Anda di halaman 1dari 159

bjbjqPqP Bab 1 INSTALASI Install Database_SIMAK Install Aplikasi SIMAK BMN Install Database_SIMAK Apabila Kuasa Pengguna Anggaran

sudah pernah melakukan proses instal Database MySQL SIMAK BMN ini, maka proses instalasi database MYSQL SIMAK BMN ini tidak perlu dilakukan lagi. Tetapi bagi Kuasa Pengguna Anggaran yang belum pernah melakukan proses instal database, maka proses instalasi database MySQL ini dapat dilakukan dengan langkahlangkah : Klik , sehingga muncul tampilan sbb : Klik tombol , sehingga muncul tampilan sbb : Klik tombol , sehingga muncul tampilan sbb : Klik tombol , sehingga muncul tampilan sbb : Klik tombol , sehingga muncul tampilan sbb : Klik tombol , sehingga muncul tampilan sbb : Tunggu beberapa saat, sampai muncul tampilan sbb : Klik tombol , sehingga muncul tampilan sbb : Klik tombol

, sehingga muncul tampilan sbb : Klik tombol , sehingga muncul tampilan sbb : Klik tombol , sehingga muncul tampilan sbb : Klik tombol , sehingga muncul tampilan sbb : Klik tombol , sehingga muncul tampilan sbb : Klik tombol . Instalasi untuk Database SIMAK BMN telah selesai.

Install Aplikasi SIMAK BMN Pilih ( klik dua kali, sehingga muncul tampilan sbb : Direktori tujuan dalam instalasi ini adalah C:\bmnkpb, dan hendaknya jangan diubah untuk mempermudah dalam setting berikutnya. Kemudian klik tombol , untuk melanjutkan proses instalasi dan tunggu beberapa saat. Apabila proses instalasi berhasil, maka dalam desktop monitor akan tampil icon sebagai berikut : . Jika sudah dilakukan proses instalasi untuk aplikasi, maka aplikasi SIMAK BMN tingkat Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) siap dijalankan dan dapat digunakan.

Bab 2 PERSIAPAN Set up Tabel UAPB Set up Tabel UAPPB-E1 Set up Tabel UAPPB-W Set up Tabel UAKPB Set up User Set up Ruangan Set up Tanda Tangan MEMULAI APLIKASI SIMAK BMN TINGKAT UAKPB Jika Aplikasi SIMAK BMN telah diinstall dalam komputer, kita dapat dengan mudah mulai menjalankan Aplikasi ini. Klik tombol . Tampilan layar pembuka Aplikasi Administrator dalam SIMAK BMN tingkat UAKPB adalah sebagai berikut : Untuk user yang baru pertama kali menggunakan Aplikasi ini kita harus memasukkan user Id dan password: admin pada Nama ID, dan admin pada Password, boleh ditulis Admin, ADMIN (tidak khusus) localhost pada IP Server Th. Anggaran diisi sesuai dengan set up tahun anggarannya. Setelah itu klik tombol EMBED PBrush . Sedang bagi user yang sudah mengakses Aplikasi ini dapat langsung mengisikan Nama ID dan Password yang sudah didaftarkan sebelumnya

Fungsi Tombol Instruksi Untuk pindah ke data pertama Untuk pindah ke data sebelumnya Untuk pindah ke data berikutnya Untuk pindah ke data terakhir

Untuk pindah ke halaman pertama Untuk pindah ke halaman sebelumnya Untuk pindah ke halaman berikutnya Untuk pindah ke halaman terakhir Untuk pindah ke halaman tertentu Untuk memperbesar/memperkecil tampilan laporan di layar EMBED PBrush atau Untuk keluar dari tampilan data/laporan EMBED PBrush Untuk mencetak data/laporan yang ditayangkan Urutan Penggunaan Tombol Instruksi Tambah Data Data dapat ditambah dengan cara sebagai berikut : Klik tombol Isikan data yang diminta Klik tombol Simpan untuk menyimpan Klik tombol Batal jika ingin membatalkan atau kembali ke tampilan awal Cari Data Data dapat dicari dengan cara sebagai berikut : Ketikkan sebagian atau seluruhnya uraian data yang dimaksud pada kolom Cari. Secara otomatis akan ditampilkan data yang dimaksud tersebut. Ubah Data Data dapat diubah dengan cara sebagai berikut : Letakkan kursor pada baris data yang akan diubah Klik tombol Isikan data yang akan diubah Klik tombol Simpan untuk menyimpan Klik tombol Batal jika ingin membatalkan atau kembali ke tampilan awal Hapus Data Data dapat dihapus dengan cara sebagai berikut : Letakkan kursor pada baris data yang akan dihapus.

Klik tombol Setelah itu akan muncul kotak dialog konfirmasi yang menanyakan apakah yakin data tersebut akan di hapus, sebagai berikut : Klik Yes digunakan untuk menghapus data tersebut. Klik No digunakan untuk membatalkan penghapusan data tersebut. Cetak Data Jika tombol diklik, maka akan terlihat tampilan laporan dari data tersebut. Kegunaan tombol Cetak adalah untuk melihat data transaksi harian atau laporan yang telah ada di dalam database transaksi yang bersangkutan. STRUKTUR MENU DALAM APLIKASI SIMAK BMN ADMINISTRATOR TINGKAT UAKPB Set Up Tabel UAPB Tabel UAPB secara default sudah diberikan oleh Aplikasi ini, namun kita harus mengecek kembali agar sesuai dengan Kode Lokasi dan Nama UAPB instansi yang menggunakan Aplikasi ini. Bila ada Kode Lokasi dan Nama UAPB yang belum terdaftar, dapat kita tambahkan sendiri ke dalam Tabel UAPB. Untuk mengatur tabel UAPB pilihlah menu Tabel Referensi >> Tabel UAPB, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Untuk Daftar UAPB ini dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak. Untuk kode lokasi UAPB, Aplikasi ini sudah memberikan kode lokasi UAPB sesuai dengan Kode Bagian Anggaran dalam Sistem Akuntansi Instansi. Tabel UAPB dapat diubah oleh User apabila terjadi kesalahan/perubahan mengenai uraian UAPB yang bersangkutan. Set Up Tabel UAPPB-E1 Tabel UAPPB-E1 secara default sudah diberikan oleh Aplikasi ini, namun kita harus mengecek kembali agar sesuai dengan Kode Lokasi dan Nama UAPPB-E1 untuk Eselon 1 yang menggunakan Aplikasi ini. Untuk mengatur tabel UAPPB-E1 pilihlah menu Tabel Referensi >> Tabel UAPPB-E1, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Untuk kode lokasi UAPPB-E1 Aplikasi ini sudah memberikan kode lokasi UAPPB-E1 sesuai dengan kode Eselon 1 dalam Sistem Akuntansi Instansi. Untuk Daftar UAPPB-E1 ini dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak. Set Up Tabel UAPPB-W Pengaturan tabel UAPPB-W harus dilakukan sesuai dengan Kode Lokasi dan Nama UAPPB-W

untuk instansi yang menggunakan Aplikasi ini. Untuk mengatur tabel UAPPB-W pilihlah menu Tabel Referensi >> Tabel UAPPB-W, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Untuk Daftar UAPPB-W ini dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak. catatan: Kode UAPPB-W, harus mengacu kepada kode wilayah masing-masing. Khusus Eselon 1 di bawah Dep. Keuangan yaitu; Ditjen. Perbendaharaan, Ditjen. Bea dan Cukai, Ditjen. Pajak dan Ditjen. Piutang dan Lelang Negara, kode UAPPB-W menggunakan kode kanwil. Untuk Tabel UAPPB-W, user harus membuat dan melakukan pengaturan data UAPPB-W dengan ketentuan bahwa instansi yang memiliki unit vertikal di daerah, harus menetapkan satuan kerja tertentu merangkap sebagai UAPPB-W untuk satu wilayah tingkat 1 (propinsi). Sehingga jika instansi mempunyai dua atau lebih satuan kerja dalam satu wilayah yang sama, maka harus ditunjuk salah satu satker sebagai UAPPB-W untuk wilayah tersebut. Kode UAPPB-W ditentukan berdasarkan kode wilayah, sedangkan bagi instansi yang tidak memiliki UAPPB-W, kode UAPPB-W diisi dengan 0199. Set Up Tabel UAKPB Pengaturan tabel UAKPB harus dilakukan agar sesuai dengan Kode Lokasi dan Nama UAKPB untuk instansi yang menggunakan Aplikasi ini. Untuk mengatur tabel UAKPB pilihlah menu Tabel Referensi >> Tabel UAKPB, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Untuk Daftar UAKPB ini dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak. Catatan: Penentuan apakah UAKPB termasuk instansi pusat ataukah intansi wilayah didasarkan pada ketentuan yang berlaku, sesuai dengan aplikasi Sistem Akuntansi Instansi. Untuk Tabel UAKPB user harus membuat dan melakukan pengaturan data UAKPB. Kode UAKPB ditentukan berdasarkan kode kantor yang terdapat dalam Daftar Isian Pagu Anggaran (DIPA) dengan 6 digit dan 3 digit terakhir kode UAKPB digunakan untuk memasukkan kode UAKPB (000) atau kode UAPKPB bagi UAKPB yang memang memerlukan adanya UAPKPB. Sedangkan bagi UAKPB itu sendiri, 3 digit terakhir diisi dengan 000. Set Up Tabel Wilayah Tabel Wilayah adalah tabel yang berisi kode wilayah daerah tingkat 1 dan 2 sesuai ketentuan yang berlaku. Tabel ini bisa diatur disesuaikan dengan kebutuhan instansi yang bersangkutan, berkenaan dengan terjadinya perubahan wilayah. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Tabel Referensi >> Tabel Wilayah, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini:

Untuk Daftar Wilayah ini dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak. Set Up Logo Departemen/Lembaga biasanya mencantumkan logo instansinya pada pembuatan label registrasi barang. Untuk itu, aplikasi menyediakan fasilitas untuk memasukkan/mengganti lambang/logo instansi. Registrasi barang meupakan salah satu perangkat dalam penatausahaan barang. Registrasi barang bertujuan untuk memberikan identitas terhadap barang dan sebagai pembeda antara Barang Milik Negara dengan barang-barang yang dimiliki oleh pihak ketiga. Aplikasi memberikan kemudahan dalam pembuatan registrasi barang dengan menggunakan fasilitas yang terdapat di dalam menunya. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Utility >> Setup Logo, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Pilihan file logo dapat dipilih melalui tombol dengan pilihan directory mana yang akan dituju. Lalu klik tombol , sehingga akan muncul gambar logo yang dipilih tersebut. Setup User Untuk dapat mempergunakan aplikasi ini setelah mengatur Tabel UAPB, UAPPB-E1, UAPPBW dan UAKPB, yang harus dilakukan oleh pengguna (user) adalah mendaftarkan terlebih dahulu identitas diri sebagai user. Langkah inilah yang dinamakan dengan set up user. Untuk menjalankan set up user pilihlah menu Utility >> Setup User setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Dalam Sub Menu Registrasi User dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak. Login ke dalam Aplikasi Setelah melakukan pengaturan untuk kode lokasi UAPB, UAPPB-E1, UAPPB-W dan UAKPB serta set up user oleh admin, maka user dapat melanjutkan kegiatan persiapan berikutnya untuk melakukan set up ruangan dan tanda tangan sesuai dengan kode lokasi UAKPB (user). Langkah yang harus ditempuh adalah: Keluar dari Aplikasi Admin dengan memilih menu Keluar >> log off dari menu admin. Akan tampil layar seperti dibawah ini: Masukkan user Id dan password yang diinginkan (sudah terdaftar sebelumnya), contoh: Kppn001 pada Nama ID, dan Kppn001 pada Password, boleh ditulis Ahmad, AHMAD (tidak unik/spesifik) localhost pada IP Server Th. Anggaran diisi sesuai dengan set up tahun anggarannya.

Setelah itu klik tombol EMBED PBrush . Sedang bagi user yang sudah mengakses Aplikasi ini dapat langsung mengisikan Nama ID dan Password yang sudah didaftarkan sebelumnya Menu Operasional dalam Sistem Akuntansi Barang Milik Negara Setup Ruangan Agar dalam kegiatan perekaman khususnya perekaman DIR dapat dilakukan secara langsung perlu terlebih dahulu melakukan set up ruangan untuk merekam kode, nama dan penanggung jawab ruangan yang telah ditentukan oleh instansi. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Tabel Referensi >> Set Up Ruangan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan Setup Ruangan terdiri dari isian sebagai berikut : Kode : Diisi dengan kode ruangan. Nama Ruangan : Diisi dengan Nama ruangan. Nama PJ : Diisi dengan nama penanggung jawab yang ditunjuk. NIP PJ Ruangan : Diisi dengan NIP yang sesuai, contoh: NIP 060097409 atau NRP 97409 ((kata NIP atau NRP harus ditulis sebelum menuliskan kode NIP/NRP nya). Dalam Sub Menu Registrasi User dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak. 10. Set Up Tanda Tangan Setup tanda tangan harus dilakukan untuk merekam nama yang berhak menanda tangani laporan BMN dan nama pembuat KIB pada tingkat UAKPB. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Tabel Referensi >> Tabel Penandatangan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Dalam Sub Menu Registrasi User dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak.

Tampilan Setup Ruangan terdiri dari isian sebagai berikut : Penanggungjawab UAKPB : Diisi dengan Penanggung Jawab UAKPB dan yang menandatangai laporan-laporan DIR, KIB, DIL dan Laporan BMN. Pembuat KIB : Diisi dengan Penandatangan Kartu Inventaris Barang Kota : Diisi dengan wilayah UAKPB. Tgl. Laporan : Diisi dengan tanggal kapan laporan tersebut akan dilaporkan.

Setelah melakukan semua pengaturan yang diperlukan dalam persiapan ini, maka Aplikasi Sistem Akuntansi Barang Milik Negara untuk tingkat UAKPB sudah siap untuk dioperasikan. User sudah dapat melakukan kegiatan-kegiatan berikutnya seperti perekaman data, pencetakan dan lain-lainnya. Bab 3 TRANSAKSI PEREKAMAN Daftar BMN Tahun Lalu Saldo Awal BMN Perolehan BMN Perubahan BMN Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Penghapusan BMN Penghentian BMN dari Penggunaan Kontruksi Dalam Pengerjaan Kartu Identitas Barang Catatan Mutasi Perubahan (CMP) Daftar Barang Ruangan Daftar Barang Lainnya Perubahan dari DBR ke DBL/Sebaliknya Barang Pihak Ketiga Tampilan Menu Perekaman Transaksi adalah sebagai berikut :

Daftar BMN Tahun Lalu Menu Daftar BMN tahun lalu digunakan untuk menampilkan seluruh data transaksi tahun anggaran sebelumnya. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Daftar BMN Tahun Lalu, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Daftar BMN Tahun Lalu adalah sbb : Untuk Daftar BMN Tahun Lalu ini dapat dilakukan proses Cetak. Saldo Awal BMN Menu Saldo Awal (100) merupakan saldo BMN pada awal tahun anggaran berjalan atau awal tahun mulai diimplementasikannnya SABMN yang merupakan akumulasi dari seluruh transaksi BMN tahun sebelumnya. Atau dapat digunakan untuk merekam data-data yang diperoleh sebelum tahun anggaran berjalan, yang belum dibukukan. Dokumen yang dipergunakan oleh Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) pada proses pemasukan saldo awal dapat diperoleh dari Buku Barang, Hasil Opname Fisik Barang atau Laporan Tahunan UAKPB. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Saldo Awal BMN, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan Saldo Awal BMN adalah sbb : Untuk Saldo Awal BMN ini dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak. Perolehan BMN Dokumen yang dipergunakan oleh Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) pada proses perekaman perolehan BMN dalam tahun anggaran berjalan, dokumen pendukung yang dapat dipergunakan adalah : SP2D, Berita Acara Serah Terima Barang, Surat Perjanjian Kontrak, Faktur/Kwitansi dan dokumen-dokumen pendukung lainnya yang berkaitan dengan mutasi barang. Sedangkan jenis transaksi perolehan BMN yang direkam dengan menggunakan menu perekaman perolehan BMN adalah sebagai berikut: Pembelian (101), merupakan transaksi perolehan BMN dari hasil pembelian yang menggunakan dana APBN. Transfer Masuk (102), merupakan transaksi perolehan BMN hasil transfer masuk dari UAKPB yang lain dalam satu UAPB atau lain UAPB. Hibah (103), merupakan transaksi perolehan BMN hasil penerimaan dari pihak ketiga diluar Kementerian Negara/Lembaga. Rampasan (104), merupakan transaksi perolehan BMN hasil rampasan berdasarkan putusan

pengadilan. Penyelesaian Pembangunan (105), merupakan transaksi perolehan BMN hasil penyelesaian pembangunan berupa bangunan/gedung dan BMNlainnya yang telah diserahterimakan dengan Berita Acara Serah Terima. Pembatalan Penghapusan (106), merupakan pencatatan BMN hasil pembatalan penghapusan yang sebelumnya telah dihapuskan/ dikeluarkan dari pembukuan. Reklasifikasi Masuk (107), merupakan transaksi BMN yang sebelumnya telah dicatat dengan klasifikasi BMN yang lain. Bangun Serah Guna (108), adalah pemanfaatan tanah milik pemerintah pusat oleh pihak lain dengan mendirikan bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya, dan setelah selesai pembangunannya diserahkan kepada Pengelola Barang untuk kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut selama jangka waktu tertentu yang disepakati. Bangun Guna Serah (109), adalah pemanfaatan tanah milik pemerintah pusat oleh pihak lain dengan mendirikan bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya tanah beserta bangunan dan/atau sarana, berikut fasilitasnya, diserahkan kembali kepada Pengelola Barang setelah berakhirnya jangka waktu. Pertukaran (111), adalah pengalihan kepemilikan BMN yang dilakukan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, atau antara pemerintah pusat dengan pihak lain, dengan menerima penggantian dalam bentuk barang, sekurang-kurangnya dengan nilai seimbang. Perolehan Lainnya (112), adalah digunakan untuk merekam perolehan BMN yang tidak termasuk dalam Perolehan lainnya selain yang sudah disebutkan terdahulu. Perekaman transaksi perolehan BMN dilakukan untuk mencatat semua transaksi perolehan BMN setiap kali terjadi mutasi dalam UAKPB. Perolehan yang terjadi dalam satu semester harus direkam dalam semester yang bersangkutan sehingga laporan yang akan disampaikan pada tiap semester sudah mencakup semua transaksi perolehan pada semester tersebut. Untuk mempermudah dalam memahami proses perekaman ini, maka transaksi perolehan kita bagi menjadi dua kelompok : Transaksi yang tidak memerlukan SP2D Transfer Hibah Rampasan Pembatalan Penghapusan Reklasifikasi Masuk Bangun Serah Guna Bangun Guna Serah Pertukaran Perolehan Lainnya Transaksi yang memerlukan SP2D Pembelian Penyelesaian Pembangunan Merekam Transaksi yang tidak memerlukan SP2D

Proses perekaman transaksi yang tidak memerlukan SP2D apapun jenis transaksinya tidak berbeda sehingga untuk memudahkan kita, cukup ditampilkan salah satu saja dari jenis transaksi yang ada. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Perolehan BMN >> Transfer Masuk, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Untuk menu Perolehan BMN ini dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak. Pencetakan Register Transaksi Harian dapat dilakukan dengan mengisi isian form sbb : Pilihan parameter untuk data yang akan dicetak: Per Tanggal Buku Per Tanggal Perolehan Isikan parameter tanggal pembukuan atau tanggal perolehan yang diinginkan Klik untuk mencetak RTH sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Klik untuk keluar dari menu ini. Tampilan layar untuk tambah Perolehan BMN adalah sebagai berikut : Tampilan Tambah Perolehan BMN terdiri dari isian sebagai berikut : Nomor : A03082, Tahun Anggaran : 2008, ditampilkan otomatis oleh sistem Isian Rincian Aset : Kode Aset, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok yang sesuai dengan data yang akan direkam. Jika belum mengetahui kode barang yang akan direkam, klik tombol , maka akan muncul menu pencarian kode barang seperti dibawah ini: Cari Kode Barang, untuk memudahkan kita dalam mengisi kode barang, kita dapat mencari kode barang yang dimaksud dengan mengklik tombol cari kode barang, setelah itu kita ketikkan nama barang yang ingin kita cari, kemudian klik pilih atau kita klik dua kali kode barang yang kita inginkan. Selesai kita memasukkan kode barang, akan muncul nama barang (contoh: mesin ketik manual portable), No. Aset Akhir (terisi otomatis oleh sistem sesuai dengan nomor aset terakhir, contoh: 0). Jumlah item (kita masukkan jumlah barang yang akan direkam, contoh: 10 item) Nomor Urut Pendaftaran (NUP), untuk Awal (1) diisi oleh sistem berdasarkan no. BMN Akhir dan Akhir (10) diisi oleh sistem berdasarkan jumlah item yang dimasukkan. Hanya saja pengisian nomor urut pendaftaran masih dapat dilakukan secara manual yang dapat kita sesuaikan dengan kondisi sebenarnya. Khusus perekaman saldo awal nomor urut pendaftaran

bisa dilompati (tidak urut) bila input data saldo awal belum selesai, sehingga kita bisa selingi dengan menginput data transaksi lainnnya. Contoh: Berdasarkan data saldo awal, jumlah kursi kayu ada 50 buah, kita dapat menginput seluruhnya secara berurutan atau kita input dulu 30 kursi dengan NUP 1-30, kemudian kita selingi dengan menginput data perolehan baru kursi kaya sejumlah 10 buah dengan NUP 51-60, baru kemudian kita input kembali data saldo awal sisanya dengan NUP 31-50. Dengan begitu NUP Kursi kayu untuk saldo awal tetap berurutan dari 1-50 dilanjutkan dengan NUP kursi kayu untuk perolehan baru dari 51-60. Tgl. Perolehan, tulis tanggal BMN diperoleh berdasarkan bukti transaksi (dokumen sumber), bila tidak diketahui tanggalnya secara pasti, minimal kita ketahui tahun perolehannya, dan harus tetap diisi dengan tanggal tertentu (contoh: 05-12-1999) Isian Rincian Perolehan : Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan BMN dibukukan/direkam. Tanggal pembukuan berkaitan dengan penentuan dalam mutasi semesterannya. Contoh: Bila transaksi terjadi dalam semester pertama (10-01-2008), maka tanggal pembukuan berkisar antara tanggal 01 Januari s.d. 30 Juni dan seterusnya. Dasar Harga, pilih sesuai dengan dasar pencatatan harga barang, berdasarkan perolehan atau taksiran. Isian Rincian Kapitalisasi : Kuantitas, diisi berdasarkan jenias satuannya. Contoh: Tanah diisi dengan satuan luas/panjang BMN (1000 m2/200 km) sedangkan untuk jenis barang lainnya diisi dengan satuan jumlah (unit) dan diisi secara otomatis dengan nilai 1 (satu) oleh sistem. Satuan, ditampilkan otomatis oleh sistem Nilai per satuan, diisi dengan nilai per satuan BMN (Rp 400.000/buah, Rp 500.000/m), kecuali tanah. Total Nilai, khusus untuk Tanah diisi dengan nilai Total Perolehannya (Rp 8.000.000.000 untuk 1000 m), sedangkan untuk jenis barang lainnya otomatis diisi oleh sistem. Sehingga secara otomatis didapatkan harga permeternya. Isian Kondisi Aset : Pilih sesuai dengan kondisi BMN sebenarnya (baik, rusak ringan, rusak berat). Isian Tercatat Dalam : Pilih DIR, untuk BMN yang berada di dalam ruangan Pilih DIL, untuk BMN yang tidak tercatat dalam DIR atau KIB KIB, sudah ditentukan oleh sistem berdasarkan kode barang yang harus dibuat KIB nya Isian Rincian Lain Aset : Asal Perolehan, diisi dengan nama sumber perolehan BMN (rekanan, UAKPB lainnya, pemberi hibah) disesuaikan dengan jenis transaksinya. No. Bukti Perolehan, diisi dengan no. bukti perolehan (faktur, berita acara, dan bukti lainnya) disesuaikan dengan jenis transaksinya. Merk Aset, diisi dengan merk BMN (kalau ada mereknya) Keterangan, diisi dengan keterangan lainnya yang dianggap perlu berkenaan dengan barang

tersebut. Tgl Rekam, ditampilkan otomatis oleh sistem User ID, ditampilkan otomatis oleh sistem Merekam Transaksi yang memerlukan SP2D Proses perekaman transaksi yang memerlukan SP2D apapun jenis transaksinya tidak berbeda sehingga untuk memudahkan, cukup ditampilkan salah satu saja dari jenis transaksi yang ada. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Perolehan BMN >> Pembelian, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Untuk menu Perolehan BMN ini dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak. Pencetakan Register Transaksi Harian dapat dilakukan dengan mengisi isian form sbb : Pilihan parameter untuk data yang akan dicetak: Per Tanggal Buku Per Tanggal Perolehan Isikan parameter tanggal pembukuan atau tanggal perolehan yang diinginkan Klik untuk mencetak RTH sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Klik untuk keluar dari menu ini. Tampilan layar untuk tambah Perolehan BMN yang memerlukan SPM adalah sebagai berikut : Tampilan Tambah Perolehan BMN terdiri dari isian sebagai berikut : Nomor, tahun anggaran ditampilkan otomatis oleh sistem Isian Rincian Aset: Kode Aset, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok yang sesuai dengan data yang akan direkam. Jika belum tahu kodenya bisa mengklik , maka akan muncul menu pencarian kode barang seperti dibawah ini: Cari Kode Barang, untuk memudahkan kita dalam mengisi kode barang, kita dapat mencari kode barang yang dimaksud dengan mengklik tombol cari kode barang, setelah itu kita ketikkan nama barang yang ingin kita cari, kemudian klik pilih atau kita klik dua kali kode barang yang kita inginkan. Selesai kita memasukkan kode barang, akan muncul nama barang (contoh: mesin ketik manual portable), No. Aset Akhir (diisi otomatis oleh sistem, contoh: 0) dan Jumlah item (kita masukkan jumlah barang yang akan direkam, contoh: 10 item)

Nomor Urut Pendaftaran (NUP), untuk Awal (1) diisi oleh sistem berdasarkan no. BMN Akhir dan Akhir (10) diisi oleh sistem berdasarkan jumlah item yang dimasukkan. Hanya saja pengisian nomor urut pendaftaran masih dapat dilakukan secara manual yang dapat kita sesuaikan dengan kondisi sebenarnya. Contoh: Berdasarkan data pembelian, jumlah kursi kayu ada 30 buah tertanggal 05-02-2005 dan 20 buah tertanggal 10-03-2005. Kita input dulu 20 kursi tertanggal 10-03-2005 dengan NUP 3050, baru kemudian kita input pembelian tertanggal 05-02-2005 dengan NUP 1-30. Dengan begitu NUP untuk pmbelian Kursi kayu tetap berurutan dari 1-50 urut berdasarkan tanggal pembeliannya. Tgl. Perolehan, tulis tanggal BMN diperoleh berdasarkan bukti transaksi (dokumen sumber). Isian Rincian Perolehan : Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan BMN dibukukan/direkam. Tanggal pembukuan berkaitan dengan penentuan dalam mutasi semesterannya. Contoh: Bila transaksi terjadi dalam semester pertama (1), maka tanggal pembukuan berkisar antara tanggal 01 Januari s.d. 30 Juni dan seterusnya. Dasar Harga, pilih sesuai dengan dasar pencatatan harga Aset, berdasarkan perolehan atau taksiran. Isian Rincian Kapitalisasi : Kuantitas, diisi berdasarkan jenias satuannya. Contoh: Tanah diisi dengan satuan luas/panjang BMN (1000 m2/200 km) sedangkan untuk jenis barang lainnya diisi dengan satuan jumlah (unit) dan diisi secara otomatis dengan nilai 1 (satu) oleh sistem. Satuan, ditampilkan otomatis oleh sistem Nilai Aset Per Item, diisi dengan nilai per satuan BMN (Rp 400.000/buah, Rp 500.000/m), kecuali tanah. Total Nilai, khusus untuk Tanah diisi dengan nilai Total Perolehannya (Rp 8.000.000.000 untuk 1000 m), sedangkan untuk jenis barang lainnya otomatis diisi oleh sistem. Sehingga secara otomatis didapatkan harga tanah per meternya. Isian Rincian SP2D: (khusus untuk jenis transaksi pembelian dan penyelesaian pembangunan) No. SP2D, diisi dengan no. SP2D Tanggal SP2D, diisi dengan tanggal SP2D Jenis Belanja, diisi dengan kode Jenis Belanja (MAK) Nilai SP2D, diisi dengan nilai belanja (MAK) dalam SP2D Ketentuan: Nomor dan tanggal SP2D harus diisi sama persis dengan nomor dan tanggal yang tertera di dalam lembar SP2D. Nilai SP2D yang dimasukan adalah sebesar nilai belanja bruto (sebelum dikurangi potongan-potongan) per kode Mata Anggaran Keluaran (MAK) yang tertera di dalam SP2D, bukan nilai total SP2D secara keseluruhan. Contoh: SP2D dengan kode MAK 5210 Perekaman dalam satu nomor menu perekaman yang sama. Bila dalam 1 SP2D terdapat belanja 2 item barang @ Rp 400.000,- maka nilai SP2D yang dimasukan adalah jumlah nilai belanja (MAK 5210) yang tertera dalam SP2D misalnya Rp 1.000.000,Perekaman dalam dua nomor menu perekaman yang berbeda. Bila dalam 1 SP2D terdapat

belanja 2 item barang yang berbeda-beda dimana item 1 Rp 500.000,- dan item 2 Rp 400.000,maka nilai belanja (MAK) nya cukup dimasukkan ke dalam satu nomor menu perekaman, sedangkan nomor menu perekaman yang lain nilai SP2D nya diisi dengan angka 0 (nol). Aplikasi sudah mengatur agar nilai dari SP2D yang sama tidak terekam dua kali untuk dua item barang yang berbeda. Pada pengisian rincian SP2D khusus no. SP2D, sistem akan menyimpan no. SP2D yang pernah di rekam sebelumnya, sehingga bila ada perekaman data BMN dengan no. SP2D yang sama user cukup memilih dari no. SP2D yang tertera dan secara otomatis akan mengisi tanggal dan nilai SP2D dengan 0 (nol). Bila no. SP2D nya berbeda harus diisikan lengkap termasuk nilai dan tanggal SP2D. Untuk perolehan barang melalui pembayaran lebih dari satu SP2D harus memasukkan semua data SP2D nya satu persatu. Isian Kondisi Aset: Pilih sesuai dengan kondisi BMN sebenarnya (baik, rusak ringan, rusak berat). Isian Tercatat Dalam: Pilih DIR, untuk BMN yang berada di dalam ruangan Pilih DIL, untuk BMN yang tidak tercatat dalam DIR atau KIB KIB, sudah ditentukan oleh sistem berdasarkan kode barang yang harus dibuat KIB nya Isian Rincian Lain Aset: Asal Perolehan, diisi dengan nama sumber perolehan BMN (rekanan, ruislag pihak ketiga) disesuaikan dengan jenis transaksinya. No. Bukti Perolehan, diisi dengan no. bukti perolehan (faktur, berita acara, dan bukti lainnya) disesuaikan dengan jenis transaksinya. Merk Aset, diisi dengan merk BMN (kalau ada mereknya) Keterangan, diisi dengan keterangan lainnya yang dianggap perlu berkenaan dengan barang tersebut. Tgl Rekam, ditampilkan otomatis oleh sistem User ID, ditampilkan otomatis oleh sistem SETELAH HASIL PEREKAMAN DISIMPAN AKAN TAMPIL MENU: Perekaman keberadaan BMN dalam DIR BMN yang telah direkam jika keberadaannya di dalam ruangan, akan diminta untuk direkam sesuai dengan ruangannya. Apabila BMN yang direkam sejumlah 10 item, maka seluruhnya harus didaftarkan sesuai dengan ruangannya masing-masing. Contoh : kursi kayu sejumlah 20 buah, dimana NUP 1-10 berada di ruangan kode 101, sedangkan NUP 11-20 berada di ruangan kode 102, maka pendaftaran BMN dalam perekaman DIR dilakukan sebagai berikut: NUP awal 1 akhir 10 dipilih kode ruangan 101 sedangkan, NUP awal 11 akhir 20 dipilih kode ruangan 102 Tampilan layar untuk perekaman keberadaaan BMN dalam DIR adalah sebagai berikut :

Tampilan perekaman keberadaaan BMN dalam DIR terdiri dari isian sebagai berikut : Kode lokasi, No. SPPA, Kepemilikan, Kode aset, Tgl.Perolehan, No. Aset yang direkam ditampilkan otomatis oleh sistem No.Urut Pendaftaran, masukkan Nomor Urut Pendaftaran awal-akhir yang berada dalam ruangan yang sama. Kode Ruangan, pilih kode ruangan yang sesuai dengan keberadaan aset. Kode ruangan yang ditampilkan diambil dari tabel set up ruangan yang telah disiapkan sebelumnya. Sehingga bila kode ruangan belum didaftarkan menyebabkan BMN tidak dapat direkam ke dalam DIR secara langsung setelah menyimpan hasil perekaman. Perekaman keberadaan BMN dalam KIB Tampilan layar untuk perekaman keberadaaan BMN dalam KIB Tanah adalah sebagai berikut : Data tanah yang telah direkam harus dibuatkan KIB nya, sehingga kita akan diminta untuk merekam dengan mengisikan semua informasi dalam KIB sesuai dengan data tanah yang dimaksud. Dengan ketentuan satu nomor KIB untuk satu nomor urut pendaftaran. Sehingga apabila kita merekam 2 data tanah untuk sekali menu perekaman, maka kita harus merekam data KIB sejumlah 2 buah. Tampilan layar untuk perekaman keberadaaan BMN dalam KIB Gedung dan Bangunan adalah sbb : Data bangunan/gedung yang telah direkam harus dibuatkan KIB nya, sehingga kita akan diminta untuk merekam dengan mengisikan semua informasi dalam KIB sesuai dengan data bangunan/gedung yang dimaksud. Dengan ketentuan satu nomor KIB untuk satu nomor urut pendaftaran. Sehingga apabila kita merekam 2 data bangunan/gedung untuk sekali menu perekaman, maka kita harus merekam data KIB sejumlah 2 buah. Tampilan layar untuk perekaman keberadaaan BMN dalam KIB Alat Besar adalah sebagai berikut : Data alat besar yang telah direkam harus dibuatkan KIB nya, sehingga kita akan diminta untuk merekam dengan mengisikan semua informasi dalam KIB sesuai dengan data alat besar yang dimaksud. Dengan ketentuan satu nomor KIB untuk satu nomor urut pendaftaran. Sehingga apabila kita merekam 2 data alat besar untuk sekali menu perekaman, maka kita harus merekam data KIB sejumlah 2 buah. Tampilan layar untuk perekaman keberadaaan BMN dalam KIB Alat Persenjataan Api adalah sebagai berikut :

Data alat persenjataan yang telah direkam harus dibuatkan KIB nya, sehingga kita akan diminta untuk merekam dengan mengisikan semua informasi dalam KIB sesuai dengan data yang dimaksud. Dengan ketentuan satu nomor KIB untuk satu nomor urut pendaftaran. Sehingga apabila kita merekam 2 data alat persenjataan untuk sekali menu perekaman, maka kita harus merekam data KIB sejumlah 2 buah. Tampilan layar untuk perekaman keberadaaan BMN dalam KIB Alat Angkutan adalah sebagai berikut : Data alat angkutan yang telah direkam harus dibuatkan KIB nya, sehingga kita akan diminta untuk merekam dengan mengisikan semua informasi dalam KIB sesuai dengan data yang dimaksud. Dengan ketentuan satu nomor KIB untuk satu nomor urut pendaftaran. Sehingga apabila kita merekam 2 data alat angkutan untuk sekali menu perekaman, maka kita harus merekam data KIB sejumlah 2 buah. Tampilan layar untuk perekaman keberadaaan BMN dalam KIB Bangunan Air adalah sbb : Data bangunan air yang telah direkam harus dibuatkan KIB nya, sehingga kita akan diminta untuk merekam dengan mengisikan semua informasi dalam KIB sesuai dengan data yang dimaksud. Dengan ketentuan satu nomor KIB untuk satu nomor urut pendaftaran. Sehingga apabila kita merekam 2 data bangunan air untuk sekali menu perekaman, maka kita harus merekam data KIB sejumlah 2 buah. Perubahan BMN Jenis transaksi perubahan BMN yang direkam dengan menggunakan menu perekaman perubahan BMN adalah sebagai berikut: Pengurangan (201), merupakan transaksi pengurangan kuantitas BMN. Pengembangan (202), merupakan transaksi pengembangan BMN yang dikapitalisir yang mengakibatkan pemindahbukuan dari BI Ekstrakomptabel ke BI Intrakomptabel atau perubahan nilai/satuan BMN dalam BI Intrakomptabel. Perubahan Kondisi (203), merupakan pencatatan perubahan kondisi BMN. Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas (204), merupakan koreksi pencatatan atas nilai/kuantitas BMN yang telah dicatat sebelumnya. Penerimaan Aset Dari Pengembangan Aset Renovasi, merupakan pencatatan aset yang nilai renovasinya sudah diserah terimakan dari pihak lain. Perekaman transaksi perubahan BMN dilakukan untuk mencatat semua perubahan BMN setiap kali terjadi perubahan. Perubahan yang terjadi dalam satu semester harus direkam dalam semester yang bersangkutan sehingga laporan yang akan disampaikan pada tiap semester sudah mencakup semua perubahan pada semester tersebut.

Untuk mempermudah dalam memahami proses perekaman ini, maka transaksi perubahan kita bagi menjadi dua kelompok: Transaksi yang tidak memerlukan SP2D Pengurangan Nilai Aset Perubahan Kondisi Koreksi Pencatatan Nilai/Kuantitas Penerimaan Aset Dari Pengembangan Aset Renovasi Transaksi yang memerlukan SP2D Pngembangan Nilai Aset Merekam Transaksi yang tidak memerlukan SP2D Proses perekaman transaksi yang tidak memerlukan SP2D apapun jenis transaksinya tidak berbeda sehingga untuk memudahkan kita, cukup ditampilkan salah satu saja dari jenis transaksi yang ada. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Perubahan BMN >> Pengurangan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Untuk menu Perubahan BMN ini dapat dilakukan proses Tambah, Ubah, Hapus dan Cetak. Pencetakan Register Transaksi Harian dapat dilakukan dengan mengisi isian form sbb : Pilihan parameter untuk data yang akan dicetak: Per Tanggal Buku Per Tanggal Perolehan Isikan parameter tanggal pembukuan atau tanggal perolehan yang diinginkan Klik untuk mencetak RTH sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Klik untuk keluar dari menu ini. Tampilan layar untuk tambah Perubahan BMN adalah sebagai berikut : Tampilan Tambah Perubahan BMN terdiri dari isian sebagai berikut : Nomor : B0108, Tahun Anggaran : 2008, ditampilkan otomatis oleh sistem Isian Rincian Aset: Kode Aset, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok BMN yang akan kita lakukan perubahan Nomor Urut Pendaftaran, tulis awal dan akhir no. urut pendaftaran, perubahan dapat dilakukan secara kelompok (beberapa BMN secara bersamaan) dengan ketentuan semua informasi yang berkaitan dengan BMN tersebut harus sama persis.

Tgl. Perolehan, ditampilkan otomatis oleh sistem Isian Rincian Perubahan : Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan perubahan BMN dibukukan. Tanggal pembukuan berkaitan dengan penentuan dalam mutasi semesterannya. Contoh: Bila transaksi terjadi dalam semester pertama (1), maka tanggal pembukuan berkisar antara tanggal 01 Januari s.d. 30 Juni dan seterusnya. Isian Kondisi Aset: (khusus untuk perubahan kondisi aset) Khusus untuk transaksi perubahan kondisi BMN (203) akan ditayangkan kondisi sebelumnya untuk selanjutnya diisi sesuai kondisi sebenarnya Isian Rincian Kapitalisasi : Kuantitas, diisi berdasarkan jenis transaksinya. Khusus untuk jenis transaksi Pengurangan diisi dengan kuantitas berkurangnya sedangkan untuk transaksi Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas dimasukkan kuantitas yang sebenarnya. Nilai per satuan, diisi berdasarkan jenis transaksinya kecuali untuk transaksi Pengurangan. Khusus untuk jenis transaksi Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas dimasukkan nilai yang sebenarnya. Tgl Rekam, ditampilkan otomatis oleh sistem User ID, ditampilkan otomatis oleh sistem Merekam Transaksi yang memerlukan SP2D Proses perekaman transaksi yang memerlukan SP2D apapun jenis transaksinya tidak berbeda sehingga untuk memudahkan kita, cukup ditampilkan salah satu saja dari jenis transaksi yang ada. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Perubahan BMN >> Pengembangan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: EMBED PBrush Pencetakan Register Transaksi Harian dapat dilakukan dengan mengisi isian form sbb : Pilihan parameter untuk data yang akan dicetak: Per Tanggal Buku Per Tanggal Perolehan Isikan parameter tanggal pembukuan atau tanggal perolehan yang diinginkan Klik untuk mencetak RTH sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Klik untuk keluar dari menu ini. Tampilan layar untuk tambah Perubahan BMN yang memerlukan SPM/SP2D adalah sbb :

Tampilan Tambah Perubahan BMN yang memerlukan SPM/SP2D terdiri dari isian sbb : Nomor B02081, Tahun Anggaran ditampilkan otomatis oleh sistem Isian Rincian Aset : Kode Aset, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok BMNyang akan kita lakukan perubahan Nomor Urut Pendaftaran, tulis awal dan akhir no. urut pendaftaran, perubahan dapat dilakukan secara kelompok (beberapa BMN secara bersamaan) dengan ketentuan semua informasi yang berkaitan dengan BMNtersebut harus sama persis. Tgl. Perolehan, ditampilkan otomatis oleh sistem Isian Rincian Perolehan : Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan perubahan BMN dibukukan. Tanggal pembukuan berkaitan dengan penentuan dalam mutasi semesterannya. Contoh: Bila transaksi terjadi dalam semester pertama (1), maka tanggal pembukuan berkisar antara tanggal 01 Januari s.d. 30 Juni dan seterusnya. Dasar Harga, diisi sesuai dengan dasar perolehan harganya. Isian Rincian Kapitalisasi : Kuantitas, diisi dengan kuantitas bertambahnya. Nilai Aset Bertambah, diisi dengan nilai bertambahnya. Isian Rincian SP2D : No. SP2D, diisi dengan no. SP2D Tanggal SP2D, diisi dengan tanggal SP2D Klasifikasi Belanja, diisi dengan kode klasifikasi belanja Nilai SP2D, diisi dengan nilai belanja (MAK) dalam SP2D Tgl Rekam, ditampilkan otomatis oleh sistem User ID, ditampilkan otomatis oleh sistem

Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban Jenis transaksi Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban dilakukan untuk melakukan perekaman atas barang-barang BMN hasil koreksi dari Tim Penertiban Barang Milik Negara (penilaian kembali). Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Pencetakan Register Transaksi Harian dapat dilakukan dengan mengisi isian form sbb : Pilihan parameter untuk data yang akan dicetak: Per Tanggal Buku Per Tanggal Perolehan

Isikan parameter tanggal pembukuan atau tanggal perolehan yang diinginkan Klik untuk mencetak RTH sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Klik untuk keluar dari menu ini. Tampilan layar untuk tambah Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban adalah sbb : Tampilan Tambah Perubahan Nilai Koreksi Tim Penertiban terdiri dari isian sbb : Nomor B05082, Tahun Anggaran ditampilkan otomatis oleh sistem. Isian Rincian Aset : Kode Aset, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok BMN yang akan dihapus. Nomor Urut Pendaftaran, tulis awal dan akhir no. urut pendaftaran BMN yang akan dihapus, penghapusan dapat dilakukan secara berkelompok (beberapa BMN secara bersamaan) dengan ketentuan semua informasi yang berkaitan dengan BMN tersebut harus sama persis. Tgl. Perolehan, ditampilkan otomatis oleh sistem Isian Rincian Perubahan : Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan penghapusan BMN dibukukan. Tanggal pembukuan berkaitan dengan penentuan dalam mutasi semesterannya. Contoh: Bila transaksi terjadi dalam semester pertama (1), maka tanggal pembukuan berkisar antara tanggal 01 Januari s.d. 30 Juni dan seterusnya. Isian Rincian Kapitalisasi : Kuantitas, diisi berdasarkan jenis transaksinya. Khusus untuk jenis transaksi Pengurangan diisi dengan kuantitas berkurangnya sedangkan untuk transaksi Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas dimasukkan kuantitas yang sebenarnya. Nilai Aset, dimasukkan nilai yang sebenarnya atau nilai menjadinya hasil dari penilaian kembali BMN. Tgl Rekam, ditampilkan otomatis oleh sistem User ID, ditampilkan otomatis oleh sistem Penghapusan BMN Jenis transaksi penghapusan BMN yang direkam dengan menggunakan menu perekaman penghapusan BMN adalah sebagai berikut : Penghapusan (301), merupakan transaksi untuk menghapus BMN dari pembukuan berdasarkan suatu surat keputusan pengahapusan oleh instansi yang berwenang; Transfer Keluar (302), merupakan transaksi penyerahan BMN ke UAKPB lain dalam satu UAPB. Hibah (303), merupakan transaksi penyerahan BMN kepada pihak ketiga . Reklasifikasi Keluar (304), merupakan transaksi BMN ke dalam klasifikasi BMN yang lain. Transaksi ini berkaitan dengan transaksi Reklasifikasi Masuk.

Koreksi Pencatatan (305), merupakan transaksi untuk mengubah catatan BMN yang telah dilaporkan sebelumnya Perekaman transaksi penghapusan BMN dilakukan untuk mencatat semua penghapusan BMN setiap kali terjadi penghapusan. Penghapusan yang terjadi dalam satu semester harus direkam dalam semester yang bersangkutan sehingga laporan yang akan disampaikan pada tiap semester sudah mencakup semua penghapusan pada semester tersebut. Proses perekaman transaksi penghapusan apapun jenis transaksinya tidak berbeda sehingga untuk memudahkan kita, cukup ditampilkan salah satu saja dari jenis transaksi yang ada. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Penghapusan BMN >> Penghapusan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Pencetakan Register Transaksi Harian dapat dilakukan dengan mengisi isian form sbb : Pilihan parameter untuk data yang akan dicetak: Per Tanggal Buku Per Tanggal Perolehan Isikan parameter tanggal pembukuan atau tanggal perolehan yang diinginkan Klik untuk mencetak RTH sesuai dengan parameter yang telah ditentukan. Klik untuk keluar dari menu ini. Tampilan layar untuk tambah Penghapusan BMN adalah sbb : Tampilan Tambah Penghapusan BMN terdiri dari isian sbb : Nomor C01081, Tahun Anggaran ditampilkan otomatis oleh sistem. Isian Rincian Aset: Kode Aset, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok BMN yang akan dihapus. Nomor Urut Pendaftaran, tulis awal dan akhir no. urut pendaftaran BMN yang akan dihapus, penghapusan dapat dilakukan secara berkelompok (beberapa BMN secara bersamaan) dengan ketentuan semua informasi yang berkaitan dengan BMN tersebut harus sama persis. Tgl. Perolehan, ditampilkan otomatis oleh sistem Isian Rincian Perubahan: Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan penghapusan BMN dibukukan. Tanggal pembukuan berkaitan dengan penentuan dalam mutasi semesterannya. Contoh: Bila transaksi terjadi dalam semester pertama (1), maka tanggal pembukuan berkisar antara tanggal 01 Januari s.d. 30 Juni dan seterusnya. Isian Rincian Keputusan: No. SK, diisi dengan no. SK penghapusan BMN (SK. Penghapusan, Berita Acara, bukti lainnya)

Tgl SK, diisi dengan tgl. SK penghapusan BMN Keterangan, diisi dengan keterangan lainnya yang dianggap perlu Tgl Rekam, ditampilkan otomatis oleh sistem Penghentian BMN dari Penggunaan Jenis transaksi Penghentian BMN dari Penggunaan digunakan untuk merekam aset yang sudah dihentikan penggunaannya secara permanen dan tidak ada manfaat ekonomi pada masa yang akan datang. Sehingga aset tetap tersebut harus dieliminasi dari neraca. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Penghentian BMN dari Penggunaan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan layar untuk tambah Penghentian BMN dari Penggunaan adalah sbb : Tampilan Tambah Penghentian BMN dari Penggunaan terdiri dari isian sbb : Nomor D01082, Tahun Anggaran ditampilkan otomatis oleh sistem. Isian Rincian Aset : Kode Aset, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok BMN yang akan dihapus. Nomor Urut Pendaftaran, tulis awal dan akhir no. urut pendaftaran BMN yang akan dihapus, penghapusan dapat dilakukan secara berkelompok (beberapa BMN secara bersamaan) dengan ketentuan semua informasi yang berkaitan dengan BMN tersebut harus sama persis. Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan penghapusan BMN dibukukan. Tanggal pembukuan berkaitan dengan penentuan dalam mutasi semesterannya. Contoh: Bila transaksi terjadi dalam semester pertama (1), maka tanggal pembukuan berkisar antara tanggal 01 Januari s.d. 30 Juni dan seterusnya. Isian Rincian Dasar Keputusan : No. Surat, diisi dengan no. SK Penghentian BMN dari Penggunaan (SK. Penghapusan, Berita Acara, bukti lainnya) Tanggal, diisi dengan tgl. SK Penghentian BMN dari Penggunaan Keterangan, diisi dengan keterangan lainnya yang dianggap perlu Tgl Rekam, ditampilkan otomatis oleh sistem Kontruksi Dalam Pengerjaan Konstruksi dalam pengerjaan (KDP) adalah aset-aset yang sedang dalam proses pembangunan. KDP mencakup tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan, dan aset tetap lainnya yang proses perolehannya dan/atau pembangunannya membutuhkan periode waktu tertentu dan belum selesai. Saldo Awal KDP

Digunakan untuk merekam Saldo Awal KDP yang diperoleh sebelum tahun anggaran berjalan. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> KDP >> Saldo Awal KDP, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan layar untuk tambah Saldo Awal KDP adalah sbb : Tampilan Tambah Saldo Awal KDP dari Penggunaan terdiri dari isian sbb : Nomor E01082, Tahun Anggaran ditampilkan otomatis oleh sistem. Isian Rincian Aset KDP : Kode KDP, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok KDP yang sesuai dengan data yang akan direkam. Jika belum mengetahui kode barang yang akan direkam, klik tombol , maka akan muncul menu pencarian kode barang seperti dibawah ini: Cari Kode Barang, untuk memudahkan kita dalam mengisi kode barang, kita dapat mencari kode barang yang dimaksud dengan mengklik tombol cari kode barang, setelah itu kita ketikkan nama barang yang ingin kita cari, kemudian klik pilih atau kita klik dua kali kode barang yang kita inginkan. No. KDP Akhir (terisi otomatis oleh sistem sesuai dengan nomor KDP terakhir, contoh: 0). Jumlah konstruksi (kita masukkan jumlah barang yang akan direkam, contoh: 10 item) Nomor Urut KDP, untuk Awal (1) diisi oleh sistem berdasarkan no. BMN Akhir dan Akhir (10) diisi oleh sistem berdasarkan jumlah item yang dimasukkan. F/SF/Prog/Keg, diisi dengan Fungsi/Sub Fungsi/Program dan Kegiatan sesuai dengan SPM nya. Cara Pembangunan, dipilih dengan Swakelola, Kontrak, Sebagian Swakelola atau Sebagian Kontrak. Tahap, terisi secara otomatis oleh sistem. Isian Rincian Nilai KDP : Nilai Aset KDP, diisi dengan nilai SPM dari KDP tersebut. Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan BMN dibukukan/direkam. Tanggal pembukuan berkaitan dengan penentuan dalam mutasi semesterannya. Contoh: Bila transaksi terjadi dalam semester pertama (10-01-2008), maka tanggal pembukuan berkisar antara tanggal 01 Januari s.d. 30 Juni dan seterusnya. Isian Kondisi Aset KDP : Pilih sesuai dengan kondisi BMN sebenarnya (baik, rusak ringan, rusak berat). Isian Rincian Kontrak : Nomor Kontrak, diisi dengan Nomor perjanjian kontrak dengan pihak ketiga. Nama Kontraktor, diisi dengan nama perusahaan kontraktor. Alamat Kontraktor, diisi dengan alamat perusahaan kontraktor. Tgl Mulai Kontrak, diisi dengan tanggal mulai kontrak. Tgl Akhir Kontrak, diisi dengan tanggal akhir kontrak. Nilai Kontrak, diisi dengan total nilai kontrak baik yang Rupiah murni atau Valuta Asing.

Perolehan KDP Digunakan untuk merekam Perolehan KDP yang diperoleh pada tahun berjalan. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> KDP >> Perolehan KDP, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan layar untuk tambah Perolehan KDP adalah sbb : Tampilan Tambah Perolehan KDP terdiri dari isian sbb : Nomor E02082, Tahun Anggaran ditampilkan otomatis oleh sistem. Isian Rincian Aset KDP : Kode KDP, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok KDP yang sesuai dengan data yang akan direkam. Jika belum mengetahui kode barang yang akan direkam, klik tombol , maka akan muncul menu pencarian kode barang seperti dibawah ini: Cari Kode Barang, untuk memudahkan kita dalam mengisi kode barang, kita dapat mencari kode barang yang dimaksud dengan mengklik tombol cari kode barang, setelah itu kita ketikkan nama barang yang ingin kita cari, kemudian klik pilih atau kita klik dua kali kode barang yang kita inginkan. No. KDP Akhir (terisi otomatis oleh sistem sesuai dengan nomor KDP terakhir, contoh: 0). Jumlah konstruksi (kita masukkan jumlah barang yang akan direkam, contoh: 10 item) Nomor Urut KDP, untuk Awal (1) diisi oleh sistem berdasarkan no. BMN Akhir dan Akhir (10) diisi oleh sistem berdasarkan jumlah item yang dimasukkan. F/SF/Prog/Keg, diisi dengan Fungsi/Sub Fungsi/Program dan Kegiatan sesuai dengan SPM nya. Cara Pembangunan, dipilih dengan Swakelola, Kontrak, Sebagian Swakelola atau Sebagian Kontrak. Tahap, terisi secara otomatis oleh sistem. Isian Rincian Nilai KDP : Nilai Aset KDP, diisi dengan nilai SPM dari KDP tersebut. Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan BMN dibukukan/direkam. Tanggal pembukuan berkaitan dengan penentuan dalam mutasi semesterannya. Contoh: Bila transaksi terjadi dalam semester pertama (10-01-2008), maka tanggal pembukuan berkisar antara tanggal 01 Januari s.d. 30 Juni dan seterusnya. Isian Kondisi Aset : Pilih sesuai dengan kondisi BMN sebenarnya (baik, rusak ringan, rusak berat). Isian Rincian Kontrak : Nomor Kontrak, diisi dengan Nomor perjanjian kontrak dengan pihak ketiga. Nama Kontraktor, diisi dengan nama perusahaan kontraktor. Alamat Kontraktor, diisi dengan alamat perusahaan kontraktor. Tgl Mulai Kontrak, diisi dengan tanggal mulai kontrak.

Tgl Akhir Kontrak, diisi dengan tanggal akhir kontrak. Nilai Kontrak, diisi dengan total nilai kontrak baik yang Rupiah murni atau Valuta Asing. Isian Rincian SPM/SP2D (baik Tambah, Ubah maupun Hapus) : Nomor SP2D, diisi dengan nomor SP2D KDP, misalnya termin I, termin II dsb. Tgl SP2D, diisi dengan tanggal SP2D KDP. Klasifikasi Belanja, diisi dengan klasifikasi belanja dari SPM/SP2D. Nilai SPM, diisi dengan nilai SPM (nilai bruto, bukan nilai SP2D). Nilai KDP, diisi dengan nilai KDP (sama atau kurang dari nilai SPM). Pengembangan KDP Digunakan untuk merekam Pengembanag KDP yang sudah pernah direkam perolehannya pada tahun berjalan. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> KDP >> Pengembangan KDP, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan layar untuk tambah Pengembangan KDP adalah sbb : Tampilan Tambah Perolehan KDP terdiri dari isian sbb : Nomor E03082, Tahun Anggaran ditampilkan otomatis oleh sistem. Isian Rincian Aset KDP : Kode KDP, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok KDP yang sesuai dengan data yang akan direkam. Jika belum mengetahui kode barang yang akan direkam, klik tombol , maka akan muncul menu pencarian kode barang seperti dibawah ini: Cari Kode Barang, untuk memudahkan kita dalam mengisi kode barang, kita dapat mencari kode barang yang dimaksud dengan mengklik tombol cari kode barang, setelah itu kita ketikkan nama barang yang ingin kita cari, kemudian klik pilih atau kita klik dua kali kode barang yang kita inginkan. No. KDP Akhir (terisi otomatis oleh sistem sesuai dengan nomor KDP terakhir, contoh: 0). Jumlah konstruksi (kita masukkan jumlah barang yang akan direkam, contoh: 10 item) Nomor Urut KDP, untuk Awal (1) diisi oleh sistem berdasarkan no. BMN Akhir dan Akhir (10) diisi oleh sistem berdasarkan jumlah item yang dimasukkan. Hanya saja pengisian nomor urut KDP masih dapat dilakukan secara manual yang dapat kita sesuaikan dengan kondisi sebenarnya, tergantung KDP nomor berapa yang mengalami pengembangan KDP. F/SF/Prog/Keg, terisi secara otomatis oleh sistem. Cara Pembangunan, terisi secara otomatis oleh sistem. Tahap, terisi secara otomatis oleh sistem. Isian Rincian Nilai KDP : Nilai Aset KDP, diisi dengan nilai SPM dari KDP tersebut. Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan BMN dibukukan/direkam. Tanggal pembukuan

berkaitan dengan penentuan dalam mutasi semesterannya. Contoh: Bila transaksi terjadi dalam semester pertama (10-01-2008), maka tanggal pembukuan berkisar antara tanggal 01 Januari s.d. 30 Juni dan seterusnya. Isian Kondisi Aset : Terisi secara otomatis oleh sistem (baik, rusak ringan, rusak berat). Isian Rincian Kontrak : Nomor Kontrak, terisi secara otomatis oleh sistem. Nama Kontraktor, terisi secara otomatis oleh sistem. Alamat Kontraktor, terisi secara otomatis oleh sistem. Tgl Mulai Kontrak, terisi secara otomatis oleh sistem. Tgl Akhir Kontrak, terisi secara otomatis oleh sistem. Nilai Kontrak, terisi secara otomatis oleh sistem. Isian Rincian SPM/SP2D (baik Tambah, Ubah maupun Hapus) : Nomor SP2D, diisi dengan nomor SP2D KDP, misalnya termin II, termin III dst. Tgl SP2D, diisi dengan tanggal SP2D KDP. Klasifikasi Belanja, diisi dengan klasifikasi belanja dari SPM/SP2D. Nilai SPM, diisi dengan nilai SPM (nilai bruto, bukan nilai SP2D). Nilai KDP, diisi dengan nilai KDP (sama atau kurang dari nilai SPM). Kartu Identitas Barang Perekaman KIB merupakan fasilitas untuk mendaftarkan keberadaan BMN yang harus dibuatkan KIB. Perekaman BMN dalam KIB bisa dilakukan setelah kita melakukan perekaman perolehan BMN atau menggunakan fasilitas menu Perekaman KIB ini. Menu ini juga menyediakan fasilitas perekaman apabila terjadi perubahan informasi atas BMN di dalam KIB. Jika terjadi perubahan kuantitas atau nilai terhadap suatu BMN tertentu, agar dapat masuk ke dalam Catatan Mutasi Perubahan, maka perubahan yang terjadi haruslah direkam terlebih dahulu melalui menu perekaman KIB ini. Fasilitas perekaman KIB hanya menyediakan perekaman bagi BMN tertentu yang harus dibuatkan KIB nya sesuai dengan ketentuan yang berlaku meliputi BMN berupa tanah, bangunan gedung, alat angkutan bermotor, senjata api, bangunan air dan alat besar. KIB Tanah Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Kartu Identitas Barang >> KIB Tanah, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan layar untuk tambah KIB Tanah adalah sbb : Tampilan Tambah KIB Tanah terdiri dari isian sbb : Setelah itu kita diminta untuk mengetikkan kode barang, no. Aset, jenis transaksi dan tanggal pembukuan setelah itu tekan Enter, Layar akan menampilkan sebagian informasi berkenaan dengan BMN yang dimaksud, lengkapi

informasi yang masih kosong setelah selesai kita klik tombol . KIB Gedung dan Bangunan Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Kartu Identitas Barang >> KIB Gedung dan Bangunan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan layar untuk tambah KIB Gedung dan Bangunan adalah sbb : Tampilan Tambah KIB Gedung dan Bangunan terdiri dari isian sbb : Setelah itu kita diminta untuk mengetikkan kode barang, no. Aset, jenis transaksi dan tanggal pembukuan setelah itu tekan Enter, Layar akan menampilkan sebagian informasi berkenaan dengan BMN yang dimaksud, lengkapi informasi yang masih kosong setelah selesai kita klik tombol KIB Alat Angkutan Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Kartu Identitas Barang >> KIB Alat Angkutan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan layar untuk tambah KIB Alat Angkutan adalah sbb : Tampilan Tambah KIB Alat Angkutan terdiri dari isian sbb : Setelah itu kita diminta untuk mengetikkan kode barang, no. Aset, jenis transaksi dan tanggal pembukuan setelah itu tekan Enter, Layar akan menampilkan sebagian informasi berkenaan dengan BMN yang dimaksud, lengkapi informasi yang masih kosong setelah selesai kita klik tombol KIB Alat Persenjataan Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Kartu Identitas Barang >> KIB Alat Persenjataan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan layar untuk tambah KIB Alat Persenjataan adalah sbb : Tampilan Tambah KIB Alat Persenjataan terdiri dari isian sbb : Setelah itu kita diminta untuk mengetikkan kode barang, no. Aset, jenis transaksi dan tanggal pembukuan setelah itu tekan Enter, Layar akan menampilkan sebagian informasi berkenaan dengan BMN yang dimaksud, lengkapi informasi yang masih kosong setelah selesai kita klik tombol KIB Bangunan Air Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Kartu Identitas Barang >> KIB Bangunan Air, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan layar untuk tambah KIB Bangunan Air adalah sbb :

Tampilan Tambah KIB Bangunan Air terdiri dari isian sbb : Setelah itu kita diminta untuk mengetikkan kode barang, no. Aset, jenis transaksi dan tanggal pembukuan setelah itu tekan Enter, Layar akan menampilkan sebagian informasi berkenaan dengan BMN yang dimaksud, lengkapi informasi yang masih kosong setelah selesai kita klik tombol KIB Alat Besar Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Kartu Identitas Barang >> KIB Alat Besar, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan layar untuk tambah KIB Alat Besar adalah sbb : Tampilan Tambah KIB Alat Besar terdiri dari isian sbb : Setelah itu kita diminta untuk mengetikkan kode barang, no. Aset, jenis transaksi dan tanggal pembukuan setelah itu tekan Enter, Layar akan menampilkan sebagian informasi berkenaan dengan BMN yang dimaksud, lengkapi informasi yang masih kosong setelah selesai kita klik tombol Catatan Mutasi Perubahan (CMP) Daftar Barang Ruangan Perekaman DIR merupakan fasilitas untuk mendaftarkan keberadaan BMN di dalam ruangan. Perekaman BMN dalam DIR bisa dilakukan setelah kita melakukan perekaman perolehan BMNatau menggunakan fasilitas menu Perekaman DIR ini. Menu ini juga menyediakan fasilitas perekaman apabila terjadi perpindahan BMN baik itu antar ruangan. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Daftar Barang Ruangan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tombol , digunakan untuk merekam keberadaan barang ke ruangan. Tombol , digunakan untuk memindahkan barang tertentu antar ruangan. Tombol , digunakan untuk untuk memindahkan barang antar ruangan. Tombol , digunakan untuk menghapus data barang tertentu dari perekaman daftar barang di ruangan. Tampilan Rekam Daftar Barang Ruangan adalah sbb : Tampilan Rekam Daftar Barang Ruangan terdiri dari isian sbb : Kepemilikan, pilih milik sendiri atau pihak ketiga Kode aset, masukkan kode aset barang yang sesuai No.Urut Pendaftaran, masukkan NUP awal-akhir yang berada dalam ruangan yang sama. Kode Ruangan, pilih kode ruangan yang sesuai dengan keberadaan aset. Untuk merubah/memindahkan BMN per kode barang dari satu ruangan ke ruangan lainnya , kita

klik tombol , maka akan tampil gambar seperti dibawah : Tampilan Rekam Daftar Barang Ruangan terdiri dari isian sbb : Kode aset, masukkan kode aset barang yang sesuai. No.Urut Pendaftaran, masukkan NUP awal-akhir yang berada dalam ruangan yang sama. Dari Kode Ruangan, diisi otomatis oleh sistem. Ke Kode Ruangan, masukkan kode ruangan yang dituju. Untuk memindahkan seluruh BMN dalam satu ruangan ke ruangan lainnya, kita klik tombol , akan tampil gambar seperti dibawah : Tampilan Rekam Daftar Barang Ruangan terdiri dari isian sbb : Dari Kode Ruangan, diisi dengan kode ruangan yang akan dipindah Ke Kode Ruangan, masukkan kode ruangan yang dituju. Daftar Barang Lainnya Perekaman Daftar Barang Lainnya merupakan fasilitas untuk mendaftarkan keberadaan BMN yang tidak dicatat dalam DIR atau KIB. Perekaman BMN dalam Daftar Barang Lainnya bisa dilakukan setelah kita melakukan perekaman perolehan BMN atau menggunakan fasilitas menu Perekaman Daftar Barang Lainnya ini. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Daftar Barang Lainnya, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tombol , digunakan untuk merekam keberadaan barang ke ruangan. Tombol , digunakan untuk untuk mengubah (memindahkan) lokasi fisik aset. Tombol , digunakan untuk menghapus data barang tertentu dari perekaman daftar barang lainnya. Tampilan Rekam Daftar Barang Ruangan terdiri dari isian sbb : Kepemilikan, pilih milik sendiri atau pihak ketiga. Kode aset, masukkan kode aset barang yang sesuai. No.Urut Pendaftaran, masukkan nup awal-akhir yang berada dalam ruangan yang sama. Lokasi Fisik Aset , isikan lokasi asetnya. Bila terjadi perubahan lokasi fisik aset, kita klik tombol dan kita masukkan lokasi fisik BMN sebenarnya dalam kolom isian lokasi fisik aset.

Perubahan dari DBR ke DBL/Sebaliknya

Aplikasi SIMAK BMN menyediakan fasilitas perekaman apabila terjadi perpindahan BMN dari Daftar Barang Ruangan ke Daftar Barang Lainnya atau sebaliknya. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Perubahan dari DBR ke DBL/Sebaliknya, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan Perubahan dari DBR ke DBL/Sebaliknya adalah sbb : Tampilan Perubahan dari DBR ke DBL/Sebaliknya terdiri dari isian sbb : Perubahan , dipilih Dari DIR ke DIL atau Dari DIL ke DIR. Kepemilikan, dipilih Milik Sendiri atau Pihak Ketiga. Kode aset, masukkan kode aset barang yang sesuai. No.Urut Pendaftaran, masukkan NUP awal-akhir yang berada dalam ruangan yang sama. Lokasi, dipilih/diisikan dengan lokasi dari ruangan ke lainnya atau dari lainnya ke ruangan.

BMN Bersejarah Barang Bersejarah (heritage assets) dibukukan dan dilaporkan dalam kuantitasnya dan tanpa nilai karena nilai kultural, lingkungan, pendidikan, dan sejarahnya tidak mungkin secara penuh dilambangkan dengan nilai keuangan berdasarkan harga pasar maupun harga perolehannya. Biaya untuk perolehan, konstruksi, peningkatan, rekonstruksi harus dibebankan sebagai belanja tahun terjadinya pengeluaran tersebut, tidak dikapitalisasi menjadi nilai barang atau penambah nilai barang. Biaya tersebut termasuk seluruh biaya yang berlangsung untuk menjadikan aset bersejarah tersebut dalam kondisi dan lokasi yang ada pada periode berjalan. BMN yang memenuhi kriteria aset bersejarah (heritage assets) dibukukan dalam Buku Barang Bersejarah. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> BMN Bersejarah. Barang Pihak Ketiga Fasilitas ini digunakan untuk merekam Barang Pihak ketiga yang berisi data-data barang milik pihak ketiga yang dititipkan kepada instansi atau barang pihak ketiga yang digunakan seharihari. Perolehan Barang Pihak Ketiga Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Daftar Barang Pihak Ketiga >> Perolehan Barang Pihak Ketiga, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Perolehan Barang Pihak Ketiga adalah sbb : Tampilan Perolehan Barang Pihak Ketiga terdiri dari isian sbb : Nomor : G01082, Tahun Anggaran : 2008, ditampilkan otomatis oleh sistem

Isian Rincian Aset: Kode Aset, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok yang sesuai dengan data yang akan direkam. Jika belum tahu kodenya bisa mengklik , maka akan muncul menu pencarian kode barang seperti dibawah in : Cari Kode Barang, untuk memudahkan kita dalam mengisi kode barang, kita dapat mencari kode barang yang dimaksud dengan mengklik tombol cari kode barang, setelah itu kita ketikkan nama barang yang ingin kita cari, kemudian klik pilih atau kita klik dua kali kode barang yang kita inginkan. Selesai kita memasukkan kode barang, akan muncul nama barang (contoh: mesin ketik manual portable), Selesai kita memasukkan kode barang, akan muncul nama barang (contoh: dispenser), No. Aset Akhir (diisi otomatis oleh sistem sesuai dengan nomor aset terakhir, contoh: 0) dan Jumlah item (kita masukkan jumlah barang yang akan direkam, contoh: 2 item) Nomor Urut Pendaftaran (NUP), untuk Awal (1) diisi oleh sistem berdasarkan no. BMN Akhir dan Akhir (10) diisi oleh sistem berdasarkan jumlah item yang dimasukkan. Tgl. Perolehan, tulis tanggal BMN diperoleh berdasarkan bukti transaksi (dokumen sumber), bila tidak diketahui tanggalnya secara pasti, minimal kita ketahui tahun perolehannya, dan harus tetap diisi dengan tanggal tertentu (contoh: 12-05-1999) Isian Rincian Perolehan : Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan BMN dibukukan/direkam. Isian Rincian Kapitalisasi : Kuantitas, diisi berdasarkan jenis satuannya. Contoh: Tanah diisi dengan satuan luas/panjang BMN (1000 m2/200 km) sedangkan untuk jenis barang lainnya diisi dengan satuan jumlah (unit) dan diisi secara otomatis dengan nilai 1 (satu) oleh sistem. Isian Kondisi Aset : Pilih sesuai dengan kondisi BMN sebenarnya (baik, rusak ringan, rusak berat). Isian Tercatat Dalam : Pilih DIR, untuk BMN yang berada di dalam ruangan. Pilih DIL, untuk BMN yang tidak tercatat dalam DIR. Isian Rincian Lain Aset: Asal Perolehan, diisi dengan nama sumber perolehan BMN. Khusus untuk perekaman data pihak ketiga, diisi nama pemilik barang tersebut dengan ketentuan setiap satu nama pemilik harus ditulis sama persis termasuk besar/kecil huruf, spasi antar kata dan titel atau lainnya. No. Bukti Perolehan, diisi dengan no. bukti perolehan (memo, bon dan bukti lainnya) disesuaikan dengan jenis transaksinya. Merk Aset, diisi dengan merk BMN (kalau ada mereknya) Keterangan, diisi dengan keterangan lainnya yang dianggap perlu berkenaan dengan barang tersebut.

Tgl Rekam, ditampilkan otomatis oleh sistem User ID, ditampilkan otomatis oleh sistem Penghapusan Barang Pihak Ketiga Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Transaksi >> Daftar Barang Pihak Ketiga >> Penghapusan Barang Pihak Ketiga, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Penghapusan Barang Pihak Ketiga adalah sbb : Tampilan Perolehan Barang Pihak Ketiga terdiri dari isian sbb : Nomor : G02082, Tahun Anggaran : 2008, ditampilkan otomatis oleh sistem Isian Rincian Aset : Kode Aset, tulis/pilih kode golongan, kode bidang, kode kelompok, kode sub kelompok, kode sub-sub kelompok yang sesuai dengan data yang akan direkam. Jika belum tahu kodenya bisa mengklik , maka akan muncul menu pencarian kode barang seperti dibawah in : Cari Kode Barang, untuk memudahkan kita dalam mengisi kode barang, kita dapat mencari kode barang yang dimaksud dengan mengklik tombol cari kode barang, setelah itu kita ketikkan nama barang yang ingin kita cari, kemudian klik pilih atau kita klik dua kali kode barang yang kita inginkan. Selesai kita memasukkan kode barang, akan muncul nama barang (contoh: mesin ketik manual portable). Nomor Urut Pendaftaran (NUP), untuk Awal (1) diisi oleh sistem berdasarkan no. BMN Akhir dan Akhir (10) diisi oleh sistem berdasarkan jumlah item yang dimasukkan. Tgl. Perolehan, terisi secara otomatis. Tanggal Pembukuan, diisi tanggal kapan BMN dibukukan/direkam. Isian Rincian Keputusan : No. Bukti, diisi dengan no. Bukti penghapusan Barang Pihak Ketiga (SK. Penghapusan, Berita Acara, bukti lainnya). Keterangan, diisi dengan keterangan lainnya yang dianggap perlu. Tgl Rekam, ditampilkan otomatis oleh sistem. Bab 4 BUKU/DAFTAR Buku Barang Buku Barang Bersejarah Kartu Identitas Barang Catatan Mutasi Perubahan (CMP)

Daftar Barang Ruangan Daftar Barang Lainnya Daftar Transaksi BMN Daftar Transaksi BMN UAPKPB Daftar Barang belum Terdistribus Pencetakan Label Daftar Barang Pihak Ketiga Tampilan Menu Daftar/Buku adalah sebagai berikut : Buku Barang Buku Barang adalah buku yang digunakan untuk mencatat transaksi BMN dan dilakukan secara berkesinambungan dan sistematis. Berdasarkan ketentuan yang berlaku BI yang dibuat oleh instansi terbagi menjadi: Buku Barang Intrakomptabel adalah buku yang digunakan untuk mencatat BMN yang memenuhi kriteria kapitalisasi. Buku Barang Ekstrakomptabel adalah buku yang digunakan untuk mencatat BMN yang tidak memenuhi kriteria kapitalisasi. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Buku Barang, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Buku Barang terdiri dari isian sebagai berikut : Jenis Laporan, pilih jenis laporan yang diinginkan Data yang akan di cetak, pilih Semua data, jika ingin mencetak keseluruhan sub kelompok barang yang ada. Per Sub Kelompok Barang, jika ingin mencetak per sub kelompok tertentu, dengan memasukkan kode barang yang diinginkan atau klik EMBED PBrush untuk mencari kode barang Periode Laporan diisi sampai dengan tanggal terakhir laporan yang ingin kita sajikan. Pada saat tombol (cetak) diklik, layar menampilkan Format Buku Barang sebagai berikut : Buku Barang Bersejarah Barang Bersejarah (heritage assets) dibukukan dan dilaporkan dalam kuantitasnya dan tanpa nilai karena nilai kultural, lingkungan, pendidikan, dan sejarahnya tidak mungkin secara penuh dilambangkan dengan nilai keuangan berdasarkan harga pasar maupun harga perolehannya. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Buku Bersejarah, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Buku Barang Bersejarah terdiri dari isian sebagai berikut :

Data yang akan di cetak, pilih Semua data, jika ingin mencetak keseluruhan sub kelompok barang yang ada. Per Sub Kelompok Barang, jika ingin mencetak per sub kelompok tertentu, dengan memasukkan kode barang yang diinginkan atau klik EMBED PBrush untuk mencari kode barang Periode Laporan diisi sampai dengan tanggal terakhir laporan yang ingin kita sajikan. Pada saat tombol (cetak) diklik, layar menampilkan Format Buku Barang Bersejarah sebagai berikut : Kartu Identitas Barang Kartu Identitas Barang adalah kartu kendali yang digunakan untuk mencatat identitas BMN berupa tanah, bangunan gedung, alat angkutan, dan alat persenjataan. KIB yang dapat dicetak hanyalah KIB yang pertama kali dibuat. Sedangkan bila terjadi perubahan terhadap BMN yang bersangkutan, perubahannya dapat kita lihat dalam Catatan Mutasi Perubahan. KIB Tanah Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Kartu Identitas Barang >> KIB Tanah, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan KIB Tanah terdiri dari isian sebagai berikut : Kode Barang, masukkan kode barang yang diinginkan. No. KIB, Awal, masukkan KIB awal yang ingin dicetak Akhir, masukkan KIB akhir yang ingin dicetak Nama, Jabatan, Kota, NIP, Tgl diisi, Tgl setuju, otomatis diisi oleh sistem berdasarkan tabel penandatangan, tetapi masih bisa diisi sendiri Pada saat tombol (cetak) diklik, layar menampilkan Format KIB Tanah sebagai berikut : KIB Gedung dan Bangunan Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Kartu Identitas Barang >> KIB Gedung dan Bangunan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan KIB Gedung dan Bangunan terdiri dari isian sebagai berikut : Kode Barang, masukkan kode barang yang diinginkan. No. KIB, Awal, masukkan KIB awal yang ingin dicetak Akhir, masukkan KIB akhir yang ingin dicetak Nama, Jabatan, Kota, NIP, Tgl diisi, Tgl setuju, otomatis diisi oleh sistem berdasarkan tabel penandatangan, tapi masih bisa diisi sendiri

Pada saat tombol (cetak) diklik, layar menampilkan Format KIB Gedung dan Bangunan sebagai berikut : KIB Alat Angkutan Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu menu Buku/Daftar >> Kartu Identitas Barang >> KIB Alat Angkutan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan KIB Alat Angkutan Bermotor terdiri dari isian sebagai berikut : Kode Barang, masukkan kode barang yang diinginkan. No. KIB, Awal, masukkan KIB awal yang ingin dicetak Akhir, masukkan KIB akhir yang ingin dicetak Nama, Jabatan, Kota, NIP, Tgl diisi, Tgl setuju, otomatis diisi oleh sistem berdasarkan tabel penandatangan, tapi masih bisa diisi sendiri Pada saat tombol (cetak) diklik, layar menampilkan Format KIB Alat Angkutan sbb : KIB Alat Persenjataan Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Kartu Identitas Barang >> KIB Alat Persenjataan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan KIB Alat Persenjataan terdiri dari isian sebagai berikut : Kode Barang, masukkan kode barang yang diinginkan. No. KIB, Awal, masukkan KIB awal yang ingin dicetak Akhir, masukkan KIB akhir yang ingin dicetak Nama, Jabatan, Kota, NIP, Tgl diisi, Tgl setuju, otomatis diisi oleh sistem berdasarkan tabel penandatangan, tapi masih bisa diisi sendiri Pada saat tombol (cetak) diklik, layar menampilkan Format KIB Alat Persenjataan sbb : KIB Bangunan Air Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Kartu Identitas Barang >> KIB Bangunan Air, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan KIB Bangunan Air terdiri dari isian sebagai berikut : Kode Barang, masukkan kode barang yang diinginkan. No. KIB, Awal, masukkan KIB awal yang ingin dicetak

Akhir, masukkan KIB akhir yang ingin dicetak Nama, Jabatan, Kota, NIP, Tgl diisi, Tgl setuju, otomatis diisi oleh sistem berdasarkan tabel penandatangan, tapi masih bisa diisi sendiri KIB Alat Besar Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Kartu Identitas Barang >> KIB Alat Besar, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan KIB Alat Besar terdiri dari isian sebagai berikut : Kode Barang, masukkan kode barang yang diinginkan. No. KIB, Awal, masukkan KIB awal yang ingin dicetak Akhir, masukkan KIB akhir yang ingin dicetak Nama, Jabatan, Kota, NIP, Tgl diisi, Tgl setuju, otomatis diisi oleh sistem berdasarkan tabel penandatangan, tapi masih bisa diisi sendiri

Catatan Mutasi Perubahan Perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap BMN khususnya perubahan kuantitas dan nilai, dicatat dalam catatan mutasi perubahan. Sehingga perubahan-perubahan tersebut tetap tercatat dan dapat diketahui bila sewaktu-waktu diperlukan. Catatan Mutasi Perubahan berlaku bagi BMN yang harus dibuatkan KIB nya. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Catatan Mutasi Perubahan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : * Catatan Mutasi/Perubahan khusus untuk barang yang dibuatkan KIB. Tampilan Catatan Mutasi Perubahan terdiri dari isian sebagai berikut : Jenis KIB, pilih jenis KIB yang diinginkan. Kode Barang, masukkan kode barang yang diinginkan. No. KIB, Awal, masukkan KIB awal yang ingin dicetak Akhir, masukkan KIB akhir yang ingin dicetak Nama, Jabatan, Kota, NIP, Tgl diisi, Tgl setuju, otomatis diisi oleh sistem berdasarkan tabel penandatangan, tapi masih bisa diisi sendiri Catatan Mutasi Perubahan baru bisa dibuat/dicetak apabila, perubahan yang terjadi pada BMN sudah direkam dalam menu perekaman KIB. Adapun cara merekam perubahan yang terjadi pada menu perekaman KIB sebagai berikut; Masuk ke dalam menu perekaman KIB, Dalam layar perekaman KIB kita klik Rekam,

Setelah itu kita diminta untuk mengetikkan kode barang, no. Aset, jenis transaksi (perubahan) dan tanggal pembukuan setelah itu tekan Enter, Layar akan menampilkan sebagian informasi berkenaan dengan BMN yang dimaksud khususnya kuantitas dan nilai, kita tidak perlu mengisikan apapun ke layar KIB cukup kita klik Simpan. Daftar Barang Ruangan Daftar Barang Ruangan (DIR) adalah daftar yang digunakan untuk mencatat BMN yang berada dalam ruangan. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Daftar Barang Ruangan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan Catatan Mutasi Perubahan terdiri dari isian sebagai berikut : Pilihan Kode Ruangan hanya akan menampilkan kode ruangan yang telah didaftarkan sebelumnya dalam tabel kode ruangan Daftar Barang Lainnya Daftar Barang Lainya (DIL) adalah daftar yang digunakan untuk mencatat BMNyang tidak dicatat dalam DIR dan KIB. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar>> Daftar Barang Lainnya, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Daftar Transaksi BMN Aplikasi ini memberikan fasilitas untuk membuat laporan berupa daftar transaksi BMN untuk tiap-tiap jenis transaksi yang pernah dilakukan. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar>> Daftar Transaksi BMN, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan Daftar Transaksi BMN terdiri dari isian sebagai berikut : Jenis Laporan, pilih jenis laporan yang diinginkan Jenis Transaksi, pilih jenis transaksi yang diinginkan Rincian, pilih klasifikasi barang yang diinginkan Parameter, dipilih Per tanggal, Semesteran, atau Tahunan, Daftar Transaksi BMN UAPKPB Aplikasi ini memberikan fasilitas untuk membuat laporan berupa daftar transaksi BMN untuk tiap-tiap jenis transaksi yang pernah dilakukan khusus tingkat UAPKPB dibawahnya. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar>> Daftar Transaksi BMN UAPKPB, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan Daftar Transaksi BMN terdiri dari isian sebagai berikut : Jenis Laporan, pilih jenis laporan yang diinginkan Jenis Transaksi, pilih jenis transaksi yang diinginkan

Rincian, pilih klasifikasi barang yang diinginkan Parameter dipilih Per tanggal, Semesteran atau Tahunan, Daftar Barang belum Terdistribusi Aplikasi SABMN memberikan fasilitas menu untuk melihat barang-barang yang belum tercatat di dalam DIR, KIB atau DIL, sehingga dapat memudahkan kita untuk mencatatnya. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Daftar Barang belum Terdistribusi, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Pencetakan Label Registrasi barang meupakan salah satu perangkat dalam penatausahaan barang. Registrasi barang bertujuan untuk memberikan identitas terhadap barang dan sebagai pembeda antara Barang Milik Negara dengan barang-barang yang dimiliki oleh pihak ketiga. Aplikasi memberikan kemudahan dalam pembuatan registrasi barang dengan menggunakan fasilitas yang terdapat di dalam menunya. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Pencetakan Label, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan Daftar Transaksi BMN terdiri dari isian sebagai berikut : Kode Barang, masukkan kode barang yang diinginkan. Awal, masukkan NUP awal yang ingin dicetak Akhir, masukkan NUP akhir yang ingin dicetak Daftar Barang Pihak Ketiga Aplikasi SABMN memberikan fasilitas menu untuk membuat laporan berupa Daftar Barang Pihak ketiga yang berisi data-data barang milik pihak ketiga yang dititipkan kepada instansi atau barang pihak ketiga yang digunakan sehari-hari. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Buku/Daftar >> Daftar Barang Pihak Ketiga, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Cetak, untuk mencetak Daftar Barang Pihak Ketiga. Keluar, untuk mengakhiri Menu Pencetakan Daftar Barang Pihak Ketiga.

Bab 5 LAPORAN Laporan Barang Kuasa Pengguna Laporan Barang Kuasa Pengguna - Persediaan Laporan Kondisi Barang Laporan Posisi BMN di NERACA Catatan Ringkas BMN Tampilan Menu Laporan adalah sebagai berikut : Laporan Barang Kuasa Pengguna Laporan Barang Kuasa Pengguna adalah sarana untuk melaporkan posisi Barang Kuasa Pengguna pada awal dan akhir suatu periode tertentu serta mutasi Barang Kuasa Pengguna yang memenuhi kriteria kapitalisasi pada setiap periode tertentu.

Aplikasi ini memberikan tiga pilihan periode laporan Barang Kuasa Pengguna yang dapat dibuat oleh instansi: Laporan BMN semesteran Laporan BMN Tahunan Laporan BMN per periode tanggal Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Laporan >> Laporan Barang Kuasa Pengguna, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Laporan Barang Kuasa Pengguna terdiri dari isian sebagai berikut : Jenis Laporan, pilih jenis laporan yang diinginkan Rincian, pilih klasifikasi barang yang diinginkan Parameter, pilih parameter laporan yang diinginkan Pertanggal, masukkan tanggal awal dan akhir untuk laporan yang diinginkan Jika Semesteran, pilih semester I, semester II. Tahunan Laporan Barang Kuasa Pengguna Persediaan Laporan Barang Kuasa Pengguna Persediaan adalah sarana untuk melaporkan posisi Barang Kuasa Pengguna untuk Persediaan pada awal dan akhir suatu periode tertentu serta mutasi Barang Kuasa Pengguna Persediaan yang memenuhi kriteria kapitalisasi pada setiap periode tertentu. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Laporan >> Laporan Barang Kuasa Pengguna Persediaan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Laporan Barang Kuasa Pengguna - Persediaan terdiri dari pilihan Semester I atau Semester II. Laporan Kondisi Barang Laporan Kondisi Barang (LKB) adalah laporan yang dihasilkan oleh Aplikasi SIMAK BMN yang dibuat berdasarkan perubahan kondisi barang yang terjadi dan dilaporkan dalam bentuk perbandingan antara kondisi Barang Milik Negara ini dengan kondisi sebelumnya. Aplikasi ini memberikan parameter periode tanggal Laporan Kondisi Barang yang dapat dibuat oleh instansi. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Laporan >> Laporan Kondisi Barang, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Laporan Kondisi Barang terdiri dari isian sebagai berikut : Jenis Barang, pilih jenis barang yang akan ditampilkan Kondisi Barang, pilih jenis kondisi barang yang akan ditampilkan Data yang akan di cetak, pilih Semua data, jika ingin mencetak keseluruhan sub kelompok barang yang ada.

Per Sub Kelompok Barang, jika ingin mencetak per sub kelompok tertentu, dengan memasukkan kode barang yang diinginkan Periode Laporan sampai dengan, diisi dengan tanggal akhir periode laporan yang diinginkan Laporan Posisi BMN di NERACA Laporan Posisi BMN di Neraca tingkat UAKPB adalah sarana untuk melaporkan nilai BMN di laporan Neraca untuk tingkat UAKPB pada periode tertentu. Pencetakannya dilakukan dengan memilih menu Laporan >> Laporan Posisi BMN di Neraca setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Laporan Posisi BMN di Neraca terdiri dari isian sebagai berikut : Parameter, pilih parameter laporan yang diinginkan Pertanggal, masukkan tanggal awal dan akhir untuk laporan yang diinginkan Jika Semesteran, pilih semester I, semester II. Tahunan Catatan Ringkas BMN Catatan Ringkas BMN tingkat UAKPB adalah adalah laporan yang dihasilkan oleh Aplikasi SIMAK BMN untuk mengetahui Laporan BMN untuk tingkat UAKPB pada periode tertentu. Pencetakannya dilakukan dengan memilih menu Laporan >> Catatan Ringkas BMN setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Catatan Ringkas BMN terdiri dari isian sebagai berikut : Jenis Laporan, pilih jenis laporan barang yang akan ditampilkan Intrakomptabel Ekstrakomptabel Gabungan Intra & Ekstra Barang Bersejarah Aset Tak Berwujud Rincian Barang, pilih rincian barang yang akan ditampilkan Per Sub-Sub Kelompok Per Sub Kelompok Per Kelompok Bidang Parameter, pilih parameter laporan yang diinginkan Pertanggal, masukkan tanggal awal dan akhir untuk laporan yang diinginkan Jika Semesteran, pilih semester I, semester II. Tahunan

Bab 6 LAPORAN Penerimaan dari UPKPB Penerimaan dari Persediaan Pengiriman Ke UAKPA Pengiriman Ke UAPPB-W/UAPPB-E1 Backup Restore Kosongkan Transaksi Tampilan Menu Utility adalah sebagai berikut : Penerimaan dari UPKPB Bagi UAKPB kantor yang menetapkan adanya UAPKPB dimana UAPKPB tersebut dapat melakukan perekaman data, maka PUAKPB tersebut harus melakukan pengiriman ADK ke UAKPB-nya dan tidak boleh langsung mengirim ke unit organisasi diatas UAKPB. Sedangkan kewajiban UAKPB adalah melakukan kompilasi/konsolidasi data yang diterima dari seluruh UAPKPB dibawahnya. Penjelasan tentang bagaimana pengoperasian Aplikasi pada UAPKPB dapat dilihat pada Lampiran buku ini. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Utility >> Penerimaan dari UAPKPB, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Penerimaan dari UPKPB terdiri dari isian sebagai berikut : Tahun Anggaran, ditampilkan oleh sistem. Pilih Semester : Semester I, untuk menerima data semester I Semester II, untuk menerima data semester II Kode SUB UAKPB, diisi dengan kode Pembantu UAKPB. Lokasi Data, diisi dengan lokasi data pengiriman ADK dari Pembantu UAKPB (UAPKPB). Penerimaan dari Persediaan Penerimaan dari Persediaan digunakan untuk menerima ADK Data-data Persediaan dengan kode UAKPB yang sama. Penerimaan ADK dari data Persediaan dilaksanakan tiap bulan, sebagai bahan untuk mengisi perkiraan barang Persediaan dalam neraca satuan kerja yang akan dibuat.

Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Utility >> Penerimaan dari Persediaan, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Penerimaan Data Persediaan terdiri dari isian sebagai berikut : Periode, dipilih menggunakan tombol sesuai dengan bulan penerimaan. Lokasi data, dipilih menggunakan tombol sesuai lokasi ADK data Persediaan. Pengiriman Ke UAKPA Pengiriman ADK dari UAKPB ke Unit Akuntansi Keuangan/Bagian Keuangan dilaksanakan tiap bulan, sebagai bahan untuk mengisi perkiraan barang Milik Negara dalam neraca satuan kerja yang akan dibuat. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Utility >> Pengiriman ke UAKPA, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini: Tampilan Pengiriman ke UAKPA terdiri dari isian sebagai berikut : Tahun Anggaran,Kode Lokasi, ditampilkan oleh sistem Periode, ketik/pilih periode laporan yang diinginkan Lokasi data, dipilih menggunakan tombol sesuai lokasi ADK Pengiriman. Tombol digunakan untuk mencetak jurnal pencatatan nilai SP2D. Tombol digunakan untuk mencetak jurnal transaksi. Tombol digunakan untuk memulai proses pengiriman. Tombol digunakan untuk mengakhiri menu pengiriman. Pengiriman Ke UAPPB-W/UAPPB-E1 Data-data transaksi yang sudah direkam ke dalam aplikasi, tiap periode tertentu harus dilakukan pengiriman ke unit organisasi diatasnya dan ke unit akuntansi keuangan satuan kerja (bagian keuangan). Data yang akan dikirim disebut dengan Arsip Data Komputer (ADK) dan dikirim dalam media disket. ADK yang dikirim ke unit organisasi diatasnya akan diolah dan dikompilasi untuk dibuat sebagai laporan BMN, sedangkan ADK yang dikirim ke bagian keuangan akan menjadi data/bahan untuk mengisi perkiraan barang Milik Negara dalam neraca satuan kerja. Proses pengiriman yang dilakukan oleh tingkat UAKPB selain kepada satuan kerja juga disesuaikan dengan struktur organisasi penatausahaan BMN yang berlaku di lingkungan instansi

tersebut. Sehingga khusus pengiriman data ke unit organisasi penatausahaan BMN ada beberapa cara seperti yang akan dijelaskan di bawah ini: Pengiriman ke UAPPB-W Bagi Instansi yang memiliki UAPPB-W dalam Struktur Organisasi BMN, maka UAKPB harus melakukan pengiriman ADK ke UAPPB-W diatasnya tiap semester. Sedangkan kewajiban UAPPB-W adalah melakukan kompilasi data yang diterima dari seluruh UAKPB dibawahnya. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Utility >> Pengiriman ke UAPPBW/UAPPB-E1. Pengiriman ke UAPPB-E1 Bagi Instansi yang tidak memiliki UAPPB-W dalam Struktur Organisasi BMN, maka UAKPB harus melakukan pengiriman ADK langsung ke UAPPB-E1 diatasnya tiap semester. Sedangkan kewajiban UAPPB-E1 adalah melakukan kompilasi data yang diterima dari seluruh UAKPB dibawahnya. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Utility >> Pengiriman ke UAPPBW/UAPPB-E1.

Tampilan Pengiriman ke UAKPA terdiri dari isian sebagai berikut : Tahun Anggaran, ditampilkan oleh sistem Pilih Semester, Semester I, untuk mengirim data semester I. Semester II, untuk mengirim data semester II. Lokasi Data, dipilih menggunakan tombol sesuai lokasi ADK Pengiriman. Backup Back-Up digunakan untuk melakukan proses Back-Up data atau menyimpan data dalam media lain atau directory lain. Proses back up ini sebaiknya dilakukan secara periodik, misalnya sebulan sekali. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Utility >> Backup, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Back Up terdiri dari isian sebagai berikut : Tahun Anggaran : Otomatis. Backup Ke : Diisi dengan media dan directory tujuan backup. Pemilihan media dan directory dapat dipilih melalui tombol dengan pilihan directory mana yang akan dituju, dengan tampilan sebagai berikut :

Tampilan select directory terdiri dari : Tombol Select digunakan untuk memilih directory. Tombol Cancel digunakan untuk membatalkan directory yang dipilih. Pada saat proses dilakukan, setelah selesai layar akan menampilkan Register Back-Up. Restore Restore digunakan apabila kita ingin mengembalikan data hasil back up kedalam sistem. Pastikan sebelum melakukan proses restore, setup harus sudah sesuai dengan data yang akan direstore. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Utility >> Restore, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Restore terdiri dari isian sebagai berikut: Tahun Anggaran : Otomatis. Restore Dari : Diisi dengan media dan directory asal. Pemilihan media dan directory dapat dipilih melalui tombol dengan pilihan directory asal data, dengan tampilan sebagai berikut : Setelah memilih file backup asal maka klik tombol , untuk melakukan proses restore. Kosongkan Transaksi Sub menu Pengosongan Transaksi digunakan untuk melakukan pengosongan transaksi yang telah direkam untuk satker yang bersangkutan. Langkah yang dilakukan adalah dengan memilih menu Utility >> Pengosongan Transaksi, setelah itu tampil menu seperti dibawah ini : Tampilan Pengosongan Transaksi terdiri dari isian sebagai beriku : Pengosongan Data SIMAK BMN UAKPB : Sesuai UAKPB Setup (20 Digit), digunakan apabila hendak melakukan pengosongan data sampai tingkat UAPKPB (sesuai setup misalnya UAKPB 047010199427944000KP atau 047010199427944001KP). Sesuai UAKPB Setup (15 Digit), digunakan apabila hendak melakukan pengosongan data sampai kode UAKPB (UAKPB dan Pembantu UAPKB yang termasuk dalam setup UAKPB tersebut akan terhapus semua, misalnya UAKPB 047010199427944). Semua Data, digunakan untuk melakukan pengosongan data untuk semua UAKPB dan UAPKPB yang ada dalam database.

User harus mengingat nama ID dan password yang telah didaftarkan Apabila user merubah identitas admin maka nama ID dan Passwordnya harus diingat/tidak boleh

lupa. Teknis perekaman Barang Bersejarah baik itu Saldo Awal BMN Bersejarah, Perolehan BMN Bersejarah, maupun Penghapusan BMN Bersejarah sama dengan perekaman BMN lainnya yang sudah dijelaskan diatas. Bedanya hanya perekaman Barang Bersejarah tidak memasukkan nilainya dan diminta untuk mengisikan lokasi asetnya.

Direktorat Sistem Perbendaharaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan 2008 PETUNJUK OPERASIONAL APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA TINGKAT UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA BARANG (UAKPB)

Direktorat Sistem Perbendaharaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan 2008 PETUNJUK OPERASIONAL APLIKASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA TINGKAT UNIT AKUNTANSI KUASA PENGGUNA BARANG (UAKPB) Arsip Data Komputer (ADK), adalah arsip data berupa media penyimpanan elektronik yang berisikan data transaksi. Register Pengiriman, adalah daftar isi ADK yang dikirim dalam bentuk media penyimpanan elektronik

nWnD.D sH DtH Du qfUGU1U s\sTE: ~fPLD9 sH DtH Du xgUG<. r]r]r]rEr]r]r qXqEq,q ~~~~g~g~~~~~gP s`OO6O`O vvvavPvPE= |k|k|kWkWk|k|kW@ xgYgYF, xdxdxN: zzzeSzBzBzBz |m\K\=m wdwL3wdwd l[M[M8[ q^PqP;P, yjYKYKYKY q^PqP;P }lUAlAl*s_s_s_s_s_s _P sePe6e% t]O>O>O>O rarararaM;M gSE4E4E }fO9&9 teTAT0 sH DtH Du s_[SH2 nnncXJ?cX }ooYEYEY t`t`t`t`t` tiViE7E7 |hR|R|R|R|>|| |||c|c|L8L8 vbJ5J5J

q`J7q) nnUnUnUnUn ~fUGU, ~j~T~TA~T r^VO>sesTsIA4 |og`|Sg`|gI|EA gIFxNETSCAPE2.0 33333f33333333 f33f3ff3f3f3f3 3f33ff3f3f3f3f ff3fffffffffff cmPPJCmp0712 'IDATx^\;8 <nC9<\?4P }zLh)TyHA+ 8 PT .N[ ?(?G$eS UKnXA22AsLU}# .{M[c{jBU<}> Qh;MObR6qO8 H_fuyS~J# ou#4^&7 8M F_ qDe?)PF t G{dcA MS|a^J24b } t "]ARX ,6l %3:!'Jb5Gc g'f\-FjYg #ZV[|k JNXD9BzlgkVL)1"%UW t_Y1~W82Q(PRkagA 5jq$k70R7 v D%&Az r\7Zw C\3/r tSwf_n EH TCE>4(n4r msOGMSOFFICE9.0GIF87a

33333f33333333 f33f3ff3f3f3f3 3f33ff3f3f3f3f ff3fffffffffff NETSCAPE2.0 qp<8@x&FM z&.w#S@DeHAUdL VQZ`f4!X@ B @<Z CAdtQ B]: Ca ) P" 5bcM c D:lAB-8Z*' C U@yCy1VdD8+;PxZ` Q wjf:TnhS_]; ml,T2*A0Zp T@e/;X DkdRHZ8 -Mvv-6d) Ja.h0'LP<+@<Tl~o GD 0.< }PT 8 [UH*V%ov\+ flzHwSQlb ,m;lAc+F !#*"fDcEo(<(!9 Y :_!Sn%V5~F g8A1Dh 8gp0dpfa/: e"c%}BPD ) S7pF{R3B, s\qu'J5 r H87HO1b< &Assmz @c@LW? fsK+Rv R1{u'"d@ q|q H btH\e&5W

6 #4/8Ka&&$~ m0.fpfRhk# g4h5 7kW7O! wB1&!E Q7 E t]Orb:&z1 + nDdM )Xe%[A i^ =R8\'"d -CdI2em#^ Q}qt pR Q~Z1H) R_io:091j(C 4 uH !3|%8Rx|Uw? KH ie*n: nJd*,LByH@SnvW% yp\LV\AU{gru}L6y w]_^-,\S CVFFG" a";s8@ G ;6+3l[-&C3+ % 'N-kQ2'^ XPRt BR=?}mAb_ U 1:Xb`C P G1KQ+ B{/b|tVL./ 0CZ\^Ce`+ *5h D` EwY4b ]dBM"PuW {,y^7ErA |ZlG`cgE6 [R|gz"C5ahEQ ry CTf"PK TcP9gq<

]Gu:?j 'I %\:!H!vw1v9<fmTXc(P%} BG5s!z z!1Ha%fmOW`Kq 16'Wc(VD. ,E9G ((*wDe P u@B2>KXzTql2M )ooaW6A +s2?]?2=c c 5GIf iz`T#inO FKd IPZ]J$' d u;v:87 idvJxAp kdrIsuL[f2#6 g *\(pV+ ,@D6+0mJF_[ s-Tbp=ruU B BFJrpJrt$UCB@ *J?aS(S o8@kZca*J7]m R 'ce+ mkWCII >u *wL J@(Aj dS ! 8KYqWh#b 'Yh1+F \.p+q '5w5. J+ \>,DVdf* agf!wR3j^W@ |Z!su@{_ k>Q@ qIA A08h?Yx a?KpB U 0 34yGn4Iv6 [uTQl$p

b#K1slUG.u 8+G +fNI)6V "dxg}vTig l| usd5Kq NK s 5j/Jv`]: p |hR.ao)ThXMK t^P Dy .t%c bvDN1eP)G^ :&g R8{~zZ_M q ^ M<74edUw ~D'*u,L I fJ1m'm`p#A' OXD.`W]HH5%^>H ]*2s[rX0+& @#'kD@t\S4:`J*6 S+ @ VC 4 * ^tOyDbl!pc=(Ee; $6 t XL@|>6 3Zs B}yx"5{ =j5kV+ GD$wr!VV} tx]_"V v0%}uR9 y[2Y;'/+ +p%6'f"A6%(bo 4JLIl<ZV5 ]/gN\] !g ?xwD.^/<; f'nU&_j t:e[Nej* Rx+MhYj'W6 ibtf6

2 , x@2i>YqYe(d/f~)P,C`$W"%I: ,i919Sa S'D dbjtIS YY>*:?qd : Mn_GCa%v :E L kXdEX8k i!NdA$GP9;Zt, UY: gEL k bc@c;z k9q2#AvE(" . h:Dc&hi#Q UdJup q]brvp3~nX ie(t6G]@FZH Wj^&"ZD=9 V1@"F.D(s>] N w "QOL *5wUDQ"_X{? f2 >Iz7 %lT:LVe IA&My16 ^7@#69~/c3p M+g<,:D z| D#1|NA* s JD9z Ife1Uu4a _ 9sl9VsF =5miTI 1{ ]e8 lkSQ U6u2b(% \j-Ueb9Z21f@yy+cz" {u"%dX-$!4v 0xGCNr

O8FC+@0 8)( /Oxx#ICRy<aD/3? Y'f- :)`f 8F`[mn *A^#ulQb;. /T a{ rUpV1ct'xM r =1 j8EvVoHa>n@: "= %5 +IruH>Uu Km47e a " Cv1X o r 0@rX&FU`vQ) 'B@$]//hi_ Xk#"9!M~ -i5n [V[v,A ]Q/ z4 ),e>2 ^ (E6. unkn\-<A= 3 @R2YrVdCsw4 < Uj|uV`m ( *tV" ^*`6CcTfm A 'vf|7DkZCB:I 6r 9 N4us"zs d|iV w{b1FEr)C$~MiA6 YxT"|i>r/ Pnf0REOW A29+fZ& gzPVxe#O*tWV

(@ "k5 u3 |x,HOx)S= drp V)-k! Wfa1 F;+2 3s5xeIFO C4K 3-%^xY: X e h)Jk"dA ,ViG;P <Wn A$y[ l 1.%]~ 's ;3PWAB \ 8 K,A V\DLLb3%p0 <-!q2' 6D_a1:!F[! ~'="!F WcBU(\4 rnm,LexyvzuDci97J= 7 LM9^fI Tu !RF !T .AlMy*M=qV 6TA tTAF>xR N9$57ya 1 JG@v-0Az^ Es SeA*i Y`5 T i.,l6X lSHLt ]Ewaqj#q g%D# @X"masJ<QIW

#o"[{ManTM 6gMteW8&P[ )kI=2_W~W'qG6+# IRl3_O:TXPLew:W*8P_b7m* [HaB!WC Pte keJS. c|w5y Thc7H'I):pT; w8H>edueO,77 $/s=l'9 X/rv192) 8XPs9oX L \/YP1Ktv+4 7sc 'Ma (5V }GR1WI$w qZPL9[gyx Zqf75Y5TfVIS'^ L"HpoiEAx(lz# t_~O'YiA jx|VTF-(T NFv9Pd,^s+ B8P; O J hp i-N _Ep vl?,@S\90 RdR e c&Z5 eA/Z x g/4oV8* L 8:$vmUXhJ T@A 9:/R} eY(GxK2}e, #Ns q5H'H)}'i fZ gvhE XJ=K*<:? }J

T*9)X8/m2]) bfS5K|]+ u'=x;)*g.=z__D6{!]#dy 8`B 9,(buSK6 x4 %[$+E=HM_ F!20vl)l%+# V" Qs'*CN@(BZ!Q@>iF@ v nTEh2H"d 5HkE *wrDu'9r V /Qs?F-^fkBAD`9Q^F*l( 9pv!L%vC v;W4lE= L<Fp ]d Txu , >6xeoTz1c=x le9 xXz %(lurR 1 ChfB3HI16I u XI%y`vQ KTi% X E<qHV[ <0YsUMw>u S[fL;+KIfF_S+ 51lAV2& }Me~dI( L gV@FC aS| <\AyVo rhag0)6WF @<Lr ": sBX'SB Z VLo^_q] e WUpt ;H)H+7yi

TjU d8fhVp_);hG L dy qUCMTf3 ]'JTxS 5Nz <tt(^! eKuU'R*aF4-u WdMKAybgn?Dw! qyo/gMd- K'dBSV( F[-HcSF r8^qxxv vk$7vSw , l tI 6U lg+\]{plRg~{P]g:K]yVIX I] Z-w-][=t-f ~f=P!SBe -]a@"wr4 CP73F1K\@ Z SAK[d0S T[X8S-D gDYa# R:#CYT W\L,pf#Gc{p0W 'Z|gJ$ e $L9({K@hE b KQd);n_ >IS#Kp=AD TO B9b;")"CL 7 zSW PZ%Nr) [rwaf7eVwiBm>q*7u&wy"7 )VHR(?"PadIdR #2Z9*$s.n9j :g-en RkuIER n$M@<H R

}TQ Z-Pe-JTA^3gec\ 9m7K>9` `", sMDYeaKBxu Q]$aJ' Hfy$G]<e#!I\:R[2`, ]89^x@!(HNF 1~}Z!FX = q\f\h5Rk' nUP^hWB Uj = wi6o Cs@885+%Rl 'J[3\D e o4Equ+1LBX5LVfx D[u&^$3eQFIsd xoH N cQE7( % e1SM"3=yY({i+xRxf #JH"BD:tT E UVh%Ot yND?*}JhM Ss4K7,/Z PaIas47 T V { =iThH^UeNaI]+H4y ndY_`>P'`] ;(Y1v`]ER$R! Y VBI%Fb! @g2 ^vZr Y=$jQKq uN I * , $"N 64ikp3RL 5S^*y.)n &

lILF.u\(B8K)Mt q318WF&/q? F p Lf#!+ | 3]28N( ];ua $C$qV;41{o9xMxBZ W};/gX:b2p. )YIlawP[ 7 L&XR=OT@ {@e pu ]Mva_SeFa[v7 eP-%BkjKEzs# &5<h dIt#Sa[V ( 1zCH\R% s)kg QI mBz:6w) #D3^e%0cMD\}y =R(AeX +vML%Kb>h]980C ]PjkA&>n]%C"k< Uun-RH\Y -P);{THk c7q=ab_j OJ@c~DRt0-O^Q2-r PMXW>"KH[B a2&5DxbLw!Ds sI;f@W=aQ '7VP'0G p3$}%0nFP]d+> 6}%EA0 F q.*crY d x430eWG s~c*E$0:xd5q W\F@^|*G08 O ^VVuqg:@vv ^\+LC@E a Oc5y!2Qwxn

w.4 dgb]p;NB d%$tc:Q Zea4\d jgyh/Wpe#H 6hI.eQEs1Xw Qe.9Z$qh$T+(ZE~ GkXxzJ 5zLS%PZU 3 4r]mk ['f+ Q1'' ' *9 -<J][A I5`yh> yaQ1]aRy^QK:< ua cmPPJCmp0712 !IDAT8Ou[@ qO^=' {\*V}@H D)B=+1i}V[& ~v* qyY\8KwA c, v_viv|8 )o]]5:441} 1 wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwp wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwL wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwL wpwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww pwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwL pwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww pwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww pwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww |wwpwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww pwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww wwwpwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwx~x pwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwx wwwwpwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwx pwwwwwwwwwwwwwwwwwwww www pwwwwwwwwwwwwwwwwwwww~~ pwwwwwwwwwwwwwwwwwwww pwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwx~~

wwpwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwx wwwwwwwwwwwwwwwwwwwww wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwww wwwwwwwwwwwwwwwwwwwww IDATx^ ]{LTg k7va[6iZ eKFF=p Gxv50e eee^:!!gBCC 25;CCC>ha .Zh;i3CG "wy u~0qqq 4N P?1 *>#' qmuiFr<+j,d>tY EFFb=S? 3JJJPXe6A 5k0>"H 822Rek .) m)yd&d30 =NiQo! su ii9QQNC 8'<4,2 ~SKC_O fDVk4cz R D( FyH l2?7boQk*TH(HZ e T!Je~fa ;c $/54w bSn IDATx^ %Ey {bQSZ.Spa3P|WsT l F 0HhXL]

#TJ 5%e#0|$ 4b%v( Mh<D,W/&ueX)+4_2 I74,#.EZ \T}>U%1q'2bc .#irYW ~Q3RY?rN3] Gw~W}vr[EG?W.?7tU> uk4uq7<>tMk8mj%J`aF'9 8erJq kSq <L}< }M%\8V +u[n)My}G]Ckzmy^*1v6T"w,rb c v 2:hlqu}L<G: U ! ; m4<HR>n5KyN= Vc N|>wVWLl OO9U,Z ]h~$k?u,v[tX w_87g~ 1 _ G<Fa`l_*5p )m-<*i,a/n%Ge E^5mWp hjM:W4lUxa N n-l<BBhn G & v^ju N uZo)O _V`4 qb jFS3xA d5 ym^qU0 [Xg--4hM 2tR.*5!kvDh@ zD"/

\ .\8ew)t: fg5LrhE]SC>8Zz0p L&XvEmSU c/ "9{WSkG+ s 9I.bqK")/r#pY.l R^V \6LvKIpW & sf|KP TyP 4# ^ S J# 9E@RJjh'i%3zTdnR\8 5%ZQK,R03 N kJnHYF=e4 `7j=\VqQmK ^ Y K 5 &(K#fMI \c*/}UEH/E-=mEkpHCJEof^ >- \[?`|Ye9 |I &;}xEzv,M]4W-F iuD:I=i?}0<hiju, n5VhvT.wKj5+L->m^nuT6P `cpj\!<LUO(oM c7'UkQ<`" kQy; SJtQeew{)1/P#n @-q]1MEFN !02- _4"-jqtGN N(j 4J:7k>N1 : SAZ&O}7}<1I$ '0ve99[7O +das<,,% y-n $mbQ_Boa) 6

Sm*x)@DXN_ *U OTP<U.g3u7 M"DR}C" \^9]5 [T\SU WCrv,%=^2InM !g]yP^Xum }ST=G9uU-} FDxT:%"y-{bNA 9 |I [&m@-Jmt#5n{dcii th( %~-2~EZp;n iR,')MVK + YNYn^0"& 44XZ=[KVs8+;4lW\R0b/ fn ,%VsNykj_"7\h<p W hb:oRRl k SD9 \"}OtE L9QaR K4 v+'Z W-]}6Wnp 'f.qRDK%T EV5Wr-#)} *J+{)zSH .'l.5sUT $E\W_2E Z r!W 5Sff13W&GM`.w) +<+@~1=G9 iU(em;<=WdEE J /CVX5{rzQ #6+:Go*3 J^$+Ibv Lu P`? f^Pz5e%3]Q

y yONV7"4E} hqI>KR X 3 $wKMIrT s ywy[;S(r#C <7?xO^%Hz:g(Q#)S ~t5Yv/~hR_cl0/# h$EGbk^U]U?K 6{Gd -&8lTN9 .R^5I(u'o ZAVrWV6 *. L/!kNV\o T1+ ;?_ 9n+Ak?q j n^F8Z]8w y : =tM*:}` w/ sh gO%M@q:iH)Phs7w ]v $z)9 \61kK*6{z*lpw9;>u )##ScOR $Nwd ]$Q4h2-B7s^ d 8:~ ~ O lS&%5\^w a@9|U'l: [;>Gu3d=7Kw,-qW>r'wU Tu!S%>0%nZRiDr'6 AG?49;}sgye]<#V?#6S.{AMz _WVW.{3^O 8]Iw_+HY9. rGwffV-1Y{h )&G9+ZV g!J/.2aL{0/ _z,<rx!"fd}=_RfL\Y9 hOLb_8Gs E'.%PVf~1t

i>D\jA T mct \ *t`Z r\s9X\JBv@KP.91 ?z 5k2_rl.Z d0'ncf9qJ5Y >dMmFc YiKC,_9 ,oS#w("b#N\-N8'rz IaJY+#6Nv oU'"izr;(f+Z 8 % %g^ T:6-,T @ CA`f `8F Cw[~(KT mFuVtzQBQ^4=}|?X$ .J"2#B n !ksI$%K, h3rY Zz$:d$t5+OB 8f@$:s]S \_WtJ^6!=jC [ r@&@`@ j 6GQ"%IUjEdv]_,` u"BJB_v B n 019,Dk+,g vgM2O/(K SA@V{b~u4<z uGViJ_BS F}G.A ; }_ug^p~u |TI479w uvNWWZc^^nQ, y7:5P=#RF!.'R YYe?KQ E r ;xiJO0O

X+q M ?GlbTKUfOn t@ouuu~z EN +GA Vn^_J8xf._Ar }pn + rJoe9Ym yX ,{YvPa> ir5vRND_J6t>c DNJ51mIN6 m1J?nQ/4@_}9RMidp de8OO"' 0+ Z0 y?} M9 A6^F]NG @ 3 ,[_P0 {b;&>YD @ q#Mrre JS-5E< Tro A x!R$z.e%`%&\6_P A` TxEJ~S!Z N_ IJX3#K" M ap?g4Ow "2> =#(]VGnW 8@ } @` @YNa "K 0M \^Y^YY]`dk!; [Ixmbo@6E/1E_ `DL_`.R SR>j)J<Y6V4 dHl?4fs <gr;}c5l<]/ -ww$(see wjw\Co ^;E %0ukxjh<} O;uwo{/&9("R$F2[t:

#`v,X{= ]%0jqI\ 3,%~#^SYR* w88!9eYI~ P@[<a4|j $Ai4eGq@ /GPI ?=$hfe)= ^MYjMI Rf +})s1G3@ 5Wg?nVG GRTs"ua2(PtjDVv .m((KT Q*zeZSx-[0 % j2GV m9 ,gJ!6jJY_ C = W5nK,'ZpHc @`J @YO1 0k [ shjv+Jo^efu5["C]W 4r YYYcqQY/'k& u W`qbek7CkjdUw) DnRZG{5@d udQT(.x*56t nG7 "18qh<+Ik* Cf/k{?V,2C IDATXG j+3vWV 0Fy[(9?vW.r ewIDATx^ ;#c[CB`i}4qPts< h`>#(fqdo0a0VB `D|QvHvhpi p w q4c&% L+It>l466;tml 66 :vl|lck 6\2M4L3g

"Yn'#GQ Gp 81/15bH^ AV owL0-Fs3 A F9 A=s:P" H,NC0u. li^UQ|C ,gP-@yg Yc JIt%h 1Gs y<}8izkp < E PK&Z49c.@ HflceZn?\Cgg{ 7QFMP }q<ey=1P;1f>NQ n ebs4@>mp Sw%~\{ 9Q b '[ DtEb'e@vbt<J,c 7<7^'/>|57_} ? )z#pRa:+ k L@MD(' + Vz61Tgsw @ Q3ZJ@ M7mJ0 _ n5FALV7En n;xc o il hsK!o+'wd| C ;A(DWRf$w2 8"h>`v ";

m G2i+C$cz DZG8fm x)MOr[ ; / Z0stLj;_$ L p+d:1w5pK-p Hf0GS| .s jNp(qNl XFNt<]$1AS\ <CS:]ZM+y qiyXo/m ?{

qd<

:? {&e&Y ] uBH OB\Z+2 X $Awf, *C .izA : c3U8'F)^ ds#A*=heF/N0}u :>[Vk:pdC4S%KuH"egJ iVRm;R0Yw'jwrOOTR5 C *u43A@> b I M y=^8/YU< [@2AR eEcd Ye `2cE5'H K "qI+JS<H$[* & 2DY73Z!|WP5hg/( EW SEH_@dc C&voyl , %&M%{B7}a8 { #;K^( G vq w_0uOB 34$<;I^My J MM

*/Olm*@ nu%kzE@ *P>6Wn WXrIH@NZ`R <[ 8n ^wKNL6A 1 J @c3FMv5Ais5wQ 2 vOeGeM.v 9 rtxQUr!<Pf{c 5)V aMq+ GR>Lth0*DO-T b.U,/Ai jFE &D jED<MPJ!V^. H V<%[um!0Gr Ku)fRU[O V [WL C'OJK\p< HA 6 l8LX| Bb b rS^v;SVR&{Kc 'A 0)N+ 4LUZ 4Y%jEF =,iw,CTYl!l[U Y M`U K%LNq]Ke6NP T`RO\JAeW{{\t^+ 7)*/qAs`EJjq yOhXcJxk1#0 Y!@+UD6+= ^!P r

8S(0OlAq pI9|iXf:8 D|5_Cmh+ -.W-%<%QH /^L;m7x+rtObn t15CR"h ?%_c^lmIKW /b7!/C : ns ^8Ziz.mYV Ko[*n 9<tBi$u6 W{hsKbAK% Wh`oqe a$XPy .%`e)1AWW QVQN5YR3 p In`Dx/ i_QdLf(bV*8GB Inbg T)}?z>0*6M'DfV AG0l3Ij6? n[oL$6G0N1|K %=e t3 I9LxVJK Yxh1D^ZwM YICRs2 e)A9zz %) v3WtW39qc0& D,~6`g|}C l *!0kvF% eD@}elu :F@F6``xE@ ,$[?_TF:yQ V [ZBZg8Pu4!hXtc(|` 6[ ,L QV.3@b93a:gcfky 5w)+F\fPw 2uk#gpI.

eJ0i"E@ PS]f'2Hs&>Q?#xkE{vBCWKRc6f\L d2@EJeZ-41Su #a <QC QExQcWh^_EZ^ z'vW'd'< V /e]C9I/ NUm 1%3ZnD,HA\V D#r(F)cr hc k IDATXG j+3vWV 0Fy[(9?vW.r WY08wtO 5cb WY08wtO 5cbPNG bIDATx^ } $Evw9 Qf]eU]`8ED .Gv}zor8XQ3vV \ ] TF{!N 2Xa[.16E v4#G3Ac k^w /?KkPtS(; ",/bG@ T $N pLmpl0 hX!29Z-.Y f]7tRIG$fd'vPQc C rS 4T>2+ k@ #k^oS } m

Y D NAYx3HA LM#!wjn [+WAz8x yY'cM,hXb<N.g 4i0;#.8i A1L 30;3.7t 5{:|3>{1{ W{8}g:y7w;h QMY-A3qO?H`% ,<sis3c9Cs6g622mdN}dvCO}~4l?{g= td J<g>:1guA4-v @<p3'ebZ (!##3! jl`>w>_XWmIw #|9?u3PMoz D? 0Ec|\9# {J yM z8\ c LV jF:n2p16-Im / 2ZmH%e] c2 ] ed6X|ds \Vn}<A; A>Q2up<`[/?:4 b0|d>T|JbK,# sLzG 73tl|h'/.Bp3M| gBV,dEybC I(G5AfF Zn8 o'cFl!\Y/;t uo 78n-4GB 61WiqJMm [t.[fy,.;+9N.\B l!D\Av iDRiA@ |,xG[*n<5Mr dvjr%h,Pj+Wu$q

bj'=]BM0}r$) )Nd PG DuRxk8Z4t !Lqdpuq E ] `$;12>~ 9~jVKo#` cT ~ d k nccc*!UD6A@ ^s2)CRCr n-YFRN Rm)[C/k.5O F;jf`oM~Q J e f 5 {MdZkTm;nX\ 3SqF&~t<d: s026e"rvD /W"\lrK+ =WM; JpsWA2 b #C$] }@_1r02oJ B }hR%A arRIA@ :^q-#e zr%Q>4?Hbg.s K~B@riwb_ J E+L|9_vZ ^&:N&e" qo.eZq.$ )L Wj>.ncV:>m^T_Z)"| , @,iz\}RQ /S2 w _9[dE ; *w

DgH;+wY`R+]VDN .eT y>SJN<#S`]bE KfO,)[F@ 2t vO6tna-Dz1D$ VEhkV*Bh~{E 1K,i| 0 | 7*!!-D r!0vY >U\`!RHr) @v(I$~@#U`{ Pw8r \~krjv &{K D@x@0E Z;>zFyy0! Z #@]:QkUk-W ~88B?NG~-&y p sx$, /WQD%A@ V6?j7<=1 lGN>sw)^X+f=5<p?C 5@cBbv (PJsQSP11Q %V3nGV ?j2*G] f9EC[ yM$:}6jF#] `,C:1XM,H"!M6k7{O!ZF IDATXG j+3vWV 0Fy[(9?vW.r hIDATx^ } n? iiKM^p CA!&##*\ "h[_B[]@0fgOL+V t g>#J+cXs 1 x4~aP3/ u'Z?\rBdi hOf )xcHY}OM*

0fN dOEv6Jb 6!V ; )#3bq\|lX; nF 3Ng&+BXt @9%8U@UM 5<7lgh5+ *36#S? M1 d%^X?$, 6: 5G)8M;n ? I3Ci3qn(J:t7@v/} &MSpM*cTrFKO$K t) gyR_Rt l 9 E|F1PGx{+ 'Q1s5q8{$< R : P6 el "Tkv C&i l)r6NNNn 2 e VQ' fnlx42$cJ h[eff t`8ji^bVs/T%7t ak 8k#=sv}XcvC Hoo;{n:jo{3eX C <w>>1wv dlX }u<Go;%;pxl {.X0w i y8d m <5m #yw.> CHJ oCt}=ulj T c Bg]k!#i9z',t\A cc#csG

] LdYqjY yX s@ 9##ey15E4u"N6 v`; XvL}os`> 2/jJ!N*5P?2PC lc 0cK[-vvo Y]gJ&cg f i &[W6A\B 6 \i"[G[ . U qq/$xY5R$K, ti"[Slg% y%H:A@ /cB$iqHm~)N ;UdiY q J ] 4~LrOS.'N ^!~q|9 /$\J k?M{sM4 N 6CC&hT rD 5k_rukI4 He.>z8(&F )j,Rj4Ir, 7ie" )+;_InY YAeeG )o?}@0-YD!jUj4 w\?QsV.l E@0m9g*R3'e^7H- CC}`^3n #=) |}L":V_R? H4D KY QK4ZBFPH^B Z qf o

v r($IF#Y~1&:k. 'FJ(Z* GH(NL t5`v-3j9E" 8Kv#C` YlR$-i |W9XrRQ_"Vp IoY Z@m2m4* @C-8Q\ n 2cKMx7LQ@ qO9bZ_x\ yILA h9^655gx[V_{M Me-W`}v i88?$R YRP| L34YS8C %#pqmjO|5C -j[KnV"N d}s{\L |`J^C &BsOtO(\nE`" fhhvk H q_&8Jfv{G" (p)jN! LYHdA &c}ydA` 5|.3,l3p&^.q )w>$gA@ bE4,X@I. d@@<GG{ f H8#D s2/CT fzfim$?A@ _|jVtl&' 2 |pxxxtt jni/GenTZ lw) 5&`/Rd RZ2/g[L!K<p}q=Y` R6e2r|ib[ l)A" sN``pOWZUUHxp D

T<9U 9(B' zh|?,2}C Kdk$0R>Uhr @l?K6W6k+a?e~ Eh#g`de0 GI|-b9ie)N"Mi ~r l0rc8OB31,!{ eUj+Woe>G /%](0?xeI@ L/- , 468b& A''O(RTU@`hhhttt3g sc5G12 F22V Opt 6W/,n?#7f\m8ge$<.2 p lw=UY~ + .iU'QGKjD1 FyEysV^&a zYPVVN Y&N f+q f Wl^swp ujjzrrrJ |LA ]R"VsJ $ Wq;J'KW ^{-^XU{j*E(k.^ v}M6hVNL(jF Ps w\=PqUa9 ]^vTVj '+ '!b_Z:_a+}6-; %(wh(6gJJ ,/'`P ~|rJg%FD0ET 'u6%?4<g1: 41Qr{18Qu] 5 P Cfs%HD# hyxhhdttx e$hF#C j\B mO

m _4wA &'G'/\x<X5t1 IDATXG j+3vWV 0Fy[(9?vW.r IENDB`@d IDATx^ $Uu/ $VCvS2I1M{m-wBI:gL 4 x"TOL q IsbgS>@gj5i7 QS-+x$BA6:Q" ;N[ } rm:As <gs j|,L]C52 t? "1 QG{3} /UwBDJYGB \ArPL e;(:qTw}uU'O*Lt.3m'x ).y/P3| OH 42v i =q6J b @`7YF(q n'H/L p;y~15s4d G1t}tg!1f&\2,O 1 ' +,sECN!hgDcn _ ELFd gdj8.F~v c .MZ?i-]B)>/> G=tu xkx==/u*w) <M37QAN 3lE{lgNS; l

f'k!(Ey.q"& 9@S?w!uBbP-&f > wh4*E$r}"5ufXz Q:N2"Y &-5*fW'$A;| N #^}&J2F F^ kx{ * ~zP}\!FG STW9Irt4AG ]\8NaqJT }m^GTE3\ 6W$UiNQ0-N ;;h}~d& GKL\^0?E+S/ 2! w;|~<Qqv y gz9,-< e5As]2b h OLP9KQt M n`Gch>KfF "3m=KR]r49NL4 EGs%FW g1$h-"v: Rf55Y:^e ! &v[jcw~2 )T S95*r:.YD) YMK Q70c"@< IUR'`kL> @# -3YEP] 2ZTG> nw-1~[dIG#p[ 0 UuDUrtEj]T U i`` ;u3}g]Ehg

>:n 5:c eJ/r 8nN+D8@#@8+ .e:@Tk9T V~AY-8'-< CGLH]8 RJ.YQNwgub JuPpn;9W;j 5w/zu;2uM{{ ABpy>8t= DnF9 espo&/ <o'Mp-U eE`~ 1A/~mn`# R3>+H{ci VLKC`l w=xu~{o3*ukn\7 & zH80UK/Xp & 4 @!%ij+sJm$@R-!0A |g;ccDs6z 09: TRHE(};q@# P /+s-95'-G7 wLOO/Y e01D,*)ffU'c|y9Xb~R R^XX8s"|FJq4AGqd=. %1@@%_C` s6( UVj@`, N "mXCcM$_ (=)-)z:j! gyI bAgQsBi jx ;l#T/+l2|aM Ha^Iux8Z=V u#aOy&jN]#G r42l'Pt_ ? h )/ h i/b7 /C]6p e Fc0pNt

E (5Ps-5Y !0V XR8W8FQ@!` Z4w^S6z<Gi5 erJ|YHYS3 As<Z2J%xY[ q i ]@D:wOfG[ ;'5br 5 3:eg{ ~>AgQ3 Proj H > 'fnH9ablow-eA !pwU y]J UDAX#| ,{ dg'3dh{ke V i0AK@#Jq X8WyXFNK dM)v Qa I`@]O'gJ dhr{+-5 v+#cZ2 M IKkC~~} :w 35i~.OYT n|"cz:cc2 6B_u Ff\4tt@TgWd^_DZV Nf9)wlx;kzXo zzK ]{ \$;gY`tDe S3sugc$9zP& IDATXG j+3vWV 0Fy[(9?vW.r 3IDATx^ } \Ev/, HXDQ@Y

2I)@Ckv 5;8(")\+A> J /-kGaST.2a.CD5J)#=% Gu5*JpvY3_NJx \VLRutQZin1 a"(gt#*.J t}ju *;T.iX6 h !W@/j47BHW"<" OQF,-j_*?S`Z I/)0hJ_E*+H? Hzw|G>g *UDw@^l? n3|F9_UQ# c [ =d $/*+).[4w IS' %tUpUA 1Zdsj&h@`(R m8Df@RFg 0 CUj*(m -W |L .~C"L+"* T CBLNB@ , # 2 w"!)v0 H yQ4Z Z3fD=AI h_-gJ74ZSs 5-<JFJI1)& K 2}*g?~d\# !K GJ Yb/ ,]W{ B$r/H-^($Q +&{QCr8OT^"/ fP.X`+-g_W@$ bw2^!wS

q\cu|e7M J4nR(-vb } w U| j9E'CB^<0 71f ^B6<k#PGyeJ j (W>+ ^[4St-M-WDF u~(K LR\9_YZ -Q''eJzp +(b*IBi I&,Ul&/ s :DJ4tH{1z$Q^ ( R F)s"z / @+!+}H_ u F dF @;"@ec@^>i er 8~*z_SB F9 G 2T)s U d8k*oR*@[&~fgT[ s[@^_p! F l|R1 8$wl5ac Ls3*eKT G`M"P+T F{H3^_~8 B>*/f7q}j@ 0 w H z\G`"0 -qf w'y\ m_Z:FLyA%F\`{ R X 0"/`.Z

U3z>rI'NMZoCVwR3g%5 ]UG`" L |U #z?vw>t }# ?RZ53j6 /(^nn+O$IY) IDATx^ } %Ev `w%<_P[{T @pQ7}^T /=qq |[ % pwOlHC { !">v~ D.F|V#? `w x@c//=e6 /'W<Ds2>WK_Y TASx_EO3luM 2GL/J/`NH u{OfB5M4Ts ?* = p}_~QWL~>J Z[lX h Xh#v>rM+>~{p&JP|o My9a!\`uq94,'$*u'W w hhAy]tH Tf HxdBNC PJ$e3%'R Z#!?&_G 0KN4MTFIe0 ,` fsgS_Y j&i ? rJ'+-m^@/lgpX[{x%v /~}eCx8Mio] Y.Z rwx2+6 5 J*m64h y=s`3pthP

\Z*|)Y6"8+t vQBt0< G[Y?vA .G Z <h%}XqO< D lO9e|t%G}I~}#G bY "21! J Ixy&fh+"0(|Q; (|XB^q6+$ p bSvu4_q|LD$ke| !uH`@]`k/ /n2V} < kuus(Ppk cFxN;#w ~ m!<X\ts8 =B"`EsT o_a 04x:'*)h& PCTMhR`*JJ tm <{#gL?db x.IBjj.C> 5}R^4(UIw5xY?x _qsC_~RbARJdA i }ZGKGBM IF2 D*df8h 2 }[.wiv) Bg-:fL{y O{ Qs R fu2y1X a-^n_1mYsmhc=@` Syc|vgQ: aX>C?7Nom-n'sAp }W<gsWa +zVLm mc<nE[ \ }uof5?! c{XyIC@jL nHEw^J#1EL'ra=B'.

Q + L[j6 N>V2(8 wK9,]}'i | ja~W7Zi# 2 >hSZFm@Y ac. K6unw% u w:H*0}RfvM}h0D6; z8F%Sh%"k8 v&p?}._QY` eiI 8& "UfmG; o;c(!~ EEQ6r eBZ2S_iN* cEvG01P 2 lH%;%7Pg6/T I)\6EL(D`aR r)uJ[T<Y/9 0 TbLck{c3 }*d|FMq ^EI"Wl W 6TyRsh 0Z*3gp?g1wI +1(}>}>,dCHbqA{k$ "d(;wL\Ci _z biGi`{ ){'Mi ##(0oAv1 Q<? X0O v +Z"kd >:~(g?Bw L#vv [s ivj\6y :(2'sWN Z zHR/%--kHGn ^&r{zwCD

DE TG6?!I`b*1% rhK\jFRj(F_.z^ MRUilzF:9-im zgDG" h0 } "Wu"H jegg} nf`'% +Fg3'NlNtIi CFcpI=P+jiA% 7QOd7v\% H8 O t/\ fR002[ +N:aRs#(OY lp6$ z NR."K&ll `BB=P m3)~V 0EE( E-m+aUgwBL/ MMKjbw0q|Ss. N7P0dU' Ipc577OiiCK>tLORB!zqj'r LfZ^kh)z% U2YkdBk ;qjN6uO 8YA[&- o `ZZAiL;Hxj PNAYOz1 r!JY386X9 R vrY#.:H%JJZLcb"yX \"L$gr70wwoG9W ?TPDEYDT)S,Y3 Tir=P N[%I^'' 4m: kr#^: -e,_a~\)"Y L=-K9 ND6 Vn ss%K^fn= _lhJ2IcboH$ SFq^3B *}$fA

1 >,#5.Vxh yO\?p@| pn!p5$u+i ]'q'FdTn~j VbACraRt oGm[tW6J !gS s.{-;6vo^ :;w | ^t!hE)p1 "<0X<uG2 <i y\y@ObLA :E: <Tm{R6^zx?*m*pN 1%ede4LP)P yKM{r 6^E+g$?KjC4 x%<]V2KH ditC!D:(Mok EkoYZ(?V/]8 c03MrL2ch4t |n xaeGg}rq #A N ;{Bx95O# rQ-t pv{1 #=zq)+*|ja O#= =w:7}Fe\8Ok zg$h e%S {`wAvX`P! n RHNO%S:0L ` \"FYJGa_kUK^|nK|!X?_&SQ{Bxg_, l2x.(6U){y9 1:JB+) hnlK*a6h @?Nh{DU t b&]CFh

o:mGM<{v &2`a#G$ ?C~u K`p6!UCnr7P4:&'c0lL[\+ Q! ( r/x SN:hv *RR;mV ] Bn2L', o6B\Uz%u}0hiD.u2r x|gAV5%p|nq j @+aU nW ytn U2}A6sid Y/O-R|y|6hNhD L3 :e/em; i' )b%62ra'nLNvRW2f rF&%oAXnPr =0 U z kwfs6+r\8_b\ D T*MVe\S`v1g \_Q{u4f GP y#p~ci MD/@ o >=H4FxYD1J0 bs/y!s `xFe7xVx 9R .waWS)Toy_=7 yeP/Q+G5+# 3k' }[X:+Ff[: f* f0DoQ3H

5c }Z`$osF 1 32V-CoCF<|xr ?k*yS#a tA2`DB-02X E 3EY (lkzitz2N72 9YQe(s t)Aw1s.eMg!; iaf=[Mq)&2]A|0zv8>r jaEGr6W ^N a"zJ7smz~ja\ x3?K8b" %I GH`^*6*2BgG wl(?Zm{"9~[ |~hs`)@,3D]Rnw= ; 'fA/6FsJo1f]kKZH N._US$t_c Y<%FESc6jlJ [SFCBkL L .>RIQ* `@D.X+4m ~0 %Z3M 9i4Ohh s$'TCFrP ?reDWw\"(N 0DH]|V|zRS$ :r P@a +W[JV)Z2 4$}8n:D '2t5V%#Q ] & . 5cW\V) / >nH&)MBr]ddL \-7#214.8a\amhdK:GBo b$7P(DXt'N es

5 ~M7P+RC&kYpI % \N5 v&S(xhPLRf: 7 4Xa>Ib?o-) 2-Dks!|XS M-l[CK{8x {z{tncY98y)C-[ g4<_s@oKR:c&w4 [ AvPN't" p 93lX.H:w jGw\F6@-!0Ngl 1 ll 4u '5Nmn8) oC q\kGCLs;T[{ )TklDzsp>#y& 9F>2jC@|WS+_S-fcoJF >l!b``` \.S\J Nn<,>YlEN! ` 5^iX> t@yra hiiill$ <6 *z;><-= PA } 7L%X_hF. T:$SBwXD5w Rh+|Z} k $PqRux@Jk-aB^nii ) 2vW Ym%WW@YJ I ]QU`@GADQb+SL* $GH$<A| :n"9gUx\4k JU]=b4 DQ4 [7a#2ZY GD;Kf\.PBt,

p9mho{k;s F<!&MUT9vPjF rR{HpW36# 9V <jfBC Q6vnu#GW P=hHU}CE I,60 `q HT W1|V vN0v.9+Nwp6/R 6b:q@ +B{Y#%c #YH#$\o}-G DS~o\aj/ g CM~T^n'!P O:~`!!V|_ #Pr*25i/g <R2VvA&69>2o f/QgJ#@}z: %SUDlEU|4_d Cv'Kn;qWh D e-}]2%j65&jgH w]_ $N?XNvQ1{ {`{~&fl_VJJ= i/@NmKf/O;b Ydi:miE=U Dg9QtP91Q bm|%e* wkeq+k -Q= R rU9UVg~ ck TIwW?9t&!@ u@\x7"+_oJ7| {i2IUY+):CHW7 vw9}13 % ye''t|K ,#t2|?k$ G3!& m;<ItIB WPvEwaW/QLS\;

N'V_+'")K +*-]\T\1u ;mB!^QbBaIAiNHo o^1['eA|$}& *v UdVy b$= sB} a pEO2tTN}wD *}TkAq < >+inW %+B +1V| S!]XM|`# s v Hit|Ibh 9U 7dQ#nf}? !"7@MueiQiu$_5Ar;Y: JV2 +BqOnuMuM81YH9F{vF0](`^t W].Yfa;{I%MR\R -J#\U5J$4*WJgRbJ .x w8`1-c73Hc us (cpFdW6 <{xz5t064 ?{r^uE_>~| q){{HQewm;^5h e#MTlo|_uASWYemk)1-adjO ~ G<q ?} W /-)IHiZ H8 tv!9{`w39Y5 d oTxE} {<DSBAE;u nf&I92xJn Q 0T7]i1%

7Sx +NT @ 86L}X=[,nt^xk UXn$X5 wT\Ocjv A' f B}*X|G hV5 m C!qL {7Bf o5OwD*<0Vj5!@ oN9(.qm mA2 o\:;6 pFH x0ohmn()C2"*5} 'YTR,ir1G]5zEP6/N:9m b|Xce;zDn%f hZ`3 W K! lN MQgzR]])WJu>_` 0bUZp*( P R Sy^UWjLyhg.V<ZbiT p,L4 Q#kkaGn[C,$/* > Hc _4*1 Am qq,A g^xVQ{+Z,i,=oy E/| *p.D>L& 5/% *,m=!@ Et`Mn556 k'>^>RtX P#w`]j+ N ETNvZeeN0t; :>*&~:( oa6+;r8zW~l

X IDATXG j+3vWV 0Fy[(9?vW.r 7IDATx^] zYda.E7r@~2iD ESR:f2O # ~1BR'LL/;HhQgL 9ch^}~~ VZV[Jr*V4% Y@b6D^=h gZ^*Yi |; K _*`e|Z(p& s+BH[K #%SHS]L3Ub H#.vm2myZ] _1*<sx%C{%'Jr ; &.&!OcO+ NVtd>7Kg= U Topet}Z0>cgG2p 7>4s 8s8 }mu(:IA$[ G?)O SY[<iO`|> I1J4>vZM,*j6d|&= M7/}yk L{1 bfRtT8! |8f|:Zp ' :p R&g2=/~ 9ey +`dg<{U ! G Br8 "-d<G @2pK\$N B |htaMs+Z #

L Lwr?G*Bv ? ]([2:j>\g $w^ 'j3 _A Z3yqZYqzv8>j1]I5y Fi7 DiRN!V v1^C~zR%E]F '_'LZ'YM6' YJHvOa >;.SWA!]iTq Qwi)e?o WI2 WT)B BqPhYq! l] O^??IlsB?` _T9Cia\sIPwXj ^#l|Jg= @ bh2zE,%'t cfs0Z(in6 X pW;lW~ <[#{|kD7O g~]7P6=U^qRWe ]LxsWL?f*L q s O DAp,_hQazxS;l +W<~ ,vVi9g^%z6&0 BYf><b5Y: n G2dWucy8 2=s )mcZ|RD=} y]t\jzd-b0}-5 |g0g/ "$Sd]L v79T0l68cU 0>

_iGg<?mC$O[ G%GIKD OZ@ Q%],ob!C~ [$ a~:vIf -dzdwu2#}47 p.N1Mn&y Z*F2P3&) K*# 8^1~,Ov $ *DX Q<D>fJK* d ` WY1*wK aAa*\bA cx[`*mSV 1(G"0q'nz.=M> A3$ <=+B:_Yh_} fD[Z\^W%N fgVq4c#w/_-80 Q{!{?p\nN}yS^ a5uxHc3=> -pA):lxU G<kBeYSrXna .wcsoIi @(umWuB ^, u=bQWsK|Oc HMCSSTi E *-,.,%V<157} }ZAGU_lv6llY}zFCkQe!X 1 8,|*E( 1[<FC)xl D[hz]-%~b 8Ww<0}UKv $)Xp5[" >Xn=+mY;v7k_iyGKpx{8uS u{ n x/<FfA4=

J =xILV M c? 1K Lx v/(((QwI>e=zw+ U P. Ff=)j|D< 'KN]tbA 0fj[6|,9S5 , #;CVj b 8jR 8xC >smz# l&1I<K i X * .%:D-)0b~xJ pCovo}{k>R|X =ipApxMK V: twQaI ' ePz)ko_IAAeQ4 >Ahd/XX\QV wa)[ %!oHxK1 pZ >j<1 14aEr &V @@,MN& W[[[^^ [FtB2+@j b_7|~.*+h5`lNX16#2"$=4OJ = z7 xDnU1s_1 ~jEySU* TI< w8?q!h}"b vqj\kA ~P(?;<1d`MaB]m5c

|@f UFO[b['CsgkduIT) O& R'l? K*h7c[/Ms @HlkU2 lg3u.nuC ]T/O:A7 z 3 H6=$^lhdcGq(]C h![A)FbY& R[Dx&oe}CV O t T$u :>|0zR^X i y__x;~w +3#BrYT[ D!G-{[8 bQ9HSm%ql d I4eb@b}m Z%<|-D,Y9#eS2' !M!XML 5!(f `j [csAVB\% FRbffJleS[+ '3 @|b(+y/Y~* @#A1Y8{x !zTVL*<EL4 " CP3 @#f@DL6>/7F I tqr$|mH v]~w%5u pnoY]n3d@3&532 M[>/((,.*y` FefEy^={4775 0[> ~X, .0>_*kP

a9&#1gp"[pH]d4 Uf'.43 9j%WmbL<'* Li^f%l983t }t `I@:Xn=a x&9LA0J^nQIGvM(`*Xe"f R >v4ilb&?K3n6; w`zzQ^? ,kzh2y S0}3>zQ9l, N%tO3kA|N( NUv 8 NcmIXZ4k:UN ,=Kn2%7("%06g^ o 9 `z:06w &mSuHdeIgGY*+# <D@ Mu0mSw + 4g )y(+3Tb *Q YI h)$I N(Zi(`|og{r 8XAv!`Vn7y< Q z<`YHs$ i)BY h:A &b:Z)9)9|d CRD^~'%z6$ PX3>xi :s:C+c z1h+oj WTTTVVb D !Nt-`oyAAaqQ h'!zCA?|qa >t3xQaammmyy BeG"_lGssSsK &?}M0%" .gPqumZ34G =fHLFCZ;HYkS!LUA

C m4}81>') Tp <QU% 'Yg9c%kdZ y,T^5A[a} eQEOK& #F,",O R ( _rL ec4 ^\! 6eN ;|pdx% ? &|?[3WOr f ,q &4tb(^~h[d\6A[1 P$ _f3Z'v&O d`3W};9 3'W]uRX<`|fKK]EN b"& [Z=[dT6^yg;B NgqrY/=9 0fNXaJD )rg[ZZrO,j w>~xYU_muMY,5D( }Ls;,jIR ImH~7xciiisss {+Z tSPe8T?E N 3s0>ZXa C @ 2I6?P]v 4 55O 8b@BS& o^bGPPE'<;O*h,q2 R7-hh"|U>V! W y$P txP Xeee^k 77g a'x)X>4hP__wa]bl9R

M )[QO^TYXdJJM-dvhdwr*Hr e 6Q_k=:} N l5&!9 8mXrW;yH -+lW%`" -=NUNC%s R; btBOj!uT g$#)}},YYB0 t IDATXG j+3vWV 0Fy[(9?vW.r IDATx^ ] x+A4 $1xFE# X8Vs)Vw!. bM T CKv84 Ck4F7r@~2i q R <e2tO_f !(!:XK7K0eV5 v:k6g. 3GUGuyrO# ~] .I W<Gtp$9K mn_,#_9{Jt90%#q} =%C*<oi ~D\O&\?} \vGq\\4*# -Uw<>_ =v-?b p} @,? Q 1X8=qSF$KX J c|\/G$0$,ag{g{1o;o@b J05 $hvxp@F! q ?={V<e;w

^7~3Ic=cJ D_VV6a g|\Iof]FJnS`^ K]xp#gxz>2 F:gS"]| h5-g`v( ye#$KOZ7+%_$aw /]a{RX he m 3J^o/]K_V 7=Wx _;^u]t $qq( *IF;sr9T 9gQCRD9 ~>|+LJE?b_WO Y |lvn|`lgn +' {<;K,z'1 a &NU9#}Mf" q JJf_<cFdi!_>& &MJZ !70rLMzg59EM gJ WoF_O9{* 6C?b>/^ s~?g dr iUg^m3w I S%3 Y. qgG 1BY0 AG|M7-p{"5A s d>l<x1 |UW] D#X:OHn> $59@X}l6 N{2A,fB {,6z\ps 'YqGHv a;g

0$jjTO ,}vZ\cNN, "))&?Upagi.R }[sVs!tT wp_umX G @Zr}SUtOUM] ].) +,$tRGf.P wjHD3[u WQ_C(3] A &x:].x+PSS BM?~D1j +m4a L PR%" 6X!asy` ) +v^[Yg_Eeu5|^ Gse{aeq# q; 4G t9`" H!p;<48u % ;{{+vd{ {VM#\k65O]@ Tlc'R:3y Jtrj,U:=BL\0 k[gYY^Ov KVaQNQazuU gAa<o [=wsg,[{BwxUz8Gk m='[s{ < u/CVE$}7k A\t0q;4n gL FK g e|ap`} 9L <S]J}Qp=,iSrbw;CNM 0 Onw]N(Rw MnJ|{Puh 3,a\Q} |Ku3O{^z 8

u% +~Ei~X/<+ cQv hv'; Gna|XxoqAy c4>?XG>Y i 5dZaes8LBT< !!J!M0z9n &KY;4 $z 4JgxF:ZoNTgEe vw4E p1IFF9 (: M Hm-+9 <`)y0 KX<8<;+1 CkU][fm`$a2D L>{Ir52b 'p`Kb@9l,' Sa .oqAXg!Xt5 TW~HajeXbzj: ]yByor'0)tF d]YJesDzJl) %B2>T R ztRE_j&L.sLc60I1 g=Bz*2I \^>gZq*)G ati1W/a% hT& N \#% (704X q*M6(J\pb W __Z7."Ad,.f:Z%<JLk dk$inY "Ea/nE% < 9d E V#>OgAZd2`J +K\q3^T/ CEs) 6i H[bW#&i*{ l40McMz"M4I<F

O 32U/M~xVu3? K 7kLlZ4-r=[tP] nHtz"< z5Qa }%KS^ " Y wUJOfp<~}2S3M zE!q.[ck< qF Kc4&jT4 ~ >2}&t7 8AcJ32&J =oIb7Ap M-wk$gbG7>BZ<tL rh2!} Y kmK_YeZ \J"y"VALnt 6y E O ^Ydy_k +kJzu=p@ sX_D M )Xft0S|Tb#R%4dXim P$E_^9A}_]~ _ 2k @& @b$@;1 Z:i2W;^< 'J-t\]t0aBF: E a`.^_ UUBl p >k5^K.)..n {k8*Ibnim ^,:h[]^ o/wW' = ^ czFdh84? Z $s 5*Zm@R+C~s~;o+F)i1

h$151 !w#+_s s /f s/n]No "s hcjPS1Ab ;J5I~,lU'Amd@5S ?~|^^^25K4 *LV *Ibna '|O7;`Oo[vvd [T|(z0 p,xQ'Ob"e[6 [p2 x 6{,>OG6;~D IDATXG j+3vWV 0Fy[(9?vW.r IDATx^ } c._X+v][P[( rG!7H`v X*,:m` @hfDnVkU`|( 'p>II?F r jpwx$i !'yH;O\ 7x '?yr/n[~, VQ/6Mj 4qc:a|j !z=wh \&->%$Hr J2* j| 6}AB%& _P=L$}G_$XX IS*NHbtN D& IY {g{3n{oB` JP5 ( SuM3-%"/<_] { 5

#BHx"*L P#\X& $Q28u= C~s)]ix: t0bhO[ %9 g"'T4MQ Dy4rZ4u+{1wg3e l)zBlU guI+/_ac?}c ruyD=r YK"FJV6qq m- O+Z:jF~wI#fob)_ zjO_{6r e eu,D/W/ ' 'uY17-|X p=#"k*vI `d b +>SN=u&7s~?jx _J^q]b CT~8s! ; Dyss@, c1rgti#f+p/ {!pp @BI$1&k!Al q. 5g + h08ID^2 OvIdr@{m +-; b gh/ Dx,s W<B&]r G *h>,B|A3.HCA &iG(Wg+ ^{ wO?(^p=CV W 6= T" ;x4>9'Y

_ :I3k#oL ;$ , F*( xm-|yK? 2 Hd":D\3N*;i "34shOb} 7qe5 V:(s7j )Y&I,9 d4(/lMfK_/T8+qDTei H= Cz5ChV&}n#v b\TN:LqC G!kVq1]= [d:G ^ 2[8![$n%N$1 $\"}4Qj"-!}^8Jc} ]V;w $wp3ee3gQ%F}j}6",!99 S9 %_"4 g#m &Yg|^Bi0 . SRO8>ad` 3 +M>IdQdiL >,Yl-<" =lXeo '|IbIrDc [p1<Vd/AIK.\n s_4wnsE R`9SG]d;z 8D]TSt3 Hho4rB )sWN-.q+Ex{<q0V N;#'f 54hFm( -Q378IY<q@ E N:Iyi ZcDkPT F Yp =x

H\~Wp:i>I !{4B(>F qR 1%rEU[Y,_kx#nKY} g&q@zLGDRnY , Sjk}.12>wd7 _uXSRR2 (?7' >o-7K kN.\ lXQ]swUu] <e/; @,pi}X@4 h cx`!|NeFs Y( (OD`D=08'_ vr+Jn -"0<@xLp ^p H~T^ WVk7m`lWCpk]xcEwv m ]fnz6v3o<W bUUuZ|d Pea {EZMv),"H%Dd5>$ b3Hpb,q WL\L!wmY ;UTX\VX . u J xrVAC<w 'o"7- .7nz]#Aq!b j$ 7{BJ}XklP{jQ! /#`|J8 k $ X@u{*lb^ 5 ID`rV5}B 4;]5nj @5w^^A / k1 ippL '~1#Fe6(k?_ ';WV`{$wah X }j+<9^

pLHZ_]L$~ O(n. ,gX W*-cl8 lEyR#>='l :~ >-!v`b!=&. Rm5j-"+-D;o $5GU~D#*vZr6ZT {}+vB'p nQX ZiUAZ-Mtyz EbIz9j,nRbA n w3.'VahT !Wj[V+( , RZ\H ~)d (:jf, @q=!yD d-W 4 (!i (rLYQ$_q&]hJc wG7"`}fb$ikZl|Z EM |N:A1Lk"`/m Zj'JNGi|z 4.IOFMy([ L_a82r53 L\ _CF 2q"`=IB 0OjAu}f {xH%Jt;u+ ^[fM$6{ CK2QrvNg); A:KuZjQ8" K2-o8s 1gpLv% F%v7 g3 /JB @#`{Y`|< p>NfAuc aWcc[}'?oK!XVVIvgli @6#p@= e3XvD @V!@u|t

Uu E '5^d4dW ci 0WH$R\\mt ?Jz|1mT9 LJKToIBZw iOy%%%y{|o+*,{S XKYrk7@ Faez~[V6w Z]\X!k<'LY l a7MPBrA1 |@1 gn3= k XaSQ9PmXj /v zh3Ag}J3R3q nO#(aN@RL6Hah3oJrS7&ZH(% 0IDATXGX1k@ K)J GTD L/[X,*Jt:(F^LMa qk ^q`l4:=M+En`" t- J tGo-K|`} 2 \.h[*)x\ IDATx^ } $Uv y +b[Fl;.jxnu{l <j`Hv{w?RmKm :"z x#?|k6EM _xq)wNmNCdJ= : G U74(!H2`@ \FBsT/ `HtQe5a6vc om

A:TrC %Jw(_|xX Lg\@U7v\tU ]|?\_R?~|P ?<6$b{x a]_9F(<)?G sM PCt|l*D*Qk *]0+jKT5b7e=aI,Z 883o.+ l}=sNK]c 7-)-]rI'}l- oa ?=>UC;fF?2 g ; gv>:>`nQDXdVv y usV'^7p >?L-'CM| u5 #L) z G7~^vH|>[ "uUG]wpHW+ ]C#=30S kOR 2 ~?_G4?ogti',> k: 7F56)l_tS#/<2T |6Z"\o} _&QcGv;Wc ;=-lH|@niM >r"9&F U`z|g,2b YO| paFU8" 7 ;D G z=&fO8 zX]wc#U q H I<jk % UYkGXM

8Bk|Kn/@UEq 0 \1}w$c8?O {F+ a7 qxXM=~Dp_ Wz"n{=$ buvp7[t7bI, F`}c5* &j~ F=A| _Em{Xsx {)i>z;8v / 1 #vowa4`z ~R5BV8p =c#x &7:w_fC8YrFb}( ^ H zF=sC7\ vf x_Gc|S/^cT} D :ZUdGUmEq &:vyIvJ$H`_@4 H$%@^}0i {{E 2 \_r$9P @ ` K2L: :(XW abj(B KRJP ?2c&/]t`#'W)pS`] 0ZYh6@L ")eoUs6/X fu ww-p|ES c'75ZV0r jVKvYS" F#&WACqfOh gy39w]}+"*B zD8

^7M1X`^w sC F8/:54N= X)+G8+@)oojy 3A)#wJJk~u-C A|e<qJBm k f-b8lmqD<K +Rg 6L3DG g'w <Yn4T??o{Hm /l+W&tM AL)rE}U= {Js1 @CfC,hF+`H] 0xb (sly xijP1{RG.e {hRqvWgkSJ a.d kQp|:#E> s!uP>ta_gn Nq C= !K=\[B gs <8yxhKq =0u`xK`w P ` h Z *&|e j< ?1 q%app8k re0&Q-P Fl~|6;> @Rbi-kTijMOOSM}N!;#l] >9#T*p 24w) mwrDLsahKvx8 x Y*0=+i se+PIj`tAU96 $Wf|x8( >e| 22*1L7

O?5B @Y/ T]oc5y$S7|RBB26{-7sFnT XhB5F@F`48@j M!W{Nh tTDUFEA \cipd* dB0sjdns\)c H`(Nj@Z<yBp (K_XfYO_ B v) AeT .Uq qK / 4jgW{h{S+%J$H` I ?a\sK. _erk;ZR a g u/\ubGT`tB#0 zh > j&Pb KrOD2Exr" [L:ukn_7\<0epxPq3} -0SvW0G+s GJ@\Ya k=]-Sv] nQk ,<m*A F6/8{T Z>KX% d@Y 09\Rx&qG`X $ ]yp b"> ;O^rD *h<AvhplG EI@2P|1T* )5-W} ER dI$H

!+MOo}|Mlk=uxP H$/IBeY^ 0 ?s\gg. *gxO%&{}9M H :KSSS?NgL Fo"aTc<' A S)ovyNsK{[ sp#},& _vDsq_ ?_7 = <|0Z1=~ o XA 2Ya'z?A<0F $B3Y*Z" ' T`|b$,XZ^2Qdb9 /_nO64cjY" 1NnaJVV Pds bC9%ehp d1{JdH (dY'NJp 8?AaR_?QRC" D GY*F! 3G5@f&%& P rU_ '\'Rd-OaJWI+ {Yp[DG? "GOZg4803di q :((DzCie C=VR0JY*H] DjO0J5KKa q5Pm8[?LHMMdal5,d t,(8`#8QMq+1AkfJ30q 2 Bs \WKSQ, XVZ _%Cd[p* l

YRp^ ~9. V8IYls.32^ 8t< RkH|^RT%RT);Fi`at @ 2 [0K.E X>jpTu6qJ t <JB;K oQBvp0Yh Y\$0d+ Y Z[FPm3N<%#J* .$}oE.!"\J}$C Z'8o;MM:0 ! W v*aL Ao8lbN0BO :%_$&s2 4kWD0(@3EWGfB L{PP0g[ 1 .%gm1I@"k:h? _ ~f #JeM#g G Dfiv_B52 38$ p w 0|KMoO]pX^P% PUbY05[%#? q0I+JiE + R}6AfBDP E[ OpI<V1Q6pR>*'p%i\~) 2j>eM{nQ MMMM[uu ( S)E&gw;axH$H`t p|'l &\Y?@?G@ .lHd+-

Ci2Uh9] 5? %eaw~g71 bL`jM&~>P,r r} i Y (D scv/r5VB)#Q (T0T@Zs4V` Aq\RJ Vz$ To-o.HU8 J O0+#l\e|{ ^iuPs K?#O< sMA[$)`g aJR LTV?s6IkP[&jM 5bv,|.W,Y ts9Y3< Eu@],) &H:)jr[Zi. f1Wr f5onmjiJ77e j>euR)7X fkitvh[qMm [; Z@Olv\gGc1>1R;:- MS3qTaT= {!b5XCTSYh2Z3 ] FS!WJ99+! "p`)Q?H]?8P sF]>xy+I$H`W$ N=j92]a Xs{RAorm:>fpa@*$u$ +>u3e!( dGQuPQA% RJeV)A:5' `cD(`Tp:m a/m[zJ+HFEo4'%jg7 $ o~ 3%PBDL

;gaommmjj T]ez^5uW6 Cskox=O<r # 9 7_< Lx L5X<TlA: M eh,Opq()c/f $"kJ*g ]R3rXIJ%DC ?#'Oc66PDo \TV Z:-zXo04 zJF.DINK yRkkK[k Yts<r"6 Z)lO!z3m wu6w ['Oo2 e,|6O 2ar M] ~9{zv)IvO$ H`_ @~g_4z1'H`lK@JWJlr1; X@{7Vz_?Vtr *->0oL^* %H$H`lJ '}O$0%@z wq_A , {;ERR `2--#_:a Bt _>wZE+?i]]3ouCMd# Slv o b(Bj?N]O[9<48"t +]y;h! 28J >63y 8sUPqst

}w ,$6r9(" @Zi&v |]w#]8F]nFr'. uzR56+EF B0 DH1.a&43 vC3ct(jW+l [ (m(@wqK K E(6 Z#/dF(5$A#[e+ d vgRj.Uq 4PK;f,$6 c#_i><_ LF !j8Y]$.M98%yqQ E-, ynzLw4 l O&&/"`PyGL P8B3@Y &> ""!R 4rB``#p 7 +Aw&SK + 4'kj "3GiI yl ?i=@mK 6}/ n{ xp -j?p>xT g6uV?[X<_TGE, sn@Dt/Eh wf-|pVvPJI\0:H1* U ePF%:D%k efc# lUk&Hq|@ e % h.i#, VIA>G y/ U7|< T %PF3dQ >;!b

x+H 2 ey@ RS]"= _Gxt[#~ /z c<QDx , Lw d]mEhAjY B JQ=azkl7N.D! , #Dosc+JPV ( =r2a!X +{l}Yck 921}<e@T + V%H8=g~f<k,5z E<EM-+bQ g+_G<` (iBlZ(g`<Lp A9AUmI (iG-M!dr HIi1r1A `i(:_i o<4JAE x _r| 2i G!HAR4 $bBmH7nQ EJ 0<gy8 "LAa * Gq87B3U)TP@x c&R?*Xa Z w)YxP1( pdpp0\k @uT y'guhQi!%K] Zhrq1r7\ LRt )r\Uz+}_iG,aF. B ju]jKUy ,0cUfCjQvJ[u Vnp8TKE Y:DPZtAn~R rr:RS4f

usvf3kk[ZZWZ /;wM{)xp `'C [SA4N>|P' iu3nLP?7L}m;96s u Plv@_^ Q-_>&w]6) r 76[-;Q [-mU6<T;+ _IDATXGc| *s!AQ(* % hGfS@1huK;s>pcgO UIDATx^ } $Uynw{gc W\H\PQ ?VHr@z\s|%r(/$5$e)4WVV "K\=w _2d}*I Zm$fjip r} {of^Cu(nT 8F[1b9K/! v ~.+M{kZD X;RJP3w u*!YC|jHY"P:N +w]Oc7E.C&Ln !?HB F$\w[Zj./+:"ey6^ -Q3} O Nw)Fy`7GD$AM\N7 )k [H$*Mc=go {pTG!Tn }qCbv>l %7o>Y\M!<?XG, y0m 4t D:L=:08; .v! g

g)Q2WozA Fc:fPi#O&_ s^,l$q3z v.|C5 `<S\S u YCK-"Xk7Mni_b4 P J 77mhl0 %2?+ W;vat^O4 ,rC)CR] MQ3Gh$Pq } }{iwg+$<E7m\a#%j^ iEhEQ7_sP"5#"q%fT{O ZCWI~7Z??~~,_:'s zpS68l L +: yshRL[/LKrm@-r=M ?EO<C%w3 B9|0P%QD y35.lk;'`JR-~uft M j}=$S 0rR,`R[n1n9|4&37l zG^ :} pqBTO IBAQ]!do$V o xk(6 v1m! KDlc5 Y:]i33ko|BA|<&hD# v h c!bf\-h! < ,eD']{6w t=EYcI> 7 ? L$ GDe7R L/ ; i Xf?AB6b

fiv/QRq9[m 5-O>2;NgUu N1ru?>'kO 1V L jE fFv1SB;spD'Bj! X+IMtWcTCQ, if[_I @1ADUor.'!<j QUajE6m <r Z , _$4'EJKH-AzQRRFzT:Gq3-:K +7M-cwL-+yZ,R 5}f/YE^GC;NY Y Yd:Vnn >@IrE-; aT"@s6x F_*~g_aFNI tj5+AW vV ypx@#' 9tFAy'x6r9z j.;3[UghY~ AZJN !"@>gbg}m 4?4Jfoyo|+v\rq 6 qF ae^RQjN (_G`/>Cd 0Y LvYQ: J d,F(0+Q) C9ZiZ: Ps9.<<M+G/n^3 u H}"/ $Ot 82C7H*M^$ 6S^&Rf^n6f G.' t\|u=tv] *1gBg8ZE]2 b*Q7S6:<8z

j){Rf_ f= l{ {z9N ?<M?>O<WW7]! (@`r wj&^Vf o F9^:%e gVslN a;{j&@ a 4em}{D7{9rm*LlAs9 l/o S34bK,n W8F mf73#ltRkf@Z~"+Q j#0}6ZJ0F6;Z 9 |;4 C/c;*T9m4s u u 7Ar-Hijyf6 nlUg8Zx{ w$m,u;NoQ^%( U s .Q"vf4 zD &oD>\Ra.T @ #0 vnEFJE,_ $ ZTV^V_s #f% U.HY7q< #vSd+~ ZU`RB&~sK v.cv~ 3[DR2*`+-kv-TS# m(b~CW^v^$Va M"nYyv`? NmONz_NDyEL1[> IDATXG 0N)]ih lqN]IDATx^}

8qP<f:%1/O 0a"R31K z b <.*iMUgMpz he=80!Szj.+, > R_ PC[__\6|Xno\| i~3LaZ3*:V~1 R8<5N|( `M0*JmI cQ!{rR v;6oMwa[}w =.=E ~mWwH]o> @F@)#5`N?-KN gXFj1}s0l wivGVt^pN=; AQO@ ?q @ C pB6oNc6'?R {?%<v3}nZJFuE Bt35O;h JxO1[BvO ]&n /WqM)wsWs /s?ycrK~ EH"RnM#G#q?Ei[12 YOI{~_bnx 'H = >sNphjJ:l[S-DGZX ;pA`fQ)lV .(> 81 0 ok_Y0<@jD k*?fV9.'Ac,7| TWo |FLQW#%UI2"# 8g4VmGMcF|IbJ"+@ : [ ^m:mYQFb c|+M ^8

3dd&i1JYI..< fE+ <gFE'\l\PrtHb:Q &AuM$! S5 C,{2 |.1 y> ga<oR:M~OZ>~ jqZ/F[sb } K`oD,F]N )"m|b RSbEQxOS AipMS1-!v :$zT :{!LDof p f>t;;DEwA@ .xFQuTFDu8 4(InFWa$i[ h@g%>=\j`m[HTR[S6B HT! 7(5diG}{op:3X FUP@ojH 6p<5 dRD/Fi 9hN aa' F Dg>Tg{ v .JB&QL; !&_G,} ;Htr>O~aJdi5NU `v[T3 v t';GVU^Iu, :C.>Z#r 34~-=@ GplO}Yg@ 7RD@pZBl/x (Km6aY &1 hZcq =Ay?QosiG| I

Nt BQ[_d3TTTBAs p A # -Juig8 FooS-_H.Sb6 he'^'v: 2S b > F`QgX)h-/UQ@ zN^VsG cWPC B-%(n9DE 3F=bx"@k o p*RvJ9TIx p(^C'r8T ^ , *%T @;#XFS{8? v@H& 4v YECN1& S6B5xI :p.SX/y )F T,*B+ ii).k1M b*^NbDUXW$v{Jh7} >6G,jZ5-Gxo ?XL1Ei D! GK_y[Cm W,j* "uhj~cof C ;!^ VA(BrEzNh T1X9V kK WhYGE|M T$(REA?14G$GLqCibu" 1' @Q8TNP2 T]b\

qrI@u JT

osTVOj$! @nZ 3g0]{E=l<M`Wna& [PBi(M1B t5lE%Au | W }RH=a// WX# ST ^#3Zy<B (aR IDATHK IDATx^ ]{p ue0~`(>B ){oo#O|/ , /V 9Ns`B9Cdnq EEE(y<^I \A !^"edUHbU" %`L&Lapf0 ^<zR!Mj hZ?v8l2*IM'Z #Jw mi Y]]]Mm Z `[r8HYZ m5&}+cJ3Zj X} GoWAA_> ,y i># !FpAhHX2eB 3<[ZBBWD WIq{ ' YFf/)_/ zs C#yb>qWELb 0E (ih,P .]]f)k)Z EIU (N7df/?3gufgsRl rOOoOO

sdkOp{w6@ r9(!j B[<d5H5T<9xXiiiEE he9d$#x:2#,R9 a/~1|{t xIDATx^ } d9THDT \ \T8Y$,:Q,I # $ 6)9 *i+ x-W}b(UZl] qAW_F;/O#S"| KH[*iCYYQb\PjV\6C wA~m9d` "8D+\B <LayO, EiQ"jTLC TL)GUt < S -!a*mz\-a*oFiA>sbsU EZ (Hp&$G)'9W; <{zdP#7nb5 zDk6*AD0'>r I F.S/![L m/my uu#~e+? X5[}l7LE`A5)Y, Q8@@Zb >,B:xLJ})" 1}/+!~ A<\y*VC] ydaxs@b0;s oM L}S%[y7^|w?{oU0Zx8*_G Wlz{g~.w =z =WOL]/ \/BtNQ9It{ vb9V{V&kt/K b:IN 3 uZ[Z[v I 0FKius>BOQ Ys$74HB7IS

_ T0T@{KVSb {3k6g3N| <~/k|2:Dbg W<cu^MX[vUD 8I$A Qr ^} "B}V}P!i {Og )]J,iWfeqEZ 6t YOwr5m 'O_:! 9Y8/gL8t_ ,}2PjBD%)SjJA g[nmgXBOXe$jAo [ 9 ^ 2nqx[)w<m;[3{v m7yqj^ [@ 'T}> *Zy%QC'o:Ne7 ZEJ !_ #nww WjY0IJ|=q. pW2IDPM.k%= $Y ^/x3%0g0a9]N: $Y]eYMEuY_\_C0z\ CY8E\H" Sz CZlJS? + gpXY:CT3S8 H1(k%3f a8 f`&" u )z3dTQ8*\u k3&tUVBH5a&P F (5T TrM+ KP/@ic ]":6[5QaD ^NgW-UVO(gx45 s(EnB/d1+-vFql |`=U%B%

DQ`s `ggJe7a_m sXRt4V 1w U@[[[kk+}/S`y2QDt hoo;w.} Ao`\s5rwY&g 7}x U 1 e>w%%oT2 :ui>xR&3fZz3T/ 6s.90%LI e =hzazfrVv E{c[p1-4 = o 37F jOhR B lio_7 Pr$93w: QP"4/C 3rX$a~ |9vW;j{ V V> [-FIrICg0N.IS.c, Q .o>-QV} | J # g0T}H* C= Y7`"B<B Jd<Z:%^K7PJ o#E*HFPgHY Q3f8VPz; xLae ) 't3v4fx=4i SgL <(! ZR)R,D 3>Sa/hYT!qW@" jINVp!;9PE'sr< d5w %R3a=n1J 'x54]<<Q+D%P

ali2R& Q W8 Yf5Xeg$b:"XG N>;xLFvupg$`gM'voZVhT {OWG?pWT j;c40;vQ-Dj* iO[zJemYFRJcod #^CyFV"EUK U 2K(4xK ( XvbiUz @6CkIIo > )@@N^H d-^N{IA? @g"@<! CRY H LT!e*Pft .'csd]_:u(7Y# KD)'%S1LM J mb .^W fRrbA lCZ Q c SXAF]u44F,5\fEpJkWvGP |(W]^WC MjOtPsWX;73m 4Ad;ZSX ? 54i1IPCx bzJ%q1soU44v vAf5N-4Ci4t jU((siC 3~pcA opMh<13#xRI]6 Q\ sFS]Kqh[ L]j 56[Es#{*F Lr\ z "Y+&'(

Y<%Uc%^ ,3}F $ EP,_;`V+ =V wV9u :(MskAW:9<#Ui,?`xV<@Pl'T_b Q X -e'QjxFxTN>b M20QvB*_?d_fKIDN. .akUO> w7VG[Up z IoF:K ZU a`L*AL! G 766~n{yKLLLa8Q(EmX vD>JI) V%m[ ,. P%OR 8#)$! cAatC1+. BFRGbZ * o3 { = 1&9lW r. )%W*~qdL* (-2Ms a /0tN se'&$ G,OR+F5%U*&]?^ mK+_~ *! 9N}9AA }/P9=q#` @ abU,@(a JQQ1U` IozO81T _7?YHO)a (ri$j g>tBW<?)

#NECX Z +{7|3mSz dX7#h^0H G!oUvZH ,H!.E3 1'' \beU ,aX "3IS! SQkSP}(XG 0IDATXGX1k@ K)J GTD L/[X,*Jt:(F^LMa qk ^q`l4:=M+En`" t- J tGo-K|`} 2 \.h[*)x\ IDATx^ \il P$ N+hHPPJ1 6,!`C3+7lhlhjW 56kjGfM BA_ .[nioo1w^ .A0 2#l\%4Th Q0I$b T *& "u|B+q (!<oFij Gm+W CUeA;wvdd$JAT.;&vwm<|k8_/] H N 1TFtQ!,y9r @.2M)N1 JA i PCD2h jAifHRl uaDAJ' !XsiZ r;::ZZ eYDl`q||b||

B 4G4UIq8;dj K 4h 89rvT%HS[ RVz ? %12a~i ~ `M<Q3qX C=cM irK9vz:%^ as|2OK[4v( b~1 v]w|glWvzy .J (60 1o^q8Ai_^]qlU@oa Y;z<\6'cec0 r mbc0dk) G*9[: ? K 8P 8E6W"? w 7IDAThC j%BRk vRHQ"tSi t. uO~* (w=O:sg_h IDATx^ \Gv& 2+0gQPcg "/WmOB2}Ows~6zGM'~4% ;LP)$NW- ]\[i9/v"$ GM~[/{? ; -d /~- l>I)AT H3 7A? YM[pE43 ,nb7

,'f ]e]dTx&KC C giP\ {Y'@pnzBO= N'Vk+wN gM.[TuZ ;of[ 4AFduq>x t<Z0q6w)4 #hh&nBR WQ0TKa0XGbo }+A ECk8sQ Bp{aI +J= sq#f dGGG-3 -vu/ {:[+R3YGe h69SEwy ) > `-%;%8Z4R\W% N5izbg{*yq vX Ra]MaRo 8 u{]P5s+j V LR |{RxJ3M~&4K >$ &G{VRBbQnQ.Ey&WW{Y h Zgx{KZC "/RV/'n<Z WX0/l +QT:_ 0P*}}Nux>*/T T S 5Q>maP1` @8* `"*KM 0F1B qal,nT Q dK7\8~W^l F\(<Yj&@ * /

dl{.?<J M^)o^gj se8J%"KG^;Mb/ &w$fHXSJ ;0`</m6??k{aqDE |evv >]4 6?[fDbB1 3Spsp[ { 6P5 #([WNT 61djQoc( Fr93WH9<={ l\h\5oW;dCFu % lkYkg :;,FIYm &H.}sk +U(a.dk YFFgP5 .9}j 0 KXXu\Pe+:6p` e9 {0Bac ?.Hap"SQ, _*q?C2 Z <D85J8s6.A / _`$SoM ; .)P=KB (\ YOt g0Y+4Ya$"9KhL1 J =V<Q1? f. PO 6( T%2 Mz+ [I>\wc Yx t npQEbbBm// |cY;4s 7cy-0A&wMo " 77ss=S6ASp

E P\f|kx 6*JTEkWXy\xOZB{z)X%|'S$BpEY BZKXV({;Jf U2<+!gv DyWJdtH 5Ma0:?*}{ / 9nv W *s8V.`K d x!1`H + H)]] 37DB\5sAY ,# O#n?}( rv TN# G UkY8-8U:vj T<WawUiDx|#<. %0s RxNj84YxbC= ^ 0[>~GHRb Ni+ 181f%, N9GEp3_ ," ` (?;g.(B#1Q#09py v|QY3U0,<4 )DhS-bKe #DDW'q:# gs;n {AyBR9V(L r4jPqaB_|f ;p7I500I &FdG (]\{o .JCp,cV#FLDtmr .OCoj+z o*Z|qsUF8{EV -pL Nl Iq$ K&W72'i/d# >'<P`A+%M

@dB M -]/@?lJO(F7%1+ qG 9E%X46I@ 7b]'MPXiMmDOC WZ4TpV&8( sHh 'vd}'MNTt % E( R`i|Q [ W %`ch(-&2#-MI *?Ss)%A C[UN ` >%@r29i [Kl,m; k (eyeQ%Ma@x VyhPr@ IpK\t lnv eQ$c7Li dOIS#&{Y % Y3 ~tD{WS$ _=h3kg]vLEQ?89~_ t7)| |Md) X}h| kf< 9 0@ =2/>c& C{ 2R`/G`k(i ?Q* p5,P~ZF F1g 3@av4_;IC!7|<"t=n*U!0|9} kh&:`1% ;uut}_>p :-<&B Y#F\p

?4|' CsX<11O-q [`\T X..b=X2 ]0c[Y_& 8dLu LD{1=8~ ) 4mn%@^[ZX `+3:{X: z@l/sr X4'+[P5~=\ VT[]kYF/G c /4HP*%Iv(MuJ93P X4U>pv2$ ~ 36 dT|j!0ZdQ( F%H-/ V%LQ c0g#B(z%O-KE TF5njV -Mac81zqh&Z)tJ y.R5mA"&: Dri _OCj Cz<,F\FF! ")#GBGl[ Bo5 K+6D{%qf-M zMW)DD LNP[v#c"# JC h 3<~kclv (#N"06<I\ LEA?UZav!^vX1RU {*[R" o)N P Z rI=IEb f : h"RKm]fT*QfYSrPn8 {@?,` \$q9Co y[+)LIy/Z[

[1u!|f7 8gW#y4bo3Z|*"1aE 8 Ft0 k)BE]FR~Vl9 A[ c"tJ1%'%oL/U 1?bO j %WWSv|l J+DX3&X)f'R j < 4C?Q~9RjZOPOPA2dh 8 mhn-^NpX^ _J& DDup%E' c@>D$#pv?+L 2 4 V . ks"*Sp_) J GmhpP6 LvY4T<z&0%8 (*6PNL,M)lg>$ I7 <FDL(7I-Ruq 54i (qU{C[,] Sxz)P-lAE8fI y hNL9(S`=yA$A 2 Y)-6h u9 4Tvu,&3 Bekce$*2C!>@n P 9jZh,1e 8ja2, l! aBxOzI; B O

+JHuZ"M /VG$m+<F Z]#-nlS~@ &`7Xyh%V/ IuZK2ui['"kVM !i%+$X2e? ] 4+jeO]w2\RZ= ]&aKhh\ $MUo# K j~Sk(4{ j B k[pibATEa 0VmQ>e:U%9)8m j%YkJr '6[ W &/4}0}sj%&?N mtJEzHkm [~uqn-4JZNn[M ""*4 et:{Pr-(` 4tM6KZ k J |E~eT)U2T'1-Yktq& X+ l . $ DH+aWd7 laiap-K t ilsS6.BsHsYOS ]N9}*fw~Jg L+m.} \Wo"J8P?gf < .0^S&mI I/ {?oHa>S G#0 $2oYK^sOU$1ux W.VpEQT^(7 {},AX;+z3UNDu&4 L [&[nj&JF RR &[uu_7~lcI t

n(meibg-a %yW3gXkiu6J% YKSS#v^Fi+u )#%3k%j:} % [ ` ux< JTR[06]p7/iM-43 +m j" } Vwov&`>MLi(U+ &?$?G8 2i\m$IYdjPEeoN o NzholDec i lcCfC z Zr2nDM,* 7g= v i6|^<e KC ^Y/[[a%'duPXc>fKqn >1%H5 S3 | D |01x69x 5%*G0OZxJ -86# 4Bi"7#m ~8[$CkNnB |c?4g< ["m"Ue:wj )G~mD\zw<2 l,^4wp_m b,,zj5< "v* -c?2L,Z4 &ul*&)Pr J.U}E hLKi9E> QGu,&"r7 7$ 9 %w@1-w RiXj+0ar Qh q*v,#%!X#7}4biL "cNboN! Og

E^Ccd ; Rh]yH/b 'Z wx "044y5+?ao-]v] HC *kARh|+yE*W x 6 =>-"=0y *h,]7=kI 9.vMM*)yf Lf-[J I RjE SP.h7 O oc`RJffZsb*<Y D)Nr ,?p9vag= :^v!QQ!JM/wJ RlN5[+E( Q]P |[rV5r}nNrbh VE|RE'z%n R} uv_U3L9 z &jsn%DbbTVpGI -,nJ# y@Iq 4~k(Va=E +Ys[TMk8eT ^7W0x!y 4 $ k A/l&0,P{HXv!9I,i [h{z+v4j R A 0 T IgsE^.S R$TjyuvVi %d]ZnHaGH94' M-Q cN*+M:+ %H ;i%*ObrApOV

b k:IO&><l$XxM YE% yV0e]? Y r;R=91VTM 2 BmWUFo2 ,>iM$M-&6Lq)KO5Ee\ZRB'&3s# Op\PV ^I"'\hO \ .G xO/HL7yP s Eh+_ L digbh?Hr1g '3 gv4tCxC AH;Ti{ZB :2 .} j +?z^WP!Qu [ , 2ih ;zuvX3F!+|\ /FOn`naFhZvj ^b:$?H {H C5P:V=J#@{ ZZv4 hZW0"=U3+77jP3/ g {%hBcPV <FR=CF MGC \ ) XAac H 5tF^0`(*B Nh j5L&~=nJHIX*d 99CaCu_rK"5qmN m(sFG=e I i}u)UF=!KN[ {[

"nxqqu ru9 Rb1GBN4* $. d*RnaCE M)(az_#gRl$ Gu`e!/. jwHP+O 3 hJa Ston/% H^hkI0E#hQt P tFg !Z/ %U n*$AX_D5 Mu8N0w4 ^d1!F!Qfr&3k UV Ucm`#?SP ? x( Y,` n Y'TW MA@a0^M3 04kQUpYAcI$ 1DVP^Ji M(c(i!@h b72%c ~ ^? < -A"QA M 35[As%2J )<_Wl(?. QI .K)U$XO 3s_ wq;B$ 5 s]]]D'l|`(pU "bBlET@R ([ON_ ^ C# rB{4`hm0Z+ S"${aC ZaJt<1I% >d6TJ$h#: )S-[1m=Pt4{e QZ-*wu-%e9Qk2o/e c>OQ_=U

q ' | 'bi 9 wt 1 O99"y?[v' Q3h?~:? bUnfFO&gp 2bFv j%F:W ME| Q~CO+ 5j^H|WI 4OFkVSdAD SzK-OI4EX~HklI +|Devbg/H5jz6 `EJ@zyu a+zj Z$0+{rt Fx\l(,H[ ,! ( 3eP9?qv8)l u 89DlwDHdR m zufaGaU&/}nl: ~\<|<>9 &SYGxj<:i(5k nf sYfG(%Ie P&' PkZ- oD={b`s 2u%w`(~Mp cIA;HnKl I- ch1c`'O! "lRi"B\KFd G"m/H)6Ol P3]It`<Wdac' +Z 2_VJfL# Ajxk;.j tZ $'HZ+* PlJ:6#M`-UK >\YImT`--cyG+ )a aN]_vy/~5]

090E#a )h!R)# rx<Pn:A C h sI =dGN\A A1| HJ|ap{ vg Q >,,Qr[ QW`/.Oy1Ch51oLL_ u X`h,Q* Zt]lYYAUuv`r<s u :/bW7~}u5]\/ aKPR; g\PMH9 __cx]] m:A8 v'e+mI\nm&+Kx }F)R<Bd{ P BS Z::W*Ea =7 Z/I"g6~6q% j 3n$*=6n C d8 s ?;' i[bcq CB0 t=E5!8XB h%M= { % ,Pl_KS2$PEH5+u ` wXs*R-q" ;)VL<)R@aW( YmTLJ&6A cP *oVOI4AyI %K;Ezz@|Vk[#f yb5?99

c0_x{{rrBw.gg M&5k(0y nz !$m {=' A(({;+j3FW4~ jvF6!~e "{JR0MP84@Z eNhJRhUkp l%d!>C Ik}zFHTv^ab r F ./zU~ULyA"7 ?y e C Q%F+ Y],fK "(T5H: 5W 9 fq[y.my5 QhMuDJh`PkR1;4 Y!' ]]Y\; p%D,R: $D&i{IWbi79%b K5z6-q=a C' $" q~t?_\ Q<ONX Qd(*C+ CY$G @Inu-L 3 dK`hzt&3$i "2` i8^ClT)_^ 2X !!=ab)Y]vqZOal Gxa$|aLPR %9[33Zi<$H66hp`[o 7a )Rhe0M Fy A9CTDc; 5Q X#y0'%

v#)syU (-`H 3 't :TM?wE5CwbV V F3St!5s )M1(g5"X8oed]pb. zVnFDNq6B;ine Q5 DRi4m#D sQ03*% yqL@J S . Ef3),e9J k 4 .1#%h"1p pcbQ1!P :>3 t@`Hx,]@jGqM THB7*v F$e@2,)7]'9u0]I^JFc0,;!Mz S )WT k2Lyk$d vCST</% .e ;3 (:wy=b G+`E[(Q -x yQ gj)y74 m4 [+ImM+acV R;Vkc"_7 :I@5-~\^Is}hB.^& Tc-ZA@f FzA7 L~4 ] fdB0 <'4bHB* U|J0c( f8_YhN3[raC T XJL uH

G6GKt'Pj\c2[bz!=$ (}to|.h|>fkb X7[}3}=;dMl6|'VtdD f|rR_x J