Anda di halaman 1dari 10

PAPER KIMIA ORGANIK HOMOLISA DAN HETEROLISA

DISUSUN OLEH : M. Arnaj Madya ( 260110120093 ) Muhammad Syawal Pratama (260110120096 ) Agisa Hasna Zhafinah ( 260110120099 ) Lazuardi Kamilia Ulfa ( 260110120102 ) R. Nadya Herliani Putri ( 260110120103 ) Erlina Putri Utami ( 260110120104 ) Ubbosini Thillaidasan ( 260110113054 ) Saravana Kumar ( 260110113055 ) Vanitha Muthusamy ( 260110113063 ) FARMASI B

Universitas Padjadjaran Jatinangor, Sumedang 2013

Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas anugrahNya, kami, segenap penulis dapat menyelesaikan pembuatan paper Homolisa dan Heterolisa ini. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya penulisan paper ini hingga bisa tersusun dengan baik. Paper ini kami susun berdasarkan pengetahuan yang kami peroleh dari beberapa buku dan media elektronik dengan harapan orang yang membaca dapat memahami tentang Homolisa dan Heterolisa Homolisa dan heterolisa merupakan salah satu bab yang dipelajari dalam matakuliah farmasi semester dua, kimia organik. Bab ini merupakan kelanjutan dari bab sebelumnya, ikatan kovalen, sehingga dari segi bahasan memiliki relasi yang kuat. Akhirnya, kami menyadari bahwa penulisan paper ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi perbaikan penerbitan paper ini di masa mendatang.

Wassalam

Tim Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................................... 1 Daftar Isi ............................................................................................................................ 2

Pendahuluan 1.1. Latar Belakang ............................................................................................................. 3 1.2. Rumusan Masalah ........................................................................................................ 3 1.3. Tujuan .......................................................................................................................... 3

Pembahasan 2.1. Reaksi Kimia dalam Tubuh ......................................................................................... 3 2.2. Tipe Reaksi Organik .................................................................................................... 4 2.3. Pemutusan Ikatan ........................................................................................................ 5 2.4. Pergerakan Elektron Tunggal pada Homolisis dan Heterolisisv.................................. 6

Penutup 3.1. Kesimpulan .................................................................................................................. 8

Daftar Pustaka .................................................................................................................... 9

I.

Pendahuluan

1.1 LatarBelakang Reaksi adalah deskripsi rinci tentang bagaimana ikatan terputus dan terbentuk sebagai langkah awal sebelum berubah menjadi produk. Reaksi dapat terjadi baik dalam satu langkah atau serangkaian langkah. Reaksi satu tahap disebut reaksi spontan. Tidak masalah terjadi pemutusan atau pembentukan ikatan, material awal langsung dikonversi menjadi produk. Reaksi bertahap melibatkan lebih dari satu langkah. Material awal adalah konversi untuk zat antara yang tidak stabil, disebuut reaksi antara.yang kemudian dibentuk menjadi produk. Homolisa dan heterolisa merupakan suatu reaksi pemutusan ikatan kovalen, dimana pada heterolisa menghasilkan ion-ionnya, sedangkan pada Homolisa menghasilkan radikal bebas, sehingga dalam bidang farmasi hal ini sangat penting untuk dipelajari, agar nantinya tidak terjadi kesalahan dalam pembuatan obat dari bahan - bahan kimia.

1.2 RumusanMasalah a. Apa yang dimaksud dengan homolisa ? b. Apa yang dimaksud dengan heterolisa ?

1.3 Tujuan a. Mengetahui penjelasan tentang homolisa b. Mengetahui penjelasan tentang heterolisa

II.

Pembahasan

2.1. Reaksi Kimia dalam tubuh Reaksi kimia di dalam tubuh terjadi dala medium air. Ada yang berlangsung dalam cairan intraselluler, ada yang berlangsung cairan ekstraseluler. Reaksi dikatalisis oleh enzim enzim yang sesuai dan di antaranya dikontrol oleh hormon. Banyak di anatara reaksi reaksi kimia dalam tubuh berjalan tidak spontan, tetapi bertahap.

Reaksi organik terjadi karena serangan pereaksi atau reagen terhadap suatu senyawa atau reaktan yang mengandung atom karbon atau yang disebut substrat. Ikata ikatan karbon dalam molekul substrat. Ikatan ikatan karbon dalam molekul substrat dirusak atau dipecah untuk menghasilkan bagian bagian yang sejenis atau yang bereaksi dengan molekul molekul tertentu yang berada di sekitarnya untuk membentuk ikatan ikatan baru sehingga menghasilkan reaksi atau produk.

2.2.Tipe Reaksi Organik Reaksi reaksi senyawa organic digolongkan dalam beberapa tipe, yaitu: 1. Reaksi substitusi a. Reaksi substitusi nukleofilik unimolekuler (SN1) b. Reaksi substitusi nukleofilik bimolekuler (SN2) c. Reaksi substitusi nukleofilik internal (SNi) d. Reaksi substitusi elektrofilik (SE) 2. Reaksi adisi a. Reaksi anti adisi b. Reaksi sin adisi 3. Reaksi eliminasi a. Reaksi eliminasi (eliminasi 1,1) b. Reaksi eliminasi (eliminasi 1,2) 4. Reaksi penataan ulang (rearrangement) 5. Reaksi radikal.

2.3.Pemutusan Ikatan Pemecahan homolitik dan heterolitik dalam reaksi organik, biasanya disertai dengan pembentukan atau pemutusan suatu ikatan kovalen. Konsep pemutusan ikatan biasanya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pemecahan ikatan secara homolisis dan secara heterolisis. Masing-masing pemecahan tersebut mempunyai proses dan produk yang berbeda. Perbedaan pemecahan homolitik dan heterolitik adalah sebagai berikut.

Proses pemutusan ikatan terjadi dengan dua cara, yaitu:

1. Pemutusan Homolisis

Pemecahan homolisis yaitu pembelahan ikatan kovalen antara dua atom terjadi dengan cara yang memungkinkan setiap atom mempertahankan satu elektron masing - masing. Pemecahan ini simetris dan mengarah pada pembentukan atom atau kelompok atom yang memiliki elektron tidak berpasangan, yang disebut radikal bebas. Radikal bebas yang dilambangkan dengan menempatkan titik di atas lambang atom atau kelompok atom.

Pemutusan ikatan dimana masing - masing atom membawa elektron dalam jumlah yang sama (simetris), sehingga membentuk radikal. Radikal bebas bersifat sementara dan sangat reaktif, sehingga cepat bergabung membentuk molekul kembali. Pemutusan homolisis terjadi karena adanya energy panas atau cahaya. Contoh : Cl2 dapat digambarkan Cl Cl, atau Cl : Cl2.

2. Pemutusan Heterolisis Pemecahan heterolisis yaitu pembelahan ikatan kovalen dengan salah satu pecahan mengambil kedua elektron (sepasang), sedangkan yang lainnya tidak medapatkan elektron. Hasilnya adalah dua buah partikel yang bermuatan. Hasil pemecahan heterolysis adalah dua buah ion, yaitu anion ( bermuatan negative ) dan kation ( bermuatan positif ).

Pemutusan heterolysis terjadi apabila hanya salah satu atom yang membawa elektron, sedangkan atom yang lain tidak membawa elektron ( asimetris ). Atom yang membawa sepasang electron akan bermuatan negatif, sedangkan atom yang tidak membawa electron bermuatan positif. Pemutusan heterolysis molekul AB dapat terjadi dalam dua cara, yaitu: a. Jika elektronegativitas A lebih besar dari B b. Jika elektronegativitas B lebih besar dari A Contoh : Na - Cl --> Na+ + Cl-

2.4.Pergerakan Elektron Tunggal pada Homolisis dan Heterolitik Homolisis dan heterolitik membutuhkan energi. Homolisis menghasilkan intermediet aktif bermuatan dengan elektron tidak berpasangan. Heterolistik menghasilkan pengisi intermediet. Untuk menggambarkan pergerakan elektron tunggal, gunakan panah berkepala setengah melengkung, kadang-kadang disebut sebuah kail.Sebuah panah yang melengkung penuh menuju menunjukkan pergerakan dari sebuah pasangan elektron.

Homolisis menghasilkan dua spesies bermuatan dengan elektron tidak berpasangan.Sebuah intermediate reaktif dengan elektron tidak berpasangan tunggal disebut radikal. Radikal sangat tidak stabil karena mengandung sebuah atom yang tidak memiliki elektron oktet. Heterolisis menghasilkan karbokation atau suatu karbanion.Karbokation dan karbanion adalah intermediet tidak stabil. Karbokation berisi karbon yang dikelilingi hanya oleh enam elektron, dan karbanion memiliki muatan negatif pada karbon, yang atomnya tidak elektronegatif.

Tiga intermediet reaktif dihasilkan dari homolysis dan heterolysis dari C - Z ikatan radikal dan karbokation yang elektrofil karena mengandung elektron yang kekurangan karbon. Karbanion adalah nukleofil karena mengandung karbon dengan pasangan elektron tunggal. .Pemutusan heterolysis ikatan C - Z senyawa karbon dapat terjadi dengan dua cara: 1. Apabila elektronegativitas X lebih besar dari C, maka akan terjadi karbonium ( struktur dimana atom C memiliki muatan formal +1, hal ini berarti atom C memiliki orbital kosong ). R adalah atom hidrogen, gugus alkil atau fenil, sedangkan X adalah unsur halogen ( Cl, Br, dan I ). 2. Apabila elektronegativitas X lebih kecil dari C, maka akan terjadi arbanion ( struktur dimana atom C memiliki muatan formal 1, hal ini berarti atom C memiliki orbital isi dua ).

Heterolitik membelah masing-masing ikatan karbon-heteroatom dan label antara organik sebagai karbokation atau carbanion. Pada proses heterolysis akan terjadi nukleofil dan elektrofil. a. Nukleofil adalah spesies ( atom / ion / molekul ) yang kaya elektron, sehingga dia tidak suka akan electron tetapi suka akan nukleus ( inti yang kekurangan electron ). b. Elektrofil adalah spesies ( atom / ion / molekul ) yang kekurangan elektron, sehingga ia suka akan elektron. Menurut konsep asam basa Lewis, nukleofil adalah suatubasa, sedangkan elektrofil adalah suatu asam. Reaksi senyawa karbon pada dasarnya adalah reaksi antara suatu nukleofil dengan suatu elektrofil.

III.

Penutup

3.1 Kesimpulan Dari uraian di atas, jelaslah reaksi organik dapat terjadi akibat pemutusan atau pembelahan ikatan kovalen. Pembelahan atau pemutusan ikatan kovalen dapat berlangsung secara homolitik atau heterolitik. Pada pembelahan homolitik, masing masing atom yang berikatan menarik sebuah electron dan pasangan electron kovalen yang ada. Pada pembelahan kovalen heterolitik, salah satu atom atau gugus yang berikatan itu menarik kedua electron kovalen sehingga bermuatan negatif, sedangkan atom atau gugus lain tidak mengikat satu pun electron dari pasangan atom semula sehingga bermuatan positif.

DAFTAR PUSTAKA
Allinger, Norman L. 1976. Organic Chemistry 2nd edition. Worth Publishers Inc. New York. Author. 2012. Pemecahan Homolitik dan Heterolitik. Accessed on ( 05-03-2013) at
http://www.ilmukimia.org/2012/12/pemecahan-homolitik-dan-heterolitik.html

Author. 2012. Reaksi reaksi Kimia dalam Tubuh. Accesed on ( 05 03 -2013 ) at


http://id.makassarpost.com/2012/10/reaksi-reaksi-kimia-dalam-tubuh.htmlv

Budimarwanti, C. Penggolongan Senyawa Organik dan Dasar - dasar Reaksi Organik. Accessed on (06-03-2013) at http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/PENGGOLONGAN %20SENYAWA%20ORGANIK%20DAN%20DASAR-DASAR%20REAKSI.pdf Fessenden & Fessenden. 1992. Kimia Organik Edisi Ke-3. Erlangga. Jakarta.. Pine, Stanley H. 1980. Organic Chemistry Fourth Edition. McGraw- Hill. New York. Sumardjo, Damin. 2009. Pengantar Kimia : Buku Panduan Kuliah dan Mahasiswa Kedokteran dan Strata 1 Fakultas Bioeksata. Accessed on ( 06 -03 -2013 ) at http://books.google.co.id/books?id=7Lauz8HpOVAC&pg=PA62&lpg=PA62&dq=homolitik &source=bl&ots=iETsQNRR4I&sig=AA_CicRYmK_TDS9ud6hrI1_WxTU&hl=id&sa=X& ei=xjw3UZ7eHKqeiAf2qYDACQ&ved=0CDsQ6AEwBA#v=onepage&q=homolitik&f=fals e