tegak lurus terhadap arah gerak pemakannnya. Orientasi arah antara sumbu putar yang tegak lurus terhadap gerak pemakanan inilah yang membedakan proses freis (milling) dan proses gurdi (drilling) Bentuk geometri benda kerja yang dihasilkan dari proses freis adalah permukaan yang rata. Bentuk lain yang juga dapat dihasilkan dari proses freis bergantung dari jalur gerak pahat ataupun bentuk dari pahat freis yang digunakan. Mesin freis memiliki kemampuan untuk menghasilkan bentuk benda kerja yang bervariasi. Mesin freis sangat cocok untuk membentuk permukaan yang rata, membentuk profil dovetails dan alur pasak, membentuk alur pahat freis dan reamers serta membuat roda gigi. Operasi khusus dapat dilakukan dengan tambahan perkakas bantu.

Gambar 4.1. Proses Freis

[Gerling]

Proses freis memiliki dua tipe pengefreisan dasar, dilihat dari posisi sumbu putar pahat terhadap permukaan benda kerja yang mengalami pemesinan, yaitu freis selubung (slab milling) dan freis muka (face milling)

Gambar 4.2.a. Freis selubung

Gambar 4.2.b.Freis muka

4-1

Dilihat dari arah gerak pahat terhadap pengumpanan (pemakanan), proses freis juga dibedakan menjadi dua cara, yaitu up-milling dan down-milling

Gambar 4.3.a. Up-milling (conventional milling)

Gambar 4.3.b. Down-milling milling)

(climb-

Diagram Mesin Freis

Gambar 4.4.. diagram mesin freis

4-2

MESIN FREIS HORIZONTAL


Mesin freis horizontal memiliki ciri poros spindel yang terpasang pada posisi horizontal. Kolom (column) menumpu spindel, penggerak utama dan pengatur gerak pemakanan, lutut (knee) dengan luncuran melintang (cross-silde) dan meja kerja serta menumpu arm yang seringkali ditumpu dengan bracket penumpu. Motor penggerak dan transmisi roda gigi tersimpan di dalam kolom. Arm yang terdapat di bagian atas yang dapat diatur memilliki satu atau lebih dudukan arbor (arbor support). Arm dan dudukan arbor digunakan untuk memegang arbor yang panjang agar dapat berputar dengan stabil. Dudukan arbor dapat digerakkan sepanjang overhead arm agar sesuai dengan posisi yang diperlukan. Lutut (knee) dapat bergerak naik atau turun pada pemandu gerak (guideway) yang ada di sepanjang kolom. Ulir penggerak ditempatkan di bawah lutut pada posisi vertikal. Lutut digunakan untuk menaikkan atau menurunkan meja. Sadel tertumpu pada lutut dan menjadi tumpuan bagi meja kerja. Sadel bergerak maju dan mundur pada profil ekor burung (dovetail) untuk mengatur pemakanan melintang. Meja kerja bergerak traversal ke kanan atau ke kiri pada sadel untuk melakukan gerak pemakanan. Meja kerja dapat dioperasikan secara manual ataupun otomatis.

Gambar 4.5.. mesin freis horizontal

Spindel terpasang pada bantalan luncur anti friksi. Untuk menyempurnakan operasional yang halus, spindel dibuat dengan konstruksi dimensi yang kokoh. Untuk memasang pahat freis, poros spindel memiliki lubang tirus yang standar. Penggerak utama menghasilkan gerak rotasi sebagai gerak utama spindel. Untuk menghasilkan kecepatan potong yang sesuai dengan material yang akan dipotong, putaran spindel dirancang untuk dapat divariasikan.

4-3

Penggerak pemakanan menghasilkan gerak pemakanan dengan cara menggerakkan benda kerja yang dikunci di atas meja. Gerak pemakanan dilakukan dengan cara mengumpankan benda kerja kepada pahat. Lutut digunakan untuk pemakanan pada arah vertikal. Pemakanan melintang (crossslide) atau maju-mundur dilakukan oleh sadel yang ditumpu oleh lutut. Pemakanan memanjang kiri dan kanan (transversal/longitudinal) dilakukan oleh meja kerja yang ditumpu di atas sadel. Ulir penuntun (leadscrew) dengan roda tangan (handwheel) digunakan untuk pengaturan gerak secara manual. Gerak pemakanan juga dapat dilakukan dengan tenaga motor penggerak melalui feed gear. Kecepatan gerak pemakanan dapat divariasikan dengan mengatur drive-key atau shifting gear transmision,

MESIN FREIS VERTIKAL


Mesin freis vertikal digunakan untuk proses freis muka (face-milling) atau freis ujung (end-milling). Poros spindel terpasang dengan posisi vertikal pada kepala spindel, sejajar dengan tiang (kolom). Poros spindel juga terpasang dalam kepala luncur yang dapat digerakkan naik dan turun dengan tangan. Mesin freis vertikal modern memiliki kepala spindel yang dapat diputar sehingga spindel dapat membentuk sudut terhadap benda kerja. Penggerak utama dan penggerak pemakanan tidak berbeda dengan mesin freis horizontal.

Gambar 4.6. mesin freis vertikal

4-4

Untuk dapat memotong dengan presisi dan diputar 360O, kepala spindel mesin freis vertikal dirancang memiliki turret dan swivel head assembly. Pemotongan permukaan angular sampai permukaan horizontal dapat dilakukan dengan mengatur posisi kepala spinldel pada sudut yang diinginkan.

TIPE LUTUT (KNEE TYPE)

Mesin freis tipe lutut memiliki ciri meja kerja yang dapat diatur pada arah vertikal. Meja kerja mesin freis jenis ini ditumpu pada sadel, di mana sadel ini bertumpu pada lutut (knee). Lutut terbuat dari besi cor pejal yang dapat digerakkan pada arah vertikal di sepanjang tiang mesin dan dapat dikunci dengan rigid di sepanjang tiang. Posisi kepala spindel (spindle head) dan poros spindel dapat diatur dan disesuaikan dengan operasi vertikal.

Perbedaan mendasar antara mesin freis horizontal universal dengan mesin freis horizontal biasa adalah adanya tambahan rumah meja putar (table swivel housing) yang berada di antara meja dan sadel. Dengan tambahan perangkat ini meja mesin freis horizontal universal dapat diputar sampai 45 ke dua arah. Posisi meja ini diperlukan untuk melakukan pengefreisan dengan arah gerak menyudut (angular) dan pembuataan heliks. Pada mesin freis universal juga dapat dipasang berbagai kelengkapan seperti fixture untuk indeksing, meja putar (rotary table), kelengkapan untuk pemotongan alur (slot) dan batang gigi (rack) serta berbagai fixture khusus.

UNIVERSAL HORIZONTAL MILLING MACHINE

RAM-TYPE MILLING MACHINE

Mesin freis tipe ram (ram-type milling machine) memilik ciri spindel yang terpasang pada rumah yang dapat digerakkan maju dan mundur, sehingga pahat dapat diposisikan maju ataupun mundur pada bidang horizontal. Dua jenis mesin freis tipe ram adalah mesin freis universal dan mesin freis dengan kepala putar (swivel cutter head)

UNIVERSAL RAM-TYPE MILLING MACHINE

Mesin freis universal tipe ram mirip dengan mesin freis universal. Perbedaaannya adalah bahwa mesin ini memiliki spindel yang dipasang pada ram atau rumah yang dapat digerakkan.

SWIVEL CUTTER HEAD RAM-TYPE MILLING MACHINE

Mesin ini memiliki kepala spindel (spindel head/cutter head) yang dipasang pada ram yang dapat digeser. Cutter head dapat diputar dari posisi spindel vertikal sampai kepada posisi spindel horizontal. Posisi spindel dapat dikunci pada posisi angular di manapun sesuai kebutuhan di antara posisi vertikal dan horizontal. Sadel dan lutut dapat digerakkan untuk gerak vertikal dan melintang secara manual dengan tangan maupun dengan tenaga mesin.

4-5

PAHAT FREIS

Pahat freis umumnya terbuat dari bahan high speed steel (HSS) karena dimungkinkan aplikasi dengan kecepatan potong yang lebih tinggi daripada baja perkakas biasa. Mata potong juga sering menggunakan bahan cemented carbide. Agar lebih ekonomis, pahat freis HSS dikembangkan dengan sistem pahat sisipan (inserted cutting tools). Pahat freis dengan bahan cemented carbide cocok digunakan untuk melakukan proses freis untuk material yang lebih keras. Berdasarkan bentuk gigi-nya, pahat freis dibedakan menjadi milled tooth cutter dan form-relieved cutters. Milled tooth cutters. Pahat freis jenis ini memiliki kapasitas pemotongan dan kualitas permukaan benda kerja hasil pemotongan berdasarkan kepada sudut geometri pahat. Bentuk baji pada pahat ini dibuat dengan proses pengefreisan. Ukuran sudut-sudut pada pahat freis ditentukan oleh material yang akan difreis. Jarak pitch dari mata-mata potong juga bergantung kepada jenis material yang akan dipotong. Pemotongan material yang lunak, dengan ukuran geram yang besar dan banyak akan lebih mudah dilakukan dengan pahat yang memiliki jarak (gap) atau pitch di antara mata potong pahat yang lebih besar. Mata potong pahat freis dapat berbaris pararel ataupun membentuk sudut heliks terhadap sumbu putar pahat. Sudut heliks pahat freis dapat 4.7. geometri pahat freis berbentuk spiral pada arah tangan kiri maupun arah tangan kanan, hal ini akan menimbulkan gaya dorong pada arah sejajar sumbu pahat pada saat pemotongan. Hal perlu diperhatikan adalah bahwa gaya dorong ini akan terarah langsung kepada kepala spindel atau sebaliknya sehingga dapat membebani spindel atau membuat arbor pahat terlepas dari spindel.

4.8.a. small tooth pitch

4.8.b. medium tooth pitch

4.8.c. big tooth pitch

4-6

4.9.a. Straight cutting edge

4.9.b. Helical cutting edge

4.9.c. Left hand cutter

4.9.d. Right hand cutter

Face milled cutter dengan mata potong sisipan Mata potong dikunci satu persatu pada badan pahat dan dapat dengan mudah diganti jika terjadi kerusakan pada mata potong. Mata potong sisipan digunakan untuk proses freis muka (face milling) dengan permukaan yang luas.

4.10. Pahat freis dengan mata potong sisipan

4-7

Form Relieved cutters Pahat jenis ini berbeda dengan milled tooth cutter yang hanya bias digunakan untuk melakukan pengefreisan bidang rata. Pahat kontur atau Form relieved cutter dapat membuat permukaan kurva, kontur atau berprofil karena memiliki profil tertentu pada mata potong-nya. Form relieved cutter dapat digunakan untuk membuat bentuk kurva, busur melingkar dan bentuk-bentuk profil yang lain, dan tentunya untuk membuat slot. Sudut bebas relief pada geometri pahat freis sangat diperlukan sebagai sudut kelonggaran. Sudut bebas punggung (rake angle) biasanya besarnya 0O. Pengasahan ulang dilakukan pada bidang geram (face), sehingga profil pahat tidak berubah

Gambar 4.11. Form relieved cutters

4-8

Gang Milling Cutters adalah kombinasi dari beberapa milled tooth cutters atau form relieved cutters yang memiliki diameter yang berbeda.

4.12. Gang Miller Cutters

ARBOR
Arbor mesin freis dibuat dalam panjang dan diameter standar yang beragam, mulai dari 7/8, 1, 1 , dan1 inci. Tangkai arbor dibuat sesuai dengan lubang tirus pada spindel atau dengan bentuk ulir. Ujung tangkai arbor yang diberi ulir dapat berupa ulir kiri ataupun ulir kanan. Spindel mesin freis dapat memiliki sifat self-holding atau self-releasing. Tirus selfholding dapat terpegang dalam spindel dengan gaya baji yang besar. Tirus spindel pada kebanyakan mesin freis memiliki sifat self-releasing, dimana arbor pahat akan terpegang di dalam lubang tirus spindel dengan menarik ujung batang tarik (draw bar) yang menonjol keluar dari center spindel mesin dengan menggunakan mur pengunci (locknut) Arbor tersedia dalam tiga jenis tirus : tirus mesin freis standar, tirus Brown & Sharpe, serta tirus Brown & Sharpe dengan tang. Tirus mesin freis standar digunakan pada kebanyakan mesin produksi terakhir. Bentuk tirus ini diidentifikasikan dengan nomor 30,40,50 atau 60. nomor 50 adalah jenis yang paling umum digunakan pada mesin freis modern.

Gambar 4.13. Arbor mesin freis standar

Arbor mesin freis standar

Arbor mesin freis standar memiliki bentuk tirus (taper). Poros silindrik memiliki bagian yang berbentuk tirus standar pada ujung penggerak dan bagian yang

4-9

dibuat ulir pada ujung yang lain untuk dipasang nut bor. Satu pahat freis atau lebih dapat dipasang pada bagian arbor yang berbentuk silindrik lurus dan ditahan dengan lengan (sleeve) dan mur (nut) arbor. Untuk mengunci setiap pahat pada porosnya, arbor mesin freis standar biasanya dibuat dengan bentuk spline dan pasak. Cara yang paling umum untuk mengunci arbor pada spindel mesin freis adalah dengan menggunakan batang tarik (draw bar). Batang ini memiliki ulir di kedua ujungnya. Ulir pada salah satu ujungnya dipasang dalam tangkai tirus arbor sementara ulir pada ujung yang lain digunakan untuk mengunci arbor dengan nut. Dengan cara seperti ini, maka arbor akan ditarik ke dalam spindel mesin dan terkunci pada tempatnya.

Gambar 4.14. Pemasangan arbor

Ujung arbor pada sisi yang lain dari bagian berbentuk tirus ditumpu dengan penumpu arbor (arbor support). Penggunaan satu penumpu atau lebih bergantung kepada panjang arbor dan tingkat rigiditas (kekakuan) yang diperlukan. Ujung arbor dapat ditumpu dengan center mesin bubut pada nut arbor atau dengan dengan permukaan bantalan arbor di bagian dalam bushing dari penumpu arbor. Arbor juga dapat ditumpu dengan penumpu arbor yang bergantung pada over-arm hingga arbor dapat berputar dengan dengan kuat dan stabil di dalam bantalan (gambar 4.14). Arbor tipikal terlihat pada gambar 4.15 di bawah ini

Gambar 4.15. Typical milling arbor

4 - 10

Model A memiliki pilot silindrik pada ujung yang berputar dalam bantalan perunggu dalam penumpu arbor. Model A ini banyak digunakan pada mesin freis kecil atau jika dibutuhkan kelonggaran penumpu arbor yang maksimum. Model B memiliki ciri satu bearing collar atau lebih yang dapat diposisikan di bagian manapun di sepanjang arbor. Hal ini akan menbantu memposisikan penumpu bantalan untuk disesuaikan dengan dengan posisi pahat, agar didapatkan set up yang rigid pada operasi yang berat (heavy-duty). Model C digunakan untuk penggunaan pahat yang lebih kecil, seperti pahat freis ujung (end-mill) yang tidak dapat langsung dipasang pada ujung spindel. Sebagai catatan : gunakanlah arbor yang paling pendek untuk pengefreisan. Screw arbors memiliki ulir di salah satu ujungnya. Arbor ini digunakan untuk memegang pahat berukuran kecil. Seperti yang terlihat pada gambar 4.16, arbor ini memiliki tirus di depan bagian berulirnya agar mudah dilurus-senterkan pada spindel. Ujung berulir pada arbor ini memerlukan nut agar dapat dipegang pada permukaan tirus. Arbor dengan ulir kanan harus digunakan untuk pahat tangan kanan sedangkan arbor dengan ulir kiri harus digunakan untuk memasang pahat tangan kiri.

Gambar 4.16. Variasi arbor

Arbor yang digunakan untuk memegang pahat gergaji pembelah (slitting saw milling cutter arbor) adalah arbor yang pendek dengan dua flens. Kedua flens ini berfungsi untuk menjepit pahat freis dengan cara mengencangkan nut klem. Arbor untuk pahat freis ujung tipe cangkang (shell end milling cutter) memiliki lubang pada ujung di mana cangkang pahat freis ujung dipasang dan dikunci seperti cara pada pemasangan cap screw. Arbor untuk fly cutter digunakan untuk memegang pahat bubut, atau pahat sekerap yang bermata potong tunggal yang dipakai untuk melakukan pembesaran lubang dan pemotongan / pembuatan roda gigi pada mesin freis.

COLLET, ADAPTOR SPINDEL DAN QUICK-CHANGE TOOLING


Tangkai pahat freis yang berbentuk lurus berulir ataupun berbentuk tirus berfungsi untuk memudahkan pelurusan dan penyenteran pahat di dalam dalam spindel mesin, baik dengan collet, adaptor spindel dan quick-chance tooling yang sesuai untuk tangkai pahat kepada spindel

Collets
Collet adalah bentuk dari lengan bus (sleeve bushing) untuk mereduksi ukuran lubang di dalam spindel mesin freis sehingga tangkai pahat yang kecil dapat dipasang pada lubang spindel yang lebih besar. Collet mesin freis dibuat dalam berbagai bentuk, mirip dengan socket dan sleeve pada mesin gurdi, tapi berbeda pada bagian tirusnya

4 - 11

Spindle Adapters
Adaptor spindel adalah bentuk lain dari collet yang memiliki bentuk yang disesuaikan dengan bentuk tirus lubang spindel yang standar. Adaptor berfungsi sebagai perantara untuk pemasangan pahat di dalam spindel. Sebagai pemegang pahat, adaptor spindel juga dikenal sebagai tool holder. Adaptor spindel ini dibuat dengan tangkai bentuk tangkai tirus Morse atau Brown & Sharpe dengan tang sesuai dengan ujung spindel standar

Gambar 4.17. Collet pejal dan collet pegas

Gambar 4.18. Adaptor mesin freis

Chuck Adapter
Adaptor chuck digunakan untuk memasang chuck pada mesin freis yang memiliki ujung spindel standar. Pemegang collet terkadang dijadikan acuan untuk collet chuck. Berbagai bentuk chuck dapat dipasang pada spindel mesin freis untuk memegang pahat gurdi, reamers dan pahat yang kecil untuk operasi khusus.

Quick-Change Tooling
Adaptor penggantian cepat (quick-change adapter) dipasang pada ujung spindel mesin digunakan untuk mempercepat penggantian pahat. Penggantian pahat dengan sistem sepeti ini memungkinkan operator melakukan set up sejumlah operasi freis seperti gurdi, freis ujung dan pembesaran lubang tanpa mengubah set up bagian yang dimesin. Pemegang pahat dapat dipasang dan dilepas dari pemegang utama (master holder) yang dipasang pada spindel mesin dengan menggunakan ring klem (clamping ring).

4 - 12

Gambar 4.19. Adaptor chuck

Gambar 4.19. Quick change adaptor dan tool holder

Pemilihan kecepatan potong.


Putaran poros spindel bergantung dari kecepatan potong yang dijinkan dan diameter pahat freis. Kecepatan potong pahat freis adalah jarak yang ditempuh oleh satu mata potong setiap satuan waktu (meter/menit). Kecepatan potong yang diijinkan dapat diambil dari table 4.1. Penggunaan kecepatan potong yang telalu tinggi akan mempercepat penumpulan pahat. Sementara penggunaan kecepatan potong yan rendah akan menurunkan produktifitas. Kecepatan potong dapat dirumuskan sebagai :

VC

d n
1000

= d= n=

Vc =

Kecepatan potong (m/min) Konstanta (3,14) Diameter pahat (mm) Putaran spindel (rpm)

Dengan batasan keceptan potong yang diijinkan dapat dihitung putaran spindel yang harus dipakai :

n =

1000 VC d

4 - 13

Tabel 4.1. Referensi kecepatan potong Milling width = b Depth of Cut = a


Cylindrical milling cutter (plain) b= 100mm Roughing finishing a = 5 mm
v s v s

Shell end mill b= 70mm roughing finishing

Side Milling cutter (plain) B = 20mm roughing finishing

Carbon steel Up to 65 kg/mm2 Alloy steel, annealed Up to 75 kg/mm2 Alloy steel, tempered up to 100 kg/mm2 Cast iron up to 180 Brinell Brass (Ma 58) Light metal

17 14 10 12 35 200

100 80 50 120 70 200

22 18 14 18 35 250

60 50 36 60 50 100

17 14 10 12 36 200

100 90 55 140 190 250

22 18 14 18 55 250

70 55 42 70 150 110

18 14 12 14 36 200

100 80 50 120 150 200

22 18 14 18 55 250

40 30 25 40 75 100

Milling width = b Depth of cut = a

End milling cutter (plain) b= 100mm


a = 5 mm a = 0, 5 mm

Inserted blade cutter b = 180mm


a = 5 mm a = 0, 5 mm

Slitting saws b = 2.5 mm


a = 10 mm

Carbon steel Up to 65 kg/mm2 Alloy steel, annealed Up to 75 kg/mm2 Alloy steel, tempered up to 100 kg/mm2 Cast iron up to 180 Brinell Brass (Ma 58) Light metal

17 15 13 15 35 160

50 40 20 60 80 90

22 19 17 19 55 180

120 100 65 120 120 120

20 15 14 16 50 250

20 65 36 100 200 250

30 23 18 24 60 300

50 40 30 90 120 90

45 35 25 35 350 320

50 40 30 50 200 180

Pemilihan kecepatan pemakanan Kecepatan pemakan adalah jarak yang ditempuh oleh meja dan benda kerja dalam satu menit (mm/min). kecepatan pemakanan bergantung dari pahat yang digunakan, material benda kerja, kedalaman pemakanan dan kehalusan permukaan yang diinginkan. Untuk menghindari beban berlebih, kecepatan pemakanan rata-rata harus dihitung. Perhitungan dilakukan berdasarkan penghasilan geram yang dapat dipotong oleh pahat dalam satu menit dari benda kerja. Melalui percobaan, penghasilan geram yang diijinkan telah diketahui dalam cm3 per kilowatt kapasitas mesin. Pengasaran dan Penghalusan Dalam proses pengasaran, geram harus dibuang secepat mungkin sehingga penghasilan geram pada proses ini terjadi sangat cepat. Untuk penghalusan dipilih 0,5 1 mm. Dengan dasar pertimbangan umur pahat, sebaiknya dipilih kecepatan pemakanan yang lebih kecil.

4 - 14

Gambar 4.20. Pengasaran (roughing) pada lapisan (b) dan (c) ;

penghalusan (finishing) pada lapisan (d)

Pada proses freis penghalusan, benda kerja harus mencapai dimensi yang akurat dengan kehalusan permukaan sesuai rancangan. Untuk mencapai hal ini, sebaiknya digunakan kecepatan potong yang tinggi dan pemakanan yang rendah. Jika kelonggaran untuk pemesinan (machining allowance) tidak telalu besar, benda kerja dapat difreis dengan akurat dan halus dalam satu kali pengefreisan. Dalam kasus ini, nilai yang menengah dapat dipilih untuk kecepatan potong dan pemakanan. Pendinginan selama pengefreisan Pendinginan dengan media yang sesuai akan ikut menentukan peningkatan kualitas permukaan benda kerja. Keuntungan utama dari penggunaan cairan pendingin (coolant) atau cutting oil adalah mengurangi panas akibat gesekan antara pahat dan benda kerja, memperpanjang umur pahat, juga melumasi permukaan pahat. Lebih jauh lagi, cairan pendingin yang diberikan dengan semprotan yang kuat akan membersihkan permukaan benda kerja dari penumpukan geram, sekaligus mencegah terjadinya macet antara permukaan benda kerja dan pahat. Cairan pendingin pada dasarnya adalah minyak yang dapat larut dalam pelarut air (water-based soluble oils), oli petroleum, dan oli sintetik. Pendingin dengan pelaut air memiliki kualitas perpindahan panas yang baik; oli yang lain menghasilkan permukaan akhir yang baik. Secara umum, cairan pendingin sederhana sangat dibutuhkan untuk proses pengasaran. Proses penghalusan memerlukan cairan pendingin dengan sifat pelumasan yang baik untuk membantu menghasilkan permukaan akhir yang baik. Material plastics dan besi cor sering dilakukan dengan kondisi tanpa cairan pendingin (dry). Cairan pendingin (cutting oil atau coolant) harus langsung disemprotkan kepada titik kontak pahat dan benda kerja dengan sistem coolant drip can, sistem pompa, atau campuran kabut (mist mix). Apapun metoda yang digunakan, cairan pendingn harus dapat mengallir dengan bebas di atas benda kerja dan pahat.

4 - 15

ATURAN KEMANAN UNTUK MESIN FREIS

Mesin freis memebutuhkan syarat untuk keamanan secara khusus ketika digunakan. pahat tidak boleh disentuh ketika sedang berputar. landasan kayu atau penutup yang sesuai harus diletakkan di atas permukaan meja untuk melindunginya dari kerusakan. sistem pertolongan harus digunakan untuk memindahkan perkakas tambahan yang berat arbor-nut tidak boleh dikencangkan dengan tenaga mesin pahat harus selalu pegang dengan kain lap ketika memasang atau melepaskan pahat freis, untuk mencegah luka pada tangan pahat dipasangkan paling akhir saat menyeting pekerjaan, untuk menghindari terpotong benda kerja atau pemegang benda kerja tidak boleh diatur pada saat mesin dioperasikan Geram harus dibersihkan dari benda kerja dengan penggaruk yang sesuai dan sikat . mesin harus dimatikan sebelum melakukan pangaturan atau pengukuran Ketika menggunakan oli, hindari percikan dengan menggunakan splash guard yang sesuai, karena oli pemotongan dapat mengakibatkan ondisi licin yang dapat mengakibatkan operator terluka

FREIS BIDANG RATA


Bidang rata ditemukan pada hampir semua benda kerja dan digunakan untuk banyak keperluan. Proses freis adalah salah satu pilihan proses yang dapat dipakai untuk menghasilkan permukaan yang rata, di samping proses sekerap dan sekerap meja, serta bubut dan gerinda. Kualitas permukaan yang dihasilkan bergantung kepada proses yang dipergunakan. Pengefreisan bidang rata (plain milling) juga disebut surface milling atau slab milling adalah pengefreisan bidang rata dengan menggunakan pahat yang memiliki sumbu sejajar dengan permukaan yang dimesin. Freis rata umumnya dikerjakan pada permukaan benda kerja yang dicekam sejajar dengan pemukaan meja kerja sementara pahat freis dipasang pada arbor standar. Arbor ditumpu pada bidang horizontal antara spindel mesin dan satu penumpu arbor atau lebih. Benda kerja dapat diklem langsung pada meja atau dipegang dengan ragum. Kelurusan dan level meja kerja mesin freis harus diperiksa sebelum pemesinan dilakukan. Jika benda kerja yang akan difreis memiliki permukaan yang miring terhadap permukan dasar benda kerja, benda kerja harus dicekam

Gambar 4.21. Pengefreisan bidang rata

4 - 16

pada ragum atau dengan adjustable angle plate. Perangkat pemegang benda kerja yang dipakai isi harus diatur hingga permukaan benda kerja yang akan difreis sejajar dengan meja kerja mesin. Permukaan rata dapat difreis dengan menggunakan plain milling cutter. Untuk Pemotongan yang lebih dalam umunya menggunakan pahat yang lebih ramping. Pemilihan pahat untuk freis rata didasarkan kepada ukuran dan bentuk benda kerja. Jika bidang yang akan difreis cukup lebar sebaiknya digunakan pahat yang lebih lebar sehingga dapat mengurangi gerak transversal. Jika jumlah logam yang akan dibuang cukup banyak, maka sebaiknya digunakan pahat dengan gigi yang kasar sedangkan pahat dengan gigi yang lebih halus dapat digunakan untuk penghalusan.

FREIS ANGULAR
Pengefreisan menyudut (angular milling) adalah pengefreisan rata dimana permukaan yang difreis yang tidak sejajar ataupun tegak lurus terhadap sumbu pahat. Pahat sudut (angle milling cutter) digunakan untuk melakukan freis menyudut seperti chamfer, serasi (serration) dan alur. Pengefreisan ekor burung (dovetail) pada gambar 4.22. adalah contoh pengefreisan menyudut. Besar sudut yang umum untuk pengefreisan bentuk ekor burung adalah 45, 50, 55, or 60, yaitu bedasarkan bentuk ekor burung yang umum. Pembuatan bentuk ekor burung dilakukan pada mesin freis dengan memegang benda kerja pada ragum, diklem pada meja atau diklem pada angle plate. Lidah atau alur pertama dipotong kasar dengan pahat sisi (side milling cutter), setelah itu, dilanjutkan dengan pahat sisi miring (angle side milling cutter) dan dihaluskan dengan pahat freis sudut (angle milling cutter).

Gambar 4.22. Angular milling

Pembuatan pemandu gerak (slides) Benda kerja dengan permukaan parallel dan angular sering dipakai sebagai pemandu gerak (guideway). Guideways hanya dapat berfungsi dengan baik jika permukaan tidak hanya berbentuk datar, tetapi juga memilki bentuk paralel dan angular seperti bentuk ekor burung (dovetail). Bentuk guideway seperti ini seringkali dibuat dengan dengan mesin freis dan dilanjutkan dengan scraping atau grinding.

Gambar 4.23. contoh-contoh bentuk slide (a) flat (b) dove-tail (c) V

4 - 17

STRADDLE MILLING

Straddle milling adalah pembuatan dua atau lebih permukaan vertikal yang sejajar yang dilakukan dengan sekali pemotongan. Straddle milling dilakukan dengan menggunakan dua pahat sisi yang dipasang pada satu arbor dan diatur terpisah pada jarak tertentu. Dua sisi benda kerja dipotong secara bersamaan langsung pada ukuran lebar akhir. Lebar lidah atau jarak antara sisi pahat dapat diatur dengan akurat dengan menggunakan spacer dan washer.

FACE MILLING

Freis muka (face milling) adalah pengefreisan permukaan yang berada pada posisi tegak lurus terhadap sumbu pahat seperti yang terlihat pada gambar 4.23. Freis muka akan menghasilkan permukaan yang rata dan pemakanan dilakukan sesuai dengan panjang yang dibutuhkan. Pada pengefreisan muka arah pemakanan dapat ke arah horizontal atau vertikal. Pada freis muka, sisi luar (keliling) mata potong pahat melakukan pemakanan secara praktis. Walaupun, ketika pahat diasah dengan baik, muka pahat secara aktual membuang jumlah material yang sedikit yang tersisa sebagai akibat dari pelenturan benda kerja atau pahat, hingga menghasilkan permukaan yang lebih halus. Hal penting dalam freis muka adalah memiliki pahat yang terpasang secara aman dan melihat bahwa semua kelonggaran ujung arah aksial atau kemiringan terhadap spindel mesin harus dibatasi. Benda kerja harus diklem kepada meja kerja atau angle plate atau dipegang dengan ragum, fixture atau jig. Permukaan yang luas umumnya difreis pada mesin freis vertikal dengan benda kerja yang dikelm langsung pada meja mesin untuk penanganan dan operasi klem yang mudah Permukaan yang miring menyudut (angular surfaces) dapat difreis pada mesin freis dengan kepala putar (swivel cutter head milling machine). Dalam kasus ini, benda kerja dipasang pada posisi sejajar meja sedangkan kepala spindel diputar untuk memposisikan ujung pahat pada posisi tegak lurus terhadap permukaan yang difreis.

Gambar 4.23. Face milling

Gambar 4.24. Angular face milling

4 - 18

Selama operasi freis, posisi pemakanan benda kerja harus diatur sedemikian rupa hingga tekanan pemotongan terjadi ke arah bawah, untuk menjaga agar benda kerja selalu terdorong ke arah meja. Jika mungkin, sudut benda kerja harus segaris dengan center pahat. Posisi benda kerja terhadap pahat akan membantu mengurangi slip.

Kedalaman pemakanan
Ketika mengatur kedalaman pemakanan, benda kerja harus diangkat hanya untuk menyentuh pahat yang sedang berputar. Setelah sentuhan pemotongan awal telah dibuat dengan seting ini, dilakukan pengukuran benda kerja. Pada titik ini, pemakanan arah transversal dikunci untuk mengarahkan pengukuran kedalaman pemakanan dengan menggunakan dial graduasi Ketika memulai pemotongan, benda kerja harus digerakkan hingga pahat melakukan kontak dengan nenda kerja pada sisi ujungnya, setelah itu, pemakanan otmatis dapat dijalankan. Pemotongan yang diawali dengan tenaga tangan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mendorong sudut benda kerja kepada gigi pahat terlalu cepat, karena hal ini dapat merusak gigi. Untuk menghindari waktu terbuang selama operasi, jalur pahat harus diatur agar meja berhenti ketika pahat melewati benda kerja

GANG MILLING

Gang milling adalah istilah yang dipakai untuk opearasi di mana digunakan dua pahat atau lebih yang dipasang pada satu arbor dan digunakan untuk memotong permukaan horizontal. Pahat yang dipakai dapat serupa atau berbeda satu dengan yang lain. Misalnya beberapa benda kerja akan dibuat alur, permukaan rata dan alur (bersudut) angular, dan alur angular. Metoda terbaik untuk memotong ini adalah gang milling seperti yang terlihat pada gambar 4.25.

Gambar 4.25. Gang milling

4 - 19

PENGEFREISAN KONTUR
Pengefreisan kontur (form milling) adalah proses freis dengan bentuk yang khusus, perpaduan dari kurva dan garis lurus, atau kurva keseluruhan dalam satu kali pemotongan. Pengefreisan ini dilakukan dengan pahat kontur (formed milling cutters) yang dibentuk sesuai dengan bentuk kontur yang ingin dibuat, Bentuk yang lebih umum termasuk cerukan setengah lingkaran dan cerukan seperempat lingkaran seperti gambar 4.26. Proses ini dilakukan dengan menggunakan pahat berbentuk cembung, cekung dan sudut bulat yang diasah sesuai dengan diameter lingkaran yang diinginkan. Pekerjaan lain untuk pahat kontur termasuk pengefreisan pola yang rumit pada benda kerja dan pengefreisan beberapa permukaan kompleks pada satu kali pemotongan dengan seperti yang dihasilkan dengan gang milling.

FLY CUTTING
Fly cutting yang juga disebut dengan single point milling adalah operasi pengefreisan yang serbaguna. Pekerjaan ini dilakukan dengan pahat bermata potong tunggal seperti pahat bubut. Pahat ini dipegang dan diputar dengan menggunakan arbor pahat. Pahat ini dapat digerinda untuk membentuk profil yang diinginkan, seperti yagn terlihat pada gambar 4.27. Satu waktu ketika diperlukan bentuk pahat yang khusus untuk jumlah komponen yang sangat terbatas, akan menjadi lebih ekonomis jika menggunakan arbor fly cutter daripada menggunakan pahat freis kontur yang mahal dan keggunaannya yang hanya terbatas pada satu bentuk pekerjaan Pembuatan roda gigi Fly cutter juga dapat digunakan dengan keuntungan yang besar pada pembuatan gigi. Yang perlu disiapkan adalah menggerinda pahat dengan bentuk gigi yang diperlukan. Prinsip yang sama juga bisa digunakan pada pemotongan poros bintang (splines) dan bentuk yang lain.

Gambar 4.26. Form - milling

Gambar 4.27. Arbor fly cutter dan pahat dengan bentuk khusus

4 - 20

Pengefreisan permukaan rata


Fly cutter jenis lain juga dapat digunakan untuk pengefreisan permukaan rata dengan prinsip pengerjaan seperti pada permukaan rata seperti pada plain face milling. Arbor fly cutter dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan pahat bubut. Fly cutter jenis ini berguna untuk pengefreisan permukaan rata pada material aluminium atau material non-logam lunak yang lain. Karena kualitas permukaan yang tinggi dapat dicapai dengan mudah. Pembesearan lubang silindrik tidak dianjurkan untuk dilakukan dengan pahat jenis ini, karena tangkai arbor yang pendek sehingga hanya mampu membuat lubang yang dangkal.

PEMBUATAN SEGIENAM
Benda kerja yang memiliki permukan yang terbagi rata membentuk segi-banyak atau difreis pada arah simetris radial digunakan pada banyak keperluan. Pembuatan bentuk hexagon (segi enam) harus dilakukan dengan perhatian pada pembagian permukaan yang sama. Seperti umumnya pemegangan benda silindrik, pembuatan profil segi-enam dari batang silindrik dapat dilakukan dengan bantuan v-block. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, yaitu pembagian sudut yang benar, profil segienam akan lebih baik jika dilakukan dengan bentuan kepala pembagi (diving head)

Gambar 4.28. pembuatan bentuk segi enam

Cara lain yang juga dapat dipakai untuk membuat bentuk segi enam adalah Straddle milling. Benda kerja dapat dipegang di antara center, dalam fixture indeksing atau dipasang secara vertikal pada ragum putar (swivel vise). Dua sisi pahat dipisahkan dengan spacer, washer dan shim sehingga terdapat jarak di antara sisi mata potong (gigi) pahat yang betul-betul sama degan lebar benda kerja yang diinginkan (gambar) 4.26. dengan cara ini, dua sisi segienam dipotong secara bersamaan. Selanjutnya, untuk pemotongan dua sisi beriktunya, benda kerja diputar 60O. Demikinan juga untuk dua sisi terakhir, benda kerja diputar 60O. Cara yang sama juga dapat diterapkan untuk pembuatan segiempat dan poros bintang (spline). Untuk pemotongan segiempat, dua sisi persegi yang berhadapan dipotong bersamaan dan kemudian spindel dari indexing fixture diputar 90O dan dua sisi lain dapat dipotong dengan straddle milled.

4 - 21

Gambar 4.29. pebuatan segienam dengan Straddle milling

Pembuatan alur pasak Alur pasak adalah alur dengan berbagai bentuk yang dibuat dengan cara membuang sebagian material dari benda kerja pada arah di sepanjang sumbu permukaan silindrik poros. Hub atau lubang silindrik dari kopling, puli dan roda gigi dipasang pada poros dengan pasak atau pasak luncur untuk penguncian. Pasak biasanya berbentuk sedikit tirus atau memiliki slope dan dimasukkan ke dalam alur pasak untuk mengunci sambungan dua komponen. Pasak luncur (feather key/slinding key) digunakan pada sambungan dua komponen yang dirancang untuk dapat bergeser satu terhadap yang lain, misalnya pada kopling geser atau transmisi roda gigi. Untuk membuat alur pasak, biasanya digunakan pisau gergaji celah (slitting saw) atau dengan pahat freis profil pada mesin freis. Poros di mana akan dibuat alur pasak harus diluruskan pada arah gerak horizontal dan longitudinal meja mesin freis. Setelah memasang benda pada posisi center pahat, gerak melintang meja harus dikunci agar posisi tidak bergeser. Pengaturan kedalaman alur pasak dilakukan dengan menggunakan roda tangan pengatur ketinggian meja kerja. Jenis pasak yang paling banyak digunakan adalah Woodruff key, yaitu pasak dengan ujung persegi (square-ends machine key) dan pasak ujung lengkung (round-end machine key)

Woodruff Key

Gambar 4.30. Woodruff key slot

Pasak Woodruff berbentuk semisilindrik dan dibuat dengan diameter dan lebar yang bervariasi. Sisi lengkungnya dimasukkan ke dalam alur pasak yang dibuat dengan proses freis pada poros. Bagian atas akan terpasang pada alur yang terdapat komponen pasangannya seperti puli atau roda gigi. Pahat alur pasak Woodruff key harus memiliki diemater yang sama dengan diameter pasak

4 - 22

Gambar 4.31. Pengefreisan alur pasak

Ukuran pasak Woodruff dirancang dengan nomor kode, dua digit terakhir menunjukkan diameter pasak dalam perdelapanan inci, sementara angka didepan dua digit terakhit menunjukkan lebar pasak dalam pertigapuluhduaan inci. Contoh : Woodruff nomor 204 key memiliki diameter 4/8 (1/2) inci dan lebar 2/32 (1/16) ; nomor 1012 berarti diameter pasak adalah 12/8 (1 ) inci dan lebar pasak adalah 10/32 (5/16) inci. Untuk perakitan yang baik, diperlukan suaian antara pasak dan alur pasak, yaitu di bagian permukaan atas pasak dan alur pasak pada lubang. Kelonggaran dapat dibuat berdasarkan dua digit terakhir pada nomor woodruff yang mengindikasikan diameter pasak, yaitu sebesar : minimum 0.002 inci sampai maksimum 0.005 inci dari diameter pasak. Suaian positif dari pasak dalam alur pasak berarti membuat pasak dengan ukuran lebih besar 0.0005 sampai 0.001 inci dari lebar pasak.

Pasak mesin ujung persegi (Square-end machine keys) Pasak mesin ujung persegi adalah pasak yang memiliki penampang lintang berbentuk persegi atau segi-empat, sementara panjangnya beberapa kali dari lebarnya. Untuk keperluan pertukaran (penggantian) dan standarisasi, pasak biasanya dibuat dengan ukuran yang memiliki perbandingan (proporsional) dengan diameter poros, yaitu dengan metoda sebagai berikut :

4 - 23

Lebar pasak kira-kira sebanding dengan seperempat dari diameter poros Ketebalan pasak pada penampang segiempat kira-kira sebanding dengan 1/6 diameter poros Panjang minimum pasak sebanding dengan 1 kali diameter poros Kedalaman dari alur pasak penampang segi empat adalah 1/2 lebar pasak Kedalaman dari alur pasak penampang persegi (flat key) adalah 1/2 ketebalan pasak

Pasak ujung bulat (Round-end machine keys). Pasak ujung bulat adalah pasak penampang segi empat dengan bentuk bulat (setengah lingakaran pada salah satu ujungnya atau pada kedua ujungnya. Pasak ini memiliki standar ukuran yang sama dengan pasak segi-empat atau pasak persegi dengan ujung persegi .

Pahat Freis Yang Digunakan Untuk Pengefreisan Alur Pasak

Alur pasak pada poros untuk pasak Woodruff difreis dengan pahat alur pasak Woodruff. Pahat alur Pasak (Woodruff milling cutters) ditandai dengan nomor identifikasi Woodruf yang sama dengan pasak yang akan digunakan. Untuk membuat alur pasak Woodruff nomor 204, maka digunakan pahat alur pasak woodruff dengan nomor 204. Alur pasak ujung persegi (square-end keyways) dapat dibuat dengan pahat freis lurus (plain milling cutter) atau pahat freis sisi (side milling cutter) dengan lebar yang sesuai dengan ukuran lebar pasak Alur pasak ujung bulat (round-end keyways) harus difreis dengan pahat ujung (end milling cutters) sehingga ujung bulatnya sesuai dengan ujung pasak yang bulat. Pahat harus memiliki diameter yang sama dengan lebar pasak

Gambar 4.32.

Alur pasak ujung bulat

PEMBUATAN ALUR-T (T-SLOT)

Pemotongan alur-T dalam benda kerja untuk perangkat pemegang adalah operasi freis yang umum. Ukuran alur-T bergantung kepada ukuran dari baut alur-T yang akan digunakan. Dimensi alur-T dan baut alur-T distandarkan untuk diameter baut tertentu.

4 - 24

Dibutuhkan dua pahat freis untuk membuat alur-T, yaitu pahat alur-T dan pahat freis sisi (side milling cutter) atau pahat freis ujung (end milling cutter). Pahat freis sisi (lebih baik tipe staggered tooth) atau pahat freis ujung digunakan untuk memotong alur pada benda kerja dengan lebar yang sama dengan lebar leher (throat) alur-T dan dengan kedalaman yang sedikit kurang dari kedalaman ruang kepala ditambah kedalaman leher (throat). Pahat alur-T digunakan pada tahap akhir untuk membuat memotong ruang kepala dengan dimensi yang diinginkan. Kedalaman throat ditentukan dengan mempertimbangkan ketebalan benda kerja dan dimensi maksimum dan minimum yang diijinkan
Gambar 4.33.

T-slot milling

Pahat freis sisi atau pahat freis ujung digunakan untuk mengawali proses pembuatan alur-T. Pahat ini harus memiliki ukuran yang sesuai untuk membuat alur yang sama dengan lebar throat untuk dimenasi alur-T yang diinginkan. Buat alur kira-kira 1/16 inci lebih kecil dari jumlah kedalaman throat dan kedalaman head space. Pahat freis alur-T dipilih yang sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Pahat alur-T diidentifikasi dengan diameter baut alur-T dan dibuat dengan dimater dan lebar yang sesuai untuk memotong ruang kepala pada dimensi yang diinginkan. Pahat alur-T harus diposisikan di atas benda kerja dan diluruskan (align) dengan alur yang telah dibuat sebelumnya. Pemakanan untuk pembuatan alur-T dilakukan pada arah longitudinal. Lumasi pahat dan benda kerja dengan cutting oil selama operasi berlangsung.

SAWING AND PARTING


Pahat gergaji dan belah digunakan untuk memotong material dengan mesin freis. Gambar 4-34 memperlihatkan proses pemotongan benda kerja dengan pahat gergaji berbentuk piringan. Benda kerja dipotong oleh pahat yang bergerak rotasi. Untuk kekakuan yang lebih baik ketika memotong benda kerja tipis seperti pelat logam, benda kerja dapat diklem langsung pada meja kerja dengan garis pemotongan diletakkan di atas salah satu alur-T. Dalam kasus ini, benda kerja harus dipotong metoda pemotongan down milling / climb miling untuk menghindari terangkatnya benda kerja dari meja kerja.

Gambar 4.34. Pemotongan benda kerja

4 - 25

GEAR CUTTING
Roda gigi dibuat pada mesin freis dengan menggunakan pahat freis kontur (formed milling cutters) yang disebut dengan pahat modul (involute gear cutters). Pahat ini dibuat dalam berbagai ukuran dan bentuk modul. Jika pahat modul tidak tersedia, gigi dapat diperbaiki dengan menggunakan fly cutter. Pahat bubut yang telah dibentuk menjadi bentuk gigi involut dapat pasang pada fly cutter dan digunakan untuk membuat gigi involut atau memperbaiki gigi involut yang rusak Pembuatan atau perbaikan gigi dengan metoda fly cutter mirip dengan pembuatan gigi dengan pahat modul. Benda kerja yang akan dibuat roda gigi dipasang pada indexing fixture di atas meja mesin freis, dengan menggunakan mandrel, sedemikian hingga benda kerja dapat ditumpu diantara center kepala indeks (indexing head) dan center kaki tetap (footstock). Posisi indexing fixture dan pahat diatur hingga sumbu roda gigi tegak lurus terhadap sumbu spindel mesin freis. Cutter bit yang telah diasah dengan bentuk modul gigi dikencangkan pada arbor fly cutter. Pahat diatur pada posisi tengah (center) terhadap posisi sumbu roda gigi. Kemudian spindel diputar. Selanjutnya spindel mesin freis diputar sampai posisi ujung pahat pada fly cutter menghadap ke bawah. Atur posisi lembah gigi yang akan digotong dengan fly cutter dengan cara memutar engkol kepala indeks. Kemudian pemotongan dapat dilakukan. Tahapan ini selanjutkan diterapkan juga untuk membuat gigi yang lain. NOTE: pembuatan gigi dengan metoda ini tidak mengasilkan gigi yang akurat seperti yang dihasilkan dari pembuatan gigi dengan menggunakan pahat modul. Cara ini sebaiknya hanya digunakan pada keadaan darurat.

PENGEFREISAN SPILNE (SPLINE MILLING)


Poros bintang (spline) sering digunakan sebagai alternatif pasak sebagai penerus daya dari poros ke hub atau sebaliknya. Poros bintang adalah berfungsi seperti sejumlah pasak yang disusun sejajar di sekeliling poros dan dibuat menyatu dengan poros. Susunan pasak yang menyatu dengan poros ini akan berpasangan dengan alur pada hub. Secara partikular, spline dapat difungsikan sedemikian rupa agar hub dapat bergeser pada arah aksial poros, dalam kondisi terbebani ataupun bebas. Aplikasi yang umum dari spline dapat ditemukan dalam transmisi roda gigi, penggerak mesin perkakas, dan mekanisme otomatis.

Poros bintang (splined Shafts)


Poros bintang (splined shafts) umumnya dibuat dengan parut (broaching). Tapi untuk perbaikan, poros bintang harus dipotong dengan proses freis. Bentuk spline dapat dibuat dengan cara yang sama seperti cara untuk membuat alur pasak. Poros bintang standar memiliki 4, 6, 10, atau 16 spline. Dimensi spline bergantung kepada kelas suaian yang diperlukan, yaitu : suaian permanen, suaian luncur saat tanpa beban, dan suaian luncur pada kondisi terbebani..

4 - 26

Gambar 4.35. Pengefreisan poros bintang (spline shaft)

Pengefreisan bentuk spline


Poros bintang (Spline shafts) dapat difreis pada mesin freis dengan cara yang sama dengan pembuatan alur pasak. Poros yang akan dibuat spline dipasang di antara center pada fixture indeks (indexing fixture). Pahat freis dua sisi dipasang pada arbor dengan spacer dan shim yang disisipkan diantaranya. Spacer dan shims dipakai untuk membuat jarak diantara bagian dalam gigi pahat, sedemikain hingga jaraknya sama dengan lebar spline yang akan dibuat. Arbor dan pahat dipasang pada spindel mesin dan diatur sehingga titik tengah pahat berada di atas sumbu benda kerja (poros) Setiap spline dipotong dengan straddle milling pada kedalamam yang diperlukan. Fixture indeks digunakan untuk memutar benda kerja pada jarak yang benar di antara posisi setiap spline. Setelah semua spline dibuat dangan kedalaman yang benar, pasangkan pahat lurus yang ramping dalam arbor. Pahat lurus ini digunakan untuk menyelesaikan lembah spline (jarak antara spline) yang tersisa dari pemotongan spline dengan metoda straddle milling. Akan menjadi sangat baik, jika penyelesaian lembah spline ini dibuat dengan beberapa laluan yang sejajar dan seragam agar lembah spline terbentuk dengan lengkungan dimeter yang sempurna. Jika tersedia, pahat freis kontur spline juga dapat digunakan untuk operasi ini. Kepala pembagi Kepala pembagi (dividing head) diperlukan untuk membantu pembuatan spline, roda gigi dan bentuk lain yang memerlukan pembagian simetris radial atau bentuk lain yang harus dipotong di sepanjang lingkaran. Perangkat ini dirancang untuk dapat membagi (index) putaran atau sudut benda kerja pada jarak putar tertentu sehingga lingkaran benda kerja dapat terbagi dengan sama besar dengan akurat.

4 - 27

Kepala pembagi juga dapat digunakan untuk membuat alur heliks seperti pembuatan alur untuk pahat gurdi, reamer dan pahat freis heliks. Bentuk alur heliks dapt dibuat dengan bantuan trasmisi roda gigi yang ditambahkan kepada mekanisme kepala pembagi.

Gambar 4.36 Konstruksi kepala pembagi

Secara mendasar, kepala pembagi memiliki pasangan roda gigi cacing dengan perbandingan 40 : 1 yang menghubungkan poros spindel benda kerja dengan poros pemutarnya. Spindel kepala pembagi memiliki perangkat pemegang benda kerja, seperti chuck dengan 3 rahang atau catch plate. Spindel juga memiliki lubang tirus untuk memasangkan center jika benda kerja harus ditumpu di antara center. Putaran spindel dan benda kerja dilakukan dengan memutar engkol pembagi (indexing crank). Akibat adanya rasio antara poros cacing dan roda gigi cacing, maka jika engkol diputar satu putaran, spindel dan benda kerja akan berputar 1/40 putaran. Dan jika engkol pembagi diputar 40 putaran, maka spindel dan benda kerja akan berputar 1 putaran penuh. Pembagian dari 1/40 putaran dapat dipecah (dibagi) menjadi lebih kecil dengan piringan yang memiliki lubang slot yang mengelilingi lingkaran. Piringan ini dikenal dengan piringan pembagi. Piringan pembagi memiliki beberapa jajaran lubang slot yang melingkar dengan jumlah yang berbeda. Piringan pembagi ayng sering digunakan untuk melakukan pembagian adalah tipe Brown & Sharpe, yang memiliki slot lubang pada setiap jajaran melingkarnya dengan jumlah : Piringan no 1 Piringan no 2 Piringan no 3 : : : 1 2 3 15 16 17 18 19 20 21 23 27 29 31 33 37 39 41 43 47 49

4 - 28

Pembagian langsung (Direct indexing) Pembagian langsung adalah metoda pembagian yang paling mudah. Pembagian (indexing) dilakukan dengan langsung menggunakan piringan pembagi yang terpasang di ujung depan spindel. Piringan pembagi memiliki sejumlah lubang slot (biasanya 24) yang disusun berkeliling piringan dan dapat dikunci pada posisi tertentu dengan mekanisme plunyer. Jika mengunakan metoda ini, benda kerja yang terpasang pada spindel harus dilepaskan dari hubungan dengan roda gigi cacing. Spindel digerakkan dengan tangan kepada posisi yang diinginkan. Pembagian yang akan dilakukan harus merupakan kelipatan pembagian bulat dari jumlah lubang slot yang ada pada piringan pembagi Pembagian sederhana (simple indexing) Pembagian sederhana dipakai jika metoda pembagian langsung tidak dapat mengakomodasi kebutuhan pembagian sudut. Untuk melakukan metoda pembagian ini, putaran engkol harus dihitung terlabih dahulu. Jika reduksi roda gigi cacing adalah 40 : 1, maka pembagian yang akan dilakukan harus mengikuti perbandingan roda gigi cacing tersebut. Jika jumlah pembagian adalah N, maka jumlah putaran engkol untuk setiap pembagian adalah N dibagi 1/40, atau dapat dituliskan sebagai :

Putaran...engkol =

40 N

Contoh : Tentukan indeksing untuk jumlah pembagian bawah ini : (a) 7 (b) 28 (c) 82 (a)

Sehingga, pembagian = 5 putaran engkol ditambah 15 lubang pada piringan dengan jumlah lubang 21

40 40 5 15 = = 5 = 5 N 7 7 21

(b)

Sehingga, pembagian = 1 putaran engkol ditambah 21 lubang pada piringan dengan jumlah lubang 49

40 40 12 3 21 = =1 = 1 =1 N 28 28 7 49

(b)

Sehingga, pembagian = 20 lubang pada piringan dengan jumlah lubang 41 Pembagian Sudu (angular indexing) Beberapa benda kerja mungkin saja lebih membutuhkan pembagian yang spesifik pada sudut ketimbang dalam jumlah angka pembagian. Jika satu putaran dari engkol pembagi sama dengan 1/40 putaran benda kerja, maka gerak angular benda kerja sama dengan 1/40 x 360O = 9O. sedemikian hingga pembagian sudut yang terjadi adalah :

40 40 20 = = N 82 41

4 - 29

Putaran engkol =

sudut.. yang..dibagi 9

Contoh : Tentukan indeksing untuk sudut-sudut di bawah ini : (b) 15 1/3O (c) 11O 15 (a) 23O (a)
5 10 23 = 2 9 = 2 18 9

Sehingga, pembagian = 2 putaran engkol ditambah 10 lubang pada piringan dengan jumlah lubang 18

(b)

Sehingga, pembagian = 1 putaran engkol ditambah 19 lubang pada piringan dengan jumlah lubang 27

19 15 13 O 46 1 46 = = = 1 27 9 3 9 27

15 1 (c) 11O 15 = 11 60 = 11 4 1 4 11 14 O 45 1 4 = = = 1 4 = 1 16 9 4 9 5

Sehingga, pembagian = 1 putaran engkol ditambah 4 lubang pada piringan dengan jumlah lubang 16

Pembagian diferensial (differential indexing) Pembagian diferensial (differential indexing) digunakan jika fungsi pembagian tidak dapat dipenuhi dengan metoda pembagian sederhana, karena keterbatasan jumlah lubang yang tersedia. Teknik ini secara mendasar menggunakan pendekatan kepada pembagian yang dibutuhkan serta kompensasi untuk kesalahan (kekurangan atau kelebihan), yaitu dengan penambahan atau pengurangan putaran piringan pembagi melalui transmisi roda gigi. Arah putaran kompensasi dari piringan pembagi relatif terhadap putaran engkol pembagi sangat penting untuk diperhatikan. Arah putaran ini bergantung kepada perkiraan pendekatan pembagian, apakah lebih besar atau lebih kecil dari pembagian yang dibutuhnkan. Piringan pembagi (indexing plate) harus terbuka (tidak terkunci) sehingga piringan pembagi ini dapat berputar realatif terhadap engkol pembagi. Sebaliknya, piringan pembagi harus dikunci pada roda gigi yang dihubungkan dengan transmisi roda gigi kompensasi kepada spindel benda kerja. Sedemikian hingga jika engkol pembagi diputar dan menggerakkan benda kerja, maka bersamaan dengan itu, putaran dari engkol juga akan memutar piringan pembagi melalui transmisi roda gigi kompensasi.

4 - 30

Konfigurasi sususan roda gigi untuk diferential indexing terlihat pada gambar di bawah ini

Gambar 4.37. Set-up kepala pembagi untuk differential indexing

Contoh : Tentukan pembagian diferensial untuk pembagian 125 dengan menggunakan kepala pembagi dengan piringan pembagi Brown & Sharpe. Roda gigi penghubung yang tersedia 24 x 2 buah dengan variasi jumlah gigi : 28 ; 32 ; 40 ; 44 ;48 ; 56 ;64 ; 72 ;86 ; 100 Putaran engkol =

40 40 = N 125 40 4 9 = = 120 12 27

Perkiraan pendekatan =

Untuk itu, indeksing = 9 lubang pada piringan pembagi dengan jumlah lubang 27 Jika

9 9 diputar 125 kali maka x 125 = 41 2 putaran engkol 3 27 27

Karena putaran engkol harus 40 untuk mencapai 1 putaran penuh benda kerja, artinya bahwa ketika 9 lubang diindeksing dalam 27 lubang, engkol indeksing bergerak 1 3 lebih jauh dari seharusnya (kelebihan putaran). Untuk mengkoreksi kelebihan putaran ini, maka piringan pembagi harus diputar ke arah berlawanan relatif terhadap putaran engkol pembagi melalui transmisi roda gigi. Dimana transmisi roda gigi yang diperlukan adalah :
2

drivers driven

= 123 =

5 = 3
4 - 31

40 24

Roda gigi dengan jumlah gigi 40 dipasang pada spindel, sedangkan roda gigi dengan jumlah gigi 24 dipasang pada intermediate spindle.

Pengefreisan heliks Heliks didefinisikan sebagai jalur kurava yang reguler, seperti dibentuk dengan menggulung benang (cord) mengelilingi permukaan silinder. Bagian heliks umumnya dipotong dengan mesin freis, termasuk gigi heliks, alur spiral pada pahat freis, pahat gurdi, dan alur kem heliks (helical cam grooves). Untuk mengefreis bentuk heliks, diperlukan kepala indeks universal (universal indexing head) atau kepala pembagi (dividing head). Bentuk heliks diperoleh dengan cara memutar benda kerja bersamaan dengan gerak meja ke arah memanjang (longitudinal), yaitu ketika benda kerja diumpankan kepada pahat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menghubungkan kepala indeks atau kepala pembagi dengan ulir penuntun (leadscrew) melalui transmisi roda gigi. Seperti yang terlihat pada gambar 4.38. Pasangan roda gigi antara ulir penuntun meja kerja dan kepala indeks menghasilkan putaran benda kerja dengan kecepatan yang diperlukan untuk pergerakan longitudinal dari meja kerja. Pengefreisan bentuk heliks membutuhkan penggunaan pahat kontur dengan bentuk yang khusus dan pahat dua sudut (double-angle milling cutters).

Gambar 4.38. Pembuatan alur heliks

Roda gigi yang digunakan bergantung kepada kisar ulir penuntun dan pitch heliks yang akan dibuat. Sebelum memasangkan roda gigi penghubung, ulir penuntun meja kerja arah longitudinal harus diketahui terlebih dahulu. Selanjutnya roda gigi penghubung yang dibutuhkan dapat dihitung. Jika rasio roda gigi antara ulir penuntun pada mesin dan kepala pembagi adalah 1:1. dan kepala pembagi memiliki reduksi 40 :1, maka lead (kisar/ gerak) mesin adalah : Lead of machine = 40 x kisar ulir penuntun meja kerja

4 - 32

Untuk menentukan roda gigi yang diperlukan untuk memotong bentuik heliks yang spesifik dapat digunakan rumus :

gigi penggerak gigi yang digerakkan

lead of machine lead to be cut

Jika alur heliks dibuat pada mesin freis horizontal, maka posisi meja kerja harus disesuaikan dengan sudut heliks agar pahat dapat terbentuk dengan baik di sepanjang alur heliks, seperti tergambar pada gambar 4.39. Jika pengaturan ini tidak dilaukan, maka bentuk lingkaaran diameter pahat akan mengakibatkan alur yang dibuat akan berbeda bentuk dengan profil pahat.

Gambar 4.39. Pengefreisan bentuk heliks

Walaupun meja telah diputar dan disesuaikan dengan arah sudut helks, interferensi masih tetap terjadi, dan hal ini lebih jelas terlihat pada alur yang memilik penampang berbentuk persegi. Interferensi ini terjadi karena pada mesin freis horizontal sangat umum dipakai pahat side-and-face atau pahat slotting yang dirancang untuk memotong alur lurus sisi paralel, sedangkan alur heliks memiliki sisi berbentuk kurva. Untuk alur heliks dengan kepala alur tertentu, bentuk heliks yang terbentuk pada bagian atas alur akan memiliki sudut heliks yang lebih besar daripada heliks yang ada di bagian bawah. Untuk alasan ini, meja mesin harus diatur pada sudut heliks berdasarkan kepada diameter rata-rata dari benda keja yang dihitung dengan rumus :

tan

x d lead

dimana D = diameter rata-rata benda kerja dan teta adalah sust heliks

4 - 33

Gambar 4.40. Pembuatan heliks

contoh : Alur heliks dibuat pada mesin freis universal dengan kedalaman 6 mm pada diameter 50mm batang baja silindrik. Alur heliks dibuat dengan kisar 550mm. Jika ulir penuntun meja mesin adalah 6mm, tentukan pasangan gigi yang dibutuhkan. Lead mesin = = 40 x kisar ulir penuntun 40 x 6 = 240mm

lead yang akan dipotong = = 550mm

gigi penggerak gigi yang digerakkan


6 4 24 32 = 11 5 44 40

lead of machine 240 lead to be cut = 550

24 55

hasilnya : susunan roda gigi dipasang seperti pada gambar :

Gambar 4.41. konfigurasi gigi

4 - 34

Rata-rata diamter adalah = 50 6 mm = 44 mm Maka tan = = = =

0,2513 14O 6

D/lead ( x 44) / 550

Meja putar (rotary table) Meja tambahan ini dipasang pada meja mesin freis agar dimungkinkan untuk memotong bentuk sirkular. Bentuk meja putar (rotary table) yang tipikal telihat pada gambar 4.42 Gerak rotasi didapatkan melalui pasangan roda gigi cacing (worm-wheel) dan poros cacing (worm-drive) mirip dengan transmisi yang ada di dalam kepala pembagi. Keliling meja biasanya dikalibrasi dalam derajat, sedangkan sub-divisi dari derajat dibagi pada drum kalibrasi yang ada pada roda tangan.

Gambar 4.42. Meja putar

Sebagai tambahan untuk kalibarasi pada drum, beberapa meja putar dilengkapi dengan piringan indeks dam plunyer yang biasa digunakan pada kepala pembagi. Fitur ini sangat berguna untuk membagi (indexing) benda kerja yang sulit atau tidak bisa dipegang pada kepala pembagi

4 - 35

DRILLING
Mesin gurdi adalah perangkat yang dipakai untuk mebuat lubang silindrik dengan efektif. Tetapi untuk mendapatkan posisi lubang yang akurat, diperlukan ulir penuntun (feed screw) yang dapat digerakkan secara gradual. Jarak lubang pada alur melingkar, seperti slot lubang pada piringan pembagi, dapat dikerjaan dengan indeksing dengan kepala indeks pada posisi vertikal. Penggurdi puntir dapat dipegang dalam chuck gurdi yang dikunci pada spindel mesin freis atau dipasang langsung pada collet mesin freis atau dengan menggunakan adaptor. Benda kerja yang akan digurdi dikunci pada meja mesin freis dengan klem, ragum atau angle plates.

BORING
Berbagai tipe pemegang pahat bor (boring tool holder) dapat digunakan untuk melakukan proses pembesaran lubang pada mesin freis. Pahat bor tersedia dengan tangkai lurus untuk dipegang dengan chucks dan holder atau tangkai tirus yang dapat langsung dipasang pada collet atau adaptor. Dua kelengkapan yang umum digunakan untuk proses pembesaran adalah arbor fly cutter dan kepala bor offset (offset boring head). Pahat bermata potong tunggal yang digunakan untuk melakukan pembesaran lubang (boring) pada mesin freis sama dengan yang digunakan pada pahat bubut cutter bit. Kecepatan potong, pemakanan dan kedalaman pemakanan harus sama dengan yang digunakan pada proses pembubutan.

Daftar Pustaka 1. Gerling, Heinrich, All About Macnie Tools, Wiley Easatern Limited, New Delhi, 1965 2. Haris, P.J., Manufacturing Technology,Butterworth & Co (Publisher) Ltd, London, 1981. 3. http://metalwebnews.org/machinist/ch8.html 4. http://www.americanmachinetools.com/Lathe.htm

4 - 36